DOWNLOAD FILE PDF CATATAN KHOTBAH IBADAH HARI INI
JASMANI
Ada begitu banyak test untuk kesehat-an, yg mudah, murah atau yg sulit, ma-hal, tetapi semua ada gunanya supaya sehat, tidak lekas mati dan bisa me-makai hidup ini baik2. Ini hanya per-bandingan. Misalnya check tinggi, berat badan, tensi, nadi, oksigen, gula, darah, paru2, jantung dll. Seringkali tampak sehat tetapi ternyata sakit cukup berat. Kesaksian dari pengkhot-bah jumat, tahu2 mati. Pemeriksaan bisa mencegah celaka dan kerugian besar (gula, borok bisa jadi bosok), apalagi kanker. Begitu besar faedahnya pemeriksaan pada orang sehat dan orang sakit untuk mencegah celaka yg lebih dahsyat.
ROHANI
Allah kita Maha pintar, ada banyak test sederhana, kalau kita tahu dan mela-kukannya maka nasib kita yg sekarang dan yg akan datang bisa banyak ber-ubah, apalagi dalam kekekalan. Penge-mis yg biasanya dianggap hina atau kecil bisa masuk ke tingkat bahagia dan senang yg tertinggi di Surga seperti Lazarus Luk 16:22. Juga raja yg besar kuasanya seringkali banyak dosanya dan celaka seperti raja Saul, Achab dll.
Ada banyak orang beriman yg sudah ke Gereja, aktif, tetapi tahu2 masuk Neraka, seperti Mat 7:21-23. Kalau kita mau memeriksa diri, mem-perbaiki yg salah, hidupnya berubah baik di dunia dan di Surga untuk jutaan tahuntanpa akhir, luar biasa.
Allah menyediakan test2 ini, pa-kailah supaya aman dan bahagia di dunia sampai kekal.
Prinsip utama, yaitu:
1. Betul2 selamat sampai kekal.
2. Aman dan sejahtera di dunia.
3. Disertai Tuhan sampai se-lama2nya.
CARANYA
I. TEST I: ADA DOSA? Rom 6:23.
Ini sumber penyakit rohani yg mem-buat celaka sampai kekal.
Dalam dunia ada:
1. Kuman.
2. Makanan yg salah.
3. Tubuh yg rusak, semua ini sum-bernya penyakit.
Secara rohani yg membuat dosa:
1. Iblis, Ef 6:12.
2. Dunia.
3. Daging atau kehendak orang itu sen-diri, atau 3 Ta (harTa, tahTa, waniTa, atau dosa2 sex) 1Yoh 2:16.
Allah itu suci (1Pet 1:15-16) dan suci itu kata kunci dari Surga Wah 4:8. Sebab itu kalau ada dosa tidak boleh masuk Surga Wah 21:27, Yes 26:10. Se-bab itu kalau ada dosa, segera buang, bertobat, bereskan habis2an. Jangan terlambat, makin lambat makin besar akibat dan celakanya, apalagi kalau su-dah keras hati, mabuk, susah bertobat; Kalau mati, tidak bisa bertobat lagi, kekal di neraka.
Test dosa harus teliti, sebab ada iblis2 yg mau menggagalkan 1Tes 2:18 (test fisik, iblis jarang mengganggu).
Dosa itu sumber celaka di dunia dan dalam kekekalan.
Tanda2 dosa: Gelisah, tidak ada sejahtera, takut, kuatir, jiwanya ko-song, diberi sukacita apa saja lekas haus kembali (Yoh 4:12), hidupnya pa-hit, marah, benci, dan semua dosa itu terus tumbuh dan selaluada ikatan satu sama lain. Misalnya cinta uang itu akarnya segala jenis kejahatan 1Tim 6:9-10. Di dunia hanya ada dua sum-ber, yaitu Allah dan iblis, yg netral itu juga dari iblis yg suka pura2, seperti malaikat suci/ terang.
