M4659 – EFESUS 5:16. JANGAN SAMPAI KEHILANGAN KESEMPATAN

I. KESEMPATAN APA?

Tuhan memberi kesempatan bagi se-tiap orang, (istimewa bagi orang ber-iman) untuk:

1. Untuk percaya sehingga masuk Surga.

2. Memakai kesempatan dgn bijak sehingga hidup jadi baik, tumbuh, bah-kan bisa jadi sempurna seperti Kristus.

3. Mengenali dan memilih kesem-patan yg betul dari Tuhan, tidak sampai ditipu iblis sehingga hidup jatuh ba-ngun dalam dosa dan pahit, apalagi sampai undur.

4. Kesempatan untuk menang da-lam menghadapi setiap pencobaan se-hingga lolos, lulus dan naik kelas.

5. Memilih untuk taat, sehingga mengalami rencana Allah yg indah setiap kali, sampai rencana Allah leng-kap dalam semua segi hidup dan pe-nuh sampai sempurna.

6. Untuk memilih kesempatan dari Allah dan melakukannya dalam kesu-cian di jalan sempit dgnsejahtera dan kesukaan Tuhan.

7. Untuk menebus waktu dgn betul, supaya punya cukup waktu untuk me-lakukan kesempatan dari Atas.

8. Untuk membuang semua hal yg sia2 dan tidak perlu atau keindahan dosa dan dunia yg menyesatkan su-paya tetap suci dan ada gairah untuk melakukan kesempatan dari Atas. 

9. Pelihara hidup dgn sehat jasmani dan rohani untuk bisa terus melakukan kesempatan ilahi sesuai dgn kehendak Tuhan.

10. Memakai waktunya setiap kali, bukan menurut daging, perasaan hati dan akal, tetapi melakukan kesem-patan dari Allah dalam pimpinan Roh Kudus (terus berdoa dalam Roh dan kebenaran).

II.CONTOH

1. Enak atau tidak enak tetap taat melakukan kesempatan dari Tuhan, misalnya Yusuf, disuruh bapaknya un-tuk menemui kakak2nya sekalipun di-benci oleh kakak2nya, ia tetap taat, tetapi jadi celaka, hampir mati dijual, jadi budak tidak ada masa depan; tetap taat dalam kesucian melakukan kesem-patan dari Tuhan dirumah Potifar sam-pai Tuhan angkat menjadi kepala ru-mahnya. Sebab tidak menuruti daging, ajakan istri Potifar, ia masuk penjara, tetap taat. Ini menjadi kesempatan dari Tuhan untuk terus mengolah, Yusuf, sehingga dipakai dgn indah di penjara, diurapi Tuhan, bisa  menerangkan mimpi dua tahanan raja, sebab terus memakai kesempatan dari Tuhan, di-pimpin Roh akhirnya naik menjadi wakil Firaun.

Sekarang waktu senang tetap hidup suci, memakai kesempatan dari Tuhan, tidak menuruti keinginan hati yg rindu bapaknya, tunggu 9 tahun lagi, tetap suci, mengampuni semua mu-suhnya bahkan diberi makan, akhirnya ikut kebangkitan sulung, sebab bisa terus memakai kesempatan dari Tuhan dgn betul.

2. Yacob menuruti perasaan ha-tinya lebih dari kehendak Allah, tetap susah dan membuang kesempatan hidup selama 22 tahun, sebagian besar rencana Allah batal dalam hidupnya, sayg sekali.

3. Daud minta pimpinan Tuhan, sehingga bisa melihat kesempatan se-kalipun samar2, yaitu budak orang Mesir (1Sam 30:11), dapat mujizat ke-menangan yg sangat besar. Tetapi waktu menuruti daging, ambil istri Uria dan membunuh suaminyanya, meskipun bertobat total, kehilangan puncak rencana dari Allah yg terbaik untuk kekal.

4. Abraham menuruti istrinya Sa-rah, tidak tanya Tuhan, meskipun itu masih boleh dalam zaman ini, tetapi ini bukan kesempatan dari Tuhan, lalu lahir Ismail jadi batu sontohan turun temurun. Tetapi waktu Tuhan gerakkan Sarah membuang Hagar, Abraham mula2 menolak, sebab terlalu jahat baginya, tetapi Tuhan membetulkan Sarah, baru Abraham bisa melihat ini kesempatan dari Tuhan dan ia  taat mengusir Hagar sekalipun bertentang-an dgn perasaan hatinya dan keadaan dipulihkan menjadi baik sekalipun hasil dari menuruti kesempatan yg salah (dgn Hagar) itu terus tumbuh.

