M3666 – Matius 5:1-20 Bukan Meniadakan Tetapi Menggenapi Taurat

A. UNTUK APA KITA HARUS MENGERTI HAL INI?
1. Mempunyai pengertian dan pendirian yang benar tentang Wasiat Lama (Taurat dan nabi2) dan Wasiat Baru (Injil yaitu Taurat yang digenapi oleh Tuhan Yesus Kristus). Jangan sampai kita kacau, berdosa dandisesatkan oleh tafsiran yang salah. Kalau kita menuruti Wasiat Lama secara harfiah akan timbul banyak hal2 yang salah dan dosa bahkan menyesatkan, misalnya merajam orang berzina, membunuh dukun2 seperti yang dilakukan Saul (dan Gereja sesudah zaman rasul2), memakai dan menyembah pada barang2 yang disakralkan, tari2an dan musik, imamat Wasiat Lama seperti yang di dalam Kemah Suci dll. Kalau kita mengerti, maka kita tahu mana yang salah dan betul dan wajib menyalahkan yang salah Ef 5:11. Kalau cara2 ini dipakai dalam Gereja seperti dansa, imamat dalam Kemah Suci dll maka orang2 yang baru dan tidak mengerti menganggap bahwa inilah kekristenan dan mereka disesatkan.
2. Supaya mengerti betapa indahnya Wasiat Baru yang diberikan pada Gereja dan umatNya, itu sangat besar kuasa dan faedahnya. Anak2 iblis yaitu orang berdosa yang bertobat bisa diubah jadi anak2 Allah dan sempurna seperti Kristus. Misalnya dalam Wasiat Lama ada orang Israel (laki2, perempuan dan kanak2, ini berbeda tingkatannya), ada orang Lewi, imam2 dan Imam besar. Hanya imam bisa masuk Ruangan Suci dan mengerjakan imamat dan Imam besar boleh masuk sampai Ruangan Maha Suci. Tetapi sekarang (dalam Wasiat Baru) orang percaya bisa ditahbiskan dalam Roh Kudus menjadi imam2, bahkan anak2, laki2 dan perempuan semua bisa dipakai dan diberkati Tuhan dengan heran, tidak lagi ada perbedaan.
Dalam Wasiat Lama hanya 3 atau 4 orang penuh dengan Roh Kudus cara Wasiat Lama (hanya hinggap dan pergi seperti Simson) tetapi dalam Wasiat Baru semua bisa dipenuhi Roh Kudus dan tinggal menetap dalam kita dengan hasil pekerjaan Roh Kudus yang tidak terbatas. Sangat besar bedanya seperti Sempoa dan kalkulator, seperti pedang tombak dengan bedil dan bom. Orang beriman dalam Wasiat Lama memakai kekuatan jasmani yang terbatas dibantu Tuhan, tetapi dalam Wasiat Baru kita memakai kuasa Roh Kudus yang tidak terbatas seperti rasul2 dan Gereja mula2 sampai sekarang.
Ibadah Wasiat Lama secara harfiah/ jasmani, tetapi sekarang (Wasiat Baru) tidak lagi dipakai, misalnya tentang makanan yang dilarang (Mrk 7:21) pakaian, minyak, dupa, mandi untuk penyucian diri, sunat, syarat2 ibadah ke bait Allah dll. Tetapi sekarangkita beribadah secara rohani (jasmani tidak menentukan, asal sopan, cukup).
3. Wasiat Lama tetap mutlak dibutuhkan, lebih2 untuk akhir zaman!
3.1. Tahu asal mulanya dan rencana Allah dari permulaan.
3.2. Kalau kebenaran Wasiat Lama disingkapkan maka keluar banyak rahasia2 yang indah 2Kor 3:14. Ini bisa dilakukan dengan rumus: Wasiat Lama – selubung = Wasiat Baru. Misalnya dalam Imamat kita bisa belajar banyak tentang pelayanan yang mendalam, tentang cara Tuhan bekerja dll.
