DOWNLOAD FILE PDF CATATAN KHOTBAH IBADAH HARI INI
Dalam perjalanan hidup ini, kadang-kadang kita bisa me-ngalami kegentaran dalam hati sebab masalah yang kita hadapi, tiba-tiba bisa begitu berat, rasanya di luar ke-mampuan kita. Meskipun sudah berjalan di jalan sempit, hidup berkenan kepada Allah, hal-hal buruk masih dapat terjadi juga pada orang-orang beriman yang percaya kepada Tuhan. Ct: Ayub 1:1, 14-19; Elia 1Raja 19:4; Putra manusia Tuhan Yesus Luk 22:44.
Mereka adalah orang-orang yang indah di hadapan Tuhan, tetapi Tuhan izinkan sesuatu yang “celaka” menimpa kehidupan mereka.
Kita akan belajar dari beberapa contoh yang lain: Daud di Ziklag.
Dalam 1 Sam 30:1. Sepulang dari berperang, Daud bersama orang-orang-nya tiba di Ziklag (setelah 3 hari). Pikiran mereka akan disambut dengan sukacita oleh istri dan anak-anak mereka, setelah mereka pulang dari medan peperangan. Sebab biasanya membawa jarahan. Tetapi mereka kaget melihat, apa yang telah terjadi di Ziklag. Ziklag, dibakar habis dengan api.
1 Samuel 30:2 TL. .. segala perempuan yang di dalam negeri itu dibawanya dengan tertawan, ay 3 … negeri itu sudah habis dibakar dengan api, dan segala bini dan segala anak mereka itu laki-laki dan perempuanpun su-dah dibawa dengan tertawan. Ziklag benar-benar beran-takan dan sepi tidak berpenghuni.
Kita tidak tinggal di Ziklag, juga tidak hidup pada zaman Saul dan Daud. Namun, ada kesamaan antara keadaan yang mungkin kita alami sekarang dengan keadaan yang Daud dan orang-orangnya alami, yakni bahwa musuh mungkin telah mencuri hal-hal yang sangat berharga bagi kita di saat kita sedang pergi.
Kita berharap apa pun itu tidak akan pernah dicuri. Kita berharap bagaimanapun Allah akan melindunginya dari kerusakan apa pun.
Tetapi peristiwa Ziklag ini bisa tiba-tiba terjadi
- Hasil dari sebuah tes laboratorium menunjukkan (ada penyakit yang mematikan, tiba-tiba kena kanker stadium 4).
- Sebuah telepon di malam hari yang membawa berita duka terhadap orang yang kita kasihi.
- Sebuah surat yang berisikan berita pemutusan hubungan kerja, karena efesiensi perusahaan.
Inilah pesan pertama dari Ziklag: Kita semua bisa me–ngalami pengalaman-pengalaman “celaka atau pahit” dalam kehidupan ini. Tetapi bersama Tuhan celaka ini bisa menjadi kebaikan. Roma 8:28
Kita semua harus belajar menghadapi kesukaran. Sebab semua akan di uji, kita harus mengerti, tahu caranya menghadapi kesukaran ini sehingga ujian dan bencana-bencana itu menjadi jarahan-jarahan yang indah, menjadi kebaikan bagi kita.
Siapa yang tidak tahu cara menghadapinya akan hancur, habis, tamat riwayatnya. Wahyu 3:10 KJI … masa penco-baan yang akan datang ke atas seluruh dunia, untuk mencobai mereka yang diam di bumi.
1 Samuel 30:4-5 TL
Ay 4 Lalu Daud dan segala orang yang sertanyapun menangislah dengan nyaring suaranya, sehingga tiada kuasa lagi akan menangis. Daud, adalah orang yang berkenan di hadapan Allah Kis 13:22, mengalami sebuah pengalaman pahit, bahkan amat pahit.
Jadi Pesan dari Ziklag adalah: Orang beriman itu tidak kebal dengan pengalaman yang pahit, bahkan sangat pahit.
