M4567 – MATIUS 6:24-35. TUHAN MEMELIHARA LEBIH DARI BURUNG DAN BAKUNG

I. BURUNG DAN BUNGA BAKUNG

Burung tidak punya pekerjaan dan gaji, tetapi tidak kuatir, tidak ada yg jatuh di luar kehendak Bapa Mat 10:29-31, Luk 12:6-7. Mengapa kuatir? Tuhan akan pelihara, baik makanan dan pakaian yg diperlukan. Ini janji Allah. Memang ada syarat untuk semuanya. Yg mau makan harus bekerja 2Tes 3:10. Yg malas be-lajar pada semut Ams 6:6. Masing2 binatangpunya cara hidup sendiri. Mi-salnya semut tidak berhenti mencari makan, juga kita harus bekerja dgn baik, jangan sampai di-PHK karena ti-dak tertib, tidak jujur, tidak bertang-gungjawab, Tuhan akan tolong. Tetapi jangan sampai di-PHK karena kesalah-an atau dosa2 kita Kol 3:22-23.

Juga harus berpada dgn apa saja yg Tuhan sediakan waktu itu 1Tim 6:8. Jangan menuntut apa2, tetapi pakai yg ada dgn penuh syukur. Tuhan pasti bisa tolong. Kita juga patut saling menase-hati, mendoakan dan menolong dgn pengorbanan semampu kita, dan ja-ngan ada dosa, persungutan, dosa2 yg tersembunyi, pasti Tuhan bisa tolong, Tuhan sanggup mencukupi kebutuhan kita. Kita harus tahu:

A. Caranya mendapat uang sebagai berkat dari Tuhan.

B. Caranya memakai uang dgn betul sesuai dgn kehendak Tuhan Ams 30:8.

II. SIKON YANG JELEK

Jangan kuatir, tidak ada yg kebetulan bagi Allah dan anak2Nya. Allah sang-gup menolong dalam sikon apa saja! Percaya saja, tidak tergantung dari sikon apapun, Tuhan sanggup meno-long kebutuhan kita, tidak ada yg mustahil bagi orang yg bisa percaya Mrk 9:23; tetapi jangan lupa mela-kukan bagian kita yaitu hidup benar (tidak ber-sungut2 atau kecewa tetapi tetap percaya) dan bekerja sebaik mungkin, jangan malas. Kadang2 keadaan grafik keuangan kita turun sampai  hampir di dasar, tetapi Tuhan tidak pernah salah mengatur semua dan pertolongan dari Tuhan tidak akan terlambat. Periksa diri, apakah semua itu karena ada kesalahan kita, atau ka-rena ujian seperti Ayub dll.Bertekunlah berdoa dalam Roh dan kebenaran, ti-dak ber-sungut2, tetapi bersyukur dan terus hidup dipimpin Roh.

MEREALISASIKAN JANJI PEMELIHARAAN ALLAH

Allah tidak berubah, janjiNya pasti akan digenapi, tetapi bagaimana caranya?

III. BAGAIMANA CARA MENDAPATKAN JANJI BERKAT TUHAN

III.1. TAAT AKAN FIRMAN TUHAN

Hidup benar sesuai Firman Tuhan. Tuhan akan jawab doa orang benar Yak 5:16.

Ada banyak janji2 Firman Tuhan yg berhubungan dgn soal nafkah atau uang, misalnya jangan cinta atau mem-berhalakan uang Mat 6:24. Belajar te-tap bersyukur dan berpada, walaupun grafik keadaan keuangan kita merosot ke bawah, Tuhan pasti sanggup me-nolong dan tidak terlambat (tetap pe-riksa diri, jangan sampai karena dosa2 kita). Jangan ber-sungut2 seperti Israel, tetapi bersyukur dan percayalah pada Firman Tuhan, sehingga timbul kata2 iman, bukan kata2 negatif dan putus asa. Miliki pendirian yg betul, yaitu mau menygkal diri Mat 11:28, Luk 9:23. Supaya tetap tidak bereaksi dosa sekalipun benar.

