KASIH ILAHI

1 Yoh 4:8 maka orang yang tiada menaruh kasih itu tiada mengenal Allah; karena Allah itu kasih adanya. (TL)

Kita sudah sering membaca, mempelajari, menyanyikan tentang kasih Allah, tetapi sudahkah kita mengenalinya baik2? Allah itu kasih, bukan Allah mengandung kasih atau sifatnya kasih, tidak. Allah itu kasih. Sama seperti mawar itu baunya ya mawar, begitu juga Allah itu kasih.

Kita akan melihat tentang kasih Allah yang tertulis dalam beberapa ayat-ayat ini.

I. PERBEDAAN KASIH ILAHI DAN KASIH MANUSIAWI

Kasih Allah berbeda dengan kasih manusia. Allah itu kasih, tetapi manusia itu bukan kasih; Memang manusia itu mengandung kasih dan kadar kasih setiap orang berbeda, lagipula ciri-ciri kasih manusiawi itu berbeda dengan kasih ilahi.

Kasih manusiawi itu lain dari kasih ilahi, sebab kasih manusiawi itu berasal dari manusia yang berdosa.

1. Kasih manusiawi itu sebab ada maksud, tujuan dan alasan-alasan tertentu.

Biasanya manusia itu cinta seseorang ada sebabnya. Sebab ia anak saya, sebab ia baik pada saya, sebab ia menolong saya, sebab saya senang padanya, sebab saya dapat banyak untung daripadanya, sebab ia bermurahhati pada saya, sebab ia golongan saya, sebab ia senasib dengan saya, sebab… sebab….

Juga orang-orang mencintai sebab ia memperkirakan bahwaorang itu akan membalas kasihnya (lebih banyak); atau akan menolong dia, atau akan mendatangkan keuntungan baginya dsb.

Tapi kalau ternyata bahwa orang itu berbuat jahat kepadanya, pasti kasihnya habis, ia tidak mengasihinya lagi, bahkan membencinya. Ini kasih manusiawi, ada sebabnya, ada maksudnya, ada tujuannya, karena ada keuntungannya.

2. Membalas kasih.

Kasih karena dikasihi, karena membalas kasih, seperti anak-anak mengasihi orang tuanya yang sudahmenanamkan kasihnya dalam anak-anaknya. Ini salah satu cirikasih manusiawi; Mengapa cinta? Sebab dicintai.

Di dalam Mat 5:46 Tuhan berkata “kalau kamu hanya mencintai bapamu, ibumu, atau orang-orang yang cinta kepadamu, apa bedanya engkau dengan orang Parisi, ahli Taurat, pemungut cukai, mereka juga mengasihi orang yang mengasihi mereka?”.

Ini termasuk hal yang baik di dalam dunia. Kalau orang mengasihi kita, lalu kita membalas mengasihi orang itu,itu baik. Manusia mengenal kasih semacam ini, dan itu sudah bagus untuk manusia. Memang ini lebih baik daripada “sudah dicintai, tetapi dibalas dengan kejahatan”. Pepatah mengatakan membalas air susu dengan air tuba (= air racun), itu jahat sekali.

Untuk orang dunia ini wajar dan baik, membalas mengasihi orang yang sudah mengasihinya lebih dahulu, jangan kasih dibalas dengan jahat. Kalau disimpulkan kasih manusia itu ada sebabnya, kalau tidak ada sebabnya, apalagi kalau ia melihat kalau orang itu akan merugikan, tidak akan timbul kasih malah bisa timbul benci. Ini kasih manusia.

II. KASIH ILAHI

Kasih ilahi jauh lebih tinggi, kasih ilahi itu kasih yang mulia, suci, tidak ada pikiran untuk mengeruk keuntungan.

1. KASIH ALLAH ITU TANPA SYARAT, DAN BAGI SEMUA ORANG.

Mat 5:44-47 Tetapi Aku ini berkata kepadamu: Kasihilah akan seterumu, dan doakan orang yang menganiayakan kamu, supaya kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di surga; karena Ia menerbitkan matahari-Nya bagi orang yang jahat dan yang baik, dan Ia menurunkan hujan ke atas orang yang benar dan yang tiada benar. Karena jikalau kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah pahalamu? Bukankah pemungut cukai pun memperbuat demikian? Dan jikalau kamu memberi salam kepada saudaramu sahaja, apakah lebihnya perbuatan kamu daripada orang lain? Bukankah orang kafir pun memperbuat demikian itu? (TL)

Allah tetap bisa mengasihi

meskipun begini begitu,

meskipun orang itu jahat,

meskipun orang itu merugikan,

meskipun orang itu tidak dikenal dst.

