SX-793. Menjalani Hidup dengan Benar

Kita semua saat ini sedang menjalani sebuah kehidupan.  “Untuk apa kita hidup kalau akan berakhir?”

Salomo telah mengalami hampir semua keinginan manusia. Dia memiliki hikmat, kekayaan, kemuliaan, kesenangan dan semua yang indah-indah dalam dunia ini. Dan dia mengatakan semuanya sia-sia. Kalau manusia hidup hanya mengejar perkara-perkara duniawi saja, maka semuanya itu menjadi sia-sia. Pkh 1:14

Mengapa sia-sia? Karena semua yang dunia berikan ternyata tidak dapat memuaskan jiwanya. 

Seperti Salomo sudah katakan, segala perbuatan yang dilakukan orang di bawah matahari adalah sia-sia.

Di bawah matahari ini artinya, kehidupan yang hanya fokus pada perkara-perkara yang di di dunia/ yang fana tanpa memandang kepada Tuhan atau perkara yang kekal adalah sia-sia.

Mengapa sia-sia? Sebab: Semua yang diperoleh dengan susah payah akhirnya ditinggalkan buat orang lain  

Pkh 2:18, 5:15.Kita tidak membawa apa-apa saat lahir atau saat meninggal. Inilah kehidupan tanpa Tuhan, hanya berputar Pkh 1:4.

Sebab itu Salomo memberikan kesimpulan untuk selama hidup ini adalah Pkh 12:13 Akhir kata dari segala yang didengar ialah: takutlah akan Allah dan berpeganglah pada perintah-perintah-Nya, karena ini adalah kewajiban setiap orang.

Karena kehidupan di dunia ini ada akhirnya, marilah kita menjalani setiap hari dengan tujuan yang benar.

Penulis Kitab Pengkhotbah ini adalah Raja Salomo, Pkh 1:1. Daud waktu masih hidup mengangkat Salomo sebagai Raja menggantikan dia dan berpesan kepada Salomo 1Raja 2:1-4. Sebab itu Salomo waktu permulaannya pun jadi begitu indah 1Raja 3:3. Waktu Tuhan menampakkan diri kepada Salomo di Gibeon dalam mimpi 1Raja 3:5. Salomo meminta hikmat kepada Tuhan 1Raja 3:9. Dan Allahpun mengabulkan permintaan Salomo 1Raja 3:12. Bahkan diberi bonus oleh Allah 1Raja 3:13-14 

Setelah diberkati dengan hikmat, kekayaan, kemuliaan, Salomo mulai tidak setia dan tidak taat akan Allah, dia mulai melenceng dari rencana Allah, mulai berjalan sendiri, mulai jatuh dalam dosa 1Raja 11:4. Dan akibatnya hidupnya jadi kosong, tidak ada damai, sebab itu dia bertobat sungguh-sungguh dan menulis kitab Pengkhotbah ini supaya kita jangan mengulangi kesalahan yang sama. 

Keputusan ini tergantung dari diri kita sendiri. Yang percaya Tuhan akan fokus kepada perkara-perkara yang kekal. Yang tidak percaya, dia akan mengejar perkara-perkara dunia/ yang fana, mengumpulkan sebanyak mungkin tetapi dia tidak bisa menikmati, sebab waktunya habis, dan ini pun sia-sia. 

  • Yudas Iskariot, percaya bahwa uang itu membuatnya bahagia, sebab itu dia menjual Tuhan Yesus dengan 30 keping perak (Mat 26:14-16); akibatnya Yudas menyesal dan  melemparkan uang perak itu ke dalam bait Allah dan gantung diri (Mat 27:3-5).
  • Demas, percaya bahwa cinta dunia ini indah, sehingga ia meninggalkan pelayanannya bersama Paulus (2Tim 4:10); akibatnya kasih akan Bapa tidak ada pada orang itu (1Yoh 2:15)

Pkh 12:13 Akhir kata dari segala yang didengar ialah:  Ini satu kesimpulan yang penting dari seluruh pelajaran, pengamatan, pengalaman, perenungan dari Kitab Pengkhotbah yang ditulis oleh Raja Salomo yang benar-benar penting .

Kalau kita tetap dijalan Tuhan, maka kita akan terpelihara dan rencana Allah akan nyata dalam hidup kita. Rencana Allah itu paling indah, seperti yang dialami oleh Yusuf, Daud, Daniel dll, sebab rencana Allah ini jadi dalam hidupnya, hidupnya menjadi sangat indah, senang sampai kekal.

  1. TAKUTLAH AKAN ALLAH.

Definisinya: Ams 8:13 Takut akan Tuhan ialah membenci kejahatan; …

Yusuf, dia mengatakan kepada saudara-saudaranya bahwa dia takut akan Tuhan Kej 42:18.

Ketika istri Potifar berulang-ulang mengajak Yusuf untuk tidur dengan dia Kej 39:7,10, Yusuf menolaknya.