III.2. MENJADI BENDAHARA TUHAN

Belajar menggenapi Firman Tuhan seperti bendahara Allah yg baik 1Pet 4:10, yaitu 1Pet 4:10, Luk 14:33.

Ini bukan berarti meninggalkan mi-liknya atau dimiliki bersama (ini terjadi pada hujan Awal Kis 2:44-45, dan hujan Akhir waktu puncak2nya dalam 3,5 ta-hun I, Minggu ke-70 Daniel), tetapi kita harus terus menjadi bendahara Allah yg jujur dan setia. Sebab semua yg ada pada kita ini dari Allah, milik Kristus 1Kor 4:7.

Kita hanya bendaharaNya yg menu-rut, taat pada pimpinan Allah yaitu Firman Tuhan 1Pet 4:10. Bendahara harus taat pada pemimpinnya.Betul ki-ta bekerja dan mencari nafkah, tetapi itu semua dari Tuhan 1Kor 4:7, kita ha-nya sebagai bendaharaNya yg taat dan setia. Seluruh milik kita adalah milik Allah, dari Allah Ay 1:21.

Seperti Ayub yg mengakui bahwa apa yg ada padanya sejaklahir jadi bayi yg tidak membawa apa2, itu semua milik Tuhan, kalau toh Tuhan ambil atau menyuruh berikan sesuai kehen-dak Tuhan, Ayub tidak protes dan tetap bersyukur waktu seluruh miliknya di-rampas orang2 jahat sampai habis. Ayub tidak menyalahkan Allah, sebab itu hakNya, ia tetap taat Ay 1:21, bah-kan juga kata2 dan hidupnya semua penuh dgn penyakit sampai hampir mati, Ayub tidak menyalahkan Allah, sebab semua dari Allah dan ia hanya sebagai bendaharaNya saja. Sebab itu ia diberkati dgn sangat limpah (dahulu Ayub orang yg paling kaya), sekarang sesudah dirampas orang2 jahat, ia menjadi dua kali lebih kaya dari sebelumnya, tetapi ia tetap menjadi bendahara Tuhan, sehingga tidak bi-ngung atau susah, baik waktu dirampas orang jahat, itu bukan kebetulan, Tu-han izinkan, baik waktu ia disuruh menjadi berkat, ia selalu taat dan tentu untuk kebutuhannya sampai ia bisa memakai dan bisa mempertanggungja-wabkannya. Ini adalah salah satu sya-rat hidup berkenan kepada Tuhan. Juga ia tetap berpada, waktu diberi limpah atau diambil semuanya, ia tetap taat dan bersyukur Ay 2:10. Pengalaman Ayub ini juga menjadi ujian bagiannya, apakah ia tetap taat dalam segala ce-laka yg dahsyat yg datang kepadanya itu. Ternyata Ayub lulus sebab ia ber-tindak sebagai bendaharaNya yg setia dan taat. Kalau kita bisa taat seperti Ayub yg tidak berdosa, kesukaran2 itu hanya sesaat, se-olah2 grafik kita terus turun sampai hampir habis ke dasar, tetapi Tuhan tidak pernah mencobai ber-lebih2, kemudian grafiknya naik kembali bahkan dua kali lipat, lebih dari pada kekayaan waktu lalu. Begitu juga dalam semua segi hidup yg lainnya.

Jadi kita ini hanya bendaharaNya saja. Untuk kebutuhan kita dan ke-luarga kita bisa pakai untuk segala kebutuhan kita, sebab kita hidup dari Allah, tetapi kita harus bisa memper-tanggungjawabkannya kepada Tuhan pada akhirnya untuk semua pemakaian uang Tuhan yg ada pada kita, kita hanya bendaharaNya saja. Perpuluhan adalah jumlah minimum untuk dikem-balikan dalam rumah Tuhan untuk memenuhi “kebutuhan” pelayanan da-lam rumah Tuhan. Allah tidak memberi kebutuhan untuk rumah dan pela-yananNya dgn melemparkannya dari langit, tetapi dititipkan pada umat Tuhan sekaligus karena taat, umatNya diberkati terus Mal 3:8-11. Sisanya kita pakai sesuai dgn kehendak Tuhan, baik untuk kepentingan kita masing2 dan juga untuk menuruti pimpinan, perin-tah Tuhan sebab kita adalah benda-haraNya yg taat dan setia, maka Tuhan akan mencukupi semua kebutuhan kita.

