MA58 – Kitab Ibrani

Disebut kitab keimaman Kristus atau juga buku Imamatnya Perjanjian Baru.

Kitab ini banyak memuat pokok2 penting dalam kekristenan, yang meru-pakan keterangan yang sangat jelas un-tuk beberapa hal yang secara bayang-an dilukiskan dalam PL dan ibadat Israel secara jasmani.

Dalam kitab ini kita mendapatkan catatan2 terpenting tentang Kristus. Baik tentang keilahianNya (Ibr 1:8), tentang kemanusiaanNya (Ibr 4:15) dll.

Juga diceritakan tentang Iman. Mu-lai dari definisi Iman, kemudian tokoh-tokoh iman yang penting, beserta ben-tuk iman yang unik dari masing2 tokoh tersebut. Disini juga diuraikan tentang Rahasia Sabat.

Pengertian IBRANI:

Kata Ibrani berasal dari kata EBER Kej 11:4 yang berarti berasal dari sebrang. Pertama kali sebutan orang Ibrani dibe-rikan pada Abraham Kej 14:13, kemu-dian nama ini menjadi milik keturunan Abraham (bangsa Yahudi Kis 6:1). Paulus pun sangat bangga dgn kebang-saan Ibrani ini Fil 3:5; 2Kor 11:22.

Bangsa Ibrani yang dimaksudkan oleh penulis surat ini adalah orang Yahudi kristen yang masih pegang tra-disi dan kebudayaan Yahudi (dari kamus Alkitab terbitan Nusa Indah)

PENULIS:

Tidak tertulis. Berdasarkan sebagian isi-nya (Ibr 13:23-24) dan gaya penulisan yang dipakai, banyak yang menaf-sirkan: Paulus.

STATISTIK:

– Waktu/ saat penulisan: diperkirakan th 63 dan 68.

– Ayat kunci” 4:14, 8:1.

– Kitab ke 58. Terdiri dari: 13 pasal, dan 303 ayat.

– Kata kunci: (yang) lebih baik (Tuhan Yesus + Wasiat Baru). Kata ini mendominasi.

Kata-kata lain yang penting:

1. Duduk yang menceritakan bahwa Kristus sudah menyelesaikan peker-jaanNya, Ibr 1:3/ 10:12/ 12:2.

2. …. Surgawi”

– Panggilan Surgawi, Ibr 3:1

– Imam Besar Surgawai, Ibr 4:14

– Pemberian Surgawi, Ibr 6:4

– Berkat2/ milik Surgawi, Ibr 10:34

– Negeri yang samawi/ tanah Surgawi, Ibr 11:16

– Kota Surgawi, Ibr 12:22

3. Marilah/ biarlah kita

– Takut, Ibr 4:1

– Berusaha, Ibr 4:11

– Dgn keberanian datang ke tahta anu-gerah, Ibr 4:16

– Meneruskan…, Ibr 6:1

– Mendekati, Ibr 10:22

– Berpegang teguh, Ibr 10:23

– Hirau menghiraukan satu sama lain, Ibr 10:24

– Meninggalkan beban dan berlari dgn tekun, Ibr 12:1

– Bersyukur, Ibr 12:28

– Pergi ke, Ibr 13:13

– Mempersembahkan buah bibir, Ibr 13:15

RINGKASAN ISI SETIAP PASAL:

Pasal 1. Cara Allah berfirman bagi manusia (1:1-3)

– Allah Bapa mengatakan tentang Tuhan Yesus: ArasyMu ya Allah….

– Allah Bapa mengakui dan menyebut Tuhan Yesus sebagai Allah, yang duduk di sebelah kananNya.

Pasal 2. Tujuan Allah: Manusia 

(Kej 1:26-27).

Mengapa manusia yang jatuh dalam dosa, Engkau ingat dan sangat mem-perhatikannya (ayat 6), manusia yang jadi hamba dosa, lebih rendah dari ma-laikat, tetapi Tuhan lahirkan kembali jadi anak2 Allah dgn tanda2 yang heran (ayat 4). Tuhan Yesus sudah jadi ma-nusia dalam gambar Allah, menebus kita dan Ia menjadi contoh sebagai jalan kebenaran dan hidup bagi kita.

