M4633 – Galatia 3:3-4. Yang Mula-mula dan Yang Kemudian

I. PERINGATAN

Dalam ayat ini Allah memperingati umat Tuhan, supaya jangan sampai mulai dgn Roh (tingkat Surgawi, Ef 2:6, indah), kemudian dgn daging, jadi je-lek, rusak dan binasa (tingkat Neraka). Ada orang yang mulai dgn Roh, tetapi kadang2 pada beberapa orang ada satu titik celaka, titik balik kembali, berakhir dalam daging dan tidak mau kembali, sehingga celaka dan binasa.

“Yang kemudian” itu sangat ber-beda, sangat celaka dan ini bisa terjadi pada orang yang tidak ber-jaga2, hidup dalam dosa, sehingga timbul “yang mula2 dan yg kemudian”, ini cara hi-dup dan nasib yg celaka, seperti yg dikatakan dalam 2Taw 26:22. Tetapi karena sombong, ia kemudian mulai bertingkah semaunya sendiri, itu sa-ngat bodoh sebab sombong 2Taw 26:16. Semua keindahan hidupnya yg mula2 itu sudah dalam tingkatan Surga mulia (Ef 2:6), lalu berubah jadi rusak, sebab hidup dalam daging, istimewa dosa sombong.

Se-olah2 ada satu titik balik celaka sebab tertipu oleh iblis, apalagi kalau hatinya ada sombong yang dibiarkan bahkan dipelihara. Orang yang tidak ber-jaga2, kena panah berapi dari iblis, sehingga menuruti tipu daya iblis, me-nuruti dagingnya, istimewa dosa som-bong, sehingga seluruh hidupnya jadi rusak dan sia2 seperti beberapa contoh yang ditulis dalam Alkitab. Sebetulnya tidak sulit lepas dari tipu daya atau panah berapi iblis, asal kita tinggal terus dalam Kristus, limpah dgn 7 KPR.

II. SEBAB-SEBAB CELAKA INI

A. Sombong.

Misalnya:

1. SAUL. Mula2 hidup Saul amat indah, sekalipun dalam Wasiat Lama, ia penuh Roh Kudus versi Wasiat Lama yg tetap indah, asal kita taat dipimpin Roh dgn segenap hati. Bukan saja tetap indah atau jaya dalam Tuhan, tetapi makin lama makin indah, bahkan  sampai jadi sempurna seperti Kristus! Titik mati atau titik balik bagi Saul adalah waktu ia mendengar nyanyian2 perempuan sesudah Daud menang perang melawan Goliat. Sebab ada do-sa sombong yang dibiarkan terus tinggal dalam hatinya, tidak dibuang, tidak dibersihkan sama sekali, maka Saul tidak bisa tahan mendengar nya-nyian itu 1Sam 18:7-8 (1-9). Mereka nyanyi: Daud sukses 10 kali lebih besar dari Saul, maka dalam Saul timbul iri hati, melihat Daud dgn mata yang jahat (KJV: eyed David). Ini jumlah yang wajar, 10 kali, tidak 100 kali atau 1.000 kali, tetapi Saul tidak bisa menerima kenyataan “kalah” karena sombong, apalagi Daud bukan prajurit dan sangat muda. Orang sombong tidak bisa tahan direndahkan sekalipun hal itu sesuai dgn fakta dan kenyataan! Memang orang sombong itu keji di hadapan Allah dan tidak akan lepas dari hu-kuman, sebab mereka tidak mau lepas dari sombongnya, dan hukuman seperti yang kena pada Lucifer, terus “mendung” di atasnya sampai akhirnya kena dan binasa sebab tidak mau bertobat! Ams 16:5. Akibatnya dah-syat, sebab tidak mau melepaskan dosa sombong yang menguasainya! (Hati2 orang yang sukses dalam hal apapun jasmani dan rohani, itu sangat mudah membuatnya menjadi sombong kalau menuruti dorongan daging Yoh 3:19. Kalau mau mematikan dorongan daging ini, bisa selamat (orang yang sudah lahir baru tidak lagi dikuasai kecenderungan dosa ini Yoh 3:19, tetapi cenderung untuk hidup suci Ibr 1:9. Kita sanggup lepas dari padanya, sebab roh kita (pribadi kita) sudah dimerdekakan oleh Kristus Yoh 8:36.

Ingat orang baru sudah mati lepas dari dosa, sudah merdeka dalam Kris-tus, kalau ia mau, ia bisa lepas dari semua keinginan daging, sebab sudah ditebus, rohnya lebih kuat dari daging.