Ini berbeda dengan kasih manusia yang mengasihi

sebab dia anaknya,

sebab orang itu menyenangkan,

sebab orang itu menguntungkan,

sebab orang itu elok,

sebab orang itu memberi banyak uang,

sebab ini dan sebab itu. Tapi Allah mengasihi tanpa syarat, tanpa sebab, meskipun ini dan itu Allah tetap kasih, baik orang itu benar, orang itu berdosa, orang itu akan membalas kasihnya, atau tidak, Allah tetap mengasihi, karena demikian Allah mengasihi isi dunia sehingga diberikanNya PutraNya yang tunggal supaya barangsiapa yang percaya beroleh hidup yang kekal, tidak binasa.

Kasih Allah itu mencintai siapa saja, baik dan jahat, betul dan salah, sebab itu penjahat di sebelah Tuhan, yang layak mati disalib, tapi sebab maupercaya, ia bisa menerima kasih Allah, ia selamat, untung, dan menjadi orang yangberuntung di Surga. Dua penjahat yang sama-sama patut mati, tetapi yang satu tidak mau percaya, yang satu mau sehingga ia bisa menerima kasih Allah dan diselamatkan. Allah mengasihi semua orang.

Orang tua memberi kasih bagi anaknya sendiri; Kalau anak orang lain mau mengambil kasih itu, biasanya tidak boleh, atau diberi hanya sedikit. Inilah kasihManusia! Tapi kasih Allah untuk siapa saja, silakan ambil, ini kasih Allah; Kalau kasih orang tua dituntut supaya diberikan kepada siapa saja yang mau boleh ambil, tetap tidak bisa, manusia tidak mampu dan tidak mau.

Kasih Allah itu, seperti Hujan, siapa saja yang mau boleh mengambil air hujan ini, orang baik maupun orang jahat, boleh mengambil berapa pun, dengan memakai gelas atau memakaigentong, kolam dll, boleh saja. Tuhan memberi hujan bagi orang baik dan orang jahat, Tuhan memberi matahari untuk orang baik, dan orang jahat, itu kasih Allah, tanpa syarat, siapa saja boleh.

Tetapi kasih manusia hanya diberikan bagi dia, karena ada sebabnya, sebab dia anaknya, sebab dia saudaranya, sebab dia golongannya, sebab dia sama-sama satu suku bangsa, satu ras, sebab dia sama senasib, selalu ada sebabnya, tetapi kasih Allah, meskipun bukan apa-apa, meskipun musuh, meskipun ini dan itu Allah tetap mengasihinya. Kedua macam kasih ini berbeda jauh!

Kasih Allah tidak ada syaratnya, begitu juga kita belajar mengasihi saudara-saudara kita tanpa syarat, meskipun mereka sudah merugikan, membenci kita.Mengasihi (termasuk mengampuni) dengan kasih Tuhan, itu mengasihi seperti Kristus.

2. KASIH ALLAH TIDAK MELIHAT SECARA DAGING.

Nyanyian:

Kukasihi kau dengan kasih Tuhan 2x

Kulihat di wajahmu, kemuliaan “Raja” (yaitu wajah batinnya yang sudah dilahirbarukan Allah).

Kukasihi kau dengan kasih Tuhan.

Paulus berkata “dulu kami melihat dan mengenali orang secara manusia, menurut daging tapi sekarang kami tidak melihat atau mengenali orang secara manusiawi, secara daging, tetapi secara ilahi. Sebagaimana Allah melihat seseorang (batinnya) begitu juga kita melihat orang.

2 Kor 5:16 Oleh sebab itu daripada sekarang ini tiada kami mengenal seorang juapun atas peri manusianya. Meskipun kami sudah mengenal Kristus atas peri manusianya, tetapi sekarang ini tiada lagi kami mengenal Dia seperti yang demikian. (TL)

Sebab itu muali sekarang kami tidak lagi mengenali seseorang menurut daging, meskipun kami sudah mengenal Kristus menurut daging, tetapi sekarang kami tidak lagi mengenalNya sedemikian lagi (KJV)

Orang-orang ini, dulu mengenal Yesus sebagai anak Jusuf-Maria, sebagai orang Nazaret, tetapi sesudah matanya celik, maka Petrus berkata: “Engkaulah Kristus”. (Mat 16:17). Sesudah celik, mereka tidak lagi mengenal dan menganggap Yesus sebagai anak Jusuf-Maria tetapi sebagai Putra Allah yang menjelma menjadi manusia.

Begitu juga dengan Paulus, dahulu ia melihat atau mengenal seseorang orang dari segi manusiwi, dengan mata manusiawi tetapi sekarang ia melihat dengan mata ilahiseperti Kristus melihatnya. Kita melihat saudara-saudara kita, biasanyaberbeda secara jasmani tetapi secara rohani semua ini adalah orang-orang tebusan Tuhan. Kita mengasihi orang bukan karena melihat dari luar secara manusiawi (secara daging), tetapi karena Kristus. Bukan karena miskin atau kaya, bukan karena pintar atau bodoh, rupawan atau tidak, dll menurutukuran manusiawi, tetapi karena Kristus, dengan kasih Kristus.

