M4646 – Sempurna

Pasal 1. APA ITU SEMPURNA

Sempurna itu top, paling indah, paling ajaib dan kesukaannya tiada taranya!

Untuk dapat memperoleh  gambaran tentang sempurna, maka kita akan melihat sbb:

1. Rencana Allah dari permulaan waktu menciptakan manusia, tujuan-nya adalah membuat manusia yang sempurna seperti Allah sendiri. Jadi sempurna itu seperti Allah, sangat atau terlalu tinggi untuk pikiran manusia. Tetapi ada banyak ayat2 dalam Alkitab yang menunjukkan hal ini, antara lain Mat 5:48, Yoh 10:35, Ibr 6:1.

Jadi manusia yang menjadi sem-purna itu bukan fiksi, dongeng atau lamunan kosong, tetapi sungguh2 ada, sebab ini adalah kehendak dan rencana Allah, ini bukan rencana kosong! Kalau Allah yang merencanakan, pasti ada dan pasti jadi!

Memang di dunia yang penuh dgn dosa, cacat dan kekurangan, tidak ada orang yang dapat membayangkan sedikitpun tentang sempurna dan maha suci seperti Allah.

2. Menjadi sempurna. Ini rencana Allah, pasti jadi. Kita akan melihat 3 pintu dalam Kemah Suci bagaimana tahapan2nya sampai menjadi sempur-na dan  kalau kita bisa mengerti apa ar-tinya pintu2 ini dan bagaimana ha-silnya dari orang yang bisa masuk pintu ini, maka kita akan dapat mempunyai gambaran atau pengertian yang lebih jelas dan dapat mengerti jalannya un-tuk dapat menjadi sempurna. Tahapan2 tsb adalah:

1. Pintu Gerbang = Percaya, orang yang percaya, dari tidak selamat men-jadi selamat. Contoh: Penjahat yang di salib, mau percaya Tuhan dan ber-tobat, itu berarti masuk dari Pintu Gerbang dan ia selamat, hari itu juga ia ada dalam Firdaus (kerajaan Surga tingkat I ~ Halaman) Luk 23:43.

Ini pintu pertama untuk bisa masuk Surga, ini permulaanpaling rendah te-tapi sudah masuk Surga (ini baru tingkat I, Halaman, Firdaus). Untuk masuk Surga, itu saja sudah aneh, mustahil, fiktif sebab tidak ada orang yang masuk Surga lalu bisa bercerita pada orang2 lain yang masih hidup dalam dunia. Pelajaran ada, tetapi pengalaman masuk Surga belum ada, kecuali kalau dipimpin Roh atau mimpi masuk Surga, bisa mengincipi Surga.

2. Pintu Kemah, ini berarti lahir baru dgn tanda bertobat dari dosa, dibaptis dalam air dan Roh, sehingga bisa berdoa dalam Roh dan kebenaran dan hidup dipimpin Roh Rom 8:14. Ini masuk Ruangan Suci, gambaran dari hidup dalam Surga di tingkat II dgn Kristus Ef 2:6.

Ini jauh lebih hebat dari tingkat I, tetapi sampaimasuk Surga tingkat II. Meskipun orangnya masih hidup di dunia, tetapi dalam Roh ia sudah duduk dgn Kristus di Surga. Sangat indah sekalipun masih makan, tidur, nikah dan punya anak2 seperti Henokh dan Musa, tetapi rohnya sudah hidup dalam tingkat2 Surgawi, luar biasa.

