M4306 – Ulangan 15:1-18 Peraturan Hutang dalam Wasiat Lama

I. DUA BAGIAN DALAM ALKITAB

Firman Tuhan baru lengkap kalau ada Wasiat Lama ( WL ) dan Wasiat Baru ( WB ). Keduanya sama-sama mutlak perlu, tetapi cara pemakaiannya berbeda. Kadang ada orang yang tidak mengerti prinsip perbedaannya, lalu WL mau dibuang atau dilupakan seolah-olah tidak ada, itu salah besar, meskipun cara memakai atau penafsirannya berbeda.

II. PRINSIP PERBEDAAN WL DAN WB.

1. Kristus. Dalam WL, dosa ditutupi dengan darah binatang sebagai tanda percaya dan taat dan itu digenapi atau dilunaskan oleh darah Kristus sebagai Anak domba Allah Yoh 1:29, maka dosa itu yang ditutup darah binatang itu hilang lenyap untuk selamanya. Tanpa darah Yesus, darah binatang tidak bisa menghapus dosa Ibr 10:4. Sesudah Golgota, semua yang percaya Tuhan Yesus dan bertobat dari dosanya, tidak perlu memakai darah binatang korban sebab dosanya langsung terhapus dan dilepaskan dari ikatannya oleh darah Yesus. Kristus membuka era WB untuk umat Tuhan dengan penyaliban-Nya.

2. Roh Kudus. Cara kerja ( versi ) dalam WB dan WL oleh Roh Kudus berbeda. Dalam WL “belum ada” model, versi atau cara kerja Roh Kudus WB Yoh 7:39. Cara WB baru berlaku sesudah dosa dihapus penuh, total oleh darah Yesus, bukan hanya ditutup darah binatang korban ( ini lambang pengorbanan Tuhan Yesus Yoh 1:29 ). Sesudah Tuhan Yesus dipermuliakan ( mati, bangkit, lalu naik ke Surga ) baru cara kerja Roh Kudus WB dicurahkan ke dunia yaitu dengan tanda khas bahasa lidah ( lihat buku tentang baptisan Roh Kudus, lidah itu organ kunci bagi manusia Yak 3:1-2 ).

Murid-murid sebelum dan sesudah baptisan Roh Kudus sangat berbeda. Sebab itu kita harus seperti murid-murid dibaptis dengan Roh Kis 2:38, penuh Roh Kudus Ef 5:18 dan terus dipimpin Roh Rom 8:14, bukan dipimpin daging Gal 5:16-17, atau berjalan sendiri, maka  hidup baru akan nyata dalam hidup kita.Ini yang normal bagi orang-orang dalam WB. Tanpa baptisan Roh Kudus, orang Kristen hidup cara WL seperti murid-murid sebelum dibaptis dengan Roh Kudus, takut, tidak berdaya sangat rugi, padahal sudah disediakan Tuhan ( sesuai jadwal Allah ) untuk umat-Nya sesudah Golgota.

3. Israel dan Gereja.

Dalam WL, turunan Abraham, yaitu bangsa Israel adalah umat Tuhan secara jasmani. Selain itu juga ada orang-orang lain yang percaya dan menyembah Allah menjadi umat Tuhan seperti Ayub, Naaman, Nebukadnezar, Koresy, Rut, Rahab dll yang percaya dan mengakui Tuhan, sebab Allah tidak membedakan orang Rom 2:11. Secara jasmani dalam ukuran 1 bangsa, Israel adalah umat Tuhan.

Dalam WB, umat Tuhan adalah Gereja atau tubuh Kristus, yaitu orang-orang yang percaya pada Tuhan Yesus sehingga lahir baru, dibaptiskan dalam air dan Roh. Israel sebagai bangsa, untuk sementara bukan lagi umat Tuhan dalam WB, karena menolak dan membunuh Mesias dan mengutuki dirinya sendiri Mat 27:25. Cabang pohon zaitun asli ini dipotong dan diganti segala bangsa yang mau percaya Tuhan Yesus, jadi umat Tuhan, yaitu Gereja Rom 11:17,23. Kalau orang Israel secara pribadi mau selamat, jalannya hanya satu, lewat percaya Tuhan Yesus. Tetapi sesudah jumlah bangsa-bangsa lain genap percaya pada Tuhan Yesus, bangsa Israel akan dipulihkan kembali Rom 11:25-26, yaitu dalam masa penamatan dunia ini (Minggu ke-70 Daniel).