3.3. Nubuatan dalam Wasiat Lama sama dengan Wasiat Baru (misalnya kitab nabi2 dan Wahyu) yang akan dibukakan Tuhan pada waktunya dan akan membukakan mata rohani kita sehingga mengerti rencana Tuhan untuk sekarang sampai yang akan datang. Ini mutlak perlu.
3.4. Melengkapi pengertian kita, tentang keadaan dan sifat Allah, karyaNya dll. Sebab itu kita harus mengerti baik2 tentang Taurat atau Wasiat Lama, sebab ini mutlak perlu untuk pertumbuhan rohani dan pelayanan.
MAT 5:17. TUHAN DATANG UNTUK MENGGENAPI TAURAT.
Wasiat Lama (Taurat dan nabi2) tidak ditiadakan, tetap berjalan tetapi dalam bentuk yang sudah digenapi oleh Tuhan Yesus.
Wasiat Baru (Injil) adalah Taurat yang sudah digenapi Tuhan Yesus.
Jadi Taurat yang digenapi itu:
1. Dibuka selubungnya 2Kor 3:14-16 di dalam Kristus, lewat Kristus.
2. Ditulis dalam Wasiat Baru, sebab itu WL-selubung = WB. Misalnya Bil 33:55 sesudah dibuka selubungnya menjadi Kol 3:5.
Jadi Taurat tetap berlaku, tetapi Taurat yang sudah digenapi oleh Tuhan Yesus dengan kata lain kita melakukannya di dalam Kristus. Bagaimana caranya? Kita melakukan Firman Tuhan seperti yang tertulis dalam Wasiat Baru. Sebab Taurat atau Wasiat Lama yang sudah digenapi adalah Wasiat Baru. Kalau kita mentaati Wasiat Baru itu berarti menggenapi Wasiat Lama di dalam Kristus. Misalnya perpuluhan dalam Wasiat Lama (sudah ada sebelum Taurat) kita pegang tetapi dalam konteks Wasiat baru (Mat 23:23, Ibr 7:1-8), sebab dalam Wasiat Baru tidak ada lagi Kemah Suci, imamat, orang Lewi, Imam2 dan imam besar. Sekarang kita menggenapi cara Wasiat Baru. Pelayan Tuhan atau hamba2 Tuhan yang dipanggil Tuhan untuk bekerja full time, tidak lagi mencari penghasilan dari dunia (tidak dapat pusaka tanah) tetapi hidup dari persembahan Gereja dan perpuluhan umat Tuhan. Misalnya John Sung tidak lagi punya (meninggalkan) “tanah pusakanya” sebab dipanggil full time untuk pelayanan.Juga ibadat dikerjakan sesuai dengan cara Wasiat Baru,  tidak lagi cara Wasiat Lama yaitu harus ke Yerusalem dan hanya orang Lewi dan imam2 di bait Allah yang bisa melakukan ibadahnya. Tetapi kita sekarang setiap orang yang penuh dan dipimpin Roh bisa melakukan ibadah yang betul di mana2 saja.
MAT 5:18. TAURAT TETAP ADA, TETAPI DALAM BENTUK YANG SUDAH DIGENAPI.
Wasiat Lama itu seperti ikan mentah, tetapi Wasiat Baru itu seperti ikan yang sudah digoreng atau diolah menjadi macam2 rasa, inilah Wasiat Baru atau Wasiat Lama yang sudah digenapi. Kita tidak boleh membuang Taurat, tetap memakainya tetapi dengan cara seperti Kristus yang sudah menggenapkannya, yang ditulis dalam Wasiat Baru.
MAT 5:19. HARUS MENGAJARKAN TAURAT YANG BETUL YAITU INJIL.
Kita tidak boleh mengajar Taurat yang salah tetapi Taurat yang betul yaitu Injil. Misalnya dalam Wasiat Lama berzina tidak boleh, harus dirajam keduanya, tetapi dalam Wasiat Baru yang berzina tidak lagi dirajam tetapi keselamatan dan rencana Allah dalam diri rusak dan merosot.Orang beriman tidak boleh berzina dan harus suci sampai dalam hati dan pikiran. Dalam Wasiat Baru tidak boleh membunuh justru harus mengampuni dan memberkati dst. Demikian kita menggenapkan Taurat dengan cara menggenapi Taurat yang sudah digenapi Kristus.Kalau kita mau tahu lengkap, harus belajar seluruh Wasiat Baru dan juga Wasiat Lama yang sudah “digoreng”, sudah matang oleh Kristus.
