DOWNLOAD FILE PDF CATATAN KHOTBAH IBADAH HARI INI
I. RENCANA ALLAH
Bapa, Roh Kudus (malaikat) adalah Roh, Putra Allah juga adalah Roh, te-tapi punya tubuh kemuliaan seperti manusia, sebab menjadi manusia un-tuk menebus dosa manusia. Dalam Injil2 disebut Putra manusia Yesus (TL: Anak manusia Yesus). Dalam Matius: 31 kali, Markus: 13 kali, Lukas: 26 kali), semuanya total 70 kali. Selama lebih kurang 33,5 tahun Putra Allah menjel-ma menjadi Putra manusia Yesus seba-gai manusia seperti kita, misalnya Ibr 2:17-18, sebab waktu turun ke dunia, Ia meninggalkan semua keilahianNya di Surga Fil 2:7, sehingga Ia menjadi tepat seperti manusia, bisa merasai sakit, bisa berdosa, bisa mati. Tetapi Ia tidak pernah berdosa (Yoh 1:29 Anak domba Allah yang tidak bercacat-cela), dan tumbuh jadi sempurna Yoh 19:30, Ia menyerahkan RohNya pada Bapa dan sesudah 3 hari Allah Bapa dan Roh Kudus membangkitkan Putra manusia Yesus yg sudah menggenapkan tugas-Nya sebagai korban dosa dan sudah menjadi sempurna Rom 6:4; 8:11 (se-bagai manusia tidak bisa bangkit sen-diri). Sesudah itu kembali jadi Allah (Allah Putra), duduk di sebelah kanan Allah Bapa, tetapi juga tetap sebagai Putra manusia yang sempurna dan menjadi Kepala dari tubuh Kristus).
YESUS CONTOH YANG SEMPURNA
Ini sudah terbukti oleh kematian dan kebangkitanNya. Ia menjadi contoh yang sempurna, yaitu Jalan, kebenar-an, dan hidup bagi manusia Yoh 14:6.
Adalah rencana Allah untuk men-golah manusia yg mau percaya menjadi seperti Kristus (1Kor 11:1), sempurna seperti Bapa (Mat 5:48). Ini tidak oto-matis, butuh pengolahan yg panjang, tergantung dari kita (kalau percaya dan mau, tahan diolah) dan dari Allah (pasti menepati janji, tidak berubah). Kita akan melihat beberapa patokan2 dan cara untuk menjadi seperti Kristus, yaitu:
II. MENURUT UKURAN KEMAH SUCI
Ini adalah patokan yang lengkap dan sempurna dari Allah sendiri (Kemah Suci adalah kerajaan Surga yg dilihat Musa dan dibuat gambarnya dalam bentuk Kemah Suci atau bait Allah Ibr 8:5). Menjadi seperti Putra manusia Yesus berarti tumbuh dari Pintu Gerbang sampai Tabut.
a. Pintu Gerbang = Akulah Pintu untuk masuk ke Surga, harus melalui Putra manusia Yesus Yoh 10:1,7,9.
Pintu Gerbang = Percaya pada Tuhan Yesus.
b. Pintu Kemah = Tuhan Yesus ada-lah Pembaptis dgn Roh Mat 3:11, Mrk 1:9, Luk 3:16, Yoh 1:33, bukan Yohanes dll.
Pintu Gerbang sampai Pintu Kemah adalah lahir baru oleh Roh Yoh 3:6. Sebetulnya lahir baru dan banyak pro-yek2 pokok, adalah pekerjaan dari Allah Bapa (air), Putra Allah (darah), Roh Kudus (roh) seperti yang tersebut dalam 1Yoh 5:7-8, pekerjaan dari 3 Pribadi Allah yang selalu bersekutu dalam kasih menjadi satu 1Yoh 5:7, tidak ada pemisahan di dalam Allah yang adalah kasih yang sempurna.
