M3528 – Amsal 6:6-11, Yohanes 2:17 Tekun Dan Rajin (27Mei’12)

Download MP3 Khotbah: M3528

PENDAHULUAN

Dua hal ini biasanya diperlukan untuk pekerjaan sekuler, misalnya sekolah, pekerjaan, olah raga dll. Orang-orang Kristen biasanya untuk hal-hal rohani tidak setekun seperti dalam hal sekuler. Workaholic (gila kerja) sering didengar tetapi religius-alholic jarang ada, istilahnyapun tidak ada. Ke Gereja pun orang Kristen hanya satu minggu satu kali (Kristen tradisionil) bahkan kadang-kadang banyak mbolosnya. Lalu apa guna sifat tekun dan rajin? Ini diperlukan orang Kristen, baik dalam dunia sekuler tetapi juga dalam dunia rohani bahkan sangat penting dan sangat menentukan hidupnya.

I. DEFINISI

Ini suatu tabiat baru (meskipun banyak mirip dengan tabiat lama), pasti mutunya jauh lebih tinggi, tetapi tergantung orangnya, kalau takut Tuhan, baru mutunya tinggi. Tabiat-tabiat ini perlu untuk hal sekuler dan rohani.
RAJIN artinya jelas, lawannya: Malas. Tuhan memberi contoh semut, robot Tuhan yang kecil sekali tetapi rajin meskipun tidak ada pemimpin, pengatur/ penggerak dan tidak ada rajanya (penguasa) ia bisa bekerja dengan rajin dan hasilnya nyata yaitu roti + makanannya. Dalam dunia perlu supervisor dan pengawas, baru ada hasil yang cukup. Orang beriman seharusnya dalam pekerjaan sekuler tidak perlu pengawas tetapi tetap bisa bekerja dengan baik sebab takut akan Allah itu lebih dari pengawas dll Kol 3:22. Kalau orang Kristen tidak diawasi tidak bekerja, itu adalah orang yang tidak takut Allah, rohaninya pasti tidak baik. tidak boleh dipercayai, apalagi dalam hal-hal yang besar, bisa sangat mengecewakan, sekalipun ia seorang beriman. Yusuf, Yakub, Daniel dll tanpa pengawas, bekerja keras dan hasilnya nyata.
Orang rajin akan pandai, tidak mengemis, cukup bahkan bisa kaya Ams 10:4; 12:24,27. Orang malas akan kekurangan sehingga menjadi pengemis yang gagal.
Secara rohani orang yang rajin dan mengerti Firman Tuhan akan tumbuh dengan baik. Kita perlu rajin dalam hal jasmani dan rohani.
TEKUN berarti berani bekerja keras, terus menerus untuk waktu lama sampai selesai / habis, semangatnya tidak kendor, bukan semangat limun. Secara rohani, lawan dari tekun adalah suam, tidak ada gairah, tidak bertanggung jawab. Secara jasmani hal ini lebih mudah dimengerti, sebab hasilnya bisa dilihat dan hampir semua orang sudah berpengalaman akan hasil orang rajin dan tekun atau orang yang malas dan tidak bertanggungjawab, kerja semaunya saja.
Dalam tabiat rohani keduanya ini (rajin dan tekun, jadi GAIRAH Yoh 2:17).
Dalam hal-hal sekuler, perbedaan tabiat lama dan baru tidak banyak nampak perbedaannya, tetapi secara rohani nyata sekali bedanya. Orang yang lahir baru punya gairah akan hal-hal rohani, ini sejalan dengan tingkat rohaninya. Kalau ia lekat dengan Kristus Yoh 15:5 dan hidup di jalan sempit, dalam kesucian, mau pikul salib, maka akan tampak gairah yang besar dalam hal-hal rohani dan ini sangat erat hubungannya dengan tingkat rohani, pertumbuhan dan buah-buahnya untuk kekal. Sebab itu gairah ini perlu dipelihara baik-baik. Gairah ini akan makin kuat kalau seorang penuh Roh Kudus dan mau dipimpin Roh, sehingga semangatnya bernyala-nyala Rom 12:11 bahkan terus menyala sampai mati Flp 1:21.
SEBALIKNYA DALAM WASIAT LAMA juga ada gairah atau NAFSU yang menggebu-gebu yaitu gairah:

  1. Cinta uang, ini sangat kuat 1Tim 6:9-10 yang bisa mendorong orang berani berbuat segala dosa dan kejahatan, asal dapat uang, bahkan ini sejalan dengan roh mam-mon dari Antikris dan akan bersatu.
  2. Ingin hormat dan puji, ambisi, sehingga orang itu rajin dan tekun.
  3. Nafsu seks/ perzinaan yang membuat banyak kreasi dan masalah.
  4. Nafsu benci, dendam, ini juga kuat sekali, sehingga sangat rajin dan tekun, bahkan berani korban apapun juga nyawanya.
  5. Dll. Semua ini akan makin bertambah kuatnya berlipat kali ganda kalau roh setan ikut di dalamnya, nafsunya, kerajinan dan ketekunannya akan berlipat kali ganda, bahkan juga ada kelihaian dan beberapa sifat-sifat iblis ikut serta (kejam, benci, sombong dll).

Jadi rajin dan tekun ada di dalam gairah atau nafsu, dan kalau orangnya berada di dalam roh (Roh Kudus atau roh setan), hasilnya akan lebih dahsyat. (Jadi dua sifat ini ada dalam tiga tingkat, yaitu tingkat manusiawi, tingkat roh dan tingkat sempurna yaitu sempurna dalam dosa seperti iblis atau sempurna dalam kesucian seperti Allah).

II. PENTINGNYA KERAJINAN DAN TEKUN ROHANI

Secara jasmani, semua orang sudah mengerti faedah dari rajin dan tekun dan orang-orang Kristen juga harus rajin dan tekun, punya gairah yang baik. Tetapi banyak orang beriman tidak sadar pentingnya gairah secara rohani, sebab orang yang malas, itu tidak hanya malas tetapi juga jahat! Mat 25:26.
Kalau hanya malas, banyak orang berpikir bahwa ini dosa jinak, paling-paling belajarnya pada semut,tidak apa-apa. Kalau malas akibatnya paling banyak hanya rohaninya kurang maju, kurang tinggi, kurang urapan, kurang karunia, dll dan orang-orang yang malas dan tidak tekun ini mau menerimanya. Tetapi mereka tidak sadar bahwa mereka juga dihitung jahat dan dilempar dalam Neraka kekal. Problemnya bukan hanya malas, tetapi juga masuk Neraka.
Mengapa demikian? Sebab orang yang tidak ada gairah, tidak ada kerajinan dan ketekunan itu karena ada dosa dan hal kedagingan di dalamnya yang akan membuat rohaninya menjadi lemah, makin jauh jatuh dalam dosa dan itu jahat di hadapan Allah! Sama seperti orang yang tidak ada gairah makan atau tidak bisa bernafas lagi, itu berarti ada problem penyakit di dalamnya dan kalau tidak segera dibetulkan, bisa mati!
Begitu juga problem malas dan suam adalah problem yang penting dan besar, bukan hal remeh seperti yang dianggap kebanyakan orang Kristen. Sebab itu jangan diremehkan, itu keadaan yang jelek dan berbahaya, makin terikat oleh iblis.

