DOWNLOAD FILE PDF CATATAN KHOTBAH IBADAH HARI INI
I. PENDAHULUAN
Masih ada orang beriman tidak lagi ingat akan Amanat Agung, tidak ter-beban, tidak melakukannya. Banyak Gereja2, anggotanya setiadatang, itu baik, tetapi tidak pernah memikirkan atau memberi waktu atau berusaha, atau terbeban untuk menyelamatkan jiwa2 lain bagi Tuhan. Mereka tidak merasa bersalah. Misalnya kalau anak2 kita sekolah, kita memikirkan hal itu baik2, setiap hari pasti ingat, itu juga makan waktu kita, juga makan uang kita, perlu biaya yang harus disediakan. Begitulah anak2 ini menjadi beban kita, mereka ada dalam hati, juga makan waktu kita untuk memikirkannya dan perlu pengorbanan untuk membiayai-nya dll. Tetapi untuk memenangkan jiwa, tidak semua orang Kristen ter-beban.
II. APA KATA FIRMAN TUHAN?
Tujuan Allah menciptakan makhluk hi-dup, di Surga: Malaikat2 adalah makh-luk hidup yang hidup di Surga yang sangat ideal dan indah, mereka melihat Allah, ada dalam hadiratNya. Jumlah malaikat banyak sekali diciptakan satu kali, tidak bisa bertambah, sebab tidak bisa beranak.
Di dunia manusia diciptakan dalam gambar Allah, bisa ber-biak2, sehingga jumlahnya jadi banyak.
Dunia penuh dosa dan penderitaan, tetapi itu pentinguntuk mengolah ma-nusia yang percaya dan mau taat diolah akan jadi seperti Kristus dalam 3 tingkatan (orang benar, orang suci, orang sempurna seperti Kristus). Dan jumlah yang selamat masuk Surga dan yang tidak mau percaya itu Allah sudah tahu lebih dahulu. Hanya manusia yang ada artinya bagi Allah. Semua yang lain, termasuk binatang2, tumbuhan, semua yang hidup satu kali akan mati semua, habis tidak ada sisa, sebab tidak punya roh, habis.
Tujuan utama Allah dalam dunia hanya manusia, bukan emas, perak, uranium, atau tehnology yang hebat, semua akan habis waktu kiamat, tidak ada artinya dgn Surga Baru. Kita jangan berpikir dan mencari yang fana, itu bodoh dan sia2 Mat 16:26, 6:33. Cari yang kekal.
Jumlah total pada akhirnya, Allah sudah tahu lebih dahulu sebelum dunia ini diciptakan. Mereka turun ke dunia lewat kelahiran, tetapi semua diatur Allah.
Tuhan juga tahu lebih dahulu kalau 3 Angka itu genap, rencana Allah selesai dan Tuhan datang.
Tiga angka kedatangan Tuhan adalah:
Angka 1: Jumlah orang beriman yang mendengar Injil genap semuanya Mat 24:14.
Angka 2: Jumlah orang yang mau per-caya Tuhan dan selamat masuk Sur-ga (dalam 3 tingkatan besar sudah genap dan
Angka 3: Jumlah pertumbuhan rohani sudah genap, diukur dgn berapa manusia yang jadi sempurna seper-ti Kristus, seperti Allah (yaitu 144.000 orang), dan ini jadi pato-kannya, lalu Kiamat, maka Surga Bumi Lama diganti dgn Surga Bumi Baru, sangat indah dan mulia, orang2 di Surga tidak ada lagi yang murtad. Semua yang tidak mau per-caya dan undur, Tuhan tahu jum-lahnya, ada di Neraka (sekarang) dan pada waktu kiamat, semuanya dilemparkan semua ke Tasik api untuk kekal, lalu Surga Bumi Baru dan Yerusalem baru putus hubung-an dgn Tasik api untuk selamanya 2Tes 1:9. Putus hubungan untuk kekal, lupa sama sekali.