Kita juga harus tetap jadi ben-dahara yg setia dan taat sampai akhir, ini syaratnya untuk jadi murid Tuhan yg baik, dan akhirnya menjadi seperti Kris-tus. Kita harus jadi bendahara, bukan pemilik dari semua yg ada dalam ta-ngan kita, dan semua harus bisa diper-tanggungjawabkan sebagai bendahara. Biasanya jumlah terbanyak itu untuk keperluan keluarga sendiri, tetapi pakai dgn baik dan dapat dipertanggung-jawabkan kepada Sang Pemilik, itu tidak salah. Hidup kita ini bukan milik kita Fil 1:21, tetapi milik Tuhan yg berkuasa atas hidup kita. Ingat Ayub mengakui sejak lahir apa yg ada pa-danya itu semua dari Tuhan, dia hanya lahir sebagai bayi telanjang, tidak bawa apa2. Kalau semua diambil kembali oleh Tuhan, dia tidak menyalahkan Tuhan, itu hakNya, sebab itu Ayub ti-dak pernah ber-sungut2 dan tidak pernahmelawan Allah, tidak pernah berdosa padaNya. Akui semua itu dari Tuhan, bukan hanya uang, tetapi juga kesehatan, gelar, sukses dan apa saja secara jasmani dan rohani yg dicapai-nya itu semua dari Tuhan, kita hanya bendahara yg akan memberi pertang-gunganjawaban di hadapanNya.

III.3. MENUNGGU TUHAN

Kadang2 sesudah hidup benar masih belum ada jawaban. Jangan kuatir ka-lau grafik keuangan kita menurun, kalau kita hidup benar (sambil meme-riksa diri, tetap benar dan permintaan kita untuk uang itu betul, bukan untuk yg salah) sabar menunggu dgn iman dan terus berdoa dalam Roh, kalau ada hal2 yg penting, Roh Kudus akan memberitahu kepada kita supaya kita bisa taat dan bisa secepatnya terto-long. Tuhan tidak akan membiarkan pencobaan kita melebihi batas! 1Kor 10:13. Kalau perlu minta nasehat atau bantu doa pada pemimpin2 kita.

III.4. BERPADA

Sebetulnya pemeliharaan Tuhan itu terus berjalan dgn baik sebab Allah itu sempurna, Ia Maha tahu, Maha kuasa, Ia akan sanggup menggenapi janjiNya asal kita taat, ini bagian kita. Tetapi waktu datang ujian (kalau pencobaan harus bertobat), maka kita harus ber-pada, seringkali tampaknya se-olah2 ditinggalkan Allah, tetapi Dia selalu mengontrol dgn ketat, sehingga pasti tidak melebihi kekuatan kita. Memang secara akal kita ini berusaha untuk bersedia, sebab kalau ada persediaan atau tabungan yg cukup, makakalau tahu2 habis semua kita masih punya cadangan. Seringkali ujian itu juga menjamah cadangan atau tabungan sehingga orangnya jadi sangat kuatir, tetapi Allah tahu lebih dari kita. Se-kalipun ada cadangan, Tuhan itu lebih dari cadangan kita. Jangan kuatir, sebab Allah jadi jaminan kita.

Ber-ulang2 Putra manusia Yesus grafik keuangannya (Yudas bendaha-ranya) sampai di dasar tanpa cadang-an, tetapi ternyata Ia dan murid2 tetap bisa bertahan (survive). Misalnya wak-tu pagi2 tidak ada makanan, Ia mencari di tepi jalan. Waktu lewat ladang gan-dum, mereka mengambil dan makan dari gandum yg ada (waktu itu, ini legal, bukan dosa, asal tidak dibawa pulang). Waktu 5.000 orang lapar (total lebih kurang 20.000 orang) dan hanya ada 5 roti dan 2 ikan, ternyata itu bisa cukup. Begitu ber-ulang2. Begitu juga Elisa dgn para murid2nya, Tuhan pe-lihara, apalagi orang Israel keluar dari Mesir, Tuhan pelihara.Jangan kuatir, Allah tidak pernah terlambat meno-long. Kalau kita harap Tuhan, tidak pernah Tuhan lupa atau melupakan kita sampai mati kelaparan, Tuhan selalu punya jalan untuk menolong dan tidak terlambat. Sebab itu seperti Paulus, kita bisa berpada baik waktu limpah, juga waktu tidak ada apa2 Fil 4:12-13. Kita harus bisa naik turun dalam grafik keuangan kita sebab ja-minannya adalah Tuhan, bukan simpanan kita.

