M4632 – Ams 16:5. Kesombongan, Kenajisan dan Kebencian Tuhan, Pasti Dihukum

I. PENDAHULUAN

Orang sombong, lebih2 yang tidak mau bertobat, itu sangat keji, kebencian kepada Tuhan, turun temurun tidak akan terlepas dari hukuman, sebab itu kita harus sangat perhatian, jangan sampai jadi sombong, itu celaka besar. Lihat saja orang yang sombong, tidak mau taat pada Musa, mereka binasa, bahkan sampai seluruh keluarganya seperti Korah, Datan, dan Abiram dgn keluarganya, belum lagi 10 pengintai, semua terlalu sombong dan tidak mau taat pada Musa yang sudah diangkat jadi pemimpin dan jelas sekali Tuhan menyertai Musa, tetap tidak mau taat, akhirnya binasa semua, sangat menge-rikan. Jangan sombong. Akibatnya sa-ngat dahsyat. Tetapi yang lebih dahsyat lagi, banyak orang beriman sombong, tetapi tidak sadar, bahkan mereka sombong dan akan direndahkan, akhirnya dihukum Tuhan.

Ini dosa yang terkenal dari iblis (Yes 14:12-15), sehingga ia dilemparkan ke Neraka. Banyak orang tidak sadar pa-da waktu ia menjadi sombong. Dikira hanya suatu alasan bagi kata2 atau tindakannya yang dilakukannya, atau hanya sebagai alasan untuk membela dirinya. Ia merasa benar kepada pe-mandangannya sendiri, tetapi yang betul adalah penilaian Tuhan, Ia me-nimbang perasaan hati dan perbuatan kita.

Padahal sesungguhnya tinggi hati itu adalah perkara2 yang sangat keji dan najis, dan jadi kebencian bagi Tu-han, sehingga Lucifer penghulu ma-laikat yang begitu tinggi dan mulia (punya 9 permata yang mulia, kalau 12 itu berarti sempurna, seperti yang ada pada Imam besar atau Putra Allah yang sempurna). Orang yang sombong se-perti Lucifer, kalau tidak bertobat, pasti dihukum, dicampakkan ke dalam Ne-raka. Sebaliknya pada waktu gagal, orang yang sombong masih tidak bisa menerima, ia sedih dan merasa rendah diri sebab sebetulnya ia tidak mau kalah, ia yakin sebetulnya ia juga tidak kalah hebat, mulia, dan indah daripada yang lain.

Sebaliknya yang rendah hati, itu dalam segala sukses atau kegagalan-nya, ia tetap sadar bahwa semua yang ada padanya itu dari Tuhan 1Kor 4:7, dan kalau toh ia menjadi besar, sukses dan indah, itu semua dari Tuhan, anu-gerah Tuhan, ia hanya bejana tanah liat yang tidak berharga dan terbatas 2Kor 4:7. Sebab itu baik sukses atau gagal, ia tidak mau bereaksi dosa, lebih2 kalau sukses, ia tidak mau meninggikan diri-nya, tetapi bersyukur pada Tuhan yang memberikan hal2 yang indah dalam dirinya. Kalaupun gagal, ia yakin itu tidak kebetulan, mungkin itu karena pengolahan atau karena ada kesalah-an, dan kalau ia salah dan mau ber-tobat, semua akan dipulihkan Tuhan kembali.

Ingat orang sombong tidak masuk Surga, dibuang ke Neraka, sama seperti bapaknya yang sombong, Lucifer atau iblis.

II. PERATURAN ALLAH TENTANG SOMBONG

Ingat tabiat lama (termasuk sombong) masih ada dalam tubuh dosa, harus terus menerus dimatikan Luk 9:23, sampai mati total, Tirai Yoh 19:30. Jangan lupa matikan daging, semua dosasekaligus, jangan seperti berhenti merokok dikurangi satu per satu. Terhadap sombong:

1. Dibenci dan dihukum Allah, pasti Ams 16:5. Sebab itu semua yang sombong akan direndahkan Allah Maz 23:12, Yak 4:6,10, 1Pet 5:5-6, Ams 29:23. Kecuali orang itu bertobat seperti Nebukadnezar, ia diampuni. Kalau tidak bertobat, digantung seperti Absalom 2Sam 18:6. Iblis dkk akan berusaha mendorong orang lebih me-ningkat sombong dan dosa2nya, se-hingga lebih cepat binasa masuk Neraka, jadi golongan iblis untuk ikut melawan Allah.

