M3708 – 2 Raja-raja 9-10. Jehu Reformator Kerajaan Israel

2 RAJA-RAJA 9-10. JEHU, REFORMATOR KERAJAAN ISRAEL

2 RAJ 9:1-3 JEHU DIPILIH TUHAN
Catatan :
Reformator = orang yang membuat pembaharuan dari keadaan yang ada (yang jelek).
Jehu dipilih dan diangkat Tuhan pada saat yang tepat. Jangan ingin diangkat Tuhan karena ingin kepujian manusia Rom 2:29, itu salah dan sia-sia, tetapi ingin kepujian dari Tuhan saja. Kalau bukan Tuhan yang mengangkat lebih baik jangan. Kalau Tuhan yang mengangkat itu aman, sebab Dia tahu sudah saatnya dan sudah cukup kuat dan tahan tidak sampai jadi sombong atau jatuh dalam dosa yang lain. Kalau kita terus taat sehingga pada waktunya dipilih dan diangkat Tuhan, hasilnya indah dan kekal, asal kita terus taat.
Semua ada waktunya Pkh 8:1, jangan paksakan sehingga menghalkan segala cara. Kalau belum bisa periksa diri, jangan ingin kepujian manusiawi, menyerah dan taat pada Tuhan, berdoa tanya Tuhan dan tunggu. Kalau sudah waktunya dan itu adalah kehendak Tuhan, Tuhan sanggup menolong dan mengangkat, baik dalam pelayanan, dalam uang, umah tangga dan dalam hal apa saja. Belajar hidup berkenan pada Tuhan, Dia sanggup mengangkat seperti Jehu, Yusuf, Daud, Musa dll.
2RAJ 9:4-13 MENGAPA JEHU DIPILIH TUHAN?
Achab berdosa (menuruti dosa Jerobeam sejak kanak-kanak, menyembah berhala Baal, kawin dengan Izebel apalagi waktu membunuh Nabot dll. Ia bertobat waktu dinubuatkan hukumannya oleh Elisa tetapi kembali hidup dalam dosa dan terus hidup dalam dosa yang keji-keji, maka sesudah menjadi raja 22 tahun Tuhan menghukumnya sampai mati (1Raj 16:29; 22:34). Sesudah Achab mati, Ahasia putranya memerintah dua tahun, lalu Joram putra yang lain memimpin 12 tahun; jadi semuanya 36 tahun, baru sesudah itu keluarga Achab dibasmi habis-habisan. Memang Tuhan lebih lambat menghukum Pkh 8:11) sebab Ia memberi kesempatan untuk bertobat sekaligus. Untuk orang-orang yang tulus meperkenankan Tuhan, kasus-kasus Achab yang jahat ini menjadi pencobaan, pengolahan dan ujian bagi mereka (seperti Saul bagi Daud). Sebab itu jangan takut menghadapi sukses orang-orang dunia dan orang-orang beriman yang tidak sungguh-sungguh bertobat ( jangan kagum atau iri pada mereka, atau jangan membenci sebab seringkali orang-orang yang tidak bertobat merugikan kita) akhirnya mereka akan dihukum, tetapi orang yang taat pasti disertai Tuhan.
Mengapa Jehu yang dipilih Tuhan? Sebab Jehu:
1. Sungguh-sungguh mau melakukan beban atau perintah yang diberikan kepadanya. Jehu habis-habisan membasmi penyembah berhala dengan tegas dan tuntas. Kalau kita sungguh-sungguh dengan segenap hati dan tulus, Tuhan tahu dan Tuhan akan memberi dengan adil.
2. Yehu tidak setuju dengan peruatan jahat Achab dalam membunuh Nabod dan mengambil kebun anggurnya dengan sumpah dusta. Semua orang tahu tetapi tidak berani melawan raja dan Izebel istrinya (lihat 2Raj 9:22,25-26). Yehu tidak setuju, tetapi tidak berdaya, menunggu pimpinan dan kekuatan dari Tuhan dan sekarang Tuhan memberi perintah untuk menggenapi hukuman bagi Achab.
