Israel begitu banyak (+ 2 juta orang), tetapi susunan mereka sangat ber-atur. Setiap orang mempunyai bapak-nya masing2, sehingga ada garis hu-bungan tunggal dari semua orang di Israel, antara satu dgn yg lain, yaitu anak2 dgn bapaknya; setiap orang Israel masing2 mempunyai bapak sendiri2, tetapi semuanya menjadi satu suku, dan semua suku2 ini ber-sama2 menjadi satu bangsa Israel yg besar. Setiap orang Israel tinggal di rumah bapaknya dan bapak itu juga mempunyai bapak, begitu seterusnya.
Begitu juga secara rohani kita harus punya bapak dan tinggal di rumahnya. Sebab itu setiap anggota harus punya bapak dan anak.
I. PUNYA BAPAK DAN ANAK ROHANI
Orang yg punya bapak rohani, seperti anak punya orangtua. Kasihan anak jalanan yg tidak punya orangtua, me-reka terlantar dan mudahcelaka da-lam segala segi hidupnya, lahir batin Mrk 6:34. Begitu juga secara rohani, kalau tidak punya bapak rohani, tidak ada yg mencintai, menggembalakan, bertanggungjawab atasnya dgn tulus di dunia sehingga nasibnya menjadi celaka di dunia, lebih2 dalam Neraka kekal. Punya bapak rohani itu untung, baik secara jasmani dan rohani, dan Tuhan sudah menyediakannya, jangan pindah2 Gereja atau mendua, itu seperti membuang bapak rohani, se-perti anak jalanan sebab seperti dom-ba yg tidak setia di kandangnya sendiri Luk 15:4.
Artinya punya anak rohani. Inilah orang2 yg kita selamatkan, mau percaya Tuhan Yesus dan ia lepas dari hukuman neraka kekal. Allah itu cinta mansuia Yoh 3:16, tidak ingin se-orangpun binasa 2Pet 3:9, sebab itu orang2 yg menyelamatkan orang ber-dosa itu dihargai oleh Allah dan disediakan pahala yg besar di Surga (mahkota 1Tes 2:19, 1Pet 5:5). Kita tidak cari untung apapun sebagai ba-pak rohani, tetapi Tuhan yg membuat hidupnya beruntung, jasmani dan lebih2 rohani untuk kekal.
Memang adalah kehendak Tuhan setiap anggota sidang Tuhan itu punya bapak rohani dan punya anak2 Rohani, itu hidup yg berkenan kepada Tuhan dan untung, lebih2 di Surga jadi mulia untuk abadi. Ini semua diatur dgn efektif dan indah dalam kelompok kecil, sebab itu semua anggota Gereja harus ikut bersekutu dalam kelompok kecil dan kelompok besar dalam Gerejanya masing2.
II. BAPAK, 1Kor 4:15
Tidak banyak bapak.
Mungkin bapak ini yg melahirkan dia secara rohani, atau yg menggem-balakan langsung. Setiap orang ber-iman seharusnya mempunyai seorang bapak yg memelihara dan memper-tanggungjawabkan keselamatan ma-sing2 Ibr 13:7,17.
Kepada bapak rohani ini kita harus patuh dan menghormati, menghargai segala usahanya seperti Timotius terhadap Paulus Pil 2:22. Orang2 yg bisa menghargai, patuh dan menghor-mati bapak rohaninya, maka bapak rohaninya menjadi lebih mudah mem-pertanggungjawabkannya. Kalau tidak menghargai, tidak dengar2an/ patuh, selalu melawan, maka bapak rohani ini juga sulit, bahkan bisa pegel meng-gembalakannya. Sebab itu jadilah anak rohani yg baik dan lain kali bisa mendidik anak2 rohaninya sendiri dgn baik dan berkenan kepada Tuhan.
Dalam 1Kor 4:15 disebut…
Disini dikatakan punya 10.000 guru dalam Kristus, tetapi tidak punya ba-nyak bapak, itu berarti hanya bebe-rapa. Mengapa dikatakan demikian?
