DOWNLOAD FILE PDF CATATAN KHOTBAH IBADAH HARI INI
I. 1KOR 1:25. “KEBODOHAN DAN KELEMAHAN” ALLAH?
Ini ayat2 untuk membuat kita bijak dan kuat di dalam Tuhan, tentu hasilnya sangat indah.
Allah tidak pernah bodoh dan le-mah! Mengapa dikatakan demikian? Ini pendapat dan tuduhan orang dunia terhadap hukum2 dan perbuatan Allah yang dianggap bodoh dan lemah. Misalnya pikul salib, hidup suci, rendah hati, tidak benci atau tidak membalas dll, semua ini dianggap ajaran yang bodoh dan lemah oleh orang dosa. Padahal kalau kita bisa melakukannya itu senang, sebab memperkenankan Tuhan. Sebaliknya kalau puas menik-mati uang atau kedudukannya untuk berbuat dosa, itu melawan Allah, Allah marah. Misalnya Salomo Pkh 2:10. Memang orang2 yang berhasil meme-nuhi keinginan daging yang lezat itu biasanya lebih banyak oleh orang2 sukses, pintar sebab perlu banyak uang dan ini dianggap benar atau bijak oleh orang2 dunia. Justru kalau penuh pe-nyangkalan diri, pikul salib itu bodoh dan lemah tidak berdaya menurut orang dunia. Tetapi kalau bisa mem-balas orang jahat dan berhasil di-anggap pintar dan kuat. Sebaliknya ka-lau menuruti hukum2 Tuhan terhadap musuhnya (misalnya Rom 12:14-21) itu dianggap bodoh dan lemah, sebab tidak berdaya! Ini definisi orang dunia sebab orang2 yang mentaati perintah Allah itu “bodoh” dan “lemah”. Sebab itu orang dunia tidak mau menuruti hukum2 Allah, misalnya tentang salib, itu bodoh dan dianggap lemah, mau menderita, tidak berdaya (1Kor 11:8) padahal mau pikul salib itu berarti ada hikmat dan kuasa Allah! Jadi sesung-guhnya kebodohan Allah (sebab mau pikul salib, tidak membalas, meng-ampuni dll)itu lebih besar hikmatnya daripada hikmat manusia dan hukum2 “kelemahan” Allah itu lebih kuat, dari kekuatan manusia! Kalau kita tidak membalas perbuatan jahat musuh kita, itu berarti kitalebih kuat, bisa me-nyangkal diri, bisa mengampuni, bisa memberkati musuh, itu jauh lebih kuat dan lebih bijak daripada menuruti da-ging. Turut daging itu yang lemah, tidak berdaya, diperbudak daging dan hawa nafsunyasendiri! Orang beriman puas dan bersukacita bisa mengampuni itu hikmat dan kuasa Allah, tetapi orang dunia puas kalau bisa membalas musuhnya, ia merasa lebih kuat dan lebih bijak dari musuhnya yang jahat! Misalnya Paulus sebelum bertobat, ia senang sebab bisa membalas musuh2-nya yang melawan dia, tetapi sesudah bertobat ia mengampuni dan mem-berkati musuh2nya sekalipun dianiaya dan dimasukkan dalam penjara ia masih bisa bernyanyi sukacita Kis 16:25, sampai orang heran melihat dan menganggap ini orang bodoh dan le-mah. (Kalau ia menunjukkan kewarga-negaraan Roma yang dimiliki itu jadi kuat sekali!). Tetapi ia tidak melaku-kannya,ia taat pada pimpinan Roh Kudus, itulah hikmat dan kuasa Allah!
Juga Daud dan Saul. Saul punya hikmat (cara2 mengejar untuk membunuh Daud) dan punya kuasa, itu semua hik-mat dan kekuatan manusiawi. Tetapi Daud penuh pengampunan sekalipun sebenarnya ia bisa membunuh Saul dua kali, tetapi Daud melepaskannya dan tidak benci, itu hikmat dan kuasa Allah, beda dgn hikmat dan kuasa Saul (manusiawi)!
Orang dunia lebih senang punya kekuatan dan hikmat seperti Salomo itu hebat, tetapi dgn ini Pkh 2:10, Salomo jatuh dan dimurkai Tuhan 2Raj 11:9.