5. Naaman menuruti budak perem-puan dan hamba2nya, sehingga ia bisa melihat kesempatan dari Tuhan, dan akhirnya sembuh dari kustanya. Coba tidak bisa melihat kesempatan ini, maka hidupnya celaka sampai mati.

6. Yunus punya kesempatan indah, tapi menuruti daging, tidak taat, ham-pir mati, tapi tertolong, tetapi tidak ada ceritanya lagi.

7. Yosia tidak tanya Tuhan, me-nuruti perasaan hatinya, jaga harga diri, itu bukan kesempatan dari Tuhan, tetapi kesempatan daging, tiba2 mati.

8. Gideon tanya Tuhan, bisa pakai kesempatan yg sulit dgn iman, ak-hirnya menang besar.

9. Pilatus menuruti nasehat istri-nya, ini kesempatan indah, lepas dari hutang darah. Kalau menuruti dorong-an orang banyak, punya hutang darah, celaka!

10. Istri Ayub tidak menuruti nase-hat suaminya Ayub, anak dibiarkan dalam dosa, dibinasakan iblis.

11. Gehazi menuruti cinta uang, Uzia menuruti kesombongannya, jadi kusta, tidak mau bertobat sampai mati, binasa. Ini kesempatan dari iblis me-nanam sombong dalam hatinya.

12. Barnabas menuruti perasaan hatinya, keluar dari rencana Allah, sebab tidak mau dikecilkan Paulus, mau menang, kesempatannya hilang.

13. Demas cinta dunia, kesem-patan untuk menjadi indah di Surga hilang, sayg sekali. Akhirnya bertobat, tetapi banyak rencana Allah sudah hilang dan rusak.

III. MENGAPA TIDAK BISA MELIHAT KESEMPATAN DARI TUHAN?

Sebetulnya semua mendapat kesem-patan yg sama banyak dan sama indahnya dari Tuhan, sesuai tingkat rohaninya, tetapi tidak tahu sebab:

1. Dosa! Cinta dosa jadi buta, tidak melihat kesempatan besar di depan mata. Seperti orang2 zaman Nuh yg penuh dosa. Padahal Tuhan memberi kesempatan yg sangat nyata dan besar, sebab dosa jadi tidak bisa mengerti, buta dan mati.

2. Tidak mengerti Firman Tuhan, tidak bisa membedakan mana kesem-patan yg dari Tuhan dan mana yg dari tipu daya iblis. Hawa tidak bisa melihat kesempatan yg dari Tuhan. Sebab tertipu iblis, larangan celaka dianggap kemuliaan dan ia jatuh, diusir keluar, menangis, apalagi waktu Habil mati. Koruptor melihat kesempatan emas padahal jerat celaka seperti Achan, Yudas, Gehazi, dan keluarganya ter-nyata emas itu maut. Orang yg me-ngerti Firman Tuhan sekalipun melihat kesempatan indah tetap menolaknya. Seperti Yosua dan Kaleb, tetapi Achan memakai kesempatan jahat ini dan mati! Orang yg tidak punya terang Firman Tuhan, banyak salah lihatuang, kedudukan, nafsu sex, kepujian dll membuatnya buta dan binasa!

Firman Tuhan itu seperti Pelita se-hingga dapat tampak ular berbisa dan jurang maut sehingga terlepas Maz 119:105. Lebih banyak mengerti Fir-man Tuhan lebih untung, tidak sampai berdosa Maz 119:11. Musa selain ba-nyak mengajarkan Firman Tuhan, te-tapi ia sendiri taat!Sebab itu ia bisa membedakan dgn jelas, sehingga hi-dupnya menjadi indah sampai sem-purna.

