MENGAPA PERLU BERSUKACITA DALAM TUHAN SENANTIASA
I. DEFINISI
Orang akan bersukacita kalau Allah ada terus dalam hatinya, sebab Allah itu Surga (bukan tinggal di Surga, bukan yg punya Surga, tetapi Allah itu Surga, sumber sukacita ilahi). Sadhu Sundarsign berkata: Biarpun saya jalan di Neraka, asal dgn Tuhan, itu indah”.
Sebab ia mengerti rahasia ini, bahwa Allah itu bukan tinggal di Surga, tetapi Dialah Surga.
II. SUKACITA DARI ALLAH ATAU DUNIA/ MANUSIA
a. Dari Allah.
1. Luar dalam, dari luar sampai dalam hati, kalau ada Allah, ada suka-cita yg asli,terus ada, bahkan terus sampai kekal Yoh 4:14, menjadi mata air dalam hati kita. Kita masih di dunia, tetapi sudah duduk dgn Kristus di tempat2 Surgawi Ef 2:6 dan punya sumber mata air Surgawi yg memancar terus sampai Surga kekal.
2. Meskipun sikon tidak memung-kinkan. Sebab harap dan percaya pada Tuhan, sungai air hidup itu terus me-mancar, sehingga tetap ada sejahtera dan sukacita, contoh: Kis 16:25.
b. Dari Manusia atau dunia.
1. Yg penting penampilan, sekali-pun hati gelisah, takut, tetapi “topeng-nya” bersukacita. Juga kalau nonton hiburan, ada hadiah, ada lelucon dll itu bisa mengurangi dukacita dalam hati.
2. Kalau topengnya dibuka, kesu-kaan dosa akan haus Yoh 4:13, apalagi kalau ada sikon yg celaka, segala keta-kutan, penderitaan, akan mengua-sainya.
III. CARANYA
PUNYA SUMBER SEJAHTERA
1. Berjalan dgn Tuhan senantiasa dalam kesucian Rom 8:31,37. Tumbuh dalam kesucian Ibr 6:1, jangan ada dosa dimanapun (MAK DSY = di Mana saja, dalam hal Apa saja, Kapan saja, Dahulu, Sekarang dan Yg akan datang).
2. Dipimpin Roh, bukan dipimpin daging, kehendak dan pikiran sendiri Rom 8:14. Terus dipimpin Roh, baik dalam perkara kecil dan besar. Jangan lupa kuncinya yaitu berdoa senantiasa dalam Roh dan hidup benar Yoh 4:23-24. Kita harus menjaga supaya jangan dalam hidup dan sampai dalam hati ada dosa, sehingga hidup menjadi pahit, tawar, kosong, hilang sejahtera dan berdukacita. Baik dgn bicara, sikap, keputusan, tindakan dll, jangan sampai ada dosa apapun, juga dosa dalam hati supaya jangansukacita dan sejahtera dari Allah hilang! Kalau ada Tuhan dan tetap dipimpin Roh, maka sekalipun dalam sikon apapun yg pahit dan dahsyat, akan tetap ada saldo sukacita Yoh 16:22, dan dikawali oleh sejahtera Allah Fil 4:7.
Seperti Paulus, Silas dalam penjara, keadaan makin pahit, belum ada tan-da2 pertolongan Tuhan, tetapi Paulus berdoa dan menyanyi. Kita akan me-nang dgn iman di dalam keadaan apapun. (Nyanyian ada di bawah, 1 untuk terus mengalami dan dikuatkan dgn sukacita, senang, enak, damai sejahtera dari Tuhan).
IV. UNTUK APA PUNYA SUMBER SUKACITA?
Bukan sekedar emosi sukacita, ber-gembira dalam Tuhan, tetapi lebih dari itu, yaitu:
1. Untuk terus mengalami dan di-kuatkan dgn sukacita, senang, enak, damai sejahtera dari Tuhan.
2. Tanda ada di jalan (ril) Tuhan. Ini sangat penting, kalau kita ada di jalan Tuhan, maka akan terus ada sejahtera dan sukacita dari Tuhan Fil 4:4-7. Sejahtera dan sukacita dari Tuhan ini tanda khas bahwa kita ada di ril Tuhan, jangan sampai hilang, kosong, gelisah, pahit, sebab itu berarti (mau) keluar dari jalan dan rencana Allah.
