M3719 – 1Petrus 3:7, Amsal 21:19; 27:15. Pertengkaran Suami Istri..

POKOK KHOTBAH APA?
Ada orang suka berkhotbah hanya tentang keluarga saja, yang lain hanya tentang akhir zaman, yang lain hanya tentang uang dst. Semua ini tidak betul, sebab pokok yang betul yang harus kita berikan dalam khotbah adalah:
1. Pokok khotbah yang sesuai dengan pimpinan Roh Kudus dan itu harus berdasar Firman Tuhan.
2. Kita harus memberikan seluruh kebenaran Firman Tuhan Kis 20:20,27. Maksudnya supaya segenap segi hidup umat Tuhan disucikan dan ditumbuhkan oleh Firman Tuhan Ef 5:26, sampai menjadi seperti Kristus. 1Pet 1:16, 1Kor 11:1.
3. Jangan hanya memberitakan satu segi hidup saja, tetapi semua, sebab dosa yang timbul di mana saja bisa jadi pintu masuk untuk iblis ke dalam hidup orang itu dan akhirnya seluruh hidupnya dirusakkan.
Dari mana kita mendapatkan Firman Tuhan? Bisa dari khotbah atau nasehat saudara-saudara seiman, atau Roh Kudus langsung berbicara dalam hati kita atau waktu kita membaca/ belajar dari Firman Tuhan setiap hari (Alpet), dari salah satu cara Tuhan berbicara pada kita misalnya mimpi dll. Kita harus mencocokkan (menyucikan) hidup kita dengan kehendak Tuhan dalam FirmanNya, baik secara sistematis (belajar teratur dari Kejadian sampai Wahyu atau pokok demi pokok) atau insidentil dimana Roh Kudus bicara tentang pokok tertentu yang kita hadapi.
ilustrasi:
Untuk sehat jangan hanya memikirkan tentang air saja, (meskipun ada banyak pelajaran2 tentang air) tetapi juga tentang makanan, tentang olahraga, tidur, kebersihan, pakaian dll. Semua harus dijaga. Begitu juga tentang hidup rohani, semua segi hidup harus dipelajari bergantian terus menerus.
PERTENGKARAN SUAMI ISTRI.
I. DEFINISI.
Pertengkaran suami istri, adalah semua bentuk perkelahian antara suami istri baik tertutup dalam batin atau terang-terangan terbuka, yang disebabkan karena apa saja, baik oleh salah paham, kesalahan-kesalahan tertentu dll.
Misalnya menegur (atau menasehati, memberitahu) kesalahan suami/ istri tanpa marah, benci, emosi atau dosa lain. Mungkin dengansedih karena menyesalinya, tetapi ia bisa menerima dan mengampuninya.
Kadang-kadang sedikit ribut atau tegang karena berbeda pendapat tentang sesuatu sebab, tetapi tetap ada tiga syarat itu, ini masih normal, bahkan bisa tukar pikiran/ sharing, itu justru memperkaya rohani dan pengalaman bersama.
Juga saling menasehati atau mengingatkan, bukan anjing kelu Yes 56:10. (Perhatikan dua ekstrem: Anjing kelu dan cerewet atau bayak bicara, keduanya dosa). Juga dalam Gereja dan pelayanan ini perlu ada, masih normal asal ada empat syarat tsb.
Bisa saling tukar pendapat atausharing, Fil 2:1. Kalau bisa tetap dalam batas2 normal, maka rumah tangga akan tetap harmonis, mudah mengalami suasana Surga. “Pertengkaran” yang normal itu adalah pertengkaran atau keributan, ramai antara suami istri (dll) tetapi tidak sampai berdosa dan justru berguna. Keributan yang normal itu tanda2nya adalah:
1. Dalam perbuatan dan hati belum atau tidak adadosa apapun (baik benci, sakit hati, tidak senang dll),
2. Langsung selesai hari itu dengan mudah atau sendirinya, dan
3. Tidak bersambung.
4. Hatinya tetap sejahtera.
Jadi meskipun ribut dan seperti berkelahi.
Tetapi kalau ada dosa dan tidak lekas dibuang, maka suasana Neraka akan mulai menyala dalam rumah tangga. Buang setiap dosa dengan iman, dalam nama Tuhan Yesus.