Orang yang tergerak karena kasih Kristus, ia tidak melihat kaya-miskin, pintar-bodoh dsb. Kalau untuk beliau-beliau yang kaya, yang terhormat, yang berkedudukan tinggi, waduh… semangat, tetapi kalau untuk mereka-mereka yang tidak ada harganya tidak semangat, itu bukan kasih Kristus, itu kasih mammon, kasih manusiawi yang ada maksudnya,tetapi kasih Kristus tidak melihat dari luar, secara daging.

Kalau kita melihat secara rohani, yang penting bukan gagah rupanya, banyak uangnya, pintar sekolah, tinggi kedudukannya (ini semua pandangan manusiawi, pandangan daging), tetapi yang penting apakah ia sudah lahir baru, apakah ia hidup dalam kesucian atau dosa, apakah Roh Kudus ada di atasnya atau tidak.

Kita belajar mengasihi, memilih, bersekutu dengan melihat orang dari segi ilahi, sebab itu di dalam Kristus tidak ada lagi perbedaan, Yahudi atau kafir, orang yang tinggi atau orang yang rendah, laki atau perempuan, golongan sendiri atau golongan lain, kasih Kristus tidak membedakan orang. Gal 3:27-28 (untuk pelayanan ada syarat lain lagi, bukan sembarang orang, tidak semua dipilih menjadi murid, Tuhan Yesus hanya memilih 12 orang dan 70 murid (diantara beribu-ribu orang).

Jadi untuk memilih orang untuk pelayanan itu lain daripada mengasihi, kita harus melihat orang seperti yang dilihat oleh Tuhan, sehingga kita bisa memilih orang yang dipilih Tuhan dan itu yang terbaik! Memilih menurut kehendak Tuhan itu berarti sesuai dengan Firman Tuhan. Kita tidak boleh memilih sembarang orang untuk pelayanan, bisa kacau, bisa menghalang-halangi pekerjaan Roh Kudus, bahkan iblis bisa masuk dan bekerjalewat orang-orang yang tidak bertobat dan perbuatan-perbuatan dosanya.

Kasih Allah tidak membedakan orang. Ini ciri pertama dari kasih Allah, Allah mengasihi tanpa syarat. Kasih Allah diberikan seperti mata hari, seperti hujan untuk semua orang Mat 5:44-45.

3. ALLAH MENGASIHI MANUSIA SELAGI HIDUP DALAM DOSA.

Rom 5:8 Tetapi Allah sudah menyatakan kasih-Nya kepada kita di dalam hal Kristus telah mati karena kita, tatkala kita ditaklukkan oleh dosa. (TL)

Ayat ini mengatakan bahwa Dia

mengasihi manusia selagi manusia itu hidup di dalam dosa.

Bagi Allah dosa itu dahsyat, dosa itu pemberontakan, dosa itu melawan Allah yang maha suci, yang maha adil dan orang-orang yang berbuat dosa itu harus dihukum.

Kadang-kadang hal ini bagi kita kelihatannya kurang begitu jelas, dan tidak banyak berbeda. Kalau kita melihat orang banyak di jalan, ada orang jahat, ada orang baik, bagi kita tidak terlalu banyak berbeda.

Bagi Polisi lain, kalau ia melihat orang jahat, langsung siap tempur. Orang jahat dan orang baik itu bagi polisi itu besar bedanya; polisi harus melaksanakan tugasnya, ia berusaha secepat mungkin meringkus orang jahat itu sebelum jatuh korban. Ia siap dengan senjatanya dan siap untuk menangkapnya. Ia langsung lapor ke markas dan menyiapkan teman-temannya.

Orang jahat dan orang baik bagi polisi banyak bedanya, bila perlu ia menembak orang itu kalau orang itu berbuat sesuatu yang jahat apalagi membahayakan keselamatan orang lain. Jadi orang baik dan orang jahat bagi kita kadang-kadang tidak ada bedanya, tetapi sangat besar bedanya bagi polisi, bagi hakim dan lain-lain. Kalau hakim memukul palunya 5 tahun penjara, itu orang jahat, orang baik bebas,

Begitulah bagi Allah yang maha suci, orang berdosa itu dahsyat, orang berdosa itu orang yang melawan, orang yang berontak, orang yang harus ditembak, orang yang harus dihukum; bagi Allah ini besar artinya, tapi justru di dalam keadaan ini Allah mengasihinya, pada waktu manusia di dalam dosa, tatkala kita ditaklukkan oleh dosa Rom 5:8. Allah menyatakan kasihNya kepada kita dengan mengorbankan PutraNya untuk menggantikan hukuman dosa kita. Padahal Allah itu maha suci, Dia Hakim segala hakim dan Dia tidak bisa melihat kejahatan, tidak bisa melihat dosa.