3. Di ril Tuhan kita bisa tumbuh, lebih2 dalam pelayanan untuk makin bertumbuh menjadi seperti Kristus. Kita harus menjadi garam dan terang dunia dimana saja kita berada dalam pelayanan Mat 5:13-16. Kalau kita di jalan Tuhan, ber-sama2 Tuhan, maka kita akan bisa mendengar suara Tuhan dan bisa mentaatinya dgn betul, maka semua pelayanan dan hidup kita akan berhasil dalam Tuhan. Saul tidak bisa mendengar suara Tuhan sebab undur dan Tuhan tidak mau bicara kepadanya lagi lewat siapapun 1Sam 28:6, dan ia binasa sebab tidak mau kembali pada Tuhan, tidak seperti Daud yg bertobat sungguh2, sehingga dipulihkan (orang sombong sulitmengakui dosanya dan bertobat, Saul terlalu sombong, tidak bisa melihat Daud dipakai Tuhan, ia tidak mau bertobat dan binasa). Kita perlu bisa mendengar suara Roh, bu-kan hanya bergembira, tetapi bisa mendengar dan taat akan pimpinan Roh Mrk 4:23. Kalau tidak bisa men-dengar suara Roh, bagaimana bisa taat, akan ngawur dan binasa sebab putus hubungan dgn Tuhan dan serangan2 iblis yg datang dan menyerang!
4. Bersukacita di dalam Tuhan sebagai tanda Tuhan tetap da dalam kita dan ini terus dipertahankan dgn tekun dan setia sampai akhir, sebab tujuan kita adalah masuk Surga kekal. Jangan ambil kesukaan dosa dan dunia, bisa keluar dari ril Tuhan, dunia juga memberi sukacita dosa sesaat. Tetapi semua sukacita dunia dan dosa akan sia2, sebab akhirnya masuk neraka yg penuh dgnsengsara dan dukacita kekal Mat 16:26. Perlunya ada sejahtera dan sukacita dari Tuhan supaya tekun dan setia sampai akhir, sehingga tetap selamat masuk Surga kekal, bukan masuk Neraka. Ikut Tuhan itu jalannya sempit Mat 7:13-14. Sekalipun ada problem, sengsara dan kesukaran, tetap hidup suci, bersyukur dan ber-sukacita dalam Tuhan. Sebab kita bu-kan hanya dapat anugerah selamat, tetapi juga anugerah untuk menderita karena Tuhan Fil 1:29. Penderitaan ka-rena kebenaran itu perlu untuk meng-olah dan menumbuhkan rohani kita, harus sampai lulus, sehingga tetap ada sukacita dan satu kali kelak di Surga itu menjadi mahkota dan kemuliaan kita untuk kekal Rom 8:18, 2Kor 4:17. Menderita karena Tuhan itu untung (bukan karena dosa dan kesalahan), sebab itu mengolah dan menumbuh-kan kita, dan itu untung, sebab rohani kita makin meningkat dan menjadi makin mulia di Surga, indah, bahkan perlu jumlah yan cukup sampai genap supaya bisa terus tumbuh, kalau mau mengalami rencana Allah yg lengkap Kol 1:24.
5. Mengalami rencana Allah dalam hidup kita. Bukan saja selamat masuk Surga, tetapi Tuhan ingin kita jadi sem-purna seperti Dia atau setinggi mung-kin dalam tingkatan kemuliaan Surga-wi.
Kalau kita tetap di jalan Tuhan, diperkenan oleh Tuhan, maka kita akan mengalami rencana2 Allah yg indah dan mulia! Jangan lupa Allah sudah membuatkan untuk setiap anak2Nya (waktu lahir baru) satu set rencana Allah lengkap dari mulai lahir baru sampai menjadi sempurna! 1Kor 12:6, Ef 2:10. Kalau kita keluar dari jalan (ril) Allah (tidak ada sejahtera dan sukacita) kita juga tidak mengalami rencana Allah. Saul tidak taat akan Firman Tu-han, semaunya sendiri, maka ia batal, tidak mengalami rencana Allah dan itu diberikan kepada orang lain 1Sam 13:13 dan Saul keluar dari rencana Allah dan tidak mau bertobat sampai mati, ia binasa!
