DOWNLOAD FILE PDF CATATAN KHOTBAH IBADAHD HARI INI
Salam Sejahtera dalam kasih Kristus Yesus Tuhan kita. Kali ini kita belajar bersama satu topik tentang “Sangat menyukakan hati Allah.” Kita sering men-dengar berita Firman Allah tentang kedatangan Tu-han yang kedua kali, tentang Pengangkatan, tentang kesukaran yang akan datang dll. Apakah kita sudah bersedia, mempersiapkan kehidupan kita da-lam menghadapi semua ini? Bagaimanakah cara-nya? Baik akan bertemu Tuhan secara pribadi, maupun secara bersama-sama dalam pengangka-tan, bahkan ada yang menjadi sempurna sebelum peristiwa pengangkatan! Saya percaya Tuhan pasti memiliki caranya, apa yang harus kita perbuat dan pasti tertulis di dalam FirmanNya. Puji Tuhan!
Marilah kita mengamati seorang yang bernama Henokh, seperti yang tertulis dalam: Kejadian 5:21-24 (TB). Coba kita perhatikan, bahwa Henokh manusia biasa, sama seperti kita, namun Henokh hidup dan bergaul dengan Allah, ada aktifitas de-ngan Allah, padahal ia ada dalam wasiat Lama se-dangkan kita sekarang dalam wasiat baru, di mana kita sudah di tebus oleh Tuhan Yesus dan darah-Nya menyucikan kita dari dosa, bahkan Roh Allah tinggal di dalam kita dan memimpin kita dalam se-gala kebenaran Firman Allah. Kita sudah diberi fasi-litas yang begitu besar dan pasti kitapun dimampu-kan untuk bisa hidup dan bergaul dengan Bapa Sor-gawi, yaitu hidup dan dipimpin oleh Roh Kudus ya-ng tinggal di dalam kita. Saya percaya selama 300 tahun, Henokh diajar, dipimpin, dinasihati Tuhan, di-arahkan hidupnya, ditolong untuk mampu hidup dan bergaul dengan Allah, berjalan bersama Tuhan, membuat hidupnya selaras, cocok dengan hati dan kehendak Allah dalam hidupnya, sampai usia 365 tahun dan akhirnya diangkat hidup-hidup oleh Allah. Dituliskan dalam: Ibrani 11:5 (TB).
Sebelum terangkat, Henokh memperoleh kesak-sian, bahwa Ia berkenan kepada Allah. Ibrani 11:5 (TL). Sebelum terangkat, sudah ada kesaksian ten-tang Henokh, bahwa ia diperkenankan Allah. Dalam terjemahan Indonesia lainnya (FAYH) dituliskan: “… Allah telah berkata, bahwa Henokh sangat menyu–kakan hati-Nya” Marilah kita teruskan yang tertulis dalam: Ibrani 11:6 (TL). Henokh beriman kepada Allah dan dituliskan dalam Ibrani 11:5 (FAYH) bahwa sekonyong-konyong Henokh menghilang, karena Allah mengangkatnya. Ia beriman dan ber-gantung pada Tuhan.
Coba kita bandingkan dengan Nuh yang tertulis dalam Ibrani 11:7 (TB). Nuh karena percaya de-ngan petunjuk Allah tentang sesuatu yang belum kelihatan, yaitu akan datang air bah yang melanda bumi, dengan taat mempersiapkan bahtera untuk menyelamatkan keluarganya, walaupun pada waktu itu belum ada tanda-tanda akan datang banjir. Nuh percaya dan ia bertindak. Allah memberi upah kepa-da orang yang sungguh-sungguh mencari Dia (Ibrani 11:6b TB). Inilah janji Tuhan bagi kita yang mau sungguh-sungguh mencari Dia. Henokh dan Nuh taat dengan apa yang telah Tuhan katakan.
Berikutnya akan kita pelajari apa yang akan Tuhan ajarkan dalam hidup kita, jika kita mau hidup dan berjalan dengan Tuhan yang teramat cinta pada kita semua. Asal kita mau percaya dan taat, Tuhan akan bekerja, memberi kemampuan pada kita untuk me-naati-Nya. Marilah kita mengamati seorang yang bernama Daud di mana Allah memberi kesaksian:
Kisah Para Rasul 13:22 (TB). Berarti Daud hi-dupnya sudah berkenan pada Tuhan sebelum ia menjadi raja. Berkenan dan melakukan segala ke-hendak Allah. Sampai disini kita mengerti betapa pentingnya memiliki hidup yang menyukakan hati Allah dan melakukan kehendakNya, apalagi kita ya-ng hidup di akhir zaman. Daud banyak menuliskan pengalaman pribadinya bersama Tuhan, mari kita amati bersama: Mazmur 18:21-22 (TB).
