Rahasia Hidup Sehat

I. UMUR PANJANG DAN HIDUP SEHAT

Umur manusia di tangan Tuhan. Salah satu berkat Tuhan adalah umur panjang. Tuhan ingin kita berumur panjang, paling tidak dapat mencapai umur 70 tahun (Mazmur 90:10).
Beberapa syarat untuk mendapat berkat umur panjang menurut Firman Tuhan:

  1. Menghormati dan mentaati orang tua (Kel 20:12; Ef 6:2,3).
  2. Menjaga lidah dari ucapan yang jahat dan menipu (Maz 34:13).
  3. Selalu mengandalkan Tuhan (Maz 91:1,2,16).
  4. Memelihara perintah Tuhan (Ams 3:1,2).

Sebaliknya orang fasik (misalnya pecandu narkoba, rokok, minuman keras) bisa mati sebelum waktunya (Pengkhotbah 7:17). Umur panjang memang dirindukan semua orang, tapi apa artinya umur panjang tapi sakit-sakitan. Jadi yang paling baik, yaitu umur panjang + hidup sehat.
Berbeda dengan umur panjang yang adalah anugerah Tuhan, maka untuk hidup sehat setiap orang harus ikut bertanggungjawab. Seperti halnya keselamatan jiwa adalah anugerah Tuhan, yang harus dijaga dan dipelihara, begitu juga dengan kesehatan. Kesehatan adalah anugerah Tuhan yang harus dijaga dan dipelihara. Jadi untuk memiliki tubuh yang sehat tidak otomatis. Ada hal-hal khusus yang harus dilakukan.

II. PERLUKAH MEMILIKI TUBUH SEHAT?

Tentu semua orang akan menjawab “YA”. Tuhan juga menghendaki kita memiliki tubuh dan jiwa yang sehat (3 Yohanes 2). Bagaimana kita bisa melakukan perintah Tuhan, mengabarkan injil ke ujung bumi (Markus 16:15) kalau tubuh kita sakit-sakitan, jalan ke ujung kampung saja sudah terengah-engah? Bayangkan kalau ada orang sedang bersaksi, batuk-batuk dan sesak nafas, orang yang diajak bicara lekas pergi karena takut ketularan. Dengan memiliki tubuh yang sehat, kita bisa bersaksi dengan bebas dan nyaman. Sebaliknya kalau jatuh sakit, apalagi penyakit kronis yang berkepanjangan, selain tidak bisa melayani, juga harus keluar banyak biaya untuk Rumah Sakit, dokter dan obat. Bukan menjadi berkat, tetapi justru jadi beban. Memang dalam Alkitab ada janji kesembuhan, tapi bukan berarti kita boleh hidup sembrono/ sembarangan. Bukankah lebih baik tetap sehat, daripada jatuh sakit dulu, baru sesudah mengalami pergumulan yang panjang mendapat kesembuhan. Yang pasti sudah keluar uang banyak dan waktu terbuang sia-sia. Apalagi kalau tidak sembuh-sembuh, malah nanti bersungut-sungut, marah kepada Tuhan, undur dari Tuhan, apalagi kalau mencari pertolongan kepada ilah-ilah yang lain. Akhirnya tubuhnya binasa, jiwanya juga binasa. Sangat menyedihkan. Sebab itu jagalah dan peliharalah kesehatan baik-baik, jangan menunggu jatuh sakit. Memang seringkali orang baru menyadari harga kesehatan, ketika sedang sakit.

