Pelajaran PASS Bab 5 : PENYEBAB PENYAKIT DAN PENCEGAHAN.

PENYEBAB PENYAKIT DAN PENCEGAHAN.
I. TUJUAN DARI PELAJARAN INI.
Kalau kita tahu penyebab2 penyakit, baik secara rohani dan jasmani, maka kita bisa:
1. Mencegahnya sehingga tetap sehat, tidak sampai sakit, tidak sampai sakit dengan segala akibatnya.
2. Kalau sakit, sebab tahu sebabnya, bisa memperbaiki, mengobatinya sehingga bisa sembuh.
3. Kalau tetap sehat dan waktu sakit bisa segera sembuh, maka jatah umur kita terpelihara, tidak sampai dipotong atau dikurangi, dan dalam keadaan tetap sehat sehingga kita bisa memanfaatkan semaksimal mungkin supaya kita bisa terus tumbuh dan meningkat setinggi-tingginya, Terus Meningkat Sampai Puncak dan berbuah-buah makin lebat dalam jatah umur yang Tuhan berikan, bahkan berdasar hukum-hukum Tuhan kita mungkin bisa mendapat tambahan umur supaya makin banyak berbuah-buah. Kalau tubuh kita seringsakit-sakitan, banyak waktu terbuang, hidup ini tidak efektif.
Jadi dengan belajar penyebab penyakit,  kita justru bisa mendapat janji Allah tentang kesehatan triple dari sudut pencegahan, sehingga sehat rangkap tiga ini makin kokoh bahkan makin bertambah-tambah Mat 13:12, sehingga dalam hidup ini kita bisamakin memuliakan nama Tuhan.
II. PENYEBAB PENYAKIT.
II.A. SEBAB-SEBAB ROHANI.
Tidak ada yang terjadi kebetulan bagi orang-orang beriman, bahkan rambut kitapun dihitung dan diketahui Allah, begitu teliti Ia menjaga dan memelihara kita, Mat 10:30,31, Yer 15:2. Sebab itu kalau sampai sakit apalagi mati, sekalipun kecelakaan, semua itu tidak ada yang kebetulan tetapi semua diketahui Allah, bahkan diizinkan. Sebab itu kita dapat mengenalisemua sebab-sebab penyakit (istimewa secara rohani) dari Firman Tuhan.
1. Karena dosa. Ini sebab yang utama, dan banyak orang sudah tahu. Misalnya dalam kasus orang lumpuh dalam Mat 9:2 dan Mrk 2:9, sesudah dosa orang ini diampuni, ia langsung sembuh tanpa ada tambahan usaha-usaha pengobatan lainnya. Disini jelas tampak bahwa penyakit itu disebabkan karena dosa. Akibat dosa itu begitu dahsyat, merusakkan banyak perkara Pkh 9:18. Sejak Hawa dan Adam berdosa, baru penyakit itu datang pada Adam, Hawa dan turunannya, juga dalam seisi dunia ini. Ketika timbul dosa, iblis mendapat pintu masuk dan kesempatan. Perkara-perkara dosa, kedagingan dan pemberontakan timbul. Begitu juga hukuman Allah jatuh ke atasnya. Perubahan-perubahan pada manusia, alam (misalnya oksidasi reduksi yang menyebabkan macam-macam kerusakan terjadi). Kembang luruh, timbul penyakit-penyakit pada binatang dan tumbuh-tumbuhan.
Timbul tabiat liar dan ganas, sehingga untuk makan,singa dll harus membunuh binatang lain, dan seluruh sistem dalam tubuhnya berubah (istimewa pencernaannya, sehingga tanpa makan daging mangsanya ia tidak bisa hidup dan kutuk ini turun temurun. Juga karena dosa dan kutuk babil, maka umat manusia yang mula-mula hanya satu bangsa berubah menjadi banyak bangsa, juga sifat, tabiat dan tubuhnya berubah sampai turun temurun. Dosa merusakkan banyak perkara dan menimbulkan segala macam penyakit.Kita juga bisa melihat dengan jelas pada kasusMiryam yang berani berbantah-bantah dengan Musa hamba Allah, sekalipun itu adik kecilnya, tetapi sebab dosanya, ia menjadi kusta, penyakit yang tidak bisa sembuh.
Bil 12:8-10
8 karena Aku berkata-kata dengan dia mulut dengan mulut, maka jikalau dengan khayal sekalipun, bukan dengan penerka: bahkan, dipandangnya pula akan peta Tuhan, maka bagaimana tiada kamu takut berbantah-bantah dengan Musa, hamba-Ku ini?
9 Demikianlah murka Tuhan bernyala-nyala kepada keduanya, lalu Tuhanpun gaiblah.
10 Dan awan itupun terangkatlah dari atas kemah, maka sesungguhnya Miryam kena kusta seperti salju. Serta terpandanglah Harun akan Miryam, bahwasanya telah berkusta adanya. (TL)
Ahazia yang kecelakaan, jatuh dari kisi-kisi jendela 2Raj 1:2. Jatuh itu tidak kebetulan, tetapi Tuhan mengizinkannya karena dosa-dosanya yang begitu jahat seperti Achab bapaknya. Sesudah itu ia tetap tidak maubertobat dan pergi bertanya-tanya pada ilah lain, dan sesudah ditegur Elia ia masih tetap tidak mau bertobat dan sebab itu ia binasa. 2Raj 1:2 dst.
Juga Herodes yang hidup dalam dosa dan sangat mengharapkan dipuji, dipuja dan disembah seperti Allah, sehingga dihukum Tuhan, tiba-tiba begitu banyak cacing muncul dan memakannya sampai mati.
