M4630 – Daniel 2:28,31-35. Emas Jadi Tanah, atau Tanah Jadi Emas?

DOWNLOAD FILE PDF CATATAN KHOTBAH IBADAH HARI INI

I. PENDAHULUAN

Ini rahasia Allah yang akan terjadi pada akhir zaman Dan 2:28. Yang terus me-rosot dari emas sampai jadi tanah, dan hancur semua, habis. Atau tanah naik terus jadi emas.

Patung Nebukadnezar mencerita-kan tentang kerajaan Nebukadnezar yang kepalanya seperti emas lalu me-rosot dari emas menjadi perak, men-jadi tembaga, menjadi besi, akhirnya menjadi besi bercampur tanah liat.

Inilah rahasia dari patung Nebukad-nezar, Sayang, emas jadi tanah lalu kena batu gunung, hancur semua, hilang lenyap! Jangan sampai merosot seperti patung ini, begitu menyedihkan seperti Yosia yang sangat indah, me-gah seperti emas, matinya seperti na-sib celaka seperti tanah. Atau seperti bintang2 yang indah gemerlapan di langit, jatuh jadi tanahseperti dalam Wah 12:4. Ada beberapa orang yang dipakai Tuhan dgn heran, lalu jatuh, apalagi kalau tidak bertobat, jadi se-perti tanah. Masih untung kalau ber-tobat seperti Simson atau Salomo yang jatuh atau merosotnya sangat besar sampai Allah murka padanya 1Raj 11:9. Ada beberapa contoh hidup lainnya. Kalau tidak bertobat, masuk Neraka.

Inilah keadaan akhir zaman yang makin merosot (Wah 22:11)sehingga akhirnya binasa. Inilah kemerosotan, sampai jadi dosa, tidak bertobat dan masuk Neraka.

Ada batu gunung yang lepas tanpa bantuan tangan dan kena kaki tanah patung ini lalu patung roboh, hancur, habis, tetapi batu itu menjadi gunung, memenuhi seluruh bumi. Tidak lain itu-lah kerajaan Allah sebab tak ada kerajaan lain  yang dapat seperti ini. Kristus itulah batu itu yang dibuang oleh tukang2 (Mat 21:42) yang diabai-kan manusia. Siapa peduli batu gunung kecil dibandingkan patung yang megah ini? Tetapi batu inilah yang menen-tukan semuanya. Batu ini yang me-mukul kaki tanah ini, hancur semuanya berubah dari emas lalu jadi tanah, te-tapi kalau ikut batu ini bisa meningkat dari tanah menjadi emas! Jadi gunung besar seluruh bumi.

1. Arti jasmani. Keadaan rohani be-berapa banyak orang di akhir zaman, hanyut ikut dalam arus dosa dalam macam2 seginya, akhirnya rohaninya merosot sampai habis.

Contoh yang jelas tampak dari kerajaan Israel mulai dari zaman Saul, Daud dan Salomo. Mula2 begitu indah sampai kemuliaan Allah turun di te-ngah2nya. Tetapi sebab dosa, maka la-ma2 jadi rusak, jadi kerajaan setan yang penuh dgn dosa, baik kerajaan Israel atau kerajaan Yehuda, semua merosot, rusak dan hancur.

2. Arti rohani. Ada kerajaan Allah dan kerajaan setan. Memang kita me-nantikan kerajaan Allah (Mrk 1:15, Mat 6:10, Luk 10:9), tetapi kerajaan dunia (jalan lebar) lebih berkembang,dosa te-rus berkembang jadi arus besar, se-hingga orang2 yang hanyut,  rohaninya hancur dan rusak, semua jadi begitu najis dan keji. Tetapi secara rohani ke-rajaan Allah, dari mulai berdiri oleh Kristus, dan orang2 masuk ke dalam-nya Luk 16:16. Waktu Tuhan Yesus naik ke Surga, murid2 mengharapkan kera-jaan Israel akan didirikan lagi Kis 1:6. Tetapi bukan ini, bukan secara jasmani atau politis, tetapi secara rohani, ke-rajaan Allah akan berdiri di atas bumi, bahkan di seluruh bumi dan bisa tum-buh dgn Kristus dan kuasa Roh Kudus (7 KPR, Dan 2:39). Memang ini yg diha-rapkan oleh Allah, sebab tanpa Kristus dan kuasa Allah, semua usaha dgn kekuatan manusia akan merosot dari emas menjadi perak, jadi tembaga, jadi besi, jadi tanah liat, sia2. Dalam proses ini dosa akan terus meningkat dgn tangan iblis yaitu dari dosa manusiawi, jadi dosa dalam roh lalu jadi dosa sempurna seperti dosa iblis yang tidak mau dan tidak bisa bertobat lagi, jadi tanah dan akan hancur semua.