3. Kalau dipimpin Roh, terus taat, tidak akan pernah keliru jalan, sebab pimpinan Roh Kudus tidak pernah keliru, Ia memberitahu dan memberi kuasa untuk melawan iblis, sangat indah dipimpin Roh Rom 8:14. Orang yg dipimpin Roh terus menerus akan dapat melihat semua kesempatan yg begitu banyak dan penuh gairah mela-kukannya, sehingga hidupnya menjadi indah, sekalipun dalam bahaya dan krisis, seperti Elia, Elisa dalam bahaya dan celaka justru untung besar, sebab Roh Kudus tidak pernah kalah atau gagal. Misalnya Elia dalam kelaparan melihat mujizat dan terpelihara selama 1 tahun, bahkan anak janda Sarfat yg mati bangkit 1Raj 17:15,21. Elisa: 10 roti untuk 100 orang, kuali maut, mata kapak yg hilang, air Yerikho yg mema-tikan dll, dgn Tuhan jadi kesempatan yg ajaib. Bukan sebab Elia dan Elisa yg hebat, tetapi Tuhan di dalamnya yg hebat 2Kor 4:7. Sebab itu Tuhan ingin kita semua juga limpah dgn mujizat, tanda2 heran, dan perbuatan iman Mrk 16:17-20, Ibr 2:4. Jangan buang kesempatan emas ini, sudah dise-diakan Tuhan, hadapi dalam pimpinan Roh.

Dalam segala kebutuhan uang, naf-kah, jodoh, ijazah, kesembuhan, pela-yanan dll Tuhan selalu menyediakan cukup banyak kesempatan, asalkan mau taat akan Firman Tuhan dan terus dipimpin Roh, kita bisa melihat banyak tanda2 dan mujizat yg memuliakan Nama Tuhan. Jangan kuatir 1Kor 10:13.

4. Saling menasehati dan tolong menolong dalam tubuh Kristus, itu banyak faedahnya Mat 7:1-5, lebih2 kalau sama2 dipimpin Roh, maka masih mungkin kita kelewatan, tidak melihat kesempatan atau kesalahan yg ada, orang lain bisa melihat lebih jelas, lebih2 kalau dipimpin Roh, sehingga ber-sama2 dalam kasih, kesucian dan persekutuan Roh, kita bisa tumbuh lebih cepat, indah dan bisa memakai kesempatan yg Tuhan sediakan dgn betul dan memuliakan Tuhan.

5. Menurut akal atau cara orang banyak. Ini seringkali menghalalkan segala cara karena alasan darurat atau lainnya. Ingat dalam Tuhan tidak ada kebetulan, semua sikon dalam tangan Tuhan, sekalipun raja atau penguasa, dapat dialirkan Tuhan sesuka hati Tuhan Ams 21:1. Sebab itu jangan ikut2 menghalalkan segala cara, apalagi untuk keuntungan diri sendiri. Tetapi taat pada Tuhan seperti Yusuf, baik waktu enak dan pahit, waktu dikuasai dan menguasai, maka Tuhan yg memegang semua orang dan sikon.

Jangan menuruti pikiran dan akal yg hanya bergantung dari yg tampak (Yoh 20:29) itu celaka, tidak bahagia, tidak bisa melihat kesempatan yg indah dan heran dari Tuhan dgn iman dalam pimpinan Roh. Elisa dipimpin Roh, bisa membelah sungai seperti Elia dgn jubah Elia, tidak ada yg mustahil bagi orang yg percaya, apalagi dipimpin Roh (2Raj 2:14). Tembok Yerikho yg begitu kokoh bisa runtuh begitu mudah. Kita juga bisa kalau dipimpin Roh, asal hidup benar dan taat pada Tuhan, sebab bukan kita tetapi Roh Kudus yg bekerja di dalam kita.

Jangan lupa Allah tidak pernah terlambat dan semua kesempatan sudah disediakan asal kita taat dipimpin Roh sesuai Firman Tuhan.

IV. HIDUP DI DUNIA PENUH KESEMPATAN

Manusia adalah ciptaan Allah yg kekal, sesudah mati tidak hilang, tetap ada, tetapi tempatnya ada di Surga atau neraka (tasik api) kekal, semua kekal. Dimana kita akan tinggal sesudah mati ditentukan hanya dalam hidup di dunia ini saja. Hidup ini adalah satu2nya kesempatan untuk menentukan hidup kita untuk kekal.