MAT 5:20. HARUS MELEBIHI AHLI2 TAURAT.
Dalam Wasiat Lama orang yang ahli dalam Taurat (mengerti secara jasmani) adalah ahli Taurat dan orang Parisi. Kebenaran kita tidak boleh sama dengan mereka, harus melebihi, artinya:
1. Jangan ibadah seperti orang Parisi yang ahli Wasiat Lama dan penggenapannyahanya secara luar tetapi dalamnya bisa lain, ini ahli2 Taurat yang disebut munafik oleh Tuhan Yesus Mat 23:1-33 (ada ahli Taurat yang jujur seperti Gamaliel, Nicodemus dll, kita harus juga lebih dari mereka).
Orang yang hanya memegang Wasiat Lama secara jasmani, tidak cukup bagi Allah. Dalam Mat 5 diceritakan tentang Taurat dan Injil dan kita harus mentaatinya lebih dari ahli Taurat. Misalnya:
I. Mat 5:21-26. Hubungan yang beres. Beres bukan hanya ganti ruginya diselesaikan, tetapi sampai dalam hati tidak lagi ada benci, iri, tidak senang dan dosa2 lain.
II. Mat 5:27-30. Orang berzina dihukum kalau melakukan hubungan sex bukan dengan suami/ istri. Tetapi Tuhan Yesus sudah melepaskan kita dari dosa, sehingga kita bisa suci dari zina sampai dalam hati dan pikiran (ayat 28).
III. Mat 5:31-2. Tidak boleh cerai. Orang Wasiat Lama kalau cerai, harus beri surat talak. Tetapi kita sekarang sudah merdeka dari dosa, tidak boleh bercerai kecuali karena percabulan Mat 19:9 (contoh: Yusuf dan Maria sudah nikah tetap belum hidup sebagai suami istri, Yusuf boleh cerai sebab menurut akalnya Maria “berbuat cabul”. Tetapi dalam Wasiat Baru, sesudah jadi satu tubuh, tidak boleh cerai dan tetap 1+1=1 berarti satu hati, satu roh, satu daging! (Mat 19:5-6(-9)). Tidak boleh ada orang ke-3 dalam nikah Ibr 13:5, harus suci sampai dalam pikirannya dan angan2nya.
IV. Mat 5:33-37. Tidak boleh bersumpah, harus ya atau tidak sampai dalam hati. Lebih dari itu adalah dosa dan jahat di hadapan Tuhan.
V. Mat 5:38-42. Kemurahan. Sekarang lebih dari mata ganti mata, tetapi mengampuni dan berbuat baik kepadanya. Mengampuni sampai tuntas 70×7 kali sehari.
VI. Mat 5:43-48. Kasihi musuhmu. Dalam Wasiat Lama benci musuh, cintai orang dekat. Tetapi dalam Wasiat Baru,kalau Kristus sudah ada dalam kita, ada kasih sehingga bisa mencintai musuh dan memberkatinya, tidak lagi ada benci, itu dosa. Sebab itu jangan bereaksi dosa, taati pimpinan Roh Kudus untuk mengampuni dan memberkati. Dengan Roh Kudus pasti bisa dan indah.
Jadi, dalam Wasiat Baru dengan Kristus kita bisa merdeka dari dosa, bisa penuh dengan kasih, tiada benci sehingga ada hadirat Tuhan, kesukaan Roh dan berkat jasmani dan rohani yang limpah. Ini semua sudah menggenapi Taurat dalam Kristus.
B. PERBEDAAN WASIAT LAMA DAN WASIAT BARU.
Wasiat Baru dimulai dengan penuh sesudah Golgota, disitu Wasiat Lama telah digenapkan sepenuhnya. Sesudah penggenapan di Salib Golgota, maka kebenaran Wasiat Lama sesudah digenapkan oleh Tuhan Yesus, ada yang tidak berubah, ada yang sedikit berubah sampai berubah total. Kita bisa menyaringnya dengan Salib Golgota danrumus: WL – selubung = WB.
