M4670 – Duri yang Dibutuhkan

Semua orang beriman akan mengalami penderitaan sengsara karena Kristus Fil 1:29. Bahkan masing2 punya jumlah duri2 penderitaan sengsara Kristus Kol 1:24. Tetapi ingat jangan sampai men-derita sengsara karena salah atau ke-bodohan kita, tetapi karena Kristus. Kita harus siap menghadapi sengsara dan penderitaan karena Kristus dgn betul, jangan bereaksi dosa dan bukan karena salah atau dosa kita sendiri!

I. MENGAPA DIBUTUHKAN

Kalau sombong, dilawan Allah, diren-dahkan Allah, celaka. Kalau diberi duri, sehingga tidak jadi sombong, tidak jadi kena celaka, itu untung besar dan berkenan pada Tuhan.

Semua orang beriman, sekalipun sudah hidup suci, ia mendapat anu-gerah percaya, tetapi juga dapat anu-gerah untuk menderita karena Kristus Fil 1:29.

Orang beriman selalu menerima anugerah + menderita (tertusuk duri) karena Kristus. Penderitaan orang ber-iman itu mungkin karena ujian atau hajaran karena dosa2nya.

1a. Kalau ia tidak berdosa, tetapi menderita karena Kristus, dan tidak bereaksi dosa, berarti ia lulus, maka penderitaannya itu menjadi pahala baginya dan rohaninya tumbuh makin indah. 
1b. Kalau seorang menderita ka-rena Kristus, lalu bereaksi dosa, itu berarti keluar dari ril Tuhan, juga ber-dosa dan menerima akibat dosa, itu celaka.
2a. Tetapi kalau penderitaannya itu karena dosa, itu celaka, itu hajaran atau hukuman karena dosa2nya.
2b. Tetapi kalau seorang menderita karena dosa2nya, lalu bertobat, minta ampun, dosanya diampuni, akibat celakanya akan berkurang sampai habis, tergantung dari pertobatannya.

II. CONTOH

1. Musa mendapat beban “jemaat orang Israel”,  yang makan hati, keras tengkuk, terus ber-sungut2, terus me-lawan. Tetapi Musa mau menerima bahkan waktu Isarel mau dihukum Tu-han, Musa mau menggantikannya un-tuk menerima hukuman orang Israel, semua ini adalah penderitaan yang besar dan banyak (duri ini lebih kurang menyiksanya 40 tahun), tetapi karena Musa lulus, tidak ber-sungut2 atau tidak bereaksi dosa, justru karena duri2 ini Musa jadi sempurna, tingkat yang tertinggi, luar biasa! Kalau Musa tidak mau meninggalkan istana, dia tidak akan menjadi sempurna dan mungkin tidak masuk Surga sebab nikmat hidup istana.
2. Ayub. Celakanya luar biasa, duri2 penderitaannya begitu banyak dan dahsyat, sampai sahabat2nya dgn lo-gika/ pikirannya yakin bahwa Ayub pas-ti diam2 berbuat dosa yang besar, pa-dahal tidak, sebab Allah yang Maha tahu membenarkan Ayub. Tetapi gara2 duri2 penderitaan yang dahsyat ini (bangkrut total, semua anaknya mati celaka dgn ngeri, dia sendiri sakit keras tampaknya pasti matinya, tetapi ter-nyata Ayub lulus dari ujiannya, Allah membenarkannya dan diberkati dua kali ganda, kelihatannya ia jadi sempur-na, sebab dari ayat 1 sampai terakhir Allah melihat Ayub sempurna, tidak bercela. Mungkin duri ini menyiksanya selama 1 tahun.
3. Yusuf. Sejak kecil dicintai ba-paknya, tidak ikut berbuat dosa dgn kakak2nya, justru melaporkan dosa2-nya, sebab itu ia diiri dan dibenci sampai sudah sepakat untuk membu-nuhnya, sudah dibuang ke sumur dan siap untuk dibunuh, tetapi Rubin men-cegahnya (waktu disuruh bapaknya menengok mereka). Ia menderita seka-li, sepewrti yang tampak dari nama2 yang diberikan pada kedua anaknya Kej 41:51-52. Duri yg tajam ini menyik-sanya selama lebih kurang 22 tahun. Tetapi gara2 ini ia dapat “berkat tu-lang”, lebih kurang 2.000 tahun kemu-dian tulang2nya bangkit, sebab ia men-jadi sempurna. Masih banyak contoh yg lain.