Bagaimana model atau contohnya? Banyak sekali. Contoh yang paling ideal adalah kehidupan Putra manusia Yesus di atas muka bumi selama 33,5 tahun, luar biasa. Ini hidup di dunia, tetapi rohnya sudah di tingkat2 Surgawi! Bukan saja Tuhan Yesus, tetapi semua orang yang percaya dan dipimpin Roh, bisa hidup seperti Kristus, tetapi kadang2 tingkatnya naik turun, apalagi kalau berdosa (masih bisa berdosa) maka bentuk hidupnya kembali seperti orang dunia biasa, bahkan jadi batu sontohan dan contoh yang jelek dari iblis yang berkata: Semua itu sia2, tidak ada buktinya, bentuk hidup orang2 yang jatuh dalam dosa, tidak berjalan dalam Roh, tetapi jalan dalam daging, ini hidupnya seperti orang dunia atau orang dosa biasa, bahkan ada yang lebih jahat dari orang dosa yang baik. Memang orang beriman yang hidup dalam tingkat Ruangan Suci itu ada banyak dan setiap kali bisa berbeda, tergantung dari banyak hal dalam hidup masing2. Sebagian tanda2 yang jadi ukuran orang sempurna juga mulaiada dalam orang2 ini, tetapi berbeda tingkatannya satu sama lain, tetapi semuanya indah. Bahkan banyak diantara kita yang mengerti, bisa tahu dan merasakan cara hidup seperti ini, ada sukacita dan sejahtera dari Allah selalu mengawali hidupnya Fil 4:4,7.

Ini jelas tampak dalam kehidupan Paulus. Petrus waktu di penjara (ini sikon yang amat jelek), tetapi mereka tetap sejahtera, sebab rohnya hidup dalamSurga tingkat II (Ruangan Suci) sudah bisa dirasakan dalam tubuh orang yang masih hidup di dunia ini, sebab roh ada dan tinggal dalam tubuh yang fana ini.

3. Pintu Tirai = Lahir sempurna dari Allah 1Yoh 3:9. Orang seperti ini sudah tidak dijamah oleh iblis 1Yoh 5:18. Selain ia tidak lagi bisa berdosa, maka kuasa Allah di dalamnya itu sangat besar dan si jahat tidak bisa dan tidak berani menjamahnya, tidak ada penco-baan dan ia sendiri tidak lagi bisa berdosa. Ini luar biasa, ini hidup yang sempurna seperti Allah.

Bagaimana bentuk, tanda2 dan apa contohnya, mungkinkah kita bisa melihat contoh orang yang sempurna seperti Allah? Tentu tidak mungkin. Tetapi untung kita punya contoh yang (dgn izin dari Allah) kita dapat melihat dari dekat. Siapa? Putra manusia Yesus sesudah bangkit dari kematian!

Sebelum mati Putra manusia adalah manusia seperti kita, betul hidupNya tidak bercacat cela, tetapi masih seperti kita, manusia penuh, anak Maria. Ia tetap perlu makan, tidur, bisa menangis seperti di rumah Lazarus, bisa menderita sakit, apalagi kalau dianiaya, bahkan bisa mati!

Kalau orang sempurna seperti Allah tidak bisa mati! Tetapi sesudah bangkit Ia tetap juga manusia, tetapi manusia dalam tubuh kemuliaan (Fil 3:21), dan seperti Allah dalam tingkat yang sempurna seperti Allah. Sebab itu sesudah bangkit Ia bisa makan (sebab masih memakai tubuh manusia, tetapi tubuh yang sempurna). Ia bisa makan, tetapi makan bukan jadi kebutuh-anNya, tanpa makan Ia tidak lemah dan tidak mati. Tetapi Ia tidak perlu tidur, tidak perlu naik kuda atau ke-ledai, Ia bisa tembus tembok dll, tetapi tanganNya masih ada tanda luka tembus kena paku (ini tanda khas dari Kristus sebagai kwitansi bahwa Ia su-dah melunasi tugas yang harus dibayar untuk menebus manusia 1Kor 6:20; dgn darahNya, semua manusia sudah ditebus lunas). Ia bisa pindah dalam sekejab, bisa naik ke udara di atas tanpa apa2, tidak punya alamat rumah (tidak perlu tidur) bisa tiba2 hilang dari antara murid2 juga dari dua murid yang pergi ke Emaus. Luar biasa. Ini betul2 Allah yang sengaja diberi ke-sempatan untukbisa dilihat, tetapi tidak semua orang di sekitarNya dapat kesempatan ini. Pernah satu kali bertemu maksimal hanya lebih kurang 500 orang bisa melihatNya 1Kor 15:6. Luar biasa!

