DOWNLOAD FILE PDF CATATAN KHOTBAH IBADAH HARI INI
Dalam semua hal, sadar atau tidak, kita selalu bekerjasama dgn Tuhan. Orang beriman tidak lemah, sebab didukung kuasa Tuhan, dapat subsidi dari Tuhan.
I. WAKTU LEMAH AKU KUAT
1. Subsidi umum. Kita hidup setiap hari sejak lahir, itu subsidi dari Allah Mat 5:45.
Jantung jalan baik, tekanan darah, nadi normal dll itu semua dari Allah, sekalipun kita tidak merasa, seperti Tuhan memberi matahari, tidak per-nah/ jarang terimakasih pada Tuhan, padahal Tuhan yang menolong kita semua (juga orang2 dosa ditolong, disubsidi oleh Tuhan). Bayangkan kalau tidak ada matahari, pasti tidak ada kehidupan.
Bayangkan kalau tidak ada hujan, pasti tidak ada yang tumbuh, kela-paran. Ini sama seperti anak dari lahir diberi makan, dipelihara oleh orangtua, tidak pernah berterimakasih, se-olah2 sudah seharusnya, rutin, padahal itu pemberian dgn korban.
2. Subsidi untuk anak2 Allah. Israel setiap hari dikirimi manna (sekalipun tidak abonemen pada Tuhan, juga air, tetapi tidak pernah (jarang) berterima-kasih pada Tuhan, justru ber-sungut2 dan mem-banding2kan pemberian dan perlindungan Tuhan dgn hidup dari Mesir!
Allah memelihara kita rutin. Misal-nya Ishak menanam (Kej 26:12), ke-kuatan dan kemampuan Ishak lebih ku-rang sama dgn orang2 Filistin di seki-tarnya. Cuaca, iklim, keadaan tampak lebih kurang sama. Tetapi hasil Ishak dgn orang2 Filistin seharusnya lebih kurang sama, tidak banyak berbeda. Tetapi sebab Ishak percaya dan harap pada Tuhan, ternyata hasilnya limpah jauh lebih banyak dari orang Filistin Kej 26:12. Jadi kalau kita sukses itu adalah hasil dari:
2.1. Kekuatan kita sendiri.
2.2. Ditambah pertolongan Tuhan.
3. Bagian kita anak2 Allah sebagai makhluk bebas. Kita diciptakan seba-gai makhluk berkemauan bebas, arti-nya kita punya hak untuk mengambil keputusan Luk 12:57. Baik keputusan “ya”, cocok dgn Firman Tuhan dan mau taat, atau keputusan “tidak”. Harus mengambil keputusan, kita bukan me-sin, juga tidak bisa mengalir ikut arus apa katanya atau menurut nasib saja, tidak bisa! Sebab kita yang harus me-nentukan untuk ambil keputusan ikut kehendak Allah atau menolak.
a. Orang yang plin-plan, tidak ambil keputusan, ikut arus itu berarti me-lawan kehendak Allah, tidak mau menyangkal diri untuk taat pada ke-hendak Allah Wah 3:16.
b. Orang-lama itu condong pada dosa Yoh 3:19. Selalu taat atau ikut arus, mengalir menurut kehendak da-ging dan dosa, itu orang dosa, memang selalu condong pada dosa dan berbuat dosa.
c. Orang-baru itu benci dosa, cinta kebenaran Ibr 1:9. Daging atau tubuh daging itu bagian orang lama, belum ditebus Rom 8:23, sebab itu condong pada dosa. Tetapi sekarang orang baru kita harus mematikan daging dan taat pada Allah sesuai dgn roh kita yang sudah jadi baru.
Jadi kita harus ambil keputusan un-tuk taat pada Firman Tuhan. Kita tidak bisa plin-plan, harus ambil keputusan sebagai makhluk bebas, tidak ikut arus.
Kalau manusia menuruti daging atau kehendaknya sendiri dan itu melawan kehendak Allah danFirman Tuhan, ia jatuh. Sebab itu bagian kita harus dige-napi, yaitu 7 KPR dan terus hidup dalam kesucian dipimpin Roh, mema-tikan daging Luk 9:23, maka kita akan menang dan terus tumbuh.
Sebab itu kita sebagai mahluk ber-kemauan bebas, tetap ada bagian kita, selain pertolongan (atau subsidi) Allah. Misalnya bagian kita:Allah = 40:60. (Biasanya bagian Allah lebih besar dari bagian kita). Apalagi untuk menyebe-rang laut Merah, kira2 bagian kita:Allah = 2:98. Kita harus ambil putusan untuk berjalan menyeberangi laut Merah. Kalau ambil keputusan dan jalan, tetapi tanpa Tuhan, akan gagal. Bagian Tuhan lebih besar, tetapi tetap ada bagian kita.