Prinsip ini sebagian besar juga berlaku bagi bujang dalam pergaulannya dengan seisi rumah, dengan sekitarnya di Gereja, tempat kerja, sekolah dll. Pada prinsipnya semua orang Kristen harus menjadi garam dan terang untuk sekitarnya, jangan suka berkelahi 1Tim 3:3.
II. PENYEBAB PERTENGKARAN.
1. PERBEDAAN.
Suami istri itu memang penuh dengan perbedaan yang wajar. Tubuhnya, pakaiannya, suaranya, rambutnya dst. Juga ada perbedaan batin. Kadang-kadang ada suami istri yang se-gala2nya dibuat sama, si istri sama dengan suami, tentu itu aneh, seperti orang homo atau lesbian. Justru karena perbedaan itu menjadi indah, menarik keduanya puas.
Kalau saudara sekandung (tidak banyak perbedaan, semuanya hampir sama) sebab itutidak boleh menikah, juga keponakan, sebab bisa lahir anak yang cacat. Memang suami dan istri dalamnikah yang normal itu banyak perbedaan, tetapi karena cinta justru perbedaan itu memperkaya pernikahan itu, tetapi kalau cintanya habis jadi benci, perbedaan itu mudahmenjadi sumber perkelahian!
Ada bermacam-macam perbedaan misalnya latar belakang, asuhan, kaya-miskin, budaya, kebiasaan, pendapat, tradisi, suku bangsa, pendidikan, cara berpikir, keinginan, dll. Kalau ada cinta, perbedaan ini bisa diatasi dan bisa saling mengisi sehingga hidup nikah justru jadi lebih indah.
Perbedaan itu ada yang kecil, tidak prinsip, ada perbedaan besar, apalagi perbedaan prinsip misalnya perbedaan agama, tabiat dll. Perbedaan prinsip harus dibereskan sebelum menikah, kalau tidak bisa cocok, itu bukan jodoh dari Tuhan, jangan menikah, daripada rumah tangganya menjadi neraka di bumi dan di akhirat.
Ini penting untuk jodoh yang dipilih dan ditentukan orangtua tetapi kalau toh sudah menikah, jangan diceraikan 1Kor 6:16, Mat 19:5-6 harus terus berusaha supaya bisa dicocokkan sebanyak mungkin dengan hikmat dan kuasa Tuhan Yesus! (jodoh itu harus diyakini oleh si anak sendiri, dibantu orangtua yang mengarahkan, menasehati dan mendoakannya).
Nikah dengan jodoh dari Tuhan itu bisa saling menjadi penolong yang sepadan sehingga tidak ada perbedaan prinsip/ besar lagi (Kej 2:18). (Ini perlunya pre marital conseling).
2. PROBLEM.
Ber-macam2 problem, misalnya: keuangan, kesehatan, anak, keluarga, perbuatan2 yang salah dan merugikan dll, apalagi kalau menjadi dosa. Seringkali ini menjadi penyebab pertengkaran sebab tidak ada solusi. Tetapi orang beriman harus percaya, di dalam Tuhan pasti ada solusi; kalau problem itu karena dosa, harus bertobat dan berubah; kalau karena ujian harus lulus (bereaksi sesuai Firman Tuhan dan tidak jatuh dalam dosa) maka pertolongan Tuhan pasti datang.
3. TIDAK SETIA.
Ini biasanya karena dosa zina, cinta pada erempuan (laki-laki) lain sehingga cintanya pada istrinya sendiri habis, bahkan bisa menjadi benci. Pemimpin (berhati) sundal itu cari korban dan banyak laki-laki jadi pengkhianat.
Ams 23:28
Maka iapun mengendap-endap seperti penyamun, dan diperbanyakkannya orang khianat di antara segala laki-laki. (TL)
Ini orang yang tidak setia, ingkar janji pernikahan  (Mat 19:5-6). Dosa perzinaan ini yang paling banyak membocorkan cinta suami istri dan merusakkan rumah tangga. Juga rumah tangga orang beriman bisa rusak oleh zina. Tetapi kalau pihak yang benar bisa lulus (tidak bereaksi dosa, tidak menuruti cemburu yang salah), maka Tuhan masih bisa menolong hidup nikah ini, sebab Tuhan yang akanbertindak tegas dan adil. Kalau yang berzina tidak bertobat melebihi waktunya, biasanya hukuman Tuhan datang dengan dahsyat (WL: dirajam).