Pasal 3. Dia menjadi Rasul dan Imam besar bagi kita.

Seperti Musa bagi Israel, tetapi Tuhan Yesus lebih mulia dari Musa, bisa me-numbuhkan kita menjadi seperti Dia sendiri (1-5).

Prinsip dan definisi Keras Hati (3:13-15).

Keras Hati = Tidak mau bertobat hari ini. Dan itu berarti bahwa orang terse-but sudah masuk jerat Iblis.

Pasal 4. Sabat rohani itu luar biasa, sebab orang yang bisa masuk ke da-lamnya ada perhentian dan kemenang-an besar. Ia berarti berhenti dari ke-kuatan kita sendiri (ayat 10) lalu di-pimpin Roh melakukan semua hal da-lam pimpinan dan kuasa Allah. Siapa yang bisa masuk perhentian (Sabat) rohani ini (ada sejahtera Roh), tidak akan jatuh dalam dosa (ayat 11-12). Mengapa? Pengertian nyawa (tubuh luar seperti binatang dll, terdiri dari tu-buh dan nyawa saja), dipisah dari roh (orang dalam, pribadinya) oleh Firman Tuhan dalam pimpinan Roh, sehingga tahu perbedaan keinginan daging dan roh (Gal 5:16-17) dan mau taat di-pimpin Roh, maka ia tidak lagi jatuh da-lam dosa. Allah tahu bukan hanya orang luar, juga orang dalam, bisa me-nolong dgn tepat (jangan sembunyikan dosa, Ia tahu). Imam besar itu meno-long kita dari segala pencobaan dari daging (orang luar), dunia dan iblis, sebab Dia sendiri sudah dicobai dan tidak berdosa (ayat 15). Dgn demikian kita dapat menghampiri tahta anuge-rahNya, menjadi pertolongan pada masanya.

Pasal 5. Imam besar manusia + Putra Manusia.

Imam besar manusiawi tetap ada dosa, harus juga mempersembahkan korban karena kelemahan dirinya sendiri (1-4). Tetapi Putra manusia Yesus tidak per-nah berdosa, jadi Imam besar se-lama2nya, maka Ia jadi Putra manusia yang sempurna, Ia jadi Pohon selamat yang kekal, menjadi jalan, contoh, tela-dan bagi semua orang yang percaya dan taat padaNya. Banyak kanak2 ro-hani tidak mengerti hal ini, sebab itu perlu tumbuh menjadi dewasa dgn ma-kanan keras (bisa mengerti yang benar dan salah), jangan susu terus (11-14).

Pasal 6. Jangan terus di tingkat permulaan, langsungkan kepada kesempurnaan.

Jangan terus dgn pengajaran dasar, yaitu: Pertobatan, Iman, Baptisan, Pe-numpangan tangan, Kebangkitan orang mati, Hukuman Kekal dll, adalah ke-hendak Allah agar orang2 tebusanNya itu bertumbuh kepada kesempurnaan (Ayat 1-3, 18-20).

Tetapi juga diceritakan mengenai bahayanya orang yang sesudah pernah menjadi orang rohani yang undur dan tidak bertobat kembali, hukumannya dahsyat (ayat 4-8).

Pasal 7. Melkisedek adalah gambaran Tuhan Yesus jadi Imam besar

(ayat 1-3).

Putra manusia Yesus turunan Yehuda bukan dari Lewi (Luk 3:34, 23-37); 8:4, tetapi jadi Imam besar menurut per-aturan Melkisedek, yang berhak mene-rima perpuluhan yang dikumpulkan di rumah Allah Mal 3:10.  Ia yang mene-bus dan menumbuhkan kita jadi sempurna (dgn baptisan air dan Roh Kudus).