A. TIDAK BERUBAH.
1. 10 hukum Taurat tetap berlaku sebagian besar, hanya pelaksanaannya harus dengan cara yang sudah digenapkan dalam Kristus. Misalnya tidak boleh ada allah lain, berhala, hormat pada orangtua, tidak boleh berzina, membunuh, mencuri, berdusta, ingin dll.
Berhala tetap tidak boleh, juga replika Kemah Suci tidak boleh ada apalagi disembah, tidak boleh meniru, membuat minyak urapan suci,tidak boleh ada mezbah yang sama sekalipun di tempat lain, juga Tabut, apalagi dengan pakaian2 imam besar, imam2, orang Lewi dan imamat cara Wasiat Lama, itu semua sudab berubah total. Dahulu hanya turunan Harun yang boleh menjadi imam dan Imam besar, tetapi pada waktu Tuhan Yesus jadi Putra manusia, Ia turunan Yehuda tetapi menjadi Imam besar (Ibr 4:15) dan sekarang semua orang yang lahir baru dan penuh Roh Kudus adalah imam2 di hadapan Allah 1Pet 2:9, sebab itu tidak boleh ada acara di Gereja seperti Imamat dalam Kemah Suci, lebih2 dengan alat2nya. Kadang2 orang masih merasa dapat berkat, kalau toh itu terjadi, itu adalah kemurahan Allah tetapi jangan diulang, itu menjadi dosa karena keras hati, tetap melanggar Firman Tuhan Rom 2:4, akhirnya kalau tidak mau taat akan kena hukuman.
Ada orang memakai anggur perjamuan suci dituang di pagar rumahnya dan rumahnya selamat (atau pada mobilnya), tetapi kita yang sudah mengerti kalau mengulangi hal2 ini berarti keras hati dan melawan Firman Tuhan. Peraturan berhala tidak berubah, tetapi peraturan Imamat berubah total.
2. Dosa2 sombong, tidak tahu berterimakasih, tidak setia, tidak taat dll itu tetap sama, yaitu dosa di hadapan Tuhan. (Tetapi dosa makan barang yang haram seperti babi, udang, kerang, kepiting dll sudah berubah, tidak lagi jadi dosa, sebab artinya secara rohani.
3. Dan lain-lain.
B. BERUBAH TOTAL.
Ada banyak hal2 yang berubah total, bukan lagi dosa, tetapi kalau dilakukan lagi cara Wasiat Lama itu melanggar berarti berdosa di hadapan Allah, misalnya:
1. Imamat dan segala cara2 ibadah dalam Wasiat lama. Orang Israel tidak boleh masuk Ruangan Suci, tidak berani menyebut nama Tuhan (Yahwe) tetapi sekarang itu bukan lagi dosa, kita malah didorong untuk masuk dan tinggal selalu dalam Ruangan Suci. Susunan imam2 dan bangsa Israel sudah tidak ada artinya lagi, berubah, bagi kita menjadi arti rohaninya.
2. Makanan berubah semua (sudah diterangkan).
3. Poligami dalam Wasiat Lama masih dibiarkan. Sekarang itu menjadi dosa zina (tidak boleh ada orang ketiga) masuk neraka Gal 5:19 dll.
4. Membunuh. Dalam Wasiat Lama masih boleh, apalagi sebagai hukuman, misalnya karena menyembah berhala, perdukunan, membunuh orang dengan salah dsb. Tetapi dalam Wasiat Baru dengan alasan apapun tidak boleh, termasuk aborsi. (Polisi, tentara dalam tugas masih boleh Rom 13:4).
5. Sunat adalah wajib dalamWasiat Lama, tetapi dalam Wasiat Baru tidak boleh, sebab itu berarti keluar dari penebusan Tuhan Yesus Gal 5:4. Itu berarti menghina dan membuang pengorbanan Kristus dan orang itu hilang keselamatannya. Indikasi medis masih boleh tetapi jangan karena “bunglon” diantara orang2 yang disunat. (Indikasi medispun bisa bertentangan satu sama lain).