4. Tuhan Yesus mengajar perbedaan peraturan WL dan WB.

Ini bukan menghapus WL, tetapi artinya digenapi dengan cara baru, cara rohani, sebab sudah terjadi penebusan manusia dan Roh Kudus dikirimkan Mat 5:17-19, Maz 43:3. Tuhan Yesus selalu membandingkan apa yang dikatakan orang dahulu ( WL ) dan apa yang sekarang mulai berlaku sejak zaman Tuhan Yesus ( Mat 5:21-48 ). Ada beberapa prinsip yang diterangkan ( lihat M4304 untuk lebih jelasnya ), misalnya:

a. Jangan membunuh ditingkatkan, jadi jangan benci, sehingga berkata-kata kasar, sebab benci adalah permulaan pembunuhan, sama jenisnya dan sesudah penebusan oleh darah Yesus, kita bisa hidup tanpa benci Yak 5:15, Wah 22:15.

b. Berzina, bercerai, poligami. Sekarang tidak boleh sebab berpikir zina itu sudah dosa dst.

Sebab itu yang ditulis dalam WL, tetap kita pegang sepenuhnya, tetapi tidak lagi kita lakukan secara harfiah, tetapi secara rohani sampai akar dan penyebabnya yaitu dosa dalam hati dibersihkan, sebab oleh penebusan kita sudah jadi orang baru dan penuh dipimpin Roh, kita bisa hidup baru bahkan bertumbuh sampai menjadi seperti Kristus 1Kor 11:1.

III. PERBEDAAN PENAFSIRAN WL

DAN WB

1. 2Kor 3:14. Harus dibuka selubungnya, sehingga arti harfiah menjadi arti rohani bagi kita. Jadi minta ampun dosa tidak lagi dengan menyembelih binatang korban di Yerusalem, tetapi dengan percaya, bertobat kepada Tuhan Yesus dan bisa dilakukan di mana-mana saja. Misalnya dalam WL musuh dibenci, tetapi dalam WB musuh tidak dibenci, diampuni dan dikasihi Mat 5:44. Semua kebenaran dalam WL harus dibuka selubungnya, kalau tidak, akan jadi keliru.

2. Ibr 10:1. WL itu adalah bayangannya, jangan dipegang atau dilakukan, tetapi pegang benda yang sesungguhnya. Misal-nya Mezbah Korban Bakaran, bagi kita sekarang berarti salib, Kemah Suci  berarti secara rohani, tetapi kita harus tahu artinya secara harfiah, supaya tahu arti rohaninya dengan tepat.

3. Gal 4:24a. Ibarat, pelambang atau kiasan. Misalnya anak domba korban itu adalah Putra manusia Yesus Yoh 1:29. Doa WL dengan dupa Wah 5:8, sekarang berarti doa dalam Roh ( bahasa lidah 1Kor 14:14 ) dan kebenaran Yoh 4:23-24. Dalam WL tidak boleh ada ragi dalam hari raya Fatir waktu Paskah Kel 12:15, bagi kita, yang dibuang adalah ragi dosa 1Kor 5:6-8. Misalnya sunat dalam WL Kej 17:14 orang WB tidak melakukannya, tetapi memakai sunat hati Rom 2:28-29j, Kol 2:11.

4. 1Kor 10:11. Menjadi nasehat dan teladan bagi orang akhir zaman. Misalnya peperangan dalam WL dengan kuasa Allah seperti Daud melawan Goliat, sekarang dalam WB kita berperang, bukan melawan manusia, tetapi melawan iblis dengan hikmat dan kuasa Allah yang limpah Ef 6:12, Luk 24:49.

5. Rumus penafsiran WL dan WB adalah:

WL – selubung = WB. 2Kor 3:14.

Arti rohani dari WL harus selalu ada di dalam WB. Jangan diartikan sendiri, apalagi dengan hal-hal yang tidak ada dalam Alkitab ( tidak Alkitabiah ). Misalnya mengartikan ikan yang boleh dimakan, yang punya sisik dan sirip. Ini berarti bisa berenang atau hidup tidak menurut arus duniawi, tetapi menurut Firman Tuhan dalam kesucian 1 Kor 3:3. Yang mudah diingat adalah Bil 33:55 dan Kol 3:5, yang dibinasakan bukan orangnya, tetapi tabiatnya.