A. Mengapa ada orang masih hidup, tetapi tidak bisa memakai kesem-patan hidup ini? Mengapa? Sebab:

1. Hidup dalam dosa, tidak peduli Allah.

2. Sibuk dgn perkara2 yg fana.

3. Mendua, suam, masih punya ba-nyak kesempatan, tetapi

4. ditunda terus, tidak bisa mema-kai kesempatan sampai (tahu2) mati.

5. Ada yg sakit, pikirannya hanya bergumul dgn kesakitan (dan dosa2-nya).

6. Ada yg hidup, tetapi tidak sadar sampai ber-tahun2 (ada yg sampai 10 tahun) baru mati, tetapi hidup sia2.

7. Dll.

B. Apa yg harus kita kerjakan dalam kesempatan hidup ini? Yg adalah satu2nya kesempatan untuk manusia! Cara memakainya:

1. Jangan lupa hidup dalam kesu-cian dan kasih sesuai Firman Tuhan. Setiap kali kita ada dosa, putus hubungan dgn Tuhan, semuanya akan sia2 sebab jadi musuh Allah Yes 59:2. Kalau hidup dalam dosa, yg dipakai adalah kesempatan dari iblis untuk tumbuh dalam dosa, makin jauh dan melawan Allah. Hati2, jangan kesem-patan untuk berdosa, tetapi untuk te-tap pikul salib, taat Firman Tuhan seperti 7 KPR.

2. Minta pimpinan Roh Kudus yg akan selalu memberitahu jalan yg betul, kalau tetap dipimpin Roh. Dgn demikian kita bisa memakai kesem-patan dari Tuhan baik2 sampai meng-genapi rencana Allah yg indah yg sudah disediakan, dibuatkan untuk kita Ef 2:10, Yer 29:11, 1Kor 12:2. Kalau hidup dalam dosa jadi buta akan rencana Allah, kalau toh masih bisa melihat, tetapi sudah tidak ada gairah dan tidak kuat untuk melakukannya (harus menyangkal diri sebab melakukannya dalam kesucian) lalu dibiarkan saja. Bahkan mentertawainya seperti Sarah yg tidak percaya bisa punya anak lagi Kej 18:12.

3. Pakai Firman Tuhan untuk me-nemukan kesempatan dari Tuhan, lalu segera pakai sebelum kesempatan itu bisa berkurang atau hilang dan bisa tidak kembali.

4. Kalau hidup limpah 7 KPR, bisa mudah menemukan atau melihat ke-sempatan dari Allah, atau dgn perto-longan anggota tubuh Kristus lainnya yg digerakkan Roh Kudus. Misalnya Musa dibantu Harun, atau Yosua dan Kaleb saling menguatkan.

V. MENGHEMAT, MENEBUS WAKTU

Ef 5:16

Sebaliknya jangan hidup dalam dosa, lebih2 kebencian, juga jangan menuruti akal, kehendak sendiri, perasaan hati yg tidak dikontrol Roh, menuruti keinginan daging dan ikut2 arus dunia, tidak akan bisa melihat kesempatan dari Allah dan hanyut dalam arus dosa dan jadi celaka dalam rencana iblis.

Ingat, Tuhan bisa memakai perkara kecil atau besar sebagai tanda, yg penting kita mengenalinya dan taat!

Jangan beri waktu ber-lebih2 pada yg tidak perlu dan sia2 seperti HP, jalan2, nganggur, bersukacita dalam perkara2 yg fana, batasi se-bisa2nya. Minta pimpinan Tuhan untuk memakai waktu, sebab untuk memakai kesem-patan (dgn betul) itu butuh waktu dan kalau sudah tidak ada waktu atau kelelahan, kesempatan itu di-sia2kan atau tidak bisa dipakai lagi, justru kadang2 masuk jerat iblis. Misalnya waktu Daud rileks di rumah sedangkan Yoab dan tentaranya berperang habis2an (orang perang itu kalau tidak sungguh2 bisa mati!). Waktu rileks ini Daud jatuh dalam dosa dgn akibat yg dahsyat (coba Daud ikut perang, tidak sampai berdosa seperti ini). Andaikata Daud tidak bertobat sungguh2, maka nasibnya bisa seperti Saul atau Salomo dan Simson. Jangan buang waktu sia2, justru tebus waktu! Untuk menebus waktu kita harus membayar harganya, supaya bisa tebus waktu, dgn uang atau dgn suatu pengorbanan lain, lalu punya waktu melakukan kehendak Allah. Sebab jatah umur kita itu pas2an untuk melakukan kehendak Allah, bu-kan untuk santai, apalagi dalam kesukaan duniawi, daging, bisa celaka seperti Daud. 