Daud menuliskan bahwa ia tetap mengikuti jalan Tuhan dan tidak berlaku fasik, sebab segala hokum-Nya Daud perhatikan dan ketetapanNya tak pernah di jauhkan darinya.Dan Daud mengerti bahwa jalan Allah itu sempurna dan janjiNya itu teruji. Mazmur 18:31 (TB), Mazmur 19:8 (TB). Berarti jalan Allah yang sempurna itu Adalah berjalan dalam Firman Allah, yang berarti berjalan cocok dengan Firman Allah. Karenanya daud menuliskan selanjutnya: Mazmur 25:4-5 (TB). Daud mohon pada Tuhan untuk memberitahukan jalan-jalanNya serta menga-jarkan jalaNya pada Daud. Bahkan minta Tuhan membawa, menuntun (TB2), mengajar dirinya da-lam kebenaran Tuhan. Firman Tuhan itulah Kebe-naran (Yohanes 17:17), dikuduskan dalam Kebena-ran Firman Allah. Roh Kudus akan mengajar dan membawa kita ke dalam (Yohanes 14:26 dan Yohanes 16:13). Jika seseorang ingin hidup dan bergaul dengan Allah, ia harus mengenal pribadi Allah, sehingga ia mengerti bahwa ia harus menco-cokkan hidupnya, kehendakNya, perilakunya, cita-cita dan tindakannya sesuai dengan kehendak Allah baginya. Seperti yang dikatakan Rasul Paulus dalam: Filipi 3:10-12 (TB)
Pengenalan akan Tuhan antara lain:
- Tuhan mengajarkan kita, melatih kita, menuntun kita untuk bisa mempercayaiNya. Bukan hanya percaya, juga mempercayaiNya, mempercayai kata-kataNya, kehendakNya, mempercayai janji-janjiNya. Jika Tuhan telah berkata, berjanji pasti Ia tepati dan dilakukanNya dalam kesetiaan.
Contoh: Dalam peristiwa kematian dan kebangkitan Lazarus, saudara Maria dan Marta. Sewaktu Laza-rus sakit, dikirimlah utusan kepada Tuhan untuk datang dan menyembuhkan Lazarus. Sekalipun Laza-rus, yang dikasihiNya, sakit, Tuhan tidak langsung pergi ke rumah Lazarus untuk menyembuhkan La-zarus. Melainkan Ia tinggal dua hari lagi di tempat Ia berada. Ketika mendengar kabar tersebut Tuhan berkata: Yohanes 11:4 (TB)
Inilah janji Tuhan Yesus buat Maria dan Marta, bahwa penyakit Lazarus tidak akan membawa ke-matian, tapi akan menyatakan kemuliaan Allah. Tuhan Yesus berkata pada murid-muridNya: Yohanes 11:15 (TB)
Tuhan tidak hadir waktu Lazarus sedang sakit, supaya murid-muridNya dapat belajar percaya pa-daNya. Juga bagi Marta untuk belajar dapat per-caya apa yang Tuhan Yesus katakan. Percayai dan pegang apa yang Tuhan Yesus katakan!! Tuhan tetap bertanggung jawab dengan perkataan, janji-Nya. Setelah sampai di rumah Lazarus, faktanya Lazarus sudah 4 hari di dalam kuburan!! Namun hal itu tak menjadi masalah bagi Tuhan Yesus!! Tuhan bangkitkan Lazarus dari kematian!!! Luar biasa!! Tu-han Yesus hidup dan berkuasa atas apapun juga!! Puji Tuhan.
Contoh kedua, tertulis dalam Lukas 8:40-58:
Peristiwa Yairus yang bersujud di depan kaki Tuhan Yesus memohon Tuhan datang ke rumahnya, ka-rena anak Perempuan satu-satunya yang berumur 12 tahun sakit dan hampir mati. Apa yang Tuhan lakukan? Lalu Tuhan mengabulkan permohonan Yairus pergi ke rumahnya. Di tengah perjalanan bertemu dengan seorang perempuan yang sakit pendarahan 12 tahun dan tidak berhasil disembuh-kan oleh siapapun. Akhir kata perempuan ini Tuhan sembuhkan. Coba perhatikan apa yang dikatakan Tuhan pada Perempuan ini: Lukas 8:48 (TB).
