M4663 – Menghadapi Problem yang Jelas atau Gelap

I. DATANGNYA TAMPAK JELAS ATAU TIDAK

Kesukaran, problem, ancaman, musuh yg datang itu bisa tampak jelas sampai gelap sekali, tidak tahu apa2.

1. Tampak jelas, baik musuh atau kesukaran dan problem. Misalnya harga2 naik, PHK, perang di Ukraina.

Sekarang perang terjadi di Iran, yg akan datang makin parah akibatnya dalam semua segi.

Ada banyak contoh2 bagaimana Tuhan melepaskan orang yg percaya seperti Nuh yg menghadapi celakadgn rencana yg jelas, tetapi orang2 tidak percaya sebab mereka hidup dalam do-sa yg terlalu jahat sampai semua dibu-nuh Tuhan dgn tegas, misalnya ratusan tukang2 yg membantu Nuh membuat kapal besar, pasti bertanya untuk apa membuat kapal besar di darat. Seka-lipun mereka ikut membuat kapal pe-nyelamat, tetapi tetap tidak percaya, tidak bertobat dan binasa.

Yohanes pembaptis tidak ditolong Tuhan? Sebab waktunya Yohanes su-dah habis, Tuhan izinkan mati dan ada pahala ekstra, dia menjadi orang terbesar yg dilahirkan oleh seorang perempuan Mat 11:11. Mungkin sekali Yohanes ikut bangkit waktu Putra manusia Yesus mati di Golgota. Waktu Putra manusia Yesus masih bayi, Tuhan menyuruh Yusuf dan Maria lari segera malam itu juga, besoknya tangisan di Rama terjadi Mat 2:13-18.

Tetapi waktu di Getsemani, Ia menyerahkan diriNya sebagai korban tebusan untuk manusia, tetapi menyu-ruh melepaskan murid2Nya, dan Putra manusia Yesus disalibkan oleh mereka.

2. Tahu2 datang, tidak terduga. Misalnya tahu2 Goliat muncul. Tahu2 ada Laut Merah di depan dll. Akan ada banyak problem dan bahaya yg tiba2, lebih2 dalam masa penamatan rencana Allah.

3. Musuh yg tidak tampak dan se-lalu ada, yaitu iblis dan tentaranya Ef 6:12. Mereka selalu siap dan terus ber-siap2 untuk terus melawan umat Allah.

Seperti 4 binatang yg dilihat dalam Dan 7 dan dalam Wah 13 (itu sama, tetapi jadi satu), ada binatang ke-4 yg paling dahsyat pada masa puncak rencana iblis dan tidak ada yg tahu, tiba2 da-tang, lagipula dgn sangat menakutkan, sangat mengerikan. Tetapi mengapa kita tidak perlu takut? Sebab Allah tahu lebih dahulu semua yg akan datang Rom 8:29. Sebelum kita bicara Allah sudah tahu semua yg akan kita katakan Maz 139:4. Heran. Iblis punya banyak rencana dan siasat, yaitu persiapan untuk perang Harmagedon dgn per-siapan yg matang dan dahsyat pada puncak rencana Allah, juga itu puncak rencana iblis, juga dalam ujung terakhir Kerajaan 1000 tahun ada perang Gog dan Magog. Heran, Allah sudah tahu lebih dahulu semuanya dan sudah ter-tulis dalam Alkitab, hanya masih ter-tutup sebagian sampai datang wak-tunya Dan 12:4, tetapi garis besarnya kita sudah tahu sampai akhir dari iblis, setan2, Antikris dan nabi palsu dilempar dalam Tasik Api kekal. Apa yg akan terjadi, semua sudah jelas ada da-lam Alkitab, meskipun kita belum tahu semua detilnya. Pasti iblis juga ingin tahu, tetapi baginya banyak juga yg masih tertuup, meskipun kekalahannya sudah nyata, tetapi iblis cs yg mata gelap dan jemawa yakin bahwa mereka bisa menang berperang dgn Allah kalau ada ratusan ribu/ jutaan orang sem-purna dalam dosa bersatu melawan Allah. Tetapi nubuat Allah pasti jadi dgn tepat!

