DOWNLOAD FILE PDF CATATAN KHOTBAH IBADAH HARI INI
Kita tidak tahu tanggal kedatangan Tuhan, tetapi harus tahu tanda2 zaman Mat 16:3. Mengapa? Supaya kita makin sungguh2 bersedia, sebab rohani kita harus meningkat tinggi supaya lulus dalam pencobaan akhir zaman yang dahsyat Wah 3:10. Tumbuhlah terus sampai puncak. Jangan terus di per-mulaan. Orang2 beriman berada dalam 3 tingkatan rohani (Halaman: Jatuh ba-ngun dalam dosa, terus dipermulaan, tidak lulus, Ruangan Suci: Tumbuh dalam kesucian, Ruangan Maha Suci: Tingkat sempurna).
Kita harus dapat menghadapi pro-blem2, tetapi jangan hanya problem2 jasmani, tetapi terutama problem2 rohani (bisa tumbuh dalam kesucian dan berbuah jiwa2), supaya siap ikut pengangkatan (Mat 24:42). Itu artinya harus lulus ujian Akhir global Wah 30:10 (yang meningkat sangat dahsyat Wah 22:11), sebab yang lulus akan masuk golongan yang ikut peng-angkatan. Ini syaratnya, ini ditentukan di lembah Penentuan Yoel 3:14 dan lulus baptisan api (ini puncak hujan Akhir!) Luk 12:49-50. Inilah yang dise-but pedang Tuhan yang kena umat Tuhan. Inidatang hanya satu kali pada penamatan rencana Allah untuk memi-sahkan umat Tuhan yang siap bersedia untuk pengangkatan dan yang tidak bersedia akan tertinggal. Ini ditentukan dan terjadi sebelum masa penamatan (Minggu ke-70 Daniel) datang, yaitu pada masa Pre-Tribulation (= masa per-mulaan penamatan, yaitu selama 75 hari Dan 12:11). Sebab itu kita harus tumbuh terus dalam kesucian, supaya bisa ikut dalam pengangkatan. Ini di-tentukan jauh sebelum saat pengang-katan! (3,5 tahun sebelumnya!).
Jangan hanya memikirkan untuk dapat mengatasi pencobaan2 hal yang fana seperti uang, kesehatan, keaman-an, keluarga dan hidup se-hari2, tetapi juga hal2 rohani supaya jangan ter-tinggal, justru utamakan lulus dalam pencobaan2 rohani dan tetap dalam rohani kerajaan Surga (dalam Ruangan Suci, bahkan sampai masuk Ruangan Maha Suci) Mat 6:33.
Kalau kita hidup benar sesuai Firman Tuhan dipimpin Roh, sehingga tabiat baru dan perbuatan kita sesuai Firman Tuhan dan kemampuan ilahi kita terus bertumbuh (seperti Mrk 16:17-20, Mat 10:1, Kis 1:8, Luk 10:19 dll), maka kita bisa menghadapi de-ngan baik hal2 jasmani dan rohani; Kuncinya selalu lulus dalam penco-baan2 rohani, sehingga rohani kita terus tumbuh dan ber-buah2 jiwa2, maka yang jasmani akan ditambahkan Tuhan dalam hidup kita. Dan jangan hidup hanya dengan kekuatan sendiri, tetapi dengan kuasa Allah, terus dipimpin Roh. Dengan terus berdoa dalam Roh dan hidup benar Yoh 4:23), sehingga janji2 Allah jasmani dan rohani digenapkan dan kita siap untuk hidup yang kekal Mat 16:26.
Terus tumbuh dalam kesucian, se-hingga sebagian juga bisa sampai ting-kat yang sempurna sesudah menem-bus Tirai yaitu lahir dari Allah 1Yoh 3:9. Kita akan melihat 2 hal dalam per-siapan jasmani dan rohani ini yaitu dengan memakai masa kemurahan Tu-han baik2, juga supaya waktu Pedang Tuhan datang kena umat Tuhan, kita betul2 bisa masuk dalam golongan yg aman dan indah, ikut pengangkatan.
