Kid 8:10
Aku adalah tembok dan buah dadaku adalah menara. Lalu saya dalam matanya seperti seorang yg men-dapat perkenannya. (KJI)
KID 8:10A. AKU ADALAH TEMBOK
Dalam ayat 9, Mereka mengatakan: “Jikalau dia tembok”, tetapi disini ia sendiri yg berkata: “bahwa aku adalah tembok”. Tentu kata2 yg selalu benar adalah yg dari Allah.
Kalau ia mengakui dirinya seperti tembok di hadapan Allah itu baik, itu menceritakan tentang pendirian dan hidupnya waktu itu seperti tembok, taat akan kebenaran Firman Tuhan, sehingga Firman menjadi daging dalam hidupnya. Tembok ini sangat berarti, yaitu seperti Firman yg menjadi daging, (lihat ayat 9): Hidup yg seperti Firman, itu sangat indah. Tetapi jangan lupa, di dunia semua masih bisa berubah jadi lebih baik atau lebih jahat. Sebab itu perlu pemeliharaan yg baik, istimewa untuk hidup suci di hadapan Allah, supaya bisa terpelihara tetap suci dan terus meningkat sampai suci seperti Allah yaitu maha suci, sempurna, tidak lagi bisa berdosa! Ini patokan atau arah untuk pemeliharaan hidup suci di hadapan Allah, bukan hanya tetap suci, tetapi terus meningkat sampai akhirnya kesuciannya itu meningkat menjadi seperti Allah! Mat 5:48, Yoh 10:35, sehingga terus berubah dan meningkat sampai menjadi sempurna, sampai ke tahta Allah. Pada saat itu juga (waktu menembus Tirai sampai masuk ke belakang Tirai = masuk Ruangan Maha Suci), menjadi sem-purna dan sehabis ini tidak lagi bisa berdosa, tidak lagi bisa berubah, tetap sempurna untuk kekal. Ini target atau maksud dari pemeliharaan rohani dalam kesucian, supaya tumbuh terus sampai menjadi seperti Allah. Jangan sampai pemeliharaannya macet apa-lagi mundur! Kalau tembok sudah berdiri dgn pondasinya, Allah akan membangunkan istana di atasnya! Ini rencana yg indah dan mulia. Mula2 dibangunkan istana perak (lihat ayat 9) lalu berubah menjadi emas (Yeru-salem baru, sempurna).
KID 8:10b BUAH DADAKU ADALAH MENARA
Ini suatu hal yg bertentangan dgn ayat 9. Allah akan membangun istana pe-rak di atas tembok si calon mempelai perempuan. Tetapi dalam ayat 10, menurut orang itu sendiri bahwa ia akan membuat ketelanjangannya dija-dikan menara di atas tembok. Menara itu tinggi, lebih tinggi dari tembok. Aneh dan keji! Mengapa beda dan aneh antara ayat 9 dan 10. Kalau ketelanjangannya menjadi seperti menara, bisa dilihat semua orang, ini pelacur. Kalau istri menunjukkan kete-lanjangannya untuk suami sendiri, boleh dan tidak dosa, itu milik suami, meskipun yg mengelola adalah si istri. Tetapi arti seperti ini tidak cocok, sebab temboknya itu dilihat oleh umum, lalu menara yg dibuat di atas tembok (yg dilihat umum) itu aneh dan tidak betul. Kalau dilihat umum itu sangat keji, seperti Absalom memperkosa 10 istri bapaknya di muka orang banyak (disengaja) itu terlalu amat keji 2Sam 16:21-22. Begitu ketelanjangan yg dipamerkan itu termasuk persundalan, terlalu keji.
Kalau sudah menikah, istri telan-jang bagi suami dan sebaliknya bagi istri itu tidak apa2, bukan dosa. Se-luruh tubuh istri adalah milik suami-nya, dan tidak boleh ada orang lain yg ikut memilikinya. Begitu juga seba-liknya bagi istri 1Kor 7:1-4.
Di luar suami-istri, ketelanjangan itu dosa di hadapan Allah. Tuhan sendiri tidak setuju dgn ketelanjangan manusia, mulai dari Adam dan Hawa, sebab itu Tuhan memberi baju pada mereka dgn mengorbankan domba dan kulitnya dipakaikan untuk pakaian Hawa dan Adam Kej 3:21 (ini juga adalah nubuatan tentang penebusan Anak domba Allah yaitu Tuhan Yesus untuk menutupi ketelanjangan rohani karena dosa).
