M3711 – Roma 8:14, Filipi 4:7. Menghadapi Bahaya

I. PRINSIP.
Dalam menghadapi segala perkara, kecil atau besar, kalau kita berjalan dengan Tuhan, semua akan dibereskan Tuhan, asal kita terus taat dipimpin Roh Rom 8:14. (berjalan dengan Tuhan itu seperti Nuh Kej 6:9, seperti Putra manusia Yesus sendiri di dalam dunia Mat 4:1, Luk 4:1,18, juga rasul2 Kis 11:12, bahkan Henokh berjalan dengan Allah bisa sampai sempurna Kej 5:22,24).
Ini prinsip utama, baik waktu senang atau susah, kita harus terus berjalan dengan Allah, dipimpin Roh. Orang seperti ini akan merasa sejahtera dari Allah yang terus mengawali hati dan pikirannya (dan perbuatannya) Pil 4:7 sekalipun dalam saat-saat yang tidak mungkin bisa sejahtera, akan tetap sejahtera dengan sejahtera dari Tuhan (Yoh 14:16). Kalau tidak ada sejahtera, itu berbahaya, sebab itu berarti Tuhan sudah tidak ada dengan dia atau Tuhan tidak setuju dengan dia, ia berjalan sendiri, itu sangat terbatas, tetapi dengan Tuhan Allah Dia sanggup menolong kita tanpa batas.
Sebab itu sangat penting sekarang dan seterusnya, terus berlatih jalan dengan Tuhan, berjalan dalam Roh dalam perkara kecil dan besar. Teruslah berdoa dalam Roh dan kebenaran 1Tes 5:17, Ef 6:18 (hidup benar), ini kuncinya berjalan dengan Tuhan. Dalam segala perkara minta pimpinan Roh sampai mahir berjalan dalam Roh (dengan Tuhan), bisa terus merasa sejahtera dan mahir mendengar suara Roh untuk segala macam tindakan. Hari-hari yang akan datang perkara-perkara yang jahat dan dahsyat pasti terus bertambah, apalagi waktu masuk dalam Minggu ke-70 Daniel, sebab dosa terus bertambah Wah 22:11. Sebab itu kita harus terus berubah dalam tabiat yang baru seperti Kristus dan terus bertumbuh,bertambah suci sampai dalam hati, pikiran dan angan2 (di mana saja, dalam keadaan apa saja, kapan saja) sehingga makin mahir dipimpin Roh, suatu cara hidup yang paling indah dan canggih di dunia ini.
Orang dunia juga menghadapi bahaya biasanya dengan segenap kekuatan dan kepintarannya, sebagian dengan kuasa gelap (iblis memang lebih kuat, lebih pintar dan berpengalaman daripada manusia, tetapi ingat semua itu ada wedal = bayarannya, yaitu nyawa atau hidup kekal masuk Neraka). Kuasa gelap punya cerita-cerita yang hebat, tetapi tetap akhirnya Neraka Mat 16:26 dan belum tentu berhasil, sebab kalau Allah yang melawannya karena dosa-dosanya, iblis keok! Orang dunia paling untung kalau bertemu orang Kristen yang mau bersaksi, lalu dia percaya Tuhan Yesus dan berseru pada Tuhan seperti Niniwe, maka ia akan tertolong.
II. BAGAIMANA ORANG BERIMAN MENGHADAPI BAHAYA.
A. ORANG BERIMAN YANG HIDUP DALAM DOSA.
Bagian ini hasilnya sangat berbeda dengan orang beriman yang hidup dalam kesucian. Orang yang hidup dalam kesucian akan tumbuh terus (yang hidup dalam dosa malah merosot), berubah terus, baik tabiatnya, makin mahir mengerti kebenaran Firman Tuhan, punya pondasi rohani yang kuat dan makin mahir berjalan dengan Tuhan sehingga dalam segala saat siap menghadapi bahaya dll dan siap bertemu Tuhan Amos 4:12.
