DOWNLOAD FILE PDF CATATAN KHOTBAH IBADAH HARI INI
I. MENGAPA JURU SELAMAT DUNIA HARUS MATI?
Yesus anak Maria yaitu Juru selamat dunia Mat 1:21. Ia adalah manusia sama seperti kita Ibr 2:17-18. Priba-diNya adalah Allah, yaitu Putra Allah 1Kor 8:6, 1Yoh 5;7; Tetapi Ia sudah meninggalkan keilahianNya di Surga Fil 2:7, sehingga pribadiNya Putra Allah, tetapi tanpa keadaan ilahi, melainkan seperti manusia, karena itu bisa mati. Kalau Allah, tidak bisa mati, sebab Dia kekal.
Lalu mengapa Ia harus mati? Sebab:
1. Ia menanggung dosa semua ma-nusia, menjadi seperti Anak domba Allah Yoh 1:29, sebab itu ia menderita sengsara sampai mati sebagai korban tebusan bagi manusia.
2. Ia menjadi contoh dan jalan bagi manusia Yoh 14:6. Orang yang sudah ditebus dosanya jadi orang benar, juga nasibnya seperti Putra manusia Yesus, bisa taat sampai mati, dan kemudian dibangkitkan, kecuali pada penamatan rencana Allah, yaitu waktu pengang-katan, orang yang bersedia tubuh akan mengalami perubahan menjadi tubuh kemuliaan = tubuh kebangkitan tanpa kematian dan langsung terangkat bertemu Tuhan Yesus di udara.
Jadi Putra manusia Yesus mati men-jadi contoh untuk orang2 yang sudah diselamatkan. Dalam proses ke-matian ini kita meniru seperti Kristus, indah, tidak seperti dalam Wasiat Lama belum ada penebusan manusia; mereka ma-suk dalam tahanan di bagian bawah bumi Ef 4;8, Kol 2:15, Maz 68:19.
II. MRK 15:44. PILATUS HERAN
Pilatus heran, Orang ajaib seperti Yesus mengapa bisa mati. Ia sudah mem-bangkitkan orang mati (beberapa), se-gala macam penyakit sembuh, tidak takut pada pembesar2 agama dll, me-ngapa mati?
Bagi orang dunia, kematian itu banyak cerita dan teori2nya, lain dari setiap daerah. Di Pyramid Mesir, pe-makaman kaisar2 di Asia, keyakinan penitisan dll. Rata2 orang menganggap kematian itu celaka, tidak ada yang menganggap itu untung dan bahagia!
Firman Tuhan itulah kebenaran dari Allah Yoh 17:17, sebab itu kita lihat disini Fil 1:21. Kalau hidup untuk Kristus, mati itu untung! Tetapi tidak ada yang berani mengucapkan se-lamat, paling2 mengucapkan: Selamat jalan, sampai bertemu lagi.
III. MENGAPA PUTRA MANUSIA YESUS MATI?
1. Kristus jadi kurban tebusan bagi dosa umat manusia, sebagai Anak domba Allah yang dibunuh karena dosa manusia Yoh 1:29.
2. Apa sebetulnya yang terjadi waktu Putra manusia Yesus mati? Keuntungannya untuk orang percaya sangat banyak. Ia sudah menggenap-kan tugasNya dgn berhasil Yoh 19:30. Roh atau pribadiNya diserahkan kepa-da Bapa langsung.
3. Wah 1:18. Waktu Ia mati, Ia me-rebut kunci-kunci Hades (neraka, di bawah bumi) dan kematian 1Sam 2:6.
SUSUNAN ALAM BERZAKH
Gehena = alam berzakh, atau alam roh, itu terdiri dari dua bagian, yang di atas, yaitu kerajaan Surga dan yang di bawah adalah neraka atau Hades. Diantaranya ada selang (jurang yang besar) yang tidak bisa diseberangi oleh roh2 manusia yang sudah masuk di dalamnya, misalnya dalam Luk 16:26.
Keadaan sebelum Tuhan Yesus mati di salib. Dalam Wasiat Lama (se-belum Golgota) orang mati sekalipun percaya pada Tuhan, dosanya belum dihapus oleh darah binatang, itu hanya “uang muka”, sebab darah binatang tidak bisa menghapus dosa Ibr 10:4,9-10,15. Sebab itu orang Wasiat Lama yang mati tetap masuk dalam tahanan di bawah bumi, yaitu Hades.
