PRA-31 Tujuh Hari Raya dalam Alkitab

Ada 7 hari raya yang direncanakan dan diperintahkan oleh Tuhan. Heran, ini sesuai dgn rencana Allah semesta dari permulaan zaman sampai kiamat nanti. Sebab itu pengertian hari2 raya ini sa-ngat berfaedah bagi kita supaya dapat lebih mengerti rencana Allah pada akhir zaman ini.

Pasal 1. PEMBAGIAN HARI RAYA

Menurut Ulangan 16:16, hari2 raya itu dibagi dalam 3 kelompok.

Jadi setiap tahun, setiap orang laki2 Israel harus menghadap Tuhan 3 kali ke Yerusalem pada hari2 raya tersebut.

Pembagian itu adalah sebagai berikut:

A. Kelompok Paskah

B. Kelompok Pentakosta

C. Kelompok Pondok

Untuk lengkapnya perhatikan tabel berikut ini:

Hari Raya

Hari raya (= Chag = festival) adalah hari2 yg penuh kesukaan. Juga secara rohani, kalau orang2 beriman meng-alaminya, maka ia juga akan penuh kesukaan. Indah!

Bagi kita orang2 beriman, kita tidak merayakan hari2 ini secara lahiriah seperti orang Perjanjian Lama. Orang2 Israel hanya merayakan secara harfiah sampai hari ini, tetapi bagi kita, justru oleh anugerah Allah kita mengalami penggenapannya sepenuh-penuhnya.

Misalnya roti pada hari raya Fatir (= tanpa ragi) tidak boleh diberi ragi, tidak boleh ada ragi pada seluruh daerahnya Ul 16:4, Kel 12:39.

Tetapi pada hari raya Pentakosta, keadaan mereka sudah seperti biasa, karena itu rotinya juga roti yang biasa yaitu dgn ragi. Penjelasan ini betul, tetapi sebab hanya secara harfiah, ma-ka tidak banyak artinya, tidak meng-gerakkan hati seperti arti rohaninya yang amat heran itu!

Justru kita sekarang inilah, oleh anugerah Tuhan, dapat merayakannya (mengalaminya) dalam arti yang se-benar2nya, arti yg se-penuh2nya, se-hingga hati kita begitu tergerak, penuh sukacita dan syukur pada Tuhan. Luar biasa, kita mengalami penggenapan-nya. Ini sesuai seperti yang tertulis dalam Ibrani 11:39-40.

Yang sudah digenapkan, dan yg sudah (dapat) kita alami adalah 4 hari raya yg pertama, sisanya belum. Tetapi seperti 4 (empat) hari raya yg sudah digenapkan, begitu juga sisanya pasti akan digenapkan juga. Betapa indah! (Luk 1:37).

GARIS BESAR HARI2 RAYA

Pasal 2

I. PASKAH (Imamat 23:4-5)

Pada tanggal 14 bulan pertama, pada petang hari, inilah Paskah. Setiap rumah orang Israel harus menyembelih domba Paskah yang tiada bercela. Domba ini disembelih sebagai korban untuk menggantikan anak-anak sulung orang Israel pada waktu bela anak sulung mati menimpa Mesir. Domba Paskah itulah Kristus Yoh 1:29.

Kematian Tuhan menghasilkan pengampunan dari segala dosa kita dan kelepasan dari segala ikatan dosa (catatan: Untuk penjelasan lengkap tentang kelepasan dari dosa bacalah “Tidak Berbuat Dosa Lagi” dalam Tulang Elisa nomor 1) 1Kor 15:3.

Oleh kematian Tuhan, kita bebas dari dosa, juga bebas dari segala bela (wabah) dosa. Orang yg sudah meng-alami hal ini, yaitu “bebas dari dosa”, hidupnya berubah menjadi penuh sukacita dan sejahtera. Seharusnya kita setengah mati dalam perhambaan dosa, tetapi sekarang oleh Tuhan Yesus kita bebas merdeka (Rom 8:3).

Kadang2 kita melihat sebuah rumah tangga yang hancur sebab dosa sex, sebetulnya rumah tangga kita juga begitu kalau kita tidak dimerdekakan dari dosa oleh Tuhan.

Kita juga melihat orang yang penuh kebencian dan dendam, batinnya ter-siksa siang malam, hidupnya menjadi pahit, sebetulnya kita juga demikian, kalau Tuhan Yesus tidak memerde-kakan kita dari ikatan2 kebencian yang pahit itu.