Tentang cemburu yang timbul, harus hati2 meskipun karena cinta. Tetapi cemburu bisa juga timbul karena menutupi kesalahannya sendiri lalu menuduh dan cemburu yang di-buat2. Cemburu dari Allah itu tidak pernah salah, selalu benar, adil dan ada bukti Nahum 1:2, tetapi cemburuan manusia biasanya selalu ber-lebih2 karena emosi, tidak bisa menyangkal diri dan tidak bisa mengampuni. Sebab itu orang beriman harus selalu menahan cemburunya, menyerahkan pada Tuhan supaya tidak sampai berdosa, sebab kita diwajibkan mengampuni 70×7 Mat 18:22 dan menyangkal diri sehingga tidak berdosa, maka Tuhan sendiri yang bekerja dengan tepat dan dahsyat, tergantung dari dosa dan pertobatan suami/ istri yang tidak setia.
Ada seorang pelayan Tuhan, setiap kali ke luar negeri selalu berzina, juga di dalam negeri. Istrinya tidak berdaya, hanya sedih, makan hati dan pasrah pada Tuhan. Ia mendengar Firman Tuhan yang keras tentang Maz 99:8, ia marah dan pindah Gereja dengan begitu mudah. Sesudah beberapa tahun ia tergeletak di rumah sakit karena penyakit akibat hubungan kelamin, waktu mau mati gembala yang mengajar betul yang ditinggalkan diminta datang. Ia bertobat sungguh-sungguh, ia masih ingin hidup tetapi waktunya sudah habis dan mati. Dalam Wasiat Lama dirajam sampai mati sebab belum ada penyakit kelamin yang dahsyat seperti sekarang. Orang ini tidak dirajam tetapi mati dan Tuhan izinkan. Orang beriman harus setia pada Gerejanya, setia pada istri atau suaminya, pada keluarganya dan di atas semuanya setia pada Tuhan, enak atau tidak enak, mengerti atau tidak.
4. Kata2. Ini jadi penyebab pertengkaran yang mungkin terbanyak. Mengapa seorang bicara jelek sehingga timbul pertengkaran. Sebab:
1. Kebiasaan bicara semaunya sendiri.
2. Tidak mau menyangkal diri, ada yang dikehendaki, tidak peduli menyakiti hati orang atau tidak, dikatakan saja.
3. Karena sombong merasa lebih, sadar atau tidak kata2nya itu banyak menusuk hati orang lain.
4. Karena bodoh, bicaranya ngawur.
5. Tidak punya kuasa untuk mengendalikan mulutnya. dsb.
Ini sebabnya tanda baptisan Roh Kudus itu ditaruh di lidah Kis 2:33, sebab anggota tubuh ini yang paling banyak dan paling mudah berdosa, tetapi kalau sebelum bicara mau berdoa dahulu (lebih2 dengan bahasa lidah), maka kuasa, nasehat dan pimpinan Tuhan akan diberikan Roh Kudus untuk bisa mengendalikan lidah sehingga kata2nya tidak jadi laknattetapi jadi berkat, sehingga tidak bertengkar. Yak 3:1-6.
Kesalahan dalam ber-kata2 juga jadi tanda yang jelas dari pertumbuhan rohani; kalau seorang makin meningkat rohaninya, maka kesalahan ber-kata2 juga makin berkurang, apalagi kalau menjadi sempurna, mulutnya juga tidak bercacat-cela Wah 14:5. Untuk ber-kata2 dengan benar itu perlu:
4.1. Kemauan.
4.2. Pengertian Firman Tuhan yang bertumbuh, istimewa tentang lidah. (Lihat buku lidah).
4.3. Mau menyangkal diri.
4.4. Kuasa Allah, banyak berdoa.
Juga tentunya 7 KPR lainnya, maka lidah ini tidak jadi penyebab pertengkaran tetapi menjadi berkat dan memuliakan Tuhan.
5. Emosi. Ini adalah salah satu api yang bisa membuat pertengkaran menjadi dahsyat. (benci, marah, sombong juga bisa membakar pertengkaran sehingga cepat menjadi besar dan dahsyat).Sebab itu hati2, jangan bermain api emosi, nanti terbakar dan menyesal. (Kalau ada anak kecil main korek api sambil tidur2an, orangtuanya akan terkejut dan marah serta menghentikannya, sebab mereka bisa membayangkan bagaimana kalau kasur dan selambunya terbakar dan anak itu terpanggang di dalamnya. Tetapi si anak tidak punya bayangan yang ngeri2, ia hanya membayangkan yang indah2 dari nyala api itu. Sebab itu kanak2 rohani suka bertengkar. 1Kor 3:3-4.