2. Dosa sombong itu langsung melawan Allah seperti iblis Yes 14:13-16. Ini terus berlangsung di dunia dan di Surga, sebab tidak mau tunduk pada Allah yang Maha mulia, Maha tinggi 1Kor 11:3 (dosa zina, uang di Surga tidak ada lagi), tetapi di Surga masih bisa jadi sombong seperti Lucifer, sebab itu sejak di dunia sudah dihukum Allah, supaya dalam Surga, lebih2 Surga baru tidak lagi ada dosa apapun, termasuk sombong Yes 26:10.

3. Orang sombong tidak boleh ma-suk Surga, tetapi masuk Neraka. Dunia ini bukan saja untuk mengatur keadaan di dunia, tetapi sampai kekal. Sebab Tuhan tahu sampai yang akan datang sampai kekal. Kalau orang itu kemu-dian hari menjadi sombong, ia sudah dicobai di dunia dan sudah dihukum sejak di dunia, dan di Surga tidak ada lagi orang jadi sombong.

III. TANDA2 SOMBONG

Masih ada banyak orang yang tidak sadar kalau ia sombong.

1. Ia merasa dirinya benar, tidak salah, tidak sadar Ams 16:3,5. Ia begitu sombong, tetapi tidak sadar akan hal itu. Sebab itu ia tidak mau disalahkan, tidak mau taat, melawan kalau disa-lahkan, lebih2 pada orang yang me-nyalahkannya.

2. Kalau melihat orang lain berhasil, ia gagal, ia merasa iri, merasa tersing-gung, sebab yakin bahwa ia juga orang besar.

3. Melihat orang lain sukses, ia tidak mau kalah, ia yakin ia sanggup, lalu cari kesempatan untuk menun-jukkan kemampuan dan kebesarannya. Kalau gagal, ditunjuk salahnya, ia sa-ngat marah dan benci bahkan dendam.

4. Ingin puji, dihargai, ingin me-nonjol, dan diakui oleh orang2 lain hasil dan kemampuannya, apalagi ka-lau sudah sukses, tidak dihargai, tidak disebutkan (dilupakan atau pura2 tidak tahu) dan hati jadi sakit, jengkel, ma-rah, dendam. Orang2 yang mau me-muji2 dan menghargai, itu sangat disayang dan ia senang sekali.

5. Ingin masyur, ini angan2 dan cita2nya, seperti bintang di langit atau seperti orang2 lain yang termasyur, ia yakin, ia sanggup kalau dapat kesempatan.

6. Timbul dosa, sebab tidak dihar-gai, diakui, dipuji dll seperti orang2 lain. Padahal kepujian manusia itu sia2, tetapi yang betul, yang tahan uji, diakui oleh Tuhan adalah kepujian dari Tuhan Rom 2:19.

Orang yang rendah hati, meskipun tidak diakui sukses dan hasil kerjanya, ia tidak marah, tidak jengkel, tidak iri dan tidak timbul dosa2 lainnya, tetap penuh syukur pada Tuhan sekalipun semua orang di sekitarnya tetap tidak mengakuinya, asal diakui Tuhan, ber-kenan pada Tuhan sesuai dgn Firman-Nya, ada sejahtera dalam hatinya.

7. Tidak mau taat, tunduk/ terus berontak, sebab merasa lebih besar.

Ini tanda2 dari orang yang som-bong, yang harus kita kenali baik2 dan yakin, semua itu salah dan melawan Allah. Jangan justru dgn keyakinan ini kita lalu jadi sombong seperti iblis melawan Allah. Jangan sampai tidak sadar, tertipu, tetap merasa benar dan terus tumbuh kesombongannya.

Banyak orang sombong melanggar peraturan2 dan ketertiban, sebab yakin lebih besar dan istimewa.