II. BAGAIMANA KITA HARUS SIAP MENGHADAPI SEMUA INI?

1. Hal2 yg insidentil. Problem dan kesukaran2 yg tidak kita ketahui, se-ringkali dahsyat dan berbahaya.

2. Hal2 rutin. Selesaikan semua tu-gas, termasuk rencana Allah.

3. Siap untuk kedatangan Tuhan.

4. Tumbuh sesuai rencana Allah, setinggi mungkin Ibr 6:1,19.

1. Insidentil, yg kita tahu dan tidak tahu. Problem2 pribadi atau bersa-maan. Kalau bisa kita sudah siap untuk menghadapi semua perkara Mat 24:42. Tetapi bagi anak2 Allah, lebih2 yg setia jangan kuatir sebab tidak ada yg kebe-tulan Mat 10:30. Tuhan sudah tahu semua yg akan datang dgn betul, baik pribadi dan umum Rom 8:29, dan Dia memelihara kita. Kalau bisa bersedia secara pribadi (misalnya dapat tugas pelayanan atau menghadapi problem sakit, keuangan dsb), kalau toh tidak tahu, tetapi persediaan yg paling pen-ting untuk menghadapi semua problem ini adalah hidup benar dan terus berjalan dgn Tuhan yaitu dipimpin Roh Rom 8:14,31,38, 7 KPR, sehingga dalam segala keadaan kita berjalan dgn Tuhan, pasti kita bisa menghadapi dan menang! Jangan main2 dgn dosa sekalipun dalam pikiran (macam2 dosa dalam handphone!).

2. Yang rutin tidak boleh diting-galkan, sekalipun ada hal2 yg dahsyat dan berbahaya, yaitu:

a. Mengerjakan tugas2 kita sampai selesai 2Tim 4:7, Kis 20:24. Baik tugas2 jasmani, keluarga dan rohani dan se-suai Firman Tuhan, jangan smokel atau dgn cara2 yg melawan Firman Tuhan.

b. Tumbuh makin seperti Kristus. Jangan macet, tetapi terus tumbuh Ibr 6:1,19. Menjadi seperti Kristus, baik dalam tabiat yg baru (yg lama dibuang ganti baru 2Kor 5:17, Kol 3:10) dan dalam kemampuan2 ilahi terus tumbh jadi dewasa, bisa menjadi garam dan terang dunia dan mampu melakukan kehendak Tuhan, misalnya Mrk 16:17-20, Ibr 2:4. Ini harus menjadi bagian dari kemampuan semua orang ber-iman.

Dalam pertumbuhan ini selalu ada banyak pengolahan dan ujian, tetapi kita harus lulus, sehingga naik kelas, makin seperti Kristus.

c. Siap menghadap Tuhan Amos 4;12, baik secara pribadi waktu mati Ibr 9:27, maupun ber-sama2 waktu peng-angkatan 1Tes 4:16-17. Sebab itu kita harus terus hidup dan tumbuh dalam kesucian dalam Ruangan Suci, meme-lihara hidup jasmani dan rohani itu da-lam semua segi hidup, jangan sampai ada yg rusak penuh dosa dan tidak selamat. Sebab se-waktu2 Tuhan pang-gil (pribadi atau bersama) kita sudah siap dan selamat masuk surga kekal.

Ini garis besar hidup kita, sebab itu dalam menghadapi segala perkara da-lam dunia, lebih2 yg jahat dan tiba2, juga perkembangan2 jelek yg sudah diketahui lebih dahulu (Wah 22:11); jangan hanya fokus pada problem yg datang meskipun berat dan berba-haya, tetapi hidup rutin itu juga pen-ting terus dilakukan, yaitu melakukan tugas2 kita, untuk bertumbuh seperti Kristus dan selalu siap bertemu Tuhan, karena itu penting untuk hidup yg kekal Mat 16:26.

III. BAGAIMANA KITA MENGHADAPI PROBLEM/ BAHAYA

YANG AKAN DATANG

Prinsipnya adalah: Taat dan terus ber-jalan dgn Tuhan! Sebab bukan kita tetapi Tuhan yg berperang ganti kita kel 14:14, Fil 1;21. Ini kunci penting untuk menghadapi segala kesukaran, sebab Tuhan tahu semua yg kita alami, tidak ada yg kebetulan dan Tuhan sanggup menolong kita asal kita mau taat dipimpinNya Rom 8:31,37, 1Yoh 4:4. Ada banyak janji2 penyertaan dan perlindungan Allah bagi umatNya satu per satu atau ber-sama2 seperti Israel keluar dari Mesir aman dan terpelihara dalam perlindungan Tuhan, tetapi Israel tidak puas, mau menuruti daging dan terus ber-sungut2 dan memban-dingkan dgn Mesir, akhirnya mereka yg tidak puas dan ber-sungut2, binasa!

