M3767 – Efesus 1:4-5 Rencana Allah Kelas Tinggi dan Kelas Rendah (Kitab Ester)

I. EF 1:4-5. RENCANA ALLAH TERDAHULU.
Ia sudah memilih kita di dalam Dia (Kristus), sebelum penciptaan dunia.
Allah itu luar biasa. Ia memilih kita di dalam Kristus, tidak langsung! Siapa yang percaya pada Tuhan Yesus Kristus, baru sesudah itu, ia dipilih menjadi anak-anak Allah, bahkan jadi putra2Nya.
Ia sudah menentukan sebelumnya untuk mengadopsi anak-anak (diangkat jadi anak Yoh 1:12).
Kalau seorang memilih untuk tidak percaya Tuhan Yesus, ia jugatidak dipilih. Kita adalah mahluk bebas yang bisa memilih (Luk 12:57). Jadi yang mau memilih untuk percaya, baru orang-orang itu diangkat menjadi anak-anak Allah karena percaya, dan baru sesudah itu orang-orang yang memilih untuk percaya ini ditentukan Tuhan untuk ber-buah2 dengan menjadikannya menjadi sesuatu yang luar biasa yaitu rencana kelas I atau kelas2 berikutnya, tergantung dari ketaatannya masing2 Yoh 15:16. Jadi Allah tidak menentukan keselamatan seseorang, tetapi sesudah kita memilih percaya, baru Allah menentukannya menjadi yang terbaik yaitu ber-buah2 lebat (Rom 8:29). Ini suatu perencanaan yang heran, bahkan menjadi seperti Kristus sendiri dengan berkat2 rohani di tempat2 Surgawi (ayat 3). Kita melihat ini dalam buku Ester.
II. BEBERAPA PELAJARAN DARI KITAB ESTER.
PENDAHULUAN.
Kitab Ester adalah Firman Tuhan (termasuk dalam kanonisasi Alkitab, yaitu buku2 mana saja yang diakui sebagai Firman Tuhan). Kita mendapat banyak pelajaran dari dalamnya, tentang:
1. Kesombongan Haman yang menggali lubang, dia sendiri masuk di dalamnya Maz 7:16-17. Sekalipun di luar Tuhan, orang sombong tetap akan direndahkan seperti Lucifer, apalagi di dalam Tuhan, sebab itu akui semua dari Tuhan 1Kor 4:7 dan tetap rendah hati, sehingga Tuhan bisa memakai kita lebih heran untuk kemuliaan namaNya tanpa kejatuhan sebab tidak sombong maupun berbuat dosa yang lain.
2. Kita juga melihat bagaimana di belakang segala perkara yang terjadi ini, Tuhan mengatur dunia ini (misalnya Rom 13:1) dan bekerja menjadi kebaikan, keuntungan dari orang-orang yang percaya dan berharap kepadaNya. Haman berusaha dengan perencanaan yang rinci dan matang untuk menggantung Mordekhai pada tiang gantungan, tetapi justru jadi terbalik sama sekali. Hati raja bisa dialirkan ke mana saja oleh Tuhan Ams 21:1 sehingga dengan perintah raja, Haman sujud di hadapan Mordekhai. Tetapi Haman belum bertobat dari kesombongannya dan belum mengerti bagaimana rencananya akan menjadi terbalik, sampai ia terpojok dalam pesta Ester yang digerakkan Roh Kudus.
3. Bangsa Yehuda lepas dari pembasmian seluruh bangsanya tanpa usaha politik, keuangan, senjata dll, hanya oleh seorang ibu, ratu Ester. Ini bukan se-mata2 karena Ester,tetapi karena tangan Tuhan yang tidak kelihatan ada padanya. Meskipun Ester adalah orang Yahudi, tawanan yang adalah seperti budak, tetapi dengan cara Tuhan yang tidak masuk akal Ia bisa membatalkan maksud jahat ini bahkan membaliknya.
4. Ester bisa naik sampai di tahta adalah hasilpekerjaan tangan Tuhan, sebab secara akal tidak mungkin seorang budak tawanan bisa menjadi perempuan nomer satu di negeri musuhnya ini dan juga Tuhan sudah mempersiapkan semuanya jauh sebelumnya dengan ajaib Es 4:14.
