M4639 – 2 Korintus 1:17-20 Ya atau Tidak

2KORINTUS 1:17-20. YA ATAU TIDAK

I. INI TAMPAKNYA PERKARA KECIL

Sebab mudah saja berkata: Ya atau ti-dak, tetapi akibatnya bisa kecil, bisa sangat besar, bahkan bisa mati sebab salah menjawab Ya atau Tidak. Misal-nya raja Yosia yang indah di hadapan Allah dan indah di hadapan rakyatnya, tetapi salah memilih Ya atau Tidak, ia mati. Seluruh kerajaannya berdukacita dan sekaligus kerajaannya dikuasai raja Mesir, dahsyat! Ini bukan kehendak Tuhan 2Taw 35:22. Sayang sekali. Ja-ngan membuat blunder (kesalahan bo-doh yg besar) sehingga akibatnya maut!

Contoh lain: Waktu Gibeon datang pada Yosua, mengaku orang dari jauh dan minta membuat perjanjian damai dgn Israel dan Yosua. Mereka sudah memeriksa semua fakta2 yang dilihat (barang2 bekas perjalanan jauh) lang-sung percaya dan membuat janji, maka mereka masuk dalam jerat orang Gi-beon, akibatnya negeri Gibeon tidak bisa diambil Israel (seperti janji Allah), tetapi tetap milik Gibeon; bahkan Saul pun beberapa banyaktahun kemudian juga kena akibatnya dan 7 anaknya dibunuh sebagai akibatnya 2Sam 21:1-10. Sebab dgn mudahnya Yosua duduk berkata ya pada orang Gibeon, se-hingga itu menjadi duri be-ratus2 ta-hun kemudian. Yos 9:9 (1-15). Seha-rusnya Yosua ber-tanya2 akan Tuhan dan menunda, sampai mereka men-dapat suara Tuhan dan bisa menjawab dgn betul. Jangan mudah berkata Ya, apalagi kalau ragu2, tunggu, tanya Tuhan supaya jangan terjerat atau celaka.

Ada banyak contoh, orang2 dgn mudah berkata Ya dan akibatnya dah-syat! Makan buah mulutnya Ams 18:21. Jangan mudah bicara ya atau tidak dalam setiap kasus, bahkan sejak dari dalam hati. Semua kata2 kita harus sesuai dgn Firman Tuhan dan kehen-dakNya 1Pet 4:11.

II. DITIMBANG BAIK2 SEBELUM BERKATA YA ATAU TIDAK, Ams 15:28

Ditimbang baik2 sebelum berkata “Ya” atau “Tidak”, atau plin-plan (terserah, boleh ya, boleh tidak) dalam menja-wab, menilai, mengambil keputusan, menentukan yang salah dan betul, memberi nasehat atau pertimbangan dll. Juga dalam bertindak taat atau me-lawan, jangan gegabah, pikir dahulu dan ber-tanya2 akan Tuhan dahulu se-bab Tuhan tahu lebih dahulu akibatnya yang akan datang 1Taw 16:11.

Waktu Musa disuruh Tuhan sampai lima kali ia berkata: “Tidak”, sebab merasa tidak mampu membawa Israel (2 juta orang) keluar dari Mesir. Tetapi akhirnya Musa menerima sebab Tuhan marah. Coba Musa tidak mau mene-rima tugas ini, ia kehilangan rencana Allah yang paling indah dan akan me-nyesal sampai kekal. Kemungkinan ia tetap masuk Surga, tetapi di tempat yang paling rendah padahal sesudah tugas ini,tempatnya paling atas dalam Ruangan Maha Suci dan kalau ia tidak melakukan tugasnya kerugiannya un-tuk kekal. Untung akhirnya Musa taat dan berbahagia!

Waktu Daud disuruh Tuhan mela-wan Goliat, fakta dan akal mengatakan itu bodoh, bahkan semua orang punya pendapat yang sama, tidak ada yang setuju, apalagi kakak2 Daud. Tetapi Daud tetap berkata: “Ya”, dan itu ja-lannya untuk tumbuhmenjadi raja pada akhirnya, yang jadi keinginan yang mustahil bagi kakak2nya! Jangan ambil keputusan karena terpaksa atau ka-rena terjepit sikon, atau sebab tidak ada pilihan lain, atau sebab diancam dll. Tetapi pilih yang betul sesuai dgn kehendak dan rencana Allah, dan itu harus Ya di atas yang Ya, dan tidak di atas yang Tidak Mat 5:37. Ini ya atau tidak yang sampai dalam hati dan angan2, apalagi untuk percaya pada Tuhan dan taat kepadaNya, harus be-tul2 ya, ya atau tidak, tidak dan ha-silnya betul2 indah sampai kekal.

