M4671 – Kesempatan Hidup Hanya Satu Kali, Tapi Menentukan Nasib Kekal

Kalau kita percaya pada Tuhan dan se-lama hidup di dunia terus taat akan Fir-man Tuhan dalam pimpinan Roh, maka hidup kita di dunia berkenan pada Tu-han, itu menentukan nasib yg mulia dalam kekekalan.

I. MENGINTAI KANAAN, Bil 13-14 (13:2-3,23,27,30-33); 14:1,36-38

Israel keluar dari Mesir menuju Kanaan atau memusakai negeri Perjanjian Allah; Ini menjadi contoh bagi kita un-tuk memusakai Surga yg kekal, sebab percaya dan hidup menurut Firman Tuhan.

10 Pengintai dan orang2 Israel gagal masuk Kanaan, kecuali Yosua, Kaleb dan Israel generasi kedua yg berhasil memusakai negeri Perjanjian Tuhan, sebab mereka percaya akan Firman Tuhan (tidak menurut akal yg takut melihat raksasa2 di negeri perjanjian).

Mereka jadi contoh yg jelas bagi kita, sebab 12 pengintai ini sudah melihat dan merasakan negeri yg lim-pah susu dan madu, bahkan buahnya begitu limpah, tetapi 10 pengintai itu tidak percaya akan janji Tuhan untuk mewarisi negeri perjanjian Tuhan, se-bab memakai  akalnya, sehingga sangat takut karena melihat penduduknya yg adalah raksasa2 pemakan orang. Lalu mereka memberitakan hal2 yg jahat sebab bersandar pada pikirannya, itu melawan janji2 Allah yg menjanjikan bahwa mereka pasti berhasil memiliki-nya. Mereka tidak yakin dan melawan sehingga seluruh umat Tuhan itu melawan janji Allah dan dihukum Tu-han sampai mati. Tetapi dua pengintai (Yosua dan Kaleb) melihat dan menilai dgniman akan janji2 Firman Tuhan. Mereka yakin akan menang dan akan menerima negeri Perjanjian Tuhan dgn iman, akhirnya mereka menang, masuk dan mewarisi negeri perjanjian dari Tuhan.

Jangan meniru seperti 10 pengintai dan orang2 Israel yg dipengaruhi oleh akal dan pikiran mereka, , tetapi kita meniru Yosua dan Kaleb dan orang Israel generasi II yg dapat masuk dalam negeri Perjanjian sebab percaya akan janji2 Firman Tuhan yg dipegang teguh.

Begitulah kita memperoleh warisan hidup kekal yg indah dan mulia di dalam Surga karena Tuhan Yesus. Itu ditentukan olehhidup dgn iman sesuai dgn Firman Tuhan, sehingga karena itu kita memperoleh keselamatan dan kemuliaan dalam Surga kekal.

II. TIGA TINGKAT KEBERHASILAN HIDUP DI DUNIA, UNTUK MENCAPAI HIDUP YG KEKAL

A. Orang2 yg rohaninya sempurna selama di dunia, mereka masuk dalam kemuliaan yg tertinggi di Surga (tingkat Ruangan Maha Suci) seperti HEM (He-nokh, Elia, Musa). Juga orang2 Wasiat Lama yg selama hidup di dunia jadi sempurna, mereka ikut kebangkitan sulung seperti Abraham, Ayub dan Yusuf) dll.

Ada orang2 yg jadi sempurna selama hidup di dunia (dalam Wasiat Baru) se-perti 12 rasul (kecuali Yudas), menda-pat hidup kekal di Surga dan namanya tertulis dalam Yerusalem Baru Wah 21:14 (ini tingkat kemuliaan tertinggi, sempurna, tingkat Ruangan Maha Suci). Jumlah total orang sempurna adalah 144.000 orang Wah 14:1-5 yg disebut mempelai Anak domba Allah. Selain rasul2 itu masih ada banyak orang lain yg menjadi sempurna, isti-mewa dalam akhir zaman dalam masa penamatan rencana Allah, sehingga jumlahnya genap.