Orang yang lahir baru suka ber-tindak dgn hikmat dan kuasa seperti Daud yang bisa mengampuni dan me-matikan kebencian dan tidak mem-balas, tidak menuruti kehendak daging-nya, juga punya hikmat dan kuasa se-perti yang ada pada Paulus! Pilih mana? Hikmat dan kuasa Allah (ini di jalan sempit) atau manusiawi (di jalan lebar, bebas menuruti daging dan ha-wa nafsunya) itu bertentangan!
Kesukaan (hikmat dan kekuatan daging) yang dipakai Salomo termasuk segala dosa zina dan berhala2, sebab menuruti istri2nya 1Raj 11:9 (seperti di Baal Peor, Tuhan murka dan yang mati dihukum Tuhan: 24.000 orang Bil 25:3,9). Sesudah itu Tuhan tidak lagi bicara pada Salomo sampai matinya, meskipun Salomo akhirnyabertobat, tetapi hidupnya kosong dan sia2, sebab menuruti hikmat dan kuasa manusia yang besar yang dimiliki Salomo. Ini bukan salib atau menyangkal diri, bu-kan menuruti hikmat dan kuasa Allah dalam jalan salib! Juga Daud (yang memakai hikmat dan kuasa Allah) lain daripada Saul yang penuh hikmat dan kuasa manusiawi, sangat beda! Akhir-nya Daud naik dalam kemuliaan yang diberi Tuhan dan Saul binasa dalam jalan hikmat dan kuasa manusiawi, sampai di Neraka (sebab bunuh diri) 1Sam 31:4-5. Juga orang yang memba-wa senjata Saul yang bodoh itu ikut kebodohan tuannya!
II. KEINDAHAN DARI “KELEMAHAN DAN KEBODOHAN” ALLAH
Salomo (orang yang penuh hikmat, tetapi bodoh), dan Saul raja pertama Israel yang mulai dalam Roh dan sebab bodoh berakhir dalam daging). Betapa celaka mereka ini yang penuh hikmat dan kuasa manusiawi. Mengapa?
1Kor 1:18. Heran! Pelajaran Salib itu kuasa Allah bagi yang cinta Salib, yg mau pikul Salib dgn sukacita dan pe-ngertian (memang untuk orang dunia itu kebodohan!). Orang yang sukacita pikul salib (Rom 12:1-2), ia bisa hidup suci, Allah besertanya dan ia jadi kuat sekali dan menjadi lebih dari peme-nang Rom 8:31,37. Dalam menghadapi iblis, sikon, kesukaran orang yang di-pimpin Roh bisa menang dgn bijaksana.
Ini bedanya kebodohan dan kelemahan manusiawi dan ilahi. Misalnya kesucian nikah dan bujang, kalau mereka ber-zina itu bodoh sekali menurut Allah. Tetapi kalau punya uang atau punya kesempatan tidak dipakai untuk ber-lazat2 (berzina), itu bodoh menurut orang dunia; banyak contoh, apalagi Salomo. Tetapi akibatnya besar.
Sebaliknya bujang yang memelihara kesucian bujang masa depannya gilang gemilang, ini orang bijak di hadapan Allah. Sebaliknya bujang yang berzina itu dosa yang istimewa, lain dari semua dosa yang lain 1Kor 6:18-19, sebab itu akibatnya juga berbeda, hidupnya pe-nuh hawa nafsu daging, rohaninya ru-sak, rencana Allah rusak, seringkali umurnya juga bisa terpotong karena kelimpahan dosanya (sex diantara suami-istri yang resmi itu bukan dosa, bisa bersukacita,dinikmati, bukan do-sa). Tetapi orang yang tidak pernah berzina, Tuhan berkenan kepadanya dan rencana Tuhan jadi dalam hidup-nya bahkan sampai jatah umurnya pe-nuh sampai ke puncak rencana Allah. Juga jelas sekali bedanya dalam orang Wasiat Lama yang istrinya hanya satu, misalnya Henokh, “Abraham”,Yusuf, Ayub, lebih2 dalam Wasiat Baru, sa-ngat indah. Sekalipun Daniel cs dipaksa membujang karena dikebiri, tetapi ia tetap bersyukur dan tetap hidup suci dalam semua segi hidup yang lain,dan riwayat hidupnya jadi indah sesuai ren-cana Allah. Suami-istri yang memeli-hara kesucian nikahnya sampai dalam pikiran Mat 5:28, kasihnya pada istri dan istri pada suaminya tidak bocor, tetapi terus bertambah, sekalipun sam-pai tua, makin bertambah dan hidup-nya tetap sehat, umur penuh dan ka-sihnya tumbuh bahkan dgn segar dan sukacita, seperti masih muda, dan Tuhan menyertai pelayanannya.