III.5. TABUR TUAI

Ini janji Tuhan, sehingga yg menabur, meskipun itu sakit bagi daging, tetapi pasti datang penuaian. Jangan kuatir, Tuhan tidak pernah lupa untuk mem-beri penuaian Maz 126:5-6. Memang ada yg cepat, ada yg lambat, tetapi Allah tidak pernah lupa, semua ada perhitungan yg tepat. Tentu lebih lama penuaiannya lebih besar. Meskipun mulai dgn tangisan, akan berakhir dgn sorak-sorai. Jangan berharap sorak-so-rai tetapi tidak mau menygkal diri, menangis, itu seperti mau menuai te-tapi tidak mau menabur. Jangan mena-bur dgn harap kembali dari orang yg kita tolong, atau dipuji sebagai donatur dll. Kadang2 kita tidak bisa menolak pujian dan penghargaan, tetapi kita sadar bahwa semua ini milik Allah sebagai Pemilik, kita hanya bendahara saja Yes 42:8. Minta pimpinan Tuhan dan tabur dgn tulus dari, oleh, dan untuk Tuhan Rom 11:36. Sekalipun yg kita tolong atau beri adalah manusia, tetapi itu pemberian kita kepada Tuhan Mat 25:37-40. Jangan lupa, berilah dgn tulus karena, oleh dan untuk Tuhan dan dari Tuhan. Kita menerima pe-nuaiannya dari Tuhan, sekalipun orang itu sendiri melupakan, tetapi Tuhan tidak pernah lupa! (Kalau kita harap orang itu membalas, itu bukan me-nabur, tetapi barter. Kita disuruh Tuhan beri, kita bendaharaNya dan kita dapat berkat dari Dia, Pemilik kita).

Jangan lupa jumlah penuaian dari dosa2 dalam hal uang. Orang yg tidak jujur, menipu, makan uangnya orang, bahkan orang dekat, semua akan me-nuai akibatnya bahkan lebih berat. Sebab itu kita harus jujur dan benar di mana saja, sebab penuaian itu bia-sanya lebih besar. Sebaliknya juga ke-murahan hati, kasih dan kebaikan dalam hal uang, itu juga akan menuai dan tuaiannya juga lebih banyak, sebab itu jangan menabur jahat dalam hal uang, tetapi taburlah banyak kemu-rahan dan kebaikan, dan berbuatlah karena, oleh dan untuk Tuhan, sebab kita hanya bendaharaNya. Dia juga yg mensuplay dan menambahi bendaha-raNya. Ini disebut penuaian dan juga ada penuaian di Surga kekal, luar biasa.

