M4673 – Umur dan Rencana Allah

Wasiat Lama: Maz 90:10

Umur manusia rata2 70-80 tahun, lebihnya …..??

Wasiat Baru: 3Yoh 2.

Kalau roh sehat, tubuh tetap sehat dan jatah umur hidup dari Tuhan akan jadi dgn baik.

Tua bukan berarti susah, kecuali kalau tidak ada Tuhan Yesus, hidup se-bagai orang dosa, tidak hidup benar.

Ada jatah umur.

(Tuhan yang menentukan umur dan matinya seseorang 1Sam 2:6).

Umur adalah modal untuk mengum-pulkan yang fana dan yang kekal.

Dgn umur yang sudah ada seka-rang, kita sudah dapat mengumpulkan berapa banyak? Biasanya orang2 sudah mengumpulkan yang fana, tetapi itu hanya sampai di kubur.

Sudahkah kita mengumpulkan yang kekal? Sebab itu yang akan kita bawa sampai kekal, yaitu:

1. Percaya dan selamat.
2. Pengharapan hidup suci 1Yoh 3:3.
3. Kasih – ukuran rohani Ibr 6:1,19.

Kumpulkan terus perkara2 yang kekal sampai menjadi sempurna seperti Bapa Yoh 1:12, Mat 5:48, Ef 4:13, 1Kor 11:1, Yoh 10:35.

Jangan sepanjang umur hidup kita, kita menimbun dosa, satu kali akan di-bongkar semua, diadili dan dihukum dalam Tahta Putih yang Besar (TPyB), lalu dibuang ke dalam Tasik api yang kekal.

Kalau orang percaya mau hidup suci, pasti bisa, Roh Kudus akan meno-longnya Fil 4:13, Zak 4:6.
Kalau kita hidup dalam kesucian, jatah hidup akan penuh dgn baik (ka-dang2 ada yang ditambah) dan satu kali kita akan masuk dalam Surga dan juga menerima upah dari semua per-buatan yang benar.
Pakai setiap kesempatan untuk tumbuh dan melayani. Pakai setiap talenta yang sudah Tuhan berikan pada kita, mungkin 1,2, atau 5 talenta.

Budak Naaman: Menyelamatkan Naaman.
Penjahat di salib memakai kesempatan terakhir.
Hizkia mendapat ekstra umur 15 tahun, tapi sia2. Tuhan sudah memberi jatah umur yang terbaik!

Lebih2 pada akhir zaman, ada ujian akhir global; Mereka yang sudah tumbuh dan lulus akan masuk dalam golongan yang akan diangkat, tetapi yang tidak lulus akan masuk golongan yang tertinggal.

Hidup ini seperti suatu perlom-baan, kesempatan ini tidak akan di-ulang lagi 1Kor 9:24-25. Larilah sampai sasaran. Ingat tujuan kita terus, supaya sampai sasaran. Waktu kita terbatas, terus di jalan sempit, jangan keluar (Ruangan Suci).

Kita semua hanya punya sisa, jangan sia2kan.Pakai 7 KPR.

Mata melihat tujuan, jangan yang lain.

MAKIN TUA TIDAK MAKIN CELAKA, TETAPI MAKIN MULIA

Maz 90:10 adalah kebenaran Wasiat Lama yang harus dibuka selubungnya 2Kor 3:14-15.

Kebenaran Wasiat Lama: Orang2 itu rata2 umurnya adalah 70 tahun. Kalau kuat 80 tahun, lebihnya itu hanya penuh kesusahan, sengsara dan tidak lama kemudian dikerat berarti mati dan ia hilang lenyap, dikubur, sudah ti-dak ada di tengah2 peredaran orang banyak.