2RAJ 9:14-23 AHAZIA DAN JORAM DIBINASAKAN
Akhirnya pasti tiba, akibat dosa adalah maut, baik di dunia, lebih-lebih dalam kekekalan. Dengan mudah mereka (kedua raja) dikalahkan oleh Jehu. Utusan2 Joram begitu mudah disuruh ikut Jehu, menghianati tuannya. Kalau sudah ditentukan oleh Tuhan semua pasti akan terjadi, bahkan tampaknya begitu mudah.
2RAJ 10:1-11 70 PUTRA ACHAB DAN SELURUH KELUARGANYA BINASA
Semua turunan Achab benar-benar dihabiskan. Tampaknya hal ini tidak mungkin, tapi ini sungguh-sungguh terjadi apalagi hukuman dalam neraka. Sebab itu takutlah akan Allah yang meskipun seolah2 tampaknya tidak berbuat apa-apa (sebab kesabaranNya 2 Pet 3:9 dan berusaha menarik kembali untuk bertobat) dan orang-orang yang jahat merajalela, tetapi pada saat yang tepat hukumanTuhan akan datang. Semua diijinkan Tuhan terjadi sesuai dengan Firman Tuhan dan juga untuk kebaikan umat Tuhan yang sungguh-sungguh taat, yang menghadapi kasus-kasus orang yang tidak bertobat ini sebagai pencobaan dan ujian ( ini mengolah, menguji dan menumbuhkan umat Tuhan yang benar, dalam kesetian pada Tuhan ditengah2 orang-orang yang bebas merajalela dalam dosa).
2RAJ 10:12-14 PENGARUH ACHAB MENGHANCURKAN YEHUDA
Keluarga Josafat begitu menghormati dan menghargai keluarga Achab dan datang menjenguk raja Joram dan begitu bangga. Justru karena itu, Jehu yang sudah membinasakan Joram itu membinasakan semuanya empat puluh dua saudara dan keluarga Ahasia Yehuda, belum lagi sesudah ini, Atalia membinasakan habis-habisan semua keturunan Ahab dan Ahasia dan mengangkat dirinya jadi raja. Begitu dahsyat akibat dari Josafat kagum akan Achab, padahal dia sudah tahu bahwa Achab sangat jahat dan melanggar Firman Tuhan habis-habisan, tetapi sebab megah, mewah, besar, sukses dan terkenal, maka ia sangat kagum dan menghargainya, lupa Firman Tuhan yang sudah dipegangnya baik-baik. Akibatnya Josafat turun temurun ikut rusak, karena pengaruh kebesaran, kemewahan, dan sukses orang-orang beriman yang sangat jahat yaitu keluarga Achab dan Israel. Coba Josafat sesudah ditegur oleh Penilik Yehu bin Hanani, bertobat sungguh-sungguh dengan tegas dan memperbaiki keluarganya yang juga ikut dosa-dosanya, maka malapetaka ini bisa dicegah.
2RAJ 10:15-28 SEMUA YANG BERHUBUNGAN DENGAN ACHAB DAN BAAL HABIS
2Raj 10:15-17 Semua sisa keluarga Achab dihabiskan.
2Raj 10:18-25 Semua imam-imam baal di seluruh israel dibinasakan.
2Raj 10:26-28 Semua berhala dan kuil baal dihancurkan.
Ini betul2 suatu pembaharuan (reformasi) untuk Israel yang luar biasa. Baal dicabut sampai akar-akarnya oleh Jehu, mulai dari keluarga Achab, semua orang dan  imam-imam baal dan tempat-tempat persembahannya, semua dibinasakan. Jehu dipakai Tuhan untuk pembersihan habis-habisan, sesuai dengan kehendak Allah tentang Achab dan baal.
2RAJ 10:29 JEHU BERHENTI, TIDAK MENERUSKAN LEBIH LANJUT
Sayang sekali, sesudah Jehu membasmi semua yang berhubungan dengan berhala baal, tetapi yang lain, yangserupa yaitu berhala lembu emas dari Yerobeam tidak dihabiskan sekalian.
Beberapa banyak orang sesudah sukses yang besar dipakai Tuhan sebagai pembaharuan (reformator, pendobrak), tetapi sering kali, berhala2 lain, dosa-dosa lain tidak dibuang semua, sehingga pincang, sebab itu waktu Yehu, reformator ini menjadi raja,
Jehu yang dipakai Tuhan dengan heran itu, pemerintahannya tetap pincang, seolah-olah Tuhan lepaskan, tidak disertai Tuhan, padahal. Jehu adalah seorang hamba Allah yang heran, tetapi dalam pemerintahan dan tindakannya begitu banyak tersiksa oleh Hazael dan Benhadad raja Siria, sampai Israel hampir2 habis (ayat 32 dst). Mengapa? Karena Yehu bekerja tidak penuh, karena berhenti ditengah jalan.