B. Tingkat kemuliaan II, seperti Ruangan Suci. Ada banyak lainnya lagi yg indah rohaninya meskipun ada se-dikit cacat dalam hidupnya seperti Sa-muel (anak2nya jelek), Yosia (yg mati-nya mengecewakan seluruh bangsa, mungkin karena sudah hebat, tidak mau dengar nasehat), Daud (ada bebe-rapa cacat (karena Betsyeba dan Uria), tetapi ia bertobat sungguh2), dll. Me-reka jadi mulia di Surga, tetapi tingkat II (Ruangan Suci), tidak atau belum mencapai tingkat Ruangan Maha Suci.

C. Masih selamat, sekalipun jatuh berat seperti Salomo (dimurkai Tuhan), Simson (ditinggalkan Tuhan) dll, tetapi sebab akhirnya bertobat, mereka ma-sih selamat. Juga penjahat yg di salib dgn Putra manusia Yesus, sebab ia mengakui dosanya, bertobat, ia di-ampuni dan rohnya masih selamat, masuk dalam Firdaun Luk 23:43.

Orang2 yg binasa, tidak selamat seperti Saul, Yudas, Gehazi, Absalom dll. Ini orang2 yg mula2 indah, tetapi akhirnya binasa. Gal 3:3-4. Sebab itu kita harus sungguh2 memperhatikan hidup kita di dunia ini sampai terakhir, supaya nasib kita tidak celaka dalam kekekalan.

Seperti yg mana yg kita pilih?

Syaratnya bisa kita lihat dgn jelas dalam skema Kemah Suci:

1. Halaman. Sungguh2 bertobat, te-tap tidak tumbuh, terus jatuh bangun dalam dosa seperti babi dan anjing 2Pet 2:22. Kalau waktu mati masih atau mau bertobat kembali seperti penjahat yg di salib, masih selamat. Kalau saat terakhir kita berdosa dan belum bertobat, binasa.

2. Ruangan Suci. Ini orang2 yg tumbuh dalam kesucian menuju kepa-da kesempurnaan selama hidupnya. Ada yg jatuh dalam dosa kecil atau be-sar, tetapi bertobat sungguh2, lalu kembali tumbuh dalam kesucian, ia selamat, tetapi rugi, rohaninya tidak tumbuh waktu itu, bahkan mungkin ada rencana Allah baginya yg rusak. Ada yg terus tumbuh dalam kesucian sampai ke akhir (seharusnya memang demikian), sehingga bukan saja sela-mat masuk Surga, tetapi juga dapat pahala dan kemuliaan kekal di Surga.

3. Ruangan Maha Suci. Ini adalah orang2 yg sempurna baik dalam Wasiat Lama dan Wasiat Baru yg jumlahnya 144.000 dan langsung naik ke Surga, masuk dalam Ruangan Maha Suci, tahta Allah pada saatnya masing2, tidak menunggu pengangkatan yg terjadi pada detik yg sama di seluruh dunia global 1Tes 4:16-17. Misalnya Henokh, Musa, Elia 2Raj 2, jelas menceritakan pengangkatan orang yg sempurna pada saatnya masing2.

4. Luar Halaman. Ini adalah ting-katan hidup kekal dalam Neraka. Di-sinipun ada tingkatan2nya sesuai dgn tingkat dosa terakhir waktu mati yaitu: 1. Tingkatan dosa manusiawi, 2. Ting-katan dosa dalam roh setan, 3. Tingkat dosa yg sempurna. Dan masing2 dapat lagi sejumlah hukuman yg sesuai dgn tingkatan2nya dan perbuatannya sela-ma hidup dalam dunia dari Tahta Putih yg Besar. Allah adil, semua diberi dgn tepat.