Juga Pintu Gerbang = Percaya Tu-han Yesus (beroleh selamat). Pintu Kemah lahir baru oleh Roh (Menjadi anak Allah Yoh 3:6), dan Tirai = Dila-hirkan oleh Allah (Jadi orang sempur-na) 1Yoh 3:9; 5:18, tidak lagi bisa ber-dosa = sempurna. (Baptisan air tidak cukup, harus ditambah dgn baptisan Roh Kis 8:16, Kis 10:47; 11:16).
c. Tirai ini dirobek oleh kematian Tuhan Yesus Ibr 10:19-20, Mat 27:50-53. Sebab itulah Tuhan Yesus adalah ja-lan untuk mendapat selamat, lahir kembali jadi anak Allah dan jadi sem-purna seperti Dia. Ini tampak dari 3 tingkat dalam Ruangan Suci, yaitu:
Tingkat I: Halaman = Percaya Tu-han Yesus jadi selamat (Kis 16:31), dosanya diampuni, jadi orang benar.
Tingkat II: Ruangan Suci = sesudah lahir baru oleh Roh, yaitu dari Pintu Gerbang sampai Pintu Kemah, jadi anak2 Allah Yoh 1:12.
Sesudah itu terus tumbuh dalam Ruangan Suci seperti Kristus sampai menjadi dewasa dan sempurna.
Tingkat III: Ruangan Maha Suci = Orang sempurna. Sesudah lewat Tirai = lahir dari Allah, jadi sempurna 1Yoh 3:9. Jadi menjadi seperti Kristus itu berarti tumbuh dalam Kristus, dari Pin-tu Gerbang sampai Tabut, inilah pro-sesnya untuk menjadi seperti Yesus.
Tingkat rohani pada saat terakhir di dunia, jadi ukuran tingkat kemuliaan kita untuk kekal di Surga.
Tingkat Ruangan Maha Suci = Orang sempurna adalah tingkat mempelai Kristus. (Mempelai Kristus itu bisa ber-arti seluruh umat Tuhan yang selamat masuk Surga, yaitu tubuh Kristus, itu-lah seluruh Kemah Suci dari Pintu Ger-bang sampai Tabut, tetapi secara khu-sus mempelai Kristus berarti hanya 144.000 orang sempurna (Ruangan Maha Suci) itu sebagai puncak dari orang2 tebusan, sebagai mempelai Kristus yg sesungguhnya Wah 14:1.
III. TELADAN PUTRA MANUSIA YESUS?
A. HIDUP DALAM KESUCIAN DAN KASIH ILAHI
Allah itu maha suci, juga Putra Allah. Tetapi waktu Ia menjadi Putra manu-sia, Dia dijamah oleh segala kelemahan manusiawi Ibr 4:15.
Dia juga merasakan segala kele-mahan kita, tetapi tidak berdosa, Ia digoda oleh keinginan daging (uang, nafsu, kesombongan, 1Yoh 2:16), teta-pi tidak berdosa. Dalam hal sex, Ia bu-kan orang banci atau seperti malaikat yg tidak punya jenis kelamin dan naluri sex, tetapi Dia adalah laki2, namun tidak berdosa, tetap suci, sekalipun ti-dak kawin, tetap membujang untuk jadi korban penebusan manusia.Ini menjadi contoh yang sempurna bagi kita (waktu usia 12 tahun sudah indah, tidak berdosa, tetapi pengolahannya dan ujian2nya masih belum selesai. Sesudah berumur 30 tahun baru boleh keluar Luk 3:23. Waktu Ia hidup sebagai Putra manusia selama 33,5 ta-hun, Ia mengalami segala macam ujian dalam segala segi, tetapi tidak pernah jatuh dalam dosa, sebab itu akhirnya Ia menjadi sempurna dgn melewati sega-la ujian, sengsara lahir dan batin, seng-sara salib sampai mati. HidupNya tidak ada benci, tetapi kasih juga pada mu-suhNya seperti kepada Yudas “saha-bat” yg berkhianat (Mat 26:49-50), dan memintakan ampun bagi pembunuh2-Nya Luk 23:34. Ia tetap cinta.
