M3779 – 2Taw 35:20-24 Akhir Yang Tragis (Yosia)

2TAWARIKH 35:20-24. AKHIR YANG TRAGIS (YOSIA).
I. YOSIA, INDAH SEPERTI DAUD.
Yosia naik raja umur 8 tahun. 2Raj 22:1-2, 2Taw 34:1-2.
Praktis dalam umur sekian belum tampak banyak dosa atau kesalahan yang dibuat, apalagi ternyata sesudah 8 tahun menjadi raja, ia menjadi makin indah.
Ia lebih indah dari Yoas yang diasuh imam Yoyada, yang hanya baik waktu Imam Yoyada masih hidup tetapi berubah menjadi jelek sesudah Yoyada mati, bahkan iamembunuh Zakaria anak Yoyada yang tidak bersalah.
Keindahan Yosia:
1. Umur 18 tahun ia sudah bisa mengambil keputusan sungguh2 mencari Tuhan. 2Raj 22:3-7.
2. Mengambil keputusan untuk menyucikan Yerusalem dan Israel dari segala dosa dan berhala, semua dibuang. 2Raj 22:8-20, 2Raj 23:1-20.
3. Sesudah memerintah 18 tahun, ia membuat Paskah dan sangat indah, bahkan belum pernah orang merayakan Paskah seperti Yosia sejak zaman Samuel 2Taw 36:18, 2Raj 23:21-28.
Yosia begitu indah, tetapi terakhir karena terserandung pada Firaun Neco, ia mati dengan sangat tragis. Apa salahnya sampai Yosia yang begitu indah mati? Padahal boleh dikatakan ia tidak bercacat cela sejak menjadi raja, semuanya begitu baik dan bagus.
II. MENGAPA YOSIA BERAKHIR DENGAN SANGAT TRAGIS?
Pertanyaan ini timbul sebab Yosia adalah seorang yang tidak bercacat-cela, hidup seperti Daud (tingkatan raja yang tertinggi 2Raj 22:1-2, 2Taw 34:1-2) betul2 berkenan kepada Tuhan, bahkan sampai tingkat2 yang tinggi 2Raj 23:2-5. Tetapi mengapa ia kalah dan mati begitu tragis sehingga hampir seluruh Yehuda dan Israel terkejut, heran mengapa ini bisa terjadi, sehingga mereka semua berdukacita 2Taw 34:24-25.
Apakah seorang yang begitu memperkenankan Tuhan seperti Yosia, bisa berakhir dengan kematian yang sangat tragis? Tuhan tidak pernah sedikitpun bersalah Ay 34:12, semua salah ada pada manusia. Sebab itu kita perlu belajar baik2 supaya mengerti kesalahan manusiawi yang ada, supaya kita tidak sampai ikut dalam koalisi Yosia (dan orang2 sekitarnya) sehingga mengalami hal yang jelek karena kebodohan Mrk 12:24.
III. BUKAN KEBETULAN.
Tidak ada sedikitpun kebetulan pada Allah sebab Dia tahu lebih dahulu, maha kuasa, maha pintar, dan sanggup mengubah segala perkara sesuai dengan kehendakNya Ay 42:2, Luk 1:37. Kalau Tuhan mau menghindarkan Yosia dari kematian yang tragis ini Ia bisa melakukannya dengan mudah. Data kematian itu adalah:
1. Anak panah itu kena Yosia padahal tidak sengaja, sebab Yosia menyamar dan orang2 Mesir tidak tahu. Ini mirip dengan anak panah orang2 yang tidak sengaja, tepat kena pada Achab pada sambungan baju besinya 1Raj 24:32. Ini dari Tuhan. Begitu juga pada Yosia, pasti diketahui Tuhan dan dibiarkan/ diizinkan! Mengapa?