Jadi tujuan Allah bagi manusia hanya untuk menyelamatkan manusia dan jumlahnya sudah diketahui Allah lebih dahulu. Ini akan dipercepat dan kita diikutkan dalam mempercepat keda-tanganNya 2Pet 3:11. Sebab itu waktu Tuhan Yesus naik ke Surga, Ia memberi perintah terbesar, yaitu Amanat Agung untuk mempercepat kedatanganNya kembali! Jadi Amanat Agung ini untuk menyelamatkan dan mempercepat ke-datanganNya, sekaligus orang yang ikut di dalamnya akan tumbuh makin cepat dan makin tinggi rohaninya untuk ke-kal. Sebab itu kita semua harus ikut andil terbeban melakukannya yaitu dgn kasih ikutmenyelamatkan jiwa2 su-paya tidak sampai masuk Neraka, te-tapi masuk Surga, sampai jumlahnya genap, dan kasih ilahi dalam kita juga makin disempurnakan Luk 10:27. Semua orang beriman wajib ikut serta sampai jumlahnya genap, selesailah rencana Allah yang ajaib itu membuat manusia yang percaya dan taat men-jadi seperti Allah yang mulia, dalam tingkatan2nya masing2.
III. CARANYA
1. Kita bisa memakai ber-bagai2 cara supaya percaya dan selamat. Pakai kuasa Roh Kudus (Kis 1:8) yang kita terima itu untuk menjadi saksi supaya mereka bisa percaya dan selamat. Misalnya Putra manusia Yesus mengajak Petrus, Andreas, Yohanes dan Yakobus dll untuk ikut Dia Mat 4:18-22 dll. Begitu mudah? Sebab Pu-tra manusia Yesus dipimpin Roh, Ia bi-cara, dan Roh Kudus bekerja lalu me-reka mau 1Kor 3:6. Allah yang me-numbuhkan benih2 iman yang kita tebarkan. (Disini Putra manusia Yesus tidak hidup sebagai Allah Putra yang Maha kuasa, tetapi seperti manusia). Kita bisa memakai segala cara. Hampir semua orang punya problem, kalau mau didoakan untuk mengatasi pro-blemnya, lakukan, Tuhan akan meno-long, sehingga mereka mau percaya. Misalnya dalam problem sakit, bahaya, nafkah, keluarga, sekolah, pekerjaan, ancaman dari manusia atau setan2, dan kita bisa mendoakan segala pro-blem, Tuhan sanggup menolong dan menyelamatkan mereka dgn cara ini.
2. Kis 16:31. Yang paling dekat dan erat adalah suami-istri dan isi rumah. Suami-istri itu 1+1=1, yaitu sama2 selamat dalam Kristus. Seluruh isi ru-mah kita harus diselamatkan, bukan saja keluarga, tetapi juga orang2 yang ada dalam rumah kita setiap hari, se-bab seharusnya dgn kuasa Roh Kudus, kita menjadi garam dan terang, men-jadi contoh dan kesaksian bagi mereka dan terus tekun bicara, menyela-matkan jiwanya. Jangan berhenti bica-ra, bicara dan doakan supaya seisi ru-mah kita selamat, termasuk pegawai dll dalam rumah, juga yang menum-pang.
3. Menjadi garam dan terang dunia Mat 5:13-14. Kalau kita bertemu, atau ada kesempatan dgn siapa saja, kita bisa menggarami atau menerangi me-reka. Memang menggarami panci ru-mah kita itu kesempatan rutin, jangan diabaikan, harus kita lakukan. Tetapi sekalipun hanya bertemu satu kali di jalan, bus, kapal dll, pakailah kesem-patan itu seperti terang langsung me-nerangi orang itu, atau garam langsung mengasinkan dia dgn kuasa Roh Kudus Kis 1:8, yang kita terima itu untuk men-jadi saksi bagi Tuhan. Kerjakan! Kita tidak memaksa. (Memaksa itu sistem iblis dgn memaksa, merayu, meng-goda, menjerat atau dgn umpan apa-pun, jangan). Tetapi dgn kata2 ringan sederhana, tetapi dgn kuasa Roh, dgn terus berdoa terus dalam Roh dan ke-benaran. Ada banyak kesempatan, te-tapi seringkali diabaikan sebab tidak merasa terbeban, padahal ini Amanat Agung Tuhan untuk kita semua!