Begitu kita harus beres dari semua dosa yg lama dan jangan membuat dosa yg baru. Ingat pemberesan dosa itu 2Tim 2:15. MAK DSY, termasuk yg dahulu yang belum dibereskan, yang sekarang dan yang akan datang, mes-kipun masih berupa angan2 atau cita2, itu sudah dosa dihadapan Allah Ams 23:7. Dosa tidak boleh masuk Surga, tidak dikehendaki Allah Wah 21:27. Sebetulnya waktu baptisan air sudah harus ada pemberesan dari semua do-sa, juga yang “kadaluarsa” itu tetap tercatat dalam buku Allah. Juga dosa2 dalam hati, pikiran, kebiasaan, semua-nya, termasuk juga benci dan JMPE (Jengkel, Mangkel, Pegel, dan Emosi). Bagaimana bisa tetap suci terhadap orang2 dosa ini. Anggaplah orang dosa itu seperti orang sakit yang perlu tabib untuk menyembuhkannya. Jangan kita seperti iblis, lihat orang dosa, apalagi dosa yang besar dan jahat,biar lekas binasa Rom 6:23, iblis itu seperti algojo, tetapi Tuhan seperti Tabib Mat 9:12, selalu berusaha untuk menyem-buhkannya, dgn kasih, dgn kuasa Allah, dgn doa, dgn nasehat, dgn con-toh hidup, kalau perlu dgn teguran kasih dll. Kasih itu perlu korban. Orangtua yang cinta anak, waktu anak-nya nakal atau berbuat salah, ditegur tetapi tidak benci, sebab kasih dan itu perlu pengorbanan. Kasih manusiawi itu kalau ada untung atau sama2 untung. Tetapi kasih ilahi sekalipun rugi tetap cinta. Ini dasar utama. Kalau ada kasih, semua yang lain akan jadi lebih mudah dan lebih cepat menjadi seperti Kristus.
B. TABIAT BARU
Ini cara hidup kita se-hari2. Sesudah lahir baru, tinggalkan hidup lama, termasuk tabiat2 lama, ganti tabiat baru Kol 2:9.
Prinsip orang-baru adalah cinta ke-benaran, benci dosa Ibr 1:9, tetapi prinsip orang lama adalah condong pada dosa Yoh 3:19. Jangan hidup cara lama, kalau ada dosa atau akan jadi dosa, buang semua tabiat dan tin-dakan2 kita.
Pakai manusia baru Kol 2:15-16 dll. Tabiat itu banyak, luas dalam segala yang kita perbuat, selalu tampak tabiat baru. Semua tabiat baru itu karena ka-sih. Caranya bisa kita lihat dalam 1Kor 13:1-13. Kalau ada kasih semua tabiat baru itu akan nyata.
Tabiat baru itu dibagi dalam 3 golongan besar 1Yoh 2:16.
a. Keinginan mata, itu luas sekali, ini harus disucikan. Jangan menuruti keinginan mata. Termasuk uang, sebab hampir semua keinginan mata itu bu-tuh uang, kalau ada uang bisa beli semua yang diinginkan mata. Tabiat yg betul adalah berpada, tidak menuruti keinginan mata dll. Waktu limpah atau kurang, waktu apa saja kita bisa puas dgn berpada dalam semua keadaan tetap suci dan berkenan pada Tuhan.
b. Keinginan tubuh, semua nafsu2 tubuh, istimewa nafsu sex. Orang yang mengumbar semua keinginannya, se-maunya sendiri, menurut daging, itu akan penuh dgn dosa. Orang yang me-nuruti semaunya sendiri, apalagi kalau berhasil akan menuruti semua nafsu dagingnya seperti iblis! Belajar pikul salib dalam segala hal supaya hidup kita dicocokkan dgn Firman Tuhan, memperkenankan Tuhan sampai dalam hati, pikiran dan angan2 Gal 5:24. Jangan punya tabiat semaunya sendiri, baik dalam makan minum, kerja, iba-dah, sekolah, bekerja dll. Tetapi tetap pikul salib dalam segala perkara, se-hingga bisa berkenan pada Allah dan manusia seperti Kristus Luk 2:52.
c. Jemawa, ingin puji, tidak bisa tahan kalau tidak dipuji atau dihargai, selalu ingin puji, ini jadi dasar hidup-nya. Kalau tidak dihargai atau tidak dipuji, maka jadi benci, sentimen.