6. Hari raya. Juga berubah total. Dalam Wasiat Lama itu wajib tetapi dalam Wasiat Baruitu bisa menjadi dosa sesuai dengan perbuatannya, misalnya dengan membuat korban2 atas mezbah dll, sebab itu meniadakan pengorbanan Tuhan Yesus.
7. Korban atas mezbah. Dalam Wasiat Lama harus, ada banyak macamnya, tetapi dalam Wasiat baru tidak boleh. Bagi kitaitu berarti salib yaitu menderita karena Kristus (macam2 sebab) bukan lagi secara harfiah dengan mengorbankan binatang.
8. Ibadah ke Yerusalem tidak lagi berlaku, sebab dalam Wasiat Baru kita beribadah dalam Roh dan di mana saja. (Pergi ke Israel untuk pengetahuan Alkitab, boleh tetapi bukan karena Firman Tuhan, itu meniadakan Injil dan Kristus.
Juga posisi berdoa tiarap untuk pribadi boleh, tetapi jangan diharuskan dengan diberi arti rohani, sebab doa yang betul itu dalam Roh dan hidup benar.
9. Menari seperti Daud itu tidak ada dalam Wasiat Baru, yang ada kebebasan dalam Roh tetapi itu tidak dilatih seperti ballet atau dansa, apalagi dengan cara2 yang romantis dan cabul, itu menjadi dosa melanggar 1Kor 7:1 KJI yaitu dosa perzinaan.
Daud tidak menari sebagai seni tetapi spontan. Mereka yang menari erotic sehingga menimbulkan perzinaan dan dihukum Tuhan sampai orang Isarel mati 24 ribu orang. Karena hanya menonton, bisa dihukum mati begitu banyak, apalagi kalau ia sendiri menari Bil 25:9. Dalam Wasiat Baru tidak ada orang Kristen yang menari kecuali anak Herodes yang mengakibatkan Yohanes Pembaptis dibunuh.
Jangan ikut menari cara orang dunia dan kedagingan. Seringkali sebab anak2 diizinkan menari dengan rebana dalam Gereja, lalu yang dewasa juga ikut dan itu melanggar Firman Tuhan, sebab memegang Wasiat Lama cara harfiah.
10. Musik boleh dipakai asal tidak menimbulkan dosa, lebih2 yang main penuh dosa dan roh2 jahat, itu bisa disalurkan lewat musiknya.
11. Kusta, diare, haid dll, itu bukan lagi dosa (kalau masuk bait Allah) tetapi bagi kita artinya secara rohani (kusta itu dosa keras hati, sampai dosa sempurna).
12. Barang2 dalam Kemah Suci, dan di luarnya seperti Urim Tumim, garam, Efod, patam, jumbai di jubah, dll kalau dipakai sebagai barang2 sakral/ rohani itu menjadi dosa (seperti jimat) dan sangat dibenci Tuhan.
Orang yang bertobat itu dibebaskan dari semua benda mistik, keramat, sakral dll, jangan kembali dalam kuk perhambaannya itu menjadi dosa dan merusak keselamatan! Gal 5:1.
KESIMPULAN.
Kita sudah dimerdekakan dengan penuh oleh Tuhan Yesus Yoh 6:36, janga diperhambakan kembali Gal 5:1 apalagi dengan menghina kematian Tuhan dengan memakai hukum Tuarat lagi yang sudah digenapkan oleh Tuhan Yesus.
Jangan kita disesatkan oleh orang2 yang salah tafsir Wasiat Lama sehingga berdosa melawan Firman Tuhan, seperti ahli Taurat dan orang Parisi, kalau tidak bertobat tidak bisa masuk Surga Mat 5:20. Taati Firman Tuhan dengan sungguh2 dan pakai anugerah penebusan Kristus dengan hidup dipimpin Roh untuk melakukan kehendak Allah dengan hikmat dan kuasa Allah sehingga kita tumbuh dan menyelamatkan banyak jiwa2.
Nyanyian: Maz 119:11.