M4007 – Amsal 10:22. Ikut Tuhan Pasti Kaya?

Ayat ini berarti, kalau Tuhan mem-berkati, bisa jadi kaya dan tidak disertai dengan dukacita. Kaya dari Tuhan itu tidak dengan dukacita. (Kalau kaya karena mencuri atau menipu, itu akan banyak kepahitan dari penuaiannya, tetapi kaya dari Tuhan itu jalannya jujur sehingga tidak ada penuaian hal2 yang pahit. Kalau toh ada kesukaran, Tuhan akan menolong orang yang kaya karena berkat Tuhan, Tuhan akan membe-lanya. Sebab itu lebih baik kaya dari berkat Tuhan, itu jalannya jujur dan Tuhan yang menambahi berkatNya, sehingga Tuhan juga memelihara orangNya yang benar ini.PENDAHULUAN.

Ikut Tuhan pasti jadi kaya? Dalam prakteknya kita melihat ada yang menjadi kaya, ada yang tidak. Tetapi ada juga orang yang karena ikut Tuhan menjadi kaya, sebab ia tahu cara dan syarat2nya, memenuhinya sehingga jadi kaya. Sanggup membuat semua anak2Nya menjadi kaya, asal tidak masuk Neraka, sebab banyak orang kaya masuk Neraka Mat 19:23. Kalau jadi kaya justru menjadi makin rohani, makin tumbuh dalam kesucian, makin ber-buah2 dan berkenan pada Tuhan, maka Tuhan akan memberi dengan limpahnya, sesuai dengan kemam-puannya. Apakah orang yang rohani (bisa hidup jujur) itu semuanya akan jadi kaya? Belum tentu. Sebab belum tentu semua orang jujur bisa tetap jujur waktu ia menjadi kaya, dan apakah kalau kaya ia bisa menggu-nakannya baik2, dan apakah kalau ia makin kaya, rohaninya juga makin meningkat atau justru menurun. Sebab itu ada beberapa syarat2 lainnya yang juga harus dipenuhi selain jujur.

– Sebaliknya beberapa orang berpikir bahwa kalau jadi orang rohani itu bisa berpada, tidak cinta uang, bisa tetap rohani dalam keadaan miskin, maka hidupnya akan pas2an saja atau miskin seperti Lazarus. Sebab di dunia ia menderita dan nanti di Surga baru ia akan dihiburkan Luk 16:25. Ini juga tidak benar.

SYARAT UNTUK HIDUP BENAR DALAM HAL UANG.