Bagi Allah melihat orang berdosa itu ngeri, dahsyat, sebab itu membangkitkan murkanya, tapi Alkitab berkata bahwa sebaliknya dari marah, Ia mengasihi manusia.

Posisi orang berdosa itu posisi yang dahsyat, misalnya dosanya -60.Kalau orang itu 0 netral, ya… Allah bisa bersikap baik, sebab tidak ada dosanya; apalagi kalau + 10, seorang yang baik, wah… Allah senang dan Dia akan menurunkan berkatNya.

Justru dalam keadaan begitu (-60) Allah mengasihi. Ini kasih Allah. Pada waktu kita hidup di dalam dosa, seharusnya diganjar dengan hukuman yang dahsyatyang setimpal, apalagi Allah itu tahu lebih dulu bahwasambungan dosanya itu bakal lebih jahat dan pantasdihukum lebih dahsyat lagi, bahkan dibinasakan, tetapi Allah melakukan sebaliknya. Untuk manusia yang jahat, orang berdosa yang cocok diganjar dengan hukuman, justru Allah mengasihinya, dan menyediakan pengampunan. Dari -60 dibuat menjadi 0, itu kasih Allah. Ia menyediakan korban pengampunan kalau orang itu mau, Allah mau mengampuninya. Bahkan bukan hanya nol, Allah menyediakan berkat selanjutnya dengan memberikan hidupNya melalui Kristus, sehingga orang itu dari nol bisa tumbuh +1, +2, +50, Allah menyediakan sampai menjadi +100 = sempurna, seperti Kristus.

Ini kasih Allah yang luar biasa, pada waktu manusia hidup di dalam dosa, sampai diampuni, sampai diberkati, bahkan diberi hidupnya sendiri sehingga menjadi sama seperti Kristus.

Sebenarnya kita tidak layak karena dosa-dosa kita, seharusnya kita itu pantasnya dihajar habis-habisan sesuai dengan dosa-dosa kita, bahkan juga karena dosa-dosa yang akan datang. Manusia itu kalau dibiarkan dosanya akan tumbuh terus, tambah tua tambah jadi. Itu diakui oleh manusia. Sampai keluar peribahasa tua-tua keladi, tambah tua tambah dadi. Tapi Tuhan tidak menyediakan hajaran, Ia justru memberikan kasihNya, Ia sediakan pengampunanNya, habis jadi nol, Ia sediakan berkatnya, Ia sediakan hidupnya, sehingga kitabisa tumbuh bahkan menjadi seperti dia. Ini kasih Kristus, Ia mengasihi tanpa batas.

Kalau kita melihat orang jahat, jarang yang mau cinta, tetapi Allah mau mengasihinya.

4. ALLAH MENGAMBIL INISIATIF LEBIH DAHULU UNTUK MENGASIHI.

1Yah 4:10,19. Di dalam hal inilah kasih yaitu bukannya kita yang sudah mengasihi Allah melainkan Allah yang sudah mengasihi kita lebih dulu dan yang sudah menyuruhkan AnakNya menjadi korban perdamaian karena segala dosa kita.

Dia mula-mula mengasihi kita. Bhs Inggrisnya: The first, yang pertama mengasihi kita. Apa artinya? Allah mengambil inisiatif untuk mengasihi kita lebih dulu, padahal manusia tidak peduli akan Allah, manusia bahkan melawan Allah, tapi Allah mengambil inisiatif lebih dulu, inisiatif yang pertama itu dari Allah, baru kemudian kita mengasihi Dia.

Selagi kita menjengkelkan, di dalam hati Allah sudah timbul inisiatif untuk mengasihi kita lebih dulu, luar biasa, ajaib!

Kalau kita melihat orang jahat wah…. inisiatif yang pertama timbul: hantam… sekuat-kuatnya, balas!

Tapi Allah lain, inisiatif pertama yang timbul, mengasihi! Semua mencintai dosa, semua penuh dosa, egois, memikirkandirinya sendiri, semua tidak mau menyangkal diri, mencari keuntungan sendiri, tapi Allah melihat manusia yang jahat, timbul inisiatifNya, timbul kerinduan dan langsung Dia bertindak memberi korban yang sangat besar, PutraNya.

Kasih itu merepotkan diri sendiri.

