SX-762 Doa Bapa Kami ( Matius 6:9-13 )

Doa Bapa Kami adalah doa yg diajarkan Yesus kepada murid2-Nya. Satu doa yg amat indah, sederhana, padat & lengkap. Sering/selalu dipakai saat kebaktian & saat doa pribadi. Bagus kalau bisa menghafal doa ini, ttp tidaklah cukup menghafal saja. Kita harus mengerti maknanya. Tiap kalimat mempunyai rahasia yg amat dalam bagi iman kita. Karena itu jangan hanya rutin Doa Bapa Kami, tanpa tahu atau lupa maknanya. Kita berdoa dengan penuh pengertian & keluar dari hati. Doa Bapa Kami juga bukan mantra Kristen. Doa Bapa Kami harus mewarnai & menjadi inti sari serta prinsip hidup kita.

Ada 8 pokok pelajaran yang berharga yang bisa kita pelajari, sebagai berikut …

  1. BAPA KAMI YANG DI SURGA

Ada beberapa point yang indah dari pokok pembukaan ini sebagai berikut …

a. Alamat doa

Doa ditujukan kepada Bapa yang di surga. Ini adalah alamat doa yg kita panjatkan. Ilus: kiriman paket. Doa ini bukannya hilang di udara, tapi sampai ke tahta Allah (Yer 33:3). Kalimat ini membuat hati kita fokus waktu berdoa kepada Bapa surgawi. Pikiran kita konsentrasi kpd Bapa. Ilus: berbicara dengan pejabat. Jadi tujuannya berdoa kepada Bapa yang di surga, yaitu Allah pencipta alam semesta, bukan berdoa kpd yg lain, bukan kpd manusia.

b. Hubungan Bapa & putra

Di awal doa ini, justru Tuhan sendiri yang rindu kita menyapa Allah itu “Bapa”. Hubungan Allah & umat-Nya seperti Bapa & putra-Nya. Sebab ketika kita percaya & menerima Yesus sbg Tuhan & juruselamat, kita diangkat jadi putra-Nya (Yoh 1:12). Roh Kudus memenuhi kita & kita boleh berseru: “ya Abba, ya Bapa” (Rom 8:15; Gal 4:6). Satu anugerah kalau kita bisa memanggil Allah itu ‘Abba ya Bapa’. Dalam bhs Aram: panggilan yang erat kepada ayahnya. Allah bukanlah sosok yang jauh, melainkan Bapa yang sangat dekat & personal bagi mereka yang percaya kepada-Nya. Kita sedang menghampiri tahta kasih karunia Allah. Ini juga menunjukkan identitas kita adalah sebagai putra Allah.

Hubungan ini lebih erat dibandingkan hubungan bapak & anak di dunia (Luk 11:13). Di dunia figur bapak tidaklah sempurna, makin lama makin langka, bahkan di akhir zaman ini banyak yg rusak, shg banyak anak2 kehi-langan figur bapak & tdk pernah merasakan kasih bapak. Fatherless Generation, bukannya tidak punya bapak, tapi tdk pernah merasakan kasih bapak. Bisa saja bapak hadir secara fisik, tapi anak tidak mendapatkan hati bapa.

Kita bersyukur punya Allah menjadi figur Bapa yang sempurna, kasih-Nya sempurna. Dalam panggilan “Bapa” ada hubungan yg indah & manis sebagai keluarga Ilahi.

c. Doa itu hak, bukan kewajiban

Sering org Kristen merasa doa itu suatu kewajiban & rutinitas belaka, sehingga jadi ogah2an berdoa, malas & tertekan. Jadinya kekristenan hanya sekedar religion (Kristen agamawi). Tidak ada sukacita dalam doa & ibadah, hidup sama seperti org dunia. Tapi beda kalau doa itu sebagai hak kita untuk menghampiri Bapa, maka doa menjadi sukacita, kerinduan untuk bertemu dengan Bapa. Dengan demikian kekristenan bukan sekedar religion, tapi relation hubungan yang indah dengan Bapa. Ilus: tidak mudah kita menghubungi pejabat, tapi kita terhubung dengan Allah yang menjadi Bapa kita.