III. SEBAB-SEBAB KEHILANGAN KERAJINAN DAN KETEKUNAN ROHANI

  1. Sebab bodoh. Tidak sadar bahwa malas dan jahat itu satu set lekat yang tidak terpisah, sehingga tertipu oleh macam-macam perkara sehingga jadi malas dan hilang ketekunan rohaninya.
  2. Keinginan dosa. Kalau sudah ingin akan perkara-perkara dosa, maka gairah (rajin dan tekun) akan perkara-perkara rohani menjadi habis! Luk 5:39. Segala dosa bisa menyebabkan ini, sebab itu sebabnya sangat luas, mulai dari dosa cinta uang, kesukaan duniawi, popularitas dan kedudukan, dosa-dosa seks, benci dan dendam, okultisme, mengejar kuasa, dll. Alat-alat advertensi iblis untuk segala perkara ini limpah di mana-mana, seperti TV, internet, Blackberry, majalah, buku, pergaulan, tontonan, sehingga orang mudah ingin dan cinta hal-hal yang fana, maka gairahnya akan habis. Kita harus ingat perbedaan fasilitas dan tujuan, supaya jangan bercintakan perkara-perkara duniawi 1Yoh 2:15-16, sehingga bisa memakai dunia ini seperti orang yang tidak memakai 1Kor 7:31, bisa berpada. Kita boleh mencari lebih banyak (uang, kepintaran, kedudukan, jodoh, dsb, tetapi jangan terikat dan jangan menjadi berhala. Carilah perkara-perkara yang dari Atas, yang kekal, itu harus menjadi tujuan hidup kita Kol 3:1-2. Lot sudah cinta akan Sodom, sebab itu tidak ada gairah lagi untuk ibadah dan bagaimanapun tidak mau kembali lagi ke Abraham. Orang-orang yang kehilangan gairah ini patut dikasihani sebab kalau tidak bertobat, akan masuk Neraka. Orang-orang yang tidak mau kembali bersekutu dengan Abraham-Abraham akan binasa seperti Lot. Sebab itu jangan abaikan orang-orang yang kehilangan gairah, atau kalau kita sendiri mengalami, segera cari sebabnya dan bertobat sehingga gairahnya timbul kembali.
  3. Tidak tekun memelihara kebutuhan pokok iman. Rohani akan segar dan terpelihara kalau carang tetap lekat pada pokok. Justru kalau mulai malas rohani dan suam (tidak tekun lagi) yang pertama terganggu adalah asupan rohani yang utama ini yaitu: 3.1. Kesucian di jalan sempit, sukacita.
    3.2. Pikul salib.
    3.3. Firman Tuhan.
    3.4. Doa.
    3.5. Ibadah.
    3.6. Pelayanan.
    3.7. Persekutuan. Yoh 15:5, Kis 2:42.
    Kalau pokok-pokok ini kurang, maka orang jadi “sakit”, malas, suam akan mencari perkara-perkara dari Atas. Semua ini saling mempengaruhi.

IV. HAL-HAL YANG MENINGKATKAN GAIRAH

Kalau kita mengerti hal ini, maka kita bisa memelihara gairah ini bahkan makin bertambah-tambah, yaitu dengan:

  1. Lekat pada Pokok yang benar. Seperti makan, tidur ini rutin perlu, tidak bisa dibuang. Jangan lupa apa artinya dari lekat dengan benar pada Pokok anggur yang benar.
  2. Mata yang celik. Keledai Isakhar yang malas dan suam, tahu-tahu menjadi sangat bergairah, sebab bisa melihat keindahan tempat tujuan Kej 49:14-15. Mau tidak mau semua harus mati dan masuk di salah satu tempat, Surga atau neraka. Allah tidak menyiksa kita untuk ke Surga, tetapi justru kalau bisa masuk Surga, itu untung sangat besar. Kalau tour ke Luar negeri gratis, semua berebutan. Tidak semua orang rebutan ke Surga sebab buta atau kabur matanya. Kalau celik, semua berebut-rebutan. Musa Ibr 11:27, Paulus 2Kor 4:16-17. Rasul-rasul yang celik dll, mereka berebutan. Memang sejak Roh Kudus mencelikkan mata banyak orang, ada banyak yang berebutan masuk Luk 16:16, tetapi belum setiap anggota Gereja. Roh Kudus yang mencelikkan mata kita 1Kor 2:10, Yoh 16:13, 1Yoh 2:27,20. Sebab itu kalau kita hidup suci, mau menyangkal diri (pikul salib), tekun berdoa dalam Roh dan kebenaran, belajar Firman Tuhan baik-baik, maka seperti keledai Isakhar bisa berebut, timbul gairah besar terus menerus dan dengan demikian akan berbuah-buah lebat.
  3. Beri waktu. Tampaknya ini tidak terlalu penting, tetapi justru karena perkara kecil ini maka gairah habis sebab sudah tidak memberi waktu untuk doa, ibadah, belajar Firman Tuhan dst. John Sung menjadi sangat bergairah sampai mati. Sebab “diberi waktu” oleh Tuhan dalam Rumah sakit jiwa (padahal tidak gila), tetapi itu membuatnya berapi-api (cerita kaset obralan). Jangan biarkan waktu dikurangi sedikit demi sedikit sehinga menjadi kering. Tebus waktu Ef 5:16 beri prioritas atau hal-hal dari Atas (Mat 6:33, prioritas untuk kerajaan Surga, kalau tidak masuk Neraka!).
  4. Saling menasehati Flp 2:1, Kol 3:16. Rohani orang beriman banyak habis oleh pergaulan jahat (termasuk pergaulan elektronik dan pergaulan dalam jalan-jalan). Justru dengan bersekutu dan ada nasehat, maka gairah akan makin menyala-nyala. Ada persekutuan orang beriman hanya bicara yang fana, tidak membangunkan semangat dan gairah, itu sangat merugikan bahkan persekutuan orang beriman ada yang menjadi sambungannya jalan lebar, bersekutu untuk hal-hal dosa. Tentu setan ikut aktif dan bergembira di dalamnya.
  5. Setia pikul salib, menyangkal diri, membuat gairah menyala-nyala bahkan makin lebih Rom 12:11, sebab menyangkal diri membuat kita kuat pikul salib dan meningkat dalam kesucian sehingga Roh Kudus bebas bekerja, membukakan rahasia-rahasia Allah yang dalam dan masuk dalam stasiun rencana Allah yang indah-indah sehingga gairah makin menyala-nyala. Semut tidak pernah mati kelaparan sebab gairah mencari makanannya, tetapi jangkrik hanya bersukaria, melupakan tugasnya dan waktu musim dingin, mati tergeletak. Begitulah nasib orang yang hanya bersukacita dengan dunia ini, tetapi tidak ada gairah mengumpulkan perkara-perkara dari Atas.