Jadi orang beriman itu di dalam Kristus, dipimpin Roh, bisa berada dalam 3 tingkatan, yaitu:

1. Tingkat Halaman, orang percaya, dari luar tidak banyak berbeda dgn orang dosa, dari luar tampak sama dgn semua orang lain, tetapi  sudah dibe-narkan; jadi orang benar di hadapan Allah, tetapi dalam rohnya sudah bisa ada dalam tingkatan I Surgawi, tingkat permulaan, dan waktu mati (kalau te-tap setia dan suci sampai akhir hidup) ia langsung masuk Surga, dalam roh (tubuhnya tertinggal sebagai mayat dalam kuburan).

2. Tingkat Ruangan Suci, sama seperti orang dunia lainnya, tetapi ini orang suci, penuh dan dipimpin Roh, sifatnya beda, yaitu hidup dalam ke-sucian sebab oleh kelahiran kembali ia sudah menjadi anak2 Allah, dan rohnya hidup dan makin mirip seperti Allah (ada tingkatan2 pertumbuhan), tetapi dari luar tampak seperti manusia biasa. Tabiat, kemampuan ilahinya, keadaan rohnya lain, makin lama makin sama seperti Kristus, bisa hidup suci, menjadi orang suci selama terus mau taat dipimpin Roh, sekalipun masih hidup di dunia. Ada sukacita dan sejahtera dari Roh Kudus dalam dirinya, ada kasih dan tidak ada dosa (kecuali jatuh dalam dosa, masih bisa berdosa, belum sempurna). Roh Kudus ada di da-lamnya dan selama ia mau terus hidup dipimpin Roh, hidupnya indah seperti Kristus. Rohnya sudah duduk dgn Kris-tus dalam tingkat2 Surgawi, tetapi tubuhnya masih ada di dunia dan masih membutuhkan banyak hal untuk kelangsungan hdiup dari tubuhnya, tetapi semua tetap dalam perlindung-an dan pemeliharaan Allah. Ini betul2 anak Allah, orang suci, tetapi tubuhnya masih hidup dalam daging seperti orang dosa lainnya, tetapi rohnya dgn kuasa Allah menguasai dan mengen-dalikan tubuh ini Gal 5:16-17.

3. Tingkatan Ruangan Maha Suci = orang sempurna. Tubuh orang ini berubah sama sekali menjadi tubuh kemuliaan. Rohnya tetap sebagai anak Allah, tetapi sekarang menjadi sem-purna. Jadi tubuhnya bukan lagi tubuh yang fana, tetapi tubuh kemuliaan, sama dgn tubuh kebangkitan orang benar.

Ini nyata sekali tampak dalam tu-buh Putra manusia Yesus sesudah bangkit. Tidak semua orang bisa meli-hatnya, hanya orang2 yang diizinkan (orang rohani yang ada dalam tingkat Ruangan Suci). Serdadu2 yang menjaga kuburNyapun tidak melihatNya, hanya melihat malaikat2 dan kubur yang kosong! Tetapi orang2 sempurna ini (tingkat Ruangan Maha Suci) masih bisa menunjukkan diri pada orang suci yg masih hidup, dalamtingkat Ruangan Suci, yaitu orang2 suci yang dipimpin Roh. Mereka bisa melihat dan ber-hubungan, interaksi dgn orang2 yang sempurna! Ini jelas diceritakan hu-bungan Putra manusia Yesus yang sudah bangkit dgn murid2 dan banyak orang rohani lainnya sampai lebih dari 500 orang dalam sekali pertemuan.