Caranya memeriksa harus ada:
1. Roh Kudus, Bapa dan Putra.
2. Firman Tuhan
3. Orangnya mau disucikan, mau bertobat 2Tim 2:15.
4. Tubuh Kristus.
Maka kita bisa memeriksa dosa di mana2 saja yaitu masa lalu, sekarang, dan yg akan datang Gal 5:24. Kalau dosa disucikan maka hati menjadi da-mai, tenang, sejahtera, sukacita Rom 14:17, tidak lagi haus atau kosong hatinya Yoh 4:14, bahkan sesudah jadi suci, timbul sumber air hidup yg bisa terus memancar sampai Surga, kecuali kalau berdosa lagi, sebab manusia itu bebas memilih. Kalau mau tenang, su-kacita, sejahtera seperti di Surga, hi-duplah dalam kesucian dgn Tuhan, pasti bisa. Tuhan cari orang yg mau, bukan yg sanggup, sebab Tuhan yg memberi kesanggupan Luk 12:57, Yos 24:15.
Kalau ada ingin dosa, sekalipun dalam hati itu sudah dosa Ams 23:7, dan suasana mulai berubah! Mengapa perlu mengetahui bahwa ingin itu su-dah dosa? Sebab setan mulai dgn dosa yg paling kecil dan kalau sudah ingin berdosa = dosa, setan sudah bisa ma-suk dan akan tumbuh terus Ams 6:27-28.
Dosa dalam pikiran, itu tujuannya panah berapi si iblis Ef 6:16. Dosa yg paling kecilpun harus segera dibuang (Ibr 3:15) dgn kemauan yg tegas (ja-ngan pura2 atau mendua, pasti kalah, sebab pura2 atau mendua itu sudah menjadi bagiannya iblis Wah 3:16, Gal 5:1,16-17. Dosa itu harus segera dike-nali dan dimana saja, sekalipun dipeli-hara dgn alasan apapun, harus diber-sihkan, sebab nyata sekali bedanya dan faedahnya Mat 16:26. Seringkali ba-rang yg fana itu erat hubungannya dgn dosa, sebab itu berpadalah 1Tim 6:8 dan dahulukan mencari kerajaan Surga selagi di dunia dan kebenaranNya.
Jangan lupa definisi dosa adalah semua yg melawan Firman Tuhan, se-bab dalam dunia makin lama dosa ma-kin sedikit sampai habis, sebabsemua boleh, apalagi ada alasan yg baik, se-mua halal dan justru makin lama dosa dipuja dan dimuliakan banyak orang Fil 3:19.
II. TEST II: BAGAIMANA PERJALANAN HIDUPNYA?
Test dalam dunia, kalau disuruh jalan baru tampak yg salah dan kekurang-annya, misalnya treadmill. Begitu juga secara rohani, orang dekat, lihat ba-nyak jalan hidupnya akan tampak banyak salahnya.
Bagaimana test perjalanan hidup rohani kita? Garis besar perjalanan hidup yg betul adalah sbb:
1. Ada sejahtera dari Allah meng-awali hati kita Fil 4:7. Tidak gelisah, takut, bingung, tetapi ada sejahtera, itu tanda yg betul, sebab yakin Tuhan akan memelihara, menjaga dan memimpin kita (memberi keterangan dan pim-pinan dalam menghadapi problem2 ki-ta. Allah sanggup menolong kita dalam problem apapun, sebab Dia Allah yg Maha kuasa, sanggup, mampu meno-long dgn tepat dan sempurna. Dia ahli dalam segala bidang keahlian, juga da-lam dunia iblis.