Ini menceritakan tentang arah per-kembangan usaha manusiawi tanpa Allah, semua dikuasai iblis dan roha-ninya terus merosot sampai jadi tanah dan hancur semua. Tetapi pertumbuh-an kerajaan Allah dgn Firman Tu-han dan kuasa Roh Kudus, oleh Kristus, akan bisa bertumbuh dari tanah sampai jadi emas 2Tim 2:20-21.

Jangan sampai merosot dari emas menjadi tanah, tetapi sebaliknya dari tanah oleh pekerjaan Kristus dan Roh Kudus bisa berubah jadi besi, jadi tembaga, jadi perak, danjadi emas. Ini sebaliknya.

Dua tendens (kecenderungan) ini akan terjadi pada akhir zaman seperti yg dinubuatkan dalam Wah 22:11 dosa akan naik sampai puncaknya, tetapi juga kesucian dimulai dari baru berto-bat dari tanah, meningkat jadi besi, tembaga, perak dan emas. Tetapi da-lam dunia semua ini (dari tanah sampai emas) tidak mungkin, sebab makin la-ma makin banyak perkara2 dosa yang najis dan keji berubah menjadi indah dan menyenangkan bagi manusia, te-tapi di hadapan Tuhan tidak berubah apa yang keji tetap keji. Tetapi Tuhan bisa melepaskan dari semua dosa dan kekejian kalau mau percaya. Tanah yg mau percaya pada Tuhan Yesus bisa berubah makin hari makin indah sam-pai menjadi emas.

II. MAKSUD TUHAN DGN MIMPI INI

Nebukadnezar langsung berusaha mempertahankan kemuliaan dan ke-megahan kerajaannya dgn membuat patung mimpinya menjadi patung ke-muliaan yang riel dari emas seluruh-nya, sehingga tidak bisa dihancurkan hanya oleh satu batu yang turun dari gunung sampai hancur seperti tanah dan bahkan lenyap. Tentu Nebukad-nezar harus mengorbankan banyak emas untuk membuat patung emas setinggi 60 hasta (Dan 3:1), lebarnya 6 hasta (1 hasta sekitar 45 cm), begitu besar padahal cincin itu hanya 5 gram. Maksudnya supaya jangan sampai han-cur dan habis seperti tanah. (Di mana patung itu sekarang? Pasti jadi rebutan orang banyak). Tetapi di hadapan Allah itu sia2, sebabkemuliaan dunia habis waktu kiamat, tidak bersambung ke Surga atau neraka (di Neraka juga tidak laku).

Emas di hadapan Tuhan adalah hi-dup atau tabiat seperti Allah (tabiat ilahi) dan ini akan berlanjut terus di Surga untuk kekal penuh dgn kemu-liaan Allah.

Allah mengukur hidup kita dgn ke-sucian dan tabiat seperti Kristus itulah emas di hadapan Allah (juga semua alat2 dalam Kemah Suci, makin me-ningkat dalam kesucian, semuanya ma-kin banyak dibuat dari emas. (Ruangan Suci: emas dan perak; Ruangan Maha Suci: lebih banyak emasnya seperti Ta-but, tutupan Grafirat semua dari emas, tetapi tabut dari kayu disalut emas).