Beberapa kasus, karena menuruti emosi, mengakibatkan hal-hal yang tidak diinginkan, kata2 yang kasar dan tidak terkontrol, hati makin marah dan bencinya men-jadi2 dan tidak bisa menahan diri untuk tidak memukul bahkan membunuh pada akhirnya. Mengapa? Sebab benci dan bunuh itu hanya berbeda tingkat, tetapi dosanya sama (1Yoh 3:15). Jadi kalau tidak mau menyangkal diri, lalu emosi itu menyalakan hati (benci, marah), mulut (kata2 yang tidak patut) dan tangan (bertindak) dan biasanya akibatnya parah dan sesudah sadar orangnya menyesal tetapi sudah terlambat.
Suami istri yang berkelahi sampai hatinya jadi benci, mulutnya jadi jahat lalu tangannya mulai memukul, itu seperti orang gila Gadara. Kepala (suami) menyuruh tangannya memukul tubuhnya, lalu tubuh (istri) mengangkat tangannya memukul kepalanya sendiri, inilah suami istri yang ber-pukul2an itu seperti orang gila Gadara, kepala dan tubuhnya sendiri saling menggigit dan memukul. Bagaimanapun juga suami tidak boleh memukul istri dan sebaliknya, jangan jadi orang gila Gadara, bahkan pertengkaran itu tidak patut bagi suami istri di dalam Tuhan.
Istri pemilik usaha melihat tukangnya bekerja kurang baik, menegurnya seenaknya saja. Si tukang jengkel dan mengancam, saya bunuh engkau. Istri berkata, ayo kalau berani, tukang itu langsung memukulnya dengan batang besi (?) sampai mati. Suaminya datang dipukul juga mati. Orang-orang menyesali, tetapi nasi sudah menjadi bubur percuma disesali.
Ada seorang suami pulang kantor sore sudah lelah dan penuh problem. Istrinya menyambut dan mengatakan saudara iparnya di sebelah me-ngata2i dia keterlaluan. Langsung suaminya emosi naik pitam mendatangi iparnya itu dan berkelahi, akhirnya ia membunuhnya. Sesudah mati, baru sadar, sangat sangat menyesal, tetapi nyawanya sudah tidak bisa kembali. Oleh karena itu, jangan menuruti emsoi, itu berbahagia.
Sebab itu sebelum berkelahi, berdoalah dahulu se-kuat2nya selama mungkin. Ini nasehat aneh, tetapi kalau sudah terlanjur jatuh dalam arena pertengkaran, berdoalah sungguh2 pada Tuhan lebih dahulu, minta tolong Tuhan. Tuhan akan menolong kelemahan kita sehingga mungkin menjadi korban tetapi tidak makan korban dan Tuhan akan memimpin sehingga tidak jadi korban yang parah (sebab kalau sudah di tangan Tuhan, Tuhan yang melindungi sampai rambutpun terpelihara Mat 10:30).
6. Occultisme. Pekerjaan setan langsung, guna2 dll. Biasanya orang Kristen yang ada Kristus di dalamnya, tidak akan kena serangan iblis, kecuali sengaja membuka hati bagi iblis. Ada suami istri terus berkelahi sebab di-guna2 perempuan lain disembunyikan si suami, supaya mereka cerai.Jadi kemungkinan ini juga masih ada untuk orang Kristen tanpa Kristus. Apalagi yang keras hati dalam perzinaan, Tuhan Yesus sudah diusir keluar dari hatinya, sehingga iblis yang ada dalam hatinya bisa menguasainya. Tetapi kalau orang Kristen ada Kristus dalam hatinya dan berdoa, minta karunia2 membedakan roh dan hikmat kuasa Allah, lebih2 dalam (pelayanan) pertengkaran suami istri, Roh Kudus akan memimpin dan menolongnya sehingga terlepas dari segala tipu daya dan pekerjaan iblis.