  1. Tidak cinta uang. Orang yang cinta uang itu mendahulukan uang lebih dari se-gala2nya. Semua dinilai dari uang, uang menjadi tuannya Mat 6:24. Se-mua diputuskan berdasar uang, te-rang2an atau sembunyi2. Bahkan se-bab cinta uang timbul segala keinginan dan dosa2 1Tim 6:9-10. Bahkan menilai orang atau pelayanan pun karena uang. Ini tentu tidak berkenan pada Tuhan, sebab kita harus taat bukan karena uang. Ada uang atau tidak, kita tetap taat dan mengerjakan dengan gairah. Dalam bisnis atau bekerja harus ada persetujuan berdasarkan jumlah uang tertentu. Kalau tidak ada perse-tujuan, tidak bekerja itu bisnis, tetapi pelayanan bukan dengan persetujuan bisnis, sebab dasarnya adalah cuma2 Mat 10:8. Dasar dari pelayanan adalah karena cinta Tuhan Yoh 21:15-17 dan Tuhan sanggup memelihara hamba2-Nya yang full time dengan cara dari Tuhan, yaitu dalam kesucian dan pimpinan Tuhan.
  2. Berpada 1Tim 6:8, Pil 4:11-13. Ini berarti bisa tetap bersyukur pada Tu-han, dalam keadaan limpah, mewah maupun dalam keadaan kekurangan, tidak ber-sungut2. Biasanya ini disertai dengan keadaan2 darurat, dll. Sebab dalam keadaan biasa, Tuhan pasti sanggup memelihara umatNya yang taat. Kalau kita bisa bekerja, kita wajib bekerja 2Tes 3:10. Kalau seorang tidak mau bekerja, biarlah ia kelaparan, itu bukan berpada tetapi malas, tidak bertanggungjawab akan dirinya dan keluarganya. Kalau sudah bekerja tetapi karena sesuatu hal terpaksa keadaannya masih kurang, kita wajib berpada, sambil periksa diri, jangan karena ada dosa atau karena malas; bahkan Paulus pun dalam keadaan yang terpaksa, dalam pelayananpun ia bekerja untuk memenuhi kebutuhan-nya dan orang2nya Kis 20:39. Tentu lebih efektif kalau bisa full time untuk pelayanan kalau memungkinkan.
  3. Jujur. Seringkali dalam dunia jujur itu ditaruh nomer 2 atau tersembunyi. Banyak orang berdusta untuk men-dapat keuntungan yang lebih besar dan ini wajar dalam dunia. Orang2 beriman tetap harus jujur tetapi juga cerdik, jangan sampai dimakan orang jahat sebab kejujurannya Mat 10:16. Ka-dang2 tampak lebih kaku sebab jujur tetapi ini lebih baik daripada tampak baik tetapi tidak jujur. Minta hikmat dan pimpinan dari Tuhan, maka Tuhan akan memberi kecerdikan tetapi tetap jujur.
  4. Berharap pada Tuhan. Yang menjadi sumber berkat kita adalah Tuhan, sebab itu haraplah kepada Tuhan. Orang yang berharap pada Tuhan itu menyucikan dirinya 1Yoh 3:3. Kita berusaha tetapi juga bertekun berdoa dan hidup berkenan pada Tuhan, sebab kita berharap kepadaNya. Tuhan sanggup memberkati, bahkan kadang2 dengan jalan yang luar biasa Tuhan tidak akan mengecewakan orang yang berharap pada Tuhan Rom 10:11. Tuhan bisa membuka jalan dan mem-berkati. Tuhan tetap menguasai selu-ruh dunia, sehingga Ia sanggup meme-lihara umat Tuhan.
  5. Hidup dengan iman 2Kor 5:7, Mat 8:13. Kita harus percaya bahwa Tuhan sanggup memelihara umatNya lebih daripada burung di udara dan bunga bakung yang di lembah Mat 6:25-28. Selama kita hidup di dunia, kita membutuhkan nafkah dengan halal dan Tuhan tetap akan memberikan bahkan dengan limpahnya. Jangan ber-sungut2 dalam kesukaran dan keku-rangan, tetapi periksa diri, kalau tidak ada dosa 1Yoh 3:21,bersyukurlah sam-bil terus minta pimpinan Roh Kudus dalam pekerjaan yang kita lakukan. Percayalah Tuhan sanggup mencukupi.
  6. Cari dahulu kerajaan Surga Mat 6:33. Kalau kita mendahulukan kera-jaan Surga dan tetap hidup dalam kebenaranNya, baik dalam ibadah dan pelayanan, kita atur semuanya supaya kita bisa melakukannya dengan baik, maka Tuhan akan memberkati peker-jaan kita. Tentu kita tidak memaksakan berkatNya dengan segera, tetapi Tuhan sanggup menolong kita pada waktunya. Dia tidak pernah terlambat.
  7. Jangan hidup dalam dosa. Dosa me-mutuskan hubungan kita dengan Tuhan Yes 59:2 dan seringkali berkat Tuhan ditahan. Seperti orang2 Israel kalau hidup dalam dosa, Tuhan menahan berkatNya supaya mereka bertobat. Misalnya dalam zaman Achab, Tuhan menghentikan hujan selama 3,5 tahun 1Raj 17:1, Yak 5:17. Ber-kali2 hal ini terjadi pada orang Israel sebab undur dari Tuhan. Segala macam dosa bisa berakibat dalam penghasilan, misalnya sombong, undur dari Tuhan, kedu-niawian dsb. Tetapi ini bukan satu2nya jalan Tuhan menegur umatNya. Ka-dang2 Tuhan menyiksakan dengan penyakit seperti raja Ahazia 2Raj 1:2. Kadang2 dengan melapetaka dll sebab Tuhan tidak ingin umatNya ditipu iblis sehingga binasa jiwanya untuk kekal. Kadang2 orang yang berdosa masih hidup dalam kelimpahan, tetapi itu bukan berarti Tuhan berkenan kepa-danya. Apa gunanya dapat dunia ini kalau jiwa kita binasa Mat 16:26. Jangan terus dalam hidup dosa.

Tuhan berusaha dengan segala macam jalan (juga lewat keuangan) supaya umatNya sadar dan kembali pada Tuhan supaya selamat jiwanya.