Kis 12:23
Maka seketika itu juga Herodes dipalu oleh malaikat Tuhan, sebab ia tidak memberi hormat kepada Allah, dan ia dimakan ulat dan mati. (KJI)
Banyak ayat-ayat dengan jelas menerangkan bahwa orang menjadi sakit sampai mati karena dosa Im 26:15-16, Ul 28:16,61. Bahkan karena kutuk dosa-dosanya Mic 6:13.
Sebab itu kalau sakit, kita wajib periksa diri untuk melihat apa ada kemungkinan karena dosa. Kalau ada dosa, mutlak harus bertobat, kalau tidak mau bertobat, itu berarti melawan, berontak pada Allah yang sudah menghajarnya, penyakitnya akan makin parah. Kalau mau bertobat sungguh-sungguh selagi masih hidup, Tuhan akan mengampuni dan mengurangi atau menghapuskan hukumannya dengan adil sesuai dosa-dosa dan pertobatannya.
2. Sebab pengolahan dan ujian. Misalnya Ay 2:7. Kalau bukan karena dosa, biasanya karena ujian, baik untuk pengolahan hidup rohani (supaya rohaninyatumbuh dan tabiat baru makin nyata dalam hidupnya sampai akhirnya menjadiseperti Kristus; Juga bertumbuh dalam pengertian Firman Tuhan dll) atau untuk meningkat dalam tingkatan-tingkatan hidup dan tanggungjawab yang lebih tinggi. Dalam menghadapi ujian dan pengolahan ini, kita harus menjaga supaya tidak sampai dikalahkan oleh hal-hal jahat yang muncul di dalamnya dan terus dipimpin Roh, supaya lulus, sembuh Rom 12:21.
Sesudah lulus, biasanya penyakitnya sembuh sekalipun penyakitnya berat atau fatal. Misalnya penyakit Ayub yang fatal dan istrinya sendiri tahu hal ini Ay 2:9.
3. Ada maksud-maksud tertentu dari Allah. Misalnya tentangorang buta dari lahir dalamYoh 9:1-3. Murid-murid bertanya, ini akibat dosa siapa? (mereka sudah mengerti bahwa sebab utamanya adalah dosa). Tetapi Tuhan Yesus menjawab: supaya pekerjaan Allah dinyatakan dalam orang yang sakit itu.Begitu juga Yakub waktu bertemu Tuhan dan diberkati, justru jadi pincang, Kej 32:30-31, ini aneh, sebab Allah sudah berkenan pada Yakub, pasti ia akan mendapatkan hal-hal yang baik, tetapi Yakub menjadi cacat (pincang, maka ia tidak bisa lari, berperang) sehingga ia harusterus berharap dan mempercayai Tuhan.
4. Karena bodoh, baik kebodohan jasmani sebab tidak mengerti sebab-sebab utama dari penyakit secara jasmani dan kebodohan secara rohani. Hos 4:6. Misalnya kebodohan dalam berkata-kata. Orang yang tidak mengerti, itu mudah berkata-kata seenaknya menuruti daging dan tanpa dipikir, tanpa bertanya-tanya Tuhan, tanpa diperiksa kebenarannya Ams 10:19, tanpa dicocokkan dengan Firman tuhan 1Pet 4:11akan makan buahnya dari apa yang sudah dikatakannya Ams 18:20. Juga bersungut-sungut bisa membuat umat Tuhan menjadi celaka dan sakit. 1Kor 10:10. Israel batal menerima janji Tuhan, tidak masuk Kanaan sebab bersungut-sungut 10 kali Bil 14:22. Belum lagi banyak kebodohan-kebodohanlainnya. Kalau kita tekun belajar Firman Tuhan, terus penuh dan mau taat dipimpin Roh maka kita akan tahu segala macam kebodohan, dan bisa dicegah daripadanya dengan pertolongan dan pimpinan Roh Kudus.
5. Dengan sengaja mencobai Allah.
Mat 4:7
Yesus berkata kepadanya: “Juga telah tertulis: Jangan engkau mencobai Tuhan, Allahmu.” (KJI)
Tubuh kita ini rumah Allah dan orang yang merusakkan tubuhnya itu merusak rumah Allah dan dihukum Allah. 1Kor 6:19, 1Kor 3:6-7. Misalnyamerusakkan tubuhnya dengan minum alkohol, narkoba, berzina (sebab ini dosa terhadap tubuhnya sendiri 1Kor 6:18)  sehingga kena penyakit kelamin, apalagi bunuh diri (akibatnya sesudah mati, langsung masuk Neraka).
6. Sakit sebab dipanggil pulang (mati), misalnya Elisa, 2Raj 13:14. Tetapi Musa, Harun dll tidak mati dengan penyakit, tahu-tahu diangkat rohnya dan mati. (Lihat lebih lanjut dalam bab IV).
7. Occultisme (kuasa gelap), dan lain-lain.
Ada beberapa penyakit yang disebabkan oleh kuasa gelap atau perdukunan. Dalam dunia, diantara orang dunia, ada banyak kasus-kasus penyakit seperti ini dan seringkali tidak mempan obat. Bagi orang dunia ini penyakit yang dahsyat dan iblis dengan mudah bisa menghajar anak-anaknya sendiri (orang dunia, orang dosa 1Yoh 3:10).
Tetapi bagi orang beriman lain, sebab mereka adalah anak-anak Allah, tidak didalam kuasa iblis, tetapi aman dan terpelihara dalam tangan Allah.
Orang beriman yang sudah lahir baru tidak bisa kena, kecuali Tuhan izinkan seperti :
Ay 2:6-7
6. Maka firman Tuhan kepada syaitan: Bahwasanya adalah ia dalam kuasa tanganmu; sahaja sayangkanlah nyawanya.
7. Hata, maka syaitanpun keluarlah dari hadapan hadirat Tuhan, lalu diadakannya pada Ayub puru yang bisa, yaitu dari pada batok kepalanya sampai kepada telapak kakinya. (TL)
Ayub menjadi sakit oleh iblis, sebab diizinkan Tuhan; tetapi bagi orang beriman penyakit-penyakit ini tidak lebih dari penyakit biasa, sebab orang beriman ada dalam tangan Tuhan dan Tuhan tetap menyediakan pertolongan seperti biasa dan bagi Tuhan sama sekali tidak sulit menyembuhkannya seperti Ayub yang dibuat setan sakit, dan ketika Ayub lulus, penyakit itu hilang seperti biasa.