Juga Gehazi yg jadi hamba Elisa, menipu Naaman untuk mengambil hadiah dari Naaman, ia keluar dari ren-cana Allah justru kena kustanya. Ia tidak mau bertobat sehingga kusta Naaman kena pada Gehazi dan anak cucunya, dan binasa 2Raj 5:26-27. Kalau Gehazi mau bertobat dan me-ngembalikan semua barang tumpas itu, pasti Tuhan mau menyembuhkannya seperti Miryam. Ada banyak contoh2 celaka seperti Yudas, 10 pengintai, Na-dab Abihu dll, sehingga hilang rencana Allah yg mulia dan mereka binasa, kecuali bertobat.
Naaman itu baru mencari Tuhan, kalau tidak mau taat jalan Tuhan yg diperintahkan Elisa, ia tidak mengalami mujizat Tuhan dan binasa jiwanya, se-bab memang tidak kenal Tuhan. Tetapi ia mau merendahkan diri, menurut kata2 anak buahnya dan mandi di su-ngai Yordan, ia sembuh (itu mujizat besar) dan (lebih besar lagi) ia juga selamat kekal, sebab mulai waktu itu ia mau menyembah Allah Isreal yg hidup! Hidup Naaman ituuntung besar, meski-pun ia mendapat kusta, tetapi kemu-dian mencari kesembuhan, ia juga mendapat keselamatan jiwanya!
Sangat penting tinggal tetap dalam ril Allah sepanjang umur hidup kita supaya bisa mengalami rencana Allah. Kalau bisa usahalah se-bisa2nya untuk dapat mengalami rencana Allah seleng-kap mungkin, sehingga mengalami (ka-lau bisa) semua rencana Allah lengkap sampai sempurna. Ini tujuan utama kita diselamatkan (percaya Tuhan Ye-sus), bukan hanya sukacita selalu di dunia, tetapi dapat kemuliaan Allah yg se-tinggi2nya. Untuk itu kita harus:
a. Mengerti, jangan asal selamat, betul itu sudah untung, tetapi rencana Allah adalah rencana yg lengkap sampai sempurna. Padahal untuk itu tidak sulit, asal percaya, terus tinggal di ril Tuhan dan taat dipimpin Roh, maka selain selamat, kita juga akan meng-alami pengolahan dan pertumbuhan, sehingga bisamengalami rencana Allah sampai puncak2nya/ sempurna, atau paling tidak rencana Allah yg setinggi mungkin. Kesempatan ada dan itu mudah, tidak sulit asal mengerti dan mau taat Mat 13:23. Jangan bodoh, tidak mengerti, diremehkan sebab mendua dll. Jangan sampaikalau ber-buah hanya mengalami 30% atau 60%, tetapi kalau bisa sampai 100% meng-alami rencana Allah. Kalau seorang tekun, tetapi hanya mendapat sedikit, ia sudah tumbuh dalam rencana Allah, tetapi tidak penuh, hanya sebagian, mungkin hanya beberapa prosen, hanya sedikit, hanya sampai 30%. Sebetulnya semua orang percaya bisa mengalami lebih banyak dari rencana Allah, itu untung indah untuk kekal, jauh lebih indah dibandingkan dgn kemuliaan dunia yg manapun, sebab itu fana dan habis.
Alexander Agung memberi pela-jaran indah buat rakyatnya, waktu ma-ti, tangannya dikeluarkan dari 2 lubang dari peti matinya supaya semua orang bisa melihat bahwa ia mati tidak membawa apa2 sekalipun ia adalah raja yg paling besar, agung di dunia.
Penjahat yg di salib dgn Tuhan dan bertobat saat terakhir, ia selamat dan masuk di Firdaus, tetapi tingkat yg terendah (sama2 seperti orang2 yg tertinggal dan menderita sebab di-aniaya Antikris tanpa batas 3,5 tahun sampai mati, mereka semua hanya ada di tingkat Mezbah, alat pertama di Halaman). Masih untung bisa selamat, tetapi kosong, tidak ada pahala dan kemuliaan seperti 1Kor 3:15 (orang selamat menerusi api).