Bagaimana dgn kita? Kita juga ha-rus memilih untuk mau tumbuh dalam kesucian, naik dalam tingkatan2 yg setinggi mungkin, sebab tingkat rohani kita terakhir di dunia itu akan jadi tingkat kemuliaan kita di Surga untuk kekal. Tingkatan kita dalam kekekalan di Surga tergantung dari kita sendiri, yaitu bagaimana kita hidup di dunia. Sebab Allah menciptakan kita sebagai makhluk berkemauan bebas. Kita harus memilih untuk meningkatkan rohani kita dgn jelas dan tegas.

Kalau kita plin-plan karena bodoh atau karena mendua, tidak memilih un-tuk hidup suci dan meningkat, kitaakan diseret iblis dalam kesukaan dosa di dunia (boleh semaunya sendiri) dan kemudian masuk dalam ikatan dosa yg makin lama makin kuat, Text Box: M4671 / 13 Sept 2026     hal 2      bahkan tum-buh terus dalam dosa sampai saat ter-akhir, mati,masuk neraka kekal, tidak bisa keluar lagi dari sana. Jangan bo-doh, kalau tidak memilih untuk hidup suci dan tumbuh dgn sendirinya Yoh 3:19, akan menuruti daging, yaitu da-lam tangan iblis Yoh 3:19, 1Tim 6:9. Inilah orang yg disesatkan oleh kebo-dohannya Ams 5:23, Mat 25:6,11, 1Kor 1:18, Ef 5:17. Orang yg bodoh akan tersesat dan binasa 1Kor 1:18. Sebab itu jangan plin-plan atau mendua, itu orang bodoh yg akan binasa. Dgn tegas ambil keputusan untuk masuk Surga atau neraka, jangan plin-plan atau bodoh.

III. PROSES HIDUP SESUAI RENCANA ALLAH

Rencana Allah Kej 1:27, dari Timur (Pintu Gerbang) sampai Barat (Tabut).

A. Yang lalu. Tidak bisa diulang lagi, tetapi bisa diperbaiki, dosa2 yg ada bi-sa dihapus dgn pertobatan yg sung-guh2 sampai tuntas, sehingga dosanya lenyap. Seperti Zakheus, Daud dll. Be-tul bisa minta ampun dan diampuni, tetapi rencana Allah bisa cacat, rusak atau hilang karena dosa2  yg besar dan keji, seperti Daud kehilangan puncak rencana Allah yg indah, yaitu “kubur-nya masih ada”, tidak bisa ikut kebang-kitan sulung (Kis 2:29; 13:36).

– Lebih cepat percaya Tuhan lebih baik, sebab untuk tumbuh butuh wak-tu. Putra manusia Yesus umur 30 tahun baru boleh keluar oleh BapaNya untuk menjadi korban penebusan, sebab Ia harus jadi Anak domba yg tiada ber-cacat cela, cukup berat Yoh 1:29, 1Pet 1:19. Kalau seorang percayaTuhan se-jak kanak2 seperti Daniel, ada waktu cukup untuk rohaninya tumbuh se-tinggi2nya.

– Kalau ada yg salah, dosa, harus segera diperbaiki Ibr 3;15, jangan di-biarkan, dosa akan tumbuh terus Ams 6:27, dan merusakkan rencana Allah dalam hidup kita untuk kekal. Kalau hari2 yg lalu tidak dibereskan baik2, tetap tercatat dalam buku Allah Mal 3:16, bisa batal masuk Surga Wah 21:27.

– Lebih lama atau terus menerus dalam kesucian itu lebih untung, sebab untuk tumbuh dan ujian2 perlu waktu. Lebih lama hidup dalam dosa, lebih rugi, lebih banyak rencana Allah yg in-dah, tingkat dan pahalanya berkurang.