Orang beriman tidak perlu takut atau kuatir menjadi korban dari kuasa gelap, sedikitpun jangan kuatir, sebab:
1. Setiap orang beriman punya kuasa mengusir setan apalagi orang beriman yang dipimpin Roh. Tetapi jangan hidup dalam dosa, apalagi berbuat dosa occultisme, bisa kena, sebab orang yang tinggal dalam dosa occultisme itu berarti sudah dikuasai iblis dan iblis bisa dengan sesuka hatinya memukul orang-orang yang dikuasainya dengan penyakit dsb.
Mrk 16:17
Maka tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: di dalam nama-Ku mereka akan mengusir setan-setan, mereka akan berbicara dengan lidah-lidah yang baru, (KJI)
Kita juga punya kuasa atas segala kekuatan dan kuasa iblis Luk 10:19 (17-20).
2. Kita hanya bisa kena dengan izin Alah dan itu bisa dihadapi, disembuhkan dengan janji-janji Firman Tuhan yaitu diusir di dalam nama Tuhan Yesus, dan disembuhkan oleh bilurNya; sebab kita mempunyai Tuhan Yesus yang menguasai semuanya (seperti pada Ayub).
3. Tuhan tidak akan menyerahkan orang-orang beriman kepada iblis, kecuali orang itu sangat keras hati dan melawan Allah, tidak mau bertobat sampai saat terakhir, maka pada akhir dari semua kekerasan hati dan pemberontakannya itu, Tuhan menyerahkannya dalam tangan iblis untuk disiksakan tubuhnya, mungkin ia mau bertobat dan selamat.
1Kor 5:5
menyerahkan orang semacam itu kepada iblis untuk dibinasakan dagingnya, agar rohnya dapat diselamatkan pada hari Tuhan Yesus. (KJI)
Prinsip ini dilakukan pada orang-orang yang terus meneruskeras hati dalam dosa melawan Allah sampai terakhir. Misalnya dalam Minggu ke-70 Daniel sebelum pengangkatan, mereka tetap tidak mau bertobat meskipun Tuhan sudah bekerja luar biasa pada waktu itu, sehingga mereka tertinggal maka mereka semua diserahkan dalam tangan Antikris yang menyiksakan tubuhnya sampai mati Wah 13:17 supaya bertobat; mereka yang mau bertobat dalam kesempatan terakhir itu, masih bisa selamat. Kalau karena dosa yang biasa, Tuhan tidak menghajar orang beriman dengan menyerahkannya pada setan, kecuali fase terakhir dari keras hati, mereka diserahkan pada iblis seperti disini kepada Antikris dan iblis 1Kor 5:5. Jangan takut, tidak ada yang bisa kena serangan occultisme, sebab orang yang di pihak Tuhan, berjalan dengan Tuhan tidak perlu takut, dengan Tuhan kita lebih kuat dari iblis Rom 8:31, 1Yoh 4:4.
8. Dan lain-lain. Misalnya 2Tim 4:20, Pil 2:27 dll.
II.B. SEBAB-SEBAB SECARA JASMANI.
Kita hanya melihat penyebab penyakit secara jasmani dalam garis besarnya, untuk lengkapnya, hanya sedikit orang yang mengerti, misalnya dokter.
Sebab-sebab rohani dan jasmani bisa bersamaan dan saling tumpang tindih, bisa juga murni hanya sebab rohani, tetapi tidak bisa hanya murni sebab jasmani, sebab untuk orang-orang beriman, tidak ada yang kebetulan, pasti ada sebab rohani yang diizinkan atau diketahui Allah di samping sebab-sebab jasmani.
Sebab-sebab jasmani tersebut adalah:
1. Pola hidup yang salah (lihat stand 2) misalnya makan minum, keseimbangan istirahat, kerja dan tidur, kebersihan dll. Pola hidup yang salah bisa menyebabkan penyakit ringan sampai berat, sebab itu perlu hidup dengan pola hidup sehat, meskipun sederhana asal betul, sehat, itu perlu misalnya jangan merokok, alkohol, makan berlebih-lebih, bertuhankan perut, minum perangsang, kopi berlebih-lebih dst (lihat stand 2).
2. Ketularan (infeksi) dengan bermacam-macam cara misalnya dengan makanan, pernafasan, kontak kulit, hubungan kelamin (istimewa di luar nikah, bisa kena penyakit kelamin dan menjadi dosa istimewa 1Kor 6:18), dengan jarum suntik, gigitan serangga, nyamuk dll.
3. Kena racun-racun. Baik lewat makanan (formalin, pewarna, penyedap rasa, zat-zat carcinogen dll), polusi udara (insectisida, gas buangan dari pabrik-pabrik, kendaraan dan mesin-mesin, formalin (selain dalam makanan) juga ada dalam udara (berasal dari mebel-mebel, tripleks, cat-cat yang seringkali mengandung banyak formalin dll) sebagian wangi-wangian, lewat air limbah dll.
Racun yang ringan dan sedikit, misalnya yang ada dalam makanan sehari-hari, biasanya masih bisa dikeluarkan tubuh dari kotoran, kencing dan sedikit dari pernafasan dan keringat dll. (Misalnya petai, obat-obatan dll).Sebaliknya kalau organ tubuh kita sakit, barang yang biasapun bisa menjadi racun dan menjadi penyakit seperti gula, garam, daging dll.