III. ALLAH DAN IBLIS

Memang keduanya ini bertentangan, bermusuhan satu sama lain, iblis mutlak tidak mau bertobat.

Allah selalu minta sesuai dgn ke-hendak dan FirmanNya, yaitu jalan dan hidup dalam terang, tidak mau yang lain (dalam gelap dan dosa), tidak mau dicampur, tidak bisa kompromi, sehingga Allah dianggap terlalu keras, se-olah2 dipaksa. Tetap bisa memilih, tetapi yang cocok, yang berkenan dgn Allah hanya satu, yaitu sesuai dgn Fir-man Tuhan, baik Ya (terhadap Firman Tuhan) dan tidak terhadap segala ke-inginan daging, dosa, dunia dan iblis! Hanya ada satu pilihan, yaitu yang se-suai dgn Firman Tuhan, tidak ada pi-lihan lain, hanya pilih yang suci, bukan dosa, terang bukan gelap, taat bukan berontak. Sekalipun berat bagi manu-sia, tidak ada pilihan lain, kecuali ber-tumbuh bertahap tetapi tetap dalam jalan sempit di rilnya Allah.

Kalau iblis lain, seringkali boleh memilih keduanya, boleh Ya, boleh Tidak, asal tetap dalam dosa berpihak kepada iblis melawan Allah. Ini mudah, enak, bebas, boleh sesukanya dan ini dibiarkan iblis tetapi kemudian ia akan menggoda, menipu, merayu bahkan menjepit dan memaksanya supaya ak-hirnya tetap menurut iblis. Iblis itu memang pembohong dan pembunuh. Bagi iblis semua boleh, tetapi akhirnya sesudah dikuasai, diperbudak, ia akan dipaksa menuruti iblis dan akhirnya binasa! Sekali2 orang2 dibiarkan ber-tobat, altar call dan iblis diusir keluar apalagi kalau iblis tidak berdaya (orang2 yang ada Allah di dalamnya lebih berkuasa dari iblis) ia pergi, tetapi hanya untuk sementara (Luk 4:13), lain kali ia bisa berusaha mengubah kepu-tusan orang itu, ia balik masuk ke orang itu, lebih2 kalau orang itu bodoh, tetap bayi, tidak ada yang membim-bing, ia menipu, menyesatkan, sampai akhirnya menuruti yang jahat dan jadi 8 kali lebih jahat Mat 12:45. Iblis dan setan2 bisa balik kembali, mempenga-ruhi dan menguasainya, menjadi jauh lebih jahat dari semula. Ini orang2 ber-iman yang tidak tumbuh, yang tidak mau bersekutu (tetapi menyendiri) ti-dak bisa saling menasehati dan me-nguatkan.

Allah selalu menghendaki ya di atas yang Ya dan satu kali pilih Allah tetap pilih Allah untukselamanya, enak atau tidak, senang atau susah, mengerti atau tidak, tetap setia pada Allah sampai mati Wah 2:10.

Tetapi iblis boleh semua. Kalau belum bisa taat pada iblis sekarang, beberapa waktu lagi ia kembali meng-goda, memutarbalikkan, memberi con-toh2 yang salah, menipu, bahkan men-jeratnya untuk akhirnya memilih iblis dan tentaranya, akhirnya binasa.

Ada satu putusan yang dobel, boleh Ya, boleh Tidak, yaitu hidup berpada 1Tim 6:8, jangan pakai dunia ini dgn salah 1Kor 7:31. Orang yang mau taat berpada (ini keputusan yang betul), maka ia bisa tiba2 Ya atau Tidak ten-tang uang, atau barang2 fana lainnya, sebagai pengolahan dan ujian dari Tuhan. Baik jadi kaya atau miskin, semua tidak kebetulan, tetapi ia tetap taat menurut Tuhan Fil 4:12-13.