Sebaliknya, ada beberapa orang2 yang heran dalam tangan Tuhan, rusak bahkan binasa karena dosa zina.
Salib itu ajaib, orang yang dgn sukacita pikul salib dgn tekun, bisa te-tap hidup suci, lepas dari dosa zina, kesombongan, cinta uang, benci dll 1Yoh 2:16, sebab nyata sekali ada kuasa dan hikmat Allah di dalamnya.
1Kor 1:19-20. Hikmat dunia jadi kebodohan di hadapan Allah.
Naaman orang besar, punya hikmat dan kuasa di dunia, tetapi waktu disu-ruh mandi oleh Elisa ia jadi bodoh, ia menolak, kurang sedikit semua usa-hanya jadi sia2. Ia marah sebab disam-but “jongosnya” Elisa dan disuruh man-di di sungai yang kotor, suatu peng-hinaan penuh! Untung ia mau bertobat dan hasilnya luar biasa, ia kagum2 dan menyembah Allah 1Raj 5:1, 11-18.
Ternyata perintah yang bodoh dari Elisa waktu ia berubah dan mau taat, itu jadi hikmat dan kuasa yang amat besar. Naaman menjadi sembuh dan selamat, sebab percaya pada Tuhan. Tetapi pemuda yang kaya itu meng-anggap perintah Putra manusia Yesus itu bodoh dan sia2 (untuk mengor-bankan kekayaannya), ia tidak mau melakukannya, sayang (Mat 19:21-24), ia rugi, hidupnya jadi sia2, tidak dapat hidup kekal, kecuali bertobat). Orang yang menganggap perintah dan Firman Tuhan itu bodoh, sehingga tidak mau taat, maka ia tidak bisa masuk Surga. Zedekia tidak mau dengar nubuat Yeremia dari Tuhan untuk menyerah pada Babil; perintah Tuhan itu diang-gap bodoh seperti orang lemah, tetapi Firman Tuhan itu betul Yer 38:16-17.
Kalau tidak mengerti perintah/ Fir-man Tuhan, asal kita mau taat pada Tuhan, berdoalah (tanya Tuhan) Tuhan akan bicara sampai kita yakin, seperti Abraham waktu ragu2 permintaan Sarah istrinya untuk mengusir Hagar. Tuhan menyuruh Abraham melaku-kannya dan Abraham taat sekalipun tidak mengerti mengapa begitu dan Abraham selamat dan rencana Allah jadi.
1Kor 1:21-24. Kristus adalah kuasa dan hikmat Allah. Bagaimana bisa se-lalu mendapat hikmat dan kuasa Allah dalam hal2 jasmani dan rohani se-hingga bisa berhasil dalam menghadapi segala problem? Jawabannya seder-hana, adalah Kristus, adalah kuasa dan hikmat Allah, kita harus punya Kris-tus dalam hidup kita, yaitu Firman Tuhan. Sekalipun belum mengerti Firman Tuhan, percayalah, sungguh2 mau taat akan Firman Tuhan. Seringkali Firman Tuhan itu “kebodohan” bagi pikiran manusiawi, sebab merugikan, tetapi yang dirugikan adalah daging, kehendak dan nafsu daging. Tetapi orang yg percaya, sekalipun belum me-ngerti, tetapi percaya dan mau taat, Roh Kudus akan membawanya pada segala kebenaran, sehingga bisa me-ngerti Yoh 16:3. Percaya saja seperti Maria dan Yusuf, meskipun tidak me-ngerti, Allah bisa mencegah hal2 yang merugikan (sebab belum mengerti), tetapi sungguh2 mau percaya dan taat apa saja yang diberitakan Tuhan. Maria yakin Tuhan Maha kuasa, bisa menjaga segala akibat kalau taat akan hukum-Nya, inilah hikmat Allah, sebab mau taat meskipun belum melihat hasilnya, meskipun belum bisa mengerti, tetap taat Luk 1:34,38.