4. Kecelakaan, kekerasan.
5. Fungsi tubuh terganggu, misalnya jantung, hati, paru-paruginjal, otak, syaraf, dll. Juga metabolisme tubuh terganggu menyebabkan penyakit.
6. Faktor penuaan. Misalnya otot bertambah lemah, lensa mata catarak (apalagi kalau punya penyakitDiabetus Militus, kena sinar Ultra Violet dll) sendi-sendi kurang tulang rawan dan kering, kulit keriput dll.
7. Turunan dan bawaan dari lahir.
8. Kanker. Ini agak sulit sebab tidak diketahui sebabnya.
Ada seorang dokter kena kanker. Banyak orang yang memberitahu dia tentang obat-obat kanker yang manjur, semua dicobanya, sebab memang tidak tahu sebabnya. Tampaknya baik-baik, tetapi kemudian juga mati. Dari data-data statistik ada beberapa zat yang dicurigai seperti rokok, formalin,obat-obat, dll, sebab angka-angka statistik dari orang-orang yang memakai bahan-bahan ini, angka kesakitannya tinggi dll.
Tapi dari segi rohani pasti ada sebabnya, misalnya Yoram anak Yosafat yang jahat sekali (semua saudara kandungnya sendiri dan anak-anak (semua keluarganya sendiri)dibunuh. Ia sudah diperingati Elia tetapi ia tetap tidak mau bertobat, dihukum dengan penyakit yang ganassampai isi perutnya keluar. Biasanya penyakit seperti ini adalah kanker ganas atau menjadi kanker.2Taw 21:12-15. Juga bisul Hizkia itu ganas sekali sampai bisa mencabut nyawa! 2Raj 20:1,7.
9. Lingkungan. Ada lingkungan-lingkungan yang berbahaya karena kecelakaan, misalnya gunung meletus, awan atau lahar panas, banjir dll. Juga lingkungan yang banyak penyakit seperti malaria, ebola (Afrika) dll.
10. Karena pikiran (lihat stand 6) tubuh penyakit-penyakit kejiwaan.
Dan lain-lain.
II.C. MANA YANG LEBIH MENENTUKAN,
penyebab rohani atau jasmani? Keduanya penting, tetapi persentasinya berbeda dalam setiap kasus, tetapi yang lebih menentukan adalah penyebab-penyebab rohani. Contoh-contoh dari Firman Tuhan.
1. Kecelakaan, misalnya Yunus yang dibuang ke laut, dimakan dan ditelan ikan itu bukan kebetulan tetapi dengan izin atau diatur Tuhan yang penuh kemurahan dan yang tahu lebih dahulu bahwa Yunus akan bertobat. Jadi “kecelakaan” itu diketahui Allah sebab Yunus keras kepala, nabi yang tidak mau taat. (Seharusnya nabi itu sangat patuh, taat sekali, sebab itu dosa Yunus itu besar sekali, Luk 12:48). Sesudah Yunus bertobat sungguh-sungguh, heran, ia bisa dimuntahkan keluar oleh ikan itu ke darat dan sembuh, hidup kembali. (Perhatikan ikan besar tidak bisa berenang sampai di tepi laut. Kalau Yunus yang sudah 3 hari setengah mati, dimuntahkan di tengah laut, bisa langsung mati).Semua ini adalah hal-hal yang tidak mungkin dan bukan kebetulan. Tetapi sebab Yunus bertobat sungguh-sungguh, sebab-sebab rohani dibereskan (disini bukan sebab-sebab jasmani yang dibereskan, sebab keadaan Yunus yang hampir mati, sudah 3 hari 3 malam puasa dan tersiksa dalam perut ikan dan tidak ada pengobatan apa-apa secara jasmani) ia selamat dari kecelakaan maut, sebab sebetulnya Yunus tidak mungkin bisa hidup kembali.
2. Digigit ular dan sakit lalu mati Bil 21:6 dst. Orang-orang Israel yang menghina Firman Tuhan, bosan dan tidak suka makan manna meskipun mereka tetap terpaksa harus makan, sekarang kena hukuman, banyak ular datang tiba-tiba dan menggigit mereka sehingga banyak yang mati.(Juga orang-orang Kristen yang menghina Firman Tuhan, mereka tetap datang ke Gereja mendengar Firman Tuhan tetapi terus bersungut-sungut sebab bosan), mereka celaka(“digigit ular”) dan banyak yang mati. Tetapi mereka yang mengakui dosanya dan memandang ular tembaga yang dibuat Musa karena disuruh Tuhan (ini lambang Golgota yang menjadi pertolongan bagi mereka yang mau bertobat), lalu mereka sembuh dan bala itu lenyap! Disini jelas sekali penyakit-penyakit itu terutama timbul karena faktor-faktor rohani dan waktu itu sempat dibatalkan, mereka sembuh.
3. Borok ganas, fatal (= pasti mati). Hizkia sakit borok yang fatal, tetapi Hizkia mohon kesembuhan dan umurkepada Tuhan, Tuhan menjawab doanya dan ia sembuh meskipun sebetulnya penyakit itu tidak mungkin sembuh bahkan ia mendapat tambahan umur 15 tahun. Jadi sesudah sebab-sebab rohani ini dibereskan, hubungan dengan Tuhan pulih dan doanya dijawab, itu menentukan kesehatan dan umur hidup Hizkia. 2Raj 20:6.
4. Bala kematian. Banyak korban jatuh, sebab Filistinmerampas tabut Israel. 1Sam 5:1,6-7 dst. Mereka adalah orang kafir yang tidak mengerti, tetapi mereka sadar akan4 kesalahannya dan minta ampun dengan cara-cara yang terbaik yang mereka ketahui, yaitu dengan hormat dan dengan mempersembahkan korban persembahan karena salah; Mereka mengembalikan tabut Tuhan dan bala itu berhenti! (Juga Daud pernah mengalami bala kelaparan 3 tahun dan sesudah pemberesan penyebab rohaninya, yaitu pemberesandosa, maka bala itu berhenti 2Sam 21:1 dst.