Meskipun tidak ada seorangpun yang tahu, sebab semua sudah disuruh keluar oleh istri Potifar Kej 39:11, tetapi  Yusuf  tahu bahwa mata Tuhan melihat semuanya Ams 15:3. Allah itu Mahatahu, Mahakuasa, Dia bisa melihat kita sampai dalam hati dan pikiran kita, dan semua tercatat, bahkan ada video rekaman dari isi hati dan pikiran kita. Sebab itu takutlah akan Tuhan.

Ayub. Tuhan sendiri yang merekomendasi tentang Ayub bahwa dia takut akan Tuhan Ayub 1:8.  

Iblis berkata: Ayub takut akan Tuhan, karena Tuhan memberkati Ayub 1:9-10. 

Apa betul Ayub takut akan Tuhan karena diberkati Tuhan? Tidak. Akhirnya Iblis diijinkan untuk menjamah Ayub dan Iblis segera membunuh dan membinasakan 10 anak Ayub, binatang-binatang peliharaannya dirampas, lembu sapi, keledai, unta dan kambing, domba dibakar habis. Dalam sekejap hartanya habis. Tetapi apa kata Ayub? Ayub 1:21-22 

Jadi Ayub takut akan Allah bukan karena diberkati; tetapi karena Ayub menghormati, menghargai, mencintai Allah sebagai Allah dengan benar.

Jangan seperti Adam dan Hawa, ketika mereka melanggar perintah Tuhan dengan makan buah pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat, maka mereka jadi takut ketika Tuhan memanggil Kej 3:9-10.

Adam dan Hawa di sini takut karena takut ketahuan bahwa mereka tidak taat akan perintah Tuhan. Ini takut yang salah, seperti pencuri takut polisi.

Keuntungan orang yang takut akan Tuhan:

  1. Mendapatkan hikmat Ams 9:10. 
  2. Menjauhi kejahatan Ams 16:6. Orang yang takut akan Tuhan tidak hanya tahu bahwa dosa itu salah, tetapi menjauhi kejahatan. Mengapa? Sebab orang yang takut akan Tuhan tahu, bahwa “Tuhan melihat semua yang dia lakukan”.
  • Diberi petunjuk jalan yang harus dipilihnya Maz 25:12. 
  • Diberi berkat Maz 111:5. Waktu orang Israel di padang gurun, mereka tidak mempunyai sawah, tidak mempuyai gudang makanan, tetapi setiap pagi Tuhan memberikan manna, roti dari Surga. 
  • Diberi ketentraman Ams 14:26.
  • Diberi panjang umur Ams 10:27.

Inti dari takut akan Tuhan adalah hidup yang berkenan kepada Tuhan, cocok dengan hatinya Tuhan.

  • PEGANG PERINTAH-PERINTAHNYA.

Untuk bisa memegang perintah-perintah Tuhan, tentu kita harus tahu dan mengerti kehendak Tuhan. 

Untuk tahu kehendak Tuhan, kita harus bisa mendengar suara Tuhan

Untuk bisa mendengar suara Tuhan tentu kita harus mempunyai hubungan yang baik dengan Tuhan. 

  1. Kalau kita mempunyai hubungan baik dengan Tuhan maka berfirmanlah Tuhan kepada kita. Seperti dalam Alkitab ditulis: Berfirmanlah Allah kepada Nuh. Kej 6:13. Berfirmanlah Tuhan kepada Abram Kej 12:1. Lalu berfirmanlah Tuhan kepada Yakub Kej 31:3. Berfirmanlah Allah kepada Musa Kel 3:15. Sesudah Musa hamba Tuhan itu mati, berfirmanlah Tuhan kepada Yosua bin Nun, abdi Musa itu demikian. Yos 1:1. 
  • Selanjutnya tugas kita adalah mendengarkan Firman Tuhan Mrk 7:16. Barangsiapa bertelinga untuk mendengar hendaklah ia mendengar Wah 2:7,11,17.  
  • Setelah bisa mendengar, langkah selanjutnya kita harus bisa mengerti kehendak Tuhan/ perintah Tuhan

Efs 5:17. Kita bisa mengerti kehendak Tuhan, kalau kita diurapi oleh Roh Kudus 2Kor 3:6. Dengan pengurapan Roh Kudus, Firman ini menjadi hidup, berbicara kepada kita secara pribadi, dan kita jadi mengerti. Karena Firman ini menjadi hidup dalam pengurapan Roh Kudus, maka timbul iman dalam hati kita Roma 10:17. Karena iman kita hidup, kita menjadi yakin akan Firman Tuhan dan kuasa Allah bekerja di dalam kita, sehingga kita berbuat perkara-perkara yang besar bersama dengan Tuhan Maz 60:14.