Tuhan memberkati hidup yang suci, tetapi sebaliknya hidup dalam dosa di-hukum dan dikutuki, itulah hidup yang hina seperti tanah. Allah itu adil, Ia selalu menjatuhkan berkat atau kutuk dgn adil, sesuai dgn perbuatan kita di hadapan Allah. Kalau hidup kita suci, berkenan pada Allah, maka Allah akan mencurahkan berkatNya yang limpah (seperti yang diucapkan di gunung Gerizim oleh orang2 Israel), tetapi ditu-runkannya kutuk bagi umatNya, yang hidup dalam dosa di hadapan Allah. Allah tidak hanya punya berkat, tetapi juga punya kutuk ber-sama2. Selalu ada dua macam yang dipegang Allah untuk manusia, berkat atau kutuk, tergantung dari perbuatan dan hidup kita. Allah tidak membedakan orang, Ia adil dan yang diberikan Allah selalu tergantung dgn apa yang kita perbuat. Iblis selalu memberi berkat yang palsu dan menunda atau menyembunyikan hukumannya. Anak2 Ayub didorong untuk berdosa dgn bebas dan bisa bersukacita dalam kesukaan dosa yang sesaat, tetapi menyembunyikan dosa2-nya. Anak2 Ayub yang bodoh, tidak di-takut2i oleh hukuman dosa2nya, tetapi didorong untuk ber-lazat2 dalam kesu-kaan dosa sesaat. Sesudah dosanya melebihi batas, iblis menuntut hukum-an atas mereka. Sekalipun Ayub berdoa syafaat memintakan ampun, tetapi kemurahan Allah ada batasnya. Kalau sudah habis waktu kesabaran (kemu-rahan Allah) akan datang, masa keke-rasan dari Allah (Rom 11:22), dan iblis berhak memintakan hukuman untuk diturunkan pada anak2 Ayub.Tentang hukuman dosa tidak ditunjukkan iblis, hanya manisnya dosa yang ditonjolkan. Mereka tertipu dan senang hidup da-lam kesukaan dosa, akhirnya sesudah dosanya melebihi batas, iblis menuntut dari Allah untuk membunuh mereka semua lalu diseret ke Neraka.

Tetapi Allah bukan pembohong se-perti iblis, Ia menunjukkan Ebal ber-sa-ma2 Gerezim yang terang2an diberi-takan setiap tahun di Israel. Kita bisa bebas memilih mau dapat berkat atau kutuk. Justru Roh Kudus selalu meng-ingatkan kita untuk memilih berkat, jangan kutuk. Kita bisa memilih yang betul, bahkan ditolong dan dikuatkan Roh Kudus. Jangan tertipu iblis! Orang yang limpah 7 KPR akan ingat dgn jelas Text Box: M4630 / 4 Jan 2026     hal 2      mana yang berkat dan kutuk, sehingga bisa memilih berkat Tuhan yang begitu limpah dan menguntungkan. Iblis terus menipu mengatakan berkat itu salib, taat itu berat dan berbuat sedikit2 dosa belum tentu ada hukumannya Pkh 8:11, sehingga Simson berdosa ber-kali2, juga belum nyata hukuman-nya, misalnya baru berzina, bisa mem-buat mujizat mengangkat pintu ger-bang. Memang Tuhan lambat menghu-kum, tetapi akhirnya kutuk datang dan ia celaka. Baru  terakhir ia bertobat,ia hanya punya kesempatan minta am-pun sebab masih hidup, tetapi tidak la-gi dipulihkan, sudah habis kesempatan-nya, dan sesudah itu langsung mati. Tetapi Saul keras hati dan tidak mau minta ampun dan terhilang se-lama2-nya. Orang yang sukaberdosa terus menerus, seringkali menjadi  mabuk, lalu lupa, sehingga tidak lagi ingat kutuk Ebal, kecuali ditegur atau dihajar keras seperti Simson, baru sadar, tetapi hanya dapat ampun tanpa pemulihan, meskipun itu sudah untung. Sebab itu kita juga perlu saling menasehati supa-ya jangan sampai berdosa atau segera bertobat sebelum terlambat seperti Yudas dan Saul. Justru kita harus selalu ingat keindahan dan kemuliaan yang disediakan Tuhan setiap kali taat dan hidup dalam kesucian.

Memang hidup suci itu harus mau sengsara salib sebab mematikan daging dan berani menderita sengsara karena kebenaran, tetapi itu memilih berkat Gerizim dan pasti untung.

Jangan dikelabuhi iblis dgn kenik-matan dosa seperti Hofni dan Pinehas, juga Nadab Abihu, imam2 yang tertipu oleh iblis sehingga berani berdosa se-enaknya bahkan bebas seperti anak2 Ayub. Itu berarti memilih kutuk Ebal dan pasti kena. Kesukaan berdosa itu arus besar dalam dunia yang makin de-ras, bahkan jadi tsunami dosa, diang-gap kemuliaan, emas dunia tetapi itu kutuk Ebal! Senang sebentar, celaka kekal, kecuali bertobat sungguh2, cela-kanya berkurang.