Kalau orang lama, belum ditebus itu sulit atau tidak bisa mengalahkan da-ging, hanya bisa sementara, pura2 un-tuk satu atau dua segi hidup saja, teta-pi orang baru sudah betul2 merdeka, jangan diperbudak lagi oleh dosa dan daging Gal 5:1.

Saul sudah penuh Roh Kudus (mes-kipun versi Wasiat Lama) ia bisa hidup suci, seperti banyak orang bisa, bahkan Daniel yang masih kanak2 dkknya bisa, juga Yusuf dll). Sayang, Saul tidak mau menyangkali iri hatinya, sebab dosa sombong belum dihabisi, masih banyak dalam hatinya, ia jatuh, timbul dosa iri yg terus berkembang,hidupnya diper-hambakan dosa, jadi sia2. Hidupnya berubah, mula2 dalam Roh lalu dalam daging, mula2 indah, kemudian rusak. Selama tidak bertobat hidup yang ru-sak ini akan bertambah parah. Yo-nathan anaknya sudah menentangnya (sebab tidak iri pada Daud) 1Sam 19:4-6. Tetapi sebab Saul ada dosa som-bong, irinya kumat lagi dan terus tumbuh 1Sam 19:9-10.

Sekalipun Saul sudah bersumpah di hadapan Yonathan. Kalau melanggar sumpah celaka, binasa dan memang itulah nasib orang yang tidak membe-rantas dosa (apalagi dosa sombong) yang ada dalam hatinya. Sebab dosa sombong tidak dibuang, dosa iri jadi benci dan kemudian jadi dosa pembu-nuhan. Mula2 tersembunyi, lama2 te-rang2an, ia melanggar sumpahnya sendiri di hadapan Yonathan dan ber-kali2 terang2an mau membunuh Daud. Tetapi tidak sampai terjadi, sebab Allah menjaga Daud dan akhirnya Saul sendiri yang binasa dan berlanjut ke Neraka kekal (ia bunuh diri).

Dahsyat, ini nasibnya orang yang mula2 dipimpin Roh,sangat indah, te-tapi kemudian menuruti daging, ber-ubah sangat jelek sehingga akhirnya binasa, sebab nasib dalam kekekalan ditentukan oleh keadaan dan tingkat rohani pada waktu hidup terakhir! Tuhan ingatkan, ber-jaga2lah, jangan sampai nasib kita seperti ini, celaka besar. Sebagian orang yang celaka ini, hanya karena saat terakhir yang jelek seperti imam Eli; Ia masih menjabat sebagai imam besar, tetapi terakhir ce-laka, sebab tidak mau bermuka masam (menegur) anak2nya yang adalah imam2 yang keji 1Sam 3:13. Memang ada orang yang hidupnya terbagi dua karena tertipu iblis dan mau menuruti daging, meskipun mula2 indah, tetapi kemudian sangat jahat, sebab mulai dalam Roh, berkakhir dalam daging dan binasa kekal. Sayang, sudah masuk tingkatan Surga, keluar lagi ke Neraka kekal.

2. UZIA. Raja Yehuda yang indah, memerintah selama 52 tahun. Mula2 hidupnya sangat indah, sehingga Tuhan memberkatinya dgn banyak kesukses-an yang indah2. 2Raj 15:3 (1-7), 2Taw 26:4 (1-2). Tetapi sesudah itu ia men-jadi sombong, ia berbuat semaunya sendiri sekalipun melanggar peraturan Allah, dilakukan sebab merasa sukses besar 2Taw 26:16.

Lalu Allah marah dan membuatnya menjadi kusta; Meskipun begitu Uzia tidak mau bertobat. Orang sombong itu susah mengakui dosa dan susah bertobat sampai mati. Andaikata raja yang mula2 baik dan diberkati Allah ini bertobat, pasti Tuhan ampuni, bisa sembuh dari kustanya seperti Miryam. Sayang sampai mati tetap jengkel, ma-rah, pegel, dendam, hidupnya jelek se-kali. Yang mula2 baik, yang kemudian, akhirnya jelek, celaka 2Taw 26:22.

Sombong itu keji, sangat jahat dan tidak lepas dari hukuman Allah, kecuali bertobat Ams 16:1-5,9.

3. ASA. Raja Yehuda ini punya hi-dup yang mula2 indah, tetapi kemu-dian sangat jahat, lebih2 waktu ditegur oleh penilik (nabi) Hanani (TB: pelihat, KJ: seer) yang kemudian ditangkap dan dipenjara, juga beberapa orang (yang ikut menyalahkan?) dianiaya 2Taw 16:10-12.