Prinsip tubuh kemuliaan ini Fil 3:21, itu adalah sbb:

1. Kalau orang beriman mati, roh-nya menghadap Tuhan lalu langsung masuk Surga, tetapi tubuhnya ter-tinggal dalam kuburan. Rohnya ada dalam Surga, tidak bisa kembali ke du-nia dan bertemu orang dunia, sebab ada jurang yang besar dipisahkan yang di Surga dan di Neraka Luk 16-26. Tetapi juga roh orang yang masuk Surga itu dipisahkan dari dunia yang tampak (roh dan Surga tidak tampak oleh mata jasmani manusia).

Kalau dukun Endor “bisa me-manggil” rohnya Samuel dari Surga datang untuk dipertemukan dgn raja Saul, itu bohong (sebab hamba setan tidak bisa memerintahkan nabi dari Surga taat pada dukun setan) ini tipu daya iblis. Itu setan2 yang me-nunjukkan diri seperti Samuel, tetapi itu bukan nabi Samuel 1Sam 28:12-20. Ini juga banyak dilakukan dukun2 dgn macam2 penipuan, se-olah2 orang yang dipanggil itu taat dan pergi ke dukun ini. Tidak mungkin dukun bisa memerintahkan roh Samuel yang di Surga untuk datang. Ini tipu daya kaki tangan setan2.

Roh orang beriman yang masuk Surga (mayatnya masih di kubur), ada di Surga tidak boleh datang ke dunia, apalagi dipanggil hambanya iblis! Contoh Luk 16:27-31.

Jadi roh orang benar yang mati tetap ada di Surga, tidak bisa kembali ke dunia diantara orang beriman. Tetapi kalau mereka sudah bangkit, maka dalam tubuh kebangkitan bisa tampak (dgn izin Allah) oleh orang2 yang masih hidup. Mengapa? Sebab tubuh kebangkitan itu terjadi waktu roh yang di Surga turun dan masuk dalam mayatnya, lalu roh dan tubuh (mayat yang jadi hidup) itubangkit, sehingga sekarang ia bukan hanya roh yang hidup, tetapi juga ada tubuh yang hidup (hidup berarti timbul nyawanya). Inilah  tubuh, nyawa, roh yang bangkit yang tidak bercacat-cela 1Tes 5:23.

Ia punya tubuh, juga punya roh, bisa nyata dalam tubuh (ada di bumi), bisa nyata dalam roh (ada di Surga). Tubuh kemuliaan bisa ada di bumi, bisa ada di Surga dalam tubuh atau dalam roh.

Pengangkatan.Tetapi kalau seorang mengalami pengangkatan, dari tubuh yang fana (tubuh, nyawa yang fana dan roh) langsung berubah menjadi tubuh kemuliaan yang juga terdiri dari tubuh, nyawa dan roh, tetapi tubuhnya bukan tubuh yang fana, tetapi tubuh kemu-liaan, tanpa jadi mayat, langsung ber-ubah menjadi tubuh kebangkitan. Jadi pada waktu pengangkatan, tubuh nya-wa roh tidak terpisah, tetapi semuanya langsung ber-sama2 berubah jadi tu-buh kemuliaan, menjadi  tubuh, nyawa dan roh yang baru seperti Putra manusia Yesus sesudah bangkit. 

Sifatnya berubah sama sekali, tidak terikat hukum2 alam yang fana dll, tetapi seperti tubuh Putra manusia Yesus sesudah bangkit.

Juga ada orang2 yang bangkit dari kubur pada waktu Putra manusia Yesus mati di Golgota Mat 27:51-53.

Mayat2nya langsung bangkit dalam tubuh kebangkitan = tubuh kemuliaan, mereka masuk kota Yerusalem dan banyak orang bisa melihatnya (tentu orang2 tertentu saja yang diizinkan Allah).

Orang2 yg bangkit itu seperti tubuh Putra manusia Yesus sesudah bangkit, bebas dari segala hal, ikatan dan hu-kum2 tubuh yang fana.