Begitu banyak orang beriman, sudah melakukan hal yang sangat baik, sesudah merasa sukses dan berhasil lalu berhenti, yang lain, yang juga harus dibetulkan dan diubah, tidak dilakukan! Misalnya ia sudah mengubah tabiatnya jadi baik dalam keuangan, sehingga diberkati Tuhan dengan heran, tetapi tabiat lain yang tidak betul, tidak diperbaiki. Juga dosa dan kelemahan dalam semua segi hidup dan pelayanan yang lain dibiarkan.
Ada orang yang berubah menjadi baik dalam iman, banyak mujizat2 terjadi, tetapi kesuciannya kurang. Padahal semua kekurangan itu cukup jelas, tetapi tidak dibersihkan, sebab ia merasa Tuhan sudah beserta dengan heran, sehingga yang kurang tidak diperdulikan, padahal kalau mau ia bisa membetulkan semuanya sebab Tuhan besertanya. Jangan taat setengah jalan atau tiga perempat jalan, teruskan sampai pada kesempurnaan semua segi hidup 1Pet 1:15 dan teruskan sampai pada kesempurnaan Ibr 6:1. Jangan berhenti, pakai semua  kesempatan untuk terus disempurnakan dalam semua segi hidup (nikah, uang, tabiat, pelayanan, taat, setia dan sbg).
 
2RAJ 10:20-30 BERKAT YANG MEMABUKKAN
Jangan menghargai berkat Tuhan lebih dari Tuhan. Kalau yang dicari adalah berkatNya, nanti mabuk seperti Jehu. Apa yang sudah dibuat Jehu betul, tetapi semua yang lain, yang masih cacat, yang tidak baik, semuaseharusnya dibetulkan, tetapi ini  diabaikan. Kadang-kadang sesudah sukses dan diberkati Tuhan, maka salah dan kelemahan atau kekurangan-kekurangan yang lain dibiarkan, toh Tuhan sudah memberkati apalagi dengan jelas sudah ada janji-janji Tuhan, pasti jadi.
Mengapa Tuhan memberkati Yehu, padahal baru sebagian yang dilakukan dengan baik oleh Yehu? Sebab Tuhan langsung memberi berkat dan perlengkapan untuk Yehu dan ksempatan (waktu) untuk berubah terus. Tuhan tidak menuntutnya sekaligus menjadi sempurna, tetapi bertahap; apa yagn sudah diketahui harus langsung diubah, sebab masih ada lagi hal-hal lain yang harus terus ditumbuhkan sampai seluruh segi hidup tumbuh menjadi sempurna seperti Kristus. Misalnya kesucian itu diumpamakan seperti gunung, supaya kita terus meningkat dalam kesucian yang makin tinggi, makin meningkat seperti Kristus (dari kesucian disini yaitu jadi suci karena diampuni dosanya, lalu kesucian sebab tidak lagi beruat dosa, tidak ada yang diampuni lagi, lalu tumbuh terus dalam kesucian yang lebih tinggi, sekalipun ada pencobaan yang lebih berat, tetapi mau menyangkal diri untuk tetap hidup suci, sekalipun rugi, lebih banyak teatp suci, bahkan akhirnya sekalipun mati karena Kristus, tetap suci. Begitu kesucian kita terus meningkat dan dalam setiap segi hidup), juga Hizkia diberi 15 tahun tambahan lalu bertindak ngawur, meskipun ia tetap hidup 15 tahun, tetapi cacat! Sebetulnya ia mendapat kesempatan lagi 15 tahun untuk berubah makin indah dan makin sempurna, tetapi ia me-nyia2kan kesempatan ini, hidup seenaknya dan timbul banyak kesalahan, lebih-lebih akibatnya untuk turunannya). Berkat dan sukses bukan alasan untuk tidak mau bertobat dari kesalahan dan kekurangan2 yang lain, dan ini membuat hidup jadi pincang. Akibatnya, sudah diberkati Tuhan kok ada ini dan itu yang celaka. (Lihat ayat 32 dst). Jangan mabuk dengan sukses atau berkat Tuhan yang limpah, bisa telanjang seperti Nuh dan merosost kembali bahkan terjadi lebih banyak karena kerusakan.
