M3697 – Amsal 22:2. Orang Miskin dan Orang Kaya Bertemu

I. BEBERAPA PRINSIP FIRMAN TUHAN TENTANG MISKIN DAN KAYA.
1. Tuhan tidak membedakan orang miskin dan kaya. Kel 30:15, Maz 49:3, Ay 34:18,19, Rom 2:11, begitu juga seharusnya sikap kita. Ams 29:14, Yer 22:16. Tuhan mengukur manusia bukan dari kaya miskinnya tetapi dari kesucian dan dosa. Misalnya Lazarus dan orang kaya, diadili Allah dengan adil dari dosa-dosa dan kesuciannya, Ia tidak memihak pada orang miskin atau orang kaya.
2. Tuhan sanggup membuat orang jadi kaya atau miskin. 1Sam 2:7, Ul 8:18. Seringkali orang tidak sadar bahwa sebetulnya Tuhan yang membuatnya kaya, lalu mereka memakai uangnya itu untuk hidup dalam dosa seperti anak terhilang Hos 2:8. Tuhan adil, tergantung dari masing-masing, Tuhan bisa membuatnya jadi miskin (Misalnya Ams 6:10,11; 21:17; 23:21, Luk 15:14 dll) atau menjadi kaya Ams 28:19, Mat 6:33 dll. Sebab itu adalah wajar kalau ada orang miskin dan orang kaya di dunia. Jangan ragu-ragu, Tuhan sanggup membuat jadi kaya dengan limpah asal hidup benar dan berkenan pada Tuhan. Juga Tuhan bisa membuat sangat miskin dan mendadak seperti Ayub, hendaklah orang-orang kaya yang berani berdosa takut, salah satu akan hilang, orangnya atau uangnya! Tetapi ingat iblis juga bisa membuat orang menjadi kaya dan Tuhan membiarkannya dalam batas-batas tertentu. Tuhan sanggup mengubahkan kekayaannya dan pada waktunya menghukum semua dosa-dosanya.
3. Ada orang menjadi miskin atau kaya karena dosa, itu tidak berkenan pada Tuhan. Misalnya Israel menjadi miskin karena dosa, juga banyak orang jadi kaya dari mencuri, menipu dan dosa-dosa lainnya dan biasanya Tuhan membiarkannya sampai batas waktu tertentu, kecuali kalau ada hubungan langsung dengan umatNya, Ia bisa bertindak seperti Laban dan Yacob dll.
4. Kaya atau miskin, hanya sementara di dunia,  Luk 12:20,21, Ay 1:21. Hampir semua orang lebih suka kaya dan mengejarnya, tetapi tanpa keselamatan kekal itu sia2 Mat 16:26.
5. Menjadi miskin atau ingin menjadi kaya, semua bisa menyebabkan menjadi dosa. Baik kemiskinan (timbul iri, pikiran jahat, pura-pura, bersungut-sungut, mencuri dll) maupun ingin kaya, itu akarnya segala macam dosa. 1Tim 6:9-10. Sebab itu kita harus selalu memeriksa diri supaya jangan berdosa dan bisa hidup berpada (tidak timbul dosa) dalam keadaan apapun Pil 4:11-13.
6. Jangan salah pakai. Karena miskin lalu cari alasan untuk cari uang dengan menghalalkan segala cara (seharusnya bekerja dan berpada dengan keadaannya 2Tes 3:10) dan cinta uang itu melahirkan banyak dosa. Juga kalau jadi kaya, timbul banyak dosa (mengejar kesukaan berdosa sesaat, sombong, tamak, mengandalkannya, melupakan Tuhan dll). Semua perbuatan dosa akan dihukum Allah.
7. Pekerjaan Tuhan adalah melayani orang berdosa (baik miskin atau kaya) supaya selamat dan tumbuh setinggi-tingginya seperti Kristus dan dalam pelayanan ini mutlak perlu disertai Tuhan. Tetapi melayani orang miskin adalah pekerjaan sosial (pekerjaan Yudas) yang bisa dikerjakan oleh siapapun tanpa Tuhan Yesus Yoh 12:8.