Sebab dalam Wasiat Lama semua orang Israel masing2 hanya punya 1 bapak lahiriah, tetapi dalam Wasiat Baru, ini adalah bapak rohani dalam Gereja masing2. Tetapi kalau ia pin-dah kota, bapak rohani dan Gerejanya tidak ikut pindah, maka di tempat baru ia terpaksa harus mencari Gereja dan bapak baru, tentu mencari Gereja yg baik dan bapak yg penuh dan dipimpin Roh dan sesuai Firman Tu-han, maka ia terpaksa punya bapak rohani baru. Kalau ia seumur hidup-nya pindah 4 kali, ia juga terpaksa pindah Gereja dan bapak rohani 4 kali, sehingga total ia mempunyai bebe-rapa bapak. Semua resmi menjadi bapak rohani sebab pindah kota atau negara. Ini berarti punya beberapa bapak rohani. Pada waktu mau mati, ini saat terpenting untuk hidup kita masing2, sebab itu bapak rohani yg bertanggungjawab untuk keselamatan jiwanya itu punya peran yg penting pada saat terakhir ini, sekalipun se-ringkali itu mengejutkan sebab tidak terduga. Jangan lupa bahwa saat terakhir itu menentukan, apakah ia tetap setia dalam Tuhan dan sampai dimana tingkat rohaninya pada saat terakhir, sebab itu menentukan nasib dan tingkat kemuliaannya untuk kekal di Surga.
Jadi karena terpaksa pindah Gereja (pindah Gereja yg betul sesuai Firman Tuhan, bukan pindah2 sendiri, itu yg melawan Firman Tuhan, itu salah), maka ada beberapa bapak rohani se-panjang umur hidupnya. Kalau semua-nya gembala yg baik sesuai Firman Tuhan untung, jangan sampai dari Gereja jalan lebar (Wah 2,3).
Jadi yg bertanggungjawab untuk keselamatannya (ditentukan saat terakhir) adalah bapak rohani terakhir yg menggembalakannya. Bapak rohani yg lain, yg mula2 tidak lagi bertang-gungjawab secara langsung (kalau masih ada hubungan sekalipun di luar kota/ luar negeri, kalau tahu biasanya juga ikut mendoakannya).
III. ANAK
Setiap orang juga harus mempunyai anak. Kalau rohani belum matang, memang belum mahir menjadi bapak, tetapi tidak mengapa, sebab masih ada bapak di atasnya yg juga ikut menolong, tetapi masing2 sebagai ba-pak yg langsung di atasnya, haruslah tetap berusaha sambil berjalan, untuk menjadi bapak rohani yg baik.
Anak rohani ini harus dipelihara ro-haninya dan dibawa berbakti bersama di Gerejanya, baik dalam kelompok kecil dan kelompokbesar di Gereja, biasanya juga adabapak2 rohani (gembala2) di atasnya, yg lebih senior dan lebih berpengalaman (urut2an pemimpin2 di atasnya ber-tingkat2, seperti dalam Kel 18:21, yg ber-sama2 melayani dalam Gereja tsb untuk semua anggota2 yg ada. Jadi gembala atau bapak rohani yglangsung di atas anggota, tetap dalam pengawasan dari pemimpin2 di atasnya, sehingga semua bisa terpelihara ber-sama2 se-cara bertingkat dandgn baik, dgn penuh tanggungjawab.
Sebetulnya untuk menjadi gembala sel (kelompok kecil) yg matang, itu tidak terlalu lama. Sesudah “melahir-kan anak2” rohani, seharusnya juga menjadi orangtua (bapak) rohani. (Misalnya perempuan Samaria, sesu-dah percaya kepada Tuhan Yesus, ia langsung bersaksi dan bisa meme-nangkan banyak jiwa. Meskipun pe-rempuan Samaria itu belum cukup mahir menggembalakan jiwa2, tetapi ada yg ikut menolong, misalnya Putra manusia Yesus dan murid2 datang dan tinggal beberapa hari di sana Yoh 4:39-40. Lebih2 sekarang dalam Ge-reja, sudah diatur dgn baik, dgn diberi bantuan seorang pembimbing jiwa baru. Begitu indah orang2 yg men-dapatkan anak2 rohani (menangkan jiwa, sebab itu indah di hadapan Tuhan mendapat pahala yg besar (mahkota). Sebab itu orang yg me-ngerti akan berusaha dan bergembira mendapatkan jiwa2, sebab itu menye-nangkan Tuhan. Mintalah anak dari Tuhan seperti Rachel minta Kej 30:1b,22. Orang yg mandul rohani itu tidak bahagia Ul 7:14.
Orang yg mandul itu pasti ada sebab2nya, misalnya bodoh, tidak mengerti, sebab masih kanak2 rohani, tidak mau berusaha, bahkan juga ka-rena ada dosa2, sebab tidak mau taat kepada Tuhan, tidak mau mengasihi orang2 disekitarnya, hidup dalam dosa, sehingga suam dll.
Kalau sudah punya banyak anak2 rohani, biasanya kelompok kecil yg menjadi besar itu dibagi lagi dan mulai memimpin,menggembalakan domba2 Tuhan ini (“momong” bayi2 rohani).