Doa adalah akses kita terhubung dengan Bapa. Christianity is a Relationship, not a Religion. Bahkan bukan sekedar hubungan saat waktu doa bilik saja (Mat 6:6), tapi bisa punya hubungan yg manis terus dalam doa senantiasa (1Tes 5:17). Sepanjang hidup kita Doa Bapa Kami mewarnai hubungan yang indah dengan Bapa. Dari kebenaran ini menggambarkan bahwa doa harusnya 2 arah, kita berbicara kpd Bapa & Bapa berbicara kpd kita. Bukan 1 arah. Talk with God, not only to God. Bapa rindu agar kita bersekutu dengan-Nya secara pribadi.

d. Menjadi saudara seiman dgn yg lain

Bapa kami = Allah menjadi Bapa kita semua. Kita sama di hadapan Allah. Kalau di dunia ayah bisa ber-macam2 statusnya, sehingga ada anak yang membangga2kan ayahnya, ada anak yang minder dengan kondisi ayahnya. Ttp kita semua mempunyai Bapa yang sama, yang patut dibanggakan, diandalkan, diagungkan. Bapa yang Maha Kuasa, Maha Kasih, Maha Hadir dlsb. Secara jasmani kita ada banyak perbedaan (status, warna kulit, kebangsaan dll) tetapi kita menjadi saudara karena punya Bapa yang sama. Dan ini memacu …

e. Memacu terbentuknya Tubuh Kristus

Karena kita mempunyai Bapa yang sama, maka hal ini mendorong kita menjadi satu kesatuan Tubuh Kristus, bahkan Tubuh Kristus Global seluruh dunia (1Kor 12:12,27). Ilus: selama ada org tua atau kakek-nenek, maka hubungan keluarga besar lebih mudah terjalin. Kita mempunyai Bapa yg kekal yg menyatukan semua gereja.

Doa Yesus dlm Yoh 17 agar umat Tuhan menjadi satu sama spt Bapa & Yesus adalah satu. Ini doa Yesus yg blm terwujud. Tapi di akhir zaman akan ada kesatuan Tubuh Kristus seluruh dunia sesuai doa Yesus (Wah 12:1).

f. Surga menjadi tujuan

Kita sekarang ada dalam perantauan di bumi (1Pet 2:11). Secara manusia kita penduduk bumi, secara rohani nama kita tertulis dlm Buku Hayat (Wah 3:5). Satu kali kita pulang ke rumah Bapa yg di surga. Lewat kalimat ini kita diingatkan bhw hidup di dunia tidaklah lama, kita akan kembali ke surga (Yak 4:14). Kita tidak boleh serupa dengan dunia (Rom 12:2). Kita adalah ahli waris & ikut dipermuliakan bersama-sama dengan Yesus (Rom 8:17).

  1. DIKUDUSKANLAH NAMA-MU

Mempunyai beberapa rahasia tentang kekudusan Bapa sebagai berikut …

a. Ungkapan hormat kpd Allah

Bukan karena Allah itu kurang kudus atau tidak kudus, lalu kita berdoa demikian. Allah itu kudus & tetap kudus, bahkan Allah itu Maha Kudus. Terjemahan lain: ‘Dimuliakanlah Nama-Mu’. Bukan berarti Allah kurang mulia, lalu kita berdoa demikian. Allah itu mulia & tetap mulia, bahkan Maha Mulia.