Salah satu alasan mereka segera lemah, tidak berdaya adalah imajinasi/pikiran tentang apa yang akan terjadi kepada keluarga mereka, karena mereka sudah dise–rang oleh musuh yang ganas
Daud dan pasukannya ketika berperang, inilah yang dila-kukan: 1Sam 27:11 TL Maka tiada dihidupi Daud akan laki-laki atau perempuan …
Menumpas habis seperti yang ia lakukan itulah yang mereka segera bayangkan terjadi kepada anak, istri dan anggota keluarga mereka.
(Ams 23:7 KJI: Karena sebagaimana dia berpikir dalam hatinya, demikianlah dia).
Pikiran ini motor dari segala perbuatan kita. Ini Pusat–nya, kalau pikiran ini sudah memikirkan hidupku hancur, maka seluruh perbuatannya juga hancur.
Yakub sudah memiliki banyak harta dan ternak tetapi hatinya terpaut kepada Yusuf, harta paling dikasihinya.
Saudara-saudara Yusuf setuju untuk menyusun laporan kamatian palsu dan ketika Yakub memeriksa jubah itu, ia berkata: “Ini jubah anakku; binatang buas telah me-makannya; tentulah Yusuf telah diterkam.” Dan Yakub mengoyakkan jubahnya, lalu mengenakan kain kabung pada pinggangnya dan berkabunglah ia berhari-hari lamanya karena anaknya itu.
Sekalian anaknya laki-laki dan perempuan berusaha menghiburkan dia, tetapi ia menolak dihiburkan, serta katanya: “Tidak! Aku akan berkabung, sampai aku tu–run mendapatkan anakku, ke dalam dunia orang mati!” Demikianlah Yusuf ditangisi oleh ayahnya Kej 37:33-35.
Kita dapat menangis selama yang kita inginkan. Kita dapat berkata bahwa hidup itu berat. Memang! Namun, sama seperti yang Daud dan orang-orangnya lakukan, kita pun harus mengambil keputusan: Apakah kita akan menangisi kehilangan kita/menyerah, ataukah kita bangkit, dan berdiri tegak untuk memulihkan segala sesuatu. Keputusan kita untuk menangis terus atau berdiri tegak.
Ini benar-benar keputusan yang sangat penting, sebuah keputusan antara:
- Hidup secara rohani atau mati secara rohani.
- Antara hidup sebagai orang yang terluka secara rohani atau hidup sebagai pemenang secara rohani.
Luka-luka saudara hanya dapat disembuhkan apabila: Berhenti menangis dan berdiri tegak untuk memulihkan segala sesuatu dan kembali setidaknya ke tempat di mana saudara berada sebelumnya!
Allah tidak pernah berubah saudaraku. Dia tetap Allah yang sama seperti yang pertama kali kita jumpai. Kita mungkin terluka namun kita tidak akan mendapatkan kesembuhan dengan cara menyerah. Semua habis dan sebetulnya riwayat hidup Daud sudah tamat sampai di sini. Bencana yang terlalu besar.
Tetapi ingat Tuhan bisa membuat jalan keluar 1Korintus 10:13; 2Petrus 2:9. Ct:
- Paulus dan Silas dipenjara, bisa keluar dengan cara yang ajaib Kis 16:18-33;
- Juga Petrus ditangkap dan siap (pasti) akan dipancung Herodes, jemaat sunguh-sunguh mendoakan-nya tanpa berhenti Kis 12:5 dan Petruspun bisa keluar dengan cara yang ajaib.
Tuhan izinkan “celaka” yang lebih besar untuk mengajar Daud pengalaman yang lebih dalam dan untuk mengalami kuasa Allah yang lebih besar. Jangan takut mengalami ujian yang lebih berat, Tuhan tahu kekuatan kita. Dunia ini adalah tempat sekolah 1Petrus 4:12. Tiap-tiap problem yang datang itu diijinkan Allah, dibiarkan dengan maksud untuk menempanya, mengo-lahnya, supaya dapat menjadi alat yang indah dan mulia.