Kalau kita percaya dan mau taat dgn tulus sekalipun belum mengerti, kita yakin Tuhan bisa mengontrol se-mua sikon kita. (Sebab kalau Maria ha-mil tanpa menikah resmi, ia bisa di-lempari batu sampai mati sebab di-anggap berzina, sebab itu Yusuf, waktu tahu keadaan ini mau lari. Tetapi Tu-han menguasai segala sikon dan memberi tanda2 bahwa itu dari Tuhan, sehingga gembala2 dan orang Majus, nubuat Elizabeth, Simeon, Hanna da-tang, juga Tuhan bicara langsung kepada Yusuf. Meskipun Maria banyak tidak mengerti apalagi dalam waktu 3,5 tahun pelayanan Putranya sampaimati, tetapi Maria tetap percaya dan mau taat, sehingga rencana Allah jadi.
Begitu juga Yusuf anak Yakob, sela-ma 13 tahun sangat menderita seka-lipun tidak salah, tetapi rencana Allah belum tampak, belumterbukti, tetapi ia tetap taat, dan banyak tanda2 menyer-tainya. Allah mengatur sikonnya baik2, sehingga ia terpelihara (dalam perham-baan di rumah Potifar, di penjara dst), bahkan sampai tulang2nya dibawa ke Kanaan lebih kurang 500 tahun ke-mudian. Hidup Yusuf menjadi sangat indah. Kita perlu mendapat hikmat dan kuasa Allah, sehingga menang dalam penderitaan dan pengolahan.
Untuk mendapat hikmat dan kuasa Allah, perlu:
1. Mau taat akan Firman Tuhan dgn tulus dgn segala resikonya. Per-caya bahwa Allah sanggup menuntun orang yang percaya dan taat akan Firman Tuhan.
2. Hidup suci dgn iman, sekalipun ada macam2 godaan.
3. Belajar Firman Tuhan dan terus tumbuh dalam pengertian Firman Tuhan Mat 3:11, sekalipun belum me-ngerti rencana Allah, tetapi Firman Tuhan yang sudah kita kenal, kita taati sebagai pelaku2 Firman Tuhan, bukan sebagai pendengar saja Yak 1:22.
Pengertian Firman Tuhan itu mutlak perlu dan orang yang taat akan apa yang sudah dimengerti, akan ditambahi lagi Mat 13:12. Sampai dimana kita mengerti dari Roh Kudus, kita harus taat (bukan hanya dgn akal kita, beda Luk 10:21). Orang pintar dgn akalnya tidak bisa mengerti, tetapi orang yang taat akan Firman Tuhan dalam kesu-cian (orang dalam, Ruangan Suci dalam kesucian dipimpin Roh, penuh 7 KPR Mat 13:23) akan diberi pengertian ilahi ini pada waktunya Mrk 4:11. Orang yng mengerti kebenaran Firman Tuhan dari Roh, akan ber-buah2 30,60 dan 100 kali lipat (sempurna). Mengerti dan taat dan dipimpin Roh adalah jalannya untuk tumbuh kepada kesempurnaan yaitu sebagai pelaku Firman Tuhan dan dipimpin Roh. Ia akan terus diberi pe-ngertian pembukaan baru oleh Roh Kudus dan dgn Roh Kudus bisa mela-kukannya, sehingga terus bertumbuh kepada kesempurnaan!
4. Dipimpin Roh (Rom 8:14) terus menerus sehingga tetap dalam jalur pelaku Firman Tuhan.
5. Ber-sama2 dgn 7 KPR, termasuk bisa bersekutu dalam kesucian dan kasih (dalam tubuh Kristus) dll dgn limpah.
6. Jalan kesempurnaan lewat jalan buta dan tuli. Ini aneh, tetapi Allah akan menolong hamba2Nya yang taat, yang seperti orang buta dan tuli, meskipun mula2 tidak mengerti, tetapi taat dan tidak melawan Firman Tuhan Yes 42:19 (KJI).
Ini sangat ajaib, justru yang menjadi sempurna adalah hamba Allah yang buta, tetapi tetap taat. Mengapa? Se-bab jalan hidup rohani, apalagi sampai sempurna, sama sekali kita tidak per-nah tahu atau mengalami, tetapi kalau kita terus mendapat pembukaan2 ra-hasia Firman Tuhan dan terus meme-gang pimpinan Roh Kudus (lewat suara Roh) untuk terusmelangkah dalam ril atau jalan Tuhan, ke arah rencana Allah yang sempurna yang kita belum tahu sepenuhnya dan tidak punya peng-alaman sama sekali dalam dunia ke-sempurnaan (dan sebagian besar tidak bisa dimengerti dgn akal manusia).