Pasal 8. Wasiat Lama adalah bayangan dari Wasiat Baru.

Harun dan turunannya jadi Imam besar di dunia, bayangan dari kerajaan Surga. (Kerajaan Surga sudah dekat Mat 3:2; 4:17; 10:7), sebab itu Surga diserbu orang2 percaya Luk 16:16. Juga Musa yang lihat kerajaan Surga dan mem-buat maketnya (ayat 5), tetapi itu ada-lah bayangan dari Kerajaan Surga yang sekarang sudah ada pada kita Ef 2:6. Ini pelayanan Tuhan Yesus sebagai Imam besar yang menggenapkan bayangan dari Wasiat Lama (ayat 6-8), yaitu Wa-siat Baru, itu luar biasa. Terakhir Tuhan Yesus datang sesudah tamat renca-naNya dalam Wasiat Baru (ayat 13).

Pasal 9. Cara dalam Wasiat Lama adalah bayangan dari Wasiat Baru.

Allah menceritakan bahwa pedupaan emas Mezbah Dupa ada dalam Ruang-an Maha Suci, ini terjadi waktuTirai ter-buka untuk membuka jalan kepada ke-sempurnaan (10:20). Ini terjadi sesu-dah Putra manusia Yesus jadi Imam be-sar, masuk sampai Ruangan Maha Scui dgn darahNya sendiri, maka Pintu Tirai terbuka sekarang, Imam besar melaku-kan setiap tahun dan memakai darah domba, juga untuk dirinya sendiri, ba-yangan pekerjaan Tuhan di Golgota Yoh 19:30. Wasiat Barudimulai dgn ke-matian Putra manusia Yesus (15-27). Satu kali lagi Kristus akan datang, tanpa menanggung dosa tetapi menjemput orang2 tebusanNya (ayat 28).

Pasal 10. Darah binatang tidak bisa menebus dosa, hanya darah Kristus (ayat 4).

Kristus sudah melakukannya (ayat 6-11). Pintu Tirai sudah terbuka (ayat 20), sebab itu kita perlu bersekutu dalam kesucian oleh darah Yesus dan jangan undur dari berhimpun ber-sama2 (ayat 25) sebab dekat dgn bertemu Tuhan (Ibr 9:27, secara pribadi atau bersama). Jangan menghina darah Yesus, hebat hukumannya sebab tidak mau bertobat (ayat 29-31), jangan sayang berkorban karena Kristus (ayat 34), sebab Tuhan akan datang kembali (ayat 37), jangan undur sehingga binasa, tetapi beriman sampai akhir (ayat 39).

Pasal 11. Pasal ini mengungkapkan tentang Iman oleh pekerjaan Kristus dan betapa besar hasilnya, kita bisa bertumbuh mencapai kesempurnaan oleh Kristus.

Beberapa pahlawan iman: Habil, Henokh, Nuh, Abrahan + Sarah dll.

Pasal 12. Perlombaan iman.

Bukannya dgn roh persaingan dan ti-dak mau kalah, tetapi terutama ber-lomba dgn waktu, berlomba dgn pe-ngaruh dunia dan segala jerat dosa yg dapat membuat orang beriman tidak dapat maju!

Orang yang berdosa diajar seperti Bapa menghajar anaknya supaya ber-tobat, supaya sembuh (ayat 6-13).

Putra manusia Yesus tidak pernah dihajar sebab hidup suci (tetapi tetap merasakan pencobaan daging, dunia dan iblis, meskipun tidak berdosa).  

Tetaplah suci, untuk bersekutu dgn Allah (ayat 14) sampai kita tumbuh seperti Dia.