5. Dosa diampuni. Mat 9:2, Mrk 2:9. Orang yang lumpuh ini tidak diobati dengan cara apapun. Tetapi Tuhan mengampuni dia (kalau yakin bahwa seorang itu betul-betul bertobat dan sudah sungguh-sungguh membereskan dosa dan Roh Kudus meyakinkan dalam hati kita bahwa ia sudah sungguh-sungguh bertobat, kita boleh meyakinkan orang itu dengan mengatakan dosamu sudah diampuni Yoh 20:23). Putra manusia Yesus meyakinkan dia bahwa dosanya sudah diampuni (oleh karunia marifat dari Roh Kudus, ingat Ia berada di dunia selama 33,5 tahun sebagai Putra manusia yang penuh dan dipimpin Roh Mat 4:1, Luk 4:1,18).
Sesudah itu orang lumpuh itu sembuh. Kalau dosa beres, penyakit yang datang karena dosa, itu juga hilang.
III. FAEDAH DARI MEMBUANG PENYEBAB-PENYEBAB PENYAKIT ROHANI DAN JASMANI.
Berapa persen atau berapa banyak faedah atau hasil dari membuangpenyebab-penyebab penyakit rohani dan jasmani? Orang lumpuh yang diampuni itu (penyebab penyakit yang rohani dibuang) menyebabkan 100% kesembuhannya.
Apakah hal-hal jasmani tidak penting untuk sembuh, sehat dan umur? Tetap perlu! Misalnya anak Yairus sesudah dibangkitkan, yang pertama kalidiperintahkan Tuhan adalah memberi anak itu makan untuk memelihara dan melanjutkan umurnya Luk 8:55, Juga demikian tentang  tidur dan istirahat Mrk 6:32, bahkan Tuhan Yesus sendiri tidur di kapal. Tidur, makan, istirahat dilakukan setiap hari, bahkan harus bekerja mencari nafkah (tidak boleh malas dan tidak bertanggungjawab untuk dirinya dan keluarganya), sebab itu orang beriman juga harus kerja untuk nafkah 2Tes 3:10 supaya bisa makan setiap hari. Jadi makan minum, tidur, istirahat dan perkara-perkara jasmani lainnya juga ikut ambil bagian dalam menentukan SSU (Sembuh, Sehat, Umur). Jadi pemberesan faktor-faktor penyebab jasmani (misalnya makan, istirahat, tidur, obat buah ara untuk penyakit Hizkia, dll itu kira-kira bisa menentukan Sehat Sembuh Umur, setengah atau kurang tetapi hal-hal rohani yang dibereskan bisa menentukan SSU lebih dari setengahnya.
Lalu bagaimana orang dunia yang tidak mengenal dan tidakpeduli Allah, mengapa mereka bisa sehat, sembuh dan berumur panjang?
Itu kemurahan Allah yang diberikan pada orang-orang yang berdosa dan jahat, meskipun mereka tidak mengenal dan tidakmengakui Allah, tetapi Tuhan tetap memberi subsidi SSU pada mereka Mat 5:45, yaitu waktu atau kesempatan yang lebih banyak untuk bisa bertobat dan percaya kepada Tuhan Yesus supaya bisa selamat.
Mat 5:45
Supaya kamu boleh menjadi putra-putra Bapamu yang di Sorga, karena Ia menerbitkan matahari-Nya ke atas orang jahat dan orang baik, serta menurunkan hujan ke atas orang benar dan yang tidak benar. (KJI)
Mereka tidak pernah mengakui apalagi berterimakasih, tetapi itulah kemurahan Tuhan, tidak tampak tetapi nyata ada.
Orang beriman mengerti tentang hal ini dan tahu berterimakasih pada Tuhan dengan hidup berkenan kepadaNya. Lebih-lebih kalau kita mengetahui penyebab-penyebab penyakit dari segi rohani dan mau mencegahnya dengan iman, maka kita akanmendapatkan SSU (Sehat Sembuh Umur) lebih mudah, lebih mantap sehingga kita bisa berbuah-buah sampai 100 kali ganda dalam SSU Mat 13:23 (lebih sehat, lebih lekas sembuh dan umur terpelihara bahkan bisa dapat tambahan umur untuk bisa berbuah-buah lebih banyak).
Orang duniapun kadang-kadang dengan perasaan hatinya bisa merasa atau meraba-raba bahwa ada yang tidak benar dalam dirinya (Rom 2:14-15, tetapi ini tidak cukup untuk keselamatannya), ini karena masih ada sisa kemuliaan Allah dalam hati orang-orang berdosa Rom 3:23 (tetapi ini tidak cukup untuk keselamatannya).Mereka merasa, bisa meraba-raba  tetapi tidak tahu jalan yang benar, kadang-kadang iblis menipu mereka dengan menuntun dengan perdukunan, sihir dll dan sebab mereka tidak mempunyai terang Firman Tuhan, banyak yang disesatkan oleh si pembohong itu Yoh 8:44. Misalnya dalam penyakit atau celaka iblis berkata: inikarena kurang memberi persembahan kepada arwah atau karena santet dsb. Orang duniapun tahu tentang dosa dan akibatnya misalnya anak yang tidak menghormati orangtua, kurang ajar, waktu sakit dan celaka, mereka berkata itu kualat (ini istilah dunia). Sebab itu ada orang dunia yang tetap menghormati orangtua, tetapi ini tidak cukup untuk keselamatannya.