Mengapa begitu? Sebab orang yang sempurna itu berarti orang yang menerusi Tirai, yaitu daging mati sama sekali. Orang seperti ini (seperti Putra manusia Yesus) dalam senang atau susah, enak atau tidak, mengerti atau tidak, tetap taat seperti orang tuli dan buta yang dipimpin Roh Kudus dan taat 100%, tidak melawan / tidak mem-bantah. Ini sebab daging sudah mati 100%, sepenuhnya terus taat akan pimpinan Roh Kudus.
Ini seperti robot tetapi bukan ro-bot. Kalau robot 100% diatur oleh pengaturnya. Tetapi kita ini adalah manusia dgn kehendak bebas(bisa dan masih dapat memilih, masih punya hak dan kemampuan melakukan apa yang dikehendakinya sendiri, tetapi semua dimatikan, sehingga kita yang masih hidup ini, mematikan total kehendak kita sendiri dan taat sepenuhnya se-perti robot. Kita bukan robot, tetapi mematikan kehendak dan semua ke-inginan kita sendiri sampai kita menjadi seperti menjadi robot, ini orang yang taat sepenuhnya dalam segala sikon dan keadaan. Inilah orang yang seperti robot meskipun bukan robot. Putra manusia Yesus punya kehendak sendiri dan karena itu Ia minta lepas dari salib, tetapi Ia berkata: “biar kehendakMu jadilah” Mat 26:39,42,44. Waktu orang2 yang mau menangkapNya re-bah semua, Petrus mengeluarkan dua pedang, tetapi Tuhan melarangnya Mat 26:52, sebab mau taat penuh pada kehendak Bapanya untuk taat di Salib, dari diriNya sendiri.
7. Taat penuh sampai mati (taat penuh seperti robot). Ia menyerahkan diriNya, ditangkap dandibawa pergi. Putra manusia Yesus membuat diriNya sendiri seperti robot dan menyerah total pada kehendak Bapa sampai mati Yoh 19:30.
TULI. Ia bisa mendengar semua suara yg lain, tetapi ia membuat diri-nya sendiri seperti robot yang tuli, se-kalipun masih bisa mendengar suara daging, kehendak sendiri, Ia sengaja membuat diri tuli dari semua suara yang lain, Ia hanya mendengar suara Roh yang menyampaikan Firman Tuhan atau suara Allah (ada 2 macam suara yaitu Logos (Firman untuk semua orang), dan Rhema (pesan khusus untuk orang itu sendiri pada saat itu). Alkitab yang kita baca dan khotbah yang kita dengar bersama itu logos untuk semua. Tetapi Rhema itu pesan pribadi, khusus untuk kita pribadi yang harus kita taati. Tirai = daging yang berarti mati total dari dirinya sendiri, meskipun masih bisa dengar dan masih bisa melakukan kehendak daging, te-tapi dimatikan dgn sengaja, membuat diri kita seperti robotnya Allah. Dgn dua macam suara ini Roh Kudus me-mimpin kita dan orang yang bertum-buh se-hari2 sampai akhirnya menjadi sempurna; sebab mau mendengar dan mentaati sepenuhnya seperti sudah jadi robot dan waktu di Tirai ia sudah bisa mematikan suara daging sepe-nuhnya (lihat M4426).
BUTA. Masih bisa melihat fakta di sekelilingnya, tetapi ia total taat pada suara Roh, tidak memperhitungkan fakta sekitarnya, ini iman yang sempur-na dari orang yang membuat dirinya menjadi robot Allah 2Kor 5:7, Yak 2:22. Putra manusia Yesus melihat tentara yang rebah Yoh 18:6, tetapi tidak lari atau membiarkan Petrus membunuh-nya (mudah!), tetapi Dia seperti ro-botNya Bapa, 100% taat, seperti buta dan tuli; Ia menjadi Putra manusia yang sempurna dan jadi Korban tebusan untuk manusia.
Jadi untuk bisa dapat hikmat dan kuasa Allah itu adalah dgn jalan salib mau mematikan keinginan daging dan kehendak diri kita sendiri, maka Roh Kudus akan memimpin kita dalam jalan salib sampai ke Golgota.