Pekerjaan sosial itu baik Gal 2:10, tetapi pekerjaan Tuhan itu lebih dari ini, dan mutlak harus dengan Tuhan Yesus. Jangan pekerjaan Tuhan diredusir menjadi pekerjaan sosial atau hanya sebagai alasan untuk mendapatkan keuntungan uang secara lebih mudah seperti Yudas. Panggilannya menjadi murid seperti Yudas, tetapi lebih mengutamakan orang miskin, akhirnya jadi pengkhianat sebab cinta dosa yang menenggelamkannya dalam banyak dosa dan kejahatan. 1Tim 6:9-10.
8. Miskin atau kaya bagi orang dunia tidak ada hubungannya dengan kesucian, tetapi bagi orang beriman ada hubungannya dengan Tuhan,menurut peraturan Firman Tuhan, sebab itu perlu periksa diri setiap kali. Misalnya Salomo, Ayub dll.
9. Wajar. Adanya orang miskin dan kaya dalam dunia dan di dalam Gereja itu wajar, tergantung dari masing-masing. Tetapi cara hidup miskin dan kaya orang beriman harus disesuaikan dengan kehendak Allah dalam Alkitab, supaya jangan menjadi dosa tetapi memperkenankan Allah dan menjadi faedah untuk kekekalan. Ada beberapa nasehat dan peraturan yang kita pelajari sekarang.
10. Kaya dan miskin bisa ditransfer ke Surga. Dengan uang kita bisa berbuat kebaikan, pelayanan dll Luk 16:9, Mat 10:40,41 sehingga menaikkan syukur banyak orang. Uang juga bisa untuk menebus waktu, bisa utnuk pikul salib (rela rugi karena Kristus) dan ini diganti kemuliaan kekal dan banyak lainnya. Juga orang miskin bisa melakukan jumlah yang sama, sebab Tuhan menghitung dari persentasinya Mrk 12:44.
11. Dalam 3,5 tahun sebelum pengangkatan, dalam Gereja akhir zaman, orang-orang hidup dengan hartabersama seperti Kis 2:44-45.
 
II. BEBERAPA CARA HIDUP ORANG KAYA DAN MISKIN MENURUT FIRMAN TUHAN.
1. Mrk 12:41. Tuhan mengukur dari persentasi. Janda ini hanya memberi persembahan 2 keping yaitu seduit dan dihitung 100% oleh Tuhan, lebih dari orang-orang kaya yang memberi dengan jumlah nilai yang jauh lebih banyak. Seperti perpuluhan, itu diukur dengan persen. Sebab itu persembahan kepada Tuhan lebih baik dengan cara kantong kolekte, sebab ini tertutup, rahasia sesuai dengan Mat 6:3-4 (tangan kiri berbuat, tangan kanan tidak tahu) sehingga Tuhan sendiri yang menilai semua persembahan yang tersembunyi (tetapi tetap ada administrasi keuangan)dan dengan sukarela dan sukacita 2Kor 9:7, itu yang berkenan pada Tuhan.  2. Hal-hal yang ditentukan oleh uang/ tidak.
Dalam hidup sehari-hari, misalnya membeli barang, misalnya baju, makanan, kelas di kapal atau hotel dll, masing-masing mendapat sesuai dengan nilai uangnya; itu wajar dan tidak salah. Masing-masing orang beriman harusberpada 1Tim 4:8 supaya tidak berdosa dalam perbedaan hal ini. Tetapi di Gereja sebagian besar tidak ditentukan oleh uang, istimewa dalam ibadah dan pelayanan (kecuali yang dibeli untuk pribadi masing-masing). Misalnya tidak ada tempat duduk kelas I, kecuali undangan yang memang patut dihormati menurut Firman Tuhan tetapi tetap disesuaikan dengan Firman Tuhan. 1Tes 5:12, Rom 13:1, 1Tim 2:1.  Juga pelayanan tidak ditentukan berdasar uang, tetapi berdasar Firman Tuhan dan pimpinan Roh Kudus,bukan karena kaya miskin, golongan, hubungan pribadi dll.