Arti WL biasanya berubah, tetapi ada juga yang tetap (misalnya: taat, setia, tekun dll), atau juga bisa berarti jasmani dan rohani. Semua ini harus disaring dengan Golgota dan dengan rumus ini, harus ada artinya dalam WB.

6. Luk 16:16. Batas antara WL dan WB adalah Golgota. Sebab Taurat dan nabi-nabi ( WL ) itu batasnya adalah Yohanes Pembaptis ( pembuka jalan dari Tuhan Yesus ). Kemudian sesudah itu, sesudah Tuhan Yesus mengenapkan semuanya di atas salib, sudah genap / selesai Yoh 19:31, maka kerajaan Allah dimasyurkan, semua orang berebut-rebut masuk kerajaan Allah. Injil diberitakan sampai di seluruh dunia Kis 1:8, Mrk 16:15 sampai Dia datang kembali. Sebab itu kita tidak memakai cara-cara WL dalam ibadah kita, misalnya dengan meniup Zofar atau memakai garam, merayakan Paskah, Pentakosta, Pondok Daun, dll secara harfiah, tetapi secara rohani. Kita tidak meniup nafiri, tetapi memberitakan kehendak Tuhan, istimewa Firman Tuhan dalam pengurapan Roh Kudus, Injil keselamatan di dalam Tuhan. Kita tidak memakai pakaian imam apalagi imam besar secara jasmani, tetapi secara rohani, misalnya baju linen putih adalah kebenaran di hadapan Allah. Sabuk dengan warna merah ( salib ), ungu ( kuasa Allah ), biru ( sebagai hamba ), emas ( cara-cara ilahi ), dll. Kita tidak memakai Mezbah ( pertobatan, kuasa salib ), kolam ( baptisan air ), dll secara jasmani, tetapi secara rohani.

IV. MENGAPA KRISTUS TIDAK DATANG PADA PERMULAAN?

Kalau Dia datang sejak zaman Adam, maka tidak lagi ada WL dan WB. Tetapi Allah yang maha tahu dan sempurna sudah merencanakan jalan keselamatan yang tepat dan sempurna sehingga dari manusia yang bebas memilih ( bisa jadi seperti Kristus atau seperti iblis ) bisa diolah menjadi sempurna seperti Kristus sesuai dengan pilihannya masing-masing.

1. Ini suatu rencana fantastis, tidak logis, mana mungkin manusia dosa bisa jadi seperti Allah Mat 5:48, tetapi ini rencana Allah.

2. Bukan bagi satu orang, tetapi bagi semua yang percaya ( miliaran orang yang selamat dan 144.000 orang sempurna ) di seluruh dunia.

3. Meskipun dalam WL, Allah adil, yang sungguh-sungguh mau, tetap bisa jadi orang sempurna seperti Henokh, Musa, Elia, dsb.

4. Bertahap, seperti dalam skema Kemah Suci yang sederhana, tetapi akhirnya sempurna.

Mula-mula orang memakai perasaan hatinya Rom 2:15, lalu dengan Taurat, dengan Injil sampai seluruh Firman Tuhan terbuka jelas Mat 10:26-27. Tumbuh dari Pintu Gerbang sampai Tabut. Meskipun mula-mula belum ada Taurat apalagi Alkitab, tetapi Allah tahu orang-orang yang mau percaya dan Roh Kudus bisa memimpinnya seperti Nuh, Habel, Abraham, dll, bahkan sampai jadi sempurna seperti Henokh. Allah tahuisi hati setiap orang, bahkan  tahu lebih dahulu, sehingga sebelum lahir Dia sudah tahu nasibnya dan Tuhan meletakkannya di tempat yang tepat dan sesuai. Allah adil dan cinta, tetapi kita yang percaya harus mau taat dipimpin Roh, sehingga celik. Jangan jalan dengan kekuatan sendiri, lebih-lebih pada akhir zaman, pada waktu Allah akan menggenapkan rencana-Nya. Sebab itu dalam membaca dan mempelajari WL dan baru kita harus bersandar pada Roh Kudus Yoh 16:13, 1Kor 2:10.