Mereka ditahan oleh iblis, sebab dosa2nya baru ditutup darah binatang, tidak cukup, itu hanya seperti uang muka, menunggu penggenapan dilu-nasi oleh darah Yesus Ibr 10:4. Mereka ditahan disini, tetapi tetap dalam pengawasan Allah (Dia bisa ke mana2 juga masuk dalam hadiratNya sampai dalam neraka, menguasai seluruh Ne-raka dan iblis. Pasti orang2 ini tidak disiksa, tetapi menunggu lama sejak Habil mati sampai Tuhan Yesus mati di Golgota. Ini keadaan yang ada sebelum Tuhan Yesus mati. Mungkin iblis me-nakut2i, kalau tidak dibayar lunas (andaikata Tuhan Yesus tidak jadi di salib), maka semua ini dirampas iblis jadi miliknya, sebab semua yang dosa ada dalam tangan iblis.
Keadaan waktu Tuhan Yesus mati di salib.
1. Kepala ular diremukkan di atas salib Kej 3:15.
2. Dosa itu dihapus (dibayar lunas dgn darah Kristus 1Pet 1:19, 1Kor 6:20.
3. Iblis sudah kalah, lalu kunci maut dan alam maut dirampas (Wah 1:8), dan melepaskan semua tawanan yang ada tanda darah binatang.
Dalam Ef 4:9 Tuhan Yesus turun ke tempat yang di bawah (Hades) tempat tahanan orang2 Wasiat Lama.
Lalu Ia yang sudah mengalahkan iblis Kol 2:14-15 membawa semua orang itu ada dalam tahanan di bawah bumi ini (1Pet 3:19) dibawa naik ke Surga Ef 4:9. Bayangkan berapa juta (atau miliar) orang Wasiat Lama yang bersukacita dibawa naik ke Surga.
(Kecuali Abraham, juga Yusuf, Ayub, Lazarus dll orang Wasiat Lama), tetapi tidak ditahan di Hades, sebab mereka mencapai tingkat yang sempurna da-lam zaman Wasiat Lama, tetapi belum bisa bangkit, sebab tubuhnya masih dikubur, masih tertahan karena lahir dalam dosa, misalnya tubuh Musa jadi rebutan (antara iblis dan Michael, Yud 9) sebab Musa bersalah di air Meriba dan mati, tetapi rohnya tetap masuk Surga, lalu tubuhnya direbut Michael, sebab itu kuburannya tidak ada lagi. Tetapi yang lain sseperti Yusuf, Ayub dll mayatnya menunggu kematian Putra manusia Yesus di Golgota, baru bangkit (kebangkitan sulung). Sebelum Putra manusia Yesus mati, Abraham sudah ada di Surga dan bersukacita melihat Putra manusia Yesus di dunia Yoh 8:56.
Orang dosa yg tidak percaya Tuhan, seperti orang Israel, waktu mati rohnya masuk Neraka dan disiksa dgn dahsyat oleh iblis dan setan2 (2Sam 22:6, Maz 8:5/ 116:3, Ams 5:11, Luk 16:23).
Sesudah Golgota. Sejak penebusan oleh darah Yesus, mati bagi orang beriman jadi sangat indah dan berarti sangat besar, sebab itu Firman Tuhan berkata: Sekalipun ada perpisahan waktu ada kematian, jangan terlalu berdukacita ber-lebih2 1Tes 4:13.
Jadi orang yang mati dalam Tuhan dan tetap setia dalam kesucian sampai mati, maka tidak lagi ke Hades tempat tahanan iblis, tetapi rohnya langsung menghadap Tuhan Ibr 9:27 lalu diba-waNya dalam Surga yang sekarang, sukacita amat besar (1Tes 4:14), sudah bisa menikmati Surga (seperti Abraham sudah di Surga, sejak Abraham mati). Ini tempatnya roh orang2 benar, sangat indah, sudah bisa menikmati Surga Ibr 12:23. Sebab itu Fil 1:21-23 Paulus berkata: Hidup untuk Kristus, mati itu untung, dan langsung me-nikmati Surga 2Kor 5:8. Tetapi orang beriman kalau hidup dalam dosa se-perti Saul, Yudas dll waktu mati tidak bisa masuk Surga, sebab berakhir dalam dosa dan masuk Neraka. harus bersih dari dosa (Wah 21:27), sebab itu kita harus selalu siap untuk meng-hadap Tuhan Amos 4:12. Hasil pene-busan Tuhan Yesus sangat luar biasa. Andaikata Putra manusia Yesus tidak mati (tidak mungkin, rencana Allah pasti jadi, ini hanya untuk pengertian kita), maka orang dalam tahanan iblis akan dikuasai penuh dan disiksa dalam neraka seperti yang lain, bahkan sam-pai kekal. Tetapi rencana Allah tidak mungkin batal, Kristus sudah jadi kor-ban tebusan, sudah genap, sehingga semua yang percaya sudah langsung masuk Surga!