Lagi2 orang sukses yang menjadi sombong ini, membuatnya sulit untuk mengakui dosanya, tidak bertobat. Sebab itu ia sakit kedua kakinya, tetapi tidak mencari Tuhan, tetapi mencari segala tabib, akhirnya ia mati, celaka sampai kekal, sebab tidak bertobat, sayang, sudah mulai dgn baik, tetapi jadi sia2 sebab berakhir dgn daging.

4. HIZKIA. Juga sombong, tetapi kemudian ia merendahkan diri, se-hingga dilepaskan Tuhan dan tidak bi-nasa, tetapi kembali dipulihkan 2Taw 32:25-26.

Orang yang sombong itu celaka dalam segala hal, sebab orang som-bong sulit mengakui dosanya, bahkan seringkali pura2 jadi orang benar. Sombong ini menyeret ber-macam2 dosa lainnya dan menjadimakin besar akhirnya binasa.

Orang sombong juga sulit ber-sekutu, apalagi dgn orang yang kecil dan rendah, tetapi mau dgn orang2 besar supaya ikut tergolong orang be-sar, baik dalam dunia dan dalam Ge-reja. Tidak bisa bersekutu sebab som-bong, tidak ada cinta dan ada iri,  apa-lagi kalau benci, sehingga juga tidak bisa saling menasehati, sebab orang lain bisa melihat lebih jelas Mat 7:1-5, dan justru itu diperlukan, lebih2 kalau ada kasih Pkh 4:9-11 bisa saling tolong menolong. Memang orang rendah hati mudah dinasehati, tidak seperti orang sombong. Kalau tidak bisa bersekutu, apalagi kalau tidak suka/ benci, ini celah yang baik bagi setan untuk menggarap orang ini lebih sombong dan ber-tambah2 dgn dosa lainnya sehingga keadaannya lebih parah dan makin sulit ditolong.

1. Dosa sombong memang lebih sulit ditolong, sebab tidak mau meng-akui dosa dan tidak mau bertobat. Sebab itu jangan ada sedikitpun dosa sombong (sampai tingkat I!), dan tumbuhlah dlaam kerendahan hati.

2. Orang sombong itu sulit diolah. Sedikit diolah sudah pecah karena tim-bul juga banyak dosa2 lainnya, sebab hidupnya kembali hidup lama oleh sombong, seperti bejana tanah liat diolah langsung, langsung pecah, tim-bul banyak problem (lain dgn emas yang diolah). Kalau dinasehati malah menyalahkan orang yang menasehati dan macam2 reaksi dosa lainnya. Orang yg rendah hati tidak melawan waktu dinasehati atau ditegur, lang-sung mengakui dosanya, seperti Daud, sebab itu ia diampuni lebih banyak! Tidak heran kalau ada dosa sombong (dll) orang rohani bisa lebih cepat pecah, berubah jadi hidup bagian kedua yang rusak dan makin jahat.

Sebab celaka ini:

A. Sombong. Dosa2 lainnya juga bisa membuat orang yang mulai dalam Roh, berakhir dalam daging, yaitu:

B. Cinta uang. Misalnya:

1. Gehazi. Orang yang cinta uang, kalau ada kesempatan, ia jadi pencuri (Bekerja harus dgn jujur, mau berusaha dan minta dari Tuhan). Gehazi melihat kesempatan besar bagi Elisa yang dito-lak. Ini kesempatan yang besar. Gehazi ingin harta itu, ia mau pakai kesem-patan ini dgn alasan yang di-buat2. Ingin akan uang itu akarnya dari segala jenis dosa 1Tim 6:9-10. Sebab itu Ge-hazi menghalalkan segala jalan dgn dusta dan dosa2 lain, sehingga berhasil mendapat harta Naaman yang ditolak Elisa. Juga seisi rumah Gehazi setuju dan bekerjasama menerima dan me-nyimpan uang haram itu. Akhirnya semua kena hukum, semua kena kusta Naaman. Sayang, mereka tidak ber-tobat dan menderita seumur hidup bersambung di neraka 2Raj 5:21-27.

Sayang, Elia dan muridnya Elisa hidupnya tetap dalam Rohsampai ma-suk Surga, tetapi Gehazi muridnya Elisa hanya hidup suci sepenggal jalan, lalu berbalik hidup dalam daging karena cinta uang, jatuh dalam dosa, tidak bertobat, akhirnya selamanya dalam Neraka (sebab cinta uang, itu men-cegahnya dari bertobat).