A. Rom 11:22. KEMURAHAN DAN KEKERASAN ALLAH
Untuk menentukan apakah seorang itu selamat atau tidak, itu tergantung apakah ia mau percaya dan bertobat lalu sampai mati / terakhir tetap setia dan percaya pada Tuhan Yesus pada Tuhan Yesus dalam seumur hidupnya di dunia.
Jadi umur manusia itulah masa kemurahan Tuhan yang menentukan keselamatannya masing2, sesudah itu kalau tidak bertobat ia masuk Neraka untuk kekal, tidak perlu diberi kesem-patan lagi untuk bertobat sampai se-lama2nya.
a. Ada orang saat terakhirnya sebelum mati ia bertobat dan selamat kekal, seperti penjahat yang hampir mati waktu di salib ber-sama2 Putra manusia Yesus, ia percaya, bertobat (mengakui semua dosanya), sebab itu ia selamat kekal.
b. Ada orang sesudah sekian tahun baru bertobat dan tetap percaya sampai akhir, ia selamat.
c. Ada orang sejak lahir, sudah disucikan dalam orangtuanya 1Kor 7:14 dan terus percaya Tuhan Yesus sampai mati, dan ia selamat.
Allah tahu lebih dahulu semua orang yg akan mau percaya atau tidak dalam masa kemurahan, bahkan Ia tahu jauh sebelumnya, sejak permu-laan (sebelum penciptaan dunia se-mesta ini) siapa2 saja yang mau percaya di dalam Kristus Ef 1:4. Inilah masa kemurahan Allah.
Dan juga Allah tahu lebih dahulu berapa lama masa kemurahan yang diperlukan untuk setiap orang, sebab sesudah itu mereka tidak mau lagi bertobat. Jadi kalau waktu itu habis, ia tetap tidak mau percaya, maka Allah tahu orang itu tetap tidak mau percaya sampai kekal dan ia masuk Neraka kekal.
Kadang2 sejak lahir ia sudah tidak mau percaya, atau sesudah misalnya 30 tahun, maka sesudah itu orang itu tidak lagi mau percaya, dan Allah yang tahu lebih dahulu juga menentukan lebih dahulu keselamatan dan kebina-saannya Rom 8:29.
Jadi Allah tidak menentukan lebih dahulu, tetapi sebab Ia tahu lebih da-hulu dengan tepat dan betul, maka dengan adil dan benar, sebagai Allah, Ia juga menentukan lebih dahulu hukumannya yang adil dan benar.
Mungkin sesudah masa kemurahan habis ia masih lagi mau bertobat, tetapi itu hanya karena terpaksa atau pura2, sebab lewat beberapa waktu lagi ia akan kembali keras hati dan tidak bertobat untuk seterusnya, dan Allah sudah tahu lebih dahulu.
Dalam waktu ini ia terus hidup dalam dosa sedikit (tingkat I) atau sampai tingkat III (tingkat ini tidak lagi mau dan tidak bisa bertobat); tetapi pada waktu ini Allah dapat membiarkan dia hidup dipakai oleh iblis dan setan2 menjadi pencobaan bagi orang yang percaya. Iblis tetap tidak mau percaya dan sesudah itu ia di penjara dalam penjara iblis atau tetap bebas untuk mencobai dan jadi pencobaan dan ujian bagi orang beriman. Ini tergantung dari Allah yang Maha tahu dan Maha hikmat. Ini sudah terjadi pada iblis dan kesempatan terakhir baginyasesudah kalah dalam perang Harmagedon, ia akandipenjarakan dalam Lubang Tanpa Dasar. Sesudah itu iblis dilepaskan lagi, dibiarkan menipu dan menyesatkan penduduk kerajaan 1000 tahun yang bebas pencobaan selama 1000 tahun, tetapi terbukti ada banyak orang Kerajaan 1000 tahun yang jatuh. (iblis sendiri dilempar 3x sepanjang riwayat alam semesta ini, tetapi dilepaskan kembali menurut jadwal Allah, seperti waktu iblis minta izin untuk mencobai Ayub, Allah mengizinkan dan Ayub lulus). Waktu iblis diizinkan masuk taman Eden dan menggoda Hawa, mereka jatuh dalam dosa (pengolahan untuk iblis, malaikat, roh2 yang ada di alam kekal {sudah melihat Allah, Surga, iblis, Neraka) itu tidak sama dengan peng-olahan untuk manusia Luk 12:48. Misalnya untuk malaikat 2Pet 2:4. Untuk bertobat, itu tidak sama untuk setiap orang dan cara pengolahan untuk makhluk dalam alam berzakh yang sudah tahu dan melihat Surga-Neraka itu tidak sama dengan manusia yang tidak tahu, dan tidak mengerti dan tidak hidup dalam alam roh.
