SX-768 Kasih Tuhan Selama-lamanya

Salam Sejahtera dalam kasih Tuhan kita Yesus Kristus.

Dalam kesempatan kali ini kita bersama belajar sedikit dari kebenaran Firman Allah berjudul “Kasih Setia Tuhan selama-lamanya”, yang berarti tidak akan pernah ber-henti ataupun berakhir. Kasih setia ini jika dipecah men-jadi kasih dan setia Tuhan.

Dapatkah kita memahami bahwa kasih Tuhan itu tak per-nah berakhir juga kesetiaanNya tak pernah berhenti bagi kita? Sekalipun persoalan kita masih dalam proses pe-nyelesaian oleh Tuhan. Di saat menghadapi permasala-han dan rasanya jalan buntu, tak tahu bagaimana meng-hadapi masalah tersebut, dari mana datangnya pertolo-ngan, apalagi di saat sendirian, kapankah selesainya. Di dalam Firman Allah kita menemukan Terang yang akan menuntun kita, mengarahkan kita, menasihati, menghi-burkan hati, menguatkan, bahkan menyatakan apa yang Tuhan kehendaki dalam hidup kita ini.

Mazmur 18:6(18-7)(TB), Mazmur 30:2(30-3)(TB)

Mazmur 30:8(30-9)(TB). Dalam TB Edisi 2 tertulis: “…aku memohon belas kasihan”. Datang pada Tuhan meren-dahkan hati minta tolong pada-Nya, mohon belas ka-sihan Tuhan. Apakah Tuhan mendengar dan mengetahui persoalan yang kita hadapi?

Mazmur 31:7(31-8)(TB), Mazmur 118:21(TB).

Tuhan sangat mengetahui kesusahan kita semua.

Jadi carilah Tuhan dan kekuatanNya, carilah wajahNya senantiasa. 1Tawarikh 16:11 (TB). Mencari Tuhan yang memiliki kuasa tak terbatas di dalam doa dan Firman Tuhan. Juga tertulis bahwa mata Tuhan tertuju pada orang yang takut akan Tuhan, kepada orang yang berha-rap akan kasih setiaNya,untuk melakukan apa? Untuk melepaskan jiwa mereka dari maut dan memelihara hi-dup mereka pada masa kelaparan!! Maz 33:18-22 (TB).

Firman Tuhan itu benar dan memberikan kekuatan dan pengharapan bahwa janji-janjiNya ditepati oleh Tuhan sendiri yang telah berjanji dalam FirmanNya.

Mazmur 12:6-7(12-7, 12-8) (TB)

Janji-janji Tuhan murni, tak ada kepalsuan di dalamnya. Sudah teruji dan Tuhan sendiri yang menepatinya, seka-lipun nampak mustahil, sebab tak ada yang mustahil bagi-Nya, juga bagi kita yang percaya. Coba kita lihat kembali dalam janjiNya, sesungguhnya betapa besar ka-sih setia Tuhan seperti tertulis dalam: Maz 32:10 (TB). Dalam Terjemahan Lama tertulis: Orang yang harap Tu-han itu dikelilingi dengan kemurahan!! Amin, Puji Tuhan.

Mazmur 32:10 (TL). Marilah kita perhatikan ayat-ayat Firman Tuhan yang berkuasa membangkitkan kembali iman percaya kita yang istilahnya loyo, tak berdaya, sam-pai kita mengalami apa yang telah Tuhan janjikan pada kita. Matius 12:20-21 (TB). Yang lemah, tak berdaya, pu-tus pengharapan tidak akan dibiarkan Tuhan tetap da-lam kondisi seperti itu… Maz 57:2(57-3)(TB). Dalam TB Edisi 2 tertulis: “…, kepada Allah yang akan menyelesai-kannya bagiku”

Perhatikan pula yang tertulis dalam: Mazmur 17:6-7 (TB)

Mazmur 85:7(85-8)(TB). Dalam TB Edisi 2 tertulis: “… dan berikanlah kepada kami pertolonganMu” Tuhan akan menjawab seruan kita kepada-Nya dan bahkan akan mempertunjukkan kasih setiaNya pada kita.

Percayakah anda akan hal ini? Segala sesuatu Tuhan ker-jakan dengan kesetiaan, sampai tuntas sempurna, tak setengah-setengah.

Mazmur 33:4 (TB). Dalam Terjemahan Sehari-hari ditu-liskan: “Karena semua firman Allah benar dan semua yang dilakukanNya SEMPURNA”. Betapa beruntungnya dan bahagianya kita memiliki Bapa yang begitu me-ngasihi kita!! Filipi 1:6 (TL) 

Tuhan yang sudah memulai, Ia pulalah yang akan me-nyelesaikannya. Amin.