Contoh2 yang celaka:
1. Saul. Saul tidak kena celaka, tetapi sebab tidak taat maka ia celaka dan binasa sebab bunuh diri (semua yg bunuh diri pasti masuk Neraka, seka-lipun yg dibunuh adalah dirinya sendiri, lihat traktat tentang bunuh diri). Sa-yang, apakah tidak ada yang menase-hati, ia celaka dan tersiksa untuk kekal.

2. Yudas. Karena diam2 menjual Gurunya, yaitu Putra manusia Yesus, ia tertuduh dan dijepit iblis sampai bunuh diri dan masuk Neraka. Juga Gehazi dan keluarganya, Achan dan keluar-ganya gara2 cinta uang maka binasa semua (apakah Achan bisa bertobat waktu dihukum seperti penjahat yang di salib? Kita tidak tahu, tetapi ia celaka dan dihukum mati). Masih banyak con-toh2 lain, karena kesukaran dan duri2 yang dialaminya sampai dgn bodoh (ditipu dan dijerat iblis) sampai bunuh diri atau mengalami celaka dan binasa. Simson ditinggalkan Tuhan, tetapi ter-akhir ia dilawat Roh Kudus satu kali lagi dan selamat. Juga Salomo, Tuhan mur-ka kepadanya karena dosa2nya, lebih2 menyembah berhala istri2nya, sehing-ga sisa hidup Salomo yang masih panjang tidak ada ceritanya, lain dari Daud. Tetapi akhirnya ia bertobat dan selamat, tetapi pahalanya rusak.

III. PRINSIP ALLAH

Allah itu kasih dan baik, Ia tidak ingin menyiksa umatNya, tetapi ternyata Ia mengizinkan banyak penderitaan se-perti pada Abraham, Musa, Ayub, Yu-suf dll. Mengapa? Sejak kejatuhan Adam, dunia ini menghasilkan duri dan unak, dan harus berusaha dgn banyak penderitaan, susah payah sampai ber-keringat Kej 3:18-19.

Pencobaan2 ini berguna sebagai pengolahan supaya kita tumbuh tidak statis seperti malaikat2 di Surga, sebab mereka hampir2 tidak membutuhkan apa2, dan keadaannya sangat ideal bahkan limpah! Tuhan izinkan semua (Yak 1:2, 1Kor 10:13) untuk menjadi faedah bagi kita yang hidup di dunia supaya tumbuh makin seperti Kristus.

Memang penderitaan itu datang seperti celaka, tetapi kalau kita bisa lolos dan lulus dgn betul, kita akan naik kelas, sehingga kita tumbuh, sam-pai akhirnya menjadi seperti Kristus. Ini rencana dan kehendak Allah untuk membuat manusia menjadi seperti Allah Kej 1:27. Tetapi manusia bukan mesin, tetapi makhluk berkemauan bebas, sesudah lahir baru harus diolah sehingga tabiat baru dan kemampuan baru yg sudah ada dalam orang-baru dan harus terusditumbuhkan sampai sempurna seperti Kristus (dalam setiap orang beriman); Sebab kita diciptakan berkemauan bebas, kita bisa tumbuh sampai sempurna. Waktu diolah itu sa-kit, jelek, penuh celaka, tetapi sesudah lolos, lulus dan naik kelas, berarti tumbuh. Kalau terus tumbuh akan menjadi seperti Kristus, bahkan untuk kekal.

Perbedaan Wasiat Lama dan Wasiat Baru.

Wasiat Lama harus dibuka selubungnya 2Kor 3:14, baru kita bisa mengerti arti yang benar.

Di dalam Wasiat Lama tampak indahnya seperti Ayub, Yusuf dll. Me-mang dalam Wasiat Lama itu secara jasmani tampak jelas, tetapi dalam Wa-siat Baru tampak secara rohani sebab rasul2 kecuali Yohanes dan Yudas secara jasmani, mereka matinya me-ngerikan, tetapi mulia di Surga. Lazarus tidak ada keindahannya di dunia, tetapi duduk sangat mulia di Surga ber-sama2 Abraham, ini ukuran kita, sebab ukuran jasmani hanya untuk pengolahan. Se-bab itu jangan berkecil hati mengalami banyak sengsara tubuh untuk tumbuh makin mulia secara rohani Yak 1:2, sebab apa gunanya mulia secara du-niawi, dapat seisi dunia kalau jiwanya binasa! Mat 16:26. Jasmani kita juga terpelihara sesuai dgn kemampuan kita masing2 Ams 30:8.