1. Kalau tetap dalam dosa, maka ia akan binasa. Sekalipun orang beriman kalau undur, hidup dalam dosa, hukuman tetap datang kepadanya sesudah waktunya habis. Seperti waktu Israel perang dengan kota Ai, 36 orang mati dalam peperangan, dan semua itu tidak kebetulan; yang mati adalah orang yang patut mati Yer 15:2.
2. Bertobat sungguh-sungguh2, sehingga diharapkan Tuhan menolongnya. Sebab itu dalam menghadapi bahaya nomer 1 adalah bertobat! Minta ampun dan sungguh-sungguh-sungguh-sungguh bertobat sampai seterusnya, jangan kembali lagi! jangan menipu Allah, Ia tahu dan yang pura-pura akan celaka! Kadang-kadang orang sakit yang minta ampun, tetap mati sebab waktunya habis, tetapi tetap harusbertobat sungguh-sungguh-sungguh-sungguh, sebab yang penting bukan hanya lepas dari bahaya maut, tetapi jugalepas dari neraka kekal. Penjahat yang di salib bertobat sungguh-sungguh-sungguh-sungguh tetapi tetap mati, ia tidak menyesal sebab tetap harus mati, ia tetap bertobat dan selamat kekal.
Ada orang bertobat tetapi tidak tertolong, marah-marah  dan ber-sungut-sungut, ia celaka dua kali, kena bahaya dan keselamatannya hilang. Bertobat itu yang paling betul, ditolong atau tidak itu nomer 2, yang penting kalau mati jiwanya masuk Surga! Sebab itu bertobatlah, lebih baik lagi mulai sekarang hidup benar, kalau toh ada dosa, jangan tunggu bahaya baru bertobat. Bertobat sungguh-sungguh-sungguh-sungguh, berjalan dengan Tuhan (berjalan dalam Roh), mulai sekarang, itu yang paling baik.
Jadi orang beriman yang bertobat sungguh-sungguh  masih bisa ditolong Tuhan seperti Achab yang jahat itu.
3. Karena doa syafaat Abraham, Lot tidak binasa tetapi selamat. Sesudah terlepas , harus tetap terus bertobat, kalau kembali dalam dosa, hukuman yang lebih berat bisa jatuh atasnya.
4. Sesudah tertolong, jangan kembali dalam dosa, itu menyakitkan hati Tuhan. Selain itu orang-orang dosa ini sebab tingkat rohaninya rendah, tidak mengerti, sehingga sesudah menang atau terlepas dari bahaya, tertolong, sering berbuat salah atau hal-hal yang sia-sia. Seperti Saul sesudah menang melawan orang Amalek, ia mengambil lembu domba yang gemuk-gemuk dan Agag dihidupi, Tuhan marah pada Saul, tetapi Saul tidak bertobat dan celakalah ia, ia dibuang Tuhan.Achab sesudah menang, melepaskan Benhadad dan justru bersahabat dengan dia, akhirnya celaka!
Yoas sebab tidak mengerti, karena ia tidak suka Firman Tuhan seperti Daud, tidak mengerti bahwa ia diberi pertolongan oleh Tuhan lewat Elisa, hanya menang tiga kali lalu kalah, itu hanya celaka yang ditunda, akhirnya toh celaka sebab tidak mengerti Firman Tuhan. Orang-orang berdosa sebab bodoh, tidak tumbuh, sudah tertolongpun tetap celaka.
Raja Amazia sesudah menang perang melawan orang Edom dengan pertolongan Tuhan, lalu Amazia mengambil berhala2 orang Edom dan menyembahnya. Suatu kebodohan yang mencelakakan. 2Taw 25:11-16. Begitu sangat bodoh sebab iman, pengertian Firman Tuhan dan rohaninya sangat dangkal. Sebab itu jauh lebih baik kalau kita terus belajar dan tumbuh sebelum ada pencobaan, supaya waktu menang karena berdoa dan percaya tetapi sebab tidak ada pengertian, umat Tuhan binasa Rom 10:2,2. Selagi tidak ada apa-apa, sebelum ada godaan atau malapetaka, pakai kesempatan yang ada untuk belajar Firman Tuhan dengan limpah. Supaya waktu besar sudah penuh dengan pengertian Firman Tuhan sehingga bisa melayani dengan baik, dan menghadapi semua problem dengan berkemenangan.