Kalau kita melihat seorang yang ta-mak akan uang, begitu rakus dan begitu jahat, kejam, sehingga hidup-nya tertikam macam2 dukacita dan ke-pahitan (1Tim 6:10), begitu juga keadaan kita kalau Tuhan Yesus tidak mati untuk kita.

Kalau kita dapat hidup merdeka, bebas dari akibat2 dosa yang menge-rikan sehingga hidup ini menjadi indah, sukacita dan bahagia, itulah sebab Tu-han Yesus sudah mati meng gantikan kita! Kita sudah merayakan Paskah dan mengalami se-penuh2nya oleh anuge-rah Tuhan. Tuhan Yesus itulah Paskah kita!

Pasal 3

2. HARI RAYA FATIR (Imamat 23:6-8)

Pada tanggal 15 sampai 21, bulan pertama, tepat sesudah Paskah ada hari raya Fatir (= hari raya roti tanpa ragi). Orang Israel dalam satu minggu hari raya Fatir ini tidak boleh mem-punyai ragi sedikitpun dalam rumah-rumahnya, dgn ancaman huku man mati Kel 12:15.

Ini pesta hari raya Fatir. Sebagian besar orang2 Israel tidak mengerti maksud hari raya ini, tetapi bagi kita sangat jelas.

Ragi adalah bayangan dosa 1Kor 5:8.

Oleh kematian Tuhan Yesus di salib, kita dapat hidup bebas dari dosa (Rom 6:2,11, 14) sehingga kita dapat mera-yakan suatu hari raya Fatir, hidup tan-pa dosa.

Orang2 percaya, segera sesudah mene-rima Tuhan Yesus sebagai Juru sela-matnya, harus langsung hidup suci tanpa dosa. Pasti dapat kalau mau! 1Yoh 3:6.

Hidup dalam kesucian itulah hari raya (= pesta). 

Suatu hidup yang sangat indah, hidup dekat dan erat dgn Allah yang limpah dgn damai dan sukacita (Maz 16:11). Dosa itu menyiksa (Ams 8:36), tiada sejahtera (Rom 3:17), tetapi hidup suci itu amat indah (Maz 29:2 KJV). Orang yg tinggal di dalam kesucian senan-tiasa itu seperti hidup yang berpesta terus, berhari raya Fatir. Hidup suci itulah hari raya Fatir. Sangat indah!

Mengapa sampai tujuh hari?

7 (Tujuh) berarti sempurna! Selama kita terus berjalan dalam Roh, kita dapat bebas dgn sempurna dari dosa, luar biasa! Gal 5:16.

Tuhan sangat senang kalau kita se-lama tujuh hari (terus-menerus) hidup bebas dari dosa, itu luar biasa dan indah. Orang seperti ini bisa pesta ma-kan roti, bisa bersukacita belajar/ men-dengar Firman Tuhan, itu seperti pesta.

Pasal 4

3. HARI RAYA BUAH SULUNG

(Imamat 23:9-14)

Pada waktu orang2 Israel memetik buah sulungnya, itulah tanda dari pa-nen yg segera akan datang, sebab itu dgn sukacita mereka mempersem-bahkan buah sulung itu kepada Tuhan! 1Kor 15:23.

Tuhan Yesus adalah buah sulung kebangkitan. Ini juga sudah digenap-kan, dan akan disusul dgn panen besar dan panen sisa (yaitu kebangkitan orang benar) yg pasti akan digenapkan juga. Kalau buah sulungnya sudah ada, maka panen berikutnya pasti akan jadi! Pelopornya yaitu buah sulungnya su-dah berhasil. Jalannya sudah dibuat oleh Tuhan Yesus, sehingga orang2 yang percaya kepada-Nya, sekalipun mati akan dibangkitkan juga seperti Tuhan Yesus sendiri, ke dalam hidup yang kekal. Orang2 benar akan bangkit, itulah pengharapan kita yang amat in-dah. Tanpa kebangkitan orang mati, sia2 menjadi orang benar (1Kor 15:17). Tetapi puji Tuhan, ada kebangkitan orang benar Luk 14:14.

Kita mempunyai pengharapan yang indah dan begitu besar, sehingga dgn sukacita kita tahan berjalan dalam ke-sucian di dunia ini seperti Tuhan Yesus (Ibr 12:2, Kej 49:14-15). Ada pengha-rapan akan beroleh kemuliaan, yg ber-ada di belakang Tirai (Ibr 6:1,18-19).