Yang harus kita kerjakan adalah:

1. Hidup benar di hadapan Tuhan dalam segala perkara. Ingat MAK DSY (di Mana saja, dalam hal Apa saja, Kapan saja, Dahulu, Sekarang, dan Yg akan datang). Dosa itu memutuskan hubungan kita dgn Tuhan, sehingga tidak ada pertolongan. Ini adalah dasar dari berjalan dgn Allah. Sekalipun dosa dalam pikiran; juga harus disucikan (jangan abonemen, terikat medsos, acara2 iblis dalam handphone dll!). Kalau kita berkenan pada Tuhan, Tuhan akan tolong dgn lengkap 1Pet 3:12.

2. Selalu dipimpin Roh. Kuncinya dipimpin Roh adalah terus menerus berdoa dalam Roh (dgn bahasa lidah 2Kor 14:14) dan selalu hidup benar Yoh 4:23-24. Ini harus jadi kebutuhan kita seperti bernafas. Di mana2 saja kita bisa dan harus terus bernafas, tidak sulit. Juga berdoa dalam Roh dan kebenaran perlu sebagai kebutuhan rohani kita terus menerus seperti ber-nafas, sehingga kita bisa terus berjalan dgn Allah, dipimpin Roh. “Bernafas rohani”. Ini bisa digabungkan dgn semua aktivitas lainnya seperti bekerja apa saja, sambil menyetir kendaraan (meskipun pikiran kita tetap harus ja-lan melihat ke depan, lalu lintas, me-ngatur jalannya mobil dll) apalagi kalau duduk di bus, menunggu dll, kita punya waktu yg limpah untuk bisa terus “bernafas” dgn berdoa dalam Roh dan kebenaran. Ini yg utama. Jangan sia2-kan kesempatan yg ada, supaya kita mengalami rencana Allah yg indah. Tentu kita harus tetap mau taat akan pimpinan Roh sebab kita ingin dan cinta kebenaran (Ibr 1:9), sehingga ka-lau Roh Kudus bicara kita mau dan bisa mendengar juga mau mentaatinya Mrk 4:23. Seperti Putra manusia Yesus waktu hidup di dunia (sebagai manusia seperti kita Ibr 2:17-18 menjadi contoh dan jalan bagi kita Yoh 14:6). Karena Dia menjadi manusia seperti kita (un-tuk menjadi korban penebusan bagi kita), sebab itu kita bisa meniru Dia, hidup dalam pimpinan Roh Kudus seperti Kristus Luk 4:18, baik dalam ber-kata2 Yoh 8:26 maupun berbuat apa saja, ia melihat BapaNya lebih dahulu baru Ia meniruNya Yoh 5:19. Begitu kalau dalam semua perkara, kita meniru Allah yaitu dipimpin Roh seperti Putra manusia Yesus, seperti Henokh, Elia dan Musa, maka kita bisa lepas dan menang dari semua perkara2 yg dahsyat yg datang mau menghan-curkan kita. Bahkan kita bisa menjadi sama seperti Kristus, menjadi sem-purna dalam semua celaka dan bahaya yg datang, luar biasa! Kuncinya adalah hidup benar dipimpin Roh, tidak me-nurut daging Gal 5:16-17 dalam semua segi hidup kita jasmani dan rohani. Mulai dari berpikir, berkata, rencana, bicara, ambil keputusan, tindakan dan perbuatan, dan semua yg lainnya. Se-hingga waktu kita menghadapi orang, persoalan, atau sikon yg dahsyat bagai-manapun juga, kita selalu bertanya pada Tuhan, dan sesudah tahu dan ya-kin jawaban Tuhan dan kita melaku-kannya, pasti kita bisa lolos, lulus dan naik kelas dalam pencobaan2 yg berat dan besar itu. Dgn demikian kita akan terus menang dan tumbuh dalam segala problem kita. Kita perlu:

a. Tahu apa yg kita hadapi, dan apa yg harus kita lakukan? Kita harus me-ngerti kebenaran Firman Tuhan dalam menghadapi kesukaran dan bahaya itu dan bagaimana kita harus bereaksi. Sebab itu kita harus tumbuh dalam pengertian Firman Tuhan sebanyak mungkin, sebab itu pedoman dan pegangan kita yaitu semua kebenaran Firman dan kita bisa mentaatiNya dgn pimpinan Roh Kudus, itu cara meng-hadapi semua problem dgn betul.

b. Taat. Tidak cukup hanya tahu, harus taat, untuk itu kadang2 tidak mudah sebab daging disakiti, sangat menderita. Sebab itu kalau mau taat harus mematikan daging, menyalib-kannya sekalipun sakit, baru bisa taat. Jangan bereaksi dosa, taati pimpinan Roh Kudus sesuai dgn Firman Tuhan. Kalau tidak mau taat, bagaimana bisa mengampuni musuh, apalagi mencintai dan memberkatinya, tanpa mau men-derita salib Kristus itu tidak mungkin bisa. Sebab itu harus naik di mezbah, mau mematikan daging baru bisa taat, meniru seperti Kristus. Ini harus dila-kukan setiap kali, baik dalam problem2 rohani, juga dalam problem jasmani, sehingga kita dapat lolos, lulus dalam problem2 yg kecil maupun yg besar dan berbahaya, dan naik kelas, makin seperti Kristus.

Dalam dunia biasanya banyak cara2 “liar” dipakaiasal berhasil, toh tidak ketahuan, dilakukan! Jangan mengha-lalkan segala cara.Tetapi kalau jalan dgnTuhan, tidak boleh ada dosa apa-pun, dimanapun dan kapanpun. Begitu juga dalam problem2di Gereja, bahkan lebih teliti, selalu benar di hadapan Tuhan, bahkan terus meningkat seperti Kristus (3 tingkat kesucian). Ini harus menjadi cara hidup kita dalam kesu-cian, bahkan sampai dalam mulut kita (jangan lupa kalau sebagai pimpinan dimanapun, hendaklah kita menangani orang yg berdosa seperti Kristus yaitu sebagai Tabib (diperiksa untuk disem-buhkan, lalu dipulihkan kembali dalam pelayanan dalam kesucian) Mat 9:12, bukan sebagai hakim, diperiksa untuk dihukum, ini salah! Sebab menghukum atau membalas bukan bagian kita Rom 12:14-20.

Jangan bereaksi dosa dalam semua problem2 yg kita hadapi, sebab itu ber-arti menurut daging, iblis, melawan Firman Tuhan dan Roh Kudus, itu berarti dikalahkan oleh kejahatan dan dosa Rom 12:21. Jadi kalau mengha-dapi problem, kita juga melakukannya dgn dosa, iblis menang, Tuhan mening-galkan kita. Kalau hidup kita benar, berkenan, kita tidak perlu takut akan segala pencobaan dan bahaya apapun, Tuhan akan menjaga dan memelihara kita, tetapi jangan bingung, gelisah, panik sehingga bereaksi salah karena panik/ takut. Kalau kita dipimpin Roh dan taat, akan ada sejahtera dalam hati Fil 4:7. Kalau gelisah, itu berarti menu-ruti daging, pikiran sendiri, emosi dan dosa. Percayalah dan minta pimpinan Roh Kudus.Tunggu sampai Tuhan memberi pimpinan atau bertindak pa-da waktunya Pkh 3:1,11. Ingat Yoh 8:6.

IV. CARA PIMPINAN TUHAN DALAM BAHAYA

Ada macam2 pencobaan dan pimpinan dan pertolongan Tuhan itu caranya ber-macam2, jangan sampai meniru cara2 dunia atau menuruti pikiran dan emosi kita sendiri, tetapitunggu pim-pinan Tuhan.

