DOWNLOAD FILE PDF CATATAN KHOTBAH IBADAH HARI INI
SAMPAI MATI
Jangan seperti Uzia Gal 3:3-4, 2Taw 26:16-20,23 (Absalom) dll. Ini sebab sombong. Ada yang berubah sebab uang (Yudas, Gehazi dll). Ada yang karena zina (Simson) dll.
Rencana Allah itu untuk sepanjang jatah umur masing2, jangan berbalik (tiba2 atau pelan2), dan tingkat rohani terakhir adalah ukuran untuk kekal di Surga (atau Neraka). Sayang, sudah masuk Surga (di dunia itu temporer Ef 2:6, untuk rohnya saja) lalu keluar ke Neraka. Sudah merasakan Surga, masih bisa ditipu iblis dan masuk Neraka, dahsyat! Supaya bisa setia sampai akhir, jangan rohani statis atau macet, harus terus tumbuh dgn tekun Mat 24:13, seperti contoh Putra manusia Yesus, setia sampai mati Yoh 19:30.
II. SETIA KEPADA SIAPA?
Kepada Allah, persekutuan ilahi.
Semua yang ilahi (dari Allah) itu kekal dan Allahtetap setia 2Tim 2:13. Allah setia pada FirmanNya Luk 21:23.
1. Setia pada Allah yang adalah 3 = 1, 1Yoh 5:7. Malaikat yang tidak setia pada Allah, berdosa, diusir keluar. Se-mua yang setia sampai rencana Allah selesai, akan tetap di Surga kekal. Jangan seperti Uzia dll, setia lalu undur, berkhianat; harus setia sampai akhir/ mati.
2. Suami-istri itu lembaga ilahi di-buat Tuhan 1+1=1 Mat 19:4-5. Kalau sudah menikah, dgn alasan apapun tidak boleh cerai, harus tetap setia sampai mati, dalam kesucian (sampai dalam pikiran Mat 5:28), sehingga kasih suami-istri makin tumbuh. Pada musuh harus mengampuni, cinta dan memberkati, sehingga pulih kembali Ams 16:7, apalagi pada istri/ suami, kesatuan ilahi! Kalau tidak mau meng-ampuni, maka tidak masuk Surga Mat 6:14-15. Ingat suami-istri jangan ada kantong setan, itu bom waktu, segera bersihkan (Ibr 3:15), jangan sampai meledak, tetapi pulih kembali! Jangan sampai cacat, jangan sampai tidak setia sampai akhir. Cerai tidak masuk Surga. Kalau bertobat sungguh2, bisa selamat, tetapi cacat, yang terbaik adalah rujuk kembali, tetap monogami. Kalau mau taat, bisa pulih sesuai dgn kasus masing2, lamanya, kerusakannya dll.
3. Dalam tubuh Kristus 1+1+…= banyak = 1. 1Kor 12:12. Tubuh Kristus tanpa kepala = mati. Dgn kepala tidak boleh cerai dari Kristus dan anggota2 tubuh Kristus yang lain; setia di Gereja lokal dan kemudian (global, belum ter-bentuk). Jangan sampai cacat atau bi-nasa, harus mengampuni, dan dipu-lihkan, dgn musuh Ams 16:7, apalagi dgn suami/ istri dan anggota tubuh Kristus lain. Setia di Gereja masing2, tidak setia itu melawan Firman Tuhan = dosa Luk 15:4. Kalau “domba lepas” harus dicari, kalau tidak mau binasa atau cacat (dahulu orang tidak me-ngerti, akhir zaman makin mengerti, itu dosa. (Pindah Gereja terpaksa karena nikah dgn anggota Gereja lain, atau rumahnya pindah jauh atau Gerejanya sesat atau izin gembalanya, se-olah2 angkat anak). Ada 10.000 guru tetapi hanya ada beberapa bapak rohani 1Kor 4:15, kecuali pindah. Kalau ada pro-blem jangan pindah, itu tidak masuk Surga atau jadi cacat. Bereskan se-hingga hubungannya pulih kembali Ams 16:7. Kalau tidak mau, semua dosa ada akibatnya! Kalau cacat tidak bisa tumbuh dgn betul dan berbahaya. Setia, setiap Gereja yang betul, masih ada kelebihan dan kekurangan. Semua anggota harus ikut terbeban supaya “rumah bapaknya” (Gereja) bisa tum-buh makin baik. Jangan mendua di dua Gereja atau lebih, itu melawan Firman Tuhan. Harus saling mengampuni, kalau tidak, tidak masuk Surga Mat 6:14-15. Jangan turut kebodohan masa lalu, “tradisi restoran”. Orang yang mendua itu kehilangan penggembalaan yang pasti Yoh 17:12, Ibr 13:7, Mrk 6:34, nasibnya jadi umpan serigala iblis, bahkan mengacaukan kerjasama Gereja, mudah dipakai iblis untuk membandingkan, rasa tidak puas, se-hingga berkelahi, setan bersukacita.