5. Mengapa Wasti yang lincah, penuh gairah bisa jatuh hanya karena satu perkara kecil. Bagi Tuhan, orang yang tidak mau percaya dan yang akan binasa, ini tidak berharga, mereka bisa diberi peran apa saja untuk kepentingan umat Tuhan. Misalnya Firaun dalam Kel 9:16 sebab tidak mau percaya dan keras hati Kel 9:34, bahkan Tuhan membiarkan iblis membuat hatinya makin keras 2Tes 2:11, ia dibiarkan hidup untuk pengolahan umat Tuhan dan mati dalam kekerasan hatinya. Sebab itu dalam kesukaan manapun, kita tidak perlu takut atau kuatir. Bagian kita adalah tetap hidup berkenan pada Tuhan dan bagian Tuhan menyelesaikan semua keadaan, orang-orang dan sikon apapun untuk menggenapkan janjiNya pada umatNya yang taat/ berkenan kepadaNya.
6. Mordekhai yang sudah pasti mati, bisa lepas, bahkan jadi orang besar pengganti Haman dalam kerajaan bangsa yang tidak mau percaya dan tunduk pada Tuhan. Dengan pertolongan Tuhan rencana Haman didahului oleh perintah raja kafir ini, sehingga rencana Haman untuk membasmi bangsa Mordekhai jadi terbalik 100%! Tidak ada yang mustahil bagi Allah Luk 1:37, Ay 42:2.
III. CARA PENAFSIRAN KITAB ESTER.
1. Ini adalah Wasiat Lama, sebab itu selubungnya harus dibuka dahulu, jangan langsung mengambil arti harfiahnya, tetapi mengambil arti rohaninya 2Kor 3:14.
2. Israel disini abnormal, bukan sebagai bangsa pilihan Allah, tetapi sebagai tawanan karena dosa-dosa dan pemberontakannya sendiri (keadaan dan kedudukan ini adalah akibat dosa-dosanya). Umat Tuhan yang normal itu hidup di Kanaan, merdeka dan beribadah di Yerusalem, tidak boleh di tempat lain. Sikon dalam kitab Ester ini sama seperti sikon orang Israel dalam Ezra, Nehemia, Daniel dll. Ini keadaan tidak normal sebagai akibat dari dosa-dosa dan kejahatannya! Sebab itu jangan menafsirkan Ester sebagai mempelai Kristus dan Ahasyweros sebagai Kristus, tidak cocok. Ini kelas rendah, bukan rencana atau kehendak Allah.
Keterangan2 lain untuk menyempurnakan penafsiran:
3. Nama Tuhan. Disini sama sekali tidak disebut. Juga tidak ada mezbah dan pengorbanan, tidak ada ibadah dan upacara dari umat Tuhan seperti di Kanaan. Ini adalah negeri bangsa kafir, bahkan dalam kitab Daniel dengan mudah dibuat peraturan untuk membunuh orang yang berdoa kepada allah yang lain. Dan 6. Ini seperti orang Kristen tetapi sama sekali tidak beribadah, ibadahnya hanya upacara tradisionil. Agamanya sama dengan tradisi yang baik saja.
4. Hari raya Purim dalam Es 9:26 adalah kelepasan yang luar biasa, seharusnya mati, sekarang mereka hidup dan musuh yang sudah siap untuk membunuh mereka sekarang dibinasakan. Es 9:15-16. Mereka merayakanpurim, tetapi ini bukan hari raya yang ditentukan Tuhan, melainkan mereka sendiri yang membuat danmemperingatinya (tanpa korban2 dll seperti hari raya yang ditentukan Tuhan). Ini di luar rencana Allah, sekedar buatan mereka yang dipulihkan Es 9:22,26, sebab mereka bersukacita tidak jadi binasa, tetapi dipulihkan, lepas dari tangan musuhnya.
5. Dalam Wasiat Baru, keadaan dalam kitab Ester ini bisa disamakan dengan umat Tuhan dalam Gereja Pergamus, Tiatira dll, yang berada di jalan lebar dalam pemerintahan iblis. Sekalipun mereka umat Tuhan, tetapi yang disembah adalah iblis Wah 2:13. Mereka tidak menyembah Tuhan, tetapi hidup dalam dosa, bahkan yang keji2 dan dahsyat.