Dalam tubuh kebangkitan, keadaan-nya lain dari tubuh yang fana. Juga orang2 yang menjadi sempurna seperti Henokh, Elia dll, pada waktu ia menjadi sempurna, ia langsung berubah men-jadi tubuh nyawa (atau jiwa) dan roh yang baru, seperti pada pengangkat-an, tetapi roh dan tubuh kemuliaannya itu tingkatnya sempurna (sebab jadi sempurna, langsung bisa naik ke tahta Allah).

Jadi orang sempurna seperti Putra manusia Yesus sesudah bangkit dgn tubuh kemuliaan (juga yang bangkit lebih dahulu waktu Putra manusia Ye-sus mati di salib) bangkit seperti ke-bangkitan orang benar, tetapi tingkat-nya sempurna. Jadi tingkat orang sem-purna lebih tinggi dari  orang benar yang bangkit, sebab sempurna itu seperti Allah.

Pasal 2. BAGAIMANA KEADAAN DAN CIRI2 ORANG SEMPURNA ITU?

Sebagian orang suci yang dipimpin Roh bisa melihat dan mengenali ciri2nya, yaitu:

1. Suci, tidak lagi bisa berdosa, sama sekali tidak ada dosa, baik dalam pikiran, juga dalam angan2, rencana, pendapat atau perbuatannya. Tanda yang jelas adalah lidahnya, lidah orang sempurna, tidak lagi bicara salah selamanya Yak 3:2.

Sekalipun bersekutu atau berhubung-an dgn semua yang di Surga dan dgnorang beriman yang masih hidup, mulutnya tidak pernah bicara salah dan juga seluruh hidupnya, tubuh jiwa rohnya tetap suci. 

Di Surga tidak ada seorangpun yang berbuat dosa lagi, sekalipun sebelum Tahta Putih yg Besar/ kiamat masih bisa perang melawan iblis, tetapi tanpa dosa.

2. Hidupnya adalah kasih seperti Kristus. Tidak pernah ada benci atau tidak suka pada siapapun, sekalipun pada orang2 jahat dan yang meng-aniaya Putra manusia Yesus sebelum mati, Ia dianiaya begitu kejam sampai mati, Putra manusia sebelum sempur-na  apalagi sesudah jadi sempurna (Yoh 19:30, berkata sudah genap)dan bang-kit, tidak ada benci, hanya kasih. Memang tetap adil terhadap yg dosa, tetapi tidak mengadili atau menghukum dgn benci, tetapi dgn kasih, kalau masih bisa ditolong, pasti ditolong seperti penjahat yg sama2 di salib.

Inilah orang sempurna, hidupnya adalah kasih, tabiatnya indah, ke-mampuannya besar seperti Kristus.

3. Tubuh manusiawinya sempurna, sehat, tidak ada yang sakit atau cacat, juga  segala bagian tubuhnya, tidak bisa sakit dan tidakbisa mati, tidak ada umur, semua dalam kondisi yang terbaik seperti pemuda usia 20 tahun.

Kalau dahulu dalam tubuh yang fana, tubuhnya cacat, misalnya mata, hi-dung, rambut dll tetapi sesudah bang-kit, (apalagi jadi sempurna), tidak ada yang cacat. Sebab itu Maria Magdalena tidak mengenali Putra manusia Yesus yang ada di depannya, meskipun ia dapat melihatNya dgn jelas, tetapi ia tidak dapat mengenalNya. Bukan saja wajah dan tubuhNya jadi lebih muda (dari 33,5 tahun, tampaknya menjadi lebih kurang usia 20 tahun) dan tidak ada cacat apapun.

4. Tidak berpakaian seperti di dunia. Putra manusia Yesus, semua pakaian-Nya (kain kafan, sapu tangan di mu-kaNya) semua ditinggal di kubur, tetapi tampaknya Ia tetap seperti berpakaian putih (seperti juga malaikat2 Kis 1:10.

Itu tubuhNya bercahaya seperti lam-pu pijar yang bercahaya, tidak tampak spiral yang berpijar, hanya warna putih menutupinya seperti pakai pakaian.