Ini sebagai bentuk kita memuliakan, memuji-muji, mengelu-elukan, mengagung-agungkan, meninggikan, menghormati, mengagumi pribadi Allah sbg Bapa kita. Ketika pujian kita naikkan ke surga & para malaikat ikut menaikkan pujian ini: “Kudus, kudus, kuduslah Tuhan semesta alam, seluruh bumi penuh kemuliaan-Nya!” (Yes 6:3). Ini menjadikan Bait Allah (baca: kita) dipenuhi awan kemuliaan Allah (Kel 40:34-35; 2Taw 7:1-3).

b. Allah itu Maha Kudus & Maha Mulia

Hampir semua orang tahu hal itu. Tetapi yg penting sampai di mana kita menghayati & mengalami bhw Allah itu Maha Kudus, Maha Mulia, Maha Kasih, Maha Murah, Maha Suci, Maha Besar, Maha Agung, Maha Hadir dst sampai di situ pula kita bisa benar2 mengagumi, menaruh hormat & segan kepada Allah (Yes 1:4; 5:16; 43:3). Siapakah kita kalau boleh berbicara dengan Allah yang Maha Suci? Siapakah kita yang kecil ini kalau boleh berbicara dengan Allah yang Maha Besar?

c. Kitapun juga harus hidup kudus

Setiap orang yang menyebut nama Tuhan hendaklah meninggalkan kejahatan & hidup dalam kebenaran (2Tim 2:19). Dan hidup kudus di dalam seluruh hidup sama seperti Yesus yang kudus. Kuduslah kamu, sebab Aku kudus (1Pet 1:15-16). Bapa kudus adanya, putra2Nya pun harus kudus di mana pun kita berada.

d. Menjaga nama Bapa

Org tdk lihat Bapa di muka bumi, tapi org lihat kita sebagai putra2 Bapa. Kita adalah suratan yg terbuka di hadapan manusia (2Kor 3:2). Nama Bapa ada di atas bahu kita, spt seorg putra yg menjaga nama baik org tuanya (Ams 30:9). Ilus: anak yg nakal & anak yg juara, org bertanya: “siapa bapaknya? Itu anaknya siapa?”.

Jangan gara2 tingkah laku kita, bisa ‘memperma-lukan’ nama Bapa, tp harus ‘mempermuliakan’. Jangan karena tindakan kita, nama Bapa menjadi ‘tersandung’, seharusnya menjadi ‘tersanjung’. Jangan sampai nama Bapa menjadi ‘tercemar’ gara2 mulut kita, sebaliknya nama Bapa harus menjadi ‘terkenal’ (Rom 2:24 >< Mat 5:16).

Hidup kita menjadi terang di tengah kegelapan dunia, menjadi garam di tengah kerusakan dunia, menjadi tabib di tengah dunia yg sedang sakit ini (Mat 5:13-16; 9:12). Dan nama Bapa dipermuliakan lewat hidup kita.

  1. DATANGLAH KERAJAAN-MU.
    JADILAH KEHENDAKMU DI BUMI,
    SEPERTI DI SURGA

Ada beberapa pengertian yg indah dari Kerajaan Bapa di bumi sebagai berikut …

a. Hakekat Kerajaan Allah

Kerajaan Allah bukan soal makanan & minuman, tapi soal kebenaran, damai sejahtera & sukacita oleh Roh Kudus (Rom 14:17). Bukan berarti kita mengabaikan yang fana (nanti akan diuraikan tersendiri). Kita hidup dalam kebenaran saat di kantor, membawa damai sejahtera di rumah & menularkan sukacita buat sekeliling, di mana saja, maka kita pun juga bisa …

b. Menghadirkan Kerajaan Allah

Yohanes Pembaptis membuka jalan bagi pelayanan Yesus dengan memberitakan: “Bertobatlah, sebab Kerajaan Surga sudah dekat!” (Mat 3:2). Yesus menghadirkan Kerajaan Allah dengan memberitakan & mendemontrasikan kuasa Allah (Mat 12:28; Luk 11:20).

Setelah Tuhan Yesus naik ke surga, maka murid2 meneruskan pekerjaan ini. Saat ini kita dengan urapan Roh Kudus melanjutkan tongkat estafet menghadirkan Kerajaan Allah. Kuasa Allah kita nyatakan, kuasa setan kita hancurkan, menginjak kuasa kalajengking, perkara2 yang ajaib terjadi (Mar 16:15-18). Kita adalah Bait Allah yang menghadirkan Kerajaan Allah di mana pun kita berada. Terjadi kegerakan rohani di mana2, sampai bumi penuh dengan kemuliaan-Nya (Hab 2:14).