Dalam dunia ada macam2 definisi tentang ketelanjangan dan pakaian. Pada umumnya hari2 ini masih ada pakaian yg dipakai sebagai ukuran untuk menutup ketelanjangan. Bebe-rapa memakai pakaian yg minim yaitu pakaian renang, tetapi sebaliknya ada yg menutupi sampaiseluruh tubuhnya sehingga hanya mata dan telapak tangan yg terbuka, semua yg lain tertutup, bisa berubah dgn bertam-bahnya dosa sehingga tidak peduli dan tidak menganggap ketelanjangan itu dosa, baik dgn gambar2 dan ade-gan pornografi, tetapiitu tetap dosa dan jahat di hadapan Tuhan.
Sebaliknya ada yg berani menuruti perasaan hati yg salah dan rusak, dgn telanjang tanpa pakaian, itu dosa percabulan atau perzinaan di hadapan Allah. Telanjang yg normal hanya diantara suami-istri sendiri! Ukuran2 itu mudah berubah, dantelanjang bagaimanapun juga di luar suami-istri itu dosa perzinaan. Yg penting bagi orang beriman,jangan sampai timbul keinginan dosa zina dalam hati Mat 5:28, apalagi kalau sudah menjadi perbuatan2 perzinaan, sebab ini me-rusak bahkan menghancurkan kesu-ciannya dan rencana Allah jadi batal dan rusak dalam hidupnya 1Kor 12:6. Bahkan kalau ada adegan2 kete-lanjangan, baik gambar, video atau yg nyata, orang2 bijak lari dan terlepas daripadanya, jangan tinggal tetap sehingga jatuh, berdosa dan hancur seperti Hawa Ams 22:3.
Hati dan pikiran kita harus terus dijaga supaya tetap tinggal suci dan terus tumbuh sampai sempurna. Jangan ditipu dan dijerat iblis sampai jatuh dalam perzinaan dan semua rencana Allah hancur, batal dan kese-lamatannya binasa seperti Simson, Salomo, Daud (ini orang2 yg masih bisa bertobat, tetapi akhirnya cacat sebab rencana Allah yg top dan ter-indah dll hilang, batal dan rusak. Apalagi Amnon, Absalom, 24.000 orang yg berzina dgn perempuan2 Moab dll, semuanya binasa sebab tidak bertobat. Kalau toh bertobat seperti Simson, cacatnya besar dan rencana Allah di dalamnya rusak dan habis. Jangan mau ditipu oleh ber-macam2 ketelanjangan, lari daripa-danya, pelihara kesucian bujang/ nikah sampai dalam hati dan angan2!
Dalam Amsal 5 disebutkan hal yg sama Ams 5:15,17 (Ayat 18-19).
Ini kolam air dan sumur pribadi itu menjadi hak monopoli pemiliknya sendiri. Tetapi dalam Ams 5:16 ber-kata: patutkah mata airmu berham-buran ke seberang, seperti sungai2 air di jalan2.
Ini dua hal yg berbeda.
Ayat 15,17 kolam pribadi mo-nopoli si suami sendiri, tetapi dalam ayat 16, mengapa air itu di-ham-bur2kan keluar ke seberang dan ke jalan2, tidak lagi monopoli sendiri, tetapi semua bisa minum, dipuaskan dari ketelanjangan si istri, seperti menara di atas tembok. Ini memang aneh, tetapi ini jahat, seperti Hosea menikah dgn perempuan sundal, yg jadi kepuasan yg diminum banyak orang, siapa saja yg mau, bisa ber-hubungan dgn perempuan sundal ini Hos 2:1. Sebab itu istri2 atau gadis2 atau janda2 yg sengaja berdandan untuk menarik perhatian laki2 lain, itu dosa perzinaan, dosa perempuan sun-dal. Kalau berdandan biasa yg cukup sopan, ada laki2 lain masih bisa berpikir zina dgn dia, itu salah laki2 yg melihatnya, tetapi kalau istri itu memberi kesempatan sengaja mau menarik perhatian laki2 lain dgn pakaian yg dibuat telanjang atau 1/4 telanjang, itu dosa perzinaan, itu disukai iblis untuk menjadi umpan perzinaan! Tuhan tidak berkenan, itu dosa, sekalipun baru dalam angan2 atau perencanaannya! Kalau pakaian lengkap, sopan dan cara berjalan atau sikapnya biasa dan hatinya tidak ingin menarik perhatian seseorang atau orang banyak, ia tidak perlu tertuduh. Pada akhir zaman ini ada perbedaan yg besar antara orang ygmemelihara kesuciannya sampai dalam pikirannya dan orang yg sengaja penuh dgn perzinaan, menurut nafsu dagingnya. Persundalan menjadi makin berani seperti pornografi dalam perbuatan. Perbedaan ini makin lama makin besar, dan dianggap normal oleh orang2 berdosa. Jangan ikut arus yg “normal” dalam dunia, tetapi tetap taat memelihara kesucian hidup nikah dalam kesucian dan kasih Kristus dgn kuasa Allah dipimpin Roh sesuai dgn Firman Tuhan. Juga suami2 jangan prasangka, atau cemburu kecuali ada fakta, perlu bersikap yg betul dalam pimpinan Roh, sebagai Tabib yg menyembuhkan yg salah.