– Jangan sudah mengerti tetap berdosa, akibat dan hukumannya lebih berat Luk 12:48. Kalau sudah mengerti kehendak Allah dgn jelas dan sudah mengalami seperti 12 pengintai yg sudah melihat negeri Kanaan dgn jelas, harus sungguh2 percaya dan hidup suci untuk taat melakukannya, jangan ma-lah tidak percaya, berdosa dan ber-sungut2, dan menyebarkan berita jahat pada seluruh orang Israel, sehingga mereka juga celaka. Sudah mengerti, sudah mengalami, harusnya makin per-caya, kuat dan taat sampai akhir (ke-cuali mengandalkan pikirannya, iman-nya tidak tumbuh). Sebab tidak perca-ya, orang Israel tidak mewa-risi negeri perjanjian, mati di padang gurun dan 10 pengintai yg mengajarkan yg salah, binasa dihukum Tuhan.

– Hari2 yg lalu kalau kita berhasil jasmani dan rohani, kita harus sadar bahwa itu semua anugerah Allah, patut kita bersyukur dan selalu rendah hati sehingga punya sambungan hari2 yg akan datang yg makin indah dalam rencana Allah 1Kor 3:23; 4:7, Mat 23:12.

Jangan justru lihat masa yg lalu, sukses, berhasil, lalu jadi sombong se-perti Nebukadnezar, sehingga diren-dahkan 7 masa Mat 23:12 (artinya ke-na hukuman 7 masa, yaitu sampai ber-tobat sungguh2), atau kalau tidak bertobat,  akan binasa seperti Belsya-sar. Dan 4:30-33; 5:30.

B. Sekarang harus beres, MAK DSY (di Mana saja, dalam hal Apa saja, Kapan saja, Dahulu, Sekarang, dan Yg akan datang). Jangan ada dosa2 atau tabiat hidup lama, buang semua, harus beres sekarang ini (sekalipun tidak ada Perjamuan Suci) lalu tumbuh dalam kesucian (minum Perjamuan Suci, hi-dupnya harus beres, supaya jangan Perjamuan Suci menjadi hukuman, tetapi menjadi berkat 1Kor 11:25-32, Yoh 6:53-57).

C. Yang akan datang.

1. Tuhan sudah tahu lebih dahulu hari2 yg akan datang tentang kita, tetapi kita tidak tahu apa2. Kalau tanya, kita hanya diberi tahu apa yg di hadapan kita, tentang yg akan datang, lebih2 yg jauh biasanya kita tidak bisa mengerti, (kecuali ada yg perlu seperti Yusuf dgn mimpinya, yg baru terjadi 22 tahun yg akan datang). Tetapi kalau kita hidup dipimpin Roh (Rom 8:14), Roh Kudus tetap memimpin kita terus sampai hari2yg akan datang seperti mobil berjalan waktu malam, lampu-nya  bersinar sampai jarak 10 meter; lalu maju lagi, terangnya juga maju lagi, begitu seterusnya.

Contoh: Tuhan beri mimpi untuk Yusuf, itu untuk 22 tahun yg akan da-tang, bagaimana kakak2nya “menyem-bah” dia, bahkan ber-kali2. Itu adil bah-kan masih menguntungkan untuk kakak2nya yg diampuni oleh Yusuf. Juga untuk tulang2 Yusuf 450 tahun kemudian dibawa ke Kanaan dan sesudah lebih kurang 2.000 tahun, bangkit dan semua itu adil untuk masa itu sebab Allah tahu semua lebih dahulu danmenen-tukan dgn adil!