Kalau mau tidak repot, sebetulnya tidak perlu memperhatikan manusia yang jahat, biarkan saja. Apalagi membiarkan timbulnya inisiatif untuk mengasihi orang jahat, sebetulnya tidak perlu, Allah merepotkan diriNya sendiri, gara-gara kasih Allah, ini namanya kasih. Tetapi kasih, maka timbul inisiatif buat menolong, untuk melepaskan, untuk memberkati, itu karena kasih ilahi, merepotkan diri sendiri.

Kalau orang-orang sudah diisi dengan kasih Allah, maka hal-hal seperti ini akan timbul; lalu orang itu membuat repot dirinya sendiri, gara-gara ada cinta ilahi. Orang yang melihatnya kadang-kadang heran, mengapa orang-orang itu mau menolong mereka, padahal tidak ada kena-mengenanya. Kadang-kadang orang ini berprasangka, bahwa orang Kristen itu mau mengkristenkan dengan pertolongannya, sebab mereka tidak pernah mengerti nasib orang berdosa (begitu mengerikan, masuk Neraka kekal!) tidak pernah mengerti kasih ilahi itu. Kasih menimbulkan inisiatif untuk lebih dulu mengasihi. Dari tidak ada apa-apa, tetapi karena ada kasih lalu timbul inisiatif untuk menolong, lalu dia membantu, padahal itu bikin repot, menghabiskan waktu, menghabiskan tenaga, menghabiskan biaya. Mengapa orang pergi mencari jiwa, mengapa orang pergi menolong, menghiburkan, menguatkan dan lain-lain, padahal ia tidak mencari untung apa-apa, sebetulnya iatidak perlu merepotkan dirinya sendiri, mengapa?

Ada dua kesaksian yang mirip: Dalam riwayat Pendeta Yonggi Cho, waktu sakit batuk darah, dia menderita TBC paru-paru, ada seorang datang bersaksi dan hendak mendoakannya. Yonggi Cho marah, orang itu diusir pergi. Keesokan harinya orang itu datang lagi, diusir pergi lagi. Orang itu datang terus dan setiap kali dimaki-maki, dan diusir, mengapa orang itu mau? Ia tidak mencuri, tidak merugikan bahkan mau menolong supaya sembuh. Tetapi orang ini datang terus, datang terus berkali-kali sampai akhirnya Yonggi Cho heran danbertanya: mau apa? Saya mau mendoakan kamu supaya sembuh. Akhirnya ia mau didoakan dan sembuh, bahkan Alkitabnya juga diberikan, lalu orang itu hilang, tidak kembali lagi sesudah sembuh. Mengapa ia mau repot, mau dimaki-maki, diusir. Sebab ada kasih Kristus.

Cerita yang sama terjadi pada seorang hamba Tuhan di Indonesia, dari satu desa Jatim. Pada suatu hari ia sakit panas tinggi, datang temannya mau mendoakan, tetapidiusir, bahkan diludahi. Besoknya temannya itu datang lagi, diusir lagi. Hari ketiga ia datang lagi, orang yang sakit ini makin parah, ia sudah tidak tahan panasnya. Lalu temannya datang dan bertanya “mau saya doakan?” Sebab sudah terjepit, panas sekali, dan tidak sembuh-sembuh, ia diam; sekarang baru diam, kemarin diludahi, diusir; akhirnya didoakan dan sembuh. Dia heran dan kagum teman saya ini saya maki-maki, saya ludahi, koq doanya menyembuhkan. Ia bangkit dan bertobat. Dan mulai waktu itu ia ikut keliling mendoakan orang sakit, dan sampai sekarang dipakai Tuhan menjadi hambaNya menyembuhkan banyak orang.

Mengapa mencari susah, tidak salah dimaki-maki, diludahi, dan lain-lain mau meskipun tidak mencuri, atau berbuat jahat lainnya. Orang-orang ini mau menderita karena kasih Kristus. Timbul inisiatif untuk mengasihi lebih dulu, itu kasih Kristus. Banyak orang tidak mengerti. Tapi itulah kasih Kristus, mau merepotkan diri sendiri.

Orang Surabaya berkata: “tidak ada repot cari repot”. Itu karena kasih Kristus.

Orang yang mengasihi.

Tuhan Yesus berceritera: Adalah seorang berjalan turun dari Yerusalem ke Yerikho, kemudian menjadi korban perampokan, dirampok dan dipukuli habis-habisan sampai luka parah. Ada seorang imam datang lewat, ia berkata dalam hati, ngapain ngurusi orang, itu nasibnya sendiri, jangan-jangan perampoknya masih ada dansembunyi, nanti saya juga menjadi korban, lalu ia pergi saja, nampaknya ia tidak bersalah, sebab memang tidak ada kena mengena antara imam itu dengan korban perampokan. Begitu juga seorang Lewi lewat, ia bersikapsama, ngapain membuat repot diri sendiri.