2. Tidakkah ada nabi orang yang bisa mencegahnya? (Nabi Yeremia? Hulda? dll, atau imam besar Hizkia, penghulu2 yang begitu banyak di sekitarnya, bahkan seorang anak kecil pun bisa dipakai Tuhan untuk mencegahnya, lebih2 ia sudah ragu2, ia menyamar tidak sebagai raja 2Taw 35:22). Hal ini tidak disebutkan dalam Alkitab, mungkin sekali tidak ada orang yang bisa atau dipakai Tuhan untuk mencegahnya.
3. Seluruh Israel meratapi Yosia. Nabi Yeremia khusus membuat sebuah ratapan bagi Yosia (mengapa tidak membuat nasehat atau teguran untuk mencegahnya sehingga tidak sampai mati, bukankah ini lebih baik?). Bahkan seluruh Yerusalem dan Yehuda berdukacita dan ratapan ini begitu berarti sampai diteruskan turun temurun 2Taw 35:25. Israel itu seperti tersentak dari keadaannya yang ter-mangu2 melihat raja Yehuda yang begitu indah, tetapi mati dengan tragis.
IV. KESALAHAN2 YOSIA?
Kita akan melihat kekurangan2 apa yang ada pada Yosia yang sangat indah dan heran ini.
1. Ragu2. Waktu pergi perang, ia bersamar seperti Achab sebab ragu2, tidak yakin akan menang, ragu2 akan perlindungan Tuhan. Meskipun ragu2 ia terus berangkat. Hal seperti ini harus dicegah (tetapi tidak ada yang mencegahnya) sebab sangat berbahaya, akhirnya mati tragis. Tanpa iman itu dosa dan bisa berakibat maut Rom 14:23.
2. Dosa sombong muncul. Tanda2 dari ini adalah:
a. Ia tidak mau menurut peringatan dari Neco dengan nama Allah,padahal itu suara Allah. Yosia tidak mau mendengar sebab masakan dia raja yang begitu baik dan besarmasih harus dinasehati Neco raja kafir.
Semua ini karena ada permulaan dosa sombong dalam Yosia! Apalagi sesudah tindakan terakhir dengan Paskah yang terbaik sejak Samuel yang dibuatnya! Jangan sampai menjadi sombong, itu dosa Lucifer, istimewa bagi orang yang dipakai Tuhan denganheran seperti Musa dan Yosia.
Kalau suara Allah (ternyata betul), seharusnya Roh Kudus sudah meneguhkan dan meyakinkan dalam hati kita Rom 8:16; 9:1. Mungkin Yosia bingung, sebab jarang Tuhan bicara lewat raja musuh.
b. Tidak mau menjilat kembali muntah atau tindakannya. Ia sudah keluar, malu untuk kembali sebab disuruh pulang Neco. Ini tanda sombong. Kalau sudah yakin salah, harus mengakui dan dibereskan atau berubah. Yosia tidak melakukannya.
c. Tidak ada penasehat, peringatan atau larangan dari orang2 rohani yang begitu banyak di sekitarnya? Imam besar, Hizkia (ada Urim Tumim 2Sam 30:7-8) dan indah2, nabi Yeremia, Hulda dll. Penghulu2 dan orang lain.
Apakah tidak ada mimpi, nubuat dll?
4. Mengapa semua anak Yosia begitu jahat di hadapan Tuhan? Yoahaz, Yoyakin, Zedekia dan cucunya Yoyakhin? Apakah pertobatan yang begitu heran, tidak berpengaruh sama sekali? Apakah mereka tidak dididik seperti Hofni Pinehas?
V. MENGAPA TIDAK ADA NASEHAT ATAU PERINGATAN BAGI YOSIA.
Orang2 Israel mengagumi Yosia, sebab terlalu baik.