Allah tahu segala perkara lebih dahulu Ef 1:4 (bahkan sebelum dunia ini diciptakan) sebab itu karena sudah tahu lebih dahulu pada waktu yg akan datang, Allah juga harus bertindak se-bagai hakim yg adil untuk peristiwa2 di hari2 yg akan datang itu,yg sudah diketahuiNya lebih dahulu, tetapi Ia tidak menentukan lebih dahulu, itu tetap tergantung dari pilihan orang itu masing2, tentu juga sesudah orang2 itu diberitahu, ditolong sebanyak mungkin sesuai dgn Firman Tuhan, maka timbullah peristiwa yg akan datang itu dalam hari2 tsb Rom 8:29. Jadi Allah tidak menentukan lebih dahulu, tetapi Dia tahu lebih dahulu, Dia juga harus bertindak lebih dahulu sebagai Hakim yg adil dan Dia juga tahu hasil terakhir dari semuanya. Kalau ini diberitahu Allah, se-olah2 Ia merencanakan suatu sandiwara, tetapi apa yg diketahui Allah lebih dahulu itu bukan sandiwara yg direncanakan Allah (bukan diten-tukan Allah lebih dahulu), tetapi suatu peristiwa yg akan terjadi oleh perbuat-an2 manusia dan tindakan Allah seba-gai Hakim yg harus ada untuk masa itu. Jadi apa yg akan terjadi itu sesuai dgn tindakan2 dan keputusan2 orang2 waktu itu, yg dibuat oleh masing2 orang waktu itu, baru Allah bertindak dgn adil atas perbuatan2 mereka. Jadi Allah menentukan tindakan2 atas per-buatan mereka dalam hari yg akan datang dan hasilnya Allah tahu lebih  dahulu, luar biasa, tidak masuk pikiran kita. Jadi Allah tahu lebih dahulu, sebab itu Ia bisa menentukan (yaitu men-jatuhkan hukum2Nya lebih dahulu dgn adil), tanpa salah untuk sikon saat itu (yg akan datang).

2. Rencana Allah untuk manusia jauh lebih indah dari untuk malaikat (1Kor 6:3), sebab pengolahan malaikat hanya sedikit sekali, dibandingkan dgn manusia, mungkin seperti TK dan Fakultas. Bedanya:

2a. Di Surga tidak ada dosa dan kejahatan, tidak ada salib, tidak ada ke-butuhan uang, makan, kesehatan, ru-mah, keamanan dll, ideal. Tidak ada jalan sempit dan lebar, dll. Hampir2 tidak ada pencobaan dan problem, semua ideal.

2b. Malaikat tidak punya tubuh daging yg penuhdgn dosa dan tidak ada hukum dosa dan maut yg harus dikalahkan dgn hukum Roh yg mem-beri hidup.

2c. Tidak ada korban tebusan Pu-tra Allah untuk malaikat, tetapi hanya ada untuk manusia. Juga ada rencana Allah untuk setiap orang pribadi 1Kor 12:6 dll. Sebab itu kalau kita mau di-olah, kita bisa tumbuh menjadi seperti Kristus dan Allah, luar biasa, tetapi malaikat tidak punya pengolahan dan pendidikan seperti ini.

3. Kita harus memilih Luk 12:57 (malaikat juga harus memilih, tetapi hanya sedikit pilihannya). Manusia ha-rus memilih antara kehendak daging dan roh, antara suci dan dosa, antara taat dan berontak, antara cinta dan benci, antara jalan lebar dan sempit, Text Box: M4671 / 13 Sept 2026     hal 3      antara sesuai Firman Tuhan dan me-langgar dll banyak sekali. Kalau kita memilih ygbaik, berkenan pada Tuhan dgn tulus dan segenap hati, maka Tuhan akan menolong kita sampai berhasil. Sebab Allah tidak menuntut kita mampu taat, tetapi sungguh2 mau taat, sebab kalau kita mau, maka Roh Kudus menguatkan kita. (Malaikat2 tidak perlu memilih seperti ini, sebab yg dosa dan jahat tidak ada di Surga!). Malaikat sudah punya kemampuan un-tuk sanggup hidup di Surga, kecuali yg berontak jadi setan.