8. Tidak mudah mengakui kesalah-annya, sebab itu tidak mau dinasehati, tidak bisa melihat kesalahannya sen-diri. Tetapi kalau benar, ia berusaha memperbesar, supaya diakui dan dipuji.

9. Suka menyalahkan orang, se-ringkali dgn prasangka, sebab tidak bisa mengakui dan melihat salahnya sendiri.

10. Suka menghina dan mengecil-kan orang lain, supaya orang tahu ia lebih besar.

11. Ambisi, menaruh cita2nya setinggi bintang di langit.

12. Suka membual, dusta, apalagi kalau salah dan gagal akan keluar ba-nyak alasan  istimewa yang di cari2.

13. Kalau kalah, gagal, minder dan sedih sekali.

14. Sering bersikap munafik.

15. Mudah menfitnah, mengecilkan orang lain, menunjukkan kesalahan dan kegagalan2nya.

16. Rohaninya bantut, terus ka-nak2, sebab kebencian Tuhan.

17. Penuh dgn dosa2 lainnya dan cacat, celaka akibat semua dosa2nya. Kita akan melihat sombong kecil dalam Saul yang dibiarkan, jadi dosa yang sangat besar dan celaka besar.

IV. TANDA2 ORANG YANG RENDAH HATI

Jangan lupa rendah hati orang dosa dan orang beriman itu beda. Mungkin sikap dan kata2nya rendah hati, tetapi hatinya lapar dan haus akan pujian, kalau tidak dapat, segala macam dosa bisa timbul seperti Saul terhadap Daud. Banyak orang dididik menerima tamu langganan dgn rendah hati, tetapi hatinya tetap sombong, suka puji, tidak mau kalah.

Tentu kita juga harus tahu bahwa rendah hati, ini sebaliknya dari tanda2 orang sombong. Semua tanda2 di atas dibalik, akan tampak tanda2 rendah hati. Misalnya melihat orang sukses lalu iri, tidak mau kalah dsb.

Kita akan melihat prinsip penting, yaitu:

1. Mengerti, tahu, yakin bahwa semua yang ada pada kita itu dari Tuhan 1Kor 4:7, jangan sombong, tetapi bersyukur dan taat pada Tuhan. Kalau orang lain dapat lebih banyak, jangan iri, Allah tidak pernah salah. Kalau Saul tidak bisa mengalahkan Goliat, pemuda kecil bernama Daud bisa, itu ada sebabnya, sebab Saul hanya ingin perkara2 besar tetapi yang betul hidup memperkenankan Allah sejak dari dalam hatinya. Yonathan anaknya Saul tidak sombong, sebab itu tidak iri, tetapi ikut sukacita dan bersahabat baik sebab ia juga ingin berkenan pada Tuhan, sehingga pada waktunya dgn Tuhan ia juga akan melakukan hal2 yang indah Maz 60:14.

2. Kepujian kita itu dari Allah, bukan dari manusia Rom 2:19. Yang tidak mengerti dan tidak percaya akan masuk dalam jerat puji2an dari iblis dan kaki tangannya Ams 27:14; 29:5. Jangan cari kepujian manusiawi, celaka.

3. Orang sombong akan dihempas-kan ke bawah Mat 23:12, tetapi orang yang rendah hati akan ditinggikan oleh Tuhan dan tidak ada yang bisa meng-halangi 1Pet 5:5.

Dilawan Allah itu celaka, dapat anu-gerah Tuhan itu luar biasa 1Kor 15:10. Ingat orang sombong itu keji bagi Allah dan pasti akan kena hukumannya se-perti Nebukadnezar 7 masa dahsyat. Tetapi orang rendah hati (tidak ter-singgung, mau direndahkan, Luk 22:27, mau mencuci kakinya Yoh 13:14.

Daud anak terkecil tidak masuk hitungan, tetapi Daud tidak menyesal atau marah, ia menerima sekalipun tidak dihargai bapaknya, tetapi kemu-dian diangkat Tuhan sangat tinggi.