3. Ams 14:20. Orang miskin dibenci sahabatnya, orang kaya banyak sahabatnya. Persekutuan.
Dalam dunia, persahabatan banyak dipengaruhi oleh kaya miskin, sebab kebanyakan orang cinta uang bahkan juga orang beriman masih ada yang cinta uang. Sebab itu semua orang suka menjadi sahabat orang kaya dan orang besar, karena kemungkinan faedahnya lebih banyak (materi dan moreel) daripada menjadi sahabat orang kecil dan miskin, yang tidak bisa berbuat banyak.
Tetapi di dalam Tuhan kita tidak membedakan kaya miskin tetapi:
a. Membedakan pertobatannya misalnya 1Kor 5:9-11, tidak bersekutu dengan dosanya Ef 5:11, 2Kor 6:14-15.
b. Mengasihi. Luk 10:27 dengan menggarami Mat 5:13-16, menyelamatkan Luk 9:56, Jd 23, tetap penuh pengampunan dan kasih ilahi.
c. Kita bersekutu menurut Firman Tuhan 1Yoh 1:7 yaitu persekutuan tubuh Kristus dalam terang dan kasih Kristus. Memang manusia rata-rata lebih mudah bergaul dengan latar belakang, budaya, golongan yang sama, tetapi kita harus menerima dan menyambut semua saudara2 seiman Rom 15:7 seperti Tuhan Yesus menyambut kita kepada kemuliaanNya, juga kita membawa mereka masuk setahap demi setahapdalam sukacita dan kemuliaan yang kita miliki, tetapi tetap dengan cerdik tetapi tulus Mat 10:16. Memberi tumpangan Ibr 13:2, mengajak masuk dalam lingkungan masing-masing karena Kristus, juga setahap demi setahap masuk dalam hati; jangan dibatasi oleh kaya miskin dan golongan2 meskipun berbeda dalam banyak hal-hal jasmani.
d. Saling menasehati dan membimbing dengan bijak (dipimpin Roh) Yak 4:17, Gal 6:1, Yak 3:13, 1Pet 3:15. Jangan membiarkan dosa-dosa dan sikap yang jelek merajalela 2Tim 2:15 (misalnya hutang, mengambil tanpa izin, pura-pura dll). Tetap perlu ada disiplin, kesucian, hidup baru, dst. Orang yang tidak bisa dinasehati, keras hati dalam dosa, akhirnya akan terpisah seperti Abraham dan Lot, Samuel dan Saul, Paulus dan Markus (Barnabas) tetapi usahalah menyelamatkan sebisa-bisanya.Juga tidak membedakan pintar bodoh, suku bangsa, orang besar atau orang biasa dll. Kita harus mau menyangkal diri, sebab untuk menyesuaikan dengan lingkungan yang berbeda itu seringkali tidak enak untuk daging, tetapi kita ingin menjadi berkat, menjadi garam karena Kristus dan Tuhan pasti akan menolong dan menyertai kita, sehingga bisa bersekutu dalam tubuh Kristus.
4. Ams 18:23. Orang miskin berkata dengan me-mohon2, orang kaya menjawab dengan kasar. Budi bahasa yang lemah lembut. Di sekolah, di tempat kerja atau dalam ketentaraan,memang atasan atau mandor itu selalu memerintah sebagai tugasnya. Ini masih wajar. Tetapi dalam pergaulan orang kaya lebih mudah kasar pada yang miskin. Orang beriman dalam persekutuan tubuh Kristus juga harus mau dan bisa diatur oleh pemimpin2 yang lebih muda, lebih miskin, lebih rendah dalam ukuran duniawi, tetapi lebih matang dalam ukuran rohani. Tetapi dalam persekutuan tubuh Kristus, belajar lemah lembut Pil 4:5, Tit 3:2, seperti Musa, yang mula-mula galak, kasar dan keras, menjadi orang yang paling lembut Bil 12:3. Ini adalah buah Roh Gal 5:23 salah satu tanda dipimpin Roh, kalau dipimpin daging: ngawur, emosi, garang, sombong dll.
Ada banyak nasehat Firman Tuhan tentang lembut Ef 4:2,32, Kol 3:12, 1Tes 2:7, 1Tim 3:3; 6:11, 2Tim 2:24, 1Pet 3:15, Mat 5:5; 11:29, 2Kor 10:1, Maz 147:6; 149:4 dsb.