Pengharapan yg besar ini pasti ter-jadi, sebab Tuhan Yesus sudah menjadi buah sulung kebangkitan! Jalan kepada kesempurnaan sudah terbuka Ibr 10:20, sehingga kita mempunyai peng-harapan yg pasti, bahkan kita dapat menjadi sempurna seperti Kristus, se-bab memang itulah kehendak dan rencana Allah bagi kita di dalam Yesus (1Kor 11:1, Ef 4:14, 1Yoh 3:2-3,9). Luar biasa rencana Allah di dalam kita. Berjalanlah di dalam Roh senantiasa, supaya kita bertumbuh terus kepada kesempurnaan rencana-Nya.

Pasal 5

4. HARI RAYA PENTAKOSTA

(Imamat 23:15-22)

50 (lima puluh) hari sesudah hari raya Buah Sulung, adalah hari raya Penta-kosta (= hari raya tujuh minggu = feast of weeks), di mana dari hasil panen yang baru ini orang2 Israel dgn penuh syukur dan sukacita mempersembah-kan korban bagi Tuhan.

Hari raya Pentakosta ini adalah hari raya Panen. Ini digenapkan pada hari raya Pentakosta (Kisah 2) yaitu Roh Kudus dicurahkan, diberikan oleh Allah bagi manusia Kis 2:1,4.

Roh Kudus adalah Roh yg bekerja menghasilkan panen jiwa2, sebab Roh Kudus memberi kuasa kepada orang2 percaya Kis 1:8.

Dgn kuasa Roh Kudus yg baru dicurahkan, sekaligus 3.000 jiwa dituai dan dipersembahkan kepada Tuhan. Ada kesukaan yg besar kalau orang beriman mengalami Pentakosta, seper-ti minum anggur manis Kis 2:13.

Dan dgn kuasa Roh yg besar, orang2 beriman naik saksi (Kis 4:33) sehingga limpah menghasilkan buah-buah dalam pelayanan yg menambah kesukaannya. Orang yg mengalami Pentakosta dan selalu hidup dipimpin oleh Roh, hidupnya berkemenangan senantiasa, seperti pesta senantiasa.

Pasal 6

5. HARI RAYA NAFIRI

(Imamat 23:23-25)

Pada tanggal 1 bulan tujuh, nafiri dibu-nyikan oleh Imam2, dan orang Israel berhimpun dalam suatu perhimpunan yg suci. Ini belum digenapkan. Ini akan digenapkan pada hari kedatangan Tu-han, di mana nafiri Allah akan dibunyikan 1Tes 4:16.

Pada saat nafiri Allah dibunyikan, maka itulah hari kedatangan Tuhan yg amat mulia, yg sudah lama ditunggu-tunggu orang2 suci dari segala zaman. Hanya orang2 yang penuh dgn Roh Kudus yang dapat mendengar suara nafiri Allah ini, lalu berubah dalam sekejap, ikut naik bertemu dgn Tuhan. Ini didahului oleh kebangkitan orang yang sudah mati di dalam Yesus, dan mereka itulah yg akan ikut dalam perhimpunan yg kudus di udara, yaitu dalam hadirat Allah. Ini suatu kesukaan yg luar biasa, yg belum pernah dialami sebelumnya. Betapa heran hari yg pertama di Sorga itu, sangat manis. Ini yang kita idam-idamkan dan yg kita nanti-nantikan (Titus 2:13), sehingga sekalipun banyak menderita, kita tetap sabar (Wah 14:12), sebab menunggu hari yg mulia ini.

Pasal 7

6. HARI RAYA GRAFIRAT
(Imamat 23:26-32)

Pada tanggal 10 (sepuluh) bulan 7 (tujuh), diadakan grafirat untuk seluruh bangsa Israel, ketika darah lembu dan darah kambing itu dipercikkan di atas dan di depan tabut, maka Israel disucikan bagi Tuhan, sehingga hu-bungan umat Israel dengan Tuhan diperbaharui. Imamat 16. Ini belum digenapkan.

