DOWNLOAD FILE PDF CATATAN KHOTBAH IBADAH HARI INI
Mammon (bahasa Aram = kekayaan)
Mammon merujuk pada uang, kekayaan materi atau keserakahan yang dipersonifikasikan sebagai iblis atau berhala palsu. Secara teologis, mammon diang-gap sebagai perwujudan dosa keserakahan. Setiap manusia mulai dari lahir sampai mati membutuhkan uang. Menurut Firman Tuhan, uang atau mammon bias menguasai hidup manusia (melalui Roh Mammon = cinta akan uang) 1Tim 6:9-10. Sebab itu, sebagai orang beriman kita harus bisa mengendalikan uang bukan di-kendalikan oleh uang.
Firman Tuhan dalam Luk 16:9, adalah perkataan Putra Manusia Yesus kepada murid-muridNya me-ngenai bendahara yang tidak jujur. Benarkah PMY menganjurkan kita untuk bersahabat dengan uang/ harta? Pernyataan ini bertentangan dengan Rasul Paulus dalam 1Tim 6:10, apa yang diucapkan oleh PMY waktu itu adalah ucapan ekstrim atau bernada hiperbola yang dimaksudkan agar dapat lebih tajam dan mengena pada sasarannya, seperti beberapa ucapan PMY dalam Mat 18:9; Luk 14:26 (cungkil mata, membenci bapa, ibu, saudara-saudaranya). Ungkapan ini tidak dapat langsung diartikan secara harfiah, harus dipelajari konteksnya. Kalau tidak, ki-ta bisa mendapatkan pengertian yang salah.
Agar kita bisa menggenapi Luk 16:9, kita perlu mengerti dan melakukan beberapa hal yang sangat penting:
- Tahu tujuan hidup Kej 49:15
Sebagai orang beriman, kita harus mengerti bahwa hidup di dunia hanya sementara (70-80 tahun) Maz 90:10. Tujuan hidup yang sebenarnya adalah hidup bersama Tuhan Yesus dalam surga kekal Mat 16:26; Wah 21:3
- Tuhan memiliki segalanya termasuk uang 1Kor 10:26
Dalam Maz 24 diceritakan bahwa Tuhan yang empunya bumi serta segala isinya, juga dunia serta yang diam didalamnya. Diceritakan disini bahwa ha-nya orang-orang yang hidup suci akan mendapat berkat dari Tuhan terutama hidup yang kekal di Surga. Ada sebagian orang beriman yang berpikir Tuhan bisa memenuhi segala kenyamanan hidup jasmani di dunia ini, sehingga iman kita berubah fungsi menjadi sarana untuk mendapatkan kenya-manan jasmani bukan lagi sebagai respon kasih kita kepada pribadi Allah. Mulut bisa menyebut nama Tuhan, namun diam-diam hati tetap mengabdi pada Mammon 1Tim 6:10. Ketika berkat materi tidak datang, imanpun mulai goyah sehingga hubungan dengan Tuhan akhirnya diukur dari untung rugi, sehingga terkadang sampai keselamatan bisa hilang karena undur dari Tuhan Mat 16:26.
- Uang hanyalah fasilitas di dunia yang perlu digunakan manusia (sebagai bendahara Allah) 1Pet 4:10
Di zaman modern ini, seringkali uang menjadi uku-ran keberhasilan, sehingga banyak orang bekerja keras bukan saja untuk memenuhi kebutuhan hidup tetapi untuk mengejar status, kenyamanan, bahkan pengakuan akan kesuksesan. Tanpa disada-ri, uang yang semula hanyalah alat berubah men-jadi pusat kehidupan (berhala) dan “tuan” yang menuntut dalam “kesetiaan”. Ketika uang menjadi sumber rasa aman, identitas dan sukacita, ia telah mengambil tempat di hati manusia yang seharus-nya hanya bagi Tuhan → ini sudah dikatakan Putra Manusia Yesus Mat 6:24. Sebenarnya uang adalah benda mati ciptaan manusia dan tidak memiliki kehidupan. Uang tidak bisa bertindak sendiri, juga tidak dapat melakukan perbuatan baik maupun kejahatan, tetapi tergantung pemakainya. Uang bukan alat kejahatan, tapi “cinta uang” adalah akar segala jenis kejahatan 1Tim 6:10.
- Jangan berharap pada uang atau manusia untuk memperoleh kebahagiaan Pkh 5:9-10
Ada kalanya uang dipakai sebagai bekal ibadah dan perjuangan hidup untuk dapat melakukan kebaikan dengan harapan bisa mendapat Surga, tetapi sebagai orang beriman kita tahu dan percaya bahwa “Surga atau Keselamatan” hanya oleh perca-ya kepada PMY yang sudah menebus dosa kita dengan pengorbananNya di Golgota. Perbuatan baik kita hanyalah sebagai buah-buah dari perto-batan kita sebagai bukti kasih kita kepada Tuhan Yesus.