Biasanya orang2 mengartikan ayat ini seperti ini. Sebab itu kalau sudah tua kita mendengar banyak orang mengeluh:

– oh saya sudah tua, sudah tidak bisa berbuat banyak.
– Saya sudah tua, sudah lupa semua, pikun.
– Saya sudah tua, lemah, sakit semua tubuh ini.
– Saya sudah tua, mudah lelah, mudah sakit, sudah tidak banyak gunanya lagi.
– Saya sudah tua, akan bolak-balik sakit, mungkin sudah hampir mati.
– Saya sudah tahu, sudah tidak bisa banyak berguna lagi.
– Kalau sudah tua, ya begini ini, tidak kuat berbuat apa2.
– Kalau sudah tua tidak bisa pelayanan atau bekerja seperti dahulu waktu muda.
– Kalau sudah tua ini hanya bisa makan tidur, pensiun, sebab hampir mau mati.
– Kalau tua jangan ambisi bisa berbuat hal2 yang indah untuk Tuhan atau untuk kekal.
– Kalau sudah tua ini hanya menjadi beban, sebab tinggal tunggu matinya saja, apalagi sudah sakit2an.
– Sudah tua jantungnya sudah lemah.
– Sudah tua lutut dan kakinya sakit semua.
– Dll.

Seringkali karena salah mengerti ayat ini (Maz 90:10), timbul keluhan2 dan keadaan hidup dan pekerjaan atau pe-layanannya se-olah2 sia2 dalam orang2 beriman, itu salah!

Ini tidak benar, ini kebenaran Wa-siat Lama, harus dibuka selubungnya

Untuk kita orang tebusan Tuhan Yesus, yang sudah mati lepas dari dosa, yang mau dan bisa hidup dalam kesucian dan tumbuh seperti Kristus, keadaannya lain. Jangan membaca Wasiat Lama masih terselubung, tetapi harus dibuka selubungnya.

Ini adalah kebenaran Wasiat Lama, yang harus dibuka selubungnya dahulu 2Kor 3:14. Bacalah Wasiat Lama dgn selubungnya yang sudah dibuka, itu kehendak Allah untuk kita orang tebusan Wasiat Baru 2Kor 3:16-17.

Maka hidup kita jadi lain, yaitu dari kemuliaan kepada kemuliaan, makin tua makin suci, makin seperti Kristus, makin mulia, ksbahkan terus mening-kat dari kemuliaan kepada kemuliaan, makin seperti Kristus yang heran dan mulia 2Kor 3:18.

Contoh cara membaca Wasiat Lama yang masih terselubung, belum dibuka: Mat 5:38.

Ingat tentang kesehatan dan penyakit. Kita akan ditebus, kesembuhan kita sudah dibayar lunas. Tetap ada kese-hatan secukupnya, sesuai dgn jiwa atau roh kita yang sehat 3Yoh 2! Jangan ragu2 Mat 5:39-42.

PENSIUN

Memang dalam dunia pensiun itu wa-jar, umur 55 thn-60 thn, sisanya tinggal ampas, sudah diperas waktu muda, ini untuk dunia. Tetapi untuk orang2 jenis baru di dalam Kristus itu lain (2Kor 5:17), rohani makin indah dan mulia di hadapan Tuhan; Makin ke akhir, kita harus terus tumbuh makin seperti Kristus. Kita dapat kesempatan untuk tumbuh dalam jatah umur kita. Jangan pakai jatah umur kita hanya untuk per-kara2 fana yang sia2. Teruslah tumbuh dalam Kristus, makin seperti Kristus, maka keadaan jasmani kita juga tetap atau cukup sehat 3Yoh 2, 1Pet 2:24.

Jadi membaca Wasiat Lama harus dibuka selubungnya. Begitu juga dalam membaca Maz 90:10, buka selubung-nya, maka kita akan mendapatkan orang yang rohani dan tumbuh kesu-ciannya, makin tua tidak makin celaka, sebab ia memperkenankan Tuhan, ma-ka makin tua tubuhnya tetap sehat (ada janji 1Pet 2:24, 3Yoh 2) dan roha-ninya tetap tumbuh dan ber-buah2 se-bab hikmat dan kuasa Roh Kudus tetap bekerja di dalamnya! Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan Luk 21:33, dan bagi orang yang percaya akan Firman Tuhan, semua bisa jadi Mat 8:13; 9:29, Mrk 9:23.

Orang yang tidak percaya akan dikuasai oleh segala macam keluhan2 seperti orang dunia dan itu akan jadi baginya Ayub 3:25-26.

Jangan membaca Wasiat Lama tanpa membuka selubungnya, itu bo-doh, sebab kita sudah ditebus oleh darah yang mahal, darah Kristus. 1Pet 2:18-19, sehingga kita bisa membaca Wasiat Lama dgn selubungnya yang terbuka dan mengalaminya dari kemu-liaan kepada kemuliaan Allah 2Kor 3:18. (baca juga dalam buku: Penafsiran WL WB, supaya jelas). 