Semua sama2 meng-angkat2nya ber-lebih2 (mengkultuskannya) sehingga jadi celaka. Ini koalisi jahat, sebab Yosia yang indah menjadi sombong dan orang2nya mengkultuskan Dia. Musa lain, ia sangat indah tetapi rakyatnya melawan dan menjahati dia, sehingga tidak ada seperti”koalisi Yosia” yang indah, apalagi dengan adanya sukses Paskah. Sebab itu waktu Yosia pergi, tidak ada orang yang memberi nasehat. Yeremia juga tutup mulut sebab menganggap Yosia sudah sangat rohani, sudah mengerti, iatidak akan berbuat salah dan rupa2nya Yosia tidak minta nasehat atau peneguhan dari nabi Yeremia, dari imam dan Imam besar, dari penasehat2nya, darikeluarga dll. Semua sudah percaya penuh pada Yosia, ini suatu koalisi yang jahat di hadapan Allah meskipun Tuhan tentu bersukacita dan berkenan akan kehidupan Yosia yang benar dan taat. Tetapi Yosia mulai sombong, dan umat Tuhan sudahmengkultuskannya, sehingga tidak perlu nasehat atau checking. Begitu juga Salomo, siapa yang pantas menasehati Salomo yang begitu heran, penuh hikmat dan diberkati Tuhan? Tidak ada yang merasa layak untuk menasehatinya, sehingga waktu Salomo mulai berbuat salah tidak ada yang memberi nasehat apalagi berani menegur, akhirnya Salomo celaka dan jatuh begitu keji, padahal sebetulnya ia penuh dengan hikmat dan berkat Tuhan 2Raj 23:13; dan juga perzinaannya sangat mencolok, gara2 tidak ada orang yang berani menegurnya? Dosa kejahatannya jauh lebih daripada Yosia, tetapi prinsipnya hampir sama!
Musa lebih untung. Meskipun umat Tuhan melawannya, justru Musa tidak dapat angin untuk menjadi sombong, bahkan dengan ini Musa mendapat banyak pengolahan sehingga Musa (yang terus lulus) menjadi sempurna.
Sebab itu jangan benci dan marah kepada umat yang melawan dan memberontak; karena tidak mau bertobat, mereka menjadi celaka, tetapi bagi Musa ini menjadi rem, sehingga tidak timbul koalisi seperti Yosia, yang memberi angin untuk Yosia menjadi sombong, sehingga mati dengan tragis.
Kalau Yoas tidak bisa dibandingkan dengan Yosia, sebab orang ini tidak tahu berterimakasih dan sangat jahat sebab berubah sesudah Yoyada mati.
Salomo mula2 seorang yang indah, tetapi berubah sebab terjebak dalam koalisi indah tetapi celaka seperti Yosia. Musa itu amat indah, tetapi tidak sampai terjebak dalam koalisi seperti Yosia, sebab rakyatnya berontak dan melawan Musa.
Kesimpulan: Jangan jadi sombong dan jangan mau dikultuskan.
Bagaimana kita bisa mencegah hal ini? Jangan dijerat iblis sehingga membuat koalisi indah tetapi mematikan seperti yang dialami Yosia.
1. Tekun berdoa dalam Roh dan kebenaran.
2. Tumbuh dalam pengertian Firman Tuhan.
3. Persekutuan tubuh Kristus harus berfungsi dengan betul dan baik. Jangan lupa, tubuh Kristus jangan terbuai, sebab kagum sampai mengultuskan orang2 atau pemimpin2nya yang dipakai Tuhan dengan indah sehingga semua yang lainmenjadi yes man. Tubuh Kristus harus berfungsi dengan betul sehingga bisa bersekutu, saling mendoakan dan melayani dalam Roh sehingga tidak jadi yes man, tetapi menyampaikan suara Roh, tetapi jangan jadi pemberontak seperti Korah dll terhadap Musa, sebab pemberontak2 ini melawan hamba Allah, akhirnya celaka dan binasa.Juga orang2 yang indah, sebab sudah rohani, lalu merasa tidak memerlukan tubuh Kristus, nanti nasibnya bisa tragis seperti Yosia. Jangan ibu jari ini, sesudah jadi indah, lalu tidak perlu jari2 yang lain, ini jadi cacat dan jadi celaka. Kita selamanya tetap perlu anggota tubuh Kristus lainnya bahkan cintailah orang2 yang jahat dan kurang ajar terhadap Musa (kita), tetapi ini tidak memberi angin seperti kepada Yosia!
