M4519 – Kisah Para Rasul 20:35 Berlomba-lomba Mengejar Berkat atau Menjadi Berkat?

I. YANG MANA?

Seringkali dengan tidak sadar, hampir semua orang berlomba-lomba mengejar berkat, padahal ada yang lebih indah, lebih besar, tetapi tersembunyi dan jarang masuk dalam pikiran manusia, yaitu berlomba-lomba menjadi berkat karena Kristus ( bukan karena ingin puji, atau ingin dapat berkat lebih banyak atau keinginan yang lain ), tetapi karena Kristus, ini berkatnya jauh lebih besar dan kekal!

Sebab itu kita perlu mengerti supaya dapat berubah menjadi orang yang berlomba-lomba untuk menjadi berkat, bukan lagi seperti biasanya dahulu. Minta pimpinan Roh Kudus yang membawa kita kepada kebenaran yang betul dan tertinggi, kekal Luk 21:33. Untuk mengerti kebenaran yang indah ini, perlu mata yang dicelikkan Roh Kudus Yoh 16:13, sebab mata biasa tidak bisa melihat pahala atau akibatnya dalam kekekalan. Kalau kita mengerti, kita bisa berubah untuk mengejar “menjadi berkat”, itu yang terbaik dan kekal. Jangan tunggu tidak berdaya atau mati, sudah terlambat, kesempatan dan pahala yang besar dan kekal sudah hilang!

Ada banyak orang-orang yang berlomba-lomba untuk mencari berkat, bahkan berebut-rebutan, antrinya sangat panjang dan ada banyak contoh, tetapi untuk antri memberi berkat, tidak banyak orang mau. Kalau tidak diminta atau tidak dilihat orang, tidak ada yang mau antri memberi berkat, itu manusiawi! Ams 11:24-28, 2 Kor 2:17, Mat 10:7-8. Tetapi orang yang berlomba-lomba untuk jadi berkat, sangat sedikit, sebab rugi; tidak ada yang mau “rugi” untuk jadi berkat tanpa dapat apa-apa, harus menyangkal diri. Tetapi kalau kita mau dipimpin Roh, banyak yang mau untuk berlomba untuk menjadi berkat.

II. MENGAPA SAMPAI BEGITU?

1. Sebab tidak bisa melihat tujuan hidup yang kekal, hanya melihat yang sekarang yang bisa dilihat mata, tetapi yang tidak kelihatan, tidak bisa lihat, sebab memang perlu pertolongan Roh Kudus untuk mencelikkan mata rohani yang buta 2 Kor 4:4. Kita bisa lihat bedanya orang yang bisa lihat tujuan hidup kekal ( biasanya karena ada pekerjaan Roh Kudus, mata rohani jadi celik ) dan orang yang tidak bisa melihat, sehingga seringkali mogok, tidak ada gairah, seperti keledai Isachar Kej 49:14-15.

2. Sebab tidak mengerti kebenaran Firman Tuhan seperti ayat ini dll, padahal berkatnya jauh lebih besar.

3. Sebab hidup dalam dosa dan cinta perkara-perkara yang fana.

III. BAGAIMANA BISA JADI BERKAT KARENA KRISTUS?

1. Harus tulus, tidak ada maksud-maksud lain. Kalau ada maksud-maksud lain itu hanya barter. Banyak orang mau berbuat demikian sebab sama-sama untung. Kalau jadi berkat dengan tulus karena Kristus, itu harus mau korban, sebab tidak mengharap apa-apa, tetapi justru janji Tuhan berlaku bagi yang mau menjadi berkat.

2. dengan benar. Menolong jangan untuk mendukung berbuat yang salah, yang melawan Firman Tuhan, atau perbuatan dosa lainnya, baik dalam perkara jasmani dan rohani, itu tidak benar. Kecuali menolong kebutuhannya, kita bantu sesuai kemampuan masing-masing 1 Yoh 3:17-18, tetapi jangan malas 2 Tes 3:10, atau berjudi dll.

3. Mau korban. Menjadi berkat secara jasmani, hampir semua orang mengerti,  tetapi secara rohani, masih banyak orang yang kabur mata rohaninya, istimewa untuk menyelamatkan jiwa-jiwa.