Tetapi ada seorang Samaria lewat, ia melihatnya dan timbul belaskasihan, ia menolong orang itu, ia membawanya ke rumah penginapan, ia membayar semua keperluannya, sangat merepotkan dan ikut menjadi korban. Mengapa ia mau, lagipula ini seorang Samaria, bukan seorang rohani, mungkin masih di dalam bisnisnya, sama-sama mempunyai kepentingan sendiri, sama-sama juga takut menjadi korban orang jahat, sehingga tidak ada orang yang berani menolong, tidak ada repot cari repot, tidak ada bahaya cari bahaya.

Lalu Tuhan Yesus bertanya “diantara ketiga orang ini siapa yang mempunyai kasih?” Itulah orang yang membuat repot dirinya sendiri, seharusnya ia bisa hidup senang-senang, tetapi sekarang menjadi sibuk yang bukan karena problemnya sendiri. John Sung bisa hidupbersenang-senang dengan ijazah dan medali emasnya, ia bisa menjadi guru besar di Nanking menjadi orang yang terhormat, daripada repot-repot menginjil ke sana-sini, kadang-kadang malah dimusuhi, juga tidak semua orang Kristen bisa mendukung, bapaknya sendiri seorang penginjil menyesal, mengapa ia mengikuti jalan hidupnya sebagai seorang penginjil yang melarat! Mengapa semua ini terjadi, mengapa? Karena kasih Kristus membakar hatinya, tidak ada beban cari beban, tidak ada repot cari repot, mengapa mau cari repot? Kasih Kristus menggerakkannya sehingga timbul inisiatif dari dirinya sendiri untuk mengasihi, itu inisiatif yang muncul lebih dahulu, sebab ada kasih. Bukan orang yang menjadi korban itu yang menuntut, ia tidak berhak menuntut apa-apa, tidak ada kena mengena dengan imam, dengan orang lewi, dan juga dengan orang Samaria itu, dengan semuanya tidak ada kena-mengena, kalau mati ya sudah, itu sudah nasibnya. Tetapi karna ada kasih, mau repot, itu kasih ilahi. Jadi kasih ilahi itu tanpa syarat, kasih manusiawi selalu ada sebabnya, tetapi kasih ilahi itu, meskipun begini begitu, tetap mengasihi.

Selagi manusia di dalam dosa, Allah sudah mengasihi lebih dulu, timbul inisiatif lebih dulu untuk mengasihinya, ini kasih ilahi, bikin repot, dan gara-gara kasih Allah membayar sangat mahal, pengorbanan yang terbesar diberikan; Kalau Allah harus membayar 1 Tirliyun dolar, itu masih murah, atau harus membayar satu bumi dari intan, itu masih murah, tapi Allah membayar dengan kematian PutraNya, itu harga yang tertinggi yang bisa dikorbankan Allah, gara-gara kasih. Ini resikonya karena Allah lebih dulu mengasihi manusia, bukan manusia lebih dulu mengasihi Dia.

IV. CONTOH ORANG-ORANG YANG ADA KASIH ILAHI DALAM HATINYA

1. ABRAHAM MENGASIHI LOT Kej 14:14-17.

Lot sudah berpisah, sudah lepas, sekarang sudah bukan beban Abraham lagi, Lot sudah masuk ke Sodom. Kemudian raja Kedorlaomer berperang dan mengalahkan raja Sodom, akibatnya Lot dan keluarganya ditawan. Abraham tahu, tetapi sekarang Lot sudah bukan bebannya, apalagi Lot ada di Sodom, masuk tanggungjawabraja Sodom. Kalau Abraham ikut campur, ia harusmenghadapi Kedorlaomer, padahal Lot bukan lagi bebannya, peduli apa, tidak repot mau cari repot, tidak ada bahaya mau cari bahaya! Tetapi Abraham masih mempunyai kasih ilahi, sebab itu Abraham pergi dengan 318 hambanya, bukan dengantentara, resiko besar, tapi Abraham pergi dankarena Tuhan beserta ia menang, ia membebaskan semua tawanan, termasuk Lot dan keluarganya, sampai raja Sodompun datang menyembah dan berterima kasih kepada Abraham, katanya: “ambillah semua harta yang sudah dijarah, Abraham menolak, sebab yang dituju adalah Lot. Mengapa Abraham mau mengambil resiko yang begitu besar? Sebab ada kasih Allah dalam hatinya. Lot sudah tidak mempunyaihak untuk menuntut Abraham menolong dia, tidak berhak dan memang ia tidak minta, sudah nasibnya ditawan. Sekarang yang bertanggungjawab adalah raja Sodom, dan Lot seorang tokoh di pintu gerbang Sodom, tetapiraja Sodom gagal bersama 4 raja lainnya. Karena Abraham mengasihi Lot, ia mengambil resiko untuk melepaskannya. Karena kasih, timbul inisiatif lebih dulu. Ini kasih Allah, tanpa syarat. Dari -60 menjadi 0, malah menjadi +1, +2, +3 sampai +100. itu kasih Allah, tanpa syarat dan semua dilakukan dengan tulus dan dalam kesucian yang mutlak, itu Allah, tidak ada pikiran mau mencari untung. Abraham bisa mendapat jarahan harta benda Sodom yang sudah berhasil direbut kembali dan itu sudah diberikan raja Sodom kepada Abraham, tetapi iamenolaknya.