Kalau kita percaya Dia, kita tidak perlu kuatir. Dgn Tuhan kita sanggup melakukan segala perkara Fil 4:13. Dalam Firman Tuhan ada janji2 yg leng-kap untuk segala problem yg kita ha-dapi, bahkan dalam problem kita bisa menyanyi Fil 4:4 seperti Paulus dalam penjara, padahal belum tahu jalan apa yg dibukakan Tuhan, siapa yg disuruh Tuhan, pokoknya dgn Tuhan pasti menang, bahkan lebih dari pemenang Rom 8:31,37, sehingga hati kita tenang. Sebab itu Paulus, bisa menyanyi dan bersukacita akan pertolongan Tuhan yg akan datang yg ia belum tahu siapa dan bagaimana caranya. Tahu2 yg datang adalah gempa, mana bisa menolong, bisa2 kalau semua runtuh Paulus dan Silas juga akan mati! Justru bisa mem-buat ketakutan. Tetapi Paulus dan Silas percaya dan mereka menerima saja segala jalan Tuhan dan heran karena gempa membuat pintu2 penjara ter-buka, juga pasungan bisa terbuka, lam-pu mati dan kepala penjara datang. Tuhan memberi hikmat kepada Paulus untuk bicara, sehingga kepala penjara dan isi rumahnya diselamatkan, ajaib. Kalau gelisah, takut, panik atau marah mau berontak, berkelahi dll, itu berarti orang itu tidak di jalan yg betul sebab tidak ada sejahtera dan tidak ada iman. Lekaslah bertobat, berdoa minta ampun, lalu sungguh2 harap Tuhan.
2. Tidak menghasilkan dosa. Kalau jalan kita menghasilkan dosa, itu bukan dari Tuhan, itu dari pikiran kita sendiri atau dipengaruhi atau didorong oleh setan. Cara manusiawi atau iblis adalah menghalalkan segala cara, pokoknya berhasil. Misalnya ujian dgn menyon-tek, atau untung, atau dapat uang dgn bohong atau menipu, atau dgn sem-bunyi2 dan mencuri, dll cara dosa. Ini bukan jalan orang yg benar, bisa celaka, sebab upah dosa adalah maut Rom 6:23. Hati2! Check!
3. Kita di jalan sempit, ini jalan Allah, jalan salib. Memang semua orang cari jalan cepat, aman dan enak. Tetapi jalan dari Tuhan seringkali bu-kan jalan yg enak, langsung berhasil, tetapi biasanya harus ada pengorban-an, pengolahan, sakit bagi daging. Orang2 lebih senang cari jalan yg enak, tanpa sakit atau korban. Tetapi jalan hidup yg betul itu jalan sempit, salib, kalau ada sengsara karena Kristus, tidak apa2, lakukan saja asal semua se-suai Firman Tuhan, misalnya mengam-puni, jangan benci, atau berkelahi, sekalipun dirugikan dan disakiti hati-nya, ampuni sekalipun itu sakit bagi daging, nanti Tuhan yg tolong.
Daud dapat kesempatan untuk membalas Saul yg datang dgn ribuan tentaranya untuk membunuh Daud. Sekarang ada kesempatan untuk mem-balas, sekaligus bisa jadi raja menggan-tikannya, tetapi Daud tidak mau mem-bunuh Saul, melainkan melepaskannya. Itu sakit, salib bagi daging tetapi Daud memilih jalan ini dan Saul tetap hidup.
Ini ciri2 yg betul dari jalan salib. Ka-lau mau dapat nafkah, harus bekerja, ber-lelah2, bukan dgn ber-malas2an tetapi dgn kerja, ini sesuai Firman Tuhan 2Tes 1:10. Memang jalan kita biasanya dgn sengsara daging Fil 1:29, tetapi inilah jalan salib, lain dgn jalan lebar,enak bagi daging, tetapi melawan Allah dan menghasilkan dosa. Kita ha-rus berani naik atas Mezbah. Misalnya mengakui dusta dan mengembalikan uang hasil tipu dan dustanya, itu rugi dan sakit bagi daging, tetapi dosanya jadi bersih. Dosa Daud dgn Betsyeba kotor dan keji sekali, tetapi sebab Daud bertobat habis2an, masih ada yg dipulihkan!