UL 15:1-11

HUTANG DALAM WASIAT LAMA

Ini pelajaran WL, yang punya arti jasmani dan rohani, terutama tentang kemurahan.  Belajar bermurah hati, maka Tuhan akan lebih murah hati pada kita Luk 6:36,38. Memang tidak mudah bermurah hati diantara orang yang jahat dan penuh siasat, sebab itu tetap tulus, tetapi cerdik Mat 10:16.

Disini dibedakan hutang dari orang Israel dan bukan orang Israel, yang tetap bisa ditagih. Orang-orang Israel yang berhutang, pada tahun VII harus dibebaskan. Ini peraturan WL. Bagaimana dalam WB?

1. Hutang untuk kebutuhan, misalnya makan, kita rela memberinya menurut kemampuan kita 2 Kor 8:12. Tetapi pinjaman untuk membuat usaha, tetap harus dikembalikan. Sebab itu minta pimpinan Tuhan supaya bisa cerdik, sebab kalau tidak mungkin untung atau orangnya tidak jujur, jangan bekerja sama, itu bodoh, tidak perlu diberi pinjaman, lebih baik orangnya jadi pegawai, kalau ia berkenan pada Tuhan, Tuhan akan memelihara. Juga orang yang meminjam dengan dusta dan siasat, kita tidak boleh bodoh, tetapi jangan bereaksi dosa dan tetap murah hati.

2. Murah hati bukan berarti untuk orang yang tidak tertib, menipu, semaunya sendiri. Kalau menolong orang, tetapi orangnya tidak tulus, ada maksud tidak baik, minta hikmat dan kuasa Allah, tetapi jangan bereaksi dosa, tetap perlu sabar dan murah hati. Apalagi pekerja, kalau hanya minta kemurahan, tetapi tidak disiplin dan banyak atau sengaja melanggar, harus ditertibkan, tetapi jangan berdosa dan tetap murah hati, harus lulus dalam setiap pencobaan. Jangan lupa memberi nasehat kalau mau. Sebab itu minta hikmat dan kuasa Allah. Orang yang dipimpin Roh akan ada buah Roh antara lain kasih, kebaikan, murah hati dll, dan itu berarti pengorbanan.

3. Kemiskinan jasmani dan rohani. Dalam prinsipnya kita berbaik hati bukan hanya dalam hal-hal jasmani, tetapi tujuannya kalau bisa menyelamatkan jiwanya, sebab itu jangan lupa pelayanan kita adalah peperangan dengan iblis Ef 6:12. Jangan sampai berdosa. Pada prinsipnya kita bukan pemilik dari harta kita, tetapi bendahara Tuhan 1Pet 4:10, 1Kor 4:2 yang memikirkan kehendak dan pekerjaan Tuhan. Baik perkara jasmani maupun rohani kita lakukan semua karena Tuhan Rom 11:36.

Juga secara rohani, jangan sampai ada orang miskin rohani diantara kita. Secara jasmani dan rohani kita perlu punya kemurahan hati sehingga semua boleh mendapatkan berkat Tuhan dengan cukup. Jangan biarkan orang bertindak bodoh, dosa dan hal-hal yang bertentangan dengan Firman Tuhan, lebih-lebih orang-orang yang ada dalam kelompok atau “panci” kita.

4. Pada tahun ke-7, orang Israel yang berhutang dibebaskan. Tetapi orang bangsa lain tetap harus  melunasi hutangnya.

Yang dimaksudkan bukan hutang modal untuk kerjasama, tetapi untuk kebutuhan hidup yang diperlukan, kita perlu belajar bermurah hati pada saudara-saudara kita yang miskin, lebih-lebih di dalam kelompok dan tanggung jawab pelayanan kita. Seringkali juga orang-orang ini jadi miskin karena malas, tidak sungguh-sungguh mencari Tuhan, tidak tahu bertanggung jawab, tabiat yang jelek dll. Orang yang sungguh-sungguh bebakti pada Tuhan akan diberkati Tuhan dengan cukup dan tidak akan kekurangan jasmani dan rohani ( Ul 15:4 ). Tetapi kita tetap perlu bermurah hati karena Tuhan dan sekaligus untuk menyelamatkan jiwanya.