Sesudah kiamat dan Tahta Putih yang Besar. Semua orang dosa bangkit, masuk Tahta Putih yang Besar, diadili langsung dapat hukumannya dan masuk dalam Tasik api (Antikris dan nabi palsu sudah disini, juga iblis se-sudah perang Gog dan Magog dilempar ke Tasik api, semua orang dosa ada disini untuk kekal.
Sesudah Tuhan Yesus bangkit masih melayani selama 40 hari di bumi, ini pelayanan orang sempurna lalu naik ke Surga, duduk di sebelah kanan Allah Bapa, kembali sebagai Putra Allah, tetapi tetap punya tubuh kemuliaan, tetapi Mereka bisa berada di mana2. Firman Tuhan dalam kita itulah Kristus yang nyata dalam hidup kita, juga Roh Kudus terus tinggal dalam semua orang yang sudah dibaptis dgn Roh dan Allah Bapa tetap dgn rencana hidup yang sempurna, membimbing orang percaya untuk bisa mengalaminya supaya tum-buh sampai sempurna kalau taat di-pimpin Roh.
Lalu bagaimana orang yang mati?
1. Semua orang berdosa, waktu mati langsung menghadap Tuhan Ibr 9;27, dan masuk Neraka, dijemput setan2. Tidak bisa keluar lagi, meskipun masih dalam roh. Sesudah bangkit (hanya satu kali pada hari kiamat) baru rohnya kembali ke dalam mayatnya, bangkit menjadi tubuh kebangkitan orang dosa yaitu bangkai hidup yang kekal, ulatnya tidak mati dan apinya tidak bisa padam Mrk 9:43-44.
2. Orang beriman ada dua macam, yaitu yang setia sampai akhir, tetap dalam kesucian, masuk Surga dalam tingkat2 kemuliaan yang tidak sama, dari tingkat Halaman, Ruangan Suci dan Ruangan Maha Suci (ini golongan besar), masing2 masih ada perbedaan2 tingkatnya.
Orang beriman yang undur, ber-balik, berakhir dalam dosa akan masuk dalam Neraka seperti orang dosa, sebab dosa tidak boleh masuk Surga Wah 21:27, sebab itu harus setia sampai akhir Wah 2:10. Ini seperti Mat 7:21-23. Sayang sekali, sudah mulai merasakan Surga dalam hatinya, penuh sukacita dan sejahtera, tetapi kembali menurut daging, dunia, ditipu iblis dan hilang keselamatan yang kekal. Jangan bodoh! Mat 16:26.
Keadaan orang2 dalam Surga.
Surga yg sekarang, yaitu Surga Bumi Lama akan berakhir sesudah kiamat dan menjadi Surga Bumi Baru untuk kekal.
Orang yang mati dalam Tuhan itu langsung masuk Surga sekalipun dalam roh (tubuhnya jadi mayat dalam kubur, nyawanya lenyap. Waktu kebangkitan, roh kembali dalam tubuh, tubuhnya jadi hidup = bernyawa).
Roh kita itulah pribadi kita dan tubuh yang hidup (tubuh dan nyawa) ini hanya kurungan atau tempat kita untuk sementara di dunia, dgn banyak kekurangan dan cacat. Waktu mati, roh (pribadi kita) masuk Surga. Jadi orang yg mati dalam Kristus langsung meng-alami Surga yang sangat2 indah. Sungguh tidak dapat dibayangkan. Kalau kita tinggal dalam gubuk, lalu tiba2 dipindahkan ke dalam istana dan istananya jadi milik kita untuk kekal, bagaimana rasanya? Ini tidak mungkin dalam dunia, tidak bisa dibayangkan. Masuk Surga itu lebih dari ini, memang sangat2 mengagumkan dan sukacita.