III.6. UJIAN PRIBADI DAN BERSAMA

Ujian pribadi itu ber-beda2, ada yg kecil, ada yg besar dan artinya ber-beda2. Tetapi pada akhir zaman, akan ada ujian bersama yg cukup berat untuk semua orang, sebab itu kita harus makin tumbuh dalam hal uang dan semua segi hidup. Orang2 yg jatuh bangun atau tidak tumbuh akan hanyut terus dalam dosa2 akhir zaman, baik dosa uang, sex, kesombongan, ke-bencian dll itu makin luar biasa. Tetapi kalau pengertian Firman Tuhan kita makin meningkat, makin mahir dipim-pin Roh dan meningkat dalam kesu-cian, kita akan makin kuat (terus hidup dalam Ruangan Suci dalam kesucian dan kasih Kristus), maka kita justru bisa meningkat terus dgn lebih cepat (le-bih2 dalam masa penamatan dalam Minggu ke-70 Daniel,pertumbuhan itu secepat kilat Mat 24:27 karena fasilitas akhir zaman ilahi yg makin limpah, yaitu puncak hujan Akhir global), sehingga banyak orang bisa mengalami lahir dari Allah bahkan menjadi sem-purna 1Yoh 3:6,9; 5:18. Kalau dalam dunia, orang dosa makin keji luar biasa. Kita akan menjumpai banyak orang sempurna dalam dosa di akhir zaman, yaitusatu tingkat dgn Antikis. Tetapi juga dalam hidup rohani, ada orang yg sungguh2 berjalan dgn Tuhan akan mengalami lahir dari Allah sampai jadi sempurna lalu ada pelayanan orang sempurna.  Jadi kita juga akan mene-mukan banyak orang sempurna dalam kesucian, sehingga keadaan Gereja akhir zaman, lebih2 dalam masa pena-matan rencana Allah (Minggu ke-70 Daniel). Sebab itu tumbuhlah supaya jangan jatuh dan hanyut dalam arus dosa yg besar dan terikat makin parah.

Orang2 yg tidak bersedia, tidak tum-buh, rohaninya akan gugur dalam ujian akhir Global yg tingkatnya tinggi/ sulit, dan masuk dalam golongan yg tidak ikut pengangkatan, tetapiyg lulus ikut pengangkatan. Kita harus bersedia mu-lai sekarang. Termasuk dosa dan keja-hatan dalam hal uang seperti segi2 hidup lainnya, semua akan makin meningkat, tumbuhlah dalam semua segi! Tanda dari kesucian dalam hal uang adalah kejujuran, ketulusan, ka-sih, juga bisa jadi bendahara yg sung-guh2 setia dan taat, jujur Luk 14:33, sehingga betul2 jadi murid yg menjadi sama dgn gurunya yaitu Kristus, sangat indah dan luar biasa!

III.7. HIDUP DENGAN IMAN

Dalam menghadapi kesukaran ke-uangan kita harus hidup dgn iman Mat 8:13; 9:29. (Tetapi juga hidup benar dalam segala segi hidup kita, lebih2 dalam hal uang, sebab Allah tidak bisa bekerja dalam orang yg hidup dalam dosa apalagi cinta dosa, cinta uang, imannya akan tidak berhasil. Seperti Simson hidup dgn indah, luar biasa, tetapi waktu terus berdosa dan habis masa kemurahan Allah (Rom 11:22), imannya tidak bekerja lagidan ia celaka dan habis semuanya. (Jangan lupa, juga kalau menunggu pertolongan Tuhan, Text Box: M4657 / 14 Juni 2026     hal 3      tetap menunggu dalam kesucian (tidak bereaksi dosa) dan dgn iman seperti Yusuf, Daniel, Ayub dsb. Memang  me-nunggu dgn iman itu jangan bereaksi dosa, seperti Ayub; Sebab itu sesudah lulus ujian, ia menerima dua kali kelimpahan lebih dari yg mula2).

Kalau seorang dipimpin Roh (lebih2 kalau terus berdoa dalam Roh dan kebenaran)Roh Kudus akan meng-ingatkan ayat yg menjanjikan perto-longan baginya, sehingga ia ingat akan ayat yg tepat dibutuhkan dan percaya Yoh 14:26. Roh Kudus akan menghi-dupkan ayat itu (2Kor 3:6), lebih2 dgn doa dalam Roh, maka timbul iman 1Kor 14:4, lalu ada kata2 iman, tindakan iman dan pertolongan Tuhan jadi ke-nyataan Rom 10:17.

Ada begitu banyak janji Allah tentang uang dan semua kebutuhan fana lainnya, tetapi semua inihanya bisa diambil dgn iman Mat 8:13, Mrk 5:28. Sebab itu tumbuhlah belajar Fir-man Tuhan dgn lapar dan haus oleh pekerjaan Roh Kudus, sehingga janji2 Firman Tuhan itu jadi hidup dan timbul iman yg diperlukan.