(Dalam pelayanan, pemimpin2 itu bukan pemerintah, tetapi gembala bagi domba2 Tuhan Yoh 21:15-17 dan hamba Mat 20:25-28. Tetapi kita harus taat pada pemimpin2 (Ibr 13:17) dan ini berarti penyangkalan diri dan rendah hati tetapi dengan cara ini, orang yang mau merendahkan diri, justru ia akan diangkat tinggi oleh Tuhan seperti Yusuf yang dihina dan direndahkan kakak-kakaknya.
Sesudah jadi besar di Mesir, Yusuf tetap menghargai kakak-kakaknya. Belajar lemah lembut Pil 4:5 bahkan dengan se-habis2 lembut Tit 3:2 baik di mulut dan di hati karena Kristus. Beberapa banyak orang besar (kaya, pintar, berkedudukan) tidak mau tunduk dan taat, sebab tidak mau direndahkan, sebab itu rohaninya tetap rendah, tidak bisa meningkat,sebab sombong. (Bandingkan dalam keluarga, adik yang jauh lebih sukses dari kakak-kakaknya, kakak-kakaknya harus menghargai sukses adiknya sebab ikatan darah, apalagi kita ada ikatan darah Kristus, kita sama2 anak Allah. Ada kemungkinan “Lazarus2” yang miskin inilebih tinggi dari orang kaya itu di Surga, sebab orang kaya itu tidak mau menyangkal diri, tidak bisa merendahkan diri pada pemimpin2 yang lebih rendah menurut ukuran dunia). 1Pet 5:5. Kalau mau merendahkan diri biasanya mau taat, dan bisa ikut bersukacita dengan sukses orang-orang yang lebih kecil dan miskin daripadanya. Rom 12:15.
Seringkali orang miskin dipilih Allah sebab dengan tulus ia taat dan merendahkan diri Yak 2:5,6, 1Kor 2:26-29. (kadang-kadang ada yang sesudah dipakai Tuhan dengan heran, jadi besar lalu jadi sombong, maka ia akan direndahkan Tuhan, Roh Kudus tidak lagi mengurapi dan memakainya). Tetapi mereka yang mau tunduk dan taat pada pemimpin2 ini (mau merendahkan dirinya karena Kristus, sekalipun besar dan kaya secara duniawi, ini lebih indah (sebab lebih sulit, perlu penyangkalan diri lebih banyak)dari orang miskin yang rendah hati dan Tuhan memberkatinya dan mengangkatnya dengan indah. Siapapun kita, lebih baik, merendahkan diri selama hidup, sebab semua yang ada pada kita berasal dari Dia 1Kor 4:7, dan orang rendah hati dapat banyak anugerah Tuhan 1Pet 5:5.
4. Ams 22:7. Yang kaya memerintah yang miskin, yang meminjam menjadi hamba kepada yang memberi pinjaman. Dalam hal hutang memang harus patuh pada syarat2 yang bersangkutan dengan pinjamannya, patuh seperti hamba. Misalnya kalau ditagih atau ditanyai hutangnya jangan marah dan harus ada niat yang tulus untuk membayar, harus ada kewajiban membayar.
Juga orang miskin yang diberi bantuan patut berterimakasih pada yang membantu. Tetapi orang-orang beriman yang kaya dan yang memberi pinjaman haruslah tetap lemah lembut karena ikatan darah Kristus, maka Tuhan akan memberkatinya.
Seringkali saudara seiman tidak membayar, sebab itu mudah timbul problem. Karena itu untuk kepentingan kehidupan, lebih baik jangan memberi pinjaman tetapi memberi dengan sukarela Rom 13:8 (melakukan hukum Taurat menurut cara Wasiat Baru 2Kor 3:14). Kalau pinjaman untuk modal, harus ada perjanjian yang kuat, sekalipun diantara saudara2 seiman.
5. Ams 22:22. Jangan merampasi harta orang miskin, karena ia miskin, jangan menindas orang yang menderita dalam hukum.Seringkali orang miskin tidak berdaya dan kalau ada kesempatan orang yang kaya atau kuat merampasi orang yang tidak berdaya. Tentu Tuhan tahu dan ini dosa! Dalam hubungan keuangan,minimum harus jujur, kalau bisa menolong orang yang miskin dan tidak berdaya (apalagi saudara seiman Gal 6:10). Tetapi dalam urusan keuangan semua (juga yang miskin) harus tulus, jujur, taat dengan peraturan2 bisnis). Orang-orang yang tamak seringkali lupa daratan dan perasaan hatinya tumpul. Tetapi kadang-kadang ada juga orang miskin yang lihay, tidak tulus dan bisa menjerat, sebab itu harus cerdik tetapi tulus; berbuatlah baik dengan hati2 supaya tidak ditipu, tetapi tetap jujur dan tulus.