Ada orang mengganggu Gereja dengan jahat,lalu jadi busung, teman-temannya berkata, kualat, lalu mereka berhenti mengganggu Gereja. Ada satu kelompok pemuda nakal melempari Gereja dengan batu besar-besar sampai tembus plafon, jatuhdi ruang Gereja. Gembalanya hanya berdoa terus menerus. Beberapa hari kemudian pemuda itu diarhee lalu mati. Teman-temannya takut tidak berani lagi, mereka merasa kualat. Sebab itu orang-orang beriman yang diselamatkan Tuhan Yesus, harus lebih peka,jangan hanya makan, minum, melakukan pola hidup sehat, memakai obat dll, tetapi juga takutlah akan Tuhan, sebab Tuhan lebih menentukan.
Sekalipun sehat, tetaplah takut akan Tuhan (Ams 16:7), Orang Israel tidak sakit jantung, tidak kencing manis, tidak ada kanker dll, mereka sehat-sehat saja, tetapi sebab melanggar Firman Tuhan, maka 250 orang yang membawa pedupaan palsu (tembaga), mati dibakar dengan api (Bil 16:35). Korah, Datan, Abiram masing-masing dengan keluarganya semua sehat-sehat  tiba-tiba dikubur hidup-hidupan sebab tanah yang diinjaknya membuka dan menutup karena dosa-dosanya, mereka terlalu kurang ajar pada Tuhan dan hambaNya Bil 16:32,33. Ada banyak peristiwa seperti ini, sekalipun sehat (dengan kemurahan Tuhan) tetaplah menghormati Tuhan, jangan melawan, jangan berdosa.Jadi hal-hal rohani itu juga menentukan Sehat, Sembuh, umur kita, bahkan Tuhan menentukan keselamatan kita sampai kekal.
IV. PENYAKIT YANG MENYEBABKAN MATINYA.
Ada orang diberitahu saat matinya  dengan penyakit seperti Elisa, Hizkia dll.
2Raj 13:14
Bermula, maka pada masa Elisa sakit, yaitu dengan penyakit yang menyebabkan matinya, turunlah Yoas, raja orang Israel, akan melawat dia, maka menangislah baginda di hadapannya serta katanya: Ya bapaku, ya bapaku! rata orang Israel serta dengan orang berkendaraannya. (TL)
Seringkali Tuhan mengijinkan penyakit yang menyebabkan matinya seorang beriman.  Tuhan bisa menarik tanpa penyakit, langsung mati. Mengapa harus diberi penyakit? Pada banyak orang ini sangat berfaedah, sebab dengan demikian bisa membuatnya sadar akan kematiannya sehingga ia bisa memakai lebih banyak waktu untuk persiapan, bukan untuk yang sia-sia.
Kalau seorang diajak ke luar negeri, ia diberi waktu 1 hari, pasti kelabakan apalagi kalau langsung dijemput dan tiba-tiba berangkat. Pasti dia lebih senang kalau diberi waktu 1 minggu atau 1 bulan, ia bisa bersedia dengan baik.
Sebab itu banyak yang diberi kesempatan dengan penyakit yang membawa matinya supaya bersedia baik-baik. Ini penting, sebab:
1. Kepergian ini sangat menentukan, sekali pergi, tidak lagi bisa kembali untuk selamanya dan
2. Saat terakhir itu menentukan nasib d(an tingkat hidup)nya untuk kekal dalam Surga atau dalam Neraka!.
Jadi penyakit yang membawa matinya adalah suatu kesempatan besar untuk pemberesan dan peningkatan dan tingkatan yang dicapainya ini terus berlaku untuk kekal, jadi bisa sangat menguntungkan.
Diberitahu atau tidak?
Kalau ada diagnose ilmiah (dari dokter) yang pasti atau nubuat tentang kematian seperti nubuat nabi Yesaya untuk Hizkia Yes 38:1, hendaklah hal itu diberitahukan dengan bijaksana dan didampingi oleh orang yang bisa menasehati dengan baik dan juga didampingi kekasih-kekasihnya, supaya orang sakit yang parah ini bisa memakai sisa waktunya dengan tepat dan efisien, jangan sampai membuang-buang waktu untuk yangsia-sia. Beberapa orang tidak mau memberitahu, supaya orang yang sakit parah ini tenang, tidak takut, tahu-tahu mati dengan tenang. Ini bodoh dan jahat, sebab kesempatan terakhir yang menentukan nasib untuk kekal dibuang dengan sengaja. Beritahukan dan tolonglah disertai oleh penasehat-penasehat yang baik dan para kekasihnya.
Bagaimana berita kematian ini bisa menolong orang itu?
1. Periksa diri kalau ada dosa, segera bereskan. Juga perlu memeriksa seluruh hidupnya supaya beres, dan tidak meninggalkan dosa yang belum beres (bisa terhilang dalam neraka keka) (Wah 21:27). Termasuk juga semua keinginan yang salah, dendam dsb harus dibersihkan, ini kesempatan terakhir, sesudah mati, semua dosa-dosanya (juga yang dalam pikirannya) menjadi permanent, tidak bisa dihapus lagi dengan cara apapun!2. Bisa TMSP (Terus Meningkat Sampai Puncak) seefisien mungkin dalam sisa waktu yang pendek.Ingat, tidak ada pemutihan dosa. Dosa yang sudah ribuan tahunpun tidak hilang, tetapi diadili dengan adil, sebab itu perlu memeriksa seluruh hidup. Roh Kudus bisa  menolong dengan lengkap dan sempurna, juga nasehat orang dekat bisa membantunya. Jangan untung-untungan atau disepelekan sebab akibatnya itu untuk kekal. Hutang-hutang dibereskan, salah-salah diakui, hubungan yang jelek diperbaiki, semua dosa dibereskan dengan tuntas!
3. Falsafah, pengajaran dan pengertian Firman Tuhan yang salah, lebih-lebih yang sudah diedarkan dan diajarkan pada banyak orang, kalau sudah yakin itu salah, harus dibatalkan, buat suatu “press releasi” supaya diumumkan.