III. PEDOMAN UNTUK HIDUP SEHAT

Di dalam Alkitab memang tidak disebutkan terang-terangan (eksplisit) apa yang harus dilakukan supaya hidup sehat, tetapi secara tersembunyi terdapat beberapa ayat yang bila dicermati, mempunyai hubungan yang erat dengan kehidupan dan kesehatan. Saya ingin mengajak para pembaca untuk mencermati ayat-ayat yang saya maksudkan itu.P

PASAL I: NYAWA MAHKLUK ADA DI DALAM DARAHNYA (Imamat 17:11)

Nyawa berarti kehidupan. Dari semula Tuhan sudah memberitahu bahwa kehidupan makhluk ada di dalam darahnya. Dengan perkataan lain kehidupan makhluk berhubungan atau bergantung kepada darah. Baru kemudian manusia mengerti. Melalui ilmu hayat (Biologi) kita mengerti, bahwa darah mempunyai fungsi yang vital dalam tubuh kita, yaitu sebagai sarana pengangkutan dari bermacam-macam zat ke seluruh tubuh dari ujung kuku sampai ujung rambut, antara lain:

  1. Zat makanan dari saluran pencernaan makanan.
  2. Zat asam (oksigen) dari paru-paru.
  3. Kedua zat ini sangat penting, supaya sel-se; dalam tubuh dapat hidup dan seluruh organ-organ tubuh dapat berfungsi dengan baik.
  4. Sel darah putih dan zat-zat kekebalan tubuh itu sangat penting untuk pertahanan tubuh terhadap penyakit-penyakit infeksi.
  5. Antioksidan, yang sangat penting untuk mengikat radikal-radikal bebas yang menjadi sumber penyakit degeneratif (penuaan) dan tumor ganas.
  6. Limbah dari hasil pembakaran, yang harus segera dikeluarkan dari tubuh.

Jadi boleh dikatakan seluruh proses dalam tubuh kita ini mutlak memerlukan aliran darah yang lancar, cukup dan berkesinambungan. Terganggunya aliran darah, misalnya karena pembuntuan, akan menyebabkan terganggunya fungsi sel-sel/ organ dalam tubuh kita. Dalam keadaan yang berat, apalagi menyangkut organ-organ yang vital, bisa timbul cacat atau kematian.
Misalnya:

  • Bila aliran darah ke otak terganggu, kalau masih Gejala Ringan dapat berupa: pusing-pusing, mbliyur, berkunang-kunang, pandangan gelap ketika berubah posisi dari duduk lalu berdiri. Gejala Sedang: rasa kesemutan dan lemah otot separuh bagian tubuh (Transient Ischaemic Attack). Sedangkan Gejala yang berat bisa berupa serangan stroke (lumpuh separuh badan), sampai kematian.
  • Bila aliran darah ke otot-otot jantung terganggu, akan menimbulkan penyakit jantung koroner. Gejala yang ringan berupa nyeri dada mendadak (Angina Pectoris), yang berat berupa mati otot jantung (Miokard Infark) dan tidak jarang berakhir dengan kematian.
  • Bila aliran darah ke ginjal terganggu, akan menimbulkan gagal ginjal, yang hanya bisa diobati dengan alat pencuci darah atau cangkok ginjal.
  • Bila aliran darah ke organ-organ reproduksi terganggu akan menimbulkan penurunan fungsi seksual (antara lain impotensi) dan kesuburan.
  • Bila aliran darah ke alat-alat gerak (lengan dan tungkai) terganggu, kekuatannya akan berkurang.
  • Mengingat hal-hal tersebut di atas, maka salah satu usaha yang penting untuk menjaga kesehatan, adalah upayakan supaya ALIRAN DARAH DALAM TUBUH SELALU LANCAR!, ini prinsipnya, sederhana bukan? Nah, bagaimana caranya?