Yacob menebus untuk mendapat kesempatan dgn satu piring kacang merah (murah). Daud pakai waktunya untuk berperang dgn Goliat, tidak pulang dan ditegur oleh kakak2nya. Juga untuk ibadah dan pelayanan kita harus korban waktu, bahkan menebus waktu dgn yg lain. Jangan mengor-bankan ibadah dgn jalan2, justru itu mengorbankan waktu yg betul untuk ibadah, pelayanan dgn yg salah seperti Daud. Beberapa orang berbuat demi-kian dan banyak yg jadi tawar dan jatuh dalam dosa, bahkan seperti Daud dalam salah satu dosa. Kalau ada hari libur dgn keluarga ber-sama2, masih bisa, tetapi membuang waktu berpe-rang dgn rileks seperti Daud, membawa celaka besar.

Ada guru Sekolah Minggu kalau tugas baru datang, tetapi hari lain untuk yg tidak terlalu perlu, apalagi untuk cuci mata, shoping dll yg sia2 ini akan celaka seperti Daud, mengganti tugas ilahi atau ibadah dgn yg sia2, kecuali ada sebab mutlak, baru izin tidak datang.

Jangan buang waktu sia2, tanya Tuhan, pakai kesempatan sebagai orang bijak, jangan sebagai orang bodoh. Harus mau menderita sengsara di dunia, ini kesempatan. Di Surga tidak lagi bisa menderita karena Tuhan, ting-gal bersukacita. Penderitaan di dunia karena Tuhanjadi kemuliaan yg kekal. Kalau mau taat, berkenan pada Allah, Roh Kudus akan mengingatkan dan membuka mata kita supaya bisa me-lihat kesempatan yg begitu banyak yg Tuhan beri, bahkan dgn menebusnya. Bersaksi saja ada banyak kesempatan, apalagi kalau menghadapi orang dgn keperluan, sakit, susah, bingung, putus asa dll. Ada banyak orang seperti ini, juga dalam Persekutuan Sel dan Gereja kita sendiri, tolong, doakan, kuatkan imannya, lalu terus mendoakan dari rumah.

Belum lagi menggarami rumah sendiri, lebih2 kalau adabeberapa orang yg belum bertobat, walaupun Tuhan sudah memberi janji bahwa semuanya akan bertobat Kis 16:31, ini adalah kesempatan besar, tetapi tidak otomatis. Baca dan pelajari Firman Tuhan, lebih2 2 gomer, ini kesempatan, keharusan di hari2 ini, jangan di-sia2-kan, sehingga kena celaka sebab mem-buang Firman Tuhan! Cari kesempatan untuk tumbuh rohaninya dan ber-buah2! Tidur, istirahat secukupnya, ber-lebih2 menjadi sia2 dan celaka. Lebih2 orang yg sudah tua, jangan hi-dup sia2, sehingga rohaninya merosot, bahkan undur! Ada orangtua, supaya ada kesibukan lalu cari pekerjaan bertanam, menjahit dll. Kalau tidak perlu buat apa menambah yg fana, tambahlah dgn yg kekal!

Kita tidak tahu jam berapa “kereta maut” datang menjemput, bersedialah Amos 4:12. Kadang2 kereta itu tidak pakai sirene, tahu2 datang!! Waktu tua ada banyak orang membuang waktu, padahal ini kesempatan dari Tuhan untuk persiapan ekstra buat keda-tangan Tuhan pribadi (atau bersama) supaya rohani kita bisa meningkat se-tinggi2nya pada akhirnya. Jangan tam-bah belajar yg tidak perlu, kursus membuat roti, kursus masak, kursus bahasa, kursus ini dan itu yg belum tentu ada faedahnya, lebih baik kursus Firman Tuhan, doa, ibadah dan pela-yanan, pasti ada faedah yg besar! Orangtua hidupnya tinggal beberapa tahun lagi?Padahal kita akan tinggal tetap dalam Surga kekal. Bersedialah untuk hidup yg kekal. Jangan kena iming2 dari dunia dan iblis yg begitu banyak macam2nya, tidak habis2nya. Juga tempat2 wisata itu tidak ada habis2nya, mengapa tidak siap untukke tempat wisata Surgawi yg indah dan kekal? Coba hitung setiap hari berapa jam dibuang sia2 dan berapa jam untuk berbuat yg tidak ada gunanya dan berapa jam yg ada faedahnya untuk kekal! Hitunglah!