2. Yudas. Ini bukan murid nabi, te-tapi murid resmi Tuhan Yesus. Dipim-pin gembala yang terbaik, pengajaran benar dan limpah, contoh hidup yang sempurna. Judas melihat bukti2 hidup dan mujizat yang sempurna, tetapi tetap rusak hidupnya sebab cinta uang Mat 6:24. Hanya karena 30 keping perak, hatinya terus tertuduh, tidak ada sejahtera, pahit, kosong dan akhirnya tidak tahan, ia bunuh diri, bukannya bertobat, sebab iblis bekerja dgn tekun menumbuhkan dosa cinta uang sampai puncaknya, yaitu maut. Hidupnya jadi dua bagian, yang mula2 sangat indah jadi murid Tuhan Yesus, tetapi kemudian karena menuruti daging jadi murid iblis dan binasa.

Ada beberapa contoh lain seperti Akhan dll.

Beberapa orang masih tetap memilih menuruti daging, uang daripada hidup dipimpin Roh. Ini siasat iblis yang halus, tidak tampak dosa atau cacatnya. Se-perti anak muda yang “rohani”, tetapi terikat uang dan binasa kalau tidak bertobat Luk 18:22 (18-30). Rohani, bergairah, tetapi Tuhan tidak berkenan sebab menyembah berhala mammon, harus mau berpada 1Kor 6:18, 1Kor 7:31, sebab cinta uang susah masuk Surga Luk 18:24. Jangan meremehkan kata2 Tuhan Yesus.

C. Cinta dunia dan isinya. Misalnya Lot sekeluarga yang jatuh cinta pada Sodom Gomora, padahal dahulunya ia orang benar 2Pet 2:7, ber-sama2 terus dgn Abraham yang sangat mulia di hadapan Allah (Abraham ikut bangkit waktu Putra manusia Yesus mati di Golgota, sebab ia sudah ada di Surga Yoh 8:56, padahal yang lain dalam tahanan iblis Ef 4:8.

Ada juga contoh2 yg lain seperti Demas, raja2 Israel dll. Mula2 hidupnya indah, sebab dipimpin Roh, tetapi kemudian menuruti daging, akhirnya binasa.

D. Dosa2 perzinaan. Misalnya Sim-son, karena dosa2 perzinaan, seorang hamba Allah yg begitu indah (tidak per-nah disebut kesalahan2nya kecuali zi-na), tetapi bagian akhir hidupnya be-gitu celaka, dipermalukan dan dihina-kan tiada taranya, sebab berzina. Un-tung ia masih bertobat, sehingga Tu-han masih melawatnya satu kali lagi, tetapi ia tidak menikmatinya, ia juga jadi korban di tengah2 kematian yg dahsyat itu.

Juga Salomo, seorang hamba Tuhan yg sangat indah bertemu Tuhan dua kali, membangun Kaabah yg tiada tara-nya dan  pemerintahannya diberkati Tuhan, tetapi bagian terakkhir hidup-nya rusak, sia2, tidak ada beritanya lagi, sesudah dimurkai Tuhan 1Raj 11:9.

Ini sesudah masa kemurahan pada Salomo habis karena dosa2nya yang tidak dibatasi Pkh 2:10, maka hidupnya hilang dari tingkatan Surga, sebab hi-dup dalam daging perzinaan dan ber-hala. Nama Salomo hanya disebut se-kali2 sebagai objek dari hukuman Allah 1Raj 11:41-42. Sayang! Kalau ditulis dgn angka mungkin dari +970 jadi -990. Kurang sedikit melayang ke Neraka; untung masih bertobat dan selamat, tetapi gundul di Surga, sesuai dgn saat terakhirnya 1Kor 3:15.

Banyak lagi contoh2 orang2 yang sangat indah, tetapi sebab zina, hidup-nya terhilang atau gundul, paling rendah, kalau masih selamat, masih untung besar.

III. BAGAIMANA SUPAYA TETAP INDAH ROHANINYA SAMPAI KE AKHIR?

Kita tidak tahu apa yang akan terjadi esok, sangat sulit membayangkannya Yak 4:14. Tetapi Allah tahu dgn lengkap tentang hari esok dan berkuasa meng-olahnya! Bagaimana kita bisa tetap setia sampai akhir?

1. Buang semua dosa, istimewa kesombongan, juga cinta uang, perzi-naan dll 1Yoh 2:16. Jangan lupa buang dosa sampai dalam hati (tingkat per-mulaan), maka akan ada pengakuan yang sungguh dari orang yang lahir baru dan rendah hati yaitu 1Kor 4:7, 2Kor 4:7.