Ini dosa iblis, Lucifer, sehingga ia dibuang, sekalipun mula2 ia indah (pu-nya 9 permata2 kesempurnaan (yang lengkap: 12 biji) Yez 28:13, Yes 14:12-16). Juga umat Tuhan yang sudah suci, indah, kalau sombong, dibuang Mat 24:12. Seperti Saul yang mula2 indah, penuh Roh Kudus (versi Wasiat Lama) waktu sukses manusia biasanya men-jadi sombong dan itu melawan Allah, dan kalau tidak bertobat, akan terus bertambah dosanya. Ia akan dihem-paskan Tuhan. Hampir semua orang pernah dan suka dipuji, jadi nomer sa-tu dsb. Kalau terus jadi sombong, dosa dan kejahatannya akan meningkat, akhirnya orang itu dibuang Allah, seka-lipun sukses! Belajar rendah hati, se-bab semua yang ada pada kita itu subsidi dari Tuhan 1Kor 4:7 (juga untuk orang dunia, Mat 5:45). Sebab itu ja-ngan sakit hati kalau orang lain lebih berhasil. Jangan iri, jangan ingin puji, seperti supir, kalau dibuang, tidak sulit cari supir lain, Tuhan bisa pakai siapa saja yg mau taat, sebab tinggal diberi subsidi Allah. Belajar tetap rendah hati, apalagi kalau sukses, sadari, itu semua dari Tuhan 2Kor 4:7. Sekalipun dipakai Tuhan, belajar cuci kaki orang kecil2 yg seharusnya melayani atau menghor-mati kita, justru kita melayaninya, mencuci kakinya Yoh 13:14, supaya sadar, semua dari Tuhan, tetap rendah hati.
Jangan lupa setiap golongan orang harus hidup dgn betul seperti Firman Tuhan, misalnya:
Suami-istri à Hidup dalam kesu-cian dan kasih sesuai Firman Tuhan, ta-hu kewajiban suami dan istri, juga sebagai ibu-bapak pada anak2nya sesuai Firman Tuhan. Ada banyak kete-rangan dalam Firman Tuhan dan dgn pertolongan Roh Kudus dan setia da-lam penggembalaan Gerejanya ma-sing2 akan bisa mengerti dan bertum-buh.
Dalam pergaulan seperti laki2 dan perempuan, jangan bergaul dgn kotor seperti orang duniawi, tetapi dalam kesucian seperti anak2 Allah yg suci. Sebagai kakak dan adik itu indah, se-bab bisa tolong menolong dgn kasih dan tulus. Sebagai mertua dan menan-tu, jangan prasangka dan benci, atau ber-musuh2an terus, sebab sesudah nikah menantu harus tahu kewajiban seperti anak dan mertua seperti orangtua.
Dgn saudara2 seiman, dgn pemim-pin, dan domba2 yang dibebankan Tu-han pada gembala2. Sebagai majikan dan buruh, atau pegawai jangan lupa nasehat Firman Tuhan untuk cara hi-dup di pabrik atau perusahaan, dalam sekolah, dalam tetangga dll, dalam segala segi hidup, hiduplah dgn berke-nan pada Tuhan, jangan dgn ber-ma-cam2 dosa. Jangan sampai jadi batu sontohan Rom 2:24, tetapi jadilah berkat, jadi garam dan terang dunia!
C. KEMAMPUAN ILAHI SEPERTI KRISTUS
Tentu bertahap, tetapi harus punya dan terus meningkat! Baca 4 Injil, itu riwayat Putra manusia Yesus di dunia dan pelajari seluruh Firman Tuhan,itu semua tentang Kristus yang harus ada dalam kita Yoh 1:1.