Ada orang merasa tertuduh akan ajarannya yang salah dan yang sudah diajarkan pada orang-orang lain, tetapi sebab malu dan sombong, tidak mau mengakuinya, hati-hati ini dosa yang besar dan jahat, sebab ini membinasakan semua jiwa-jiwa dari orang yang mau percaya  Ams 16:29; orang seperti ini adalah kaki tangan iblis si pembunuh dan pembinasa itu. Ini harus diakui dan dibetulkan, harus diumumkan, diberitakan pada orang-orang yang sudah terlanjur mempercayainya!
Seringkali ada orang Kristen yang gairah dalamibadah dan pelayanan, tetapi punya pengertian-pengertian rohani keliru dan salah, juga dosa-dosa yang disimpan (tidak mengampuni) sehingga menimbulkan banyak kesalahan dan menyesatkan banyak orang yang percaya kepadanya.  Kalau mau belajar Firman Tuhan dan berdoa dalam Roh dan kebenaran, seringkali Roh Kudus mencelikkan matanya dan ini harus diakui dan dibereskan. Kalau kesalahan-kesalahan ini bisa disucikan, ia akan makin meningkat untuk kekal. Sebab itu berdoalah, lebih-lebih dalam Roh supaya Roh Kudus menolong, mencelikkan dan membawa kepada segala kebenaran Yoh 16:13. 4. Seringkali dosa masa muda itu dilawat Tuhan waktu tua. Waktu tua Tuhan ingatkan kembali seperti Ay 20:11; 13:26 KJI, Yeh 23:21, 2Tim 2:22, Maz 25:7, Yer 3:25 dll. Lebih-lebih dosa perzinaan, itu berdosa pada tubuhnya sendiri 1Kor 6:18, seringkali sebagai akibatnya, bisatimbul penyakit dan cacat waktu usia tua dan ini mengingatkan orang itu supaya semua kenajisan tubuh bisa disucikan 2Kor 7:1, sebab dosa zina ini diperbuat di dalam tubuh, menajiskan tubuh.
Seringkali pada waktu tua, lebih-lebih kalau pikirannya belum dibersihkan baik-baik, Tuhan membiarkan orang ini mengalami gangguan kesehatan supaya ingat segala dosa-dosa masa mudanya yang begitu keji, supaya bertobat habis-habisan sehingga semua dosa plus falsafah dan keinginan-keinginan dosanya, pengertian dan pendiriannya yang salah dan yang bisadisucikan, sehingga tidak lagi ada najis tubuh..
Mengapa Tuhan mengingatkannya? Supaya betul-betul bertobat seperti Daud, sehingga segala dosa dan keinginannyadibersihkan (seringkali hal-hal ini tidak diakui sebab malu, tetap disembunyikan, tidak dibereskan), juga sisa-sisa keinginan dosa kadang-kadang tidakdibuang. Harus ditolak, dibuang sampai tidak ada sisa-sisa keinginan dosa lagi, supaya tidak ada keinginan berzina lagi, seperti Daud. Daud termasuk mata keranjang dan banyak menuruti nafsu sexnya. Waktu melihat Abigail yang elok, Daud menyimpannya dalam hatinya. Waktu ia mendengar Nabal suaminya mati, langsung dilamar 1Sam 25:23,35,38. Belum lagi dosa dengan Betsyeba dll. Tetapi waktu ia dihajar habis-habisan, ia bertobat sungguh-sungguh, sehingga sesudah itu dan waktu tua sudah bersih. Waktu orang-orang memberi “miss Israel” (paling elok di Israel 2Raj 1:3-4) menjadi istri resminya, Daud tidak lagi menjamahnya (tetapi Adonia menginginkannya sehingga ia dibunuh 1Raj 2:22-25). Pada waktu seorang sakit atau cacat, ia tidak bisa berbuat apa-apa, tetapi ia masih mempunyai waktu untuk mengingat dosa-dosa masa lalu, apalagi dosa-dosa yang keji-keji yang belum diakui pada suami / istrinya atau pada orang lain. Paling tidak (kalau tidak ada kesempatan) titipkan pengakuan dan maaf itu pada orang-orang dekatnya untuk disampaikan pada orang-orang yang dirugikan.
Dengan penyakit, apalagi yang membuatnya menderita dengan dahsyat, bisa menolongnya sehingga ia sungguh-sungguhmau membersihkan sampai betul-betul bersih.
Kadang-kadang timbul kanker, atau penyakit pada alat-alat tubuh lainnya dan semua ini harus dibersihkan, diselidik sehingga semua dibersihkan maka tingkatan rohaninya bisa naik, meskipun hanya naik sedikit (kadang-kadang banyak), tetapi itu berlaku untuk kekal dalam Surga, sangat menguntungkan untuk kekal.
– Selain zina juga kepahitan yang lain harus dibuang, lebih-lebih lagi kebencian. Juga  perzinahan rohani Mat 6:24 (misalnya mammon, ketamakan).  Biasanya pada waktu tua, penderitaan masa tua Tuhan izinkan terjadi supaya orang tersebut disucikan dari dosa dan pikiran dosa yang belum dibereskan.
Kalau semua sudah beres dan mau taat, mau berbuah lagi untuk Tuhan Fil 1:22, dan kalau Tuhan melihat orang itu masih bisa berbuah (Tuhan bisa melihat lebih dahulu) ada kemungkinan Dia akan menambah kesempatan atau umurnya ditambahsupaya makin tumbuh dan makin lebat berbuah.