4. Kita tidak tahu hari esok Yak 4:14, apalagi tanggal mati, tetapi yg menentukan mati adalah Allah, bukan iblis atau manusia (kecuali bunuh diri, itu langsung masuk Neraka, sekalipun orang rohani seperti Elia putus asa, tetapi tidak berani bunuh diri, sebab itu melawan Allah, tidak seperti Yudas, Saul, Achitofel dll yg ditekan dan ditipu iblis sehingga membunuh dirinya sen-diri). Sebab itu kalau kita memilih untuk masuk Surga, dgn sungguh2 habis2an, mati2an dalam sisa hidup ini, itu berkenan pada Tuhan, Tuhan pasti akan memberi kekuatan, kuasa dan hikmatNya, sehingga kita bisa tumbuh dalam kesucian (jangan ada dosa apapun). Kalau kita mau melakukan kehendak Allah, jangan tunda sebab se-waktu2 umur kita habis, kita tidak tahu! Jangan sampai waktu berdosa, umurnya habis, celaka semuanya.

5. Kita lahir di akhir zaman ini tidak kebetulan, Allah sudah tahu lebih da-hulu, sebab ada hubungannya, ada ke-sempatan dgn penamatan rencana Allah (Minggu ke-70 Daniel). Banyak yg akan ikut pengangkatan, sebab itu taatlah sungguh2, sebab kalau kita taat mungkin sekali bisa ikut pengangkatan. Tuhan tidak pernah merencanakan untuk yg jelek, tetapi untuk rencana yg baik Yer 29:11. Tuhan sudah tahu siapa yg akan ikut pengangkatan, siapa yg tertinggal dan bertobat sungguh2, se-mua ini selamat, tetapi kita belum ta-hu, hanya percaya lalu taat. Ini tidak ditentukan Allah, tetapi Allah sudah tahu lebih dahulu, bahwa orang2 ini akan sungguh2 taat habis2an. Biarlah kita termasuk yg sungguh2 taat, tum-buh dalam kesucian, sehingga ikut dalam rencana besar dari Allah 1Kor 12:6.

Jangan jadi orang yg plin-plan, mendua, ber-malas2an, sebab cinta ke-sukaan dunia. Setiap kali, lekas2 ambil keputusan yg tegas. Tidak rugi tetapi sangat untung mengambil keputusan untuk taat sungguh2, meskipun hari2 yg akan datangakan makin sulit dan berbahaya.

6. Mati semua orang ditentukan Tuhan saja 1Sam 2:6. Pasti Tuhan adil, berdasar semua fakta dalam hidup kita. Sebab itu jangan takut, sebab mati itu ditentukan oleh Tuhan, bukan oleh setan, orang lain, kejahatan, atau oleh penyakit dll! 1Sam 2:6. Kalau Tuhan tidak izinkan, tidak akan mati, ada saja jalannya. Kalau Tuhan sudah tentukan, diam2pun bisa mati, atau ha-nya jatuh. Pakai setiap waktu dan kesempatan baik2. Jangan kuatir apa-pun juga, asal terus di pihak Tuhan, te-rus taat, dipimpin Roh, maka kita akan terpelihara dalam Tuhan, bisa melaku-kan banyak bagian2 dari rencana Allah sampai tingkat tertinggi! Selesaikan sebanyak mungkin, dan kalau bisa sampai sempurna.

Jadi Allah tidak menentukan lebih dahulu, tetapi sesudah tindakan orang2 waktu itu, baru Allah menu-runkan hukumanNya yg adil pada hari2 itu(hari2 yg akan datang itu), itu Allah tahu lebih dahulu lalu menentukan lebih dahulu. Allah tahu saudara2 Yusuf pada waktu 22 tahun yg akan da-tang, dan pada waktu itu Allah mem-beri mimpi, menjatuhkan keputusan-nya terhadap saudara2 Yusuf yg sampai waktu itu tidak bertobat, tetap menipu bapaknya tentang kematian Yusuf.