III. SETIA DALAM HAL APA?
Dalam hal rohani dan jasmani, harus setia, ituberarti cocok dgn Firman Tuhan, berkenan pada Allah.
1. DALAM HUBUNGAN MANUSIAWI (DUNIAWI), misalnya dalam:
a. Dalam keluarga, setia dalam ke-luarga masing2, sekalipun antar ke-luarga, seringkali ada perbedaan besar satu sama lain. Selalu ada kelebihan dan kekurangan, rohani dan jasmani. Keluarga Ayub sangat mewah, terhor-mat dan menyenangkan, tetapi sangat celaka, sehingga Tuhan izinkan iblis membunuh semua anak2nya; Masih jauh lebih baik keluarga Yacob, Yusuf, Abraham dll.
b. Setia dalam hal2 sekuler lainnya, misalnya di sekolah, pekerjaan, famili, tetangga dll. Ukuran setia adalah se-suai, cocok dgn Firman Tuhan. Selalu harus dicocokkan dgn Firman Tuhan. Jangan turut tradisi, aturan adat, arus zaman, akal dll, sebab tujuan kita adalah masuk Surga. Untuk apa dapat segala kepuasan jasmani kalau masuk neraka Mat 16:26. Misalnya untuk di sekolah, pekerjaan dll, ada banyak ayat2 Firman Tuhan yang menerang-kannya. Misalnya tentang hubungan dgn pemimpin, tertib, disiplin, jujur, bertanggungjawab, tidak curi waktu dan uang dll, loyalitas, pegang rahasia perusahaan dsb. Yang penting bisa mengampuni dan mencintai sekalipun dgn orang dunia atau orang yang memusuhi, semua dicocokkan dgn Fir-man Tuhan. Juga hubungan anak dan orangtua, dgn saudara2 dan orang2 seisi rumah, tetap jadi orang yang setia sesuai Firman Tuhan, berkenan pada Allah dan manusia Luk 2:52. Kalau setia dalam dunia sekuler dan sesuai dgn Firman Tuhan, itu juga dicatat dan dapat pahala dari Tuhan!
Di dunia kita harus menjadi garam dan terang dunia (Mat 5:14-16), se-hingga orang2 mempermuliakan nama Tuhan, bukan menghojat sebab meli-hat cara kerja yang jahat Rom 2:24.
2. Hal2 rohani, dalam Gereja dll. Setia pada pemimpin2nya Yoh 10:1-6, sebab mereka bertanggungjawab un-tuk keselamatan jiwa anggota2nya seperti Putra manusia Yesus Yoh 17:12, taat dgn segenap hati. Kalau tidak me-ngerti atau beda pendapat, tanya baik2 dan patokannya adalah Firman Tuhan, yang adalah kepala tubuh Kristus = Tuhan Yesus = Firman Yoh 1:1. Bukan saja pemimpin harus setia dan mem-pertanggungjawabkan anggota2nya baik2dgn cinta (Yoh 21:15-16) yang Tuhan percayakan kepadanya, tetapi juga domba2 mendoakan pemimpin-nya yang jadi sasaran tembak iblis 1Tes 5:25. Juga setia satu sama lain sebagai anggota2 tubuh Kristus, sehingga bisa bekerjasama karena, oleh, dan untuk Tuhan Rom 11:36. Kalau bisa bersekutu dgn rendah hati dan kasih, kesucian, hasilnya sangat besar dari Tuhan Im 26:8, bisa tumbuh, tidak sombong, tetapi kerjasama dan Tuhan beri ba-nyak anugerah 1Pet 5:5. Bisa meme-nangkan jiwa sehingga kelompok sel tumbuh dan ber-biak2. Melayani jiwa itu indah di hadapan Tuhan, dicatat dan dapat kemuliaan, mahkota 1Tes 2:19-20. Dgn setia, tulus, suci dan kasih dari dalam hati sehingga bisa berse-kutu jadi satu sekalipun banyak, itu kehendak Tuhan 1Kor 12:12, dan ha-silnya indah! Semua terbeban dalam satu tubuh Kristus. Ingat Tuhan itu sangat baik, cinta, tetapi juga adil (Ul 28:12-13). Ada Ebal dan Gerizim, supaya tubuh Kristus tidak dikacaukan oleh iblis. Kita perlu bisa bersekutu dgn setia sampai akhir dalam kesucian dan kasih, tetapi kalau ada salah, lebih2 yang hebat dan sengaja, perlu minta pimpinan Tuhan untuk bertindak tegas (jangan seperti imam Eli dan istri Ayub sehingga hukuman berat jatuh). Kalau melihat tubuh Kristus lain indah, ber-kembang, jangan kagum, lalu pindah dan mencela Gerejanya sendiri, tetapi sikap kita harus tetap setiabersyukur dan terbeban, kalau melihat ada yang kurang, diperbaiki. Jangan seperti suami yg kagum lalu senang melihat keelokan perempuan lain, orangketiga, itu dosa Mat 5:28. Semua anggota tubuh Kristus harus setia dalam tubuh Kristus masing2, sampai akhir, itu ber-kenan pada Tuhan. Ada banyak orang besar secara jasmani, tetapi mereka tetap setia dalam Gerejanya masing2, dan Tuhan memberkati, sehingga tumbuh dan mulia di Surga, sebab yg setia sampai ke akhir dapat mahkota Hayat Wah 2:10.