Kasih Kristus itu suci, tulus, dan mengasihi lebih dulu, tanpa menaruh harapan untuk bisa mendapat apa-apa.Kasih Kristus inilah yang diberikan kepada kita.

2. KASIH YUSUF.

Yusuf dianiaya, dibenci, dipojokkan, mau dibunuh, akhirnya ditolong oleh Ruben, sehingga Jusuf “hanya” dibunuh pelan-pelan yaitu dengan dijual menjadi budak itu bakal mati pelan-pelan. Tapi pada waktu Yusuf berkuasa, ia tidak mempunyai hati untuk membalas; dia bisa membalas dengan mudah, tapi kasih Kristus menimbulkan inisiatif untuk menolong, untuk memberkati, untuk mengasihi, untuk mengampuni, bahkan bukan cuma diampuni, tetapi juga dipelihara, 12 keluarga besar dengan semua budak-budaknya, mungkin ratusan orang yang dipelihara cuma-cuma oleh Yusuf karena kasih Kristus.

Iblis juga beri apa-apa, katanya kasih, tapi sebetulnya kalau iblis memberi apa-apa itu umpan supaya orang itu masuk dalam jeratnya sehingga berbuat lebih banyakdosa, lebih terjerumus supaya hukumannya lebih dahsyat, bahkan kalau bisa sampaimenjadi sempurna dalam dosa; ini lain dengan kasih Allah!

3. KASIH DAUD.

Saul hendak membunuh Daud, ia berusaha lebih dari 10 kali, tetapi Allah membatalkan semuanya.

– Pertama kali dia ditombak, lolos (1 Sam 18:10-11).

– Ke-2 kali ditombak lagi, lolos (1 Sam 18:11),

– Ke-3 kalinya di siasat, diambil mantu, tetapi disuruh membunuh 100 orang Filistin, maka ia sendiri akan mati, ternyata tidak. (1 Sam 18:17-28).

– Ke-4 ditombak lagi, tidak mati (1 Sam 19:10).

– Ke-5 ditangkap paksa 1 Sam 19:11-17 (sesudah kawin dengan anaknya), dikirim tentara untuk menangkapnya. Isterinya berkata sakit, mereka pulang. Tetapi tentaranya dikirim kembali oleh Saul, diperintahkannya mengangkatnya bersama-sama tempat tidurnya, ternyata bukan Daud tapi patung, Saul marah? Anaknya berkata “Pak, bapak tahu Daud ituahli perang, kalau saya tidak meloloskan, saya akandibunuh, bapanya tidak bisa berbuat apa-apa.

(Ini perjanjian Lama masih ada dusta putih, hati-hati, perjanjian baru tidak ada dusta putih).

– Ke-6 Daud dikejar sampai di pondok nabi, akan dibunuh; karena Saul mengirim orang dan tidak berhasil, Saul sendiri datang, Tuhan yang menangkap Saul, sehingga gagal lagi (1 Sam 19:19-24).

– Ke-7 dikejar sampai di bukit Keluputan dengan ribuan tentara untuk membunuhnya, lagi-lagi gagal (1 Sam 23:27-28).

– Ke-8 dikejar sampai masuk goa mau dibunuh, ternyata Daud yang menyelamatkan Saul (1 Sam 24:3).

– Ke-9 di bukit Hagila, pada waktu Saultidur, Daud keluar, bisa membunuh, tapi Daud selamatkan nyawa Saul (1Sam 26:2-25).

– Ke-10 dikejar, Daud lari ke Gad (1Sam 27:4).

Ini yang tercatat dalam Alkitab 10x minimum, bisa lebih. Tetapi Daud tidak pernah mau membalas, sebab ada kasih Allah dalam hatinya.

4. HOSEA DISURUH MENCINTAI.

Contoh yang paling dahsyat adalah Hosea, ia disuruh kawin dengan perempuan sundal.

(Hati-hati orang yang membaca inibisa keliru, ini Wasiat Lama, tidak boleh ditiru. Poligami Wasiat Lama tidak boleh ditiru, makanan haram dan halal dalam Wasiat Lama tidak boleh ditiru langsung; menyembelih domba kambing tidak boleh ditiru secara hurufiah, sebab orang yang menyembelih domba untuk korban itu berarti keluar dari anugerah Kristus, Gal 5:4 hilang keselamatannya, ia kembali terjerat dalam Taurat dan Taurat tidak menyelamatkan. Rom 3:20).