Kita tetap punya bagian sekalipun kecil Kel 14:14. Israel tidak mau ambil bagiannya, ber-sungut2, marah, ia ti-dak mau taat, ia tidak maumelakukan bagiannya. Tetapi akhirnya baru mau sesudah lihat laut terbelah. Musa melakukan bagiannya sekalipun hanya 5/95, tetapi bagian kita tetap ada, yaitu ambil putusan untuk tetap percaya pada Tuhan, taat, melangkah, sekali-pun untuk melewati laut Merah, ke-kuatan kita hanya 2/98, tetapi bagian kita tetap harus ada! Kalau tidak ada, itu berarti tidak mau ambil keputusan untuk percaya dan mau melangkah berjalan dalam pencobaan yang “ter-lalu besar”, justru akan berdosa yaitu marah, ber-sungut2, kecewa dll, itu sa-lah dan akan kalah. Untung ada pe-mimpin yang baik yaitu Musa, mereka berjalan dan akhirnya selamat karena Musa percaya, tetapi kita tetap harus ada andil untuk taat sekalipun sangat kecil, hanya 2-5%. Kalau tidak ada andil, berarti kita tidak mau taat, tidak mau melangkah lewat dasar laut, akan kalah dan celaka! Jadi andil kita harus ada, yaitu mau taat akan kehendak Tuhan, harus jalan sekalipun tidak mampu mengeringkan laut Merah.Kita bukan mesin, tetapi mahluk berke-mauan bebas, harus ambil keputusan untuk mau taat pada Tuhan.
Juga di sekolah, bagian kita selain harap dan percaya pada Tuhan, tapi juga harus dengar dan belajar baik2. Dalam pekerjaan, bagian kita adalah bekerja dgn baik sesuai Firman Tuhan, yaitu giat, bertanggungjawab, rajin, setia, jujur dsb. Kadang2 kemampuan kita terbatas, tetapi kalau Allah beserta kita, kita akan terus menang.
4. Bertumbuh. Kemampuan kita waktu bertumbuh itu juga dari Allah 1Kor 4:7. Sebab itu jangan sombong. Dari lahir (tidak bisa berbuat apa2) sampai jadi bayi yang makin besar, kanak2, remaja dan dewasa itu semua juga dari Tuhan, baik dalam tubuh, fisik (sehat jantungnya, paru2, otak dll) atau mental, pikiran, itu semua dari Tuhan.
Kalau Tuhan tidak pelihara, maka akan mati. Itu semua subsidi, pemberian Allah. Jadi kalau sudah dewasa bisa bekerja, bisa melakukan ini dan itu, se-mua dari Allah. Kalau subsidinya dica-but misalnya dari raja Nebukadnezar, ia jadi seperti binatang, bukan seperti manusia Dan 4:33. (Karena Allah tahu mau bertobat, tidak sampai mati se-perti Belsyasar). Baik orang dosa apa-lagi anak2 Allah kalau sampai hari ini kita hidup baik2 itu juga subsidi dari Allah. Bagaimana tulang2 kita bisa tumbuh dgn baik, otot2 kita, kepala dan semua alat dalam badan juga keadaan batin kita, pikiran dan mental kita, itu semua dari Tuhan.
5. Perang melawan iblis Ef 6:12. Sadar atau tidak, kita selalu berhada-pan dgn iblis yang hendak menerkam kita 1Pet 5:8. Kita sadar atau tidak, Tuhan melindungi, memagari (Ayub 1:10). Sampai iblis tidak berdaya sama sekali mengganggu atau mencobai (kecuali diizinkan oleh Allah), bahkan ia tidak bisa mendapatkan satu rambut-pun kalau tidak diizinkan Allah Mat 10:30. Mengapa? Sebab:
a. Dilindungi Allah secara umum.
b. Disertai Allah sehingga iblis tidak berdaya Rom 8:37.