4. dengan limpah berdoa. Ingat kita perang melawan iblis Ef 6:12. Kalau kita mau menjadi berkat, untuk keselamatannya, sekalipun dengan tulus, iblis akan berusaha menghalang-halangi atau menipu menyesatkan. Sebab itu kita perlu banyak berdoa dalam Roh dan kebenaran. Sebelum dan sesudahnya minta pimpinan Roh Kudus. Kalau maksud kita baik, betul, pasti Roh Kudus akan memberi pimpinan sehingga hasilnya baik, berkenan pada Tuhan. Kunci untuk dipimpin Roh adalah doa dalam Roh dan hidup benar Yoh 4:23, itu besar kuasanya Yak 5:16. Sebab itu belajar tekun bahkan berdoa senantiasa, sehingga selalu dipimpin Roh dan tidak akan gagal atau sia-sia. Sebab itu kalau dipimpin Roh itu pasti indah, apalagi dengan tidak berkeputusan 1 Tes 5:17, Ef 6:17, Jud 20. Ini sangat indah dan efektif, sebab Roh Kudus berdoa bagi kita kepada Bapa untuk kita, dengan permintaan yang tepat, dan dapat jawaban yang tepat.

5. Berjalan dengan Allah. Tingkatkan 7 KPR, hidup dipimpin Roh, menjadi berjalan dengan Allah seperti Henokh Kej 5:22,24 ( TL: Hidup dengan Allah; TB: Bergaul dengan Allah ), juga dalam Kej 6:9, Nuh berjalan dengan Allah.

Kalau kita bisa berjalan dengan Allah, maka:

a. Kita akan berhasil dalam segala keadaan, senang atau susah, sukses atau gagal dll, pasti semua jadi baik, berhasil Rom 8:28, bahkan jadi kejutan indah seperti Henokh, Elia, Yusuf, Daud, Daniel, dll 1 Kor 2:9.

b. Ada sukacita dan sejahtera, sebab Allah baik dan maha kuasa.

c. Untung, Dia tahu segala perkara dengan lengkap, jelas dan tahu jalan keluar yang sungguh-sungguh berhasil.

d. Kita bisa bicara 2 arah, bisa diskusi, mencurahkan isi hati pada alamat yang paling tepat, puas, sukacita, sehingga tidak akan keliru jalan atau gagal.

e. Kita bisa mengerti banyak perkara, sebab Allah tahu semua bahkan tahu yang akan datang, luar biasa, sehingga kita bisa menjadi berkat dengan baik dan makin keberkatan sebab berjalan dengan Allah.

Untuk menjadi berkat itu tidak mudah, dengan Allah kita bisa mendapat jawaban pertanyaan, tahu harus bicara apa, rencana yang akan datang bisa tepat asal tanya terus, bisa mengerti apa yang kita hadapi jauh lebih baik daripada dengan akal kita ( memang yang akan datang biasanya kita belum tahu seperti Yacob, Yusuf, Daniel, dll ) tetapi bisa berjalan dengan Allah pasti untung besar.

Kalau berjalan dengan Allah itu untung besar sampai Surga kekal. Sebab itu teruslah meningkat sehingga bisa senantiasa berjalan dengan Allah, ini amat indah dan ajaib. dengan cara ini Henokh, Elia, Musa dan ratusan ribu orang dalam akhir zaman, bisa tumbuh dengan efektif, cepat sampai menjadi sempurna. Sebab itu tingkatkan 7 KPR dan doa yang limpah dalam Roh dan kebenaran itu dengan berjalan dengan Allah, ini puncak cara hidup rohani yang terbaik sampai bisa jadi sempurna. Dalam segala saat, kesempatan, sikon, teruslah berjalan dengan Allah, itu luar biasa. Jangan jalan dengan akal, perasaan atau nasehat-nasehat manusia yang tidak dipimpin Roh, tetapi berjalan dengan Allah itu indah.

Contoh 2 Raj 4:19-37. Perempuan Sunem ini cinta Tuhan dan percaya pada Allah. Waktu menggendong anak ( yang tiba-tiba sakit kepalanya ) lalu sampai siang, anaknya mati. Tetapi perem-puan ini tidak panik, sebab cinta, percaya dan harap Tuhan. Ia langsung lari ke Nabi Elisa, harap pada Tuhan dan heran, anaknya bangkit dari kematian. Biasanya ibu yang anaknya mati, apalagi dalam gendongannya akan sangat susah dan panik, tetapi ia tidak menuruti akal atau perasaannya, tetapi harap Tuhan, dan dengan tenang, teratur, tidak ngawur pada lari ke nabi Elisa. Hasilnya anaknya bangkit.