III. MENGALAHKAN PERTENGKARAN.
Per-tama2 Orang beriman harus bisa mencegah pertengkaran sehingga tidak diganggu oleh pertengkaran dan ini kehendak Tuhan. Mencegah pertengkaran itu sama dengan mencegah berdosa, yaitu dengan hidup tetap suci, bukan berdosa lagi lalu minta ampun dan membereskan. Begitu setiap orang beriman harus selalu berusaha mencegah pertengkaran suami istri, sebab ini kehendak Tuhan, supaya tetap sukacita dan bahagia di dalam Tuhan. Kalau toh terjadi perbedaan pendapat dan keinginan, tetaplah tinggal dalam batas2 normal, terus dipimpin Roh dalam kasih dan kesucian di jalan sempit supaya tidak sampai berkelahi.
Kalau toh  sampai berkelahi, harus secepatnya diselesaikan.
Cara menyelesaikan pertengkaran (sudah berdosa; ingat ribut tetapi tidak beda, itu masih termasuk normal, bisa langsung diselesaikan):
Cara mengatasi pertengkaran.
1. Mau berdamai kembali. Ingat janji nikah itu untuk seumur hidup dan Tuhan jadi saksi dan sekaligus Hakim bagi yang melanggar. Sebab itu problem apapun dan pertengkaran yang bagaimanapun harus diselesaikan supaya tidak mengganggu hubungan suami istri. Minta hikmat, kuasa dan pimpinan Roh Kudus dengan terus berdoa kepada Tuhan! Jangan beri tempat pada iblis untuk merusak hubungan pernikahan suami istri, sebab itu pertengkaran dan semua dosa harus dibereskan.
2. Penyebab pertengkaran harus dibereskan. Kalau memang mau berdamai (itu kehendak Tuhan juga 5a 5b) maka duduklah ber-sama2 dan bicarakan problem itu baik2 sambil berdoa sebelumnya. Jangan terus debat atau saling menyalahkan, tetapi saling mengakui dosa masing2 Yak 5:16, maka Roh Kudus pasti akan menolongnya. Kembali saling mengasihi, bukan benci. Duduk bersama, saling membelai dan mencium, adalah kehendak Roh Kudus supaya suami istri kembali atau tetap tinggal manis di dalam hadirat Tuhan. Kalau mau, Allah itu maha kuasa, Dia sanggup membuat kerukunan dan kemanisan antara suami istri, Dia selalu pakai jalan dan menguasai segala sikon, bagi Allah tidak ada yang mustahil! Kalau perlu usir pekerjaan iblis yang mau masuk, kalau tidak tahu, berdoalah dalam Roh, nanti Roh Kudus yang mengangkat doa yang paling tepat dan dengan kuasa Roh.
a. Problem yang tidak bisa di???? segera diselesaikan misalnya tentang kesukaran keuangan, atau problem yang menyangkal orang lain. Tetapi paling sedikit suami istri harus sehat dan minta pertolongan Tuhan untuk menyelesaikan problem itu, sambil terus sehati, terus berdoa, minta pimpinan Roh sampai problem itu selesai.
b. Problem antara suami istri atau dengan anak2. Belajar saling mengakui salahnya dan memperbaikinya.
Seringkali orang yang tidak mau mengakui itu disebabkan karena tabiat sombong. Jangan pakai tabiat lama ini, buang, tinggalkan dengan iman (Kol 3:9-10) dan rendahkan diri supaya jangan direndahkan oleh Tuhan (1Pet 5:5-6). Lepaskan semua tabiat lama!
Masing2 harus bertobat lebhi dahulu. Jangan menuntut pihak yang lain bertobat, tetapi dirinya sendiri harus bertobat lebih dahulu, lalu minta tolong pimpinan Tuhan.
 
Kalau ada pendapat yang berbeda, minta pimpinan Tuhan, cari ayat2 dalam Alkitab tentang perbedaan pakam itu, sebab Firman Tuhan di atas suami istri dan suami istri harus taat akan Firman Tuhan, bukan kehendaknya sendiri. Kalau masih sulit bisa menolong nasehat gembala sidang atau gembala2 kecil (yang bisa dipercaya, bisa memelihara rahasia pelayanan dan tulus dipimpin Roh).
Mungkin ada problem yang belum segera bisa selesai, tetapi hubungan suami istri harus beres lebih dahulu, jangan beri tempat pada iblis dalam hubungan nikah (yaitu jangan ada dosa benci, marah, tidak suka dll).