Abraham orang yg kaya raya, tetapi tidak mencari kesukaan dgn hartanya, tetapi taat habis2an pada Tuhan, di-suruh pindah seperti orang mbam-bung, tidak tahu kemana, tetapi tetap taat Kej 12:1, Abraham taat, lebih2 waktu disuruh mengorbankan Ishak, juga iatetap taat sampai 100 tahun kemudian, sesudah percaya Tuhan (Kej 12:4; 25:7). Satu kali ia terserandung karena menuruti ketidakpercayaan Sa-rah sehingga mengambil Hagar sebagai gundiknya sehingga timbul kekacauan dalam rumah tangganya turun temu-run. Tetapi sesudah bertobat, ia bisa mengalami rencana Allah sampai ia tumbuh menjadi sempurna, ikut dalam kebangkitan sulung, sangat indah. Buktinya Yoh 8:56.
Yusuf kita harus bisa mendengar suara Roh dan taat dalam setiap (se-mua) peristiwa, sebab kalau kita taat, maka kita akan mengalami rencana Allah yg heran dan ajaib (kecil atau besar), sehingga kita bisa terus diolah dan tumbuh terus sampai sempurna. (Ingat kalau menang dalam pencobaan, kita lolos, lulus dan naik kelas dan kalau terus naik kelas, rohani kita bisa terus tumbuh sampai puncaknya, yaitu jadi sempurna!). Banyak hal dan pencobaan yg dialami Yusuf dari kecil sampai mati umur 110 tahun Kej 50:26. Ia menderita dan mengalami begitu banyak pencobaan antara lain dicintai bapaknya tetapi di iri, dibenci oleh kakak2nya, mau dibunuh kakak2nya, dilempar dalam sumur, dijual jadi bu-dak, masuk rumah Potifar. Banyak pen-deritaan, juga ujian dgn istri Potifar, difitnah dan masuk penjara, banyak sengsara dalam penjara sampai akhir-nya naik jadi wakil Firaun. Banyak hal yg diderita, tetapi tidak dijelaskan leng-kap. Misalnya kehilangan hubungan yg manis dgn bapaknya, sebab besar kasih bapaknya kepada Yusuf, tetapi Yusuf juga sangat cinta kepada bapaknya yg dia pikir akan sangat menderita karena kehilangan dirinya. Ia sangat rindu dan ingin bisa kembali kepada bapaknya. Tetapi dalam segala pergumulannya, ia tetap taat pada pimpinan Roh (tidak pergi minta cuti lalu cari bapaknya, sampai 22 tahun, itu sangat menyiksa-nya dan itu tampak waktu ia memberi nama pertama pada anaknya yaitu Kej 41:51-52.
Ia begitu rindu akan bapaknya te-tapi tidak tahu apa2 tentang bapaknya, juga tidak mendapat kesempatan un-tuk tahu tentangnya apalagi bertemu. Pertanyaan pertama waktu bertemu saudara2nya adalah: Apakah bapakmu masih hidup? Waktu dijawab masih hidup, Yusuf sangat2 bersukacita dan kerinduan untuk bertemu makin me-nyala2, yg selama ini ditahan, sebab Tuhan tidak memberinya kesempatan dan Yusuf taat. Ia menahan kerin-duannya selama 22 tahun sebab taat pada Tuhan, tidak mau melanggar, te-tapi dgn demikian ia mengalami rencana Allah yg besar dan ajaib. Juga nama anak kedua menunjukkan bahwa ia sangat menderita di negeri asing, putus dari ibu (yg sudah mati lebih dahulu) dan bapaknya (masih hidup)
Dari nama2 anaknya, tampak bagai-mana berat ia harus menygkal diri dalam penderitaannya, tetapi ia tetap taat pada Tuhan, seperti duri yg ter-tusuk 22 tahun dan akhirnya baru le-pas. Meskipun demikian, ia tidak be-reaksi dosa, tetap taat dalam kesucian, sebab itu ia mengalami banyak rencana Allah yg indah2 dan ajaib sampai akhirnya, sesuatu yg aneh dibuat Tu-han yaitu tulang2nya dipelihara (orang2 penghulu2 Israel bersumpah mau membawa tulang2nya, kira2 450 tahun kemudian dibawa ke Kanaan, ia hidup 1910 tahun Sebelum Masehi, menurut kamus Alkitab Unger’s) waktu Kristus lahir dan disalibkan di Golgota, baru tulang2 itu bangkit, sesuatu yg luar biasa. Ini peristiwa ajaib terakhir yg direncanakan Allah bagi Yusuf sam-pai ikut kebangkitan sulung, sebab ia jadi orang Wasiat Lama yg sempurna. Ini sebab Yusuf tekun taat dipimpin Roh, hidup di jalan Tuhan, sehingga ia bisa mengalami hampir semua renca-na2 Allah yg dibuat Allah baginya.
