TE.NEWS: Awas Runtuh!!!

Tanggal 26 November 2011 yang lalu kita dikagetkan dengan runtuhnya jembatan sepanjang 710 meter di Kutai, Kalimantan. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pun langsung mengutus Menkokesra Agung Laksono dan Menteri Pekerjaan Djoko Kirmanto untuk meninjau langsung ke Jembatan Tenggarong, Kalimantan Timur. Selain mengutus dua orang Menteri tersebut, Presiden juga segera memerintahkan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Syamsul Maarif, untuk segera menginvestigasi apa penyebab runtuhnya jembatan tersebut dan memberikan bantuan bagi korban, seperti disampaikan Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi. Sekalipun malapetaka ini bisa dijelaskan penyebabnya secara logika, namun sebagai orang beriman kita juga perlu bertanya-tanya kepada Tuhan karena tidak ada satu perkara pun yang terjadi secara kebetulan tanpa seizin Tuhan, apalagi bagi anak-anak Allah.
Setidaknya ada beberapa hal yang perlu kita sadari melalui kejadian ini:

  1. Setiap orang beriman harus bersiap sedia untuk menghadap kepada Tuhan Amos 4:12. Pada umumnya, tidak ada seorang pun yang bisa mengetahui hari kematiannya (kecuali Musa, Elia, Elisa, dan beberapa tokoh Alkitab yang lainnya). Oleh sebab itu, semua orang beriman harus senantisa bersiap sedia untuk menghadap Tuhan. Jangan terus hidup berkanjang di dalam kubangan dosa seperti anjing dan babi 2Pet 2:22. Tuhan bisa langsung memotong umur orang-orang yang tetap berkeras hati dalam dosa, potongan umur itu bisa dilakukan seketika seperti yang terjadi dalam kasus Korah, Datan, dan Abiram beserta dengan ke-250 orang yang bersekongkol dengan mereka Bil 16:31-35. Larilah dari dosa, keluarlah, pisahkan diri, jangan menjamah apa yang najis, baik dalam sekolah, pergaulan, pekerjaan, dan setiap segi hidup yang lainnya 2Kor 6:17.
  2. Jangan menjadi hakim. Jangan pernah menyangka bahwa sekian orang yang meninggal dalam bencana tersebut lebih besar kesalahannya daripada kesalahan orang beriman lainnya yang sampai saat ini masih hidup Luk 13:4. Terjadinya bencana demi bencana bukan untuk semakin mendidik kita menjadi hakim melainkan supaya kita lebih makin bersiap sedia dan berjaga-jaga.
  3. Jembatan yang besar dan dibuat dengan kokoh pun masih bisa runtuh, terlebih dari itu kita harus benar-benar menjaga kondisi rohani kita dengan sungguh-sungguh supaya tidak sampai runtuh dihempas berbagai angin ribut yang akan semakin menghebat di akhir zaman Ef 4:14, Wah 6:1-2, Mat 7:24-29.
  4. Ada seorang menceritakan tentang anak, mantu, dan cucunya yang sedang naik mobil pergi ke seberang sungai melalui jembatan itu. Semua terjadi seperti biasa, tiba-tiba di atas jembatan mereka ikut roboh, masuk sungai, dan hilang. Biasanya orang akan panik dan dalam 5-10 detik sudah tenggelam dalam air dan dalam  beberapa menit mati tanpa disangka-sangka.
    Begitulah kedatangan Tuhan juga terjadi tanpa disangka-sangka, tiba-tiba terjadi, yang terangkat masuk dalam kemuliaan dan kesukaan yang sangat besar, sedangkan yang tertinggal akan terkejut bukan main, masih bisa berpikir tetapi sudah terlambat. Antikris yang sesungguhnya akan dihadapinya, sudah tidak mungkin lari lagi, meskipun hanya untuk 3,5 tahun Wah 11:2 tetapi sangat sangat dahsyat Mat 24:21.

Akhir kata, berdirilah kokoh di dalam Tuhan. Jangan sampai kondisi rohani menjadi runtuh di akhir zaman ini.
Ujilah dirimu sendiri, apakah kamu ada di dalam iman; buktikanlah dirimu sendiri. Apakah kamu tidak mengenal dirimu sendiri bahwa Yesus Kristus ada di dalam kamu, kecuali kamu bercela. 2 Korintus 13:5