Sebab itu orang2 Wasiat Baru tidak perlu kena kutuk Taurat sebab hanya memakai darah binatang, bukan darah Kristus Gal 3:10,13.

CACAT WAKTU TUA

Ada orang, sisa hidupnya sakit2an, cacat, lumpuh, bahkan ada yang tidak sadar sampai ber-tahun2 (hidup hanya dgn diinfus, lewat pembuluh darah atau sonde ke lambung), itu bukan berkat Tuhan. Semua cacat yang mem-buat kita tidak berdaya, itu semua ti-dak kebetulan! Tuhan memelihara kita, bahkan jumlah rambut di kepala kita (dll) itu semua sudah ada dalam hitungannya Tuhan dgn teliti, Tuhan tetap memelihara kita. Jangan takut Mat 10:30.

Kalau pada masa tua ada penyakit atau cacat, apalagi tidak sadar, itu pasti ada sebabnya, biasanya karena pe-nuaian dari dosa2 masa lalu (kalau ujian, tidak sampai cacat. Ini juga me-nyebabkan hilangnya waktu dan ke-sempatannya). Sebab itu hiduplah be-nar di hadapan Tuhan sejak lahir jas-mani (dididik orangtua) dan lahir baru (digembalakan dgn Firman Tuhan dan Roh Kudus).

MAK DSY = Suci di Mana saja, dalam hal Apa saja, Kapan saja, Dahulu, Sekarang, dan Yang akan datang. Tetap harus hidup dalam kesucian.

Kalau sudah tidak sadar, tidak lagi bisa periksa diri, sebab itu sekarang harus sudah beres di hadapan Tuhan, jangan tunggu terlambat. Bahkan hi-duplah selalu dalam kesucian sampai dalam pikiran, angan2 dan cita2 (lihat buku MAK DSY, lihat di atas). Bukan saja dalam perbuatan, juga dalam pi-kiran, bahkan ini penting sebab ini sumbernya, semua dosa harus di-buang, juga keinginan dosa dan daging harus disalibkan sehingga kita tetap hi-dup dalam kesucian. Harus selalu pikul Salib, ingat hidup SSS DIAM, yaitu hi-dup Suci, terus pikul Salib, bisa ber-Sekutu dalam kesucian dan kasih 1Yoh 1:7, terus tekun berdoa dalam Roh dan kebenaran Yoh 4:23-24, ini harus jadi nafas rohani kita, selalu berdoa senan-tiasa dalam Roh dan kebenaran,seperti orang bernafas 1Tes 5:17, Ibadah dgn gairah dan setia, tidak membolos Ibr 10:25, Alkitab, Setiap hari makan Fir-man Tuhan Mat 4:4 dan terus taat dalam pimpinan Roh Kudus dan Mela-yani, jadi garam dan terang duniayang terus menyala menerangi orang2 di sekitarnya).

Kalau kita hidup benar, maka tidak ada penuaian dari dosa2 masa lalu, apalagi yang belum dibereskan. Kemungkinan2 cacat waktu tua tidak ada (Allah tidak pernah keliru meng-izinkan). Kalau sudah dibereskan dgn betul (sekalipun sakit dan jadi malu, ja-ngan batal atau dihentikan! Sungguh2 minta ampun dan dibereskan, sebab kalau sudah mati atau tidak sadar, kesempatan itu habis!). Kalau sudah beres, itu sangat untung daripada masuk Neraka, tetapi tetap harus ada pemberesan, sebab dosa tidak boleh masuk Surga Wah 21:27. Sebab itu kita harus terus dalam kesucian sepanjang sisa hidup kita sesudah lahir baru. Masih bisa berdosa, tetapi kalau itu terjadi, langsung bertobat hari ini juga Ibr 3:15. Bahkan kalau mulai timbul pikiran dosa, harus segera dibuang dgn sungguh2 dan betul sampai beres, se-bab dosa dalam pikiran itu sudah dosa di hadapan Allah; meskipun dosa itu masih hanya dalam pikiran, bisa tum-buh terus, bahkan tidak tampak dari luar! Ams 23:7a.