Orang yang bisa berjalan dengan Tuhan dalam menghadapi problem yang paling beratpun tidak jadi panik atau emosi, ngawur dll, tetapi bisa tanya Tuhan dan menurut pimpinan Tuhan dengan sejahtera sampai berhasil 100%. Jalan dengan Allah itu luar biasa, baik dalam perkara jasmani dan rohani, sampai bisa menjadi sempurna seperti Kristus, itu luar biasa. Belajar berjalan dengan Tuhan terus menerus sesudah bisa pegang 7 KPR dengan limpah dan berdoa senantiasa dalam Roh dan kebenaran. Berjalan dengan Allah itu lebih dari semua cara hidup rohani lainnya. Tentu di dalamnya termasuk taat dengan penuh.

Jangan berhenti berjalan dalam Roh, bahkan tingkatkan berjalan dengan Allah seperti Henokh dll, maka kita akan menang cara jasmani dan rohani, sehingga bisa menjadi berkat dengan baik dan akhirnya bisa masuk dalam golongan 144.000 orang sempurna akhir zaman! Orang seperti ini pasti tidak berlomba-lomba mengejar berkat tetapi hidup dipimpin Roh, lebih-lebih berjalan dengan Allah dan taat sehingga sangat bergairah untuk menjadi berkat karena Tuhan.

IV. CARA-CARA MENJADI BERKAT BAGI ORANG SEKITAR KITA

Orang yang mengerti kebenaran Firman Tuhan, lebih-lebih yang dipimpin Roh apalagi berjalan berjalan dengan Allah, akan melihat banyak kesempatan dan bisa hidup menjadi berkat bagi orang sekitarnya, bahkan dengan limpah. Caranya:

1. Menyelamatkan jiwa-jiwa, cari jiwa, tetapi jangan ambil domba kandang lain.

Memang jiwa itu adalah tujuan satu-satunya dari kasih Allah Yoh 3:16. Allah tidak perlu yang lain, Dia sudah punya segala dengan tanpa batas. Tetapi ini yang terbatas, sekalipun bagi Allah, sebab Ia menciptakan manusia sebagai mahkluk bebas dan tidak semua mau percaya dan taat. Hati Putra manusia Yesus dan Bapa di Surga, sangat berdukacita melihat Yudas tidak mau bertobat Mat 26:24.

jiwa-jiwa adalah satu-satunya tujuan Allah seperti yang dikatakan dalam Mat 4:18-19. Ini kasih Allah. Perkara terbesar adalah kasih dan kasih ingin menyelamatkan manusiadari neraka kekal. Sebab itu orang yang menjadi berkat adalah yang dapat memberi keselamatan jiwa, lebih-lebih bagi orang seisi rumahnya. Bahkan Allah membantu dengan janji-Nya Kis 16:31.

Orang seisi rumah biasanya punya cinta ( sekalipun orang dunia masih ada sisa-sisa kemuliaan Allah ) Rom 3:23 KJI; mengasihi supaya jangan masuk Neraka. Caranya tidak sulit, hanya menabur berita kesukaan, lalu Allah yang akan menumbuhkan iman dalam hatinya 1 Kor 3:6. Bahkan anak-anak dari orang beriman, itu sudah disucikan dalam orang tuanya 1 Kor 7:14.

( Ini ajaib, tanpa berita Injil, anak itu sudah selamat, andaikata lahir kemudian mati, tetap selamat, ajaib, sebab Roh Allah sudah bicara dalam roh anaknya, sekalipun masih janin dan Allah sudah tahu lebih dahulu ). Tetapi keselamatan itu harus dipelihara Fil 2:12, lebih-lebih dengan 7 KPR dan contoh hidup orang tuanya sendiri! Jangan berhenti berdoa, menasehati, mengajari dan terus menyaksikan hidup baru pada anak-anak itu dan orang seisi rumah lainnya ( orang tua, keluarga, pembantu, dll ) supaya mereka diselamatkan. Ini menjadi berkat yang terbesar. Untuk apa orang tua memberi warisan atau sukses sangat besar, tetapi anaknya masuk Neraka! Mat 16:26! Ingat ini baik-baik. Sebaliknya, jangan hanya memberi perbuatan kasih jasmani pada orang tua, tetapi membiarkannya masuk Neraka! sia-sia! Perhatikan keselamatan jiwa-jiwanya satu per satu, lebih-lebih kalau ada yang jauh di luar negeri, juga pembantu-pembantu dan siapa saja yang di rumah, ini kesempatan pertama, menjadi garam di panci dan terang dalam rumah Mat 5:14-16. Bergumul untuk ini ( menjadi berkat ) lebih daripada mengejar berkat-berkat yang lain, misalnya sehat, sekolah, gelar, uang, sukses, dll!. Pikiran kita harus terang. Untuk apa anak ke luar negeri dapat gelar, tetapi meninggalkan Tuhan, hati-hati itu sia-sia. Sebab itu perlu follow up anaknya terus supaya jiwanya tetap selamat! Begitu orang-orang yang ada di dekat kita Luk 10:27.