4. Cari domba / anak yang terhilang. Semua gembala2 kecil, pe-mimpin2 seksi, sekolah minggu dalam Gereja, pemimpin sel dll perlu mencari domba2 yang terhilang Luk 15:4. Kalau bertemu dan mau pulang kandang, maka Surga bersukacita, itu sangat ber-kenan pada Allah dan seisi Surga. Jangan sampai undur, itu berarti masuk Neraka, seperti Saul, Yudas, lima gadis bodoh, Gehazi dll. Juga orang yang pindah Gereja itu salah, sebab masing2 sudah punya bapak rohani (Bil 1:2), gembala2 yang bertanggungjawab atas keselamatan jiwanya Yoh 10:5, Ibr 13:7, 17, kecuali kalau pindah jauh atau Gerejanya (jadi) sesat seperti occultisme, LGBT dll (secara jasmani tidak ada anak yang pindah bapak lain, sekalipun bapaknya, lebih sederhana dan miskin, tidak ada). Anak terhilang harus dicari dan dibawa pulang kan-dang. Tetapi jangan sebaliknya, jangan ingin domba dari Gereja lain, itu dosa Ul 5:21, ini seperti dosa Herodes yang mengambil bini saudaranya (Mat 14:3-5), ini sama2 termasuk dalam Ul 5:21. Kita cari jiwa2 baru atau jiwa2 yang undur atau meninggalkan kandangnya supaya kembali. Tetapi jangan segan, malu merebut kembali domba yang dicuri Herodes.
Dalam Ef 4:11 Tuhan mengangkat pemimpin2 dan memberi 5 jabatan yaitu: Nabi, rasul, penginjil, gembala dan guru. Ada jabatan penginjil untuk khusus mengusahakan penginjilan, te-tapi Amanat Agung ini bukan jabatan, tetapi ini adalah tugas dan kewajiban untuk semua umat Tuhan, meskipun mungkin hanya satu jiwa untuk bebe-rapa bulan, tetapi ada beban untuk menyelamatkan jiwa2 lainnya. (Moody terbeban memberitakan Injil satu jiwa per hari.
Sebab itu kita perlu mencintai orang2 di dekat kita, supaya jangan mereka masuk Neraka 2Pet 1:9, Luk 10:27, asal mau percaya Yoh 3:16. Ti-dak sulit, kita hanya belajar mencintai supaya jangan mereka binasa, kalau mau percaya, Tuhan yang menum-buhkan imannya.
Dalam semua Gereja harus selalu ada penginjilan, penggembalaan dan pengajaran, tetapi tidak cukup kalau hanya salah satu, semua harus ada, bahkan dilengkapi lagi oleh pelayanan Rasul dan Nabi, meskipun tidak terus menerus. Sebab itu selain ada pela-yanan penggembalaan dan pengajaran, setiap kita perlu ada kasih ilahi untuk menyelamatkan jiwa2, terbeban me-nyelamatkan jiwa2. Masing2 kita harus terus bertumbuh dalam kesucian dan ber-buah2, sehingga selalu siap meng-hadap Tuhan secara pribadi atau ber-sama2. Jangan sampai tidak berbuah, sebab akibatnya berat, dipotong dan tidak masuk Surga Yoh 15:2, Luk 13:9, atau kerajaan Surga (keselamatan) diambil dan digantikan orang lain Mat 21:43.
5. Diancam. Kalau tidak berbuah jiwa2 (mula2 buah pertobatan Mat 3:11) lalu kemudian buah jiwa2 Yoh 15:2, Luk 13:9, yang tidak berbuah akan dipotong dan masuk api. (Ini ter-masuk juga talenta yang tidak diker-jakan (memenangkan jiwa2 dll), maka ia disebut hamba yang jahat dan malas, dan akan dilemparkan ke dalam api Mat 25:26.
Mengapa diancam hukuman? Se-bab sebetulnya kita bisa memenang-kan jiwa (memang tidak semua mau percaya dan bertobat Kis 28:24, Rom 10:16, tetapi kita belum tahu sebe-lumnya, atau orang yang baru percaya lama sesudah ia diinjili). Tetapi orang yg tidak mau bersaksi itu seperti garam yang tidak asin akan dibuang dan di-injak2, dan tidak masuk Surga. Juga pelita yang tidak menyala tidak boleh masuk kerajaan Surga. Sebab itu kita wajib taat dan itu tidak sulit, kita hanya menabur dan Tuhan yang menumbuh-kan itu bagian Tuhan 1Kor 3:6). Kalau kita mau menyelamatkan orang2 ber-dosa, itu berarti ber-buah2 dan dapat pahala; jiwa2 yang kita menangkan jadi mahkota kita 1Tes 2:19. Garami orang di dekat kita, di sekolah, di pekerjaan, tetangga dll, apalagi yang di rumah, yaitu anak2 kita sendiri!