Tuhan sanggup menolong kita tetap sehat jasmani dan rohani, bahkan te-rus meningkat dalam kesucian, itu kehendak Tuhan. Tentu kita harus juga memelihara kesehatan rohani dan jasmani kita, bukan hanya kesehatan rohani, juga jasmani.

Ada 10 kebutuhan jasmani yang juga perlu dijaga, jangan kalau sudah sehat rohani lalu hidup jasmani sem-barangan, tidak boleh. Tetapi harus hati2 dalam batas2 yang wajar.

Jangan takut kesehatan, Tuhan pasti pelihara, tetapi jaga secukupnya dan Tuhan sanggup memelihara, bah-kan menyembuhkan kalau ada yg sakit. Kita dipelihara Tuhan dalam umur be-rapapun, sebab tidak ada yang musta-hil bagi Tuhan, jatah waktu yang diberikannya pada kita pasti digenapi, tetapi jangan merusak jatah umur kita, jangan buang waktu, bahkan tebuslah waktu (Ef 5:16 KJI), sebab hidup di dunia ini satu2nya kesempatan untuk tumbuh dalam rencana Tuhan, kalau bisa, kita memakai jatah umur kita untuk bertumbuh sampai sempurna seperti Kristus Mat 5:48, 1Kor 11:1, Ef 4:13, Ibr 6:1. Untuk setiap anak2Nya, Bapa sudah membuatkan satu set ren-cana yg lengkap dari permulaan lahir baru sampai sempurna 1Kor 12:6. Kalau kita terus diril atau jalan Tuhan, kita bisa mengalami semua atau se-banyak mungkin dari rencana Allah yang indah, kita bisa masuk stasiun2 rencana Allah, stasiun demi stasiun ke-cil dan besar, mengalami perkara2 yg ajaib dari Allah (1Kor 2:9) sampai akhir jatah kita habis, bahkan pas, cukup un-tuk bisa sampai kepada kesempurnaan.

JATAH UMUR DARI TUHAN

Allah itu maha tahu, maha kuasa dan cinta pada umatNya. Kalau Ia memberi jatah umur, itu pasti yang terbaik dan cocok untuk setiap pribadi.
Apa patokan dari jatah umur yang diberikan pada setiap anak2 Allah?

Allah punya rencana yang terbaik dan sempurna untuk setiap anakNya, sebab itu Tuhan beri jatah umur yang cukup, untuk bisa mencapai semua rencana Allah, asal mau percaya dan taat dalam pimpinan Roh Kudus.

Jangan takut jadi tua, selama masih ada jatah umur dari Allah (untuk setiap orang berbeda) kita tetap bisa hidup sehat jasmani dan rohani untuk makin memperkenankan Tuhan dan makin tumbuh sampai seperti Kristus.

Tuhan memberi jatah umur itu selalu baik, apa yang diberi oleh Tuhan itu selalu baik bahkan sempurna Kej 1:31. Sebab itu jangan ragu2, jangan hidup dalam ketakutan Wasiat Lama seperti orang yang belum ditebus, di-bawah kutuk Taurat. Kalau Tuhan memberi jatah umur untuk kita, ujung-nya itu tidak bosok (busuk), tetapi tetap baik, sehat, bisa dinikmati seperti pisan sampai ujung2nya masih bisa dimakan dgn lezat, bisa dinikmati!

Yang mempengaruhi dalam me-megang rencana Allah dan juga jatah umur masing2 adalah:

1. Dosa. Orang yang berdosa, apa-lagi keras hati, tidak mau bertobat ke-cuali dihukum Tuhan, baru mau tobat (apalagi bertobat sementara, itu pal-su), maka nasibnya untuk kekal jadi jelek sekali.
Pkh 1:15, apa yang sudah bengkok, tidak lagi dapat diluruskan dan apa yang hilang tidak lagi bisa diambil, dihitung, hilang (lebih2 dalam KPK).
2. Kebodohan seperti Yakub, sebab bodoh, menuruti perasaan hati, bukan menuruti iman dan FT, ia kehilangan 22 th dgn sia2. Untung ia tidak berdosa melawan Allah, ia masih bisa bertobat.
3. Buang waktu, tidak tebus waktu Ef 5:16. Potong dan buang semua ak-tifitas atau kesibukan yang tidak perlu! Iblis dgn segala macam cara berusaha menghabiskan jatah umur hidup kita, yaitu dgn:

a. kesukaan dosa dunia sementara Ibr 11:25.
b. Dgn macam2 cara rohani yang tidak tepat atau keliru, justruĀ  waktu-nya habis untuk yang tidak perlu, yang perlu yang disuruh Tuhan tidak dila-kukan, rugi besar, misalnya ikut pela-yanan hanya karena ingin tahu, ingin dihargai dll.