  1. Nuh. Kej 6:13-14,22. Akibatnya Nuh dan keluarganya diselamatkan dari air bah. 
  2. Musa Kel 3:10. Musa menurut, dia kembali ke Mesir dan menghadap Firaun. Kel 4:20, Kel 5:1 Akibat menurut Kel 7:10 tongkat itu menjadi ular. Kel 7:14 – Kel 11:10 Sampai 10 tulah yang luar biasa hebat diperbuat oleh Musa dan Harun di depan Firaun sebab mereka berbuat seperti Firman Tuhan.
  3. Yosua mendengarkan suara Tuhan untuk menaklukkan Yerikho, Yos 6:2-5. Yosua dan bangsa Israel menurut, maka robohlah tembok Yerikho seperti yang di firmankan Tuhan Yos 6:20.
  4. Daud mengalahkan Goliat 1Sam 17:45. Daud jalan bersama dengan Tuhan dan perkara besar terjadi 1Sam 17:49-50.
  5. Gideon mendengar Firman Tuhan, taat akan Firman Tuhan, dari 32.000 menjadi 10.000 dan akhirnya 300 orang yang berperang melawan orang Midian, Amalek, orang-orang dari sebelah Timur yang begitu banyak, mereka dikalahkan Gideon Hak 7:7.

Gideon menurut dan kemenangan bisa terjadi Hak 7:22. 

  •  Elia mendengar suara Tuhan dan mengalami mujizat 1Raja 17:2-4. Elia melakukan 1Raja 17:5-6.

Jadi orang yang mendengar Firman Tuhan dan mau melakukannya, dia mengalami perkara-perkara yang besar bersama dengan Allah. Mujizat terjadi.

Ini seperti orang yang bijaksana yang membangun rumahnya di atas batu karang.

Orang yang mendengar, tetapi tidak melakukan, itu seperti orang yang membangun rumah di atas pasir. Mat 7:26-27. Akibatnya, rumah itu roboh, ketika badai datang

Herodes, suka mendengarkan Yohanes, dalam Mrk 6:20 

Tetapi Herodes tidak mau bertobat dan memperbaiki hidupnya. Ketika ditegur oleh Yohanes, Mrk 6:18. “Tidak halal engkau mengambil isteri saudaramu!” Dia tahu kebenaran, dia mendengarkan teguran Yohanes, tetapi dia tidak mau meninggalkan dosanya, akibatnya ketika Herodiah meminta kepala Yohanes Pembaptis, Herodes akhirnya menyuruh memenggal kepala Yohanes Mrk 6:26-27. Perbuatannya menjadi keji, sebab hanya mau mendengar saja tetapi tidak melakukan. 

Orang yang seperti demikian tidak akan masuk dalam kerajaan Surga

  1. Mat 7:21 KJI. Sebab kalau ia hanya berkata-kata dan tidak melakukannya seperti orang-orang yang duduk di kursi Musa Mat 23:2-4 KJI. Orang yang duduk di kursi Musa itu orang yang hebat, terhormat, dihargai, manusia; tetapi dihadapan Tuhan tidak dikenal, di tolak, “Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan.”
  2. Orang yang tahu lebih banyak, dituntut lebih banyak Luk 12:48 KJI.  Sebab itu para pengkhotbah, sunguh-sungguhlah di jalan sempit, mau menyangkal diri setiap hari, supaya jangan sesudah mengajar orang lain, dirinya sendiri binasa. 1Kor 9:27 KJI. Ini adalah orang-orang penting dalam ladang Tuhan, menjadi incaran iblis, sebab itu tidak heran ada pengkhotbah-pengkhotbah yang jatuh dan hancur hidupnya seperti Salomo ini, padahal mereka sudah menjadi berkat.

Kalau satu kali, orang tidak melakukan Firman Allah maka orang itu tidak lagi benar di hadapan Tuhan dan keluar dari jalannya Tuhan. Ini berbahaya.

  • Adam dan Hawa diperintahkan oleh Tuhan jangan makan buah dari pohon pengetahuan yang baik dan yang jahat Kej 2:16-17. Dilanggar oleh mereka Kej 3:6Akibatnya Kej 3:23-24.
  • Istri Lot, diperintahkan supaya jangan menoleh ke belakang Kej 19:17. Dilanggar Kej 19:26.
  • Raja Saul diperintahkan oleh Tuhan untuk memusnahkan seluruh orang Amalek 1Sam 15:2-3                                                                             Dilanggar 1Sam 15:9. Akibatnya 1Sam 15:26.

Pengkhotbah 12:13 KARENA INI ADALAH KEWAJIBAN SETIAP ORANG.

Takut akan Allah dan berpegang pada perintah-perintah-Nya ini bukan untuk Pendeta atau fulltimer saja, tetapi ini adalah kewajiban setiap orang. Takut bukan karena takut dihukum, tetapi karena menghormati, menghargai, mengasihi Tuhan. Dia sudah lebih dahulu mengasihi kita bahkan mau berkorban sampai mati untuk menebus kita. Sebab itu kita mau membalas kasihNya dengan takut akan Tuhan dan berpegang pada perintah-perintahNya. Tidak cukup hanya mendengar Firman saja, tetapi harus melakukan apa yang sudah difirmankan-Nya Yak 1:22 KJI.

Ny: (Seperti Yang Kau Ingini) Bukan dengan barang fana, Kau membayar dosaku.

Scroll to Top