7. Allah menentukan pengganti. Mat 21:43. Kalau orang beriman mulai dalam Roh lalu berakhir dgn daging seperti Saul dan Yudas dll, mereka hi-lang dari Surga, tetapi jumlahnya tetap (ada 3 Angka kedatangan Tuhan, yaitu 1. Jumlah yg mendengar Injil genap, 2. Jumlah yg selamat genap, 3. Jumlah yg sempurna genap). Kalau ada yg batal, hilang, ada yg menggantikan, misalnya jumlah 144.000 orang. Tuhan tahu dan peristiwanya terjadi menurut hukum Allah yg adil (ditentukan Allah dgn adil diantara mereka yg ada di hari2 yg akan datang itu, tetapi Allah bisa bertindak seperti masa kini, sebab Allah itu ada dari kekal sampai kekal).

KESIMPULAN

Bagaimana bentuk hidup kita, seperti Ayub, Yusuf, Salomo, Simson, atau Saul? Kalau perlu ambil keputusan, ja-ngan plin-plan atau mendua, bisa celaka.

Hidup hanya satu kali, tetapi itu menentukan nasib kita untuk kekal. Terus dipimpin Roh sesuai Firman Tu-han, jangan menurut pikiran atau ke-hendak kita sendiri, seperti 10 peng-intai yg sudah lihat dan tahu, mera-sakan enaknya Kanaan, tetapi tidak percaya bahwa mereka bisa masuk Ka-naan dgn pimpinan Allah. Mereka tidak percaya, sebab itu mereka marah, ber-sungut2, menangis minta kembali ke Mesir dan mereka semua binasa, ce-laka! Tetapi seperti keledai Isachar, sesudah satu kali dalam penglihatan bisa mengerti dan melihat negeri tu-juan, Surga kekal, langsung ia percaya dan menjadi penuh gairah, tidak mo-gok lagi, tetapi dgn bersemangat, ber-api2 terus maju untuk sampai ke Surga dalam seluruh sisa hidupnya.

Jangan utamakan yg fana atau kesukaan dosa atau pujian orang ba-nyak seperti Saul, itu celaka. Dahulu-kan dan utamakan yg kekal Mat 6:33. Ingat Maria dan Marta Luk 10:40-42. Jangan hanya pikir variasi, selera, ke-hendak sendiri, tetapi apa yg Tuhan suka, apa yg indah di hadapan Tuhan seperti Maria, limpah dgn Firman Tuhan, hidup suci dan punya banyak harta yg kekal.

Jangan keras hati dalam dosa dan rencana2 duniawi yg fana sekalipun megah. Lebih baik pilih jalan sempit, salib, korban, sengsara karena Kristus, matikan daging, maka rohani kita dapat terus meningkat, bahkan habis2-an. Hati2 jangan sampai tiba2 habis waktunya dan hidup masih belum tum-buh, tetap rendah, apalagi kalau tidak masuk Surga, hati2, kesempatan bisa habis tiba2 dalam waktu yg ditentukan Tuhan (sudah ada jatah umur masing2, Allah yg tentukan). Dalam praktek mungkin kena serangan jantung atau kecelakaan atau oleh sebab2 lain, apalagi kalau dosa2nya melebihi batas seperti anak2 Ayub sekalipun masih sa-ngat muda. Biarpun masih muda sung-guh2lah taat pada Tuhan, sebab umur di tangan Tuhan, atau kena hukum sebab melebihi batas (seperti 10 peng-intai, Nadab dan Abihu, dan banyak orang Israel lainnya).

Pakai setiap kesempatan baik2, apalagi kita masih mendapat waktu cukup, pakai semuanya untuk bisa mengalami semua rencana Allah bagi hidup kita sampai top.

Nyanyian:

Di dalam dunia ada dua jalan,
Lebar dan sempit, mana kau pilih.

Scroll to Top