Dalam belajar juga harus taat sebisa-bisanya, sehingga dalam pencobaan atau sesudah menang, tidak sampai jatuh dan celaka!
B. ORANG BERIMAN YANG DISERTAI TUHAN.
Hubungan orang beriman dengan Tuhan itu bisa bertingkat-tingkat, mulai dari Pintu Gerbang sampai Tabut = mempelai. Tuhan adil mau menyelamatkan semua, tetapi orang Halaman seringkali jatuh bangun dalam dosa, bertabiat kanak-kanak, sehingga seringkali mereka sendiri membuat dirinya celaka. Tetapi orang-orang dalam Roh Kudus yang bisa berjalan dengan Tuhan, apalagi makin dekat dan lekat dengan Tuhan, maka pemeliharaan Tuhan lebih nyata dalam hidupnya seperti Elia, selamat di tengah-tengah orang jahat yang sangat ganas, lebih-lebih Izebel. Zedekia dkk sekalipun percaya Tuhan, tetapi hidup dalam dosa melawan Allah binasa dengan mengerikan, nyata benar bedanya, doanya tidak dijawab.
CARA MENDAPAT PERTOLONGAN TUHAN.
1. Tetap hidup suci (kalau ada dosa, sungguh-sungguh-sungguh-sungguh bertobat). Kalau hubungan dengan Tuhan baik, semua akan lebih mudah, Roh Kudus bisa bekerja lebih bebas dan hasilnya akan lebih baik. Mengapa?
Sebab orang yang hidup terus menerus dalam kesucian itu tumbuh rohaninya, sehingga
– punya pengalaman berjalan dengan Tuhan,
– punya pondasi iman yang baik (Mat 7:24-28),
– makin mahir pikul salib,
– makin banyak mengerti kebenaran Firman Tuhan,
– punya persekutuan dalam tubuh Kristus yang baik,
– bisa berdoa dalam Roh dan kebenaran,
– bisa pelayanan dan berbuah-buah (ini ciri2 Ruangan Suci yang sama dengan 7 KPR). Sebab itu, orang seperti ini, dalam bahaya, akan lebih mudah dipimpin Roh, tidak panik dan tidak berjalan atau memutuskan segala perkara sendiri tetapi banyak bertanya-tanya Tuhan 1Taw 16:11. Sebab punya hubungan baik dengan Tuhan.
2. Terus dipimpin Roh dengan terus menerus berdoa dalam Roh dan kebenaran. Jangan berhenti belajar berjalan dengan Tuhan sampai makin mahir dantumbuh terus sampai seperti Kristus.
Orang yang berjalan dengan Tuhan itu akan:
a. Tetap hidup dalam sejahtera. Kalau hilang sejahtera, harus cepat tanya Tuhan dan memeriksa semua, mengapa hilang sejahteranya, lalu pelihara hubungannya dengan lebih teliti.
b. Minta pimpinan Tuhan, jangan bertindak sendiri kalau tidak ada sejahtera. Kalau kita dipimpin Roh, akan ada sejahtera Allah dalam hati kita. (Orang yang berjalan dengan Tuhan tandanya adalah ada sejahtera Allah. Tetapi orang yang tidak dipimpin Roh, sejahtera tidak bisa menjadi patokan-patokan. Orang yang ikut Tuhan dengan setengah-setengah dan mendua itu akan kacau, lebih-lebih dalam keadaan kritis dan bahaya, sebab ia tidak punya pegangan. Sebab itu sungguh-sungguh-sungguh-sungguhlah ikut Tuhan dengan segenap hati, jangan setengah-setengah atau mendua). Akal tetap dipakai, tetapi harus tunduk padapimpinan Roh, yakin itu sesuai dengan kehendak Tuhan, tidak melawan Firman Tuhan dan tetap dalam kesucian. Perhatikan sikon tetapi terus berdoa.