Di Surga masih ada perasaan hati sedih sementara sebab melihat kekasih2nya di dunia menangis di dunia, karena merasa orang yang mati itu celaka (di dunia tidak ada orang yang mati lalu dikatakan untung, tetapi semua yang mati itu selalu dianggap celaka). Tetapi di Surga orang2 beriman mengerti bah-wa ini anugerah Tuhan, tidak terlalu susah untuk kekasihnya yang masih hidup, tidak sampai menderita, putus asa atau kecewa, sebab sudah meng-alami sendiri Surga yang luar biasa indahnya. Juga Tuhan Yesus di Surga akan terus mendoakan mereka yang di dunia, supaya bisa hidup dgn betul, sehingga bisa mengalami hal yang sa-ma dgn kita bahkan bisa mencapai tingkatan2 yang lebih tinggi. Orang yg masuk Surga bisa terus berdoa syafaat dgn sejahtera dan penuh pengharapan, untuk orang2 yang ditinggalkan, tetapi keadaannya betul2 Surga! Bisa melihat Tuhan Yesus, Allah Bapa, Roh Kudus dalam kemuliaanNya, dalam ukuran yg sesuai dgn tingkatan rohaninya ma-sing2. Tetapi keadaan Surga, malaikat2 dan keindahannya itu luar biasa. Kalau Tuhan membuat bumi (yg akan masuk keranjang sampah kiamat itu sudah sangat indah, ajaib, heran, belum dgn macam2 keajaiban dunia, ilmu alam, Ai, kimia, botani dll. Apalagi di Surga bukan main. Kita sudah bisa langsung menikmati habis2an, luar biasa.
Juga bisa melihat Neraka (seperti Abraham bisa melihat Neraka dan masih bisa berhubungan, sekalipun tidak bisa pindah tempat seperti Luk 16:24. Sangat mengerikan, tetapi kita tidak ngeri sebab 100% tidak bisa ma-suk neraka, 100% tetap di Surga untuk kekal, sangat indah. Nanti sesudah kiamat dan semua diganti (Surga Bumi Lama diganti Surga Bumi Baru) dan neraka diganti Tasik api, semua kekal, baru putus hubungan sama sekali antara Surga Bumi Baru dan Tasik api, tidak bisa lagi ada hubungan sama sekali 2Tes 1:9. Dijauhkan mutlak artinya tidak ada hubungan sama sekali. Sekarang di Surga masih bisa berdoa dan menangisi kekasih2 yang hidup di dunia dalam keadaan jelek (kalau di Neraka tidak bisa didoakan lagi, sudah terlambat),tetapi di Surga Bumi Baru tidak lagi ingat. Semua ingatan dosa dan ingatan dgn orang2 dosa lain sudah dihapus sama sekali Yer 31:34, Yes 43:25.
Sungguh keadaan yang tidak bisa diduga, terlalu tinggi dari apa yang bisa kita pikirkan atau ceritakan. Apalagi sesudah jadi Surga Bumi Baru dgn Yerusalem Baru turun dalam bumi baru (ada bumi baru, Surga baru dan Yeru-salem baru Wah 21).
Tempat orang2 suci di Surga ber-beda2, tergantung tingkat rohaninya waktu terakhir di dunia),tetapi tetap bisa bersekutu, hanya tetap ada per-bedaan tingkatan untuk kekal. Sebab itu di dunia jangan berhenti untuk tumbuh, tumbuhlah lebih dari semua yang indah lainnya di dunia (gelar, juara, harta, kesukaan yang fana dll) itu semua hanya sementara di dunia saja Mat 16:23tidak bersambung di Surga seperti orang kaya yang masuk di Neraka, ia tidak kaya lagi, tetapi lebih celaka dari pengemis Luk 16:23. Sebab itu orang yang mengerti, berani ber-nyanyi: “Biar saya miskin di sini, tapi mulia di Surga” dst. Ayub bukan hanya menyanyi, tetapi juga mengalami, juga Yusuf anak Yacob dll.
Tanda2 hidup di Surga:
1. Identitas tetap, tidak berubah, tetapi cacat dan celaka sudah tidak ada, semua sudah sempurna. Tetap sadar akan dirinya, keadaan Surga dan sekitarnya.
2. Langsung mengerti semua ke-adaan, baik jasmani (kalau sudah pakai tubuh kemuliaan) dan rohani tahu semua sesuai dgn tingkat rohani yang terakhir waktu di dunia.