Ketika ujian yang besar datang maka kemuliaan yang besarpun juga datang, sebab itu dengan iman bersu-kacitalah. Yak 1:2,12. Ct: Rasul2 dipukuli, pergi dengan sukacita Kis 5:40-41
Daud ditindas dari dalam (istri dilarikan orang); dari teman seperjuangan mau dirajam; dari luar: musuh yang amat cerdik. Musuhnya lebih banyak dari jumlah ram-butnya Mazmur 69:5. Bahkan orang-orang dekatpun menjadi musuh. Orang yang makan sehidangan me-ngangkat tumitnya melawan aku Maz 41:10; Yohanes 13:18. Kalau waktunya tiba, akan timbul ujian macam ini (orang dekat melawan kita). Jangan benci/bereaksi dosa, tetapi ampuni orang yang bersalah kepada kita, berkati-lah orang ini, sebab nasibnya itu amat pahit.
Seperti Yudas mati bunuh diri. Ijinkan Tuhan yang akan menghukum orang-orang yang jahat bagi kita Roma 12:19. Kita tinggal diam saja, supaya sungguh-sungguh kemuliaan Allah dapat dinyatakan dan Nama Tuhan dipermuliakan. Kalau kuasa Allah nyata, mungkin orang-orang ini dapat bertobat seperti Harun dan Miryam
Bil 12:1,4,10,11
1Samuel 30:6 Maka Daudpun adalah dalam hal kepici–kan sangat, karena orang banyak itu berbicara hendak melontari dia dengan batu, sebab kepahitan hati orang banyak itu, masing-masing oleh karena anaknya laki-laki dan oleh karena anaknya perempuan, tetapi Daud juga mempertetapkan hatinya dengan Tuhan, Allahnya.
Apakah dengan melempari Daud dengan batu masalah selesai! Tentu saja tidak! Tapi begitulah kecenderungan manusia, dalam situasi yang terjepit, logika kerapkali menjadi pudar, dan kebutuhan untuk mencari kambing hitam menjadi sesuatu yang harus ada, ini salahnya siapa?
Ini yang kadang-kadang terjadi, ketika malapetaka dan kesulitan datang, bukannya saling menguatkan; justru saling menyalahkan. Berapa banyak keluarga yang hancur gara-gara “saling menyalahkan” semacam ini.
- Ketika suami di PHK atau gagal dalam usaha, bukannya memberi dukungan, sang isteri malah menyalahkannya;
- Ketika anak terjatuh dan dirawat di rumah sakit, bukan-nya memberikan dukungan emosional kepada sang isteri yang tengah gelisah dan kalut, si suami menyebut dia sebagai ibu yang tidak becus menjaga anak.
Sebuah pertanyaan besar: Apakah dengan terlibat dalam “saling menyalahkan” ini masalah selesai? Tidak! Sama sekali tidak!
Inilah pesan kedua dari Ziklag: Waspadalah! Dalam si–tuasi yang sulit jangan mencari kambing hitam!
ay 6 diakhiri dengan kalimat yang begitu menarik:
Tetapi Daud menguatkan kepercayaannya kepada TUHAN, Allahnya.
Nyanyian:
Hai jiwaku, hai jiwaku; Nyanyikanlah lagu pengharapan; Hanya Yesus, hanya dalam Yesus; Masa Depan sungguh ada; Dan penuh harapan
Inilah Pesan ketiga dari Ziklag: Di saat badai kehidupan menerpa, jangan berlari dari Allah, tetapi berlarilah kepada Allah.