Bertemu, kenal apalagi bersahabat tanpa menyampaikan jalan ke Surga berarti salah, dosa Yak 4:17. Kalau orangnya belum mau itu bukan salah kita, tetapi kasih akan berusaha menolongnya lebih lanjut. Orang Samaria yang “kebetulan” bertemu orang yang dirampok di tengah jalan, ia mau berkorban, perjalanannya ditunda satu malam, uangnya keluar untuk mengobati dan merawat orang yang menjadi korban itu, dan Tuhan mengatakan, inilah orang di dekat kita dan ini kewajiban kita untuk mencintainya Luk 10:27. Padahal orang di dekat kita itu lebih dari “bertemu kebetulan”, seperti orang Samaria itu, kalau tidak menggarami atau menerangi jalannya itu menjadi dosa, sehingga merugikan hubungan baik kita dengan Tuhan, sebab tidak taat, sebab berdosa Yak 4:17. Jangan bicara yang tidak perlu ( seperti debat, menyalahkan, mencela kepercayaan orang lain dll ), tetapi hanya menerangkan jalan ke Surga dalam Yesus. Jangan berdebat, hanya menjawab dengan belas kasihan ( supaya orang dekat kita itu jangan sampai masuk Neraka ). lebih-lebih lagi kalau orang-orang itu menjadi tanggungan kita lalu undur, atau keluarganya, rebut kembali jiwanya dari tangan pencuri dan pembunuh itu Yoh 10:10. Baik sebagai guru sekolah Minggu, Pemimpin PS, pemimpin seksi dll. Ini yang betul-betul menjadi berkat dan berlomba-lombalah untuk bisa menjadi berkat. Sebab ini memperkenankan Allah, menyenangkan Dia dan jiwa-jiwa ini jadi mahkota, pahala kita untuk kekal 1 Tes 2:19. Bukan hanya terdaftar menjadi tanggungan kita, tetapi dengan kasih memeliharanya jangan sampai undur, atau hilang, sebab itu harus dicari sampai kembali, sebab kalau kembali, Tuhan dan seisi Surga itu bersukacita dengan luar biasa, jadi hari sukacita untuk Surga Luk 15:4-7.

Selain itu kita tetap masih bisa menjadi berkat dalam banyak hal jasmani dan rohani untuk orang-orang di sekitar kita, dengan menolong memelihara dan menumbuhkan keselamatannya ( Allah tidak hanya ingin menyelamatkan, tetapi memberi kesempatan untuk tumbuh makin tinggi dan mulia,  bahkan kalau bisa sampai puncaknya, sampai menjadi sempurna ). Ada banyak kesempatan kalau cinta, mau menyangkal diri, mau korban, mau repot, sebab utnuk pemelihara keselamatan dan untuk saling tolong menolong kalau ada kasih, akan bergairah melakukannya.