Kerajaan Allah bukanlah sesuatu konsep abstrak, tapi real: sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu (Luk 17:21).

c. Mematikan Egosentris

Kita berdoa bukan memaksa Tuhan, kita berdoa dgn iman, tapi biarlah kehendak Tuhan yang jadi. Kadang kita berdoa bertalu-talu, tapi bukan menyudutkan Tuhan, tapi kita berserah. Sebab rancangan Tuhan dibandingkan rancangan kita bedanya spt langit & bumi (Yes 55:8-9).

Jangan paksakan kehendak sendiri, apalagi kepuasan daging, pasti pahit & binasa. Rencana kita baik menurut kita, tapi Bapa bisa melihat secara keseluruhan sampai bisa tembus kekekalan. Karena itu rencana Bapa itu yang terbaik (Yer 10:23). Sampai di mana kita bisa menakluk-kan kehendak kita pada kehendak Bapa, sampai di situ rencana Bapa tergenapi dalam hidup kita (Gal 2:20; Ef 2:10).

Kita tundukkan ego kita di bawah kehendak Tuhan (Yoh 3:30). Bukan egosentris tapi Theosentris (= Allah menjadi pusat hidup kita), Christocentris (= Yesus menjadi pusat segala-galanya). Tuhan yang bertahta di hati & hidup kita (Rom 11:36).

Yesus waktu sebagai Putra Manusia memohon kalau boleh tidak meminum cawan murka Allah, tapi selalu diakhiri: “bukan kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mu yg jadi.” (Mat 26:39,42). Yesus taat sampai mati disalib, dan ini menjadi jalan keampunan buat umat manusia. Kalau tidak maka kita semua binasa.

  1. BERILAH KAMI PADA HARI INI MAKANAN KAMI YANG SECUKUPNYA

Ada beberapa kunci rahasia dalam menjalani hidup sehari-hari sebagai berikut …

a. Permohonan kebutuhan pokok

Bapa menyediakan & mencukupi kebutuhan pokok buat putra2-Nya (2Kor 12:14). Pemeliharaan Tuhan meliputi sandang, pangan & papan (Mat 6:25-34). Kalau Putra-Nya saja diserahkan untuk keselamatan kita, masakan kebutuhan primer kita tidak diberikan-Nya? (Rom 8:32). Bapa mencukupi keperluan kita menurut kekayaan & kemuliaan-Nya (Fil 4:19). Bapa sudah menyiapkan paket kebutuhan buat kita. Setiap org yang meminta akan diberi, yang mencari akan mendapatkan, yang mengetuk maka pintu akan dibukakan (Mat 7:7).

b. Mencerminkan kesederhanaan

Asal ada makanan & pakaian, cukuplah. Biarlah kita berpada dengan itu (1Tim 6:8 TB,KJI). Bisa berpada = puas dengan yang ada. Cukupkanlah dirimu dgn apa yg ada padamu. Berpadalah dengan apa yang ada padamu. Bisa puas dengan apa yang ada padamu (Ib 13:5 TB,KJI). Bukan berarti kita tidak boleh menjadi kaya, tetapi ini masalah hati. Kalau tidak bisa puas dengan yang ada, maka mau seberapa kaya, tidak akan pernah puas & tidak bisa puas (Pkh 2:4-11). Kalau kita bisa puas, maka Tuhan bisa mempercayai kekayaan spt Abraham, Yusuf, Daud dll untuk melebarkan Kerajaan Allah.

c. Waspada jerat kemewahan

Bahkan kelimpahan materi justru bisa menjadi jerat. Terus … terus … & terus lagi minum air dunia ini, tak akan pernah terpuaskan (Yoh 4:13). Jgn hidup dlm pesta pora & memuaskan keinginan daging (Rom 13:13-14). Terus icip2 kesukaan dosa, terus … terus … sampai di satu titik tidak bisa balik lagi. Tidak mau anggur baru lagi, sebab anggur tua itu enak & baik (Luk 5:39). Akhirnya mati rohaninya kena racun anggur Sodom (Ul 32:32-33).