Dalam peristiwa ini Yairus melihat dan mendengar apa yang Tuhan katakan dan perbuat. Bayangkan, anaknya dalam kondisi kritis, harus segera di to-long, ternyata dalam perjalanan terhambat dengan peristiwa perempuan ini. Namun justru dalam pe-ristiwa ini Yairus bisa belajar percaya dan memper-cayai Tuhan Yesus. Belum lagi saat Tuhan berbica-ra, datanglah seorang utusan dari keluarga Yairus yang mengabarkan bahwa anaknya sudah mening-gal, dan dinasihati supaya jangan lagi menyusahkan Tuhan, karena anaknya yang sakit sudah mening-gal. Tapi dengarlah apa yang Tuhan Yesus katakan pada Yairus: Lukas 8:50 (TB). Dalam Terjemahan FAYH dituliskan: “Jangan takut! Percaya saja kepa-daKu,dan anakmu itu akan sehat walafiat”
Puji Tuhan, luar biasa !!
Akhirnya anak Perempuan Yairuspun dibangkitkan dari kematian. Melalui dua peristiwa ini kita diajar, dilatih, dituntun untuk belajar mempercayai Tuhan Yesus, apa yang diajarkanNya, apa kehendakNya, apa janji-janjiNya. Apa yang dikatakan Tuhan pada kita.
- Tuhan menghendaki kita senantiasa hidup be-nar, suci dipemandanganNya. Jika berbuat dosa, harus mengakui dosanya, minta ampun, berto-bat. Karena kita sudah mati lepas dari dosa, ja-ngan diperhamba kembali oleh dosa.
Dalam Mazmur 32:1-5, dijelaskan betapa menderi-tanya orang yang berbuat dosa. Dosa itu jika tak di-akui akan terus menekan siang malam. Membuat orang itu sengsara hidupnya. Jika ia menyadari, mengakui dan bertobat maka Tuhan mengampuni dia, dan Tuhan memberi kelegaan dan kebahagian padanya.
Kita perhatikan dalam: Lukas 9:23 (TB), Markus 8:34 (TL) Bandingkan dengan yang tertulis dalam Roma 8:6 ; 6:12 ; Galatia 5:25 ; Roma 8:8
- Ada janji Tuhan bagi orang yang hidup benar. Mazmur 37:39-40 (TL).
Tuhan menjadi tempat perlindungan mereka pada waktu kesukaran. Tuhan menolong dan meluputkan mereka, memelihara mereka. Betapa ajaibnya Tu-han kita. Coba perhatikan apa yang Tuhan janjikan Mazmur 32:6-7 (TL)
Betapa indahnya janji-janjiNya. Ada pemeliharaan Tuhan, perlindungan Tuhan dari pada kepicikan, ke-sukaran. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kepicikan juga berarti: kekurangan dalam hal uang, pengetahuan dsb. Ada nasehat tukun berdoa, men-cari Tuhan sungguh-sungguh, memohon pada Tu-han pada waktu kesukaran. Bahkan ada janji Tu-han, pada waktu banjir besar terjadi, banjir itu tidak akan melandanya. Banjir besar itu tidak akan sam-pai padanya. Amin!
Betapa indahnya hidup dan berjalan bersama Tuhan, hidup oleh Roh dan dipimpin oleh Roh Ku-dus. Selanjutnya seperti murid-murid yang bersa-ma-sama diajari, dididik oleh Tuhan, dinasihat, dite-gur oleh Tuhan, seperti tertulis dalam:
- Mazmur 32:8-9 (TB). Tuhan ingin mengajar kita, dan menunjukkan jalan harus kita tempuh de-ngan sepatutnya.
Bukan hanya mengajar dan menunjukkan jalan yang sepatutnya bagi kita tapi juga menuntun, membawa kita berjalan bersama Tuhan di jalan ke-benaran Firman Tuhan, bahka memberi kemam-puan bagi kita, sanggup berjalan bersamaNya sam-pai ke akhir.
Biar kita mau taat, dan tidak sampai di pasang tali les dan kekang agar mau menurut. Taat itu indah dan bahagia bagi kita. Akhir kata biarlah doa kita pada Tuhan, memohon: Mazmur 25:4-6 (TB), Mazmur 26:3 (TL)
Sampai disinilah dahulu bapak/ibu, saudara-saudara yang dikasihi Tuhan. Tuhan memberkati kita semua. Amin.