IV. KEADAAN AKHIR ZAMAN

Orang yang bisa hidup suci di dunia itu, rohaninya akan bertumbuh lebih tinggi daripada (malaikat2) yang bisa hidup suci di Surga sebab ujian di Surga untuk manusia itu sangat ringan, tidak ada dosa, problem, penderitaan dll, semua ideal. Tetapi di dunia penuh problem dan segala macam penderitaan, apa-lagi dosa dan kesucian di akhir zaman akan terus meningkat Wah 22:11. Ini berarti ujian bagi orang beriman di du-nia makin lama makin berat dan me-ningkat, tetapi itu memang diperlukan untuk ujian Akhir global (Wah 3:10) dalam penamatan rencana Allah.

Timbul banyak problem dan kesu-karan uang, nikah, kesehatan, keben-cian, kesombongan, politik, peperang-an, bencana, malapetaka, tipu daya, kejahatan, perzinaan dll, makin me-ningkat dan makin lengkap, dan bentuk variasinya ber-macam2. Korbannya makin banyak, tetapi itu menjadi ujian yang diizinkan Allah tumbuh sampai di puncaknya.

Bagaimana sikap kita? Kalau ada korban gempa, dirampok, ditipu, rugi, sakit, usahanya gagal, rumah tangga cerai dan pecah, benci dan perang dll, siapa yg bersangkutan dgn semua ce-laka ini? Kalau kita mengalami mala-petaka, rugi, sakit, celaka, gagal dll, siapa saja yg bersangkutan dgn hal2 ini?

A. ALLAH.

1. Allah tidak pernah salah atau keliru dalam segala perkara. Ia adil. Dalam Wasiat Lama ada Ebal dan Gerisim, Israel kena apa saja itu ada sebabnya. Ayub mengalami apa saja tidak pernah menyalahkan Allah Ay 1:21-22. Istri Ayub terus menyalahkan Allah, Ayub tidak setuju dan menya-lahkan istrinya.
2. Allah menguasai semua sikon apa saja dan mengizinkan atau mela-rang terjadi, misalnya zaman Nuh, se-mua dalam izin Allah.
3. Bagi Allah tidak ada yang mustahil, Dia sanggup melakukan apa saja, misalnya Yunus dalam perut ikan selama 3 hari tidak mati dan sesudah itu Allah dapat memerintahkanikan itu untuk memuntahkannya di pantai, Yu-nus tidak mati. (kalau dimuntahkan di tengah laut, mati!).
4. Allah memelihara umatNya dgn teliti dan kasih, tidak ada kebetulan, sampai rambut di atas kepala kita dihi-tung oleh Allah Mat 10:30. Tuhan me-nguasai seluruh tubuh kita, juga penyakit atau fungsi tubuh kita.

5. Allah tepat waktu, tidak pernah terlambat atau terlalu cepat. Yusuf menderita 22 tahun, Ayub 1 tahun, Musa 40 tahun.

6. Dia yang menentukan mati hidup kita 1Sam 2:6. Kalau belum mati tidak akan mati, kecuali karena dosa, selaluada sebabnya. Yosia mati, Allah tidak salah, ada sebabnya sehingga Tuhan panggil pulang.

7. Allah tahu lebih dahulu, bahkan sebelum dunia ini ada Ef 1:4, tetapi Ia tidak menentukan lebih dahulu Rom 8:29. Allah tidak menentukan lebih da-hulu, tetapi sebab Ia tahu lebih dahulu, Ia juga ikut lebih dahulu dalam semua hal sebagai Hakim yang adil. Semua ini ditentukan lebih dahulu, jauh sebelum terjadi, tetapi Ia tidak menentukan lebih dahulu, hanya karena tahu lebih dahulu, Allah dgn adil, juga menen-tukan lebih dahulu. Ia tahu hukuman-nya sebelum kita lahir. Ia sudah tahu lebih dahulu kalau ada dosa atau ke-sucian darisetiap orang dan sudah ikut menentukan lebih dahulu sebagai ha-kim; tetapi tidak menentukan lebih da-hulu, tanpa tahu lebih dahulu, hanya mengadili Rom 8:29. Ini dilakukanNya dari permulaan sebelum dunia ini ada, sampai Surga Bumi Baru dan Tasik api.