Kelimpahan materi tidaklah salah, kita tidak anti berkat Tuhan, tapi waspada sebab bisa membuat orang tidak lagi bergantung pada Bapa, merasa sudah serba kecukupan & ingin hidup dlm dosa. Sampai pada satu titik: tidak butuh Tuhan lagi (Luk 12:13-21). Kita pakai segala kelimpahan yang Tuhan beri tanpa terikat (1Kor 7:31). Dengan demikian kita bisa seperti Paulus bisa hidup dalam kekurangan & dalam kelimpahan (Fil 4:12-13). Kita bisa melebarkan Kerajaan Allah dengan harta yang fana menjadi harta yang kekal (Mat 6:19-21).

d. Mempercayai pemeliharaan Tuhan

Give us this day our daily bread. Berilah kami pada hari ini roti harian kami (Mat 6:11 KJI). Hidup tergantung dari Bapa. Bukan berarti tidak boleh merencanakan masa depan. Bukan berarti tidak perlu bekerja. Justru harus bekerja (2Tes 3:10), tidak boleh malas (Ams 6:6) & buat perencanaan dengan baik (Luk 14:28). Yang dimaksud adalah kita tetap bekerja dengan giat & tetap berencana, tanpa diliputi kekuatiran & ketakutan (Mat 6:33,34). Kalau kemarin kita mampu lewati, hari ini kita juga mampu kita lewati bersama Tuhan. Tuhan mau kita bergantung sepenuhnya pada janji2-Nya.

Juga bukan berarti kesusahan sehari cukup untuk sehari, lalu kita boros2kan seluruh gaji & masa bodoh dengan hari depan. Bukan demikian, ini ekstrim. Kita melakukan bagian kita, Bapa melakukan bagian-Nya. Ia tak pernah meninggalkan kita (Ib 13:5-6; Yes 49:15).

  1. AMPUNILAH SEGALA KESALAHAN KAMI, SEPERTI KAMI INI SUDAH MENGAMPUNI ORANG YANG BERSALAH KEPADA KAMI

Ada beberapa mutiara yg indah ttg pengampuan sbb

a. Allah Maha Pengampun

Kota Ninewe yang patut dihukum, tapi karena bertobat, maka hukuman Allah batal (Yun 3:10;4:2). Penjahat di sisi Yesus yg bertobat, diampuni & masuk Firdaus (Luk 23:42-43). Biarpun dosamu merah seperti kirmizi akan menjadi putih seperti salju, sekalipun dosamu merah spt kain kesumba, akan menjadi putih spt bulu domba (Yes 1:18). Termasuk kita semua adalah orang berdosa yang butuh pengampunan (Rom 3:23).

Hebatnya kuasa pengampunan darah Yesus. Jika kita mengaku dosa, Ia adalah setia & adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita & menyucikan dari pada segala dosa (1Yoh 1:9). Bahkan Tuhan tidak ingat akan dosa2 kita (Yes 43:25). Ini adalah syarat mutlak kita menghadap Bapa. Tapi bukan berarti kita boleh mempermainkan kemurahan Tuhan ini. Pasti ada perhitungan dari Allah dan itu harganya mahal, seperti Daud yang berdosa (Maz 99:8; Gal 6:7).

b. Jika kita mengampuni, kita diampuni

Ampunilah kesalahan kami seperti kamipun mengampuni yang bersalah kepada kami. Kalau kita mengampuni orang yang bersalah, maka Bapa juga mengampuni dosa2 kita (Mat 6:14). Ini hukum yang luar biasa. Kita beres dengan sesama, beres dengan hati kita sendiri, beres dgn Allah juga. Kasih Allah akan memenuhi hidup kita. Secara manusia kita tidak mampu, tapi kasih Bapa memampukan kita. Kasih Allah tidak terbatas (Rom 5:5). Kita bisa hidup bebas merdeka tanpa sakit hati. Kalau toh pun ada orang menjahati kita, kita ampuni, kita berkati, kita doakan, kita membalas kejahatan dengan kebaikan (Rom 12:14,17-21). Dengan demikian bisa hidup berdamai dengan semua orang (Rom 12:18).