Mengapa saya menuliskan hal-hal tersebut di atas? Apa faedahnya? Karena kita amat perlu mengenal Bapa kita, Tuhan kita Yesus serta peran Roh Kudus di saat-saat kita menghadapi problem, apalagi jika berkepanjangan, di saat-saat menantikan Tuhan menyelesaikan permasa-lahan kita. Kita benar-benar harus percaya betapa besar kasihNya pada kita, kesetiaanNya akan janjiNya, segala sesuatu dikerjakanNya dalam kesetiaan, dengan sempur-na, tuntas, tidak setengah-setengah. Hal ini kita ketahui melalui FirmanNya. Kebimbangan, kekuatiran, bisa mun-cul mengganggu kita, tapi ingatlah yang dikatakan da-lam: Maz 42:6 dan Maz 43:5, yang menguatkan kita.

Di saat merenungkan FirmanNya, Roh Kudus mengajar ayat-ayat FirmanNya seolah-olah berbicara secara khu-sus pada kita, yang menyatakan bagaimana kondisi hati, pikiran serta membangunkan iman kita yang sedang lo-yo, lemah. Marilah kita lanjutkan apa yang tertulis di da-lam Mazmur pasal 107

  1. Di dalam Maz 107:4-9. Ada orang-orang yang tersesat di padang belantara, tak menemukan pemukiman pen-duduk, jalan yang sunyi, lapar dan haus, jiwa mereka letih lesu. Mereka berada dalam kesulitan yang mengan-cam nyawa mereka. Namun di saat mereka berseru pada Tuhan dalam kepicikannya, maka Tuhan melepaskan me-reka serta membawa mereka menempuh jalan yang lu-rus, betul, sampai ke kota pemukiman. Firman Allah tuliskan, biarlah mereka bersyukur kepada Tuhan karena kasih setiaNya dan perbuatan2Nya yang Ajaib terhadap anak2 manusia. Jiwa yang dahaga dipuaskanNya dan jiwa yang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan.
  2. Maz 107:10-16.Di sini dituliskan orang-orang yang duduk di dalam gelap dan kelam,terkurung dalam be-lenggu besi yang menyiksa, karena memberontak terha-dap perintah2 Tuhan serta menista nasihat Tuhan. Se-hingga mereka masuk dalam kesusahan dan tak ada yang menolong. Akhirnya mereka berseru-seru pada Tuhan, tentu menyadari kesalahan2 mereka dan ber-tobat. Akhirnya Tuhanpun menolong mereka. Biarlah mereka bersyukur pada Tuhan karena kasih setiaNya dan karena perbuatan2 Tuhan yang Ajaib terhadap mereka.
  3. Maz 107:17-22.Ada orang bodoh yang menderita ka-rena pelanggaran mereka dan karena kesalahan2 mere-ka. Sehingga mereka muak terhadap segala makanan dan sudah sampai pada pintu gerbang maut. Berseru-serulah mereka kepada Tuhan di dalam kesukaran mereka dan akhirnya Tuhan menyelamatkan mereka.

Tuhan menyampaikan FirmanNya dan menyembuhkan mereka, meluputkan mereka dari kematian. Tentu me-reka harus menyadari kesalahan2nya dan mengakui ser-ta bertobat. Firman Tuhan tuliskan biarlah mereka juga bersyukur pada Tuhan karena kasih setiaNya serta per-buatan2 Nya yang Ajaib terhadap mereka. Biarlah juga mempersembahkan korban Syukur dan menyaksikan perbuatan2nya dngan sorak sorai.

  • Maz 107:23-32.Menuliskan orang2 yang mengalami kesukaran2 dalam perdagangan yang sampai membuat mereka kehabisan akal, pusing, tak ada jalan keluar, tidak pertolongan. Namun di saat mereka berseru-seru pada Tuhan, maka mereka dilepaskan dari kesukaran-nya. Biarlah mereka bersyukur karena kasih setia Tuhan dan karena perbuatan2 Nya yang Ajaib bagi mereka.

Biarlah mereka menyaksikan pertolonganNya dihada-pan umat Tuhan dan memuji-mujiNya.