Justru orang-orang seperti ini perlu ditolong jasmani dan rohani, sehingga keselamatannya tidak hilang. Kasih dan kemurahan itu perlu penyangkalan diri dan pengorbanan. Ini kita lakukan karena Tuhan, supaya jiwanya diselamatkan, bukan sekedar pekerjaan amal atau sosial, tetapi untuk menolong menyelamatkan jiwa-jiwa untuk kekal. Secara jasmani kita memberi bantuan dengan rela karena Tuhan. Secara rohani doakan dan nasehati dengan hikmat dan pimpinan Roh Kudus supaya ia sungguh-sungguh lahir baru, dan tumbuh dalam Kristus, lebih-lebih bagi orang-orang di dalam daerah atau tanggung jawab kita.

5. Dalam Ul 15:11 dikatakan, biasanya selalu ada orang miskin sekalipun dalam negeri Perjanjian, sebab itu jangan bersungut-sungut, sebab justru ini untuk mengolah kita supaya bisa berkorban sesuai dengan kemampuan kita, untuk bisa bermurah hati bagi orang-orang itu, juga secara rohani. Jangan tidak peduli atau membiarkan orang-orang yang miskin, sehingga tidak mampu hidup, apalagi yang miskin, cacat, dll. Juga secara rohani, yang ada di tengah-tengah kita. Orang “yang lebih” memberi pada orang “yang kurang” Ibr 7:7. Sebab itu orang yang mau terbeban akan berdoa, minta pimpinan Roh Kudus untuk melakukan apa yang bisa dibuat untuk orang-orang yang miskin, baik jasmani dan rohani.  Ini tidak mudah, sebab perlu berkorban dan tetap tulus, benar, penuh dan dipimpin Roh. Tetapi justru dengan pelayanan ini, kita akan tumbuh dengan efektif.

Kadang-kadang di dalam satu rumah pun ada orang ( tua ) yang tidak peduli kemiskinan rohani anak-anak / isi rumahnya. Orang yang miskin jasmani bisa aktif minta tolong, tetapi orang yang miskin rohani seringkali tidak merasa, bahkan tidak mau ditolong, sehingga rohaninya lemah, jatuh bangun dalam dosa dan mudah terhilang. Orang yang mata rohaninya celik dan cinta Tuhan akan memperhatikan orang-orang miskin rohani dan jasmani di sekitarnya dan Tuhan akan menyertai dan memberkatinya.

6. Ada orang Israel yang tahu, sudah dekat tahun ke-7, sebab itu berarti hutang tidak membayar, sehingga ia mengelak. Meskipun ada juga penyalahgunaan, memakai kesempatan ini untuk mendapatkan uang, tetapi jangan sampai kita berdosa. Adalah kehendak Tuhan untuk tetap bermurah hati, tetapi kita juga harus cerdik, tetapi jangan berdosa di hadapan Allah, lebih-lebih dalam zaman yang susah seperti Pandemi. Roh Kudus tahu dengan tepat dan belajar berjalan dalam Roh. Justru orang yang tidak mau minta sekalipun sangat kekurangan, kita perlu tahu dan menolongnya, lebih-lebih dalam kemiskinan rohani. Ini berkenan pada Tuhan dan sebaliknya itu menjadi dosa bagi orang yang menolak bermurah hati. Why kalau Tuhan tidak bermurah hati kepadanya.

KESIMPULAN.

Tujuan kita bukan menjadi kaya di dunia, tetapi di Surga Luk 12:21, Mat 16:26. Sebab itu selain berpada 1 Tim 6:8, 1Kor 7:31 kita juga harus hidup sebagai bendahara Allah yang setia, baik jasmani dan rohani. Istimewa terhadap saudara-saudara kita yang miskin jasmani dan rohani, kita perlu berkorban, sekalipun tidak wajib secara manusiawi, tetapi adanya orang miskin di dekat kita, apalagi dalam tanggung jawab kita, perlu kita perhatikan secara jasmani dan rohani. Ini perlu korban dan seolah-olah kerja ekstra sia-sia, tetapi apa yang kita lakukan dengan tulus karena Tuhan sesuai Firman Tuhan, tidak akan sia-sia. Jangan lupa selalu hidup dan taat dipimpin Roh dalam ketulusan, benar di hadapan Allah, kita akan tumbuh dan pahalanya besar, lebih dari segelas air tawar Mat 10:42; 25:40, 2 Tes 2:19-20.

Nyanyian:

Bersinarlah kau di negri,

tempat yang engkau diami.

Agar orang sekeliling sambut Tuhanmu

karna memandang sinarMu.

Scroll to Top