IV. BAGAIMANA MEMAKAI BERKAT TUHAN DGN BETUL SESUAI FIRMAN TUHAN?

IV.1. Mat 6:33. MENDAHULUKAN KERAJAAN ALLAH, SUPAYA ROHANINYA TUMBUH

Banyak orang sudah tahu dan me-nyanyikan ayat ini, tetapi ternyata tidak melakukannya, hanya tahu Yak 1:21-22.

Jangan dipelihara Tuhan, diberkati sehingga banyak uang, tetapi banyak dosa dan terikat dgn anggur lama (dunia), itu menyedihkan hati Tuhan! Kita jadi sehat, hidup cukup itu semua supaya kita tumbuh makin seperti Kris-tus. Jangan pakai berkat Tuhan untuk hidup dalam dosa dan justru jauh dari Tuhan. Pakai hidup yg adalah anugerah Tuhan untuk terus bertumbuh dan ber-buah2 makin seperti Kristus.

Kalau kita tumbuh terus dalam ke-sucian dan melakukan kehendak Allah, maka rencana Allah akan jadi dalam hidup kita.Orang yg mendahulukan kerajaan Allah dan kebenaranNya akan punya pendirian yg betul, akan tumbuh dalam keadaan jasmani cukup baik, tetapi rohani meningkat terus, tidak ada habisnya. Tetapi orang yg hanya bicara, tetapi tidak mendahulukan ke-rajaan Allah, karena mengejar jasmani sampai uangnya terus meningkat, dan membiarkan rohani secukupnya saja, rohaninya akan lemah, jatuh dalam dosa dan undur dari Tuhan, sebab cinta mammon dan dunia. Rohani itu yg kekal, jasmani hanya sampai di kubur.  Waktu mati semua ditinggalkan Luk 12:20-21, Maz 49:11, Mat 11:26, tetapi yg kekal mengikut menyertai senan-tiasa, itu orang bijak seperti Maria Luk 10:42. Jangan lupa bahwa sukses ro-hani itu limpah perkara2 yg kekal termasuk rendah hati (sekalipun di dunia kurang terkenal, tetapi sangat indah di hadapan Tuhan dan hanya bisa didapat dari Tuhan dalam kesucian dan ketaatan dipimpin Roh. Sukses jasmani itu bisa dari Tuhan, bisa dari iblis, tetapi semuanya ditinggal sampai kuburan.

Tetapi bagi orang beriman, kelim-pahan jasmani itu (termasuk uang) bisa dipakai dalam pimpinan Roh Kudus untuk melimpah dgn perkara2 yg kekal, sehingga dgn mammon yg lekat lalim kita punya sahabat di Surga Luk 16:9, Yer 29:11, 1Kor 12:6, Ef 2:10.  Sebab itu pakai segenap berkat jasmani dan anu-gerah dari Tuhan untuk terus ber-tumbuh seperti Kristus dan mengalami rencana Allah yg indah dan kekal.

Suatu contoh yg sangat kontras adalah Lazarus dan Abraham. Abraham itu begitu indah di hadapan Allah, dan diberkati luar biasa, kaya raya dan berkenan pada Tuhan, tidak sampai berdosa, lebih indah dari Salomo, Simson, Uzia, Hizkia dll.