IV. SETIA DARI YANG KECIL Luk 16:10
Biasanya kalau perkara kecil diabaikan baru kalau perkara atau tugas besar diperhatikan baik2. Tetapi dalam tubuh Kristus, bagian yang kecil dan besar sa-ma2 perlu kesetiaan dan Tuhan menilai dari mutu kesetiaannya masing2 dan memberi pahala dan mahkota sesuai kesetiaannya, bukan hanya menurut besar pelayanannya. Yang penting, kalau itu bagian dari pekerjaan Tuhan yang di bebankan atas kita, sekalipun perkara kecil dalam tubuh Kristus, kita harus setia. Orang yang hanya mau setia dalam perkara besar itu ingin puji dari manusia, sebab kepujian dari ma-nusia itu menurut besarnya pekerjaan dan sukses dari luar, tetapi kepujian dariTuhan itu menurut presentasi dan mutu kesetiaan kita, bukan hanya dalam perkara2 besar, tetapi sampai dalam hati yang dinilai Tuhan.
Daud setia dalam perkara kecil, dalam memelihara sedikit domba2, tetapi itu indah di hadapan Tuhan, sebab dikerjakan baik2, sehingga ting-kat kesetiaannya besar, sebab itu ia dipilih Allah, bukan kakak2nya yang pegang perkara yg besar 1Sam 16:7,11,13.
Meskipun Daud pelayanannya kecil, tetapi ia setia dansungguh2 bersandar pada Tuhan, berharap pada Tuhan dan hidup berkenan pada Tuhan. Sekalipun bukan pelayanan besar dan gagah. Ia banyak berdoa, me-muji2 Tuhan dan sungguh2 melayani dgn setia pada Tuhan, sehingga Tuhan besertanya; pada waktu beruang dan singa datang, heran, Tuhan bekerja dgn heran, se-hingga Daud seorang pemuda remaja bisa mengalahkan beruang dan singa, tanpa senjata, sebab Daud setia dari yang kecil, tetapi indah di hadapan Tuhan 1Sam 17:34-37.
Begitu Allah menghitung kesetiaan seorang bukan dari besarnya peker-jaan, tetapi dari kesungguhan, segenap hati dan hidupnya dgn kesucian se-hingga betul2 berkenan kepada Tuhan. Jadi Tuhan lihat hatinya dari kesetiaan yg betul, apa dgn segenap hati, dalam kesucian, sesuai Firman Tuhan dan di-pimpin Roh. Memang kemampuan setiap orang ber-beda2, tetapi Tuhan juga melihat tingkat kesetiaannya. Memang yg punya kemampuan 1 ta-lenta hanya dituntut 1 talenta, tetapi yg punya kemampuan 5 talenta ditun-tut menghasilkan 5 talenta. Setia yg tu-lus, suci, berkenan pada Tuhan setuju dgn Firman dan pimpinan Roh Kudus.
Kalau dalam pelayanan yang kecil hal ini diremehkan dan tidak setia, baru kalau dalam pekerjaan besar mau setia dan sungguh2, orang seperti ini akan mudah berubah seperti Uzia se-bab suka puji dan perkara2 yg besar saja. Kalau sombong, Tuhan tidak mau menyertainya. Sebab itu perlu setia dari perkara kecil, sehingga waktu Tu-han mempercayai pelayanan yang be-sar, ia tetap setia dgn betul dan tidak berbalik atau sombong, maka Tuhan akan terus menyertainya seperti Daud sampai mati, Tuhan beserta dan berkenan kepadanya.