5. Bentuk tubuh seperti orang di dunia (seperti Adam dan Hawa) tinggi badan, punya dua mata, satu mulut, 2 telinga dll tidak berubah.

Kalau tingginya 3 meter, matanya 3, mulutnya 2 dll, maka Maria magdalena akan ketakutan dan lari. Juga tangan dan kakiNya dua dsb seperti Adam dan Hawa (mereka diciptakan Tuhan, sem-purna, tidak ada yang cacat Kej 1:31).

6. Tidak berjenis kelamin seperti malaikat dll, sebab itu juga tidak ada naluri sex, wajahNya bagus, sempurna seperti malaikat.

Adam dan Hawa masih jadi manusia berjenis kelamin dgn segala bagian2 tubuh jenisnya, juga ada hormon kelamin lengkap dll, tetapi sesudah jadi tubuh kemuliaan tidak ada naluri sex, tidak ada segala sesuatu yang berhu-bungan dgn sex. Masih ingat akan suami atau istrinya yg ikut masuk Sur-ga, tetapi sama sekali tidak ada cemburu, iri, sakit hati terhadap orang lain, dan tidak ada naluri sex dan tidak ada dosa sex dan dosa lainnya dalam Surga, tetapi kasihnya sangat kuat dan sempurna seperti Allah lebih dari kasih sex.

7. Tidak terikat hukum2 alam apa-pun, bisa pindah dalam sekejab seka-lipun sampai keliling bumi baru, lang-sung sampai. Bisa duduk dan bersu-kacita duduk bersama atau nyanyi di awan2. Tidak bisa terbakar kulitnya. Bisa tembus tembok atau gunung2, bisa jalan dan duduk2 di dalam air, tidak bisa tenggelam, tidak bisa sakit atau mati.

8. Tidak ada kursus atau sekolah, langsung tahu semua nama, keadaan dll, meskipun masih ada perbedaan tingkat pengetahuannya sesuai dgn tingkat kemuliaan rohani yang ada pada masing2 (itu setingkat dgn tingkat terakhir di dunia), tetapi tahu semua. Di Surga tidak ada tipu daya, tidak ada yang bodoh atau cacat mental.

9. Punya kuasa yang besar, sesuai dgn tingkat rohaninya, tetapi tidak ada perkelahian atau perang, kecuali se-belum Surga Bumi Baru, sebab seperti malaikat perang dgn roh2 iblis, juga dalam perang Harmagedon, perang Gog dan Magog, tetapi sesudah itu tidak lagi ada peperangan sebab yang gelap dan terang sudah terpisah untuk kekal.

10. Bisa bersyukur, bersukacita, sangat puas dalam segala keadaan yang selalu bertambah dgn yang baik, ajaib, indah dan menyenangkan. Di Surga selalu menyanyi bergembira-ria, tidak ada yang lelah/ ngantuk.

11. Bisa bersekutu dgn cinta yang besar (bukan cinta sex atau cinta manusiawi yang seringkali bercampur dgn dosa, bisa benci dgn semua dosa), tidak ada yang sombong, iri, benci, sakit hati, semua ber-kasih2an dgn kasih Kristus.

12. Segala perbuatan, pikiran, peris-tiwa atau barang2 yang berhubungan dgn dosa, semua sudah dilupakan, hilang, tidak lagi teringat, baik orang-nya atau dosanya (1Yoh 1:9, Yes 1:18; 43:25; 44:22). Sebelum kiamat masih ingat dosa2 dan orang2nya lebih2 yang ada dalam Neraka; Sebelum Kiamat dan Tahta Putih yang Besar masih bisa berhubungan seperti Luk 16:23-24. Tetapi sesudah kiamat, semua terlupa sama sekali, bahkan orangnyapun su-dah tidak teringat lagi untuk selamanya 2Tes 1:9. Misalnya suami-istri yg terpisah di Surga dan neraka, sudah terlupa untuk kekal, juga anak-orang-tua dll (di dunia dipisahkan dgn pedang Luk 12:51-53, sesudah kiamat terpisah, keluar dari ingatan Allah dan semua di Surga untuk kekal). Kita semua bisa ber-cinta2an dalam surga dgn kasih ilahi yg suci dan tulus, dan bersukacita bersama, lalu ada begitu banyak keindahan, hal2 baru dan kasih Allah yang luar biasa, semua bersukacita me-muji2 Tuhan terus menerus untuk kekal.