Waktu Tuhan Yesus mati di Golgota sebagai korban tebusan bagi manusia kita sudah selesai ditebus, baik orang dalam, (pribadi kita yaitu roh kita) dan orang luar (yaitu tubuh kita, yang ter-diri dari tubuh dan nyawa). Tetapi sekarang kita baru mengalami pene-busan roh, penebusan tubuh belum. Sebab itu wkatu mati roh kita kembali kepada Tuhan Ibr 9:27, tetapi tubuh kita jadi mayat, mati, dikubur. Kita masih menunggu tebus tubuh Rom 8:23. Ini baru terjadi waktu ke-bangkitan, sehingga tubuh yg mati bangkit menjadi tubuh kebangkitan seperti tubuh Tuhan Yesus waktu bangkit dari kematian. Sekarang baru roh kita (orang dalam yang sudah ditebus, mati lepas dari dosa), tetapi tubuh kita belum ditebus, baru terjadi waktu kebangkitan. Sesudah bangkit, tubuh kita tidak lagi mati, tetapi bangkit menjadi tubuh kebangkitan, bisa masuk Surga  dan hidup kembali di bumi (seperti Tuhan Yesus bangkit dan hidup di dunia selama 40 hari lalu naik ke Surga), bahkan orang yang sudah bangkit masih bisa masuk, hidup dalam Kerajaan 1000 tahun (sejak mati, roh kita sudah masuk Surga, tetapi tubuhnya masih mati, masih di dalam kuburan).

Sesudah kiamat Tuhan mencipta-kan Surga Bumi Baru, kita yang sudah bangkit dan hidup di Surga Bumi yang lama bisa masuk ke dalamnya.

Orang2 Israel dalam Wasiat Lama (+ Wasiat Baru), merayakan hari Grafirat secara upacara saja, tetapi tubuh juga belum mengalaminya, menunggu ke-bangkitan.

Kebangkitan orang benar terjadi dalam 3 tahap, yaitu:

Tahap 1. Kebangkitan sulung: Tu-han Yesus dan orang2 sempurna Wa-siat Lama (Henokh, Musa, Elia sudah bangkit lebih dahulu) Mat 27:52-53.

Tahap 2. Kebangkitan atau panen besar pada waktu Tuhan Yesus datang.

Tahap 3. Kebangkitan sisa atau su-sulan sesudah zaman Antikris. Mereka yang tertinggal dan bertobat kembali (juga orang Israel yang bertobat dan percaya pada Tuhan Yesus) dianiaya Antikris sampai mati, akan ikut bangkit disini ber-sama2 dua Saksi (juga orang2 benar dari Kerajaan 1000 tahun akan menyusul) semua bangkit dengan tu-buh kebangkitan atau tubuh kemu-liaan. Lebih2 yg bangkit sesudah mati dibunuh oleh Antikris dkk, jumlahnya sangat banyak, sehingga tidak ter-hitung Wah 7:9 (tetapi orang2 bangkit dari zaman Antikris, tingkatnya di Ha-laman, Mezbah Korban Bakaran atau Firdaus). Orang yang bangkit dalam panen sisa ini juga memerintah dalam Kerajaan 1000 tahun, tetapi dalam tingkatannya masing2 yg rendah Wah 20:4. Orang2 Israel yg masih hidup, lepas dari zaman Antikris (ada 144.000 orang Israel Wah 7:4-8 jadi rakyat dari Kerajaan 1000 tahun).

Pasal 8

7. HARI RAYA PONDOK

(Imamat 23:33-34)

Selama tanggal 15 sampai 22 bulan tujuh, orang2 Israel harus tinggal da-lam pondok-pondok yang dibuat dari ranting-ranting atau cabang-cabang pohon, dan bersukacita tujuh hari lamanya.

Ini untuk mengingatkan bangsa Israel, bagaimana dahulu nenek mo-yang mereka tinggal di dalam pondok atau kemah-kemah (Tabernakel) se-lama perjalanan mereka di padang pasir, pada waktu mereka keluar dari Mesir ke Kanaan.

Hari raya ini akan digenapkan da-lam Kerajaan 1000 Tahun (Wah 20:4) di mana semua orangberiman yang sudah bangkit/ diangkat akan memerintah bersama-sama dgn Kristus di atas bumi ini. Waktu itu bumi akan dipulihkan kembali menjadi indah, bahkan lebih daripada Eden. Keadaannya sangat fan-tastis bagi pikiran manusiawi dan in-dah, penuh dgn kesukaan dan berkat Allah; tidak ada penyakit, dosa dan akibat2nya, binatang-binatang dan tumbuh-tumbuhan berubah seperti di Eden, dan Allah sendiri ber-sama2 dgn orang2 suci yg akan menjadi pemerin-tahnya. Ini masih di bumi ini, dan kita akan ikut masuk ke dalamnya dgn tubuh kemuliaan. Kesukaan waktu ini tidak dapat diceriterakan, amat heran!

Inilah Garis Besar hari2 raya orang Israel yang sebagian sudah digenapkan, dan sebagian lagi akan digenapkan.

Scroll to Top