Justru dgn demikian orang yg sung-guh2 mau melayani karena Kristus, akan tumbuh makin rohani dalam pelayanan 2Tim 2:22, sehingga makin matang dan indah. Sebab itu jangan takut atau kuatir menghadapi banyak kesukaran dalam penggembalaan. Dgn pimpinan dan pengurapan Roh Kudus kita akan dapat memelihara anak2 rohani kita baik2 sampai tumbuh bahkan anak2 rohani yg kita gembalakan, mereka juga bisa men-dapatkan anak2 rohani baru.
Sebaliknya kalau ada kekurangan2 dan dosa dalam hidupnya, juga kalau tabiat lama yg jelek muncul kembali, ini dapat menguras habis kekuatan, kemampuan dan pengurapan Roh Kudus di dalamnya, sehingga gagal. Sebab itu hiduplah sebagai hamba Allah yg benar dan berkenan kepa-daNya 1Kor 6:19-20, sehingga dgn pertolongan Tuhan bisa beranak ba-nyak, itu sangat indah dan mulia di hadapan Tuhan, yg tidak ingin seorangpun binasa.
IV. KESETIAAN
Ada seorang anggota pindah ke kota lain dan mencari Gereja; Ia disuruh berdoa sungguh2, minta pimpinan Roh Kudus, sampai dapat Gereja yg terbaik, sebab tidak ada Gereja yg sempurna. Kalau sudah yakin dari Roh Kudus bahwa Gereja itu yg terbaik baginya, harus setia. Jangan mendua, jangan pindah2 Gereja, harus setia; seperti kita mempunyai bapak dan ibu secara lahiriah, sekalipun ada ke-kurangan, sekalipun mereka belum sempurna jangan ditinggalkan/ di-buang, jangan diganti, itu tidak patut. Kita sendiri juga belum sempurna, masih ada kekurangan2nya, sebab itu jangan sengaja meninggalkan mereka.
Sebaliknya kalau kita punya anak, sekalipun keadaan lahiriah atau ba-tiniahnya ada yg cacat, tidak kita buang, kita berjuang untuk berusaha memperbaiki se-bisa2nya. Begitu juga dgn anggota, tidak ada istilah dibuang, kecuali anggota itu tidak mau digem-balakan karena sesuatu perkara dan pergi meninggalkan kita, apa boleh buat, sehingga kita berdukacita. Se-kalipun anggota tsb ternyata masih “lalang” (Mat 13), jangan dicabut dan dibuang, tetap dilayani dan didoakan sampai mau percaya. Tetapi sebagai anggota, kita harus setia karena Kristus, dgn tulus dan sungguh2, dan sebab kasih, seperti Kristus.
V. TEKUN MEMELIHARA
DAN MEMBERI MAKAN, Mat 24:45
Ada anak2 yg malas, bodoh, banyak kekurangannya, tetapi waktu besar, menjadi orang yg cukup baik. Me-ngapa? Sebab orang tuanya memper-juangkannya. Begitu secara rohani, kita harus memperjuangkan nasib anak2 rohani kita karena kasih, seperti Kristus, supaya menjadi baik. Ajarkan kebenaran Firman Tuhan dan hidup dipimpin Roh, itu akan menumbuhkan mereka, sesuai dgn pengertian Firman Tuhan yg makin banyak didapat, dimengerti dan ditaatinya Mat 13:23, maka mereka akan berbuah jiwa2 (3 macam jumlah jiwa2, yg harus dige-napi, baru Tuhan Yesus datang kem-bali), ada yg 30 kali ganda, 60 atau 100 kali ganda.
Beban gembala2 rohani adalah ber-usaha dgn pertolongan Tuhan supaya anak2 rohaninya, bisa menjadi de-wasa rohani, dan makin berkenan kepada Tuhan, dan lagi sampai bisa mempunyai anak2 rohani.
Pelayanan ini, yg benar dan tulus akan menjadi mahkota dan kemuliaan kita untuk kekal, sebab itu kita harus terus memperjuangkannya karena kasih Kristus.
VI. KASIH DAN BELAS KASIHAN
Mat 9:12-13
Kalau tidak ada belas kasihan akan gagal memenangkan dan menggem-balakan jiwa2. Harus ada kasih, maka akan ada rasa terbeban.
Seperti Musa menjadi pemimpin bangsa Israel, itu suatu pelayanan yg sangat sulit.