IV. BAGAIMANA CARA MENGAMBIL KEPUTUSAN YANG BETUL?

Keputusan yang betul adalah Ya untuk pilihan yang sesuai kehendak Allah, yaitu Firman Tuhan, tetapi keputusan Tidak untuk pilihan dari iblis, tolak, jangan setuju, katakan tidak! Kain di-ajak membunuh Habel (apalagi waktu itu belum jelas apa itu mati, belum ada orang yang mati), iblis mendorong Kain untuk Ya, Tuhan menyuruhnya untuk tidak! Kain memilih Ya dan disertai iblis untuk memukul adiknya dgn iri dan benci, hasilnya tidak diperkirakan oleh Kain, dia jadi pembunuh pertama, (mungkin banyak makhluk lain, ma-laikat, setan2 belum tahu artinya mati). Wai, jawaban Ya oleh Kain pada iblis akibatnya hebat sekali.

BAGAIMANA CARANYA?

A. HARUS TERUS HIDUP BENAR

DI JALAN SEMPIT

Sesudah lahir baru dan penuh Roh Ku-dus kita harus terus hidup benar di jalan sempit. Hidup benar, lekat dgn Tuhan, itu yang utama Rom 8:31,37, sebab dgn demikian Roh Kudus ada di dalam untuk memimpin kita, itu pim-pinan yg benar bukan seperti si penipu iblis itu! Orang yang hidup dalam dosa, Roh Kudus meninggalkannya dan iblis menipu, membutakan matanya sehing-ga pikirannya ngawur, tidak tahu mana yang betul dan salah. Hidup benar itu dasarnya dari semua yang baik dari Tuhan, hati2. Jangan timbul reaksi dosa biarpun kecil, seperti benci, iri, den-dam, tidak mau kalah dan dosa apa saja, ini pintu masuk bagi iblis. Bukan tergantung ia hamba Tuhan yang besar atau kecil, kalau ada dosa jadi lemah! Salomo yang terkenal di seluruh dunia di zamannya, penuh hikmat dan diberkati Tuhan dgn sukses dan harta yang limpah, meskipun penuh hikmat jadi bodoh sebab ada dosa perzinaan dan berhala dalam hatinya 1Taw 11:9, Pkh 2:10, sebab itu ia jadi sangat bodoh dan mengambil keputusan sesuai dgn tipu daya iblis, akhirnya habis semuanya. Selanjutnya 7 KPR yang diuraikan sbb:

B. BISA MENDENGAR SUARA TUHAN, Mrk 4:23

Sebetulnya tidak sulit kalau mau sung-guh2 taat akan Firman dan kehendak-Nya. Roh Kudus selalu standby untuk menolong, sehingga jawabnya terus betul dalam menghadapi segala pilihan dari Tuhan atau dunia dan iblis!

Kalau masih ragu2, belum bisa ambil keputusan yang betul, berdoalah sungguh2 pada Tuhan, apalagi dalam Roh dan kebenaran, dan menunggu sampai dapat jawaban dari Tuhan. Kadang kita perlu tunggu sebentar dan pasti dapat jawaban yang tepat dari Tuhan.

Seperti Yusuf di rumah Potifar, dalam penjara, dalam istana Firaun, mengapa ia tidak mau minta cuti 2 hari saja, ia bisa bertemu dan menolong bapaknya? Sebab Yusuf bisa bersekutu dan tanya Tuhan sehingga tidak pernah ia mengambil keputusan untuk pulang selama 22 tahun padahal ia penguasa yang dipercaya, baik dalam rumah Potifar, dalam penjara dan dalam is-tana Firaun. Ia mau taat sekalipun dgn banyak penyangkalan diri. Ia mau me-nunggu selama 22 tahun, maka mim-pinya jadi, ini kehendak Allah, hidup-nya jadi sangat indah. Kalau Yusuf ambil cuti (pasti bisa kalau hanya 2-3 hari), tetapi heran, ia selalu bisa ber-kata: “Tidak” pada keinginannya sen-diri untuk bertemu bapaknya dan ke-taatannya ini membuat ia berjalan penuh dalam rencana Allah sampai mimpinya jadi 100%! Tetapi Achan waktu melihat emas dan harta yang begitu banyak dan mahal, ia tidak bisa ambil keputusan yang betul, sehingga putusan yang celaka itu membinasakan sekeluarga! Juga Gehazi sebab pu-tusannya keliru, maka ia jadi kusta dan seluruh keluarganya dan tetap tidak mau bertobat, sebab sudah punya har-ta begitu banyak, daripada bertobat, hartanya hilang. Sebab itu ia tetap kusta sampai mati dan binasa kekal!