Menolong dan memberi orang miskin itu memberi pinjaman kepada Tuhan, Tuhan yang akan membayar kembali dengan limpahnya Ams 19:17. Memang sepatutnya orang yang lebih memberkati orang yang kurang, jangan terbalik Ibr 7:7. Orang yang lebih jangan menutup hati terhadap orang yang miskin 1Yoh 3:17. Tetapi orang yang miskin jangan harap pada orang kaya atau menuntut, akan kecewa dan jadi dosa benci, tidak senang dll, tetapi tetap harap pada Tuhan.
Baik yang miskin dan yang kaya jangan sampai berdosa oleh karena adanya perbedaan ini, sebab justru dengan adanya perbedaan ini kita bisa saling berkasih-kasihan dengan kasih Kristus (dengan sukarela, tidak dipaksa, tidak dituntut) sehingga persekutuan tubuh Kristus menjadi kuat dan Roh Kudus bekerja dengan limpah. 1Yoh 3:11,23; 4:7, 11-12, 20-21, 2Yoh 1:5, 1Pet 1:22; 3:8, 1Tes 3:12; 4:9, Ibr 13:1, Luk 10:27, Yoh 13:34,35; 15:12,17, Rom 12:10; 13:8.
Dalam Wasiat Lama ada peraturan wajib menolong saudaranya yang dijual jadi hamba karena jatuh miskin Im 25:47,48. Sekalipun yang ditolong tidak tahu berterimakasih bahkan berkhianat, coba nasehati dan doakan, tetapi jangan sakit hati, lakukan semua ini karena dan kepada Tuhan dengan penuh pengampunan dan karena kasih Kristus, ada pahalanya.
6. Ams 22:16. Menindas orang miskin untuk memperbanyak kekayaannya dan orang yang memberi padayang kaya pasti akan kekurangan. Ini aneh sebab ada maksud tersembunyi. Ia menindas orang miskin untuk memperbanyak kekayaan (ini orang tamak, cinta uang sehingga mata gelap, perasaan hatinya tumpul dan menindas orang miskin untuk memperkaya diri sendiri). Tentu ini jadi dosa. Paling sedikit harus jujur dan kalau bisa menolong, bukan malah menindas, merugikannya untuk memperkaya diri. Ini dosa.
Merampasi orang kaya sudah dosa lebih lagi orang miskin. Termasuk menunda atau mengurangi upah orang yang bekerja kepadanya Yak 5:1-6,9. Orang dunia saja sebagian tidak mau berbuat demikian, apalagi orang yang sudah lahir baru.
Memberi (hadiah) pada orang kaya, akan kekurangan.  Aneh, orang miskin dirampasi, orang kaya diberi hadiah. Sebab ada maksud dan harapan dapat kembali hadiah yang lebih besar (mancing). Kombinasi ini salah, sebab bisa memberi justru merampasi. Mungkin ada alasan karena merekatidak jujur dsb (sebab ada orang berdosa, baik kaya atau miskin,  yang tidak jujur, yang cinta uang; memang tidak mudah mengatur, menghadapi orang berdosa, tamak meskipun miskin), tetapi bagaimanapun juga kita sendiri harus takut pada Tuhan dan berbuat baik, paling sedikit jujur, jangan berdosa.
Kita harus cerdik, jujur, takut akan Tuhan, tetapi juga mau menyangkal diri dan dirugikan dalam batas-batas tertentu 1Kor 6:7. Tuhan akan memberkati orang yang mau mengampuni, murah hati (dalam batas-batas yang memungkinkan dan dengan hikmat Tuhan) Mat 5:7, Luk 6:36.