Sebetulnya Daud ingat, tetapi ia terjerat dosa zina dan mau terlepas dgn macam2 cara yang masuk akal, tetapi Uria tidak mau berlazat dgn istrinya, sebab masih tugas perang, sehingga dosa Daud makin banyak. Akibat kutuk Ebal, kuburnya masih ada (Kis 2:29; 13:36) untung ia masih mau bertobat, sekalipun hukuman tetap datang, dan rencana Allah yang indah sebagian rusak.

Kalau sudah tahu itu melawan Fir-man Tuhan, sekalipun tidak ketahuan, jangan dilakukan sebab Allah itu adil, pasti kutukan turun pada waktunya se-perti imam2, Nadab Abihu yang ber-buat dosa sengaja. Ini dosa tingkat yang makin tinggi, dan makin berat hukumannya dan makin sulit kembali.

III. PENCEGAHAN

1. Patung mimpi Nebukadnezar ini mengingatkan kemerosotan emas jadi tanah (à emas, tembaga, besi, dan ta-nah). Tuhan beri mimpi untuk pence-gahan, ini adalah salah satu cara Tuhan mencegah. Jangan ikut trend dunia yang deras menghanyutkan.

2. Dengar suara Roh, lebih2 kalau kita tidak sejahtera Fil 4:7, jangan dite-ruskan, tanya Tuhan dahulu, apa boleh kita lakukan, kalau sudah tahu itu dosa, lari daripadanya Ams 22:3. Kalau hati gelisah, tidak sejahtera, berhenti dahu-lu; tanya2 Tuhan 1Taw 16:11. Kalau bertanya untuk mau bertobat, Tuhan pasti jawab. Ini akan menolong kita dari celaka besar.

Jangan hanya pakai akal dan pera-saan sendiri seperti Yosua yang ditipu oleh orang Yebuz, sebab alasan orang Yebuz masuk akal Yos 9:14. Jangan ter-buru memberi jawaban, apalagi dalam hal2 penting, terus ber-tanya2 pada Tuhan.

3. Limpah Firman Tuhan, sebab kalau ada Firman Tuhan dalam hati, tidak mudah berbuat dosa Maz 119:11.

4. Saling menasehati (Fil 2:1), apa-lagi kalau kita tahu dgn jelas bahwa saudara kita berdosa, kita harus mem-beritahu Yak 4:17. Jangan sampai ikut trend dosa, itu makin kuat di akhir zaman ini, sehingga banyak orang merosot dari emas menjadi tanah.

IV. BATU YANG MENGHANCURKAN

Mana yang dihancurkan batu gunung ini? Tanah! Jaga baik2 kalau ada kele-mahan dalam tabiat atau segi2 hidup kita, itu bisa menghancurkan semua-nya, bahkan bisa sangat mengecewa-kan. Misalnya raja Yosia yang sangat indah di hadapan Tuhan dan membuat paskah yang terbaik sejak nabi Samuel 2Taw 35:18, luar biasa. Tetapi oleh kesalahan kecil Yosia mati karena tidak setuju raja Neco lewat di negerinya. Banyak orang sedih, sebab orang besar (emas) matinya se-olah2 seperti orang hina (tanah). Seharusnya ia bertanya dahulu pada Tuhan. Waktu Necco ber-kata bahwa ia disuruh Tuhan, Yosia juga tidak percaya. Mengapa ini terjadi. Mungkin sebab sombong karena dipuji, tidak mudah mendengar nasehat, apa-lagi oleh raja kafir, sehingga mudah terjerumus oleh perkara kecil 2Taw 35:20. Juga kalau ada kelemahan yang lain (misalnya mudah marah, karena uang, pikiran kotor dll), sehingga nasib yang indah jadi rusak sebab salah bertindak seperti Yosia, juga seperti Yosua di kota Ai dan dgn orang Yabez. Juga Daud dgn istri orang, menuruti daging dan celaka besar. Hati2, orang yang indah2 bisa jatuh karena kesa-lahan kecil atau hal2 yang disepeleh-kan yang dibiarkan, sayang.

Jadi batu itu menghancurkan patung Nebukadnezar dan sesudah itu jadi gunung besar yang memenuhi se-luruh bumi. Inilah Kristus yang mem-binasakan semua orang yang ikut An-tikris,dalam zaman Antikris, dalam perang Harmagedon, lalu tumbuh da-lam kerajaan 1.000 tahun ber-sama2 orang2 suci yang ikut Kristus, dan memerintah ber-sama2.