Jadi bagi manusia masa kemurahan itu tidak sama bagi setiap orang dan kalau sampai saat terakhir tidak ber-tobat, berarti ia tidak mau percaya dan tidak mau bertobat, dan hukuman jatuh atasnya untuk selamanya. (Kalau malaikat berdosa, tidak ada masa kemurahan seperti manusia, maka langsung malaikat2 itu dihukum untuk selamanya 2Pet 2:4).
Dalam masa kekerasan, orang itu mati, atau ada yang masih dibiarkan hidup dalam masa kekerasan, meski-pun tidak bisa dan tidak mau percaya dan bertobat lagi, tetap binasa dan dibiarkan Allah menjadi pencobaan da-lam tangan iblis.
Dua macam masa kemurahan.
Masa kemurahan ini bisa untuk pribadi atau massal (global).
a). Pribadi. Misalnya Nebukadnezar dan Belsyasar. Allah tahu lebih dahulu bahwa Nebukadnezar akan percaya dan bertobat, sebab itu akibat dosa2-nya ia dihukum Allah selama 7 masa (ini tanda jumlah waktu yang sempur-na sampai ia percaya dan bertobat). Sesudah itu ia sembuh dan ia bertobat, misalnya ia percaya dan mengakui Allah, misalnya Dan 3:29. Begitu juga Naaman, sesudah sembuh ia percaya dan mau beribadah hanya kepada Allah saja. Tetapi Belsyasar, sampai waktu kemurahannya habis, tetap tidak mau percaya dan bertobat seka-lipun sudah diberi peringatan yang ajaib (Menai2 Tekail Ufarsin), sebab itu ia mati malam itu juga.
Jadi waktunya sudah habis (sebab Allah tahu lebih dahulu), maka seka-lipun minta ampun, menyesal, tidak lagi ada ampun. Bukan sebab Allah jahat, tetapi sebab waktu kemurahan habis dan Allah sudah tahu, bahkan ia tidak mau bertobat sungguh2 dan dibuang untuk selamanya. Ini juga tampak jelas pada Saul, Gehazi dan Yudas yang tidak bertobat sampai habis masa kemurahan Tuhan. Tetapi Salomo dan Simson dan penjahat yang di salib, pada akhir kesempatannya masih bertobat dan selamat, sekalipun tingkatnya rendah 1Kor 3:15. Ini juga menjadi prinsip Surga Yes 26:10.
Kalau sudah habis waktunya tidak mau percaya, tidak bisa bertobat, langsung masuk Neraka, dan tidak bisa berubah lagi.
b. Global/ bersama.
Ada 3 contoh. Luk 17:26-30
1. Zaman Nuh, masa kemurahan-nya 120 tahun Kej 6:3. Ternyata betul, tidak ada seorangpun yang mau per-caya sampai habis 120 tahun masa kemurahan, sekalipun sudah melihat tanda2 ajaib yang luar biasa dan sudah dikhotbai Nuh. Hanya 8 orang yang selamat.
2. Zaman Sodom Gomora, tidak disebut waktunya, tetapi Allah sudah memberitahu Abraham dan sekalipun sudah bersyafaat untuk Sodom, tidak ada yang mau bertobat, dan semua orang Sodom Gomora mati. Hanya beberapa orang yang dimintakan sya-faat oleh Abraham, lepas dari hukuman Sodom, tetapi Lot tidak mau kembali pada Abraham, sebab hidupnya sudah berubah dan ia tetap tidak mau ber-tobat, sehingga tidak berani kembali pada Abraham.
Doa syafaat tidak bisa mengampuni dosa, hanya ada perpanjangan waktu untuk bertobat, mereka sendiri tetap harus bertobat sungguh2 dan Lot tidak bertobat dari dosa2 Sodom.