Tetapi Dia juga hakim di muka pintu, istimewa untuk kita. Kalau pada waktu kita hidup ada orang2 jahat yg kita ampuni, tetapi tetap tidak mau bertobat, orang itu diadili di muka pin-tu pada waktu itu Yak 5:9. Tetapi itu juga sama dgn apa yang Tuhan tahu lebih dahulu lalu ditentukannya lebih dahulu, Sebab Dia tahu lebih dahulu dari sebelum dunia ini dijadikan. Kita tidak perlu pusing, tetapi kita pasti me-nerima dgn adil penuaian dari pena-buran kita yg mana saja Gal 6:7-10. Kita merasakan sebagai barang baru, waktu kita berbuat kita mengalami akibatnya, tetapi Allah sudah tahu lebih dahulu dan sudah bertindak lebih dahulu karena tahu lebih dahulu! Rom 8:29.

IBLIS DKK. Ia adalah ciptaan Allah yang memilih melawan Allah Yes 14:12-13. Iblis sangat terbatas dan ia adalah penipu dan pembunuh Yoh 8:44. Iblis bisa mencoba merencanakan yang akan datang tetapi ia tidak tahu yang akan datang. Seperti malaikat2 dan manusia, semua diciptakan oleh Allah.Sebab itu ia hanya menuai apa yg ditaburnya, sebab ia (dan malaikat2) ada dalam alam berzakh yang sudah bisa melihat Allah, Surga, Neraka dan iblis dll, tahu lebih banyak dari manusia dan dituntut lebih banyak dari manusia Luk 12:48. Sebab itu tiada ampun bagi mereka kalau berdosa2Pet 2:4. Iblis ha-nya me-ngira2 yang akan datang, juga yg lalu yang dilewatinya ia tahu, tetapi tidak semua, hanyayang berhubungan dgn dia, tetapi ia tidak tahu dari kekal sampai kekal seperti Allah.

MANUSIA. Manusia itu terbatas, tidak tahu yg akan datang, kemam-puannya juga terbatas. Hanya ada dua macam orang, yaitu orang dosa anak dari bapak iblis, dan orang tebusan anak Allah Bapa 1Yoh 3:10.

ORANG BERDOSA. Hidupnya naik turun dalam dosa, tetapi akhirnya ma-suk Neraka lalu dibuang dalam Tasik api kekal. Kalau sampai mati tidak mau percaya Tuhan dan tidak mau bertobat, ia hanya punya rencana yang sia2 dari iblis menurut kehendaknya sendiri dan dari iblis selagi di dunia, sebagian besar tidak jadi lalu masukdalam neraka dan tasik api sesuai hukuman Allah atas dosa2nya.

ORANG BERIMAN YANG SETIA SAMPAI AKHIR masuk dalam Surga Bumi Lama lalu sesudah kiamat, masuk Surga Bumi Baru untuk kekal dgn Allah dalam tingkatan2 kemuliaan masing2 untuk kekal (sesuai dgn tingkatan ro-hani terakhir dalam dunia).

Bagi semua orang beriman, Allah membuatkan rencana pertumbuhan rohani sampai sempurna, dan sampai mana itu dapat dilakukannya, itu tergantung dari ketaatannya pada Tuhan.

Kita lahir dan hidup sekarang (di ba-gian akhir zaman) itu ada maksud dan rencana Allah yang indah dan mulia, jangan sia2kan kesempatan mulia ini; Kita tidak tahu tetapi Allah sudah tahu lebih dahulu dan menentukan lebih dahulu. Hiduplah selalu berkenan ke-padaNya dalam kesucian dan ketaatan yang sungguh2. Sebab itu kita perlu tahu patokan2 penting dalam menjala-ni hdiup di dunia sesuai dgn rencana Allah bagi masing2 1Kor 12:6, baik dalam waktu susah dan senang, supaya bisa tumbuh se-tinggi2nya, yaitu:

1. Hidup benar, bahkan suci (Hala-man sampai Ruangan Suci) tidak be-reaksi dosa dalam segala problem dan kesukaran, maka kita akan tetap ada di dalam ril Allah dgn kecepatan sesuai dgn tingkat rohani kita dan pengertian, gairah kita. Yang bisa tumbuh lebih cepat dan mau bergairah, berkenan pada Tuhan akan tumbuh lebih cepat dan bisa mengalami lebih banyak ren-cana2 Allah (stasiun2 dalam rilAllah) lebih banyak dan lengkap Rom 8:29. Dgn kata lain yang lolos, lulus dan naik kelas, akan tumbuh lebih cepat, juga bisa memakai setiap kesempatan dan kasus yang disediakan oleh Allah.