Jangan lupa sekalipun Kristus tidak pernah berdosa, tetapi Ia menderita begitu hebat sampai mati dalam seng-sara. Mengapa mau? Tahu faedahnya dan kesukaan besar yang menung-guNya (ayat 2). Oleh sengsara karena kebenaran itu kemuliaan Roh turun atas kita 1Pet 4:14. Orang yang mau pikul salib (karena kebenaran) itu akan tahan dalam goncang-gancing dunia yg hebat waktu terakhir Wah 22:11, dan tetap tinggal teguh, tumbuh jadi sem-purna atau ikut pengangkatan (ayat 26-27). Sebab itu jangan berkecil hati atau kecewa dan undur waktu datang seng-sara salib, itu tidak lulus ujian sebab hi-dup dalam percintaan dosa. Yang ber-harga adalah orang yang lulus dalam sengsara karena kebenaran. Orang yg menderita karena dosa, itu hajaran supaya bertobat, dan sesudah bertobat mulai kembali dari permulaan!

Pasal 13. Kasih menjadi sempurna.

Bagian terakhir ditutup dgn:

1. Perbuatan kasih (ayat 1-6; 1Kor 13). Seperti Kristus itu berarti juga keluar ke Golgota, menderita karena kebenaran (ayat 10-17). Disini dite-rangkan jangan sampai kasih Allah ti-dak tumbuh dalam hati, sebab cinta uang, dunia, kepujian dll1Yoh 2:16, ja-ngan takut menderita karena kasih Kristus, Tuhan bisa pelihara dgn sem-purna, lebih2 bagi orang yg cinta Tu-han, semua jadi indah 1Kor 2:9, Rom 8:28.

2. Pemimpin2 yang benar tampak dari kasih dan perbuatannya yang se-perti Kristus, Ia tidak berubah se-lama2nya (ayat 8). Itu tampak bukan hanya dari pengajarannya, tetapi juga buah2 hidupnya penuh kasih Mat 7:15-16;  anggota2 harus tunduk, jangan melawan seperti Israel pada Musa dan Tuhan. Jangan cari pemimpin yang menyenangkan hati dan daging, tetapi yang membawa ke jalan sempit sampai Golgota, limpah dgn 7 KPR. Dgn demi-kian kita bisa tumbuh jadi sempurna (ayat 21) seperti Maria yang punya hasil yang kekal, bukan seperti Marta Luk 10:40-42.

Taat dan doakan pemimpin2 yang betul sebab dgn demikian domba2 bisa dipertanggungjawabkan pada Allah (Ibr 13:17) untuk masuk dalam kemuliaan kekal (ayat 19:25).

PEMBAGIAN

Surat ini dibagi menjadi 2 bagian:

I. Pengajaran tentang Imamat Kristus/ Keimaman Kristus (1-10:18).

II. Nasehat/ dorongan rohani untuk kehidupan sehari-hari (10:19-13:25).

BAGIAN I

Ia. KEBERADAAN KRISTUS:

1:1-3. Lebih dari nabi2 karena kemu-liaan ilahiNya.

1:4-14. Lebih dari malaikat2.

a. 1:4. Memiliki nama yang lebih baik.

b. 1:5. Dilahirkan jadi manusia, sebagai Putra tunggal bapa.

c. 1:8. Diakui oleh Bapa sebagai Allah.

d. 1:9. Diurapi lebih dari semua, yang mengasihi kebenaran dan membenci kejahatan.

e. 1:8-14. Ditinggikan lebih dari semua malaikat, sampai di tahta kekal di se-belah kanan Bapa.

f. Yesus dijadikan sedikit lebih rendah dari Malaikat, mati dalam keadaan manusia supaya Ia dapat menebus dan membawa orang2 tebusanNya ke da-lam kemuliaanNya dan kemuliaan Ba-paNya, dan menghancurkan pemegang kuasa maut (9-14).

Ib. KEIMAMAN KRISTUS (2-10)

1. Memakai keadaan manusia alamiah.

a. Persiapan untuk pekerjaan keimam-an, Ibr 2:16-17

b. Pencobaan yang mempersiapkannya dalam menghadapi aniaya, Ibr 2:18.

2. Dorongan untuk memperhatikan keimaman Kristus (3:1).

Pentingnya pengakuan Iman kita, di-mana setiap pengakuan iman tersebut diperjuangkan oleh Kristus di hadapan bapa. (3:1).