3. Tidak perlu ajar kenal, belajar keadaan setiap tempat dan keadaan lain2nya, langsung semua tahu dan bisa menikmatinya.
4. Sangat bersukacita dgn penuh, tidak bosan, semuanya selalu baru, untuk menikmati pengertian yang kita dapat saja sudah terlalu banyak. Misalnya di Surga kita langsung kenal dgn orang2 semuanya mulai dari Habil dan semua orang generasi kita sampai nanti yang akan datang, juga dari semua Gereja dan tempat di dunia. Di surga jadi satu tubuh Kristus seluruh Surga dalam kesucian dan kasih (juga dalam dunia pada akhir rencana Allah, Gereja akan bersekutu secara global jadi tubuh Kristus global Wah 12:1).
Di Surga sekarang masih bisa susah, tetapi terbatas, tidak sampai putus asa dan kecewa. Susah sebab melihat saudara2 kita tidak mau masuk surga Kis 9:4-5.
Waktu di Surga kita tidak bisa turun kembali pada mereka seperti yang di-minta oleh orang kaya kepada Abra-ham Luk 16:27,30. Sebab itu pakai ke-sempatan di dunia sekarang, kesem-patan itu lebih efektif dan lebih baik (sebab bisa tatap muka dgn orang2 yang fana) itu tidak ada lagi di Surga. Cari dan tolong mereka jangan sampai binasa di neraka. Tuhan Yesus sendiri juga terus berdoa syafaat bagi kita, juga Roh Kudus, tetapi masing2 kita harus ambil keputusan sendiri2 Luk 12:57. Kita bukan mesin, jadi harus ambil keputusan! Waktunya terbatas, apalagi kalau sudah mau habis jatah hidupnya (orang di dunia biasanya tidak tahu).
Jangan lupa, sesudah kiamat keadaan sangat berbeda, sebab Surga Bumi Baru tidak bisa lihat, tidak bisa berhubungan, mengingat, dgn semua orang yang di Tasik api, semua sudah dilupakan, hanya ada persekutuan di Surga Bumi Baru dalam kasih dan su-kacita Surgawi diantara orang2 yang masuk surga. Yang di neraka sudah dilupakan sekalipun suami-istri sendiri! (Dalam Surga tidak lagi ada jenis kelamin, sex dll, semua jadi hubungan ilahi yang suci, murni, kasih dan sangat indah untuk kekal.
5. Keadaan di Surga dan Tasik api, tidak bisa pindah atau berubah lagi. Sebab itu jangan sia2kan kesempatan hidup di dunia.
KESIMPULAN
1. Hidup terus dalam kesucian dan meningkat terus, kalau bisa sampai sempurna Ibr 6:1,19.
2. Lekas tolong keluarga dan orang2 sekitar yang belum percaya, jangan sampai terlambat, supaya mereka selamat. Tiga angka kedatangan Tuhan harusdigenapkan, sebab ini kehendak Tuhan untuk menyelamatkan sebanyak mungkin manusia. Selagi hidup pakai kesempatan ini baik2, ini adalah ke-sempatan yang lebih besar daripada waktu di Surga, sebab itu tolong injili orang2 di sekitar kita Luk 10;27 supaya sebanyak mungkin selamat dan tum-buh maksimal.
Jangan takut mati, itu ditentukan Tuhan. Tuhan lihat kalau masih bisa meningkat, maka Tuhan memberi waktu lagi.
Kematian itu bisa biasa, bisa ajaib seperti Elisa, tetapi yang paling penting bersedia, sebab ini untuk vonis Surga dan Neraka, juga ukuran kemuliaan yg kekal. Jangan lupa dosa itu merusakkan banyak perkara yang baik, istimewa rencana Allah yang indah Ams 8;26, Pkh 9:18. Kalau toh berdosa, segeralah bertobat Ibr 3:15. Jangan takut mati, asal hidup berkenan sebab Tuhan yang menentukan, tidak pernah keliru. Ingat Nebukadnezar dan Belsyasar. Kita tidak tahu saat penamatan itu, sebab itu selalu bersedia baik2, sekaligus bisa tumbuh makin cepat Amos 4:12. Sesudah mati, kesempatan habis!
Nyanyian:
Jika mati pergi mana,
Surga atau Neraka.