Orang2 Israel tidak tahu berterima kasih, suka ber-sungut2 dan marah, ber-kali2 mau membunuh Musa, tetapi Musa tetap kasih dan meng-ampunimereka, bahkan mau mati bagi mereka Kel 32:32. Ini sebab kasih dan ada belas kasihan.
Orang yg punya belas kasihan yg betul akan bersikap seperti tabib terhadap orang2 jahat yg tidak tahu berterimakasih, bahkan mau mem-bunuh seperti Israel terhadap Musa. Kalau seorang tabib menghadapi orang yg sakit, langsung dalam pikir-annya timbul pertanyaan bagaimana ia bisa menyembuhkan penyakit atau dosa2nya sehingga ia bisa bertobat, dipulihkan, disucikan dan tidak masuk neraka, tetapi boleh masuk Surga. Ini cara hidup dan kerja tabib.
Kalau ada benci, maka sikapnya seperti algojo. Bagaimana ia bisa lekas membunuh dgn efektif, secepatnya. Ini orang yg benci, sikapnya seperti Algojo. Orang yg punya belas kasihan sikapnya seperti tabib, berusaha sece-patnya menyembuhkan dan memu-lihkannya. Sebab itu Musa berhasil menggembalakan bangsa yg benci dan yg tidak suka kepadanya; tetapi sesudah Musa mati, mereka semua sangat menghormati dan mencintai-nya, sekalipun sudah kasep, tetapi jiwa2 yg dilayani Musa karena Tuhan, menjadi kemuliaannya. Sebab itu Musa tumbuh sampai sempurna sekalipun dalam Wasiat Lama, apalagi kalau ini dilakukan dalam Wasiat Baru.
Begitu juga orang2 yg sudah men-jadi anggota kelompok kita, harus di-momong (diasuh) baik2 sebagai anak2 rohani dgn penuh kasih Kristus! Se-perti cara dalam Kel 18:21, kalau pe-mimpin kelompok 10 orang meng-alami kesukaran, masih ada pemimpin di atasnya yg menggembalakan 5 gembala2 kecil, masing2 dgn 10 domba (5×10=50) dan di atasnya lagi ada pemimpin yg menggembalakan 2 gembala yg bertanggungjawab atas 5 gembala di bawahnya, demikian seterusnya.
Kalau ada kesukaran2, patutlah ia pemimpin (gembala) kelompok kecil ber-tanya2 dan minta nasehat pada bapak rohani di atasnya, kalau belum tuntas, masih bisa minta nasehat pemimpin KK di atasnya atau pe-mimpin seksi KK atau Gembala sidang. Sementara ia mengolah anak2 roha-ninya, bapak rohaninya terus me-ngawasi, mengarahkan dan menase-hati serta mendoakannya.
Begitulah setiap anggota Gereja harus mempunyai bapak dan anak, sehingga semua rohaninya terpelihara dan tumbuh dgn baik ber-sama2 sampai se-tinggi2nya lalu Tuhan Yesus datang membawa kita kembali ke Surga.
CINTA ALLAH DAN PENGGEMBALAAN
Cinta Allah berarti cinta jiwa2 1Yoh 4:20. Cinta Tuhan berarti meng-gembalakan jiwa2 Yoh 21:15-17.
Ada hubungan erat antara cinta jiwa2 dan mengembalakan jiwa2. Cinta jiwa2 itu berarti menggem-balakannya.
Gembala itu terbeban akan dom-ba2nya, akan keselamatan dan per-tumbuhannya. Tanpa terbeban (kare-na cinta) tidak bisa menggembala-kannya dgn baik. Cinta itu terbeban! Kalau tidak ada cinta akan timbul ben-ci, dan benci itu pembunuh, algojo. Kasih itu menyelamatkan seperti tabib ingin secepatnya menyembuhkan su-paya pulih kembali.
Sebab cinta, Allah tidak ingin se-orangpun terhilang; cinta Allah ingin menyelamatkan semua yg percaya.
Kalau kita cinta Tuhan —> itu nyata dan diukur dari berapa banyak kita mencintai jiwa2, yaitu mau menye-lamatkannya lalu mau mengemba-lakan mereka. Orang yg tidak cinta jiwa2, tidak peduli dgn jiwa2, itu dira-gukan cintanya kepada Tuhan 1Yoh 4:20. Orang yg cinta Tuhan itu men-cintai jiwa2 di sekitarnya Luk 10:27, istimewa mereka yg dibebankan Tuhan kepadanya dan biasanya tiba2 bisa bertemu atau timbul hubungan, itu semua tidak kebetulan, sebab Allah yg mengirimkannya.