a. GERAK BADAN YANG TERATUR

Misalnya jalan cepat kurang lebih 30 menit, 4 kali seminggu. Dengan gerak badan, aliran darah dalam tubuh akan dipercepat dan ini akan memperlancar aliran darah sehingga tidak mudah buntu. Bandingkan aliran air di kali yang deras dengan yang pelan, maka kali yang aliran airnya pelan akan lebih cepat buntu. Bagaimana dengan 1Tim 4:8 “Latihan badani terbatas gunanya”, apakah dengan demikian orang tidak perlu berolah raga? Kita harus ingat bahwa ayat ini ditulis hampir 2000 tahun yang lalu. Memang kalau kita hidup pada masa itu rasa-rasanya olah raga kurang perlu. Sebab untuk aktivitas sehari-hari sudah seperti olah raga. Bayangkan saja pada sekitar tahun 1950, apalagi yang tinggal di pedesaan, orang mau mandi harus menimba air lebih dahulu, masak memakai arang yang harus dikipasi terus-menerus. Pergi kemana-mana jalan kaki atau naik sepeda, dan lain-lain. Permainan anak-anak zaman dulu lebih banyak di lapangan, misalnya sepak bola, kasti, gobag sodor, sembunyi-sembunyian. Zaman sekarang permainan anak-anak lebih banyak di dalam rumah dan lebih banyak diam, misalnya bermain play station. Itu baru tahun 1950, apalagi pada zaman 2000 tahun yang lalu, orang harus menumbuk padi, membelah kayu, memeras buah zaitun dan sebagainya.

Sebab itu pada zaman ini ada baiknya mengurangi pemakaian alat-alat canggih dewasa ini. Misalnya:

  • Untuk keperluan jarak dekat, lebih baik berjalan kaki, atau naik sepeda daripada naik mobil/ sepeda motor.
  • Lebih baik memilih naik tangga biasa daripada naik lift/ eskalator.

Gerak badan selain memperlancar aliran darah, juga membuat pembuluh darah kita lebih lentur, sehingga tidak mudah pecah. Pembuluh darah yang sempit, keras, biasanya juga rapuh, sehingga mudah pecah, yang seringkali berakibat fatal.

b. MENJAGA POLA MAKANAN

Zaman ini para ahli kesehatan memperingatkan kita untuk mewaspadai makanan yang mengandung lemak hewani, sebab di dalamnya terdapat cholesterol. Zat inilah yang menjadi biang kerok timbulnya kerak-kerak ateroma pada pembuluh darah, yang lambat laun membuat pembuluh darah makin sempit dan mengeras (kaku), proses inilah yang disebut ATHEROS-CLEROSIS. Pembaca bisa membandingkan dengan pipa-pipa air yang lama, maka di dalamnya akan tumbuh kerak-kerak tebal yang membuat lubang pipa menyempit. Kualitas air yang jelek, membuat kerak cepat timbul. Demikian pula kadar cholesterol/ lemak yang tinggi akan mempercepat timbulnya kerak-kerak ateroma tadi. Dengan menyempitnya pembuluh darah, maka aliran darah akan terhambat. Itu sebabnya para ahli menganjurkan kita untuk menghindari makanan yang banyak mengandung lemak hewani.

Namun sesungguhnya sejak zaman dahulu Tuhan sudah mengingatkan kita tentang hal ini.

Imamat 7:23-25 “Katakanlah kepada orang Israel: Segala lemak dari lembu, domba ataupun kambing janganlah kamu makan. Lemak bangkai atau lemak binatang yang mati diterkam boleh dipergunakan untuk segala keperluan, tetapi jangan sekali-kali kamu memakannya. Karena setiap orang yang memakan lemak dari hewan yang dipergunakan untuk mempersembahkan korban api-apian bagi TUHAN, nyawa orang yang memakan itu, haruslah dilenyapkan dari antara bangsanya. (TB)

Memang ini adalah aturan Perjanjian Lama yang tidak harus dilakukan secara hurufiah. Tapi mengingat hukuman yang keras bagi yang melanggarnya yaitu hukuman mati, sama dengan hukuman yang dijatuhkan kepada orang yang makan darah (Imamat 7:27), padahal Perjanjian Baru melarang kita untuk makan darah (Kisah Para Rasul 15:20), maka ini berarti:

  1. Tuhan tidak main-main, tapi sungguh-sungguh (serius) dengan peraturan ini. Pasti ada manfaat secara hurufiah.
  2. Tuhan membuat peraturan bukan untuk menyusahkan kita, tapi untuk kebaikan kita.
  3. Biarlah dengan Firman Tuhan ini kita makin diyakinkan untuk menghindari makanan jenis ini.
  4. Ada baiknya kita kembali lebih banyak mempergunakan makanan orisinil yang diberikan Tuhan kepada kita, yaitu makanan nabati (Kejadian 1:29). Atau sabu-sabu (sayur dan buah). Contohnya di Daniel 1:12.