 
2RAJ 10:31-36 JEHU MENYIA2KAN KESEMPATAN SEBAB TIDAK TUMBUH DALAM PENGERTIAN FIRMAN TUHAN.Jehu memerintah 28 tahun, sangat panjang karena Tuhan sudah memberi berkat dan Tuhan berjanji baginya dan anak cucunya. Tetapi sayang, ia menyia2kan kesempatan yang besar ini. Mengapa? sebab Jehu tidak suka memperhatikan Firman Tuhan. Lain dengan Musadan Daud yang mengerti Firman Tuhan, dan terus bertambah-tambah dalam pengertian Firman Tuhan 2Pt 3:18. Sebab itu mereka bisa tumbuh terus dan bisa memakai semua kesempatannya dengan baik.
Kalau Jehu menurut Firman Tuhan, ia bisa tumbuh terus dengan baik. Sebab itu kita harus bertambah-tambah terus dalam pengertian Firman Tuhan sampai seluruh Firman Tuhan dan melakukanNya (Kis 20:20,27, Yak 1:22).
Paulus mengerti seluruh Firman Tuhan, sebab itu ia tidak tumbuh atau melakukan kehendak Tuhan setengah jalan tetapi terus meningkat sampai puncak terakhir. Jangan berhenti dari belajar Firman Tuhan terus menerus (seperti Daud Maz 1:1-3). Dalam seluruh segi hidup kita, pelayanan, nikah, uang, tabiat, kesehatan, rekreasi dst. Semua segi-segi hidup yang lemah apalagi gelap, mudah ditembus (dimasuki) oleh iblis dan akibatnya itu merusakkan seluruh pertumbuhan iman dan sukses yang sudah didapat dalam Tuhan. Sukses bukan ukuran yang betul, masih bisa di tolak dari sorga Mat 7:23. Sebab itu kita harus hidup berkenan pada Allah seperti contoh Putra Manusia Yesus Mat 3:17; 17:5. Mungkin seorang suksesnya kecil, tetapi indah dan seluruh hidupnya berkenan pada Tuhan, itu jauh lebih baik dari sukses yang besar tetapi hidup dalam dosa, tidak berkenan pada Tuhan. Biasanya orang yang berkenan pada Tuhan seperti Kristus (Daud, Yusuf, Musa dll) diberi beban pelayanan yang besar-besar sebeb mereka akan tahan dan tidak sampai jatuh. Tetapi banyak orang hanya mengajar sukses yang besar2 bukan hidup yang berkenan pada Tuhan dalam segala segi hidupnya.
Jangan beri tempat atau celah-celah atau kesempatan pada iblis dalam hal apapun jua Ef 4:27.
 
KESIMPULAN
Riwayat Jehu yang indah jadi pelajaran bagi kita untuk tidak mengejar hanya sukses   (itu baik tetapi masih kurang), harus diteruskan supaya dalam seluruh segi hidupnya berkenan pada Tuhan 1Pet 1:15. Apa yang baik disempurnakan, tetapi apa yang masih tidak betul harus dibetulkan dan diganti dengan hidup baru di dalam Kristus sampai akhirnya seperti Kristus.
Juga ini pelajaran yang baik tentang Josafat, yang sebetulnya sudah cukup mengerti Firman Tuhan, tetapi kagum akan kebesaran, kemuliaan dan kemewahan lahiriah dari Achab yang sangat jahat, sehingga binasa, tersesat makin lama makin dahsyat sebagai akibatnya dan seluruh keluarga turun-temurun Yosafat, keluarga dan rakyatnya, bahkan seluruh negeri Yehuda jadi rusak berat.
Sebab itu jangan sampai salah dan kalau sudah salah, apalagi sudah ditegur dan mengerti, jangan diulangi, itu menjadi dosa yang besar, pelanggaran yang berat. Sudah tahu tetapi tetap melanggar. Juga anak-anak  harus dididik. Kesalahan yang ada harus diakui, supaya anak-anak yang melihat tahu salahnya, jangan meniru apalagi kalau sudah ikut salah harus dibetulkan.