Masih ada yang sungguh-sungguh (seperti Ester, Mordekhai dll), tetapi hanya sedikit, dalam Gereja2 jalan lebar ini Wah 3:4, istimewa pada waktu ada tekanan dan aniaya, baru mereka mencari pertolongan. Begitu dalam kitab Ester, kalau tidak akan dibunuh, mereka tidak berpuasa 3 hari 3 malam dan tidak mencari Tuhan. Orang-orang ini tidak sungguh-sungguh beribadah.
Ini keadaan umat Tuhan yang pincang, sebab memang dalam keadaan tertawan.
Ini mirip seperti umat Tuhan dalam jalan lebar dalam 3,5 tahun I, yang akan tertinggal pada waktu pengangkatan sebab hidup dalam dosa. Ini orang-orang yang “ditawan” oleh Antikris dan mereka dikuasai penuh, juga tidak ada nama Tuhan yang disebut, kalau disebut, dengan sia2 2Tim 2:19 tidak ada ibadah sama sekali, hanya tradisi tetapi masih ada golongan yang lolos dengan kemurahan Tuhan, sebab keluar dari Gereja2 jalan lebar, bertobat sungguh-sungguh seperti Wah 3:4. Ini masih bisa terjadi dalam 3,5 tahun I, tetapi dalam 3,5 tahun II semua umat Tuhan ada dalam tangan Antikris dan semua binasa Wah 13:7.
Ini Gereja2 jalan lebar yang ada dalam kuasa iblis dan Antikris yang permulaan, yang belum sampai puncak kejahatannya seperti dalam 3,5 tahun II. Jadi orang-orang ini seperti sedikit orang yang masih selamat dalam Gereja2 jalan lebar dalam Minggu ke-70 Daniel.
IV. POKOK UTAMA KITAB ESTER: PEMULIHAN.
Dalam kitab Ester ini Allah dengan kebaikan dan kemurahanNya melakukan pemulihan dari umatNya yang berdosa, yang sudah dibuang dan tertawan di negeri musuh, sebab mereka kembali bertobat, termasuk golongan orang yang terakhir yang bertobat kembali menjadi yang pertama, sebab itu:
1. Mereka tidak ikut ditumpas pada waktu Zedekia dikalahkan raja Nebukadnezar dan banyak orang Israel dibunuh istimewa orang-orang besar dan isi istana Zedekia. Orang-orang ini pergi dalam tawanan ke Babil Mat 1:11.
2. Direncanakan akan ditumpas habis oleh Haman tetapi dengan kemurahan Tuhan mereka lolos lagi. Ada kemungkinan sebagian bisa kembali ke Yerusalem, sebab waktu itu Israel dibawah Mordekhai bebas, bahkan musuh2nya takut pada mereka. Es 8:17. Ini menceritakan pemulihan yang luar biasa dari tawanan2 Babil ini. Begitu juga dalam Gereja2 jalan lebar di akhir zaman dalam Minggu ke-70 Daniel, keadaannya begitu jelek, meskipun namanya bait Allah tetapi Antikris duduk di dalamnya 2Tes 2:4. Keadaan ini dimulai waktu Minggu ke-70 Daniel dan makin parah lebih2 sesudah pengangkatan, Antikris yang ke-4 langsung menguasai seluruh dunia dengan mutlak dan orang-orang beriman yang tertinggal semua dibinasakan.
Orang beriman dalam zaman Antikris (ke-4) tidak ada yang lolos dan tidak ada pemulihan.
Ini berbeda dengan Gereja jalan sempit yang perjalanannya bukan untuk pemulihan tetapi pertumbuhan dalam kesucian yang terus menuju kepada kesempurnaan. Kitab Ester adalah pemulihan dari sejumlah orang karena kemurahan Allah bagi mereka yang sungguh-sungguh bertobat, itu seperti dari Luar Halaman yang dipulihkan di Halaman, di Mezbah Korban Bakaran. Tetapi Gereja jalan sempit itu tumbuh dalam Ruangan Suci terus menuju kepada pengangkatan dan kesempurnaan.