Semua orang selalu mempunyai kesulitan bahkan jalan buntu. Kalau kita dipimpin Roh kita bisa memberi nasehat dan mendoakan untuk setiap problem yang dihadapi. Bahkan bisa juga dengan karunia-karunia Roh atau sesuai dengan jabatan kita dalam pengurapan Roh Kudus. Misalnya waktu sakit, waktu kesukaran keuangan, waktu putus asa, berdosa ( marah, benci, berkelahi, dll ) waktu susah, waktu ribut dalam nikah dan keluarga, dalam pekerjaan, dalam pelayanan dll. Ada banyak kesempatan untuk menjadi berkat dengan tulus karena Tuhan. Kalau kita mau berlomba menjadi berkat, Tuhan akan memberi banyak kesempatan di sekitar kita; semua bisa dipakai baik-baik, baik jasmani dan rohani. Beri waktu, mau korban, pakai semua kesempatan yang bisa kita lakukan, tebus waktu dan limpah pengurapan dan pimpinan Roh Kudus, apalagi kalau kita mau berjalan dengan Allah, maka kita bisa jadi banyak berkat buat banyak orang di sekitar kita. Jangan karena uang seperti Yudas, Gehazi, dll, akibatnya bisa dahsyat ( seringkali tidak dikira, sebab dianggap seperti dalam dunia, semua karena uang atau kepujian atau suatu keuntungan tertentu ). Akibatnya Neraka untuk Yudas, Gehazi menjadi kusta turun temurun. Jangan mencari hormat dan puji seperti Absalom, Adonia dll, akibatnya juga dahsyat, di dunia mengerikan lebih-lebih dalam Neraka kekal.

Kalau kita bekerja dengan tulus dan benar di hadapan Tuhan, juga kesehatan dan pekerjaan, keluarga kita dll akan diberkati Tuhan, ( lebih-lebih sebagai full timer, dituntut lebih banyak, tetapi juga pahalanya lebih besar ).

Jangan berlomba mengejar berkat, tetapi jadilah berkat, itu yang indah untuk kekal dengan segala pahala dan kemuliaan yang kekal. Kejar kesempatan untuk menjadi berkat, itu lebih keberkatan, lebihuntung untuk kekal dalam Surga. Kerjakan ini dari permulaan, jangan baru terakhir, terlambat dan hasilnya sedikit. Berlomba menjadi berkat itu tidak mudah, bertentangan dengan daging, tetapi ini jadi latihan yang baik untuk hidup rohani kita dalam:

1. Mendengar suara Tuhan sampai mahir. Jangan lupa mahir mendengar suara Tuhan, bukan dari tehnik mendengar, tetapi sebab karena mau taat akan menjadi lebih mahir mendengar suara Roh dan hasilnya luar biasa. Sebab mahir mendengar suara Allah, itu berarti sukses besar, melakukan perkara-perkara yang besar Maz 60:14 sebab suara Roh itu tidak pernah keliru dan kalau tahu betul dan taat betul pasti berhasil dengan sempurna, sebab ini suara, kata-kata dari Allah yang Maha besar dan sempurna.

2. Kalau taat, pengurapan Roh juga akan limpah, itu indah, senang, bahagia.

3. Lepas dari ikatan mammon, sombong dan dosa-dosa lainnya.

4. Tabiat ilahi akan muncul dan tumbuh makin limpah sampai bisa jadi sempurna seperti Kristus.

5. Iman juga dilatih dan tumbuh menjadi besar dan sempurna.

6. Berkat dobel, di dunia dalam segala segi Tuhan bisa memberkati dengan sejahtera dan sukacita bahkan tanpa batas. Tetapi juga berkat Surgawi yang indah, mulia untuk kekal juga sudah tersedia.

7. Kasihnya terus tumbuh antar saudara-saudara seiman, bahkan terhadap musuh dan ini jalan cepat, efektif untuk menjadi sempurna. Kasih pada Allah itu taat akan Firman Tuhan Yoh 14:23, Maz 119:11, 63 dll.

Berlomba-lomba untuk menjadi berkat itu betul tidak enak, sakit bagi daging, tetapi untung besar untuk jasmani rohani, lebih-lebih akan tumbuh dengan cepat dan efektif.

V. BAHAYA ORANG YANG MENGEJAR BERKAT SAJA

1. Hanya melihat yang fana, perkara-perkara jasmani. Seringkali matanya dibutakan oleh iblis.

2. Tidak mengerti kebenaran Firman Tuhan, seringkali menghalalkan segala cara, menjadi dosa.

3. Lupa perkara-perkara yang kekal, padahal Tuhan mengingatkan kita untuk mencari dahulu kerajaan Surga dan kebenaran-Nya Mat 6:33, dan berpada dengan hal-hal yang fana 1 Kor 7:31, 1 Tim 6:8. Akibatnya perkara-perkara yang kekal dipinggirkan. Dapat limpah yang fana itu sia-sia Mat 16:26, Luk 12:20-21, sebab itu jangan kita tertipu dengan segala kekayaan dan kemuliaan yang fana, tetapi seperti Musa bisa melihat yang tidak kelihatan dan selamat Ibr 11:25.

Scroll to Top