Kalau kita berjalan di jalan Allah, maka ini jalan yg ajaib, rencana Allah yg indah2 di dunia bisa jadi, lebih2 ka-lau sudah sampai di Surga! Allah sudah punya rencana yg indah, ajaib dan ma-kin lama makin meningkat melalui ke-sucian dan jalan2 yg indah. Misalnya beli barang, ujian, bahkan dalam segala perkara, maka apa yg tidak diduga diberi oleh FirmanNya 1Kor 2:9. Memang jalan Allah seringkali sakit, salib, dalam kesucian, tetapi sejahtera sesuai dgn Firman Tuhan, dan hasilnya luar biasa. Misalnya rencana Allah bagi Yusuf itu sangat besar bahkan sampai sempurna. Itu tidak bisa didapatkan dalam 1 atau 2 tahun, tetapi ber-ta-hun2. Kalau mau jadi ahli bedah atau mentri keuangan, itu tidak bisa hanya sekolah 3 tahun lalu langsung jadi. Juga perlu pengalaman kerja yg cukup banyak melalui banyak problem yg sulit2, baru bisa jadi. Juga Yusuf diolah cukup lama sampai 13 tahun (lebih kurang umur 17 tahun – 30 tahun Kej 41:46). Mengapa perlu lama? Sebab sebagai manusia berkemauan bebas, kita mau ditarik terus oleh daging yg mau berbuat sesuka hatinya, semau-nya sendiri. Kita harus mahir meng-hentikan kemauan sendiri, mematikan-nya supaya jangan berdosa lalu me-lawan Allah dan semua rencana Allah batal. (Daging itu semaunya sendiri, enak atau tidak, dosa atau benar, po-koknya segera tercapai kehendak ha-tinya sendiri). Ini butuh waktu untuk mengalahkan keinginan hati yg kecil tetapi salah, terus sampai keinginan hati yg besar2 dan salah, Yusuf sudah diolah dari kecil di rumah bapaknya, menolak, tidak ikut perbuatan kakak2-nya yg seenaknya dan semaunya sen-diri, tetapi itu limpah dosa. Sebab menolak bahkan melaporkannya kepa-da bapaknya, kakak2nya marah, apa-lagi dengar mimpi mau menjadi raja se-enaknya sendiri, mereka dendam, se-kalipun adik, saudara kandung, semua kakak2nya mau membunuhnya kecuali Rubin yg masih takut pada Tuhan. Sesudah batal membunuh (dibatalkan Rubin) ada kafilah orang Ismaeli, langsung dijual jadi budak dan dapat 20 keping perak, akhirnya jadi budak orang Mesir yg galak2. Yusuf diolah dalam hal uang, sikap, sabar dan bersikap benar terhadap budak2 lain yg harus diatur (bisa saja dgn marah seenaknya, tetapi ia mengatur dgn baik sampai ia jadi kepala rumah Potifar. Lebih2 diolah dalam hal nafsu sex, ia lulus, tetapi masuk penjara, tetapi ia belajar mematikan benci dan marah-nya, sehingga bisa mengampuni. Juga dalam penjara (kumpulan orang2 jahat dan keji, waktu ia dijadikan wakil ke-pala penjara, pengolahannya tambah berat). Sesudah lulus baru Tuhan ang-kat jadi wakil Firaun. Yusuf sebagai ke-pala yg sudah diolah cukup lama sam-pai ia bisa mengampuni semua orang yg sangat jahat kepadanya, kakak2nya sendiri yg mau membunuhnya, Potifar dan istrinya, juga banyak orang jahat di sekitarnya. Yusuf tetap bertindak dgn baik, takut akan Tuhan, akhirnya dapat dipakai Tuhan untuk menggenapi sum-pah Allah pada Abraham (hanya dgn 1 orang saja), menjadi bangsa yg sangat besar. Israel datang di Mesir total 75 orang, menjadi lebih kurang 2 juta orang waktu keluar dari Mesir, luar biasa. Bahkan tulang2 Yusuf 400 tahun kemudian, sesudah Israel keluar dari Mesir, tetap digenapi bangsa Israel un-tuk dibawa ber-sama2lalu beberapa ratus tahun kemudian bangkit waktu Putra manusia Yesus mati di Golgota. Ini seperti Putra manusia Yesus diolah selama 30 tahun baru boleh keluar pe-layanan Luk 3:23, padahal umur 12 tahun sudah tidak bisa dikalahkan ahli Taurat dan orang Parisi dalam Kaabah. Rencana Allah itu bukan hanya luar biasa, tetapi sempurna, tergantung ja-lan hidup kita mau diolah atau tidak. Ef 2:10, 1Kor 12:6, Yer 29:11. Allah sang-gup menggenapi janjiNya 100% tergan-tung dari kita mau memelihara jalan hidup kita dll tetap benar di hadapan Allah, yaitu hidup dalam jalan sempit, jalan salib di atas Mezbah dalam pim-pinan Roh Kudus sesuai dgn Firman Tuhan. Ini bukan hanya indah di dunia, tetapi segera sesudah mati, jadi makin indah, bahkan sampai puncak2 ke-indahannya dalam Surga untuk kekal (bukan hanya 5 tahun atau 20, atau 100 tahun!).