Kalau sudah tidak bisa berbuah dan tidak bisa tumbuh lagi, seringkali Tuhan memanggilnya pulang saja. Sebab itu orang-orang yang sungguh-sungguh, jangan pensiun pada akhir hidupnya.  Seringkali kalau pensiun, tidak pelayanan lagi, itu berarti membuang kesempatan, apalagi kalau juga berdosa, mabuk anggur kesukaan dunia akan cepat merosot, mungkin umurnya dipotong Tuhan lebih dahulu. Tetapi kalau tidak mau pensiun tetapi sungguh mau terus berbuah-buah (Tuhan bisa menolong sampai berbuah-buah dan diberi kesehatan dan fasilitas-fasilitas yang diperlukan), masih mungkin Tuhan menambahi umurnya dan itu berarti ditambahi kesempatan lagi.
Sebab itu paling baik, waktu muda jangan berbuat dosa, lebih baik lari dari semuakeinginan orang-orang muda 2Tim 2:22 supaya waktu tua atau akhir hidup, tidak dilawat Tuhan dengan penyakit dan celaka untuk pembersihan dan penyucian dari dosa dan falsafah-falsafah dosa yang keliru; tetapi justru waktu tua, biasanya ada lebih banyak waktu, itu bisa dipakai untuk terus tumbuh dan berbuah-buah, dan makin memperkenankan Tuhan sehingga bisa Terus Meningkat Sampai Punck (TMSP) Maz 92:15 bahkan sampai sempurna dan itu bisa dinikmati sampai kekal. Hal itu amat sangat menguntungkan.
V. PENCEGAHAN.
Kalau kita tahu sebab-sebab penyakit, maka kita bisa lebih mudah mendapatkan kesembuhan dan pencegahannya, baik secara rohani dan jasmani.
1. Kesembuhan. Sebab-sebab penyakit (jasmani atau rohani) dibuang, maka orang itu akan lebih mudah sembuh. (Tentang pengaruh obat, dokter dan iman akan dibahas dalam stand 8).
2. Pencegahan. Kalau tahu sebabnya dan bisa dicegah, tentu lebih baik pencegahan. Misalnya:
a. Cara rohani. Hidup benar, berkenan pada Tuhan maka tidak sampai timbul penyakit atau bala (karena hajaran atau hukuman) dan kalau toh ada karena ujian, itu akan berubah menjadi kebaikan dan keuntungan Rom 8:28, yaitu kalau kita lulus (lulus berarti tidak sampai jatuh dalam dosa dan selalu taat menurut pimpinanNya untuk melakukan kehendakNya). Jangan lupa, mutlak perlu, memelihara rohani baik-baik dengan 7 Kebutuhan Pokok Rohani; itu perlu dilakukan baik-baik supaya dalam jatah umur kita, kita tetap sehat jasmani dan rohani sehingga kita bisa terus diolah oleh Tuhan dengan efektif, supaya Terus Meningkat Sampai Puncak dan berbuah-buah makin lebat sampai kita bertemu dengan Dia muka dengan muka, lalu terus bersama-sama dalam kesukaan dan kemuliaan yang kekal.
b. Secara jasmani. Ada cara-cara umum yaitu dengan membuang atau menghindari penyebab penyakit secara jasmani.
Pemerintah seringkali membuat pendidikan kesehatan untuk rakyat, pelajar dll, untuk pencegahan. Ini berfaedah untuk memelihara kesehatan rakyat. Juga dengan vaksinasi untuk beberapa penyakit, lebih-lebih pada anak-anak yang belum mempunyai kekebalan misalnya difteri, batuk rejan, tetanus, TBC, polio, hepatitis dll. Ini baik untuk pencegahan. Ada bermacam-macam pencegahan secara medis yang dapat diterangkan setiap dokter pada pasiennya, atau oleh petugas-petugas kesehatan lainnya.
Juga dengan pemeriksaan kesehatan rutin atau sebelum nikah, waktu tua dll untuk menemukan fase dini dari penyakit-penyakit tertentu, sebab biasanya lebih mudah disembuhkan waktu masih dini daripada kalau sudah kasep. Kadang-kadang pencegahan jadi sulit karena mutasi gen dari virus atau kuman-kuman penyakit lainnya, sehingga timbul penyakit-penyakit baru (ebola, Aids, chikungunya, Merscov dll) racun-racun baru, muncul cara hidup baru yang jorok dan berbahaya dll.
Pencegahan jasmani dan rohani itu lebih mudah, lebih untung dan lebih aman daripada pengobatannya, sebab itu berusaha untuk selalu ada dalam daerah pencegahan, bukan daerah pengobatan atau pembetulan.
VI. KESIMPULAN.
Jadi dalam SSU, nomer I berkenan akan Tuhan Kol 1:10, tetapi juga pemeliharaan kesehatan secara jasmani perludiperhatikan dengan baik secukupnya. Jangan nomer 1 dokter, makan, olahraga, dll seperti trend orang dunia. Tanpa Tuhan, orang mudah hanyut dalam cara-cara yang berlebih-lebihan dari orang-orang dunia, padahal Sehat, Sembuh, Umur (SSU)itu terutama ditentukan Tuhan tetapi faktor-faktor jasmani tidak boleh dilupakan.Secara jasmani dan rohani, penyakit, celaka apalagi kematian, itu selalu ada sebabnya, tidak mungkin terjadi begitu saja. Kalau tidak tahu sebabnya, hal-hal itu bisa terulang lagi. Tetapi kalau tahu danketahuan sebab-sebabnya dan itu dibereskan lalu hidup berkenan pada Tuhan, maka barang-barang yang celaka dan hajaran atau hukuman itu tidak akan terjadi lagi, apalagi berulang-ulang. Kita terpelihara dan aman dalam perlindungan Tuhan.
Jadi yang pasti menentukan adalah faktor ilahi dari Tuhan. Cari kerajaan Surga dan hidup benar di hadapan Tuhan, maka keperluan dan fasilitas-fasilitas yang lain akan dikirimkan Tuhan kepada kita. Mat 6:33.