Text Box: M4670 / 30 Agt 2026     hal 3      2. Hidup dipimpin Roh dgn tabiat dan kemampuan yang baru. Kita menghadapi segala perkara (senang dan susah) dalam pimpinan Roh Kudus, sehingga ada buah dan karunia Roh yang kemudian hari, waktu rohaninya tumbuh, menjadi tabiat dan kemam-puan rohani, baru,   ilahi dari masing2 kita yang tumbuh.

Hidup benar itu hidup di ril Tuhan, tetapi tabiat dan kemampuan baru kita menentukan pertumbuhan dan apakah kita bisa menghadapi atau menangani setiap sengsara karena Kristus, duri2 yang datang, yang ada di muka kita. Kalau kita hadapi penderitaan dan duri2 itu dgn tabiat lama, jadi dosa dan keluar ril, tetapi kalau kita hadapi dgn tabiat baru, kita tidak bereaksi dosa dan bisa maju lagi, langkah demi lang-kah maju ke depan. Juga problem2 atau duri2 penderitaanyang kita hada-pi, kalau kita pakai kekuatan sendiri akan gagal atau jadi dosa sebab tidak punya hikmat dan kuasa Allah.

Kalau kita punya kemampuan roha-ni, kita bisa lolos, lulus dan naik kelas, tumbuh ke stasiun berikutnya, begitu seterusnya. Sebab itu perlu bukan ha-nya hidup benar, tetapi tabiat baru, sehingga sekalipun ada banyak duri2 penderitaan dari orang jahat, gang-guan, serangan, tetapi kalau kita hidup benar dgn tabiat baru dan kalau kita bisa melakukan kehendak Allah meng-hadapi problem dan duri2 penderitaan apa saja dgn kemampuan ilahi, maka kita bisa mengatasi problem dan kasus dgn kemenangan dan terus tumbuh.

Jadi dalam problem dan duri2 penderitaan ini, kalau kita terus berdoa dalam Roh dan kebenaran (sehingga terus dipimpin Roh) dan menghadapi duri2 penderitaan dari orang2 ini dan kejahatannya, maka kita dapathadapi dgn tabiat baru, juga problem2nya dgn kemampuan baru, dgn hikmat dan kuasa Allah untuk mengatasi semua duri2 penderitaan karena Kristus dalam semua hal, sebab ada Allah dalam kita, sehingga dgn demikain segala duri2 celaka, problem, gangguan, kegagalan dll jadi kabaikan bagi orang2 yang cinta Tuhan, dan yang punya tabiat dan ke-mampuan rohani yang baru. Tandanya selalu ada sejahtera dan sukacita Roh, terus bersyukur, tidak ber-sungut2, sebab Allah ada dalam kita (tetap da-lam tabiat baru sebab hidup di ril Allah) dan ada kemampuan ilahi. Kita akan dapat mengalami seperti Putra ma-nusia Yesus dgn iman, sebab Allah ada dalam kita. Semua tidak kebetulan, tidak ada yang mustahil sebab Allah dalam kita Maha tahu, Maha kuasa dan sanggup melakukan semua, sebab kita terus taat dipimpin Roh. Kita tinggal taat, tunggu, sebab Allah tidak pernah terlambat dan sekalipun kita tidak tahu bagaimana yang akan datang, tetapi Ia sudah tahu jalan keluarnya 1Kor 10:13, dan dgn Roh Kudus kita bisa hidup dalam tabiat baru dan punya kemam-puan baru, sehingga lulus dan naik kelas, tetap dalam kesucian.

Waktu Putra manusia Yesus diperas, disuruh bayar, meskipun seha-rusnya tidak perlu, tetapi Ia menurut pimpinan Roh Mat 4:1, Luk 4:18.Ia mengalah, tetap membayar uang yang seharusnya tidak perlu dibayar, dan Ia melihat mujizat Allah turun Mat 17:24-27. Ini salah satu tanda bahwa kita bisa mengampuni orang yang tidak jujur dan pemeras. Juga tanda bahwa kita mau sengsara, mau rugi sekalipun be-nar, tidak cinta uang dan Putra manu-sia Yesus dapat pimpinan dan mujizat dari BapaNya untuk menangkap ikan yg sudah disediakan oleh Allah terlebih dahulu, sebelum peristiwa itu terjadi. Tiba2 ada ikan begitu bodoh mau makan dirham sampai beberapa jam atau beberapa hari sesudah pemiliknya menjatuhkan satu keping yang dima-kan ikan itu dalam tasik. Heran, Allah sudah tahu lebih dahulu dan sudah bekerja lebih dahulu untuk peristiwa pemerasan dan Dia sudah membuat rencana yg dipenuhi oleh Putra ma-nusia Yesus seperti kehendak Bapa. Cara Allah itu bisa ber-macam2. Juga dgn hikmat dan kuasa kita bisa mem-beri jawaban dan tindakan yang tepat Mat 10:16.