Contoh yang nyata sekali antara memilih ya atau tidak, itu kita lihat dari Zakheus dan ia mengambil keputusan untuk bertobat dan mengembalikan uang curian rampasan dan jadi se-lamat. Tetapi Eutikus tidak mau meng-ambil keputusan untuk melawan tidur dan mendengar Firman Tuhan dari Paulus. Ia tertidur dan jatuh lalu mati. Mungkin juga beberapa tulangnya patah. Untungnya masih diampuni dan bangkit, tetapi selanjutnya?

Keputusan Ya dan Tidak itu sangat penting. Kalau kita mau taat dan sung-guh2 melakukannya, maka kita akan dapat mengambil jalan yang betul ke-pada penggenapan rencana Allah se-perti Yusuf, Daniel dll. Kalau kita mau taat untuk melakukan kehendak Allah, Roh Kudus akan menolong kita, se-hingga kita sanggup melakukan kehen-dak Allah sekalipun aneh, tidak bisa dimengerti oleh akal seperti Gideon taat akan Firman Tuhan dan heran dgn 300 orang ia menang besar. Semua janji2 Tuhan jadi ya bagi kita kalau mau mengatakan ya untuk percaya dan taat, luar biasa! 2Kor 1:20. Katakan Ya akan janji Allah dan bertindaklah taat dgn yakin bahwa janji Allah pasti akan jadi Mat 8:13.

Begitu juga Petrus, waktu melihat Putra manusia Yesus berjalan di atas air, ia bertanya apakah Tuhan mau menyuruhnya berjalan di atas air untuk menemui Dia. Putra manusia berkata: “Ya, marilah”, maka Petrus yang per-caya akan Firman Tuhan langsung me-lakukannya dan ia mengalami kebe-naran Firman Tuhan, setuju dgn Ya Mat 14:26-32.

Kalau yakin itu perintah Tuhan bagi kita, sekalipun kita tidak mengerti, sebab yakin itu kata2Nya kita men-jawab dgn Ya dan taat, maka itu jadi pahala ajaib sesuai dgn iman kita. Se-perti Abraham waktu disuruh mengor-bankan putranya, dgn segenap hati Kej 22.

Bersekutu dan berbakti ber-sama2 sangat penting (mezbah keluarga, Per-sekutuan Sel dan kebaktian) supaya bisa saling menasehati, mencegah jatuh dalam dosa Mat 7:1-5. Harus bisa bersekutu, jangan menyendiri atau tidak mau bersekutu, tidak mau dinasehati, nanti siasat dan jerat setan makin banyak diarahkan pada kita.

Jangan salah dengar suara Roh Mrk 4:23. Kita harus bisa mendengar suara Roh, Roh Kudus mau bicara kalau kita mau taat (1Sam 28:6).Roh Kudus mau bicara, tetapi jangan kita bodoh ditipu iblis sehingga mengeraskan hati dalam dosa dan hanya mendengar suara akal atau harga diri sendiri!

Absalom sama sekali tidak bisa mendengar suara Tuhan sebab hidup dalam dosa, tetapi mau mendengar penasehat Daud, yaitu Achitofel dan Husai membuat Absalom jadi bingung dan salah langkah sampai mati, semua ditentukan karena dosanya 2Sam 17:14 TB. Orang yang hidup dalam dosa, akhirnya akan celaka.

Juga Rehabeam mendengar nase-hat orang2 muda sehingga kerajaannya pecah, hilang 10 bagian, sisa 2 bagian. Imam Eli menolak nasehat Samuel dan akhirnya binasa dgn putra2nya 1Sam 3:13. Tetapi Daud tidak mau dengar orang2nya untuk membunuh Saul dan Tuhan mengangkat Daud. Tetapi waktu disuruh pulang dari Filistin, Daud taat dan rencana Allah bisa jalan lagi!

C. LIMPAH DENGAN

7 KEBUTUHAN POKOK ROHANI

1. Hidup benar.

2. Limpah dgn Firman Tuhan kare-na cinta Tuhan Yoh 14:23, Maz 119:11. Firman Tuhan itu menerangi semuanya Maz 110:105. Jangan lupa perlu diser-tai Roh Kudus, penuh dan dipimpin Roh yg membuat kita bisa mengerti suara Roh yang sesuaiFirman Tuhan Yoh 16:3. Roh Kudus itu luar biasa. Rasul2 sebelum penuh Roh Kudus bingung, kacau, tidak bisa mengambil keputusan yg betul. Sesudah melihat Putra manu-sia Yesus bangkit (ini mujizat yang tiada taranya dan kemudian ia memberi banyak nasehat kepada mereka) Kis 1:3, Yoh 21:25. Mereka sudah men-dengar begitu banyak Firman Tuhan dari Putra manusia Yesus sendiri, tetapi mengapa keputusan dan tindakannya begitu bodoh dan salah? Petrus mau kembali jadi nelayan dan banyak mu-rid2 lainnya mau ikut Yoh 21:3. Kepu-tusannya tentu salah. Me-reka keta-kutan dan sembunyi dll. Tetapi sesudah penuh Roh Kudus, me-reka dapat mengambil keputusan yang indah2 dan heran. Perlu penuh dan dipimpin Roh, supaya Firman Tuhan bisa menerangi semua problemnya danRoh Kudus terus bicara.