Apa yang bisa dibuat dan apa yang tidak bisa dibuat oleh Tuhan? Putra manusia Yesus bisa melakukan semua. Yang penting, sebagai hamba Allah, ia taat terus ber-tanya2 pada Bapa dan bicara sesuai kehendak Bapa (Yoh 8:26) dan berbuat segala perkara se-suai dgn apa yang diperbuat oleh BapaNya Yoh 5:14. Roh Kudus dan Bapa selalu ber-sama2 menuntunnya. Sebab itu Ia bisa berbuat apa saja yang disuruh dan dikehendaki BapaNya. Bisa memberi makan roti dan ikan pada orang2 yg datang padaNya, baik me-nyembuhkan, juga membangkitkan orang mati sesuai kehendak Allah (con-toh Lazarus sakit sampai mati, Bapa mencegah Ia 4 hari dan Ia taat). Kita juga harus hidup benar dipimpin Roh dan punya iman untuk melakukan ke-hendak Bapa, baik menobatkan orang, menginsyafkan, menghentikan dari do-sa, mintakan kebutuhan yang lain, ke-sembuhan, problem dan apa saja yang cocok dgn Firman Tuhan, disetuju dan disuruh Roh Kudus dan BapaNya. Percayalah, semua janji2 Firman Tuhan akan jadi semua. Banyak orang ber-iman tidak berani bertindak, tidak pu-nya kemampuan ilahi. Padahal sudah Tuhan janjikan, misalnya Mrk 16:17-20.
Ini tidak keterlaluan, tidak ber-le-bih2, ini tanda2 dari Tuhan dan adalah kehendakNya. Percayalah, tetapi ja-ngan lupa hidup benar, berjalan dgn Tuhan, dipimpin Roh. Jangan ragu2 mendoakan orang sakit sekalipun kita bukan penginjil atau dipakai khusus untuk menyembuhkan. Ini tanda2 orang yg percaya. Lakukan semua yang disuruh Allah, misalnya memintakan berkat, melepaskan orang dari setan2 dll. Ini adalah tanda orang percaya. Kita ini orang percaya, umat Tuhan, anak Allah, percayalah bahwa Firman Tuhan pasti jadi, tetapi hiduplah benar di ha-dapan Tuhan. Jangan panik atau bi-ngung, bodoh. Mengerti Firman Tuhan dan kehendakNya, lakukan sesuai dgn Firman Tuhan. Mudah seperti disuruh minum, minum saja, telan! Tuhan tidak pernah keliru atau berdusta, atau ing-kar janji. Kita harus punya kemampuan ilahi. Ini pesanNya waktu naik ke Surga mrk 16:19. Usir setan, mintakan berkat dan kesembuhan, lepaskan dari dosa, yang penting mau percaya dan tetap dalam kehendak Tuhan. Jangan tetap dalam dosa, tidak percaya, tidak dapat apa2. Ini bagian penting dari hidup seperti Yesus, bukan hanya tabiat baru.
Kemampuan kita sebagai anak Allah itu untuk segala perkara. Tetapi kita harus percaya bahwa itu semua janji2 Allah, Roh Kudus meyakinkan itu kehendak Allah.
Kalau kita mau tumbuh seperti Kristus, kita harus selalu penuh dan dipimpin Roh. Maka kita bisa mende-ngar dan mengerti suara Roh, yang me-yakinkan untuk melakukan kemam-puan2 ilahi ini sesuai kehendak Allah.
Ini pesan yang penting untuk orang2 percaya, waktu Ia meninggalkan umat-Nya di dunia.
D. 7 KPR
(KEBUTUHAN POKOK ROHANI)
Dasar dari semua hal ini adalah terus tumbuh di dalam Ruangan Suci dan dipimpin Roh dan limpah dgn 7 KPR dan selalu suci di hadapan Allah (MAK DSY), misalnya:
1. Salib. Orang yang mau seperti Kristus harus hidup di atas Mezbah, selalu pikul salib dalam segala hal supa-ya tetap berkenan pada Tuhan.
Salib itu harus dipikul seumur hidup (Luk 9:23) dan jalan salib itu berakhir di Tirai, Golgota. Disini daging mati sama sekali, sehingga akhirnya masuk dalam kesempurnaan. Terus pikul salib, sam-pai daging mati semuanya. Banyak yan tidak tumbuh jadi sempurna, tetapi semua wajib terus pikul salib.