VI. PERBEDAAN DENGAN MUSA.
Ini menjadi pelajaran bagi orang2 yang indah, yang se-olah2 “tidak bercacat cela”. Jangan sampai tersandung seperti Yosia dan binasa.
Musa, Yosia sama2 indah berkenan pada Tuhan, tetapi Musa dilawan, dibenci; mereka memberontak melawannya bahkan hendak membunuhnya. Tetapi Yosia dikagumi, dihargai, dipuji, dikultuskan. Kalau sudah dikultuskan, dianggap selalu betul, indah, mulia, berbuat apa saja betul, tidak lagi perlu dinasehati, apalagi ditegur, dicela tidak perlu, dan dengan sendirinya mereka juga marah, benci pada orang lain yang mencela atau menghina orang yang dikultuskannya ini.
Musa dibenci, dimusuhi bahkan mau dibunuh, semua itu tidak kebetulan, Tuhan tahu dan selalu melindungi orang2 yang benar dan berkenan kepadaNya. Tuhan masih mengizinkan orang2 jahat dan anggota2nya yang jahat mengganggu dan menyakiti dalam batas2 tertentu; bagi Musa ini pengolahan yang sangat efektif, kalau terus lulus, ia tumbuh dengan cepat bahkan bisa jadi sempurna.
Yosia dicintai, dihargai, dikagumi, disukai (dan semua orang suka diperlakukan demikian juga Yosia). Seringkali hal2 seperti ini dicari orang, apalagi yang ambisius dan gila hormat, suka puji, ini enak, menyenangkan bahkan direbut, apalagi kalau dikultuskan itu seperti dijadikan raja absolute, berbuat segala diyakini selalu betul (memang mula2 kesan ini didapat dari pengalaman, ternyata ia selalu betul, tetapi ukuran betul itu bukan tergantung dari orang sekalipun pemimpin yang baik, tetap dari Firman Tuhan yang harus jadi ukuran yang betul dan kekal!).
Orang yang suka me-muji2 dan mempromosikan itu berarti menjerat Ams 29:5.
Dan orang2 yang suka promosi itu seperti mengutuki Ams 27:14, orang yang lemah atau jatuh apalagi yang hidup dalam dosa, kutuknya akan jadi dan lekas kena seperti Yosia dan akhirnya Salomo juga kena (cara yang betul untuk memperkenalkan adalah dengan memberi kesaksian atau rekomendasi yang jujur, supaya pelayanannya menjadi berkat, bukan untuk memuji atau mengultuskan, bukan untuk membuat suatu kerajaan baginya).
Bagaimana sikap kita? Apakah seperti rakyat danYosia (koalisi), itu menjerat dan mengutuki; apakah seperti orang Israel kepada Musa, itu melawan, berontak dan dihukum Tuhan dengan dahsyat.
Kita harus menjadi tubuh Kristus yang betul dan baik sesuai dengan Firman Tuhan yaitu semua anggota tubuh Kristus itu anggota dari Kristus yang jadi kepala dari seluruh tubuh dan semua anggotasatu beranggotakan yang lain dengan persekutuan seperti Trinitas (Yoh 17:21) dalam kasih dan kesucian ilahi 1Yoh 1:7. Semua harus hidup sesuai Firman Tuhan dalam Ruangan Suci (7 KPR) dan saling melayani dalam Roh, ada suara Roh, penuh dan dipimpin Roh.