VI. MENGUKUR PEMAKAIAN KESEMPATAN

Bagaimana kita bisa mengukur apakah kita sudah memakai kesempatan dari Tuhan dgn baik? Perlu terus memeriksa diri dan dibandingkan, tanya pada Tuhan, terus berdoa dalam Roh dan kebenaran senantiasa, kita akan tahu.

Caranya?

1. Harus punya target hidup jasma-ni dan rohani. Target jasmani secu-kupnya saja, jangan jadi nomer satu,

2. Target rohani itu nomer satu. Mat 6:33, ini yg betul, berkenan pada Tuhan, terus meningkat (jangan di Halaman), tetapi dalam Ruangan Suci (dalam kesucian) tumbuh terus dan ikut pelayanan dan ber-buah2 makin banyak. Misalnya baca 1 Alkitab per tahun, atau 2 Alkitab per tahun. Pemu-ridan harus selesai, yaitu Sekolah Alkitab Gereja kelas I minimum dst. Menangkan jiwa 1 orang per minggu atau bulan (menurut kemampuannya), atau menasehati, menguatkan, me-numbuhkan jiwa2 sebanyak mungkin setiapminggu. Ibadah 2-3 kali per minggu. Kalau hanya satu kali itu kurang.Harus berani korban, itu cara hidup kita 1Pet 4:1, Luk 9:23, harus berhenti berbuat dosa, terus me-ningkat dalam kesucian, kasih, tabiat baru, kemampuan ilahi Mrk 16:17-20, Ibr 2:4 dll. Sudah ber-buah2 Yoh 15:2. Lalu berapa hasil target kita? Penuh atau hasilnya dobel, selagi hidup masih ada kesempatan. Janga tunggu sakit2-an tidak bisa berbuat apa2, apalagi sakit keras dan tidak sadar, hidup sia2, tidak bisa pakai kesempatan, ini bukan dari Tuhan; hal seperti ini biasanya ada sebab dosa atau salahnya sendiri. Tuhan selalu memberi yg terbaik Kej 1:31.

Ingat kalau sudah sakit2an, terus bergumul dgn sakit, harus memeriksa diri sungguh2, apalagi kalau tidak sadar, sama sekali tidak ada kesem-patan untuk bertobat dan berbuat yg baik di hadapan Tuhan. Kalau tidak bisa masuk Surga itu celaka kekal! 

Kerjakan 7 KPR dgn bergairah da-lam pimpinan Roh Kudus. Selagi ada kesempatan jangan di-sia2kan, dibuang atau ditukar dgn kesempatan dari iblis, akan menyesal sampai kekal.

VII. KESIMPULAN

Kesempatan hidup hanya satu kali. Jangan dibiarkan atau di-sia2kan, apa-lagi kalau dipakai untuk kesempatan dari iblis, celaka besar! Hiduplah dalam kesucian dipimpin Roh sesuai Firman Tuhan, bisa tahu kesempatan yg betul dan bisa memakainya baik2, hasilnya bisa indah untuk kekal!

Nyanyian:

Hidup ini adalah kesempatan

Hidup ini untuk melayani Tuhan

Jangan sia-siakan waktu yg Tuhan b’ri

Hidup ini hanya sementara

Reff-1:

O Tuhan, pakailah hidupku

Selagi ada kesempatan

Bila saatnya nanti, saya bertemu Tuhan

Sudah hidup sesuai target Tuhan

Reff-2:

O Tuhan pakailah hidupku

Selama umur yg tuhan b’ri

Dalam tubuh yg sehat,

berkenan pada Tuhan

Biar ku hidup sesuai rencanaMu

Scroll to Top