7. Ams 13:7. Orang membuat dirinya kaya, tetapi tidak punya apa2. Ada yang membuat miskin, tetapi punya kekayaan besar.
Pendirian yang betul. Jangan takut miskin karena Tuhan, kita akan punya segalanya. Ini bukan miskin karena malas Ams 6:10,11; 21:17; 23:21, Luk 15:14. Tetapi karena taat akan Firman Tuhan, berpada dan taat dengan apa yang ada padanya Ams 11:24,25. Dengan apa yang ada padanya ia mencari kerajaan Surga dengan tidak takut korban atau rugi, baik untuk ibadah, pelayanan dan perbuatan kasih sesuai dengan kemampuannya 2Kor 8:11-12. Justru orang ini akan makin diberkati dengan banyak harta, jasmani dan rohani (harta rohani ini yang membuat kita mempunyai banyak harta sehingga menjadi kaya untuk kekal, meskipun mati tetap kaya, tidak seperti orang kaya duniawi Luk 12:20-21).
Tetapi orang yang becintakan harta, ia mengutamakan harta, Tuhan pasti dinomor duakan Mat 6:24, maka ia tidak mempunyai apa-apa yang kekal, sebab hanya punya yang fana yang akan layu. Orang seperti ini tidak mau korban waktu, korban harta, korban perasaan dll untuk ibadah, kesucian, pelayanan, menyenangkan Tuhan, mengasihi Allah dan orang-orang di sekitarnya, sebab itu ia miskin di hadapan Allah seperti Sardis Wah 3:17.
8. Ams 13:8. Kekayaan adalah tebusan nyawanya; orang miskin tidak mendengarkan nista. Orang kaya harap pada kekayaannya menjadi tebusan nyawanya. Kekayaan jadi bentengnya yang kuat, pengharapannya, untuk penebusan nyawanya. Ams 10:15; 18:11. Orang-orang kaya seperti ini, pada satu saat kekayaannya akangagal menolongnya dan ia celaka. Orang seperti ini juga biasanya banyak dosanya, sebab ia tidak harap Tuhan, ia dikalahkan dan diperbudak oleh dosa-dosanya. Benteng kekayaannya itu tidak bisa melepaskan dari perhambaan dosa, justru cinta uang itu menjadi sumber segala dosa yang jahat. Justru karena harap pada hartanya, maka orang-orang kaya ini susah masuk Surga Mat 19:23.
Orang miskin tidak mendengarkan nista; ia tidak mempunyai kekuatan, ia menyangkal diri menghadapi semua nista dan kesukarannya, dan berharap Tuhan maka Tuhan menjadi kemenangannya. Rom 10:11.
Orang kaya yang mau dinista, mau menyangkal diri, tidak berdosa, harap Tuhan, tidak harap uangnya, Tuhan juga akan menolongnya sampai menang.
Biarlah orang kaya bersikap seperti orang miskin, mau menyangkal diri dan harap Tuhan, maka hidupnya akan penuh kemenangan dari Tuhan, sebab Tuhan jadi kekuatan, pengharapan dan pemimpinnya Gal 2:20.
 
KESIMPULAN.
Perbedaan orang miskin dan kaya dalam dunia itu besar dan di setiap negara ada perbedaan sikap dan tingkatan. Tetapi di hadapan Tuhan dalam tubuh Kristus ada aturan yang didasarkan atas penyangkalan diri, dengan kasih, takut akan Tuhan, suci, tidak menurut cara-cara manusia tetapi menurut kehendak Allah. Yang paling berbeda dengan orang dunia adalah orang-orang beriman itu takut akan Tuhan dan rindu menjadi kaya di Surga.
Biarlah kita yang miskin dan kaya (semua ini relatif dan bisa berubah menurut waktu) selalu mencocokkan dengan Firman Tuhan dalam pengurapan dan pimpinan Roh Kudus sehingga dalam keadaan apapun kita tetap jadi indah dan berkenan pada Tuhan, baik miskin seperti Yusuf Maria Ams 28:6 atau kaya seperti Abraham, Yusuf, Daud, dll semua hidup dengan iman dan berkenan pada Tuhan.
 
nyanyian:
Apa padaku, kudapat dari Bapa,
keadaanku juga dari Dia.
Apa kubuat, itu guna Tuhanku
Dan apa yang kuperlu,
kutrima lipat ganda.