Jangan bodoh seperti Yosia yang hanya pakai pikirannya sendiri, ia perlu tanya Tuhan dan hamba2 atau nabi2 Tuhan yg ada, atau persekutuan tubuh Kristus, sehingga tidak kalah begitu celaka. Tanya Tuhan ber-kali2 1Taw 16:11. Musuh datang ber-kali2, tanya Tuhan juga ber-kali2, terus dipimpin Roh, sebab itu seperti Daud 2Sam 5:18-19,22-23, Daud juga ber-kali2 menang.

Jangan lupa selalu periksa diri, ber-tanya2 Tuhan, minta peneguhan dari Firman Tuhan Yoh 14:26. Kalau yakin ada pekerjaan setan, usir dgn iman, kita punyakemampuan ilahi Mrk 16:17, Luk 10:19 dll. Kalau tidak jelas ada serangan2 setan jangan takut, doa terus dalam Roh dan kebenaran, maka Tuhan akan mengaturnya dgn tepat. Jangan lupa tetap di ril Tuhan (dalam kebenaran, kesucian di Ruangan Suci) dan terus berdoa dalam Roh dan kebe-naran, maka keledaipun (orang bodoh dan belum pengalaman) ditolong Tu-han, sehingga bisa menjawab, bahkan bisa lihat tujuan kemenangan dari Tu-han (Kej 49:15 dan Keledai Balhum). Sebab itu terus berdoa dalam Roh dan kebenaran. Jangan kuatir menunggu Tuhan.

Ayub tidak bertindak apa2, se-bab tidak tahu harus bertindak bagaimana, ia tetap menunggu dan terus berdoa, maka dalam lebih kurang 1 tahun (te-rus sakit ditusuk duri) semuanya pulih dan ber-tambah2 luar biasa. Hanya terus bersekutu dgn Tuhan (dipimpin Roh, berdoa dalam Roh dan kebenar-an), maka Roh Kudus bekerja, kita bisa tetap tekun di dalam Tuhan dan me-nang luar biasa.

Yusuf menunggu selama 22 tahun (terus menerus ditusuk duri), Musa 40 tahun, bertumbuh, terus hidup suci dan ke-menangannya makin besar sampai di puncak.
Musa rutin seperti ditusuk duri dan sepanjang pelayanannya, sehingga tetap rendah hati dan setiap kali ber-tanya Tuhan dan mendapat jawaban dan pertolongan dari Tuhan terus menerus.

KESIMPULAN

Jangan anggap duri, pencobaan, pen-deritaan karena Kristusitu sesuatu yang aneh, tetapi itu adalah pengolahan yg rutin, sehingga juga kemenangan dan pertumbuhan kita juga rutin, bahkan kita bisa mengalami semua rencana Allah sebab rutin tinggal dalam jalan sengsara, jalan salib dgn duri2 yang berfaedah untuk menumbuhkan kita. Jangan berhenti atau lari dari duri sengsara Kristus, meskipun kita harus merasakan sengsara Kristus, tetapi tetap hidup benar, maka Roh kemu-liaan  turun atas kita 1Pet 4:14 dan ke-muliaan Allah itu bukan untuk se-mentara, tetapi sampai kekal, asal kita tetap setia sampai akhir.

Jangan lupa seperti Ayub, nomer satu mulia di Surga, sekalipun Ayub gagal, bangkrut total dan hidupnya di dunia tinggal seperti pengemis, tidak ada apa2, tetapi Ayub tetap berkenan pada Tuhan, tidak bersalah dgn pikiran dan mulutnya, sebab itu ia lulus dan naik kelas amat indah sampai puncak.

Nyanyian:

– Kutau Dia plihara saya, dgn cinta dan rahmatNya

– tak usah kau takut (Berachah no. 645)

Scroll to Top