2. Suci di hadapan Allah, tidak ada dosa di mana2 saja (MAK DSY).
3. Bersekutu dalam kasih, sebab kita bersaudara dalam Tuhan, jangan pura2 seperti setan apalagi dgn siasat dan tipu daya. Terus bersekutu dalam Roh dan Firman Tuhan.
Kita perlu terus bertumbuh dalam persekutuan tubuh Kristus, supaya da-pat tumbuh lebih cepat dan lebih efek-tif untuk menjadi seperti Kristus. Juga pemimpin2 Gereja harus belajar berse-kutu antar Gereja dalam Roh dan Fir-man Tuhan, sebab Gereja2 tidak akan jadi sempurna, kalau tidak bisa berse-kutu dalam Roh dan Firman Tuhan. Ka-lau dapat bersekutu (baik dalam Gereja lokal, nasional sampai global), sehingga bisa saling mengisi, menolong dan sa-ling menyempurnakan, baru bisa maju dgn efektif dalam kemampuan ilahi, bisa meniru Kristus dgn betul!
TUMBUH DALAM PERSEKUTUAN TUBUH KRISTUS LOKAL SAMPAI GLOBAL
Kalau satu orang atau Gereja merasa dirinya sudah cukup sampai sempurna, itu orang atau Gereja akan penuh ke-kurangan. Kita bisa tumbuh seperti Kristus, kalau bisa bersekutu dalam Roh dan Firman Tuhan, tidak terisolasi satu sama lain, apalagi kalau benci dan sombong, tidak butuh satu sama lain. Baik secara pribadi atau per Gereja, kalau bisa bersekutu sehingga bisa sa-ling percaya dan menasehati, (seperti suami-istri yang rukun sebab cinta karena hidup dalam kesucian nikah), maka salah masing2 bisa sangat ber-kurang. Misalnya salahnya 15 dan 17. Sesudah saling menasehati, bisa turun sampai 3 atau 2, bisa diperbaiki dan tumbuh terus makin seperti Kristus. Sebab melihat selumbar di mata orang lebih mudah daripada melihat balok di mata sendiri Mat 7:1-5.
Kalau tidak ada persekutuan yang baik dalam Roh dan Firman Tuhan, maka tidak bisa cocok untuk saling me-nasehati. Ini perlu kesucian dan kasih, bisa saling mengampuni dan bisa to-long menolong dgn tulus dan cinta 1Yoh 1:7 (seperti tabib bagi orang sa-kit) bukan seperti algojo dgn penuh kebencian, tidak bisa saling menase-hati, tetapi saling menuduh dan berke-lahi, dosanya makin banyak dan makin seperti iblis, bukan makin seperti Kristus).
Hidup bertumbuh dalam Ruangan Suci (ada persekutuan dalam Roh dan limpah Firman, termasuk 7 KPR) bisa saling menasehati dan tumbuh bersa-ma makin cepat, sebab sama2 dalam kesucian dan kasih Kristus satu sama lain. Tetapi kalau tingkat rohaninya di Halaman, sulit untuk bisa saling mena-sehati, selalu salah paham, prasangka dan terus bertengkar, sehingga benci dan sentimen meningkat. Orang Ha-laman sulit untuk berbenah diri, apalagi untuk menjadi seperti Kristus.
4. Doa senantiasa dalam Roh dan kebenaran, maka kita akan terus ada hikmat dan kuasa Allah juga dgn kasih Kristus.
Sesuai Firman Tuhan. Tabiat-baru itu seperti Kristus, sesuai dgn Firman Tuhan. Tuhan Yesus hidupnya sama dgn Firman Tuhan, Dialah Firman yang hidup Yoh 1:1. Orang yang cinta dan mengerti Firman Tuhan mau melaku-kan Firman, itulah hidup seperti Yesus.