Coba kita perhatikan, semuanya, disaat mengalami kesu-karan, mereka datang dan berseru-seru pada Tuhan, ma-ka Tuhan menunjukkan kasih setiaNya serta perbuatan-perbuatanNya yang Ajaib. Inilah sifat Tuhan yang me-miliki kasih dan kesetiaan yang amat besar serta kuasa-Nya yang luar biasa untuk menolong, menyelesaikan ma-salah kita. Bersama Tuhan, maka Tuhan pun menopang kita, serta menyelesaikan permasalahan kita dengan sempurna. Bapak/ibu yang dikasihi Tuhan, melalui pela-yanan kali ini kami ingin saksikan, bagaimana sangat be-sarnya kasih setia Tuhan, dimana kasih dan kesetiaan-Nya ditunjukkan-Nya dalam saat-saat menghadapi ma-salah dalam kesehatan tubuh kami. Dimana hari demi hari Tuhan menopang kami dengan FirmanNya dan Roh Kudus yang menolong kami sekeluarga. Firman-Nya se-cara lisan maupun tertulis menerangi langkah-langkah kami. Mazmur 119:105 (TB).

Kejadiannya bermula pada pertengahan januari 2026, di-mana istri saya merasa sakit di bagian pinggangnya,rasa nyeri dan panas, sering buang air kecil, akhirnya diperik-sa di dokter urologi dan di usg, hasilnya kandung kemih tidak apa2 dan ada miom di kandungannya. Diperkirakan miom ini menekan kandung kemih sehingga ingin buang air kecil. Kemudian periksa lagi ke dokter kandungan,di usg lagi hasilnya kandungan turun sedikit dan ada miom yang sama,disarankan kandungan di ring untuk menahan kandungan tidak turun dan sudah ditentukan 5 hari lagi dilaksanakan, ringnyapun dipesan dan biaya semua di beresin, namun kami batalkan, karena ragu dan ingin ta-hu apa yang sebenarnya yang terjadi. Sejak awal kami memeriksa diri dan bergumul dalam doa, dan mohon kemurahanNya untuk berfirman walau hanya sepatah kata saja. Dan suatu saat, ada kesaksian yang keluar dari dalam hati istri saya yang berkata: “Pelan-pelan mem-baik”. Tentu harus dicek apakah dari Tuhan atau dari diri sendiri. Akhirnya kami putuskan chekup di Kuala Lumpur dan Singapore. Di Kuala Lumpur istri saya pertama perik-sa tiroidnya, karena sudah sekitar 48 tahun dioperasi, jadi ingin tanya apakah harus makan obat atau tidak, sekalian ingin tahu kondisi kelenjar tiroidnya. Oleh dok-ter disuruh usg dan periksa darah, karena menurut dok-ter bisa kambuh. Ok, hal itu dilaksanakan. Setelah itu periksa ke dokter jantung, disuruh periksa jantungnya dengan ultra sound, ekg, dan treadmill. Hal inipun dilak-sanakan. Hal yang mengherankan, setiap kali menunggu panggilan untuk diperiksa, saya tiba2 berbahasa lidah memuji kebesaran Tuhan, disetiap dokter yang dikunju-ngi untuk diperiksa. Sewaktu besoknya menghadap dok-ter tiroid, dengan tersenyum 2x ia bertanya: sudah bera-pa tahun ibu tidak makan obat untuk tiroidnya? Dokter-nya heran, karena menurutnya bisa kambuh kembali. Istriku jawab sudah sekitar 48 tahun tidak makan obat, dan hanya pernah kambuh waktu covid. Dokternya de-ngan senyum terheran-heran mengatakan: ibu tidak usah makan obat tiroid, hanya 3 bulan sekali control di Surabaya. Sewaktu istriku kena tiroid dan rohaninya saat itu menggebu-gebu minta Tuhan sembuhkan, namun akhirnya di operasi, namun Tuhan jaga dan pelihara se-hat tiroidnya sampai kini selama 48 tahun. Luar biasa Tuhan kita, memperlihatkan pemeliharaanNya yang luar biasa ajaibnya. Selanjutnya di dokter jantung hasil ultra sound, ckg, bagus, hanya di grafik hasil treadmill ada satu blok di mana grafiknya menurun sedikit, diperkira-kan ada penyempitan di pembuluh darah jantung. Untuk kepastiannya di kateter atau di ct scan. Jika di kateter, ada yang buntu langsung di ring. Akhirnya di putuskan di ct scan. Berita inipun sempat membuat kami berdua, kedua anak saya, cucu, dan menantu kepikiran. Pikir ka-mi yang satu belum selesai, muncul lagi yang lain. Na-mun kami tetap bertekun dalam doa dan saling mengu-atkan iman, kami berangkat 6 orang dan sekaligus juga periksa di dokter urologi, yang juga diputuskan di ct scan. Disinilah saya menyadari, betapa rapuhnya manu-sia ini. Saya menyadari apa yang dituliskan pemazmur yang mengakui bahwa Tuhanlah kekuatannya, Tuhanlah penolongnya, Tuhanlah perlindungannya, Tuhanlah kota bentengnya. Sesungguhnya tanpa Tuhan, tidak berdaya didalam hidup ini. Sungguh betapa beruntungnya me-miliki Tuhan yang amat mengasihi dan menyayangi kita semua. Disaat kondisi iman drop, semangat lemah, sa-ngatlah perlu dukungan dan nasihat Firman Tuhan yang berkuasa membangunkan iman yang lemah bangkit menjadi percaya dan berharap padaNya. Tuhan menger-jakan FirmanNya, janjiNya dengan setia dalam segala sesuatu, diselesaikan dengan sempurna. Maz 57:4b(TB). Baiklah, besoknya di ct scan, sungguh Ajaib saat proses scan, istriku bersaksi, tiba2 dari dalam hatinya meluap ucapan syukur, haleluya, kata2 yang memuliakan Tuhan dengan penuh sukacita, luar biasa Tuhan kita, sedang-kan saya yang diluarpun memuliakan Tuhan dalam Ba-hasa lidah. Puji Tuhan.