  1. Memakai berkat Tuhan dengan betul. Salomo terkenal orang yang menyalahgunakan berkat Tuhan.

Bahkan dipakai untuk segala macam dosa dan Tuhan sangat marah kepadanya 1Raj 11:9, padahal Tuhan memberkati amat limpah dan sudah 2 kali Tuhan kelihatan pada Salomo. Tuhan tidak suka kita memakai berkat Tuhan untuk perkara2 dosa, biarpun sedikit apalagi kalau banyak. Kalau Tuhan memberkati kita dengan limpah, kita boleh memakainya dengan limpah Pil 4:11, tetapi jangan sedikitpun untuk perkara2 dosa, Tuhan tidak berkenan. Juga kita harus mengembalikan uang Tuhan supaya jangan berkat Tuhan dihentikan Mal 3:9-10. Pemakaian uang yang bijaksana sesuai dengan Firman Tuhan harus kita lakukan dengan baik2, juga untuk menolong saudara2 kita yang memerlukan.

  1. Kemampuan menanggung harta Ams 30:8. Kalau kita sanggup diberkati Tuhan dan tidak sampai berdosa, maka bagi Tuhan tidak sulit memberkati kita dengan limpahnya. Tetapi kalau ini menyebabkan macam2 dosa, baik cinta uang, sombong, keduniawian, dan macam2 pemakaian yang salah, maka Tuhan bisa menghentikan berkatNya. Bagi Tuhan sama mudahnya untuk memberi dengan limpah dan meng-ambil dengan langsung seperti pada Ayub. Sebab itu takutlah akan Tuhan dan jangan salah pakai. Kalau seorang mampu menanggung berkat yang lim-pah, istimewa untuk pemakaian yang baik, bagi kemuliaan nama Tuhan, yaitu untuk pekerjaan Tuhan dengan benar, maka Tuhan sanggup memberi dengan limpahnya. Diberi Tuhan kelimpahan menjadi satu kesempatan untuk meng-himpun harta dalam Surga Mat 6:19-20, tetapi bukan untuk mencari ke-pujian manusia Mat 6:4.

Banyak orang kaya mengalami pencobaan yang besar, yang meng-halang2i masuk Surga, sehingga lebih banyak orang kaya masuk Neraka Mat 19:23, lebih baik jadi Lazarus yang miskin, tetapi jarang ada orang kaya yang bisa mengerti hal ini. Kebanyakan mereka memilih lebih baik kaya di dunia meskipun banyak dosanya, sebab tidak bisa melihat akibatdari dosa2nya yang limpah, matanya dibutakan oleh iblis 2Kor 4:4. Sesudah di Neraka orang kaya itu sadar dan minta Abraham mengirim Lazarus pada saudara2nya yang masih buta, tetapi tidak diizinkan, sebab mereka tidak akan percaya kalau tidak mau bertobat, sebab matanya buta.

  1. Menabur akan menuai. Salah satu cara mendapat berkat Tuhan dengan limpah adalah menabur dengan betul, karena Tuhan, bukan untuk dipuji atau menjadi kaya. Tabur yang betul karena Tuhan sesuai Firman Tuhan, maka Tuhan akan menambahi taburannya 2Kor 9:8. Beberapa orang menyalah-gunakan ini yaitu menabur supaya jadi kaya, sebab cinta uang. Seringkali me-reka kecewa atau sesudah menabur, memaksakan dengan segala jalan untuk menuai dengan limpah dan menghalalkan segala cara. Akibatnya makin cinta uang dan timbul segala macam dosa. Berilah, menaburlah karena Tuhan dengan sukacita sesuai dengan Firman Tuhan. Jangan menun-tut penuaian karena cinta uang, karena ingin lekas kaya tetapi berilah dengan cinta kepada Tuhan, maka Tuhan yang akan memberi penuaian pada kita menurut waktu dan ukuran Tuhan. Jangan menuntut tetapi apa yang kita berikan dengan tulus karena Tuhan, sesuai dengan Firman Tuhan, dicatat Tuhan dan Tuhan tidak pernah lupa. Belajar menabur karena cinta Tuhan, bukan karena ingin lekas kaya, cinta uang, tetapi sebab cinta Tuhan, maka Tuhan akan memberi penuaiannya.

III. TERPELIHARA DALAM BERKAT TUHAN JASMANI DAN ROHANI.

  1. Cinta Tuhan, bukan cinta uang, maka berkat Tuhan akan lancar, tidak terhalang dosa2 karena cinta uang. Jangan ikut Tuhan karena cinta uang, supaya diberkati, ini perlu pengolahan dari Tuhan supaya bersih dari cinta uang, sehinga tidak terhalang masuk dalam kerajaan Surga. Tuhan akan mengizinkan banyak problem2 yang terjadi supaya kita dibersihkan dari cinta uang, supaya tidak terhalang masuk kerajaan Surga.
  2. Tetap setia dan mencintai Tuhan sampai ke akhir.