3. KeberadaanNya yang lebih dari Musa: Musa sebagai Hamba, Kristus sebagai Anak (3:2-6).

Selingan, catatan tentang kegagalan Israel untuk:

a. Masuk ke Kanaan (3:7-11)

b. Mereka ditolak sebab tidak per-caya. (3:12-19). Dgn kepemimpinan Musa mereka gagal, bukan karena Mu-sa tetapi karena mereka tidak ber-iman/ tidak percaya.Nasehat supaya tidak keras hati seperti Israel, sehingga terjadi Masa Penggusaran, Israel meng-gusari Allah; Kutuk Allah jatuh (3:13-15).

c. Peringatan untuk gereja Tuhan agar tidak mengikuti teladan durhaka, contoh ketidak percayaan Israel, tetapi supaya kita dapat masuk dalam per-hentian karena iman (4:1-8).

d. Orang percaya mengalami Sabat, perhentian dalam penebusan Kristus, dan berhenti dari bersandar pada usa-ha manusiawi untuk mencapai perhen-tian (4:9-11).Ini rahasia Sabat yang in-dah itu, sehingga orang percaya dapat mengalami perhentian sejati, berhenti dari usaha dgn kekuatan sendiri dan menyerahkan seluruhnya kepada Allah.

e. Kuasa dari Firman Allah:

Menyelidikisegala niat hati orang

Menceraikan sum2 dan tulang, daging dgn roh. Mana kehendak Roh, mana kehendak daging akan jelas bila kita memakai patokan Firman Allah.

4. Dorongan untuk bertekun dalam doa dan ketetapan hati, mengingat Kristus sebagai Imam Besar yang berbelas kasihan (4:14-16).

5. Jabatan dan Pekerjaan Imam Be-sar dalam keimaman Harun:

a. Timbul dari antara manusia (5:1)

b. Dijamah oleh kelemahan manu-siawi.

c. Mempersembahkan korban un-tuk dirinya sendiri dan untuk orang lain (5:3).

d. Dipilih oleh Allah (5:4).

6. Ciri-ciri Keimaman Kristus:

a. Dipilih oleh Allah, dgn sebuah perjanjian yg baru (5:5-6).

b. Menaikkan doa syafaat untuk pembebasan dalam roh yang… (5:7-8).

c. Menghasilkan keselamatan yang kekal (5:9-10).

7. Selingan, teguran, dorongan dan peringatan:

a. Teguran atas kebebalan dan ketidak dewasaan. (5:11- 14).

b. Dorongan untuk meneruskan dalam pengajaran yang benar (6:1-3).

c. Peringatan sehubungan dgn ada-nya orang yg sudah mengalami peng-alaman2 rohani yang tinggi tetapi ke-mudian undur (6:4-8).

d. Nasehat untuk terus bertekun dgn setia untuk mewarisi perjanjian2 Allah.

8. Kepastian penggenapan janji-jan-ji Allah:

a. Melalui ilustrasi kehidupan Abra-ham (6:13-15).

b. Diteguhkan dgn sumpah (6:16-17).

c. Pengharapan yang bagaikan Jang-kar/ Sauh jiwa yang teguh terikat da-lam kerajaan Surga (6:18-19).

d. Dijamin oleh Imam Besar surga-wi, Imam Besar menurut peraturan Melkisedek (6:20).

9. Keimaman Malkisedek, yang me-rupakan type dari Keimaman Kristus.

a. Nama untuk perjanjian yang kekal (7:1-3).

b. Kepadanya  Abraham memberi per-puluhan (7:4-10).