Kalau iblis dapat tempat, pasti ia akan merusakkan dan menghancurkan rumah tangga. Jangan ada dosa tetapi ada pengampunan kasih dalam kesucian.
c. Kadang-kadang yang menjadi sebab adalah tabiat lama yang  terus dipertahankan, itu bodoh dan salah. Misalnya keras hati, sombong, pemarah dll, takut jelek, semua harus dibuang. Orang percaya Tuhan Yesus pasti bisa! Kita sudah merdeka Rom 8:36; 6:1-2, Gal 5:1. Jangan mau diperhambakan dosa lagi.
 
3. Hari ini harus selesai Ef 4:26. Jangan keras hati dalam dosa, itu berartitinggal di tangan iblis dan neraka, hari ini harus selesai, dengan Tuhan (asal sungguh2 mau, pasti Dia sanggup menolong kita menyelesaikannya sebab bagi Tuhan Allah tidak ada yang mustahil). Selesai berarti dalam hati tidak ada sisa dosa atau perasaan yang jahat, atau perasaan tidak senang dan bisa bicara kembali dengan baik, supaya kembali 1+1=1.
4. Minta tolong.
Kalau ada saudara seiman yang hidup suci, kesaksian nikahnya baik, atau pemimpin/ gembala (seharusnya mereka orang-orang yang benar), bisa minta tolong pada mereka. Perlu diperhatikan oleh pemimpin2 dan saudara-saudara yang menolong, sesudah menolong, hal ini harus dirahasiakan (rahasia pelayanan) jangan diwarta beritakan ke mana2. Mengapa?
1. Kalau diceritakan, apalagi pada orang yang suka cari2 bahan (kulak werta) keadaan bisa kacau, ribut dan menjadi laknat, tidak jadi berkat.
2. Ini problemnya antara suami istri (pengakuan cukup diantara suami istri), jangan diberitakan, kecuali laporan pada gembala/ pemimpinnya untuk di follow up ber-sama2 dalam doa dan pemulihan.
Jangan minta tolong pada saudara seiman yang tidak bertobat atau yang nikahnya rusak, justru bisa ketularan dosanya dan jadi lebih parah.
5. Kalau sudah selesai, pulihkan hidup nikah baik2 supaya bisa kembali ber-kasih2an dan menjadi satu (1+1=1), supaya mencegah kemungkinan api2 yang akan datang dengan cara……
5.a. Terus lekat dengan Tuhan. Yoh 15:5, Rom 8:31. Ini posisi yang paling kuat!
Sebab dalam setiap pertengkaran (dosa), daging dan iblis selalu ikut campur hendak menerkam yang berdosa atau lengah 1Pet 5:8. Sebab itu jangan lagi ada dosa, buang jauh2 semua dosa, segera bertobat dan kembali di pihak Tuhan Yak 4:7-8, lalu usir iblis (langsung usir, jangan tertuduh dan merasa lemah). Tuhanlah yang menyuruh orang yang baru bertobat untuk mengusir setan dan kembali lekat pada Tuhan. Sesudah itu hubungan dengan Tuhan harus dipelihara dengan 7 Kebutuhan Pokok Rohani (lihat buku tentang 7 KPR oleh Pdt. Jusuf BS) sebab rohani yang sehat harus dipelihara (seperti tubuh yang sehat mutlak harus dipelihara).
5.b. Taat dipimpin Roh sesuai dengan Firman Tuhan, sebab itu suami istri harus terus dipimpin Roh (berdoalah terus dalam Roh dan kebenaran), maka suami istri akan bisa mengerti pimpinan Roh Kudus dan kuat melakukannya, sehingga nikahnya tetap manis dan tidak sampai timbul pertengkaran, hanya pertengkaran yang normal. Ini membutuhkan penyangkalan diri, termasuk mau mengampuni 70×7, Mat 18:22. Berdoalah terusdalam Roh dan kebenaran supaya bisa membereskan penyebab pertengkaran, lalu dipulihkan dan tumbuh kembali dalam kesucian dan kasih Kristus.
Semua yang berdosa jangan keras hati!! Jangan tetap tinggal dalam dosa, sebab itu berarti mempertahankan pintu masuk bagi iblis, perusak dan pembinasa dan memberi tempat dalam hati (hidupnya), ini berarti celaka besar! Neraka akan menyala dalam rumah itu!
Harus saling mengakui dosa dan saling mengampuni dengan jujur. Kalau toh si suami belum mau mengakuinya, tetap suami istri harus mengampuni atau sebaliknya. Yang betul, keduanya harus saling mengakui dan mengampuni Yak 5:16.