Keadaan dan proses pemulihan (dengan kemurahan Allah) itu sangat berbeda dengan pertumbuhan yang sesuai dengan rencana Allah. Sebab itu kita bisa mengatakan bahwa rencana kelas tinggi adalah pertumbuhan dan rencana kelas rendah adalah pemulihan.
V. MANA YANG KITA PILIH?
Kita belum sampai pada Minggu ke-70 Daniel, mungkin sudah dekat sekali. Bayang2 atau contoh model Antikris sudah tampak di depan kita dengan pembunuhan2 yang sadis dan segala gemuruh dosa, kejahatan, malapetaka, politik, ekonomi dll.
Yang perlu kita perhatikan baik-baik adalah sekarang kita masih punya kesempatan memilih atau meneruskan untuk ikut dalam golongan pertumbuhan (yang memelihara kesucian dan ketaatan akan Firman Tuhan dengan dipimpin Roh) atau ikut golongan pemulihan (mereka yang undur dan jatuh bangun dalam dosa). Orang yang ikut dalam golongan pemulihan, besar kemungkinan jatuh terus dan binasa (1Tim 4:1, 2Tim 2:3); Kalau toh selamat, hanya seperti orang menerusi api 1Kor 3:15.
Yang betul dan terbaik untuk kekal adalah masuk dalam golongan pertumbuhan, sebab ini sulit jatuh dan tumbuh terus dalam tingkat2 kemuliaan yang kekal, bahkan bisa menjadi sempurna. Ini adalah rencana Allah bagi umatNya.Ini golongan yang paling menyenangkan, yang akan mengalami zaman keemasan Gereja bahkan begitu indah,rasanya seperti Surga di bumi, senang, puas, meningkat dalam kemuliaan yang heran untuk kekal.
Supaya jelas kita akan melihat ciri2 orang yang ikut dalam golongan pertumbuhan, supaya yang mau, bisa betul2 masuk dalam golongan ini.
1. Pemisahan oleh polarisasi Wah 22:11. Jangan jatuh (bangun) dalam dosa, sebab arus polarisasi menjelang Minggu ke-70 Daniel itu sangat kuat. Sebab itu peliharalah kesucian lebih daripada semua yang lain Ams 4:23. Ingat MAK DSS. Supaya jangan hanyut dalam golongan yang undur dalam polarisasi ini.
2. Tetap di jalan sempit Mat 7:14-15. Jangan coba-coba ke jalan lebar, jangan icip2 kesukaan dosa sesaat, nanti jadi terikat Luk 5:39. Terus setia pikul salib dipimpin Roh Luk 9:23 (yang di jalan lebar kalau masih mau selamat, lekas bertobat dan kembali ke jalan sempit!).
3. Tetap sebagai lima gadis bijak. Tekun hidup dipimpin Roh dan selalu limpah dengan pengurapan. Lima gadis bodoh akan jatuh dan hanyut dalam polarisasi, sekalipun sudah penuh Roh Kudus, bisa jatuh seperti Saul, Simson dll dan tidak masuk Surga Mat 25:12-13. Yang penting bukan hanya penuh Roh, tetapi taat dipimpin Roh terus menerus, sehingga hidup oleh Kristus Gal 2:20.
4. Jangan undur, tetap setia, sekalipun masih mungkin kembali bertobat Mat 20:16. Sekalipun yang undur bisa kembali jadi yang terdahulu, tetapi itu kelas II atau rendah. Sebab pada waktu undur ia membuang waktu dan kesempatan dengan sia2, apalagi kalau bertobatnya terlambat, kesempatannya tinggal sedikit. Untuk tumbuh perlu waktu banyak, Putra manusia Yesus sendiri perlu 30 tahun (juga Yusuf, Daud, Yohanes Pembaptis dll!). Belum lagi, banyak dari yang undur, binasa!
5. Jangan jadi suam seperti Laodikea Wah 3:16, jangan campur2, mendua, ikut sedikit2 dengan dunia dan dosa, akan hanyut. Yang betul, lari dari yang jahat Ams 22:3. Hendaklah sepenuh hati cinta Tuhan Luk 10:27. Jangan plin-plan Yak 4:7-8.