3. Zaman Putra manusia (zaman Gereja sekarang) itu masa kemurahan-Nyasampai habis waktunya dan itu ditandai dengan Minggu ke-70 Daniel (masa penamatan rencana Allah) dan pada waktu Pre-Tribulation = masa sebelum Minggu ke-70 Daniel (75 hari) akan terjadi ujian Akhir global, sebab waktu itu sudah habis waktunya.
B. PEDANG TUHAN DALAM PENAMATAN RENCANA ALLAH
Dalam penamatan rencana Allah (masa kemurahan global seluruh dunia), ma-ka Tuhan membawa pedang, memisah-kan umatNya yang mau bersedia dan yang tidak mau bersedia Mat 24:42, menjadi dua golongan yaitu yang ber-sedia seperti ligabis, sehingga lulus ujian Akhir global dan baptisan api, sehingga ikut pengangkatan dan yang tidak mau bersedia sesudah habis masa kemurahan global, golongan ini tidak lulus ujian Akhir global (golongan ligabo), maka golongan ini tertinggal dan masuk dalam zaman Antikris, binasa, kecuali yang mau bertobat, sebab ada satu kali lagi kesempatan untuk bertobat. Yang terus hidup dalam dosa (Wah 22:11), mereka akan hanyut dalam “tsunami dosa” yang terakhir dan mati dalam dosanya atau ikut Antikris, dan binasa dalam perang Harmagedon waktu itu, dan masuk Neraka. Jadi pada penamatan rencana Allah, umat Tuhan pisah menjadi dua golongan, yang tidak bisa ber-pindah2 lagi, tetap dalam golongannya yang homogen. Sebelumnya orang2 ber-iman masih bisa pindah2 dari dua golongan ini yaitu golongan jalan lebar dan golongan jalan sempit yang se-muanya campuran, tetapi oleh pedang Tuhan golongan jalan sempit dan jalan lebar menjadi golongan yang homogen di hadapan Allah dan tidak bisa berpindah lagi sampai pengangkatan.
Akibat pedang Tuhan, umat Tuhan terpisah menjadi:
– Dua golongan homogen.
– Tidak bisa pindah.
– Nyata waktu pengangkatan.
Kita harus tahu, Allah yang adil dan benar, juga Maha tahu, sehingga Ia dapat tahu lebih dahulu dan dapat menentukan lebih dahulu dengan adil, masa kemurahan dan kekerasan dengan tepat untuk setiap orang.
KESIMPULAN
1. Terus hidup benar sesuai Firman Tuhan dipimpin Roh, maka kalau teurs ada dalam ril Tuhan, ini lumayan, bisa selamat.
2. Kalau kita mengerti rencana penamatan Allah, maka kita akan bersiap dan bersedia lebih baik, sehingga kita bisa memberi waktu, perhatian, tenaga, pengorbanan dll lebih banyak untuk hal2 rohani (7 KPR, tetapj suci, MAK DSY) maka kita bisa tumbuh makin indah untuk kekal. Hos 4:6.
3. Gunakan kesempatan masa kemurahan ini baik2, sebab memang ini rencana Allah supaya kita bisa tumbuh maksimal, lebih2 sebab hari2 kedatangan Tuhan sudah dekat.
4. Pedang Tuhan, orang yang tidak mengerti, tidak sadar, sebab ini Pedang Tuhan untuk umat Tuhan, hanya satu kali untuk penamatan. Biasanya orang beriman, lebih2 yang tidak mengerti tidak sadar masih ber-sama2 dalam Gereja, tetapi ternyata sudah dalam jalan atau golongan yang terpisah. Waktu pengangkatan baru sadar, tetapi sudah terlambat, bedanya ba-nyak sekali. Selain aniaya tanpa batas, juga kehilangan kemuliaan yang tinggi, indah untuk kekal kalau mengerti dan mendapatkannya.
Nyanyian:
Betapa heranlah, heranlah, heranlah
Betapa heranlah FirmanNya
Apa yang tak diduga
Dib’ri oleh FirmanNya,
Betapa heranlah FirmanNya.