V. JANGAN IKUT TREND DALAM PERKARA2 DAGING

Tetapi tumbuh dalam salib Kristus, un-tuk menghancurkan, menyalibkan se-mua perkara2 daging, itu indah meski-pun sakit bagi daging 1Pet 4:14. Akan timbul perkara2 yang indah dan kita ikut memenuhi bumi dalam kerajaan Allah yang tidak lagi bisa dikalahkan.

Jangan ikut trend yang salah.

Kalau itu melawan Firman Tuhan, seka-lipun perkara kecil apalagi yang besar, jangan teruskan. Dalam tangan Tuhan selalu ada Ebal dan Gerizim sekalipun untuk orang2 yang dicintaiNya. Musa dicintai Tuhan, tetapi salah di air Me-riba, ia kena kutuk (hukuman) air Me-riba dan tidak boleh masuk Kanaan, iamati, bisa bangkit, naik ke Surga Ul 32:51. Juga Putra manusia Yesus sebab berdosa karena menanggung dosa umat manusia, Ia ditinggalkan BapaNya dan Bapa menjatuhkan hukuman atas-Nya sampai mati Mat 27:46. Bapa te-tap adil, sekalipun Putra manusia ber-dosa tetap dihukum. Harus taat pada pemimpin Ibr 13:17, lemah lembut dll. Lebih banyak kita mengerti Firman Tuhan, maka kita tahu lebih banyak mana yang betul dan salah, sehingga kita bisa tumbuh lebih sempurna Kis 20:20,27. Perlu lapar dan haus akan Firman Tuhan Mat 5:6, Kis 17:11. Orang yang cinta Tuhan itu cinta Fir-man Tuhan, ia akan bertekun dan mengutamakan belajar Firman Tuhan seperti Maria dan bisa mengerti lebih banyak Firman Tuhan, lebih indah, tidak ikut dalam trend kemerosotan dunia yang hebat ini (tumbuh dalam dosa Wah 22:11). Banyak orang tidak mengerti bertuhankan perut itu salah, tidak setia di Gerejanya, mondar-man-dir, tidak mengembalikan uang Tuhan dll, sehingga banyak dosanya. Perlu terus belajar Firman Tuhan, terus ber-doa dalam Roh dan kebenaran, hidup tabiat2 yang baru dalam Kristus, begitu banyak hal2 untuk setiap segi hidup. Kalau kita mengerti kebenaran Firman Tuhan, kita akan lebih teliti, lebih baik dalam ketaatan dan tidak mudah ditipu iblis sekalipun dalam perkara2 yang kecil dan yang sudah biasa, umum di dunia. Sebab itu hidupnya makin mem-perkenankan Tuhan, tidak sampai kena “Ebal” tetapi selalu dapat Gerizim.

KESIMPULAN

Patung Nebukadnezar ini menunjuk kan trend menurun dalam dosa sampai jadi tanah, hal2 yang keji, yang di-anggap tidak apa2, lalu jadi kutuk dalam hidup rohani kita, tiba2 roboh dan semua rusak, hancur.

Jangan kecilkan hal2 dosa, tetap hati2. Kalau penuh Firman Tuhan, hi-dup suci, tekun berdoa senantiasa da-lam Roh dan kebenaran, terus dipimpin sejahtera Allah, maka kita tidak akan mudah ikut trend yang merosot pada akhir zaman ini, tetapi tetap dalam ja-lur kesucian jalan sempit Allah, se-hingga tetap terpelihara dalam kesu-cian dalam segala segi hidup pikiran, kata2 dan perbuatan kita.

Jangan dari emas menjadi tanah, tetapi dari tanah terus naik sampai menjadi emas dan tidak kembali jadi tanah atau besi, tembaga, tetapi tetap jadi emas dalam segala segi hidup kita. Naik terus dari tanah menjadi emas, ja-ngan dari emas menjadi tanah, seka-lipun dalam perkara kecil dan tidak berarti, itu tetap menarik hukuman Ebal sebab Allah adil. Juga dalam per-kara2 kecil, kalau salah bisa celaka.

Dalam segala perkara cari pimpinan Firman Tuhan dan Roh Kudus, itu ber-arti masuk jalan yg betul untuk menjadi emas, sehingga hidup kita bertaburan emas di hadapan Tuhan, bukan tanah yang kotor, tetapi emas yang suci.

Nyanyian:

Tiap langkahku,

kutahu Dia pimpin slalu,

dan jalanku menuju rumah Mu,

dan s’kali kelak

sampai langkah terakhir,

tiap langkahku bahwa ke rumah Hu.

Scroll to Top