6. Jangan makan umpan perzinaan seperti Gereja Tiatira, jangan dekat2 dengan Izebel yang mungkin cantik, menarik dan penipu. Ams 7:10,20. Juga dalam gambar2 porno itu sangat menular lebih dari Ebola dan mengajari berzina dengan aman Wah 2:20. Sekalipun dalam pikiran itu sudah dosa, itu sudah meracuni dan menjerat Mat 5:28.
7. Jangan coba-coba dengan occultisme dan tipu daya setan. Umpannya manis2, uang, kuasa, kedudukan, dan segala kemuliaan dan kesukaan dunia dan bisa menuruti semua kesukaan daging seperti Pergamus Wah 2:13. Jangan beri tempat pada iblis Ef 4:27. Nanti jadi mati rohani seperti Sardis, penuh dengan bau busuk dosa Wah 3:1.
8. Tetap setia dalam Gereja jalan sempit seperti Filadelfia yang punya kunci Daud. Hidup seperti Daud, itu kunci Daud yang terus dipuaskan dengan perkara-perkara baru dari Firman Tuhan dan mentaatinya. Jangan cari perkara-perkara baru duniawi, tetapi terutama perkara-perkara baru dalam pembukaan Firman Tuhan baik yang relatif, (yang sudah terbuka) dan yang absolut (terbuka pada waktunya). Nikmati bersekutu dengan Tuhan dalam doa dalam Roh dan kebenaran. Kita akan menikmati banyak perkara-perkara baru dalam pekerjaan Roh Kudus (karunia2 dan buah Roh, serta kuasa, pengurapan dan kesukaanNya). Hidup dalam tabiat baru itu berkenan pada Tuhan dan indah, puas dengan kemenangan2 dari Tuhan. Jangan cari perkara-perkara baru dalam jalan lebar, kagum dengan keindahan2 dunia ini.
KESIMPULAN.
Jangan membayangkan Ester sebagai mempelai Kristus dan Ahasyweros sebagai Kristus, sebab ini adalah raja dan bangsa kafir. Puncak tertinggi mereka adalah pemulihan, bukan tumbuh sampai menjadi mempelai Kristus. Tuhan masih mau mengampuni kalau sungguh-sungguh bertobat, tetapi jangan tinggal di jalur kejatuhan, tawanan dan pemulihan, tetapi di jalur pertumbuhan di dalam kesucian, dan ketaatan. Jangan terbujuk, tertipu apalagi dengan sengaja jatuh bangun dalam dosa, belum tentu bisa dipulihkan, bisa2 terus langsung binasa masuk Neraka.
Kita harus mempertahankan hidup yang terus tumbuh dalam Kristus, terus dengan setia di jalan sempit, memperkenankan Tuhan, jangan keluar; maka kita akan ikut dalam rencana pertumbuhan Allah kepada kesempurnaan! Jangan hidup dalam tawanan dosa, itu berbahaya dan celaka. Ada beberapa keindahan, tetapi itu kelas rendah dan belum tentu! Ini pertaruhan yang berbahaya dan banyak yang jatuh dan binasa! Jangan sia2kan atau ber-main2 dengan kesempatan yang hanya satu kali ini, tidak ada ulangan! Jangan icip2 jalan lebar, tetaplah di (atau bertobat dan kembali ke) jalan sempit.
Jangan spekulasi, meremehkan keselamatan dan kemuliaan kekal, belum tentu pulih, bisa celaka kekal di Neraka. Kalau toh pulih, itu kelas rendah untuk kekal. Semua keindahan dalam Ester hanya kelas rendah! Bukan kelas mempelai! Tetaplah di jalan sempit, di atas Mezbah, ini jalan pertumbuhan dan dengan Tuhan pasti tumbuh makin mulia dan sukacita untuk kekal. Ambil kelas tinggi untuk kekal.
Nyanyian: Berachah no 383.
Bapa kupersembahkan tubuhku.
S’bagai persembahan yang hidup.
Kudus dan berkenan kepadaMu
s’bagai ibadah yang sejati.
Koor:
Kusembah Kau Tuhan 2x
Kuserahkan hidupku kepadaMu
Untuk kemuliaan namaMu.