- Berusahalah untuk merasa cukup dalam semua keadaan Fil 4:12-13
Kita harus selalu mengucap syukur atas segala apapun yang kita terima termasuk hal uang. Rasul Paulus menasehati agar kita hidup dengan rasa cukup, bukan berarti berhenti bekerja/berusaha/ malas-malasan, tetapi memiliki hati yang bersyu-kur dalam segala keadaan Ef 5:20; 1Tes 5:18. Tanda kita bersyukur adalah hidup dengan berpada dalam segala perkara makan, pakaian/segala yang dipakai 1Tim 6:8, 1Kor 7:31. Orang yang merasa cukup tetap bekerja dengan rajin, namun tidak menggantungkan pengharapannya pada kekayaan dan kenyamanan tetapi kepada Tuhan.
- Hilangkan keserakahan di hati kita Luk 12:15
Firman Tuhan berulangkali mengingatkan kita bah-wa cinta uang tidak pernah memuaskan, semakin banyak uang yang dimiliki, semakin besar keinginan untuk menambahnya Pkh 5:9. Tuhan adalah pusat hidup kita, Tuhan memberi kemampuan pada kita untuk mengelola harta atau kekayaan kita dengan bijaksana, memberi dengan sukacita 2Kor 9:7-8, se-hingga uang/harta/kekayaan kita akan berada pada tempat yang benar yaitu menjadi alat untuk hidup dan berguna untuk memuliakan nama Tuhan.
- Berhati-hatilah dengan hutang Ams 22:7; Rom 13:8
Tuhan menghendaki umatNya tidak berhutang (Rom 13:8) tetapi hidup saling mengasihi/tolong menolong dengan perbuatan kasih 2 Kor 9:7-8, juga selalu berpada (lihat poin 5). Hutang bisa menim-bulkan banyak dosa antara lain bohong, benci, bah-kan pembunuhan.
- Mengelola keuangan dengan baik 2 Tes 3:10-12
Kekayaan/uang jangan dipakai untuk perkara-perka-ra dosa seperti perzinahan, dosa, kesombongan, ke-mewahan, tidak bisa berpada, tidak mau kalah, juga dosa-dosa yang tersembunyi pun Tuhan tahu semua dan bisa mendatangkan hukuman bagi kita. Kekaya-an yang kita miliki harus dipakai untuk perkara-per-kara rohani sesuai dengan firman Tuhan seperti per-buatan kasih, perpuluhan, memajukan pekerjaan Tuhan, pelayanan, dan lain-lain perbuatan baik menurut firman Tuhan.
- Dapatkan uang dengan giat bekerja Ams 10:4
(lihat poin 5) Sebagai orang beriman, kita tidak bo-leh malas Ams 6:6, tetapi harus rajin bekerja dan bertanggungjawab baik sebagai pegawai, majikan 2Tes 3:10-12. Mendapatkan uang dengan cara yang halal, tidak boleh korupsi (waktu, uang), juga tidak boleh menghalalkan segala cara (mencuri, berbo-hong, dan sebagainya)
- Banyak uang = banyak masalah 1 Tim 6:9-10
Pada umumnya banyak uang menimbulkan banyak masalah kejahatan seperti dosa yang keji-keji teruta-ma: perzinahan, kemewahan, kesombongan, tidak bisa berpada. Uang adalah beban, kita harus bisa memakai dengan benar. Sebab itu, semua tergan-tung dari keranjang kemampuan kita masing-masing (jangan mencari lebih dari kemampuan kita) Ams 30:8b.
- Waspada terhadap Roh Mammon Wah 13:18
2Tim 3:1-5 menyatakan bahwa pada akhir zaman akan terjadi masa yang sukar sehingga banyak manusia akan jatuh dalam dosa, tidak terkecuali orang beriman yang tidak bersedia dan berjaga-jaga (Mat 24:42), juga terutama dapat menjadi hamba uang, bahkan iblis dengan segala macam cara menanamkan Roh Mammon Wah 13:18.
KESIMPULAN
- Bersahabat dengan Mammon artinya kita harus menjadi bendahara yang baik dan tidak ada keterikatan dengan uang sehingga bisa mema-kai/menggunakan uang pada tempat yang benar, yaitu kita harus menjadi “TUAN” bukan “HAMBA” terhadap Mammon.
- Selalu hidup dalam Kekudusan dan Pimpinan Roh Kudus serta pengertian firman Tuhan yang benar sehingga hidup kita senantiasa bisa men-jadi Berkat dan diberkati oleh Tuhan Kej 12:2-3, juga menjadi garam dan terang Mat 5:13-16.
- Kehidupan jasmani boleh secukupnya asalkan kehidupan rohani meningkat terus sampai se-perti Kristus Ef 4:13 (TMSP).
- Kaya dan miskin ditentukan oleh kita dan Tuhan tergantung dari keranjang kemampuan masing-masing Ams 30:8b.
- Semua yang kita miliki adalah dari Tuhan (1Kor 4:7) dan kita hanyalah bendahara yang harus menggunakan semuanya sesuai kehendak Tuhan 1Pet 4:10.