Saya mengamati bahwa dewasa ini banyak orang mati bukan karena kurang makan, tetapi justru karena kebanyakan makan. Itu sebabnya kita harus mengendalikan nafsu makan kita (Amsal 23:1-3). Apalagi pada akhir zaman ini yang dikuasai oleh roh makan minum (Matius 24:37-38) dan banyak orang bertuhankan perut (Filipi 3:19).

Catatan:

  • Beberapa bahan makanan yang mengandung banyak lemak seperti: gajih, kulit, jerohan, kuning telur, minyak kelapa, santan, kepiting, udang, kerang dan sebagainya.
  • Untuk saudara-saudara yang menderita penyakit tertentu, perlu menghindari juga makanan tertentu, misalnya: Obesitas (kegemukan), dan penderita diabetes mellitus (kencing manis), harus mengurangi/ membatasi makanan dari golongan karbohidrat (gula, tepung, dll).
  • Penderita Hypertensi (darah tinggi), harus membatasi pemakaian garam dan bumbu masak (vetsin).

c. BERPUASA

Ada bermacam-macam jenis puasa:

  1. Puasa total (tidak makan tidak minum).
  2. Puasa makan (hanya minum air putih).
  3. Puasa Daniel 10:3 Menghindari makanan yang sedap, daging dan anggur.

Kita harus mengerti bahwa setiap makanan akan menghasilkan limbah. Biasanya makin banyak dan makin “sedap” suatu makanan, limbahnya juga semakin banyak. Limbah-limbah (analog dengan sampah) inilah yang membuat aliran darah kurang lancar. Dengan berpuasa, jumlah limbah dikurangi, bahkan sisa-sisa limbah yang ada akan digelontor keluar dari tubuh. Ini lebih nyata dengan puasa tipe 2. Dengan keluarnya limbah otomatis darah menjadi bersih, aliran darah lancar dan tubuh makin sehat. Daniel satu contoh yang baik, dengan banyak makan sayuran, minum air putih dan berpuasa, maka ia dikaruniai umur panjang dan kesehatan yang prima, sehingga ia menjabat kedudukan yang tinggi pada masa pemerintahan 3 orang raja: Nebukadnezar, Bersyazar dan Darius! Suatu masa pelayanan yang panjang, luar biasa!

d. DONOR DARAH

Telah diselidiki bahwa sebelum usia 50 tahun, kejadian serangan jantung dan stroke lebih banyak dialami pria daripada wanita. Namun sesudah usia 50 tahun, kejadian antara pria dan wanita hampir sama. Masalahnya adalah bahwa di bawah usia 50 tahun, darah kaum wanita cenderung lebih encer daripada pria, sebabnya kaum wanita mengalami pendarahan alami setiap bulan (menstruasi). Darah pria cenderung lebih pekat, sehingga lebih mudah menggumpal. Karena itu ada baiknya terutama bagi kaum pria dan wanita yang sudah mati haid untuk menjadi donor darah. Dengan menjadi donor darah kita telah memberikan sebagian “nyawa” kita kepada orang lain. Selain kita dapat menjadi berkat bagi orang lain, tubuh kita tambah sehat. Rutin mendonorkan darah kita juga telah meneladani Tuhan Yesus yang telah menyerahkan nyawaNya bagi domba-dombaNya (Yohanes 10:11).