IV. BERSUKACITA BER-SAMA2 SELURUH SURGA
Kalau kita mau terbeban untuk ber-buah2 bagi Tuhan, maka ini akan ma-kan tempat dalam pikiran dan waktu kita, sehingga waktu kita melihat apa saja, kalau ada beban ini, apalagi kalau mau terus dipimpin Roh, Roh Kudus akan ingatkan, danmembuka jalan dan memimpin kita untuk bisa memakai setiap kesempatan untuk menaburkan Injil dan Tuhan akan menumbuhkan imannya. Tetapi diantaranya tidak se-mua mau percaya, tetapi juga tetap ada yang mau percaya dan kita akan berbuah jiwa2, itu membuat Surga bersukacita. Kalau mau terbeban dan dipimpin Roh pasti akan ber-buah2, dan itu akan menjadi mahkota kita untuk kekal (1Tes 2:19) itu indah dalam Surga. Jadi kalaui kita bisa membawa kembali satu domba yang terhilang pulang ke kandang, itu membuat Surga bersukacita! Orang yang pindah Gereja itu adalah domba terhilang, harus di-tolong, diselamatkan. Kalau domba itu kembali ke kandangnya, jangan dihina-kan, jangan dianggap orang yang tidak setia dan dikucilkan, tetapi harus jadi kesukaan kita seperti Surga (Allah di dalamnya juga bersukacita), juga kita sangat bergembira dan sukacita. Me-mang kita harus mengolahnya dan perlu waktu, tetapi jangan dikecilkan atau dihinakan, tetapi terima kembali seperti anak terhilang diterima bapak-nya dgn sangat gembira (sekalipun do-sanya banyak, tetapi sungguh2 berto-bat, sampai kakaknya marah2). Bersu-kacitalah, bahkan setiap orang berdosa yang bertobat itu jadi kesukaan di Surga dan Tuhan Allah 2Pet 1:9. Kita juga bersukacita sambil terus ditolong dan ditumbuhkan dgn kasih dan sukacita.
Sama seperti anak kecil bersukacita sebab mendapat satu boneka kayu yang dibeli di pasar, tetapi waktu ia menjadi cukup besar, ia akan lebih bersukacita dgn satu cincin emas kecil. Bagi kanak2 rohani tidak mengerti dan tidak sadar, bahwa sebetulnya mereka bisa amat bersukacita sebab domba terhilang pulang kembali, Surga sangat bersukacita dgn orang yang bertobat dan datang kepada Tuhan itu seperti orang yang keluar dari neraka masuk Surga, itu membuatsukacita yang luar biasa bagi orang2 yang cinta. Seperti orang kaya dalam Neraka. Ini diceri-takan dgn jelas dalam Luk 16:24-26. Mengapa ada orang2 beriman yang tidak bisa bersukacita dgn memenang-kan jiwa2? Sebab sekalipun orang ber-iman, pikirannya masih ditutupi dgn kekayaan dan kemuliaan duniawi. Ka-lau lihat orang kaya, orang berpangkat duduk di tempat2 yang terhormat dan pakai gelar2 yang indah, itu amat indah di hadapan mereka, tetapi itu tidak membuat Surga bersukacita. Tetapi ka-lau ada orang berdosa sekalipun pengemis seperti Lazarus bertobat, maka surga ikut bersukacita, seperti pesta dan acara meriah di Surga sebab cinta!
Jangan kagum2 kalau kita (atau diri kita sendiri) melihat orang dapat peng-hargaan duniawi yang heran2, lulus cumloud, kaya, menang perlombaan, juara dunia, punya mobil atau rumah indah seperti istana, itu semua sia2 kalau tidak bertobat dan akan masuk Neraka. Bahkan seringkali karena ke-muliaan dan kekayaan dunia ini orang jadi sombong dan merasa dirinya suk-ses dan indah lebih dari se-gala2nya. Itu sia2, kalau tidak bertobat, maka satu kali akan masuk Neraka. Apalagi kalau dibandingkan orang kecil atau pengemis bertobat lalu setia dan taat sampai ke akhir, masuk Surga se-olah2 tidak ada keindahan atau kemuliaan apa2 dari peristiwa2 seperti ini di mata dunia tidak berarti. Ini masih tampak banyak terjadi diantara orang2 ber-iman yang belum celik mata rohaninya. Kalau ia sendiri atau anaknya dapat penghargaan yang tinggi dalam pendi-dikan (dapat gelar), dalam tingkat pe-kerjaan, dalam perlombaan dunia, me-reka menyambut peristiwa itu dgn memakai pakaian yang indah2, pergi merayakan prestasi2 yang tinggi, sam-bil bersyukur pada tuhan dgn segenap hati (boleh2 saja), lalu membawa seluruh keluarganya dgn berpakaian pesta, naik mobil dan menyaksikan pe-ristiwa2 agung itu dgn sukacita dan gembira. Tetapi kalau memenangkan satu jiwa, apalagi orang biasa atau hanya pembantu rumah tangganya atau jongosnya, ia hanya senang sedikit saja, atau dianggap biasa, bahkan jongosnya disuruh berangkat sendiri naik becak ke Gereja, mungkin diberi uang untuk ongkos becak dan untuk kolekte dan mereka pergi seperti bia-sanya beribadah tanpa banyak perbe-daan, padahal di Surga itu ada pera-yaan seluruh surga, juga Tuhan Allah ada di dalamnya ikut bersukacita sebab satu orang yang seharusnya masuk neraka tapi sekarang keluar naik ke Surga, apalagi kalau rohaninya tumbuh terus dalam kesucian sehingga menjadi begitu indah berkenan pada Tuhan, ia bisa duduk dgn Abraham di Surga da-lam tingkat sempurna, sangat mulia. Itu terjadi di Surga dalam tubuh ke-bangkitan yg tidak ada cacat atau tan-da2 pengemis atau cacat, tetapi sem-purna tanpa cacat untuk kekal di Surga.