Kita yakin, kita ini bukan apa2 tanpa Tuhan, semua dari Tuhan dan hanya dgn Tuhan kita sanggup melakukan perkara2 yg besar Maz 60:14, Fil 4;13.

2. Penuh Roh Kudus (harus tahu tanda2 dipenuhi) dan dipimpin Roh Kudus, yaitu hidup suci, waktu berdoa bisa ber-kata2 dgn bahasa lidah (Kis 2:33; 10:45-46; 19:6, 1Kor 14:14) bisa berdoa dalam Roh dan kebenaran Yoh 4:23, bisa mendengar suara Roh, ada tabiat yang baru (yang didorong oleh buah Roh) dan kemampuan ilahi (juga didorong oleh karunia2 Roh) dll, hi-dupnya jadi lain, tetap dalam kesucian dan ada hikmat dan kuasa Roh, sebab tanpa Roh Kudus (hanya dgn kekuatan sendiri seperti murid2 sebelum penuh Roh Kudus pada hari Pentakosta, tidak kuat, tidak tahan lama), bisa terus jatuh bangun dalam dosa.

3. Tujuh KPR. Ada usaha bahkan dgn sukacita untuk memelihara hidup rohani dgn 7 KPR. Ini kebutuhan setiap orang beriman untuk bisa tetap hidup dgn Tuhan. Sederhana tetapi praktis, sesuai dgn hidup dalam Ruangan Suci.

4. Setia dalam kesatuan ilahi, yaitu setia kepada kesatuan Allah (TIASA = Trinitas) setia dalam kesatuan suami-istri dan setia dalam kesatuan tubuh Kristus Rom 12:12, banyak anggota = satu. Setia di kandang masing2.

5. Tanda2 rendah hati harus nyata.

a. Yakin semua dari Tuhan 2Kor 4:7, bukan dari diri kita sendiri, sebab itu patut segala puji dikembalikan kepada Tuhan Yes 42:8, Rom 11:36. Dan dgn yakin berani mengakui bahwa semua yang ada pada kita dan bisa kita perbuat itu dari Tuhan.

b. Hidup suci, dipimpin Roh dan ada kasih untuk bersekutu dgn semua orang percaya yang lain Luk 10:27, Kis 2:42, istimewa dalam kelompok dan kandang masing2, sehingga bisa saling menasehati, saling tolong menolong dan bekerjasama dalam Kristus.

c. Mau dinasehati dan kalau ada salah mau mengakui dan bertobat, sehingga bisa bersekutu bersama dalam Roh dan Firman.

d. Tanda2 praktis: Tidak tersinggung sekalipun tidak salah, tidak iri pada orang lain, jujur, kasih.

IV. BERAPA BANYAK YANG DEMIKIAN?

Jalan lebar memang lebih banyak orangnya, tetapi di jalan sempit adalah orang2 yang sudah percaya. Memang orang yang percaya, sebagian gugur seperti sepertiga bintang gugur (ini pada akhir zaman) Wah 12:4. Jumlah orang yang rohaninya tinggi dan kuat pondasinya, yang jatuh lebih sedikit Mat 7:24-28. Yang tingkat rohaninya rendah,  lebih banyak yang jatuh. Yang sempurna 144.000 orang Wah 14:1. Orang yg tertinggal dalam pengang-katan itu sangat banyak, tetapi seba-gian besar daripadanya tetap selamat sebab kena shock pengangkatan. Ham-pir semua yang tertinggalsadar dan memilih lebih baik sengsara 3,5 tahun daripada kekal dalam Neraka kalau tidak bertobat, jumlahnya tidak ter-hitung Wah 7:9.

V. KESIMPULAN

Memang Tuhan menghendaki kalau bisa semua orang selamat 2Pet 3:9, tetapi itu tergantung dari masing2 kita untuk selamat dan mulia se-tinggi2nya dalam Surga, itu sudah direncanakan Allah bagi masing2 kita 1Kor 12:6. Jangan sampai tertipu oleh iblis yang berdusta dan menjanjikan bahwa ke-sukaan di dunia dan di Surga bisa ber-sama2 dinikmati, asal tidak ber-lebih2 berdosa! Ini tipu daya setan, sebab yang senang anggur lama tidak lagi mau minum anggur baru (Luk 5:39), seperti Lot dan binasa.

Jangan setengah2 atau seperempat berdosa atau duniawi, jangan mendua, panas atau dingin, yang suam itu dingin dan binasa Wah 3:16. Lebih2 yang sombong biasanya tidak lagi mau bertobat!

Scroll to Top