Dalam “koalisi” Yosia, Salomo yang bekerja adalah pikiran dan perasaan hati manusia, tetapi dalam tubuh Kristus, Tuhan jadi Kepala, suara Roh bicara sesuai dengan Firman Tuhan dan kehendak Tuhan, melebihi pikiran dan perasaan hati manusia (pikiran hati orang2 mengagumi Yosia, mereka setuju, aklamasi mendukung dan perasaan hati mereka puas dan senang). Sebab itu kalau ada yang salah dari pemimpin atau siapapun, Roh Kudus akan bicara dari Firman Tuhan sehingga siapapun yang salah, sekalipun orang besar dan baik seperti Uzia, ditegur oleh imam besar Azarya 2Taw 26:16-20. Tubuh Kristus yang hidup itu peka, sebab kepalanya adalah Tuhan Yesus (Roh Kudus dan Firman Tuhan dalam Gereja) sehingga setiap salah dibersihkan dan orang yang mau disucikan selamat baik pimpinan, anggota dan siapa saja. Tetapi dalam koalisi Yosia, Salomo tidak ada nasehat dan teguran sebab mereka dipimpin perasaan hati dan pikiran yang sudah tunduk dan mengkultuskan pemimpinnya sehingga jatuh dalam kesombongan, direndahkan dan rakyatnya celaka juga.
Jadi orang2 di sekitarnya, juga jangan ikut ambil bagian yang salah dan celaka.
VII. KESALAHAN “KOALISI” YOSIA DAN SALOMO.
Ini orang2 yang bodoh (sebab hanya bersandar pengalaman, pikiran dan perasaan hatinya) sehingga kagum, memuji (yang dipuji, Yosia, lama2 juga senang) sehingga akhirnya mereka mengkultuskan (apa saja yang dibuatnya dianggap benar, sebab dari pengalaman, mereka melihat Yosia ber-tahun2 dari umur 8 tahun sampai 39 tahun, hidupnya sangat indah, tidak ada salah). Sebab itu tidak ada nasehat, screening apalagi teguran untuk Yosia, semua jadi yes-man. Juga Salomo yang menunjukkan hidup yang baik, hikmat Allah dan berkat Allah yang besar, sehingga mereka menganggapsemua yang dibuat Salomo adalah benar. Mula2 Salomo salah sedikit2, sampai jadi begitu parah dalam perzinaan (di hadapan Allah ia mempunyai 1000 sundal, amat sangat keterlaluan) dan berhala2 2Raj 23:13, tetapi dia tetap dibiarkan, hanya Yerobeam yang berani melawannya, tetapi karena kalah kuat ia lari ke Mesir. 1Raj 11:1-26.
VIII. KEINDAHAN KEPEMIMPINAN MUSA.
Dari antara anggota2 tubuh Kristus, tentu ada yang dipakai, dipilih Tuhan menjadi kepala atau pemimpin (Sang Kepala tubuh Kristus yaitu Tuhan Yesus adalah kepala dari semuanya) Ibr 13:17. Pemimpin2 yang betul,
1. Tidak mau dikultuskan, sebab ini seperti diangkat jadi raja absolut. Putra manusia Yesus menolaknya Yoh 6:15, Wah 22:9. Pemimpin2 dan semua anggota tubuh Kristus harus tahu talenta2 yang diberikan Tuhan Rom 12:3, 2Kor 11:5,12-13, tetapi semua itu dari Tuhan 1Kor 4:7 kita hanya bejana tanah liat yang tidak berharga 2Kor 4:7, kalau Tuhan mencabutnya seperti pada Simson, ia menjadi tidak ada harganya. Tetapi Tuhan tidak akan mencabut karunia2Nya pada orang yang setia dan taat Rom 11:29. Sebab itu kita harus menghargai anggota tubuh Kristus lainnya, semua punya beban tugas masing2 yang diperlukan ber-sama2, baru tubuh Kristus menjadilengkap dan bisa berfungsi dengan sempurna. 1Kor 12:25. Tetapi anggota2 tubuh yang tidak taat harus ditegur dan ditindak, kalau Tuhan yang menindaknya celakalah ia seperti Im 10:1-2, Bil 16;32-35 dll.