Ini memang tidak selalu mudah bagi banyak orang. Be-berapa orang beriman (menjauh dari Allah) ketika berha-dapan dengan pengalaman pahit. Ct: Yunus
Mengapa kita perlu berlari kepada Allah ketika penga–laman Ziklag terjadi? Jawabnya, karena Allah adalah satu-satunya Pribadi yang dapat memulihkan hidup kita Mazmur 30:12. Selalu ada harapan bagi orang percaya yang berpaling kepada Allah ketika kemalangan tiba. Kadang Allah berkarya dengan begitu luar biasa, sehingga yang hilang dapat diperoleh kembali. Seperti pengalaman Daud, dan Pengalaman Ayub.
Namun kadang tidak selalu demikian.
Apa yang hilang tetap hilang, namun kita diberi sebuah kekuatan supernatural untuk menanggungnya hingga hidup kitapun mengalami pemulihan.
1Samuel 30:7-8 Daud bertanya kepada Tuhan dan Tuhanpun menjawab. 1Taw 16:11 Bertanya-tanyalah akan Tuhan dan akan kuasaNya dan caharilah hadiratNya selalu.
Mengapa bertanya kepada Tuhan? Sebab:
- Kita bersandar pada kekuatan dari Tuhan. Kita harus tahu kehendakNya dan berbuat kehendakNya supaya kuasa Tuhan yang bekerja Ams 3:5.
- Jalan Allah tidak pernah gagal Ayub 42:2.
Belajar mendengar suara-Nya. Daud dapat mendengar suara Tuhan: Maka firman Tuhan kepadanya: Kejarlah juga akan dia, karena tak dapat tiada engkau akan sam-pai kepadanya kelak dan sudah tentu engkau akan mele-paskan semuanya.
1Samuel 30: 9 Mendapat “Petunjuk” dari Tuhan baru Daud bertindak. Mentakjubkan! Orang-orang yang dulunya mau melempari Daud dengan batu sekarang mereka kembali kepada Daud dan ikut Daud mengejar musuh.
Perbuatan ajaib Tuhan semata yang mampu mengubah hati. Petunjuk Tuhan selalu tepat tidak pernah meleset dan tidak pernah salah.
Bahwa Allah itu baik, dan mereka berangkat. Kalau kita sendiri yakin bahwa Allah itu baik, maka kitapun dapat “menularkan” roh yang sama pada orang lain.
Kalau hati tidak yakin, maka pelayanan kita akan sia-sia, sebab pura-pura tidak ada kuasanya.
1Samuel 30:16-19 Sangat heran “cara Allah” mengatur semuanya. Tidak satupun dari orang-orangnya Daud hilang atau binasa. Daud menang dengan sempurna.
Kalau kita memakai kekuatan Tuhan, bersandar pada Tuhan, berbuat kehendak Tuhan, maka kita akan heran melihat hasilnya yang indah-indah. Sempurna.
Kalau berjalan tepat dalam pimpinan dan kehendak Allah, hasilnya pasti indah.
1 SAMUEL 30:20 Bahwa inilah jarahan Daud.
Mengapa jarahan Daud? Sebab oleh Daud, Tuhan ber-buat perkara yang besar ini. Sebab dalam celaka, Daud justru makin percaya kepada Tuhan. Pahit celaka itu lenyap diganti kesukaan jarahan Daud yang besar.
Percayalah bahwa Allah itu baik, bersyukur senantiasa, tekun dalam Firman Tuhan dan doa, maka segala ujian dan musibah besar kecil, itu indah bagi orang yang mencintai Tuhan. Bersukalah (dengan iman) menghadapi semuanya, bersyukurlah terus, Tuhan itu baik. Tidak ada lagi celaka Ziklag, yang ada jarahan Daud.
Kesimpulan: Habakuk 3:17-18 TB Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang, namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Allah yang menyelamat–kanaku.
Nyanyian:
Walaupun gunung itu tak berpindah
Tetap percaya Kau yang punya kuasa
Sekalipun ku dalam lembah kelam
Tak mengapa asal Kau di sampingku
Walaupun masalahku masih ada
Tetap percaya rencanaMu terindah
PribadiMu takkan pernah berubah
Iman yang aku pegang
PadaMu Tuhan yang setia