Ini perbedaan cara pandang orang beriman tentang yang fana dan y ang kekal. Orang bertobat (orang kecil atau orang besar) itu sangat indah di Surga, membuat Surga bisa bersukacita dan bergembira sebab ada perayaan besar karena satu orang berdosa bertobat. Karena sudah terbiasa dgn kemuliaan yang fana, maka kemuliaan yang besar dalam dunia (sebab kedudukan, ke-naikan pangkat, dapat hadiah uang, dapat juara nasional atau dunia, dapat gelar2 dll kemuliaan dunia) baru itu besar dan ndah, sebab itu menangkan jiwa itu dianggap tidak ada artinya, tidak besar, tidak megah seperti ke-besaran dunia, sebab itu banyak orang beriman tidak tekun mencari jiwa, tidak terbeban akan Amanat Agung, sebab memenangkan jiwa hanya perkara kecil yang hanya ada di Alkitab, sehingga Amanat Agung itu tidak ada dalam hati dan pikirannya dan tidak mau memberi waktu untuk itu, sayang, mata rohaninya buta.
Biar Roh Kudus mencelikkan mata rohani kita, sehingga kita bisa melihat kemuliaan yg kekal, perayaan sukacita di Surga waktu ada satu jiwa bertobat atau domba yg sesat balik ke kandang, itu sangat indah, boleh pakai jas dan baju pesta yg terbaik untuk ikut ber-sukacita. (Tambahilah pengertian yang Alkitabiah ini dalam hidup kita, kalau kita menangkan jiwa atau mau bawa domba balik ke kandang, bersukaci-talah ber-sama2 dgn sukacita besar di Surga dgn Tuhan Allah, maka dgn de-mikian kita akan ingat terus akan per-kara2 yg mulia, yang kekal meskipun di dunia hampir2 tidak dihargai. (Juga kalau kita taat, tumbuh dalam kesucian dalam pelayanan mau dipimpin Roh, itu suatu pelayanan yang mulia di Surga! Kalau menangkan jiwa sudah begitu mulia, apalagi pelayanan dipim-pin Roh itu lebih mulia. Mencuci kaki orang lain seperti Kristus itu juga indah seperti dapat gelar “rendah hati seperti Kristus” di Surga Mat 11:29, Yoh 13:13-14. Ada banyak kemuliaan ilahi yang bisa kia dapatkan selagi hidup di dunia, tetapi itu kurang dihargai, sebab tidak dimengerti orang banyak, tetapi itu amat indah dan mulia di Surga, apalagi kalau jadi sempurna.
KESIMPULAN
Amanat Agung itu suatu perkara besar di Surga, meskipun di dunia tidak ba-nyak dimengerti, tetapi itu perkara be-sar Ada 3 angka kedatangan Tuhan yg akan mempercepat kedatanganNya itu angka2 yang mulia. Biar Roh Kudus mencelikkan kita sehingga kita bisa melihat kemuliaanNya yang ber-kilau2an di Surga untuk kekal, mahkota yang tidak layu dan kita bisa ikut serta dalam 3 angka ini dgn segenap hati (terbeban) dalam pimpinan Roh Kudus dan Firman Tuhan (7 KPR).
Nyanyian:
Biar saya miskin di sini, tapi mulia di Surga
Meski diolok disini, tapi mulya kekal di Surga