3. Mau pikul salib, matikan daging, baru suara Roh bisa makin jelas di-dengar kalau pikul salib Gal 5:16-17.

4. Mau bersekutu dalam Roh dan kebenaran, baik dalam keluarga, ke-lompok kecil.

5. Ibadah dalam kebaktian, perlu makin sering supaya bisa saling me-nasehati tidak sampai ambil keputusan ngawur dan celaka seperti Yosua me-nyerang kota Ai, ia mengambil kepu-tusan cukup dgn 3.000 orang, tidak tanya Tuhan dan karena ada dosa Achan, sehingga kalah. Kalau ada dosa dalam diri kita atau dalam kelompok kita, maka jadi tuli, sehingga meng-ambil keputusan yang keliru. Berani bicara dan saling menasehati Yak 4:17 supaya kehendak Tuhan yang diberi-takan dan ditaati, tidak sampai celaka sedikit atau banyak!

6. Terus tekun berdoa terus menerus dalam Roh dan kebenaran (hidup benar). Juga waktu mendengar Firman Tuhan dll, lebih banyak kita menerima dan mengerti Firman Tuhan kita punya terang untuk segala pro-blem dan untukmemilih keputusan yg betul dalam pimpinan Roh Kudus. Lebih2 dalam menghadapi problem dan kasus dimana kita harus ambil keputusan ya atau tidak, berdoalah dan jangan bereaksi dosa supaya kita bisa mendengar jawaban suara Roh, bukan suara daging.

Simson ber-ulang2 dengar suara daging, sehingga waktu dgn Delila, ia tidak lagimendengar suara Roh, ia mau beraksi seperti sebelumnya, gagal total dan matanya dicukil, celakanya luar biasa.

7. Melayani, menjadi saksi Tuhan, di mana saja menggarami dan me-nerangi sekitarnya. Kalau punya hati yg belas kasihan untuk orang yg bakal ma-suk Neraka kekal, maka ia akan mudah mengambil keputusan untuk menolong orang2 ini, tidak membiarkannya ma-suk dalam kebinasaan kekal. Pakai se-tiap kesempatan sambil berdoa dalam Roh dan kebenaran, maka Roh Kudus akan beri hikmat dan kuasa untuk da-pat menariknya keluar dari neraka ke-kal! Apalagi orang isi rumahnya sendiri, anak2 yg ambil keputusan yang salah, ia menolongnya dgn hikmat dan kuasa Allah supaya jangan binasa dimuka ma-tanya. Berapa banyak orangtua tidak bisa menasehati anak sebab terlalu cinta daging, dimanja sampai istri Ayub selalu memilih keputusan yang meng-izinkan anak2nya menambah dosa sampai melebihi batas dan dibunuh iblis dgn izin Tuhan sebab Tuhan adil (bukan sebab Tuhan jahat) karena dosa dan waktu kemurahan Allah sudah habis. Bahkan tiga teman Ayub mem-beri nasehat yang salah sehingga me-reka sendiri akan dihukum Tuhan, kecuali Ayub mendoakan mereka!

Perhatikan baik2 7 KPR ini, ini syarat2 untuk tumbuh dalam Ruangan Suci untuk teurs tumbuh ke arah kesempurnaan. Sebab Tuhan itu yang mengadakan iman dan menyempur-nakannya Ibr 12:2.

KESIMPULAN

Beda Ya dan Tidak, bisa berakibat fatal seperti Yosia, dan penghulu laskar yang membawa Paulus dll. Tetapi kalau kita tahu pimpinan Tuhan, kita bisa pilih ya dan tidak, maka hidup ini akan indah dalam rencana Allah. Terus jalan di-pimpin Roh, limpah 7 KPR dalam kesu-cian maka kita akan mengerti pimpinan Tuhan, bisa terus di ril Tuhan dan mengalami rencana Allah yang indah, bahkan sampai sempurna.

Scroll to Top