V. APA MAKSUDNYA MEMPELAJARI TENTANG SOMBONG

DAN RENDAH HATI

Putra manusia Yesus rendah hati, Lu-cifer sangat sombong. Saul sombong dan jadi pembunuh, tetapi Daud rendah hati penuh pengampunan dll. Jelas tampak nasib orang sombong dan rendah hati (rendah hati yang betul juga hidup suci dan penuh kasih Allah, tetapiorang sombong limpah dgn se-gala macam dosa). Kita harus bisa melihat dgn jelas dan penuh penger-tian, nasib dan kehidupan orang som-bong dan rendah hati, sangat berbeda seperti Surga dan Neraka.

Ingat:

1. Semua orang suka puji dan seringkali terikat bahkan mabuk. Di-mana dia di-puji2 itu Surga baginya, tetapi kalau dinasehati dan ditegur, apalagi terang2an, tidak dihargai itu neraka baginya. Tetapi masih banyak orang yang suka dipuji dan dihargai, itu “surga” baginya, tetapi tanpa sadar itu dosa sombong yang amat celaka. Ingat Ams 27:14; 29:5 dll. Ini hidup yang terkutuk.

2. Semua orang tidak suka dihina dan direndahkan, padahal ia sama sekali tidak salah, ini salib, penderitaan karena kebenaran, itu obat kuat untuk bisa terbang tinggi ke Surga indah dgn Roh kemuliaan 1Pet 4:14. Masih ba-nyak orang tidak sadar akan kebenaran ini sebab sudah mabuk dgn kepujian manusia!

VI. MEMILIH UNTUK JADI RENDAH HATI

Orang lama tidak bisa memilih sebab hidup dikuasai hukum dosa dan maut Rom 7:17,26, sebab itu ia selalu condong dan didorong untuk menuruti daging Yoh 3:19. Ini orang lama, anak2 iblis yang dikuasai iblis dgn hukum dosa dan maut.

Tetapi sesudah dilahirkan kembali, kita jadi anak2 Allah (Yoh 1:12; 3:3,5), maka kita sudah berubah jadi baru, yang lama sudah lenyap. Sebagai anak2 Allah kita bisa memilih lalu kita tetap tidak dikuasai hukum dosa dan maut (tetapi dikuasai hukum Roh yang menghidupkan Rom 8:1-2), sehingga kita bisa memilih dari diri kita sendiri (Luk 12:57) mau sombong atau rendah hati. Kalau sudah mengerti, sadar dan mau, kita bisa memilih rendah hati dan membuang semua tabiat sombong yang masih ada dalam tubuh daging ini. Kalau sebagai orang baru mau taat Firman Tuhan, kita akan sanggup dan pasti berhasil, kita bisa jadi rendah hati, membuang semua kesombongan! Fil 4:13.

Di dalam Tuhan kita sanggup jadi rendah hati dan benci dosa sombong, dan dgn Tuhan kita pasti berhasil! Buang dosa sombong, sekalipun dari tingkat I (permulaannya).

Di dalam Tuhan kita merdeka, be-bas dari dosa Yoh 8:36. Taati sungguh2, pasti bisa, sebab Roh Kudus selalu siap menolong kita.

VII. TINGKAT2 KESOMBONGAN

Kita perlu tahu supaya tahu apa ada kesombongan dalam kita dan sampai mana tingkat kesombongan yang ada? Tingkat berapa?

Tingkat I. Ingin puji dalam hati.

Tidak tampak dari luar, tetapi “pe-nyakit ini” sudah ada, “kumannya” sudah ada, “iblis” sudah mulai bekerja di dalamnya diam2, celaka itu sudah dimulai. Ada alasan atau tidak, ini dosa, sudah sombong di hadapan Allah! Sekalipun gagal, masih ingin dipuji atau se-tidak2nya ingin tetap dihargai, tidak mau dihina, tidak mau disingkirkan, tidak lagi dihargai, sakit hatinya, tetap ingin puji, meskipun gagal tidak mau dihina, apalagi kalau sukses.

Kalau membuang sombong sampai tingkat I, kalau hanya tingkat2 tinggi, seringkali sudah terlambat dan makin sulit. Jangan tunggu terlambat, akan celaka.