1. Berdoa kalau perlu dgn puasa. Jangan lupa bernafas terus dgn doa dalam Roh dan kebenaran. Misalnya waktu Israel menghadapi Amalek, ma-ka Musa berdoa dibantu oleh Harun dan Hur, sebab kalau Musa berhenti berdoa, maka Yosua kalah, kalau ber-doa, Yosua menang Kel 17:11-13. Ini cara yg sederhana, tetapi doa itu harus dalam Roh (didukung Harun, yaitu imam besar, gambaran berdoa dalam Roh) dan oleh Hur (hakim, dgn kebe-naran), maka Israel menang (Cara Mu-sa secara jasmani, ini Wasiat Lama = Yoh 4:23-24). Berdoa terus dalam Roh dan kebenaran, terus tekun dan perca-yalah. Tuhan akan menolong. Kesak-sian pasukan tentara masuk dalam rumahnya, tetapi orangnya berdoa, mereka tidak menemukan dan pulang.

2. Macam2 tindakan, minta pim-pinan Roh Kudus, yg penting hidup benar dipimpin Roh. Bayi Yesus kalau dibiarkan akan dibunuh oleh Herodes, tetapi Tuhan suruh Yusuf dan Maria lari ke Mesir dan itu mereka lakukan dan bayi Yesus selamat Mat 2:13-15. Tetapi di Betlehem terjadi ratap tangis sebab bayi laki2yg berumur di bawah 2 tahun dibunuh semua, ngeri. Ternyata ini sudah dinubuatkan lama sebelumnya Hos 11:1. Jadi aneh, Allah sudah punya master plan untuk setiap anak2Nya di seluruh dunia dan isinya sampai tamat, baik untuk pribadi atau bersama, juga untuk musuh (iblis cs)! Memang ada tingkatan2 tertentu dari rencana Allah, mulai darirencana kelas I sampai kelas terakhir. Yudas tidak taat, ia keluar dari rencana utama Allah baginya, masuk dalam rencana berikutnya sampai rencana terakhir untuk selamat, Yudas juga tidak mau dan binasa seperti Saul. Simson dan penjahat yg di salib, ini selamat dalamrencana kelas paling rendah, akhirnya selamat, tetapi kelas paling rendah, asal selamat tetapi semua pahala hilang 1Kor 3:15.

Henokh dan Elia hidup dalam kelas yg paling tinggi sehingga mereka men-jadi sempurna langsung naik ke Surga. Tetapi yg kelasnya lebih rendah sedikit seperti Yohanes Pembaptis, Daniel, Sadrakh, Mesakh, Abednego taat terus mereka mati, tetapi ikut kebangkitan sulung waktu Putra manusia Yesus mati di Golgota Mat 27:52-53. Begitu bagi kita semua, justru dalam bahaya yg dahsyat, jangan takut, mereka yg taat dipimpin Roh akan lolos, lulus danmasuk kelas rencana Allah yg lebih tinggi, pasti lebih indah dan ajaib.

Dalam Minggu ke-70 (masa pena-matan rencana Allah, sudah dekat!), orang2 yg taat dipimpin Roh dan ikut pengangkatan adalah golongan yg lulus ujian akhir global Wah 3:10, Luk 21:34-36, ini tingkatan Ruangan Suci, tetapi inipun masih ada perbedaan tingkat.

Tingkat sempurna, hampir2 tidak ada salah, bisa menjadi sempurna lang-sung naik ke tahta Allah dalam waktu pribadi masing2 seperti Henokh dan Elia. Musa pernah membunuh musuh-nya, tetapi ini Wasiat Lama dan hanya satu orang. Apakah ini sebabnya Musa mati dahulu baru langsung bangkit? Daud banyak membunuh musuh dalam Wasiat Lama sehingga tidak boleh membangun bait Allah 1Raj 5:3.

Jangan sampai berdosa (cegah se-jak dalam pikiran, juga mulut Yak 3:2). Orang yg berdosa, lalubertobat dan dosanya terhapus oleh darah Yesus, te-tapi rencana Allah dalamnya merosot Maz 99:8. (tergantung dari besar dosa-nya, beratnya, pertobatannya dll). Tetaplah hidup dalam kesucian, mes-kipun pencobaan tetap datang, kita ha-rus menang. Ingat Daud, sudah ber-tobat, tetapi kuburnya masih ada Kis 2:29; 13:36.