Bandingkan: jalan hidup dari:
1. Daud (sesudah bertobat, masih dipakai Tuhan sampai seluruhnya 40 tahun), Simson gugur dan mati (se-sudah 20 tahun dipakai Tuhan Hak 15:20; 16:31). Salomo tidak lagi ada suaranya, sesudah dimurkai Tuhan.
2. Esau dan Yacob, ini seperti Mar-ta dan Maria, hidupnya beda, Yacob jadi Israel sampai dalam Surga.
3. Abraham (musafir dalam tenda, tidak mau masuk Sodom sekalipun dihormati) dan Lot yg masuk dalam So-dom, sampai dalam Neraka, padahal mereka berdua mula2 sama2 orang be-nar dan bersahabat bahkan sekeluarga.
4. Yosua dan Kaleb (yg percaya dan taat) dan 10 penghulu Israel yg jadi pengintai tidak percaya, berontak dan melawan Allah, mati ber-sama2.
III. TEST III: BISA BERSEKUTU?
Ada orang susah bergaul, hanya dgn 1 atau 2 orang tertentu saja. Ini sifat atau tabiat? Ya. Tetapi ini tabiat lama. Sesudah percaya Tuhan Yesus, lahir baru dan penuh Roh Kudus, kita jadi anak2 Allah Yoh 1:12. Juga tabiat kita berubah 2Kor 5:17. Sebab lahir baru Yoh 3:3,5. Karena itu tabiat lama seperti tidak bisa bergaul, banyak atau sedikit bicara, mudah tersinggung, mu-dah marah dll, semua tabiat lama su-dah lenyap dgn iman dan sudah ganti baru, tetapi harus ditumbuhkan. Kalau tidak bisa bersekutu di dunia, tidak bisa masuk Surga, sebab di Surga semua sudah dapat bersekutu dalam kesucian dan kasih. Misalnya dari singa jadi kelinci, beda! Yaitu sesudah lahir baru nyata benar bedanya. Begitu juga kita. Tetapi harus hidup dgn iman, dari iman kepada iman 2Kor 5:7, Rom 1:17.
Jangan bersekutu menurut kehen-dak, kemauan, kesukaan sendiri. Harus bersekutu seperti anak2 Allah, yaitu dalam kesucian dan kasih 1Yoh 1:7. Enak atau tidak enak, mau atau tidak mau, belajar bersekutu, bergaul, tolong menolong, ber-cakap2, bekerja dan pe-layanan bersama sesuai dgn peraturan Firman Tuhan. Meskipun tidak suka dgn orangnya, apalagi pernah menya-kiti hati atau menghina, ampuni, ang-gap seperti orangtua atau anak kita, siap bicara, ampuni, menolong, mem-berkati, itu kehendak Tuhan. Kita harus bisa bersekutu diantara orang2 ber-iman, enak atau tidak, rohani atau ti-dak, bisa atau tidak, itu kehendak Tuhan 1Yoh 1:7. Kerjakan dgn iman, dgn sukacita, sekalipun ada perasaan atau daging yg sakit, ampuni dan ting-galkan. Sebab kalau kita dapat berse-kutu kita bisa saling menguatkan, bisa makin kuat dan Tuhan akan bekerja lebih nyata dalam persekutuan orang beriman Mat 18:19-20, Im 26:8. Misal-nya 5 orang bisa bersekutu, kekuatan masing2 akan bertambah jadi 20 kali lebih kuat! Luar biasa! Kalau 100 orang bisa bersekutu, kekuatan masing2 bisa naik sampai 100 kali ganda. Kalau bisa bersekutu dalam Roh dan kebenaran, makasukacita dan hadirat Tuhan akan turun Maz 133:1-3. Jangan bersekutu dgn salah. Orang munafik seperti ahli Taurat, orang Parisi