Kalau sudah yakin, ada sejahtera, baru bertindak.
3. Jangan melangkah sendiri kalau tidak yakin itu kehendak Tuhan, jangan bertindak dahulu, berdoa lagi, lebih-lebih dalam Roh dan kebenaran, sampai yakin dan ada sejahtera. Sebab itu terus bersekutu dan menunggu Tuhan.
Jangan kuatir, takut atau panik, nanti bisa bereaksi salah dan celaka. Kadang2 kita hanya berdiam diri dan Tuhan yang berperang ganti kita. Ia mengatur sikon yang kita hadapi. Orang yang punya niat jahat, tahu-tahu dibatalkan dan pergi. Tetapi jangan mendikte Allah suatu cara tertentu, melainkan minta pimpinan Roh, pasti itu yang terbaik. Kadang-kadang seorang merelakan dirugikan sedikit uang dan semua berhenti, bukan harap pada uang tetapi tetap harap pada Tuhan dan kalau toh dirugikan, ya relakan dengan minta pimpinan Roh. Kalau sudah yakin Tuhan pasti tolong, bersyukurlah terus menerus dan minta pimpinan Roh, bagaimana kita harus bertindak.
4. Minta peneguhan dari Tuhan lewat nasehat, peristiwa, nubuat (hati-hati nubuat palsu), mimpi dll dan itu semua harus selalu cocok, tidak bertentangan dengan Firman Tuhan. Kita harus bertindak dengan yakin, dengan iman dari Firman Tuhan. Iman kadang-kadang bertentangan dengan akal seperti Gideon, Samson dll, tetapi kalau ada keyakinan dari Tuhan dan ada sejahtera, bertindaklah!
Jangan lupa, mujizat dan kuasa Tuhan masih ada, kadang-kadang tidak nyata seperti dalam kitab Ester tetapi Tuhan tetap bekerja.
III. CONTOH2 BAGAIMANA MENGHADAPI BAHAYA.
Cara praktis lain adalah:
1. Berdoa (kalau perlu puasa). Kita harus berdoa terus dalam Roh dan kebenaran. Tekun berdoa itu salah satu pokok penting dalam menghadapi segala macam kesukaran dan waktu berdoa seringkali Tuhan bicara untuk memperbaiki hidup rohaninya, tetapi tentu juga Ia tidak lupa akan bahaya yang kita hadapi. Kalau rohani sudah dipelihara baik-baik maka doa orang benar itu besar faedahnya Yak 5:16 dan itu pasti nyata pada saatnya.
Waktu Hizkia menghadapi musuh yang begitu banyak dan dahsyat, Hizkia naik ke bait Allah dan berdoa. Lalu ia mencari jawaban suara Tuhan dari nabi Yesaya 2Raj 38:37; 39:1-7. Disini, dalam bahaya Hizkia terus menerus berdoa kepada Tuhan 2Raj 39:14-19. Lalu Tuhan bicara lewat utusan nabi Yesaya pada Hizkia 2Raj 39:20-34. Tuhan sendiri yang berperang ganti Yesaya dan malaikat Tuhan membunuh 185.000 tentara Sanherib raja Asyur, sehingga Hizkia mendapat kemenangan yang luar biasa. Berdoa terus, ber-tanya-tanya akan Tuhan, Dia tidak pernah terlambat, pasti Tuhan tolong.