Lima hal ini prinsip2 penting supaya kita tidak jadi sombong dan tidak tahu berterimakasih pada Tuhan, padahal Tuhan rutin memelihara kita (seperti orang Israel). Sama seperti anak tidak tahu terimakasih pada orangtuanya, sekarang kuat, gagah, gemuk, sehat, tetapi kurang ajar pada orangtuanya, padahal dari kecil sampai dewasa hidup dari kasih, tenaga, uang, korban dll dari orangtuanya. Sebab itu anak yang kurang ajar, tidak taat pada orangtuanya (1Tim 3:4, Ef 6:1-3 supaya tidak lekas mati!), apalagi kalau ke-hendak dan perintah orangtua benar, misalnya diajak berbakti ber-sama2, si anak tidak mau, padahal menentukan Gereja yang betul dan disertai Allah, orangtua jauh lebih mengerti daripada anak2. Anak2 yang waktu kecil tidak taat, kurangajar, tidak dididik, dibiar-kan, waktu makinbesar akan jadi makin sangat kurangajar. Jangan belikan baju baru, sepatu baru, uang sekolah dll, lalu apa katanya? Tunjukkan anak yang kurang ajar, apalagi sudah besar bisa kerja dan sukses, kurangajarnya akan memuncak dan menjadi anak teladan iblis.
Pengertian ini sangat penting su-paya kita awet dalam jalan kemenang-an Tuhan, yang membuat rencana Allah yg indah2 bisa jadi setiap kali se-kalipun dalam kelemahan. Mereka yg mengerti rahasia ini seperti Paulus akan bersukacita. sebab justru dalam kelemahan ini kita yakin akan menang karena pertolongan Tuhan. Sekalipun kemampuan kita sangat kecil seperti di tepi laut Merah, kuasa Tuhan akan nyata, Dia yang berperang ganti kita dan kita terus bersyukur sekalipun lemah sebab Tuhan kuat tanpa batas. Kalau toh kita menang karena ke-kuatan kita cukup, kita tetap bersyu-kur, sebab semua itu dari Tuhan Mat 5:45. Karena semua yang ada pada kita itu dari Tuhan (1Kor 4:7, 2Kor 4:7). Misalnya montir yang pintar bisa mem-betulkan mobil, dokter menyembuh-kan penyakit, murid yang menye-lesaikan ujiannya dgn baik, pedagang yang untung dll, kita tahu semua itu asalnya dari Tuhan. jangan lupa illus-trasi supir yang dihormati; Orang2 yang menunggu, mau menghormati majikan dari supir itu, tetapi ia berkata: Saya hanya supir, majikanku tidak tampak, tetapi dia yang punya semua ini. Kalau saya tidak bisa atau tidak mau menjadi supir,Dia bisa memakai siapa saja selain saya, sebab banyak orang bisa jadi supir, tetapi pemilik mobil dan kedudukannya hanya Dia saja yang bisa. Majikannya itu gambaran dari Tuhan. Dgn demikian kita berharap pada Tuhan dan bersandar terus kepadaNya!
Juga duri yang ditusukkan Tuhan pada kita, baik itu kelemahan, baik orang yang terus menyakiti hati, atau sikon dll yang jadi sumber kepahitan dan celaka, kita tetap bersyukur 2Kor 12:7.
Jangan ber-sungut2 terhadap orang dekat yang terus jadi duri dalam ru-mah tangga, kelompok Gereja, peker-jaan, tetangga dll. Jangan bereaksi do-sa yaitu jangan benci atau JMPE (Jeng-kel, Mangkel, Pegel, Emosi) kepadanya, tetapi tetap mengampuni, mengasihi musuh, beri makan minum dan mem-berkati, tetapi tetap hati2 jangan dijerat dalam tipu dayanya, jangan dirugikan, tetap cerdik seperti ular, tulus seperti merpati (Mat 10:17) dan siap melayani bahkan Tuhan mau mencuci kaki Yudas, duri tajam itu. Tuhan tidak pernah salah memasang duri itu, tetapi semua jadi faedah bagi kita supaya tetap suci, rendah hati, lulus ujian dan tetap dipakai Tuhan untuk menyelesaikan masalahnya dan mengalami rencana Allah yg ajaib itu.
KUNCI KERENDAHAN HATI
1Kor 12:9-10.
Mengapa dikatakan kita jadi kuat wak-tu lemah. Biasanya kalau lemah, akan susah, berdukacita, akan menghadapi banyak kekalahan dan celaka. Tetapi di dalam Tuhan tidak ada yang kebetulan. Kalau Tuhan beserta kita (kita tetap hdiup benar), maka justru waktu lemah kita bersukacita, sebab dgn Tuhan waktu kita lemah kita menjadi kuat dan menang. Mengapa tidak bersukacita waktu kuat. Sebab kalau bersukacita waktu kuat, itu bisa diartikan kuat, memang dari diri sendiri, bisa som-bong! Tetapi kalau waktu lemah, putus asa kita bersukacita, sebab kita harap Tuhan dan dengan iman kita jadi kuat itu oleh Tuhan, bukan oleh kita, maka kita bisa mengerti dgn jelas, bahwa semua kekuatan dan keme-nangan kita dari Allah.