10. Kesimpulan tentang Keimaman Kristus:

a. Seperti Keimaman Malkisedek, diperuntukkan untuk perkara yang kekal, dan diteguhkan dgn suatu sum-pah (7:11-22).

b. Tidak akan beralih/ bertukar lagi; Kuasanya tak terbatas (7:23-25).

c. tanpa dosa, sempurna dan mem-buat korban yang sempurna (7:26-28).

d. Sekarang diteruskan di dalam Kemah yang samawi/ surgawi (8:1-5).

e. Perantara untuk perjanjian yang lebih baik (8:6-13).

f. Upacara2 dalam pelayanan Per-janjian Lama, menunjukkan suatu ba-yangan (9:1-10).

g. Pekerjaan penebusan Kristus, da-rahNya yg menyucikan dosa (9:11-15).

h. Perjanjian yang Lama menunjuk kepada Korban Kristus yang sempurna dalam Perjanjian Baru (9:16-28).

i. Korban2 rutin orang Israel (dgn darah binatang) tidak dapat mengha-pus dosa (10:1-4).

Korban Kristus menyelesaikannya sampai sempurna, dan sekarang ia du-duk di sebelah kanan Allah menunggu penyelesaian seluruh rencana Allah (10:5-18).

BAGIAN II

1. Kesempatan untuk masuk dalam Hadirat Allah oleh Korban dan Pela-yanan keimaman Kristus (10:19-21).

2. Dorongan/ Penghiburan:

a. Untuk mendekatkan diri pada Allah melalui penyembahan dgn sung-guh2 dan hati yang dipersiapkan (10:22).

b. Untuk bertekun dalam saling menguatkan, menasehatkan dan saling hirau menghiraukan dalam anugerah Kristus (10:23-25).

3. Peringatan sehubungan dgn ke-murtadan/ adanya orang-orang yang undur:

a. Hukuman yang datang atas orang orang yang menghinakan kemurahan Allah (10:26-28).

b. Bahaya dari meremehkan korban Kristus dan Roh sumber anugerah (10:29-31).

4. Nasehat melalui peringatan un-tuk orang2 Ibrani Kristen (10:32-39).

5. Tokoh2 dan Pahlawan Iman: (Pasal 11)

a. Definisi dan keterangan tentang Iman. (11:1-3).

b. Contoh2 tokoh Iman.

6. Atlet Rohani, Perlombaan bagi orang2 Kristen.

a. Adanya saksi di sekeliling orang beriman, persiapan masuk dalam per-lombaan Iman dan bagaimana berlari dalam perlombaan tersebut (12:1).

b. Mata yang harus memandang pada Tuhan, yang berada di sasaran perlombaan, dgn mengingat keme-nanganNya dan keberhasilanNya (12:2).

c. Bila dalam keadaan lemah (12:3-4).

d. Nilai dari usaha keras dan ko-reksi2yang diberikan dalam latihan perlombaan iman (12:5-10).

e. Hasil yang indah (12:11).

f. Penghiburan dan dorongan agar terus maju (12:13).

7. Penghiburan sehubungan dgn ke-murnian, kedamaian dan kewaspadaan untuk menghadapi pengaruh yang jahat (12:14-15).

8. Peringatan sehubungan dgn “orang yang menjual hidup kekal (12:16-17).

9. Kontras antara Gunung Sinai dalam Perjanjian Lama dgn Gunung Sion dalam Perjanjian Baru.

a. Gunung Sinai dgn pernyataan keindahannya kuasa ilahinya (12:18-21).

b. Gunung Sion dgn perhimpunan yang mulia dalam Yerusalem surgawi (12:22-24).

10. Peringatan sehubungan dgn Kerajaan Allah yang tetap (12:25-28).

11. Nasehat2 terakhir, sehubungan dgn kewajiban orang Kristen.

a. Kewajiban sosial, terhadap sesa-ma (13:1-6).

b. Kewajiban terhadap pemimpin2 rohani (13:7).

c. Kristus yang tidak berubah, se-buah pegangan pengajaran yang kuat (13:8-9).

d. Kewajiban untuk memisahkan diri (13:10-14).

e. Kewajiban untuk menaikan uca-pan syukur, dan ketaatan terhadap pe-mimpin (13:15-17).

f. Kata2 penutup: Doa dan berkat (13:18-21)

g. Salam (13:22-25).

Scroll to Top