2. Dengan iman akan Tuhan. Seperti raja Asa waktu menghadapi 1.000.000 orang Kusyi dan 300 rata perang. Sebab Asa berdoa dan percaya maka ia mengalami kemenangan yang besar. 2Taw 14:10-15. Doa dan iman ini menghasilkan kemenangan dan jarahan yang besar. Lalu Asa membuat perbaikan-perbaikan radikal sesudah diingatkan oleh Azarya bin Oded 2Taw 15:1-19. Tentu jauh lebih baik dan hasilnya lebih indah, kalau sebelum ada problem yang besar kita sudah terus diperbaiki dan disucikan, itu jauh lebih menguntungkan. Sebab itu orang yang mengerti kebenaran Firman Tuhan itu lebih untung, sebab ia mengerti dan bisa terus memperbaiki diri dan Gereja atau kelompoknya, sudah dipersiapkan senantiasa dan terus tumbuh, bukan saja untuk menghadapi problem-problem dan kesukaran-kesukaran yang besar, tetapi juga terus tumbuh dan melakukan kehendak Tuhan. Maka bukan saja problemnya tertolong tetapi ia makin meningkat dalam kemuliaan yang kekal yang akan datang,  dan rohaninya juga makin kuat untuk kekal.
3. Peran pikiran manusiawi. Pikiran orang banyak itu berbeda-beda, ada yang cerdik, ada yang bodoh dan dungu, ada banyak variasi. Untuk bahaya kecil memang reaksinya banyak tergantung dari kemampuan masing-masing. Tetapi kalau problem yang dihadapi dahsyat, maka semua kemampuan manusiawi yang ber-beda-beda itu tidak cukup,terbatas, dan semua celaka; tetapi kuasa Tuhan tidak terbatas dalam segala bahaya dan ancaman yang bagaimanapun. Sebab itu orang yang lekat dengan Tuhan itu bisa mendapat pertolongan Tuhan dengan hasil lebih dari biasa. Sebab itu terus berdoa, percaya dan berharap pada Tuhan. Misalnya Daniel dkk lolos dari bahaya yang lebih dari kemampuan manusiawi.
Kita boleh memakai pikiran dan kemampuan kita, tetapi jangan mengandalkannya lebih dari Tuhan, jangan berharap padanya, berharap pada Tuhan dan berdoa terus menurut pimpinanNya.
Lakukan pekerjaan se-hari-hari yang rutin (ke sekolah, bekerja, beribadah dsb), jangan kuatir ber-lebih2. (Kuatir yang patut itu berguna, misalnya berjalan di atas tembok tinggi, harus takut jatuh supaya ber-hati2, tidak sembarang atau ber-main2. Ini takut atau kuatir yang wajar. Lalu lintas yang ramai dan kadang-kadang beberapa banyak orang bersikap ugal-ugalaan, kita takut lalu hati-hati, ini baik, bukan takut yang ber-lebih-lebih). Kuatir yang membawa orang lari kepada Tuhan Yesus, itu baik, tetapi jangan terus kuatir, tetapi serahkan semua pada Tuhan 1Pet 5:7.
Jangan terus takut, terus berdoa dalam Roh dan kebenaran (kalau ada dosa bertobatlah), cari Tuhan sampai timbul iman dan keyakinan akan pertolongan Tuhan sehingga tidak lagi takut tetapi timbul iman dan sejahtera, lalu terus berdoa dan bersyukur akan pertolongan Tuhan yang pasti Tuhan berikan, yang akan datang. Kalau belum ada sejahtera dan masih takut (belum yakin) jangan diam, tetapi terus berdoa dan dengar suara Roh, perhatikan Firman Tuhan yang diingatkan Roh Kudus (Yoh 14:26).
Pikiran kita (dalam pimpinan Roh dan tidak bertentangan dengan Firman Tuhan) tetap perlu dipakai secukupnya. Dalam menghadapi krisis atau kekurangan uang, berdoa dan bekerja baik2 (2Tes 3:10) sambil terus minta pimpinan Roh, maka Tuhan akan buka jalan. Pikiran yang betul itumendorong kita bekerja dengan rajin dengan sungguh-sungguh-sungguh-sungguh, dengan kreatif (cari jalan) sambil berdoa maka Roh Kudus akan memimpin. Jadi pikiran tetap dipakai tetapi tetap dengan sejahtera Allah dan terus minta pimpinan Roh Kudus.