Begitu juga kalau kita mau tetap di rilnya Allah (ada sukacita dan sejahtera dari Allah sebab terushidup di ril Allah, ini tanda khas Fil 4:4,7), maka kita akan mengalami rencana2 Allah yg indah, ajaib dan (kalau bisa, se-dapat2nya sampai) lengkap sampai menjadi sem-purna. Sebab itu jangan keluar ril Tu-han. Sebab itu kita perlu mengerti tentang sukacita dan sejahtera Allah, dan memelihara baik2 tanda khas dari hidup di ril Tuhan. Segera kalau ge-lisah, bingung, tidak ada sejahtera dan sukacita, lekas periksa diri dan tanya Tuhan, supaya bisa dibereskan lalu masuk kembali dalam ril Tuhan, sebab dgn demikian kita akan masuk dan mengalami rencana2 Allah yg indah seperti Yusuf, Daud, Abraham dan ba-nyak sekali orang2 yg indah di dalam Tuhan. Juga Musa yg mula2 menolak disuruh Tuhan untuk membawa Israel keluar dari Mesir, ini suatu pekerjaan yg mustahil menurut otak Musa, sebab itu ia menolak. Tetapi sesudah ia “t-erpaksa” menerima dan menjalaninya, ia begitu bersukacita sebab melihat begitu banyak rencana Allah yg indah dan ajaib yg dialaminya dalam ril Tuhan. Misalnya 10 bala di Mesir yg heran dan ajaib (orang2 Israel sama sekali tidak kena, tidak ada air menjadi darah, tidak ada binatang2 jahat dll, juga tidak ada anak sulung yg mati). Waktu keluar dari Mesir dikejar Firaun, mereka terpelihara dgn ajaib oleh tiang awan yg bisa menjadi terang ke arah Israel dan gelap ke arah Mesir sampai tidak bisa maju, apalagi waktu laut Merah terbelah, lalu Israel bisa jalan melewatinya dgn ajaib sekali, tetapi kemudian Firaun dgn tentaranya mati semua dalam laut Merah dalam jalan ajaib itu.Kemudian sesudah itu, setiap hari dikirimi manna, dijaga tiang awan dan tiang api, batu bisa keluar air, juga batu yg dibawa bisa jadi sumber air, luar biasa.
Begitu juga untuk umat Tuhan za-man sekarang, akan ada be-ratus2 pe-ristiwa ajaib yg terjadi kalau kita mau jalan di rilnya Tuhan, ada sukacita yg besar, apalagi nanti kalau masuk dalam Surga kekal, bukan main. Sebab itu Musa rela mati untuk menggantikan Israel yg dibunuh Tuhan, sebab meng-alami rencana Allah yg heran, ajaib, indah dan akan terus bersambung sampai kekal. Begitu indah berjalan dgn Tuhan, sangat ajaib, apalagi nanti di Surga.
Uzia karena kesombongannya dite-gur Imam besar marah sehingga dihu-kum dgn kusta oleh Tuhan, maka ren-cana Allah yg sudah banyak dinikmati sampai jadi sombong dan tidak mau bertobat, hilang semua rencana Allah yg indah2, sehingga mati dalam hukum Allah, dgn kusta. Coba mau bertobat, maka ia bisa dipulihkan seperti Daud yg waktu ditempelak oleh nabi Natan, mau merendahkan diri, bertobat, sehingga diampuni dan dipulihkan.
Sombong itu merusakkan banyak perkara2 yg indah, seperti Lucifer su-dah dapat 9 permata, itu sangat tinggi dan mulia, tetapi sebab sombong, selain jadi nol juga dapat hukuman yg dahsyat untuk kekal! Mengapa? Sebab tidak mau bertobat lagi, cacat sete-rusnya, dahsyat, seperti Saul, padahal Saul termasuk orang yg penuh Roh Kudus yg dalam Wasiat Lama sangat jarang, tetapi sebab sombong dan tidak mau bertobat, terhilang dan ce-laka untuk kekal. Jangan kesempatan hidup di-sia2kan, sebab ini kesempatan satu2nya. Kalau ada salah, masih bisa diperbaiki, seperti Daud. Kalau sudah di Surga tidak bisa bertobat lagi. Se-perti Lucifer dan malaikat2 di Surga, satu kali salah langsung dibuang, tidak ada kesempatan bertobat lagi 2Pet 2:4. Kalau salah, sungguh2lah bertobat se-perti Daud, sehingga masih pulih cukup tinggi dan indah, meskipun tidak sam-pai tingkat sempurna, sebab kuburnya masih ada Kis 2:29; 13:36.