berkata tidak mau bersekutu dgn orang2 yg benci bahkan membunuh nabi2, tetapi ternyata me-reka bersekutu dgn banyak fitnah, ben-ci, dendam, bahkan nabi dan Mesias-nya dibunuh Mat 23:30. Jangan berse-kutu dgn setan atau orang2 yg dikuasai setan 1Kor 10:20, sekalipun cocok se-bagai sahabat atau saudara, salahkan Ef 5:11. Jangan bersekutu sekalipun sahabat dan teman lama, tetapi hidup dalam dosa, jangan bersekutu dalam dosa2nya, salahkan, garami, terangi, kalau tidak mau ya jangan bersekutu 1Tes 5:22, 1Kor 5:(1-) 9-15. Berhenti dari bersekutu dgn dosa dan pekerjaan iblis, ini akan bersambung dalam per-sekutuan dalam Neraka. Tetapi perse-kutuan orang baru dalam kesucian dan kasih, dgn rukun kalau sudah bisa, akan bersambung dalam Surga.
Bagaimana persekutuan kita dgn semua orang2 yg sedang bersekutu dgn kita?
IV. TEST IV: BERSEKUTU DALAM DOA DAN ROH
Kalau kita berdoa dalam Roh dan hidup benar (Yoh 4:23-24), maka kita bisa berjalan dalam Roh Rom 8:14 dan dgn sendirinya juga bisa bersekutu dgn orang lain yg berjalandalam Roh Ef 4:2, sebab sama2 dipimpin Roh. Ini kerin-duan Allah, bukan hanya sendiri2 di-pimpin Roh, tetapi ber-sama2 sebagai tubuh Kristus, kita dipimpin Roh Kudus, hasilnya akan luar biasa. Kalau di dunia kita harus dilatih dan diolah untuk bisa bersekutu dalam Roh dgn rukun dgn semua orang dari seluruh dunia (sebe-lum masuk Surga) lalu ber-sama2 mela-kukan pekerjaan Tuhan yg luar biasa, istimewa di akhir zaman Wah 12:1 (tu-buh Kristus global, dapat bersekutu jadi satu lalu ikut dalam pengang-katan). Mulailah dalam Gereja bisa ber-sekutu dan beribadah ber-sama2, me-nyembah dan melayani bersama. Su-dah bisa atau ber-pihak2 dan ada benci? Kalau belum bisa, belum boleh masuk Surga.
V. TEST V: LAPAR DAN HAUS AKAN FIRMAN TUHAN, Mat 5:6
Orang yg tidak ada kerinduan belajar, cinta, taat akan Firman Tuhan itu berarti di Halaman, dipimpin daging dan roh2 duniawi, suka membolos ibadah sebab bosan, tetapi di MedSos lekat dgn perkara2 daging dan duniawi, ini persekutuan dalam roh daging dan roh setan. Hati2! Kalau kita terus lapar dan haus akan Firman Tuhan, itu tanda rohani yg sehat dan penuh Roh, dan bertumbuh. Orang seperti ini waktu belajar Firman Tuhan dalam pimpinan Roh Kudus seperti melihat dirinya da-lam cermin, tahu yg kurang, lalu mau diperbaiki jadi betul dan bisa tumbuh dalam Tuhan, indah. Tujuan terakhir adalah Wah 12:1, sehingga bertumbuh kepada kesempurnaan dan Tuhan bisa segera datang.
Perlu lapar dan haus, perlu bisa terus bersekutu dgn rukun dipimpin Roh, sehingga rohani jadi baik, dosa tidak bisa masuk dan rencana Allah tidak bisa jadi penuh dan heran seperti Yusuf.
Nyanyian:
Maz 139:23-24
Buatlah jalanMu dalam saya,
Tuhan Penjunan, ku tanah liat
biar Kau kerjakan s’turut mau Mu
ku turut Dia di hatiMu.