Pasal 3. APA YANG HARUS KITA PERBUAT?

1. Memilih untuk hidup di Surga atau neraka. Tetapi itu hanya bisa ditentukan di dunia dalam tubuh yang fana, sesudah mati tidak bisa berubah. Jangan bodoh dan tertipu setan.

2. Setia sampai mati Wah 2:10. Kalau ada dosa segera bertobat Ibr 3:15. Orang yg percaya, lahir baru bisa hidup suci kalau mau, tidak sampai tertipu setan, kalau mau taat; Allah tahu siapa yang sungguh2 mau dan Roh Kudus datang menolongnya, pasti berhasil dgn Allah.

3. Rohani harus tumbuh maksimal. Kita perlu mengerti hal2 yang kekal sesudah mati, maka seperti keledai Isachar sesudah matanya celik dapat melihat Surga, maka ia bersukacita dan mau pikul salib, mengangkat bebannya dan berhasil dgn Tuhan. Kalau mata celik, pasti hanya maumemilih Surga, kecuali buta (sebab ditipu iblis, dibuta-kan matanya 2Kor 4:4) dan dosa sempurna (dosa tingkat III), tidak mau dan tidak bisa bertobat lagi.

4. Jangan masuk Surganya setan, ke-sukaan berdosa yang hanya seketika oleh dusta dan tipu daya iblis Ibr 11:25.

5. Sesudah percaya dan selamat, beritakan kabar baik ini juga untuk semua orang. Kasihan kalau masuk Neraka. Kalau sudah diberi kabar baik, tetap tidak mau, itu bodoh, buta dan binasa, kita tidak salah sebab sudah memberitahu dan mau menolongnya Yez 33:8-9

6. Dipimpin Roh, tebus waktu. Ef 5:16-18 KJI. Umur kita di dunia ter-batas, kesempatan tumbuh cukup tetapi kalau berdosa apalagi keras hati, habis waktunya, dosa merusak banyak perkara yg baik dan kalau tidak ber-tobat akan binasa Pkh 9:18, 1Raj 6:23, Rom 6:23. Jangan terlambat, sebab dosa ada 3 tingkatan, makin tinggi makin sulit bertobat, buta dan dosa sempurna seperti iblis dan malaikat yang berdosa tidak bisa bertobat lagi 2Pet 2:4, Luk 12:48. Jangan tukar kemuliaan yang kekal dgn kesukaan dosa yang palsu dan pahit Mat 16:26, Ibr 11:25-26. Sebab itu perlu baptisan Roh Kudus Kis 2:38, Ef 5:18, jangan sampai dibutakan oleh tipu daya iblis 2Kor 9:4; 2:11, Yoh 16:13. Jangan lupa mengampuni orang yang bersalah pada kita sekalipun belum mengakui dan minta ampun dosanya, tetap ampuni, tetapi minta pimpinan Roh supaya tidak tertipu lagi, baik dalam hal jasmani dan rohani Mat 10:16.

KESIMPULAN

Rencana Allah membuat kita menjadi sempurna, jangan tertipu iblis. Ren-cana Tuhan terlalu sangat baik. Harus setia sampai akhir. Jangan berdosa, itu membuat orang menjadi mata gelap, tidak ingat, terus dalam dosa, tiba2 mati masuk Neraka kekal. Pikul salib, kita senang dan makin tumbuh makin mulia untuk kekal di Surga!

Nyanyian:

Majulah jalan ke Surga

Scroll to Top