Ada orang hanya mengutamakan penyembahan dalam Roh, itu masih kurang. Juga hanya Firman Tuhan, ku-rang. Perlu keduanya Firman Tuhan menunjukkan jalan seperti terang di tempat gelap dalam jalan kita. Roh Kudus mengingatkan kebenaran Fir-man Tuhan yang kita perlukan Yoh 14:26, sehingga jalan, cara hidup kita betul, karena Roh Kudus mengingatkan dan menjelaskannya Yoh 16:13.
Orang yang mau taat dipimpin Roh akan mendapatkan hikmat dan kuasa untuk bisa melakukannya. Sebab itu sering dan teruslahberdoa dalam Roh dan kebenaran (hidup benar), maka hi-dup kita, baik berpikir, berencana, ambil keputusan dan tindakan, baik berkata atau bersikap apapun, Roh Ku-dus dan Firman Tuhan akan menga-rahkan seperti Yesus! Belajar semua tabiat baru!
5. Ibadat ini indah, mutlak perlu untuk bisa tumbuh seperti Kristus, sebab orang yang menyendiri tidak akan tumbuh, penuh prasangka dan habis kasihnya.
6. Alkitab, itu roti bagi hidup yang mau tumbuh seperti Kristus dan pelita bagi langkah hidup kita (Maz 119:105).
Waktu lahir sebagai bayi, Putra ma-nusia Yesus tidak tahu dan tidak bisa apa2. Waktu pelayanan Ia mengerti se-mua. Dari mana? Allah memilih orang-tua untuk Putra manusia Yesus, orang2 yangyang cinta Tuhan, mengerti kebe-naran Firman Tuhan untuk bisa mendi-dik anak2nya (Ul 6:7-8), supaya me-ngerti Firman Tuhan dan selanjutnya belajar sendiri seperti Daniel, Daud yg mencintai Firman sejak kecil. Kalau tidak mengerti Firman Tuhan akan te-rus berbuat salah. Dari kecil Ia tumbuh berkenan pada Tuhan dan manusia (tidak merugikan dan tidak dicela atau dimarahi orang2 sekitarnya Luk 2:52, ini tentu diajarkan). Anak itu disucikan dalam orangtuanya (1Kor 7:14) oleh kelahiran orang beriman (Kis 16:31) dan dari nasehat, didikan dan contoh2 hidup orangtuanya. Ajarkan semua ke-benaran Firman Tuhan dalam semua seginya Kis 20;20,27, dan kemudian anak itu sendiri terus belajar dan mentaati Firman Tuhan.
Tekun dalam Firman Tuhan itu mu-tlak perlu dan itu untuk seumur hidup. Dan terus dipimpin Roh (dgn terus ber-doa dalam Roh dan kebenaran). Ini membuat kita bisa seperti Kristus da-lam segala segi hidup, rencana dan angan2 kita. Jangan belajar hanya un-tuk tahu, sedikit faedahnya dan bisa menipu diri kita jadi orang Parisi tahu semua, tetapi tidak melakukannya Mat 23:2-3. Sebab yang penting melakukan-nya, bukan hanya mendengar Firman Tuhan Yak 1:22.
7. Melayani satu sama lain dalam terang Firman Tuhan dan kasih Kristus, sehingga bisa tumbuh dgn cepat 2Tim 2:20-21.
Jangan pakai kekuatan sendiri dgn segala pikiran manusiawi/ daging, iblis akan mudah masuk dan menumbuhkan dosa2nya dan akhirnya menjadi seperti iblis, hati2! Ini bisa terjadi, sekalipun di tengah2 umat Tuhan.
KESIMPULAN
Orang yang rohaninya bertumbuh akan menjadi makin lama makin seperti Kristus, yaitu hidup dalam kesucian dan kasih ilahi, juga dalam tabiat baru dan kemampuan ilahi. Jangan hidup dalam dosa atau benci, itu akan jadi seperti iblis dan setan2 lainnya. Kalau ada salah segera diperbaiki, jangan makin mengikat jadi tabiat iblis yang jahat. Teruslah meningkat seperti Kristus.
Nyanyian:
Seperti Yesus 2x
itu saja kupinta…dst…