Kalau keindahan secara rohani mi-salnya keindahan kesuksesan jasmani dan rohani (misalnya Mat 7:22) dan jasa2nya di-tunjuk2kan pada semua orang, itu orang cari hormat, ingin puji, itu dosa. Ini pasti tidak baik, juga arti jasmaninya, telanjang di umum, itu keji.
KID 8:10c
LALU SAYA DALAM MATANYA SEPERTI SEORANG YANG MENDAPAT PERKENANNYA
Disini ada dua kemungkinan:
1. Kalau ini diantara suami-istri, se-luruh ayat ini tidak salah, bukan dosa. Mereka boleh bersukacita menuruti nafsu sex, erotik diantara mereka sendiri. Kalau istri mau main2 menarik perhatian suami, tidak salah, juga sebaliknya, sebab Tuhan yg membuat naluri sex untuk suami-istri sendiri.
2. Tetapi kalau untuk di luar suami-istri sendiri itu dosa perzinaan bahkan hanyatimbul keinginan dalam pikiran saja, itu sudah salah besar, dosa zina, seperti Mat 5:28. Juga sebaliknya untuk istri kalau di luar suami-istri sendiri. Istri2 pamer (se-bagian) ketelanjangannya seperti me-nara dan menarik nafsu sex orang lain pada dirinya, itu di hadapan Allah seperti Ny.Potifar atau perempuan sundal, itu dosa zina, itu jahat dan termasuk dosa istimewa! Nafsu sex laki2 orang dosa bisa dirangsang oleh ketelanjangan perempuan2 lain, bahkan itu dianggap normal, dalam akhir zaman yg terlalu jahat.
Juga ada arti rohaninya, dan ini juga amat penting dalam pertumbuhan rohani. Kita adalah milik pribadi dari Allah 1Kor 6:18, Fil 1:21.
Tidak boleh dimiliki ber-sama2 dgn iblis atau kaki tangannya. (Dalam dunia roh hanya ada 2 pihak, yaitu Allah (terang) dan iblis cs (gelap). Tu-han Yesus dan Allah sudah menebus kita dari tangan iblis dgn membayar lunas dgn darah Putra manusia Yesus, sehingga kita ini sudah dibeli dgn harga tunai dari iblis dan sekarang orang tebusan ini sudah jadi milik Kristus. Seperti barang di pegadaian, ditebus dgn uang harganya, lalu jadi milik orangnya kembali. Begitu sesu-dah ditebus dgn harga darah Yesus, kita jadi milik Kristus kembali 1Pet 1:18-19. Sebab itu sesudah percaya Tuhan Yesus, ditebus dari tangan iblis, hidup jadi baru, kita jadi milik Kristus, jangan dimiliki lagi oleh iblis dan semua kaki tangannya. Juga berhala itu menjadi perzinaan rohani.
Berhala itu lawannya Allah. Orang yg menyembah berhala, taat pada berhalanya sebagai pemiliknya, ini perzinaan rohani. Baik berhala uang, dunia, pangkat orang2 yg diber-halakan dll Yak 4:4.
Jangan kita tunduk dan taat pada berhala apa saja, tetapi tetap taat pada Tuhan Allah kita. Kita cinta pada keluarga, orang lain, tunduk pada peraturan pemerintah, tetapi di atas semuanya kita tumbuh dan cinta Allah saja, pemilik kita, sebab kita adalah milik Kristus, mempelai Kristus. Seluruh hidup kita dicocokkan dgn Firman Tuhan, Firman menjadi daging, itu cara hidup yg berkenan pada Tuhan. Secara rohani harus kita perhatikan baik2 sehingga untuk jadi milik Kristus dan cinta, dan me-nyembah Allah lebih dari semua yg lain! Tetap cinta suami-istri, anak, orangtua, mobil, rumah, barang2 kita, tetapi di atas semuanya kita cinta Tuhan dan taat pada Firman Tuhan lebih dari semua yg lain. Jangan ikut persundalan rohani, tetapi nomer satu kita harus hidup sebagai milik Tuhan.
Nyanyian:
Skarang kumilik Yesus,
Yesus Dia milikku
bukan untuk sementara
tapi untuk selamanya