Bagaimana hasil ct scan nya? Puji Tuhan, sungguh luar biasa Tuhan kita Yesus Kristus. Kata pertama yang di-ucapkan dokter jantung adalah: cantik jantungnya, di-tunjukkannya hasil scan, semua pembuluh darah di jan-tung bersih, tidak ada plak2, tidak ada yang buntu sedi-kitpun, dan ia berkata: jantung ibu seperti jantung se-orang anak muda yang berusia 30 tahun!!. Bayangkan, siapa yang mampu melakukan yang demikian? Istriku ha-nya melongo terdiam, pikirnya apa nggak salah alamat? Karena ia dahulunya seorang yang hobby kue tart, apa-lagi creamnya dari kue tart tersebut. Juga tidak ada pe-nyempitan pembuluh darah di jantung, tidak ada, Bagai-mana ct scan dari urologi, dari pankreas, lever, empedu, ginjal, sampai kandung kemih okay, baik, bersih, sehat bahkan berulang kali mengatakan ginjalnya cantik… me-mang hanya ada miom. Seolah-olah, Tuhan mempertun-jukkan apa yang dilakukanNya, sebagai bukti yang mem-benarkan FirmanNya. Kandungan tidak turun, hanya ada miomnya. Karena waktunya habis, tak sempat diterus-kan, kami lanjutkan di Singapore. Oleh dokter kandu-ngan yang pertama di papsmir dan usg, menyarankan kandungan dibuang, dioperasi. Anak kami memberi nasi-hat, supaya tenang dan jangan tergesa-gesa di operasi, tanya2 sama Tuhan dulu harus bagaimana. Lalu ke dok-ter kandungan kedua yang mengatakan miomnya jinak, diberi 4 pilihan yang ke empat tunggu 3 bulan, jika tetap, tak membesar, tak usah operasi. Sungguh membuat hati ini teduh. Sepertinya selaras dengan apa yang telah dite-rima istri saya yaitu: “Pelan pelan membaik” dan kami-pun kembali ke Surabaya. Kamipun berpikir dalam hati, tiroid, jantung, pankreas, liver, ginjal, empedu, kandung kemih dll semua baik, bahkan ajaib, mengapa tersisa sa-tu ini yaitu miom. Adakah sesuatu yang ingin Tuhan ajar-kan dan tunjukkan pada kami? Bahwa miom ini pelan-pelan membaik, menjadi baik? Seperti tak pernah terja-di? mengecil terus sampai lenyap? Sedang dokter terak-hir mengatakan kalau sudah menopause, miom besar-nya tetap. Namun kami percaya bagi Tuhan mampu me-lakukannya sesuai janjiNya, menjadi mengecil bahkan sampai hilang miomnya.Kamipun teringat FirmanNya ya-ng mengatakan: Maz 33:4 (TB), Maz 107:20 (TB). Kami-pun menerima kabar bahwa hasil papsmir nya negatif semua. Puji Tuhan. Hari demi hari iman istri saya mulai dipulihkan, dan makan Firman Tuhan yang membangun imannya serta berkata Firman Tuhan itulah yang mampu membangun kembali Rohani yang loyo, iman yang le-mah, menjadi selaras dengan FirmanNya yang berkata: “Imanmu telah menyelamatkanmu”.

Mengapa kita harus mencari Tuhan saat kesukaran bah-kan jika semuanya berjalan dengan baik? Pada waktu kita berseru, Ia memberi jawaban: Mazmur 17:6-7 (TB)

Kami menyaksikan bahwa benarlah: semakin hari sema-kin membaik. Segala puji bagi Tuhan. Akhir kata marilah kita renungkan hal ini: Mazmur 103:15-18 (TB)

Puji Tuhan. Tuhan memberkati kita semua. Amin

Scroll to Top