Ini dilakukan dalam:
1. Dalam segala segi hidup. Jangan hanya dalam segi yang kita mau atau bisa. Misalnya jujur, tetapi dalam nafsu sex, tidak taat, timbul dosa dan se-muanya jadi cacat. Dosa dalam satu segi akan menular, menjalar ke segi2 lain, kalau tidak dgn tegas langsung bertobat, akan rusak semuanya.
2. Segala waktu sampai ke akhir. Jangan hanya mula2 Gal 3:3-4, lalu kemudian sebentar2 tidak taat, setan masuk dalam setiap dosa, akhirnya gugur dan celaka besar seperti Saul.
3. Jangan tertipu iblis, sikon dll. Di dalam dunia masih ada godaan dan pencobaan dari iblis, kaki tangannya dan segala sikon yang dibuatnya! Putra manusia Yesus terus menerus digoda dan ditipu iblis, juga lewat murid2Nya yang paling dekat Mat 16:23. Petrus sendiri tidak sadar diperalat oleh iblis, sebab kata2 dan siasatnya halus dan lihai, sehingga Petrus setuju menga-takannya, meskipun itu dari iblis.
Jangan bodoh 2Kor 2:11. Kalau terus dipimpin Roh, tidak sampai gagal. Ada beberapa orang yang sudah di-pakai dgn heran sampai seperti bintang di langit, tetapi masih bisa ditipu se-perti Petrus dan lambat bertobat, akhirnya gugur, bahkan sampai akhir binasa seperti Saul, Yudas dan Gehazi Wah 12:4. Hati2, sayang, kasihan! Sebab meskipun pada permulaannya taat dipimpin Roh (mulai mau jadi robot), tetapi kita masih bisa menurut daging, masih di dunia, belum selesai tumbuh dan diolah. Hati2 (kalau sudah tembus Tirai, itu berarti sudah sem-purna, orang itu mau dan bisa me-matikan daging sama sekali, ini untuk orang sempurna). Jangan kuatir, asal kita mau terus taat, Tuhan sanggup menolong kita. Yang selamat tetap banyak, tetapi hati2, perlu pengertian Firman Tuhan yang terus tumbuh dan melakukannya,mahir dipimpin Roh dan tetap pada pendirian yang betul, mau taat dan tetap percaya pada Tuhan sampai se-lama2nya. Asal kita mau Allah sanggup menolong 2Kor 4:8.
Kalau iblis menarik orang, meskipun tidak mau, atau melawan iblis, ia ber-usaha untuk masuk, menggoda, me-nipu, memaksa, menjerat dgn meng-halalkan segala cara.
Tetapi cara Allah bekerja, ia tidak memaksa kalau kita mau, pasti tertolong kalau taat. Kemauan dan keputusan pribadi itu sangat penting Luk 12:57, Yos 24:15b. Asal kalau mau dgn tulus pasti tertolong sekalipun ditekan dalam segala perkara, segala segi, tidak terjepit, berseru pada Tu-han, pasti tertolong, tetapi kita harus langsung melepaskan semua dosa Ibr 3:15. Sekalipun bingung, kehabisan akal (tidak mungkin ada jalan keluar), kalau berseru pada Tuhan, Tuhan se-lalu sanggup menolong, bagiNya tidak ada perkara yang mustahil asal kita sungguh2 mau bertobat. Sekalipun pada saat terakhir, si penjahat yang di salib dan terlalu jahat, Tuhan bisa tolong. Kecuali dosa sem-purna seperti Antikris, iblis, dan setan2 tidak lagi bisa bertobat.
KESIMPULAN
Percayalah bahwa Allah tidak ada kelemahan atau kebodohan, itu hanya pendapat manusia, sehingga tidak mau percaya dan taat. Dia Maha kuasa, Maha mulia, Maha benar, adil, dan cinta untuk kekal. Jangan mau ditipu iblis yang menfitnah Allah, perintahNya lemah, bodoh atau salah, Allah tidak pernah salah. Kalau kita salah langsung bertobat, Tuhan akan tolong asal mau pasti tertolong, bahkan kita bisa tum-buh sampai sempurna.
Nyanyian:
Bukan oleh kuat manusia,
Bukan oleh hikmat manusia,
Tapi oleh kuasa Firman dan RohNya
Rencana Allah, semua akan jadi