Daud dgn sangat sedih dan hancur hati melihat kejatuhannya meskipun sudah bertobat, ia tidak tahu apa jadi-nya dosa dan pertobatannya. Doa yg khas dari hati yg tidak mengerti tidak tahu apa yg akan datang adalah seperti Maz 51:1-5,8-17. Daud sungguh2 ber-tobat, sehingga ia dipulihkan sangat indah. Tuhan kembali berkenan kepa-danya. Banyak sekali rencana Allah yg kembali padanya seperti tahta Daud, kunci Daud, Mesias anak Daud dll, tetapi “kuburnya masih ada”, ia tidak menjadi sempurna Kis 2:29; 13:36. Sebab itu jangan bodoh berbuat dosa apapun, sebab dosa itu selalu bersam-bung seperti dosa Daud hanya lihat “pornografi”, maka celakanya luar biasa.
Daniel. Dari kecil (children Dan 1:4 KJV) sudah bergumul dalam banyak kepahitan (juga Sadrakh, Mesakh, Abednego). Tetapi ia taat pada Firman Tuhan Dan 1:8. Ia jadi besar tetapi tetap rendah hati dan taat, sehingga dalam banyak sengsara tetap meng-alami rencana Allah yg indah (ia yatim piatu? Orangtua tidak pernah disebut). Ia tekun berdoa tiga kali dalam sehari Dan 6:11-12. Tetapi Daniel tetap taat akan Firman Tuhan lebih dari per-aturan raja, sehingga timbul malape-taka dan mujizat besar. Akhirnya hidupnya amat indah. Ia mendapatkan rahasia akhir zaman yg gilang gemilang dan dapatpahala Dan 12:13. Mungkin Daniel (+ Sadrakh, Mesakh, dan Abed-nego) ikut mengalami kebangkitan su-lung. Mereka hanya melihat celaka yg menunggu, tetapi Allah sudah menye-diakan hal2 yg ajaib. Mereka (dgn akalnya) melihat hal2 yg ngeri dan dahsyat, tidak tahu apa yg terjadi, te-tapi orang yg percaya pada Tuhan dan taat melakukan semuanya, justru meli-hat mujizat yg besar dan heran. Sebab itu jangan takut melihat celaka yg dahsyat, pengalaman ajaib dalam rencana Allah menunggu!
KESIMPULAN
Tetaplah dalam ril Tuhan (dgn tanda2 sukacita dan sejahtera) supaya bisa mengalami sebanyak mungkin rencana Allah yg sudah dibuat untuk masing2 kita, seperti contoh2 di atas, maka kita akan masuk dalam kemuliaan yg heran di Surga, bahkan bisa sampai sem-purna.
Firman Tuhan tidak pernah keliru, dan bicara dgn benar. Kalau dosa Daud dibuka terang2an, tetapi juga sesudah bertobat penilaian tentang Daud juga dinyatakan dgn sebenarnya Kis 13:22. Daud seorang yg sangat berkenan pada Allah. Kalau Daud tidak bertobat sung-guh2, tidak mungkin dikatakan Allah hal2 yg indah tentang Daud. Hasil pemulihannya luar biasa. Firman Tuhan masih menyebutkan Mesias sebagai anak Daud Mat 22:42; 21:9.15, Luk 20:41. Juga banyak orang lain seperti Yusuf, disebut anak Daud Mat 1:20. Apakah artinya Kristus adalah anak Daud? Padahal Daud sendiri memang-gilnya Tuhan? Mrk 12:35-37. Orang2 Parisi tidak bisa menjawab ini, tetapi kita tahu jawabannya. Jawabannya Kristus sudah menjelma menjadi ma-nusia dan jadi manusia seperti kita, seperti Daud dan menjadi turunan Daud untuk menebus manusia dan jadi jalan dan contoh bagi kita Rom 1:3.