Ini setia yang betul dan bisa tahan sampai mati dan dapat kemuliaan atau mahkota dari Tuhan.
V. SETIA DALAM HAL APA SAJA YANG PERLU DALAM PELAYANAN?
1. Setia dalam ibadah. Ibr 10:25. Jangan dikurangi.
2. Kita perlu bersekutu dalam tu-buh Kristus tidak menyendiri itu tandanya tidak ada kasih. Kalau ada kasih Kristus, maka akan sukacita kalau bisa bersekutu, mau berdamai dgn musuh Ams 16:7, mau mengampuni dan mau bersekutu dalam Roh dan Firman Tuhan. Kalau ada yang kurang betul, diperbaiki; sebab persekutuan itu mutlak perlu untuk tumbuh dan pelayanan bersama. Orang yang tidak mau bersekutu itu berarti ada salah dan kekurangan yang besar Kis 2:42. Seringkali karena tidak ada kasih Luk 10:27, ada rasa tidak senang sampai benci, sehingga sulit untuk bersekutu bahkan anti bersekutu. Juga faedah bersekutu hilang, sebab itu harus bersekutu makin lebih. Bersekutu yang betul adalah dalam kesucian dan kasih 1Yoh 1:7, dalam Roh Ef 4:23, dan kebenaran Firman Tuhan Maz 119:63.
3. Setia dalam doa dalam Roh dan kebenaran, ini mutlak perlu seperti orang bernafas, bahkan ini kuncinya untuk hidup dipimpin Roh dan berjalan dgn Tuhan seperti Henokh selama 300 tahun sampai jadi sempurna Kej 5:22, seperti Nuh sampai berhasil membuat kapal dan lepas dari hukuman air bah Kej 6:9 (~ hukuman akhir zaman: 7 Meterai, 7 Sangkakala, 7 Bokor). Kalau kita berjalan dgn Allah itu berarti ada segalanya, bukan hanya kuasa, peng-urapan, hikmat, pertumbuhan dll, bah-kan kita bisa tumbuh sampai sempurna seperti Henokh dll.
4. Setia di jalan Tuhan, yaitu jalan sempit, pikul salib dalam kesucian. Ini jalan salib, hidup di atas Mezbah. Di luar jalan sempit, iblis banyak mena-warkan kesukaan dosa yang nikmat di mana2, tetapi jadi dosa akhirnya bi-nasa. hati2. Tetap pikul salib sampai Tirai pemecahan daging! Keindahan jalan (ril) Tuhan adalah kita akan meng-alami rencana Allah yang indah yang tidak pernah timbul dalam pikiran kita! Semua yang indah dalam Yusuf, Daud, Daniel dll ini didapatkan karena me-reka setia di ril nya Tuhan, luar biasa. Bayangkan indahnya hidup orang2 ini yang setia di jalan sempit, misalnya 2Sam 7:8:18. Kita tidak tahu apa yang akan datang, tetapi kalau maju di jalan sempit ini, kita akan mengalami rencana Allah yang indah2 1Kor 2:9. Dan yang lebih indah lagi, akhirnya masuk dalam Surga mulia kekal. Tidak pernah terpikir stasiun2 yang kita alami dalam ril Tuhan. Masih hidup, kalau terus di jalan sempit, akan tambah indah, sampai masuk dalam kekekalan Rom 8:28, 1Kor 2:9. Setialah terus dalam jalan (ril) Tuhan yang sempit, tetapi heran dan indah ini!
5. Setia dalam kesucian.
Setia dalam kesucian = setia di ril Tuhan.
Disini termasuk setia pikul salib sampai lahir sempurna = Tirai.
Terus hidup suci berarti tetap dalam Ruangan suci, sampai akhirnya masuk Ruangan Maha Suci menjadi sem-purna. Tirai adalah lahir sempurna 1Yoh 3:6; 5:18 KJV,TL, jadi sempurna dalam kesucian, tidak lagi bisa berdosa, indah, langsung naik tahta Allah Wah 12:5.
Pintu Gerbang = Mulai percaya;
Pintu Kemah = Lahir baru.
Tirai = Lahir sempurna.