V. MENINGKATKAN EFISIENSI DARI KERAJINAN DAN KETEKUNAN

Caranya adalah berjalan dalam Roh, termasuk dalam kesucian, tumbuh dalam Firman Tuhan, doa, ibadah, pelayanan dan persekutuan. Selain gairah meningkat, efisiensi kerajinan dan ketekunan meningkat makin tinggi.
Karena Tuhan Yesus dipimpin Roh, maka tugasnya selesai dalam kurang lebih 3,5 tahun saja. Tingkat efisiensi pelayanan Putra manusia Yesus sangat tinggi.
Dalam dunia, komputerisasi sangat banyak meningkatkan efisiensi kerja sangat tinggi. Misalnya mengetik manual dan dengan komputer bedanya banyak. Rajin dan tekun habis-habisan tidak mungkin membuat kita menjadi sempurna, tetapi kalau ini dilakukan dalam Roh tingkat efisiensinya meningkat sangat tinggi, sehingga bisa meningkat berlipat kali ganda dan lebih cepat!
Putra manusia Yesus menobatkan perempuan Samaria, Zakheus, perempuan berzina dll begitu cepat, padahal kita sampai berbulan-bulan. Menyuruh Petrus, Andreas, Yohanes, Yakobus menjadi fulltimer hanya dengan beberapa kalimat tanpa altar call, tanpa janji penempatan. Juga pelayanan kesembuhan ilahi tanpa ada panitia, tanpa anggaran dll, tetapi Ia bisa mengumpulkan kira-kira 20.000 orang, dan ini terjadi beberapa kali. Semua karena dipimpin Roh.
Mengapa? Sebab Roh Kudus itu Allah yang maha besar, Ia bisa mengerjakan pekerjaan kita dengan efisiensi yang sangat tinggi danpasti berhasil dan cepat. Sebab itu berjalanlah dalam Roh.
Contoh: Daud di Ziklag, betul-betul jalan buntu sampai mau dirajam oleh 600 orang yang ikut Daud 1Sam 30:6 tetapi dengan efisiensi kerja yang tinggi dari Roh Kudus, hasilnya luar biasa, selalu menang dan mulia. Kasus jalan buntu bagi Daud bisa menjadi kemenangan yang gilang gemilang dalam waktu pendek (Nebukadnezar mengepung Yerusalem 11 tahun 2Raj 25:1) bisa merebut jarahan kembali, mengalahkan musuh dan dapat jarahan sangat banyak sampai dibagi-bagi 1Sam 30:26. Semua ini disebabkan karena Daud dipimpin Roh Allah, ia bertanya-tanya apa yang harus dilakukan dan taat, termasuk memberi makan budak Mesir yang hampir mati 1Sam 30:7-9. Tingkat efisiensi Daud meningkat tinggi sekali oleh pimpinan Roh.
Kalau kita mau dipimpin Roh (tetap rajin dan tekun, malah makin berapi-api) maka efisiensi kita juga akan sangat meningkat dan akhirnya bisa menjadi sempurna (baik dalam hal-hal sehari-hari maupun dalam pelayanan). Kita semua harus bersehati, berjalan dalam Roh, baik dalam keluarga, kelompok sel, Gereja, Sinode, bahkan tubuh Kristus global. Semua hasil yang indah-indah dalam Wasiat Lama dan Wasiat Baru disebabkan karena dipimpin Roh. Daud perang melawan Goliat hanya memakai 5 batu dan dengan batu pertama sudah menang. Gideon, Yefta, Tola, Simson, Petrus, Yohanes, Paulus dll semua memakai cara kerja dengan efisiensi tingkat tinggi sampai hasil kemenanganyang limpah terjadi. (Semua oleh Roh Kudus).
Rindukan untuk meningkatkan efisiensi dari rajin dan tekun kita.
Kesempatan yang biasa Yoh 9:4 untuk semua orang, harus juga kita pakai. Tetapi sekalipun belum musim menuai Yoh 4:35. Dengan mata biasa belum bisa dituai, masih harus menunggu lagi 4 bulan. Tetapi Putra manusia Yesus dalam pengurapan Roh Kudus melihat “sekarang” sudah masak bisa dituai. Ini aneh, tetapi ini bedanya karena Putra manusia Yesus memakai cara kerja dengan efisiensi tingkat tinggi dalam Roh, sehingga kerajinan dan ketekunan kita meningkat luar biasa. Apa yang tidak tampak sebagai kesempatan dengan mata biasa, bisa menjadi kesempatan yang besar kalau dilakukan dengan Roh Kudus.

KESIMPULAN

  1. Rajin dan tekun juga merupakan sifat orang baru yang baru tampak jelas bedanya dengan tabiat lama di dalam hal-hal rohani. Tetapi orang beriman tetap harus rajin bukan malas, tekun bukan suam.
  2. Rajin dan tekun akan ada kalau kita bergairah dalam Roh. Pelihara gairah ini dengan tetap dalam pokok yang benar, dalam kesucian, jalan salib, tekun dalam semua alat dalam Ruangan Suci.
  3. Kita harus belajar meningkatkan efisiensi kerajinan dan ketekunan kita dengan cara berjalan dalam Roh, sehingga semuanya meningkat. Tidak cukup cara-cara yang biasa untuk menghadapi Goliat-Goliat akhir zaman (yang membuat semua orang beriman gentar dan lari). Hadapi dengan pimpinan Roh Kudus, lebih-lebih untuk tumbuh sampai sempurna, hanya bisa kalau efisiensi kerajinan dan ketahanan kita meningkat dalam Roh.

Nyanyian:

Kalau taat dipimpin Roh