(Jangan menunggu yang salah mengakui baru mengampuni, tetapi ampuni musuhmu (yang tidak mau bertobat), bukan hanya sahabatmu Mat 5:44).
Mengampuni berarti mau menerima kerugian, kerusakan dari semua kesalahannya dan semua akibat pertengkaran ini. Dengan pertolongan Tuhan suami istri harus kembali memperbaiki semua kerugian dan kerusakan itu.
Bagaimana sikap anak2? Seringkali anak2 kecil tidak mengerti, tetapi mereka bisa diajar untuk mendoakan sebab Tuhan mendengar doa anak2 sebab tulus. Mat 19:14. Anak (lebih2 yang sudah besar) adalah anak dari bapak dan ibu, sebab itu semua anakharus jadi pendamai, jangan berpihak atau komplotan, itu dosa. (Tentang ada pihak yang salah, doakan dan kalau mungkin dan bisa, beri nasehat dengan hormat, sopan sebagai anak terhadap orangtua Ef 6:2). Orangtua harus ingat, perbuatan orangtua (apalagi yang suka berkelahi, tidak mau bertobat, memperbaiki dan mencegah) itu bisa jadi cacat batin atau “hantu” bagi anak2, sekalipun sudah dusta, sehingga kalau mereka melihat calon istri atau suaminya, mereka ingat pengalaman buruk dari kedua orangtua yang dicintainya tetapi tidak habis2nya berkelahi terus.
Orangtua, mertua, minta hikmat dan kuasa Tuhan dengan kasih dan adil bantu penyelesaiannya. Kalau perlu masuk dalam problem, mintalah pimpinan Roh sebab seperti rumah kebakaran, perlu kita tolong Yak 4:17. Imam Eli tidak bisa lepas tangan dari Hofni Pinehas, sekalipun mereka sudah dewasa, tetapi tolonglah dengan doa dan minta pimpinan Roh Kudus.
Yang tahu, tetapi tidak berwenang, bukan tanggungjawabnya, doakan, sebab pertengkaran berarti pekerjaan setan dan kalau kita mendoakannya (Yak 4:17) itu berarti menolong mereka, apalagi kalau pertengkaran itu lebih parah dan mau menjurus pada perceraian (ingat 7 tingkat perceraian. Lihat buku Pameran Pernikahan).
IV. TUJUAN PERNIKAHAN.
Orang menikah bukan hanya karena naluri sex dan cinta, tetapi supaya menjadi lebih baik Kej 2:18. Apa artinya lebih baik?
Lebih baik di hadapan Allah yaitu makin meningkat rohaninya, sehingga waktu mati (atau pengangkatan) masuk dalam Surga dan tingkat rohaninya sudah semaksimal mungkin. Ini tujuannya, harus diutamakan, meskipun kita tetap harus bekerja untuk kebutuhan di dunia. Untuk segala keperluan hidup di dunia, Tuhan akan menyediakannya sesuai dengan kemampuan kita memakai dan menanggungnya.
Iblis berusaha dengan segala cara untuk menjatuhkan  dan ber-tambah2 dalam dosa sampai se-tinggi2nya sehingga waktu mati masuk di neraka dan ber-sama2 iblis melawan Allah, tetapi semua akan dihukum dalam Tasik api.
Jadi Tuhan menolong kita ke Surga, iblis menipu dan menarik ke neraka, tetapi suami istri itu sendiri yang menentukan, apakah mereka ikut Tuhan atau iblis. Kalau nikah kita berjalan menurut ril Tuhan, maka kita akan mengalami stasiun2 yang indah dalam perjalanan ke Surga dan stasiun terakhir adalah Surga, dan kita akan menerima kemuliaan dan pahala sesuai dengan ketaatan kita selama di dunia.
V. PEMELIHARAAN HIDUP NIKAH.
Hidup yang normal adalah kedua suami istri lekat pada Pokok yang benar maka nikahnya akan selalu dalam suasana Surgawi, meskipun tetap ada pencobaan, bahkan yang besar2.
Kalau suami istri tinggal dalam kesucian di dalam Tuhan maka suasana Surga akan ada di tengah2nya Luk 17:21.
Ini bukan angan2 yang muluk tetapi yang normal dan Tuhan masih menyediakan yang lebih indah dan lebih mulia, sekalipun ktia masih tinggal di dalam dunia yang jahat, apalagi nanti dalam Minggu ke-70 Daniel yang dahsyat dan keji, justru kita akan mengalami masa keemasan Gereja.