6. Setia dalam Firman Tuhan.
Ini baik dalam Gereja (dididik oleh gembala dll), belajar sendiri di rumah, dan saling sharing, memberi dan mene-rima atau belajar bersama). Setia da-lam Firman Tuhan, dalam pimpinan Roh Kudus biasanya akan bertumbuh lebih cepat dan dalam. Kalau kita mau melakukan Firman Tuhan yang sudah kita mengerti, sehingga jadi daging (ca-ra hidup kita se-hari2) Yoh 1:14, maka kita akan mendapat lebih banyak pembukaan Firman Tuhan dan tumbuh lebih cepat dgn segala cara dari Tuhan, apalagi kalau kita lapar dan haus, terus cari dan tebus waktu untuk Firman Tuhan, seperti dalam Ef 5:16 KJ, Kis 17:11, maka Tuhan akan memberi lebih banyak kebenaran Firman Tuhan dan rahasia2 yang makin dalam Mat 13:12. Apalagi kalau suka mem-ba-gi2kan untuk menguatkan orang lain Ams 11:24-26. Sebab itu orang yang mengerti kehendak Allah, justru akan mem-bagi2 lebih banyak kebenaran Firman Tuhan, sehingga ia sendiri me-nerima lebih banyak lagi, bisa tumbuh lebih cepat Mat 13:23, dan menjadi makin indah, makin berbuah dan dapat mengalami hampir semua rencana Allah sampai lengkap! Setialah makan dan mem-bagi2kan Firman Tuhan.
7. Setia dalam pelayanan. Mulai dari yang kecil Luk 16:10, dan terus bagi2kan untuk menolong orang keluar dari neraka, dan menumbuhkannya makin cepat sampai dalam hari ter-akhir, masuk Surga. Jangan sampai orang2 yang kita layani undur! Banyak orang di Gereja mencari sensasi, yaitu perasaan puas, senang dalam perse-kutuan yang makin lama makin bebas. Akrab, dan limpah sukacita juga dari dunia dan daging.Justru kita tumbuh lebih pesat kalau suka setiamelayani dan tetap setia dalam kesuciannya, seperti kapal punya layar, pelayaran dan jalannya akan lebih cepat 2Tim 2:21, tumbuh lebih indah.
Setia dalam pengharapan dan kasih.
Orang yang berjalan dgn iman = 2Kor 5:7 itu ada di jalan sempit. Orang yg harap itu hidup dalam kesucian 1Yoh 3:3, dan di atas semuanya adalah kasih, kita harus setia hidup dalam kasih sampai kasih kita menjadi sempurna 1Kor 13:1-13. Ukuran pertumbuhan rohani yang betul, yang di ril Tuhan itu adalah kasih (lawannya adalah benci). Kasih yang ada pada kita itu diukur dari jumlahkasih yang kita berikan pada orang lain, istimewa pada musuh! Mat 5:44-45. Kalau mengasihi orang yang mengasihi kita, itu kasih, tetapi belum teruji. Ukurannya adalah kasih pada musuh. Punya musuh ada untungnya yaitu kasihnya diuji sampai matang dan itu ukuran kasih kita (kasih kalau ada benci, lawannya kasih, itu bukan kasih ilahi). Kalau tabiat baru kita makin meningkat, makin seperti Kristus, itu dapat diukur kalau kita tetap tumbuh dalam kesucian dan kasih Kristus. Kita jangan lupa bedanya kasih Kristus dan kasih manusiawi (bisa tercampur do-sa!, bukan dalam Ruangan Suci, tetapi di Halaman atau Luar Halaman!). Me-ngerti Firman Tuhan lebih banyak itu untung, tetapi yg diukur Tuhan adalah kasih yaitu melakukan Firman Tuhan (tanpa benci) adalah ukuran untuk kekal!
KESIMPULAN
Setia sampai mati dalam kasih dan 7 KPR, itu ukuran yang betul di hadapan Allah, pasti jadi indah di Surga, juga di dunia, sebab jalan di ril Tuhan yang betul adalah jalan kasih dan itu berarti bisa mengalami lebih banyak rencana Allah.
Kalau kita tumbuh sampai sem-purna itu jadi top, paling indah dalam Surga kekal, puncak kemuliaan dalam Surga!
Jangan lupa setia yang betul, itu bisa setia dari yang kecil (bukan cari yang besar dahulu). Setia yang betul itu bisa setia dalam perkara2 yang kecil, terus tumbuh sampai lebih besar, yaitu tumbuh dalam 7 KPR lalu puncaknya adalah lahir sempurna. Adanya gang-guan musuh itu proses pemurnian dari rohani kita yaitu dari kasih kita.
Kalau kita mau terus taat, kita akan lulus dan tumbuh dan akan mengalami rezeki2 (memenangkan jiwa) makin banyak dan makin indah, sampai sempurna.