Dalam menghadapi problem dengan orang-orang dunia atau saudara-saudra seiman, tetap pikirkan jalan keluar yang baik (1Tes 4:8-9) sambil memeriksa dan menggenapi semuasyarat2 berjalan dengan Tuhan (bahkan tidak menunggu ada problem, tetapi terus menerus tumbuh dan ber-tambah2 dalam rohani), maka:
* Saling menasehati dengan tulus dan kasih. Pil 2:1, Kol 4:16 dan doa bersama, maka kita bisa saling tolong menolong memikul beban bersama Gal 6:2, hasilnya akan lebih indah, sebab berdoa bersama-sama bisa saling menguatkan dan menggerakkan Tuhan Mat 18:19-20, dan kekuatan rohani lebih meningkat (baik dalam keluarga, dalam sel group, dalam Gereja) karena inti pertolongan kita adalah Tuhan Yesus, Dia adalah jawaban kita dalam segala perkara.
KESIMPULAN.
Prinsip jawaban kita dalam menghadapi bahaya atau problem apapun, adalah Tuhan Yesus. Dengan Tuhan Yesus akan ada sejahtera, pimpinan dan perlindungan yang kuat untuk mencapai hasilnya. Doa dalam Roh dan kebenaran (hidup benar) itu melekatkan kita dengan Tuhan Yesus yang merupakan jawaban kita untuk segala perkara.
Yang perlu kita perhatikan adalah:
1. Sebelum kita menghadapi bahaya atau problem yang berat. Siapkan diri baik2, terus tumbuh dalam rohani, dalam berjalan dengan Tuhan dan pengertian Firman Tuhan, sebab ini sangat penting dalam seluruh proses menghadapi bahaya dan tumbuh untuk kekal. Tuhan izinkan macam2 bahaya itu bukan kebetulan dan tanpa maksud, tetapi untuk menyentak rohani yang suam, melatih dalam kesulitan, untuk tumbuh bagi kekekalan supaya kita makin mencintai Tuhan, tumbuh dalam kesucian dan ber-buah2 untuk kekal.
2. Pada waktu “pertempuran”. Kerahkan semua kemampuan rohani (dan jasmani dalam pimpinan Roh Kudus) untuk menghadapinya dalam kesucian, doa, iman dalam pimpinan Roh Kudus. Dalam peperangan itu bisa melihat tingkat dan keadaanrohani kita yang sebenarnya dan melatih untuk tumbuh dengan betul.
3. Sesudahnya tetap sungguh-sungguh2 berkenan pada Tuhan dan tumbuh, bukan hanya karena menghadapi bahaya atau untuk penyelesaian problem, tetapi kita harus ingat supaya dalam dunia ini kita tumbuh se-tinggi2nya (Terus Meningkat Sampai Puncak terakhir) sebab tujuan Tuhan (dan kita) bukan dunia ini tetapi untuk hidup yang kekal. Jangan takut, lihat jauh ke depan dalam rencana Allah yang kekal. Semua ada dalam tangan Allah dan kita sedang diolah untuk Terus Meningkat Sampai Puncak terakhir lalu masuk dalam Surga yang mulia.
 
Nyanyian:
Yesus jawaban dalam hidupku.
Yesus jawaban yang kuperlu.
Janganlah bimbang, harap padaNya.
Lekat padaNya, Dia jawaban.
 
Yesus jawaban dalam hidupku.
Tunggulah Dia dalam doa.
Buang sgala dosa untuk slamanya.
Dalam kesucian, Dia jawaban.
 
Yesus jawaban dalam hidupku.
Jalana dengan Dia, buat slamanya.
Kita kan tumbuh, ber-buah2.
S’lalu tertolong, Dia jawaban.
 
koor:
Doa dalam Roh dan kebenaran.
Dengar suara Nya dan taatlah.
Dengan sejahtra dan kesucian.
Dia sanggup tolong, Dia jawaban.