Nikah seperti juga kesehatan, harus dipelihara secara jasmani dan rohani sesuai dengan peraturan2 Firman Tuhan tentang suami istri, ibu-bapak, menantu mertua dan sebagai umat Tuhan, hamba2 milik Allah. Kalau nikah dipelihara, akan tumbuh dengan baik, bertumbuh makin mulia dan satu kali akan mulia di dalam Surga. (Pelajarilah seluruh segi2 pernikahan lengkap dalam buku seminar dan Pameran nikah oleh pengaran yang sama).
VI. PENCEGAHAN PERTENGKARAN.
Kalau pernikahan dipelihara baik2 dalam kesucian dan kasih Kristus, sesuai dengan peraturan2 Firman Tuhan, maka pertengkaran itu jarang atau tidak ada dan ini pencegahan yang terbaik.
Kata kunci Surga adalah kesucian (dan hanya bisa dinikmati di dalam Kristus) dan kata kunci neraka adalah dosa (menuruti daging, kehendak sendiri, tidak peduli Firman Tuhan) dan semua orang lama cenderung pada hal ini Yoh 3:19, tetapi orang-orang beriman sudah dipindahkan dari kerajaan gelap iblis ke dalam kerajaan Putra Allah Kol 1:13, bebas dari hukum dosa dan hukum maut dan tinggal dalam hukum Roh dan menghidupkan. Sebab itu orang baru bisa hidup suci, merdeka dari dosa, mati lepas dari dosa (Yoh 8:36, Rom 6:1-2). (Lihat buku hukum dosa dan maut dan hukum Roh kehidupan oleh Pdt. Jusuf BS).
Pencegahan dari pertengkaran adalah tidak lagi berbuat dosa dan suami istri masing2 melakukan tugas dan kewajibannya dengan baik,  maka nikah akan ada di ril Tuhan yang ada dalam suasana Surga, menuju Surga yang kekal.
Tetapi kalau ada dosa itu permulaan Neraka, sebab itu, dosa harus segera dibuang. Jangan beri tempat pada iblis!
Dengan berbuat dosa dalam segi manapun, bukan hanya dalam hidup nikah, itu berarti memberi tempat pada iblis Ef 4:27.
Dosa, apalagi dosa perzinaan itu akan membuat kasihnya cepat habis. Tanpa kasih ilahi, hidup nikah jadi tawar, lalu pahit dan akhirnya hancur di neraka. Memelihara hidup nikah tanpa kasih (dan biasanya adadosa yang menjadi penyebabnya) itu jadi mustahil, akhirnya rusak dan hancur. Sebab itu jangan beri tempat pada iblis dengan dosa dalam segi apapun, bahkan dalam angan2!
Jangan lupa dalam pencegahan itu rohani harus dipelihara, sebab kalau rohani tidak dipelihara, timbul dosa dimanapun, maka pertengkaran jadi lebih mudah dan lebih parah. Lekat pada Tuhan Yoh 15:5, maka kita akan lepas dari tipu daya iblis 2Kor 2:11, Mat 26:41 dan terpelihara di dalam Tuhan.
VII. KESIMPULAN.
Kita harus ingat bahwa pertengkaran suami istri itu lain daripada pertengkaran biasa, sebab:
1. Suami istri sudah diikat untuk seumur hidup Mat 19:5-6 dan itu dimaksudkan untuk jadi lebih baik secara jasmani dan rohani, sebab itu jangan mudah menyerah pada dosa dan pertengkaran, sebab Tuhan pasti sanggup menolong yang mau taat.
2. Hubungan nikah itu dimulai dengan kasih yang dan manis, mengapa sekarang berkelahi, ampuni dengan kasih Kristus yang tanpa syarat.
3. Kedua pihak sangat mengenal satu sama lain bahkan jadi satu (1+1=1).
4. Berkelahi itu seperti orang gila (Gadara), sebab kepala menggigit tubuh dan tubuh pukul kepala, sebab itu keduanya menderita.
Di dalam Kristus, kita bisa mencegahnya dan hidup makin bahagia dalam ril Tuhan sampai stasiun terakhir di Surga.
Nyanyian:
Bila Yesus dalam keluarga,
keluarga bahagia 3x.