PASAL 2. BERSUKACITA SENANTIASA

Perasaan kuatir, takut, cemas, tegang, kebencian, kepahitan yang berlarut-larut dapat menimbulkan gangguan pada tubuh. Misalnya sakit kepala, jantung berdebar, susah tidur, badan lemas, sakit maag, tekanan darah naik, sehingga mudah terjadi serangan jantung atau stroke. Firman Tuhan mengatakan bahwa kekuatiran bisa memperpendek umur (Matius 6:27).

Dalam dunia kedokteran penyakit-penyakit seperti ini disebut penyakit psikosomatik. Dalam era globalisasi ini, dimana persaingan bertambah ketat, penyakit jenis ini cenderung meningkat. Itu sebabnya obat yang banyak (atau lebih tepat dikatakan paling banyak) diresepkan dokter adalah obat penenang. Sebaliknya adalah perasaan gembira, tentram akan membuat tubuh kita makin sehat. Seluruh fungsi organ tubuh kita bisa berjalan optimal dan selaras. Itu sebabnya tidak salah apa yang dikatakan dalam Ams 17:22 “Hati yang gembira adalah obat yang manjur.”

Filipi 4:4 mengajak kita untuk bersukacita senantiasa di dalam Tuhan. Orang percaya yang hidupnya dekat dengan Tuhan pasti tidak akan kekurangan damai dan sukacita, sebab Dia adalah Raja Damai Yesaya 9:5, Yohanes 14:27. Orang percaya yang tidak bisa bersukacita pasti bermasalah. Kalau fokus hidup kita pada Tuhan, pasti selalu bersukacita. Tetapi kalau fokus pada hal-hal yang lain, suasana hati kita naik turun. Rasul Palus dan Silas sekalipun dalam penjara tetap bisa bersukacita. Jadi bersukacita itu tidak bergantung kepada keadaan, tapi bergantung pada diri kita sendiri. Kita bisa memilih untuk bersukacita atau tidak. Kita bisa mengeluarkan kata-kata iman bila jiwa kita sedang tertekan dan gelisah, “Berharaplah kepada Tuhan! sebab aku akan bersyukur lagi kepadaNya, penolongku dan Tuhanku” Mazmur 42:6. Jangan mau bersusah hati, sebab sukacita dari Tuhan adalah kekuatanmu/ kesehatanmu Nehemia 8:11.

PASAL 3. ISTIRAHAT CUKUP

Tubuh manusia ini bukan mesin yang dapat berjalan terus menerus. Tubuh kita perlu istirahat/ tidur 7-8 jam sehari. Itu sebabnya Tuhan mengajak murid-muridNya ke tempat yang sunyi untuk beristirahat, sesudah melakukan pelayanan yang melelahkan Markus 6:30-31. Dalam Perjanjian Lama ada aturan hari Sabat. Di mana orang boleh bekerja 6 hari dan berhenti pada hari Sabat (Keluaran 20:8-11). Dewasa ini untuk sebagian orang, tidur adalah hal yang mahal, sehingga setiap kali harus minum obat tidur. Tetapi puji Tuhan, sebab Dia ingin agar kita dapat tidur dengan nyenyak Mazmur 4:9; 127:2 (KJV) Jadi supaya tubuh ini tetap awet, perlu istirahat secukupnya. Tapi jangan berlebih-lebihan, itu namanya malas.

PASAL 4. KESIMPULAN

Harapan saya agar kita tidak hanya memperhatikan “manusia rohaniah” 2 Korintus 4:16 saja dan melupakan “manusia lahiriah”. Apa gunanya jika manusia batiniah yang kuat, diurapi, namun manusia lahiriahnya loyo, ngadat, sakit-sakitan. Alangkah indahnya kalau manusia batiniahnya kuat, manusia lahiriahnya sehat, sehingga kita dapat melayani dalam waktu yang lama, berdaya guna dan berhasil guna.

Amin.

Oleh: Pdt. dr. Paulus Kristanto

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.