Jangan ditipu iblis yang berkata: Ingin puji itu wajar, tidak apa2, semua orang juga begitu”! Tetapi ini melawan Allah! Segera buang! Sekalipun dalam hati, jangan ingin dipuji oleh manusia. Sebaliknya kalau toh dihina, tidak di-hargai, tidak dianggap, tidak diperhi-tungkan, asal tetap berkenan kepada Tuhan, kita menerima, sebab kalau kita betul, disalahkan, itu salib, itu indah, mulia asal tidak bereaksi dosa 1Pet 4:14.

Tingkat II. Harap dipuji (pasif), ambisi.

Tingkat III. Kejar pujian (aktif).

Tingkat IV. Tuntut dipuji, terang2an.

Tingkat V. Harap disembah, dikultuskan (pasif).

Tingkat VI. Kejar penyembahan (aktif).

Tingkat VII. Tuntut disembah terang2an.

Ini dosa sombong yang sudah sem-purna, seperti iblis, Antikris. Kalau permulaan dosa sombong dibiarkan, pasti tumbuh, ini ganas, tumbuh subur. Lawan dan buang.

Dosa sombong itu cara kerjanya logis, halus tidak terasa, tidak disadari, tetapi terus tumbuh, akhirnya menjadi seperti iblis (tingkat VII).

Kalau seorang berpangkat tinggi, sikapnya sombong, meninggikan diri,  hampir semua orang bisa menerima, dan membenarkan dianggap wajar, se-bab ia orang terhormat dan besar.

Tetapi bagi Tuhan, siapapun yang sombong, tetap dosa yang dibenci dan dihukum Allah!

Dosa sombong, sampai tingkat berapapun, jugatingkat I, buang semua dalam Nama Yesus, pasti bisa jadi rendah hati, bisa menderita, dihina pa-dahal tidak salah, ituindah di hadapan Tuhan, ini rendah hati, pengolahan.

VIII. BAGAIMANA BISA TETAP RENDAH HATI

Jangan lupa tanda2 sombong dan ren-dah hati, harus kita kenali dan pilih rendah hati. Seringkali kitadibantu dgn doa dalam Roh, dipimpin Roh, maka dosa sombong akan jelas setiap kali mau muncul, Roh Kudus akan mem-bedakan dan mengingatkan dalam te-rang Firman Tuhan Maz 119:105, Yoh 14:26 Roh Kudus selau tahu, maha tahu dan terus mengingatkan Yoh 14:26, kecuali ada dosa dan iblis dalam hatinya, tidak dibuang apalagi kalau sudah mabuk, lupa kesombongannya.

Akibat kesombongan itu bukan saja secara pribadi, tetapi juga merusak anggota yang lain dan Gereja. Orang yang sombong itu jadi sumber onar dan malapetaka, perkelahian, kaki tangan iblis untuk merusak perse-kutuan tubuh Kristus dan juga bencana dalam Gereja. Sebab orang sombong tidak bisa diatur, melawan, semaunya sendiri apalagi kalau diberi jabatan tinggi, juga diam2 atau terang2an menghasut dan menyulut perkelahian dan perpecahan sebab tidak bisa te-rima kalau direndahkan dan tidak di-puji. Juga pekerjaan di Gereja bisa ter-ganggu dan berhenti. Orang2 sombong ini bisa jadi penyakit, sehingga Gereja jadi “sakit” sampai masuk ICU. Semua macet kecuali ada kuasa doa dan dipimpin Roh, baru kita bisa menang tanpa bereaksi dosa. Kalau sudah me-lebihi batas Tuhan sendiri yang meng-hukum seperti Absalom digantung Allah, juga seperti Haman. Tetapi ja-ngan lupa, jangan bereaksi dosa dan hadapi dgn hikmat, kuasa dan pim-pinan Roh Kudus saja.

Hidup baru itu tidak bisa tanpa terus lekat pada pokok anggur, Yoh 15:1-2. Harus lekat terus baru bisa tetap suci dan rendah hati sebab tum-buh terus dan ber-buah2. Dalam segala kesempatan, pencobaan, lebih2 sesu-dah sukses, di-puji2 dan ditinggikan, hati2 jangan jadi sombong Ef 6:13. Ingat semua dari Tuhan, kita bukan apa2, tetap rendah hati, jangan setelah sukses, celaka sebab sombong!