Dari Abraham keluar bangsa Israel jasmani dan rohani. Abraham termasuk orang sempurna Wasiat Lama Yoh 8:56. Tetapi Lazarus itu juga jadi sangat indah, setingkat dgn Abraham Luk 16:22-23. Tetapi dalam dunia, Lazarus jadi orang yg mungkin paling miskin, melarat, mungkin juga cacat (orang yg rohani, kalau tidak cacat akan bekerja untuk nafkah 2Tes 3:10). Mengapa La-zaus yg rohaninya begitu tinggi di dunia sampai menjadi sempurna seperti Abraham, tetapi tidak diberkati dgn nafkah yg limpah? Aneh? Tidak! Sebab Allah yg tahu lebih dahulu tentang hari2 yg akan datang dari manusia, ta-hu bahwa apa yg terbaik untuk mereka. Bagi Lazarus terbaik dan jadi sangat rohani yaitu kalau ia jadi miskin sekali; kalau ia dijadikan kaya, atau jadi terhormat seperti raja, rohaninya tidak akan sampai puncak seperti sekarang. Sebab itu “ nasib” Lazarus dibiarkan jadi miskin seperti pengemis. Ini con-toh yg ekstrim, tetapi masing2 kita Tuhan tahu jumlah kekayaan berapa yg membuatnya bisa jadi paling mulia di Surga! Sebab itu jangan nomer satu tujuan kita sukses, atau jadi orang paling kaya, ini tipu daya dan pe-rangkap iblis. Ada yg mengalami ke-miskinan hampir seluruh umur hi-dupnya, ada yg sedang2 saja tetapi tidak jadi kaya, sebab itu yg paling cocok untuk jadi paling maksimal di Surga. Sebab itu jangan ber-cita2 jadi mewah, paling kaya, itu meneysatkan Mat 16:26. Nyanyian Lazarus (biar saya miskin di sini, tapi mulia di Surga) itu yg diketahui Tuhan lebih dahulu dan kalau orang itu mau terus dipimpin Roh, itulah hidup yg paling efisien. Ada yg miskin dan menderita untuk sementara seperti Yusuf, Ayub, Daud dll, ada yg lebih panjang seperti Lazarus. Waktu Lazarus sampai di Surga ia akan sangat berterimakasih bisa jadi orang miskin di dunia untuk sementara, tetapi jadi kaya dan mulia rohani di Surga untuk kekal, sebab itu jangan sampai salah pakai berkat2 Tuhan dalam dunia ini.

IV.2. Hidup terus memuliakan nama Tuhan, menangkan jiwa2.

IV.3. Tumbuh dalam rencana Allah dgn kerendahan hati.

IV.4. Hidup nikah yg suci.

IV.5. Persekutuan tubuh Kristus dalam Roh dan kebenaran. Juga dgn 7 KPR (Suci, Salib, Sekutu, Doa, Ibadah, Alkitab, Melayani) lainnya dll.

KESIMPULAN

Yg dapat membuat kaya dan miskin adalah Allah dan iblis, tetapi Allah dapat sepenuhnya membatalkan sega-la pekerjaan iblis. Sebab itu jangan mencari kekayaan dari iblis, itu celaka dobel, di dunia dan di Neraka.

Untuk mendapat berkat, nafkah dari Tuhan, itu sangat mudah asal kita mengerti syarat2nya Tuhan yaitu untuk jadi mulia di Surga, bahkan sampai sempurna dan bisa memakainya sesuai Firman Tuhan dalam pimpinan Roh Kudus. Sebab itu kita harus tahu cara-nya untuk mendapatkan berkat Tuhan dan bagaimanakita bisa memakainya dgn baik, sehingga Tuhan makin me-limpahkan berkatNya dan jadi orang yg makin mulia dalam Surga. Ingat semua yg diceritakan di atas. Jangan lupa! Hidup harus benar dan berkenan pada Tuhan, bisa berpada, tidak cinta uang, dan jadi bendahara Allah yg setia dan taat sehingga bisa memakai berkat Tuhan dgn betulseperti Maria yg mendapat yg kekal, tapi Marta tidak atau belum, atau sedikit saja dapat yg kekal.

Mammon yg lekat lalim harus jadi hamba sesuai Firman Tuhan, bukan jadi tuan, sehingga waktu diambil atau lenyap, tidak berdosa seperti Ayub, yg sesudah lulus diberkati dua kali ganda.

Sikap kita jangan ekstrim seperti malaikat tidak perlu hal2 jasmani atau seperti hamba2 setan 1Yoh 3:10 yg hanya mengutamakan hal2 jasmani dan hal rohani sambil lalu saja. Kita tetap perlu uang dll yg fana (sehat, berakal, bersukacita dll), tetapi semua itu hanya alat untuk memperkenankan Allah, dalam hidup yg dipimpin Roh, bukan dipimpin daging. 

Nyanyian:

– Apa padaku, kudapat dari Bapa.

– Biar saya miskin di sini, tapi mul’ia di Surga.

Scroll to Top