c. Jika tidak mengampuni, tidak diampuni

Jika tidak mengampuni, maka Bapa juga tidak mengampuni juga (Mat 6:15). Ini juga hukum yg dahsyat. Bahkan dosa yg dulu2 sudah pernah diampuni, akan ‘dihidupkan’ lagi (Mat 18:21-35). Hamba yg berhutang 10.000 talenta vs hamba yg hanya berhutang 100 dinar. Perbandingannya 600.000:1. Tidak mengampuni, benci, dendam, marah, luka hati, jengkel, mengingat-ingat kesalahan org lain dll, itu spt sampah dlm hati (>< 1Kor 13:5). Rugi sendiri secara kesehatan & keselamatan. Mengampuni orang lain sesungguhnya bukan saja demi orang itu, tetapi sebaliknya, terutama demi kebaikan kita sendiri. Kita untung secara kesehatan & keselamatan.

SATU PAKET =
DIAMPUNI untuk MENGAMPUNI
&
MENGAMPUNI untuk DIAMPUNI

  1. DAN JANGANLAH MEMBAWA KAMI KPD PENCOBAAN, MELAINKAN LEPASKANLAH KAMI DARI PADA YANG JAHAT

Ada beberapa kebenaran FT agar kita menang atas pencobaan sebagai berikut …

a. Dunia penuh jerat pencobaan

Semua orang apalagi orang percaya menjadi sasaran iblis (1Pet 5:8). Hati2 dengan siasat iblis (2Kor 2:11). Apalagi kalau ada keinginan dosa (Yak 4:3). Allah tidak mencobai, tetapi orang sering diseret & terpikat oleh keinginan dosa (Yak 1:13-14). Ini membuka cela bagi Iblis untuk menembakkan panah berapi (Ef 4:27). Serangan setan dengan berbagai cara. Apalagi di akhir zaman, makin lama makin kotor, makin lama makin licik, makin lama makin dahsyat dst (Wah 12:12). Kita minta perlindungan Tuhan dijauhkan dari yg jahat.

b. Ini juga doa Yesus buat kita

Agar Allah melindungi kita dari pada yang jahat (Yoh 17:15). Tuhan Yesus duduk di sebelah kanan Bapa berdoa syafaat buat kita (Rom 8:34). Tuhan tidak akan mengizinkan pencobaan yang lebih dari kekuatan kita (1Kor 10:13). Yang penting sikap hati kita menghadapi pencobaan (Yak 1:2). Dan ini menjadi pelatihan otot iman kita (Maz 144:1). Segala sesuatu yang terjadi menjadi kebajikan kita (Rom 8:28).

c. Allah sanggup menjaga kita

Allah sanggup melindungi kita dari serangan setan (Yud 1:24). Tuhan berkuasa menjaga kita, bahkan sehelai rambut jatuh pun, Tuhan tahu. Sehingga kita terpelihara sempurna & tak bercacat cela secara rohani saat kedatangan Tuhan lagi (1Tes 5:23). Juga secara jasmani Tuhan melindungi kita dari marabahaya (1Taw 4:10). Di sekeliling kita ada malaikat Tuhan berkemah (Maz 34:8). Ada benteng berapi yang melingkupi kita (Zak 2:5).