Putra manusia Yesus menerima anugerah kunci Daud untuk membuka tahanan.
Orang beriman Wasiat Lama Wah 1:18; 3:7, Yes 22:22. Kalau sudah dikunci tidak ada yg bisa membuka dan kalau sudah dibuka orangnya bisa ke-luar masuk. Inilah kunci anak Daud, Tuhan Yesus yg jadi Pintu Gerbang dari kerajaan Allah. Orang yg sudah penuh dgn Roh Kudus bisa membuka pintu kemah, masuk dalam rencana pena-matan Allah yaitu golongan pengang-katan. Tetapi yg tidak lulus ujian Akhir global, dapat pintu tertutup di belakangnya tidak bisa ikut dalam pengangkatan, tertinggal. Juga Mesias dapat tahta Daud Luk 1:32, dgn orang2 yg masuk dalam Kerajaan 1000 tahun. Harus hidup benar, sebab ada tongkat besi pada tahta Daud. Mengapa yg dipakai tahta Daud, sebab ini kuasa untuk menindak yg salah dan membe-narkan yg taat.
Orang2 yg masuk dalam kerajaan 1000 tahun dapat kesempatan terakhir untuk masuk dalam Surga, yaitu yg lu-lus dalam pemerintahan tongkat besi. Yg tidak lulus, melawan tongkat besi akan ikut berontak dgn iblis dan ten-taranya dari Lubang tanpa Dasar dan dikalahkan, dibinasakan, lalu ikut kebangkitan kedua, masuk dalam Tahta Putih yg Besar lalu ke Tasik api. Wai yg tidak mau ikut dalam rencana Allah yg mulia.
Nyanyian:
Lagu 1
Bersukalah2x, dalam Tuhan senantiasa
Bersukalah2x, bahkan terlebih lagi
Buat apa susah —2x
susah itu tak ada gunanya.
Lagu 2
Marilah bergembira dgn kuasaNya
Atasi s’gala pencobaan yg ada di dunia
Lagu 3
Hanyalah Yesus sendiri,
yg jadi penghibur hati
Harta dunia keindahan,
tidak memb’ri kepuasan,Hanyalah Yesus sendiri.
Lagu 4
Bersuka-suka serta menyanyi
Bersuka karna Allah hidup
ku tak cari duniawi
tapi jalan ke Surga
Sebab kupandang Yesus
ku t’rus bersuka
Lagu 5
Oh heran s’kali,
Turut dalam langkah Yesus
Jalan dalam t’rang hati damai s’nang
Oh heran sekali,
Turut dalam langkah Yesus,
hati damai s’nang.
Lagu 6
Senanglah2x ikut Tuhan senanglah
Senanglah2x s’lalu senanglah
Yehovah Yg memb’ri padaku kuasaNya
Sebab itu ku selalu senanglah
Lagu 7
Senang selalu senang o….
Senang selalu senang
S’lamanya Tuhan sertaku 2x
Senang selalu senang.
Lagu 8
Sukacita yg besar 2x
Juru s’lamat ada dalam saya
S’bab itu kunyanyi trus Haleluya
Lagu 9
O ya senanglah hatiku 2x
Yesus s’lalu besertaku
S’bab itu senanglah hatiku
Lagu 10
Ya ada girang 4x (dalam hatiku 3x)
Ya ada girang 4x dalam hatiku, puji namaNya
O giranglah 2x
Tuhan Yesus amat cinta pada saya
O Giranglah.
Lagu 11
Girang besar Tuhan datang 2x
Hilang sengsara di dalam Surga
Girang besar Yesus datang
Lagu 12
Nanti keliling Tahta Hu
Sorak nyanyilah 3x
Nanti keliling Tahta Hu
Sorak nyanyilah di Yerusalem baru
Lagu 13
Sana Surga yg mulia, ramai dan gembiralah
Pikulan dan tangisan hilanglah,
sana Surga yg mulia
Lagu 14
Sorga 3x mulia —3x—-
Tempat permai dan gembira
Lagu 15
Di seb’rang Sana air mata t’lah lenyap
Di seb’rang Sana damai kekal
Tak ada susah di Seb’rang Sana
S’bab Yesus sertaku se-lama2nya.