Justru waktu kita lemah, meng-hadapi orang yang tidak mau bertobat, tidak mau mengembalikan barang kita, terus menfitnah, kita tidak berdaya, kita justru harap Tuhan. Semua ini tidak kebetulan, sebab Tuahn izinkan supaya kita harap Dia, terus berdoa da-lam Roh dan kebenaran (tidak bereaksi dosa), maka Tuhan akan menjawab dgn indah! Disini kita bisa melihat bahwa Tuhan sanggup menolong kita dan semua itu bukan dari kita tetapi dari kuasa Allah, sehingga kita tahu dan memuliakan Allah, tidak memuji diri sendiri (sombong). Juga menghadapi orang yang keras hati, seperti Musa banyak menghadapi orang Israel yang keras hati, tetapi Musa harap Tuhan dan Tuhan yang memberi kuasa untuk menobatkan mereka atau menghukum mereka yang tidak mau bertobat, tam-pak sekali bahwa bukan oleh kekuatan Musa sendiri, tetapi ini kuasa Allah yang bekerja dan Musa terus rendah hati dan memuliakan Allah.
Ada banyak kasus yang kita hadapi, kita tidak berdaya sama sekali, tetapi sebab kita harap dan percaya pada Tuhan, maka heran, jawaban Tuhan datang dgn tepat dan sukses. Kadang2 dijawab (kirim burung begitu banyak untuk orang Israel) kadang2 hukuman datang, orang yang melawan Musa ditelan bumi habis, atau kena bala dll), kuasa Allah yang turun dan Musa jadi kuat sekalipun ia lemah.
Dengan demikian kita tahu seka-lipun kita lemah kita bisa sukses besar, sebab kuasa Allah yang turun dan kita bersyukur dan tetap rendah hati, tidak sombong sekalipun sukses besar, se-bab semua dari Allah! Sebab itu pada waktu kita terjepit, tidak berdaya, dijepit oleh banyak fitnah, dikeroyok banyak orang jahat, tetapi kita tidak bereaksi dosa, harap Tuhan dan me-nunggu dan taat pada pimpinanNya, maka Tuhan datang dgn kuasaNya yang besar,kita jadi menang besar, sukses besar, tetapi semua karena Tuhan, bukan karena kita.
Kalau waktu kita merasa kuat dan bertindak dgn sukses, seringkali mata kita kabur, merasa semua dari kita, jadi sombong, jadi celaka seperti Uzia yang begitu indah jadi sia2 sebab jadi som-bong dan tidak mau bertobat, sehingga tidak sembuh dari kustanya dan binasa!
Ada bukti yang tampak, ada yang tidak tampak, kita harus ingat bahwa kita hanya bisa menang kalau ada kuasa Allah yang nyata. Semua dari Tuhan 1Kor 4:7 KJI. Kalau bisa mengerti bahwa semua yang hebat, ajaib, berke-menangan, itu dari Tuhan, untung, se-hingga tidak jadi sombong dan tidak binasa! Tetapi kalau tidak mengerti seperti Uzia lalu jadi sombong dan direndahkan Allah sampai celaka, tetap tidak sadar lalu binasa! Untung kalau jatuh dalam celaka, kelemahan, se-hingga tidak berdaya, sekalipun ia menderita sebab jadi lemah, tetapi ini untung sehingga bisa sadar bahwa semua sukses besar itu dari Tuhan dan tetap rendah hati sampai limpah dgn kuasa Allah yang besar dan selamat! Kalau pencobaan datang dan kita sama sekali tidak mampu, dalam hal2 seperti ini Paulus bersukacita sebab sekalipun menderita dan menunggu pertolongan Tuhan itu, kadang2 jalannya panjang, itu jauh lebih baik daripada dihem-paskan karena sombong, itu celaka yang dahsyat seperti Uzia, Absalom, Achitofel dll. Untung sekalipun rugi, celaka, direndahkan sebab tidak berda-ya, kalau kita mengakui kelemahan kita dan bersyukur sebab percaya semua tidak kebetulan Rom 8:28, 1Kor 2:9, maka kita untung kalau bisa percaya dan harap Tuhan, maka kita diangkat dgn kuasa yg besar, menang besar, tetapi tetap rendah hati, tidak som-bong!