  1. KARENA ENGKAULAH YANG EMPUNYA KERAJAAN DAN KUASA DAN KEMULIAAN SAMPAI SELAMA-LAMANYA

Ada beberapa rahasia rohani ttg kedaulatan Tuhan sebagai berikut …

a. Kedaulatan Allah = mutlak

Yesus sudah mengalahkan iblis (Kej 3:15). Maut musuh terakhir & terbesar sudah dikalahkan (1Kor 15:26). Yesus menang mutlak (1Kor 15:55). Allah sangat meninggikan Dia & mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama (Fil 2:9). Allah yang berkuasa & berdaulat sepenuhnya.

b. Kedaulatan Allah = surga, bumi & di bawah bumi

Kedaulatan Allah meliputi surga & bumi (Mat 28:18). Semua bertekuk lutut segala yang ada di langit, di bumi & sekaligus yang ada di bawah bumi (Fil 2:10). Nama Yesus = Nama yang berkuasa, Nama di atas segala nama. Kita berhak menggunakan Nama Yesus. Yesus menang, kita pun menang (1Kor 15:57). Tuhan sanggup memberikan kemenangan demi kemenangan. Kita adalah umat pemenang, bahkan kita lebih dari seorang pemenang (Rom 8:37).

c. Kedaulatan Allah = kekal

Bagi Dia kemuliaan, kebesaran, kekuatan & kuasa sebelum segala abad & sekarang & sampai selama-lamanya (Yud 1:25). Tuhan berkuasa dari awal sampai akhir. Dialah Alfa & Omega (Wah 1:17-18). Kedaulatan-Nya kekal. Kita pun diberi hak penuh untuk memasuki Kerajaan kekal (2Pet 1:11).

  1. AMIN

Pokok terakhir sebagai penutup doa ada beberapa point sebagai berikut …

a. Amin = Bukan sekedar kata kosong

‘Amin’ adalah kata yang sering diucapkan oleh orang Kristen. Termasuk juga kata ‘puji Tuhan’, ‘Haleluyah’, ‘Shalom’ sering meluncur dari mulut kita. Tapi yg penting apakah kita mengerti makna kata2 tsb. Apakah kita mengucapkan dgn kesadaran atau asal omong? Sayang kalau kita hanya mengucapkan tanpa tahu arti & hanya menjadi kebiasaan saja. ‘Amin’ punya arti yg powerful …

b. Amin = Pasti! Sungguh! Benar! Tentu!

‘Amin’ kita deklarasikan iman kita. ‘Amin’ kita mete-raikan doa kita. Satu bentuk ekspresi keyakinan kita. Kita percaya doa kita dikabulkan Tuhan. Jangan setelah berdoa tidak yakin apa yang telah didoakan, orang seperti ini tidak akan menerima apapun (Yak 1:6-7). Kita yakin kita akan menerimanya (Mat 21:22). Bahkan percaya kita sudah menerimanya (Mar 11:24).

c. Amin = sepakat & percaya

Ketika ada yang memimpin doa, selama yang didoakan itu benar, maka kita bersepakat dengan dia dengan mengatakan ‘Amin’. Sebab pemimpin doa berfungsi menyatukan hati sidang Tuhan untuk bersepakat dalam doa. Jangan pikiran kita melamun. Sebab saat kita bersepakat, maka akan terjadi pelipat-gandaan kuasa doa (Mat 18:19; Im 26:8). Karena itu kita mau benar2 berdoa & bersepakat dalam doa bersama. Pasti ada kuasa yang dahsyat saat kita berdoa bersama.

PENUTUP

Dalam Doa Bapa Kami ada 3 aspek yg terkait yaitu:
• saya dengan Bapa
• saya dengan diri sendiri
• saya dengan sesama

Kalau kita beres dgn Allah sbg Bapa, maka kita juga bisa beres dengan diri sendiri & kita pun bisa beres dengan sesama. Selama satu orang belum beres dengan Allah, tidak mungkin dia akan beres dengan dirinya sendiri, tidak mungkin beres dengan sesama. Demikian juga dengan aspek2 yg lain, karena ketiga aspek saling terkait erat.

Ada kuasa yang besar ketika kita berdoa Doa Bapa Kami dengan menyadari kuasa di baliknya.

TUHAN YESUS MEMBERKATI

Scroll to Top