2. Ia harus mempertanggungjawabkan keselamatan umat Tuhan yang dipimpinnya. Selalu ada anggota2 yang bicara jahat, fitnah, melawan, berontak, mempengaruhi, menghasut. Musa menegur dan melawan mereka untuk menyelamatkan jiwanya. Terbukti waktu Tuhan hendak membunuh semuanya, Musa mohon dia saja gantinya Kel 32:7-10,31-32. Musa menegur mereka bukan karena benci tetapi sebab cinta seperti orangtua menegur anak yang salah dan gagal. Mengapa Musa bersikap demikian? Sebab justru kejahatan orang Israel kepadanya itu dinikmati sebagai rezeki dan berkat, bahkan jadi pengolahan sehingga Musa cepat tumbuh jadi sempurna. Ia tidak bereaksi dosa Rom 12:21 justru mengampuni, belas kasihan. Sekalipun kata2 orang Israel jahat bahkan hendak membunuh, itu bagi Musa menjadi berkat. Rom 8:17. Sebab itu Musa bisa bersikap benar, tetap menyalahkan mereka (Ef 5:11, Jud 23) sambil memperingati supaya jangan jadi celaka karena dosa2nya tetapi tidak membalas, Tuhan yang akanmembalasnya, apalagi kalau tidak bertobat. Rom 12:19.
3. Beri contoh yang baik. Jangan mau dipuji dan dipuja. Sebaliknya kita mau mencuci kakinya Yoh 13:14-17. Bahkan sekalipun sudah berbuat mujizat, Tuhan melarang mereka promosi supaya jangan jadi “koalisi Yosia”. Mrk 3:12, sebab kita ini hanya hamba Mat 20:25-28. Patut Tuhan saja yang dipuji, sebab Dia yang berhak untuk dipermuliakan Yes 42:8-9, bahkan kalau kita dihina, direndahkan, dikhianati, jangan sakit hati, tidak perlu kita membela diri, biar Tuhan yang mengangkat kita sendiri, kecuali kita perlumenjelaskan supaya tahu mana yang betul dan supaya orang itu jangan makin jahat bicara di belakang sehingga dihukum Tuhan amat sangat!
KESIMPULAN.
Meskipun Yosia itu tidak bercacat cela, tetapi jangan jadi “koalisi” Yosia. Hormati dan hargai pemimpin2 yang benar tetapi jangan dikultuskan. Kita dukung, boleh beri kesaksian atau rekomendasi, tetapi jangan dikultuskan, hanya Tuhan Yesus yang patut dibesarkan, maka Firman Tuhan dan suara Roh memimpin kita kepada segala kebenaran, semua harus tunduk dan dicocokkan dengan Firman Tuhan. Pasti Yeremia, imam besar dll menyesal tidak memberi nasehat pada Yosia, tetapi sudah terlambat.
Jangan hidup menurut perasaan hati, pikiran atau pengalaman, tetapi menurut Firman Tuhan dan pimpinan Roh Kudus, supaya jangan mengkultuskan Yosia atau menghantam, melawan dan berontak melawan Musa, bisa celaka sendiri, sebab Tuhan tahu dan adil. Kalau tidak bertobat, wai orang yang berani mendatangkan tangannya atas orang yang benar, yang diurapi Tuhan, itu melawan Allah Maz 105:15.
Orang2 yang dipakai Tuhan sedikit atau banyak, pemimpin2, jangan ambisi, jangan ingin puji dan hormat, bisa direndahkan sampai neraka kalau tidak bertobat, sebab tugas kita dipakai Tuhan untuk menyelamatkan umat Tuhan yang jahat dan melawan, mengasihi mereka supaya tidak binasa. Kalau toh mereka melawan, ampuni, bahkan kejahatan mereka itu menjadi rejeki yang mengolah kita bertumbuh dengan efektif.
Tidak rugi hidup berkenan pada Tuhan, itu sangat indah dan bahagia, tetapi jangan sombong, bersyukurlah mendapat pengolahan yang limpah dari orang2 yang menjahati dan merendahkan atau menghinakan kita.
Nyanyian: Berachah no 289.
Dia harus makin bertambah.