Wah 3:10. Setia berarti dalam kesucian sampai terakhir sebab justru kita diukur pada saat terakhir, jangan berakhir dalam daging atau dosa Gal 3:3-4. Beberapa orang makin kaya makin cinta uang dan untuk mempertahankan tetap kaya, menghalalkan segala cara. Ini hidup yang sia2 Luk 12:20-21. Lebih baik miskin masuk Surga seperti Laza-rus daripada kaya masuk Neraka. Tetapi ini bukan berarti orang yang suci, tulus, harus miskin supaya tetap suci dan rohani, tidak! Orang2 yang rohani bisa tetap suci, tulus dalam kaya atau miskin seperti Ayub dan Tuhan memberkatinya dengan limpah. Juga Abraham, Ishak, Yakob dan Yusuf tetap dalam kelimpahan dan tetap suci dan setia sampai ke akhir. Orang yang cinta Tuhan berani mengorbankan seluruh hidup dan hartanya untuk Tuhan, artinya tidak mau berdosa dengan uangnya. Orang2 beriman dalam za-man Antikris, harus mutlak mau korbankan seluruh hidup dan hartanya dan tetap hanya mendapat kese-lamatan di tingkat Halaman tidak mendapat apa2. Tetapi kalau itu dikerjakan sekarang, maka orang yang  mau mengorbankan hidup dan har-tanya ini akan menjadi sangat indah di hadapan Tuhan dan Tuhan bisa memakainya dengan bebas dalam hal uang. Ini juga membantu ketaatan dalamsegala perkara lainnya, sehingga ia tumbuh menjadi indah bahkan bisa menjadi sempurna di hadapan Tuhan. Harta ini hanya pinjaman, jangan dimiliki sampai menjadi dosa, tetapi pakai untuk memperkenankan Tuhan dan tumbuh makin indah.

  1. Belajar dipimpin Roh dalam hal uang/ harta. Jangan dipimpin roh mam-mon yang menghalalkan segala cara asal dapat uang dan ini jahat di hdapan Tuhan Mat 6:24, ini berhala mammon Kol 3:5. Juga dalam pemakian uang, cocokkan dengan Firman Tuhan dan pimpinan Roh Kudus, supaya jangan justru menjadi dosa, tetapi menjadi perkenan Tuhan.

Pakai untuk hormat dan kemuliaan nama Tuhan. Bukan hanya mengem-balikan perpuluhan Tuhan dalam bait Tuhan tetapi juga menjadi perbuatan kasih dan dipimpin Roh untuk pema-kaian yang memuliakan Tuhan dan kita menerima pahalanya yang kekal dan bertumbuh rohaninya dalam kemuliaan Tuhan. Minta pimpinan Roh dalam mengatur keuangan. Suami istri harus sama2 dipimpin Roh sehingga ber-kenan pada Tuhan, jangan sama dipimpin roh mammon seperti Anaias dan Safira yang menyebabkan mereka berdua mati jasmani rohani. Jangan bersekutu dalam roh mammon, dosa-nya makin banyak dan melawan Roh Allah.

KESIMPULAN.

Orang Kristen yang betul itu bukan miskin atau kaya, tergantung dari masing2 dalam pegertian dan ke-taatannya (penyangkalan diri) dalam hal uang. Kalau kita mengerti kebe-naran Firman Tuhan dengan limpah tentang uang dan mau taat dalam pimpinan Roh Kduus, maka Tuhan bisa bebas mempercayai kita dalam hal uang dan menjadi bendaharaNya yang taat. Bendahara Tuhan yang betul itu tidak cinta uang tetapi cinta Allah dan taat menurut pimpinan Roh dan Firman Tuhan dalam mengeluarkan uangnya setuju dengan kehendak Tuhan.

Orang yang cinta Tuhan bisa ber-pada dengan uang, baik dalam jumlah sedikit atau jumlah besar dan memakai uangnya bukan karena cinta uang atau yang lain, tetapi karena cinta Tuhan dan mentaatiNya dalam segala segi hidup. Jangan jadi hamba uang tetapi memperhambakan uang karena taat akan kehendak Tuhan. Satu kali kita meninggalkan uang kita dan mendapat pahala karena menjadi bendahara yang taat dari Tuhan. Dengan uang yang Tuhan percayakan kepada kita, kita melakukan kehendak Tuhan dan menerima pahal dan kemuliaan dari Tuhan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Scroll to Top