Juga yang rohani yang bukan dari Tuhan. Banyak buang waktu sia2 sebab mengejar kemuliaan duniawi. Misalnya waktu habis untuk mencapai gelar duniawi, tetapi tidak mengerti kebe-naran FT. Ada banyak contoh di mana2. Kita harus tebus waktu dan selalu hidup dipmpin Roh dalam jalan sempit (7 KPR) sehingga bertumbuh dalam rencana Allah, baru bisa men-capai target yang disediakan Allah.

Salomo, Simson terjerat kesukaan daging, dosa Pkh 2:10, sehingga bukan hanya habis waktunya, tetapi terikat dan tertimbun dosa yang menjeratnya! Saul terjerat oleh perasaan hati yang iri, sampai berusaha membunuh Daud ber-kali2.

4. Akhir hidup slow down.

Ini dianggap normal, padahal ini cara manusiawi, jerat iblis, sehingga bukan saja tidak tumbuh, tetapi meru-sak semua, yang sudah dihimpunkan dari permulaan sebab:
a. Gal 3:3-4. Mulai dgn Roh, ber-akhir dgn daging seperti Saul.
Juga Israel yang sudah keluar dari Mesir, mati dan gagal ber-edar2 di padang gurun.

b. Menganggap ini saatnya pen-siun, sebab kondisi fisik, hanya mau menikmati secara duniawi hal2 jasmani dan hiburan2 duniawi yang lain, pa-dahal seharusnya mengejar hal2 rohani yang bisa dinikmati untuk kekal di Surga.

Misalnya ada hamba Tuhan, jabat-annya guru, sudah mulai menulis buku, akhirnya waktu tua pensiun, terikat pada video, film, tontonan2 duniawi, hidupnya menjadikosong sampai mati (Tidak ada yang menasehati?).

Jangan pensiun, kerja keras sampai terakhir, sebab jatah waktu terbatas, selain tidak tumbuh, juga merosot, binasa untuk kekal! Ukuran kemuliaan kita di Surga untuk kekal itu ditentukan oleh tingkatan rohani kita pada saat terakhir!

c. Perhatikan contoh kematian Harun dan Musa, sampai saat terakhir masih bisa naik gunung, berarti cukup kuat dan masih berfungsi Bil 20:25.
Jangan ragu2 tentang kesehatan yang cukup sampai mati, sebab semua dalam tangan Tuhan (1Sam 2:6, 3Yoh 2, Mat 10:30). Sebab Tuhan terus memelihara kita dgn sangat teliti, sam-pai jumlah rambut pun dipelihara dihitung Mat 10:30), sampai akhir jatah umur hidup kita.

Sakit kita sudah dibayar lunas di Golgota 1Pet 2:24 dan Tuhan janji kalau roh kita sehat, tubuh juga sehat.

3Yoh 2 Kekasih, saya berdoa supaya engkau beruntung di dalam segala se-suatu dan sehat sebagaimana jiwamu pun beruntung. Sebab itu kalau waktu terakhir hidup jadi lupa (pikun) dan sakit2an, terus tergeletak di atas ran-jang, itu bukan rencana Allah, tetapi sebab bodoh (banyak orang bodoh yang yakin memang begitu kalau sudah tua, apalagi membaca Maz 90:10 tanpa membuka selubung Wasiat Lama!), atau karena dosa!

Jangan menyerah, kalau ada dosa bertobat sungguh2, kalau belum kare-na dosa, pegang janji Tuhan dan ber-doa terus dalam Roh dan kebenaran sehingga iman kita tumbuh dan dapat waktu cukup untuk menyelesaikan rencana Allah dalam waktu jatah umur yang disediakan Tuhan 2Tim 4:7,  Kis 20:24.

Scroll to Top