Jadi orang2 yg “dipasang” Tuhan di sekitar kita atau yg berada di sekitar kitaitu tidak kebetulan, istimewa orang2 seisi rumah, itu beban kita, kita patut menggarami isi panci kita Mat 5:14-16, menyelamatkan mereka dari hukuman Neraka kekal.
Karena cinta dan dicintai Tuhan, orang akan terbeban untuk menye-lamatkan dan memenangkan jiwa2, sehingga dgn demikian mereka mem-punyai anak2 rohani, dan mereka menjadi bapak rohaninya untuk me-melihara anak2 rohaninya atau domba2 dari Tuhan. Mereka dibim-bing, di perjuangkan dan digembala-kan sebab terbeban oleh cinta Allah, sampai setiap domba bisa tumbuh dan beranak (menyelamatkan) dom-ba2 lainnyalagi dan kemudian menjadi domba2 atau anak2 rohani yg digem-balakan / dipimpinnya.
Jangan hidup menyendiri, tetapi dalam kelompoknya masing2 dan te-rus ber-biak2 (menyelamatkan orang2 berdosa yg belum percaya Tuhan Ye-sus, sampai menjadi anak2 rohaninya) sampai menjadi kelompok kecil yg baru, yaitu menjadi rumah bapaknya untuk diasuh dan digembalakan supaya tumbuh.
Ini seperti orang Israel dalam Wasiat Lama punya bapak2 dan kemudian melahirbarukan orang2 berdosa sam-pai bertobat dan menjadi anak2 roha-ninya dan begitu seterusnya Bil 1:2,18, TL, KJV (dalam TB rumah ba-paknya hilang diganti kaum2; KJV: house of their father).
Dgn demikian kita membuat ke-lompok kecil dalam Gereja dan se-terusnya yg bertumbuh dan berbiak seperti cara2 ini dan ditambahkan dgn orang2 yg dimenangkan, yg “kebe-tulan” diketemukannya. Dan semua kelompok2 ada dalam pengawasan pemimpin2 dalam daerahnya ma-sing2.
* Kesempatan hanya singkat. Semua harus mempunyai bapak dan mempunyai anak.
Bapak –> anak –> cucu
Jangan terus menerus hidup sendi-rian, harus tetap tinggaldalam rumah bapaknya supaya bisa dipelihara se-hingga kemudian dapatmempunyai anak2 sendiri, dan terus ber-biak2 rohani, selama masih ada kesem-patan.
Semua anggota itu harus menjadi anak rohani dari bapak rohani yg tertentu dalam Gerejanya dan kemu-dian menjadi bapak rohani dari beberapa orang anak rohani meskipun ia sendiri juga tetap mempunyai ba-pak rohani untuk menolong, menga-rahkan dan menasehatinya dgn cinta yg tulus.
Jadi setiap bapak rohani harus memperjuangkan anak2 rohaninya sampaianak2 rohaninya bisa menjadi bapak rohani yaitu dgn mendapatkan anak2 rohani sendiri.
Kalau seorang menjadi bapak ro-hani, punya momongan rohani (anak2 rohani) maka ia menjadi repot; tetapi dgn cinta yg tulus, kalau ia melayani dgn sungguh2 dalam pimpinan Roh Kudus, justru dalam kesibukan pela-yanan ini, ia akan tumbuh dgn pesat 2Tim 2:21, sebab harus selalu bergan-tung pada pimpinan Roh.
Bapak2 rohani juga harus selalu mengikuti anak2 rohaninya. Sebab kelompok yg paling kecil hanya di-bebani lebih kurang 10 orang (Kel 18:21), maka semua anak2 itu men-dapat perhatian cukup dan tumbuh oleh pelayanan bapak rohani atau gembala kecilnya masing2.
Jadi diharapkan setiap anggota itu menjadi bapak rohani, punya anak2 rohani yg dibina, juga ia sendiri tetap mempunyai bapak rohani yg terus mengawasi dan mengarahkan, mem-bimbing dan membinanya. Begitu seterusnya sampai Tuhan datang.
Dgn demikian semua anggota ada gembalanya masing2 yaitu bapak2 rohani dari kelompok rumah bapak-nya, dan semua juga menjadi gembala dan mempunyai anak2 rohani yg dgn kasih menjadi bebannya, sehingga semua tumbuh degan baik.
Baik dalam kk, seksi, sekolah minggu, kaum muda, semua harus ber-prinsip demikian, maka diharapkan bahwa tidak ada seorangpun yg tidak terpelihara rohaninya dan juga tidak mandul tetapi beranak, supaya kita menjadi negeri yg bahagia tanpa orang mandul sampai masuk dalam Surga kekal Ul 7:14.