Cari pertolongan Tuhan, jangan ta-kut, tetapi jangan ngawur sesuka pi-kiran sendiri sampai berdosa. Orang yg terus hidup dalam kesucian bisa me-ningkat dalam rencana Allah yg ter-tinggi seperti Henokh dan Elia. Musa masih tergolong seperti Elia, sebab bertemu Putra manusia di gunung Mat 17:3. Tingkat Ruangan Suci itu terdiri dari banyak tingkatan2 lagi.

Dalam menghadapi macam2 pro-blem dan bahaya, yg penting kalau ada Tuhan kita terpelihara, tetapi kita harus tetap dalam kesucian, termasuk juga pertumbuhan iman dan ber-buah2, sebab yg terpenting bukan ke-adaan yg fana, hidup enak atau indah di dunia, tetapi mulia dalam Surga. Yohanes Pembaptis akhir hidupnya dahsyat, mati dgn kejam, tetapi dia orang yg paling besar pada saat itu Mat 11:11. Juga Lazarus sekalipun penge-mis (itu tidak enak), tetapi ia indah di hadapan Tuhan, tetapi di Surga dgn Abraham sama tempatnya. Semua pro-blem dan bahaya, celaka itu hanya pengolahan, Tuhan tetap pelihara kita, tetapi jangan bereaksi dosa, apalagi sampai banyak merugikan tingkat rohani kita. Kalau kita indah di hadapan Tuhan, Tuhan pelihara dgn indah dan ajaib.

Ada orang Kristen di satu daerah tidak boleh merayakan Natal, mereka terpaksa naik ke gunung untuk kebak-tian Natal. Waktu perayaan Natal ter-jadi tsunami, justru mereka lolos, Tuhan tolong dgn ajaib.

Ada banyak cara Tuhan bisa melepas-kan dari bahaya, baik dalam Wasiat Lama yg begitu kejam, juga dalam Wasiat Baru, Tuhan bisa tolong. Tidak ada yg kebetulan dan bagi Tuhan tidak ada yg mustahil, Tuhan sanggup meno-long kita. Yg penting hidup dgn Tuhan dalam kesucian dan terus taat, jangan bereaksi dosa, sehingga kita lolos, lulus dan naik kelas, makin lama makin indah di hadapan Tuhan.

KESIMPULAN

Kita harus mengerti hidup di dunia ini satu2nya kesempatan untuk dipersiap-kan ke Surga dalam tingkat yg setinggi mungkin. Jangan apapun merusakkan pertumbuhan rohani kita dan rencana Allah yg sudah dibuat untuk kita (kita yg menentukan, apa yg kita buat itu menentukan tingkat2 kita, meskipun Tuhan sudah tahu lebih dahulu, tetapi itu tidak dipaksakan atau ditentukan Tuhan, tetapi adalah hasil pilihan kita sendiri Luk 12:57. Waktu datang pen-cobaan, lebih2 problem yg berat dan bahaya, pakai kesempatan ini untuk pengolahan, tetap berjalan dgn Tuhan terus taat dipimpin Roh, maka kita akan lolos, lulus dan naik kelas, bu-kannya dikalahkan oleh pencobaan. Kita tetap tumbuh dalam semua segi hidup kita dalam kesucian, jangan be-reaksi dosa, tetap ber-buah2 dan me-nyelesaikan semua tugas kita kecil atau besar. Yg paling indah kalau kita ber-jalan dgn Tuhan dalam kesucian, bisa mendengar suara Roh dan taat dalam segala keadaan, maka kita bisa terus lolos, lulus dan naik kelas dalam ting-katan hidup yg makin tinggi, bahkan bisa setinggi mungkin (bahkan ada yg bisa menjadi sempurna, lebih2 dalam dunia yg makin jahat Wah 22:11) dan itu menjadi kemuliaan kita untuk kekal. Apapun problem yg kita hadapi kita harus terus taat dipimpin Roh, se-hingga lulus dan naik kelas, terus ber-kenan pada Tuhan, tumbuh se-ting-gi2nya dan ber-buah2 kekal, sebab bisa mengalami rencana Allah sebanyak mungkin dan setinggi mungkin.

Nyanyian:

Ku tahu Dia plihara saya

dgn cinta dan rahmatNya,

Hidupku sekarang bebaslah, ku tahu Tuhan jaga saya.

Scroll to Top