Caranya:

A. Rohani terus dipelihara dgn 7 KPR.

B. Tumbuh dalam kerendahan hati dgn:

1. Makin sadar bahwa tanpa Tuhan kita tidak bisa apa2 2Kor 4:7. Musa makin heran dan berpengalaman, jus-tru makin takut berjalan sendiri, ia merasa harus berjalan dgn Tuhan langkah demi langkah Kel 33:15.

2. Makin taat dan makin bersandar pada Tuhan, sehingga hidup kita ini bukan kita lagi Gal 2:20.

3. Ingat kita ini bukan apa2, sekalipun sukses dan sangat heran, jangan sombong, sehingga lengah dan jatuh seperti Nuh, Simson dll. Kita ini hanya:

a. Bejana tanah liat.

b. Kita ini hanya keledai, tetapi sebab ditunggangi Tuhan, jadiluar biasa, bisa berjalan atas jubah2 orang banyak.

c. Kita hanya bendahara atau seperti supir, bukan pemilik.

d. Tidak layak pakai mahkota yang diberi oleh Tuhan Wah 4:10-11.

e. Kalau sukses, makin rendah hati seperti gandum makin berisi makin merunduk supaya tetap selamat, jangan habis sukses lalu binasa seperti Saul.

f. Semua kepujian itu milik Tuhan, tidak patut kita memakainya Yes 42:8.

g. Kita ini orang biasa seperti Elia yang jadiluar biasa, tetapi sesungguhnya orang biasa Yak 5:17.

IX. MENGHADAPI ORANG SOMBONG DAN RENDAH HATI

Allah ingin semua selamat dan masuk Surga. Iblis ingin semua masuk Neraka. Menghadapi orang yang sombong, orang yang rohani benci dosanya dan cintai orangnya, dinasehati dan didoakan supaya bertobat, jangan binasa.

Memberi rekomendasi yang benar secukupnya tidak salah, tetapi tetap dipimpin Roh supaya tidak dianggap seperti memuji, itu menjerat dan mengutuki Ams 27:14; 29:5.

Orang yang gagal ajak berdoa tanya Tuhan apa sebabnya. Kalau ada dosa segera minta ampun, kalau itu ujian, bertahan sampai lulus.

X. KESIMPULAN

* Bedakanlah definisi rendah hati dan sombong menurut dunia dan ilahi, itu bedanya seperti Kristus dan iblis!

* Rendah hati itu juga diolah supaya tumbuh (bisa diolah) kepada kemu-liaan yang makin tinggi. Tabiat som-bong juga tumbuh lebih cepat sebab cocok dgn daging, makin celaka.

* Dalam daging masih tetap ada benih sombong yang bisa tumbuh kalau dilazatkan, sebab itu harus dimatikan terus menerus sampai mati atau menjadi sempurna.

* Semua yang ingin rendah hati, per-hatikan tanda-tanda rendah hati dan juga tanda-tanda orang sombong, pilih dgn iman dalam pimpinan Roh dgn sungguh2 pasti bisa dan yang memilih rendah hati akan jadi amat indah, tetapi yang membiarkan sombong dalam hatinya, pahit dan celaka kekal.

Nyanyian: Tabernakel Glori no 243

Ayat 1:

Orang yang sombong

nasibnya direndahkan

Begitu pahit tidak akan tahan.

Mau rendah hati, sakit tapi mulia

Seperti Kristus mulia selamanya.

Ayat 2:

Jangan tersinggung

matikan kesombongan.

mau jadi hamba sperti Tuhan Yesus

tahan diolah makin lama makin mulia

Betapa indah seperti Tuhan Yesus.

Ayat 3:

Orang yang sombong,

dihempaskan Tuhan

Skalipun besar, batal rencanaNya

jangan tertipu sombong itu celaka

mau direndahkan seperti Tuhan Yesus.

Koor:

Rendahkan hati dalam tabiat baru

seperti Kristus, dgn hati tulus

smua dari Dia, akui Dia sumbernya

Taat selalu,

Tuhan tinggikan trus trus trus.

Scroll to Top