Tapi mengapa Hosea disuruh kawin dengan perempuan sundal? Menjadi nabi itu memang sangat berat, harus taat penuh seperti robot. (misalnya Yehezkiel disuruh tidur di satu sisi kiri 390 hari, pada sisi kanan 40 hari, disuruh makan roti dari kualitas jelek, kualitas yang paling rendah, dibakar dengan tahi manusia sampai Yehezkiel bilang tidak tahan dan minta potongan Yez 4).

Bangsa Israel itu secara rohani diumpamakan seperti isteri Tuhan.

Tetapi Israel itu seperti isteri yang berjiwa sundal, mengkhianati suaminya dan pergi pada laki-laki lain, begitulah

Israel itu seperti sundal di hadapan Tuhan. Israel itu secara rohani seperti isteri yang berzinah dengan berhala lain, tetapi di dalam keadaan berzinah, Tuhan masih cinta. Sebab itu Tuhan menyuruh Hosea menebus seorang sundal dan mengawininya, dia disuruh mencintai seperti kasih Allah yang besar masih mencintai Israel. Berkali-kali Israel tetap menolak, tetapi Allah tetap mengasihi Israel.

V. REAKSI MANUSIA

Ini semua contoh-contoh dari kasih Allah yang luar biasa, tanpa syarat, meskipun begini begitu, tetap kasih, bukan seperti kasih manusia, kasih karena ada sebab atau maksudnya.

1. Umat Tuhan tidak mau menerima dan diisi dengan kasih seperti ini. Sebagian menolak, tidak mau mengasihi orang seperti Kristus, sebab itu bertentangan dengan daging.

Kadang-kadang kita berkata kasih saya sedikit, saya ini kurang mengasihi, meminta kasih kepada Tuhan. Sebetulnya kita bisa minta kasih Allah itu berapa saja, misalnya mau 1 ons, 1 Kg, 1Ton, 1000 Ton, Tuhan menyediakan kasihNya itu tidak terbatas, Roh Kudus selalu mengisi hati kita dengan kasih Allah dengan limpah, sepenuh-penuhnya Rom 5:5.Yang sulit itu bukan minta kasih pada Tuhan, tetapi menyalurkan kasih Kristus, membagi-bagikannya, sebab kasih Kristus itu penuh pengobanan, tidak seperti kasih manusia. Kasih Allah itu bertentangan dengan daging. Daging tidak setuju, daging akan matikalau disuruh mengasihi dengan kasih Kristus, sebab kalau seharusnya dengan cara manusiawi dipentung justru dengan cara Allah dikasihi. Daging tidak terima, tidak setuju, sebab itu orang yang hidup menurut daging tidak mau menjalani, atau mengerjakan kasih Kristus. Kasih ilahi itu menjepit daging,dagingnya sakit, dagingnya menderita sebab itu banyak orang tidak mau diisi dengan kasih Kristus.

2. Orang-orang yang mau meniru kasih Kristus.

Kita bisa diisi dengan kasih Kristus, berapa saja, seperti mengisi dengan air hujan, kita bisa mengambil satu sendok, 1 mangkok, 1 drum, 1 kolam, dst, tanpa batas! Tuhan bisa memberi kasihnya tanpa batas, RK mencurahkan kasihnya penuh-penuh di dalam hati kita Rom 5:5,8. Tapi manusia-lah yang sulit menyalurkan kasih, sebab itu perlu pengorbanan, daging menjadi mati kalau kita menyalurkan kasih Kristus (tetapi dengan demikian rohaninya meningkat). Seperti lilin, kalau disuruh menyala, tambah lama tambah habis, begitu juga kalau orang mau menyalurkan kasih Kristus, daging dirugikan, dimatikan; tapi kalau ia terus menerus mau mengasihi dengan kasih Kristus, dagingnya itu dimatikan terus, sekarat terus (dikatargeo terus), lama-lama daging itu betul-betul mati dan kalau daging mati orang itu menjadi sempurna.

Apa tandanya seorang yang sempurna rohaninya? Tandanya ialah kasih Kristus bisa mengalir keluar dengan sempurna dari hatinya, ia bisa mengalirkan kasih Kristus tanpa batas, itu tandanya orang sempurna. Sebab untuk mengalirkan kasih Kristus, daging menjadi sekarat, daging ini dimatikan terus menerus. Memang kita harus mematikan daging, jangan dimatikan sedikitdemi sedikit, seperti orang yang mau lepas dari rokok, mengurangi dengan nyicil, tidak akan berhasil, malah lebih hebat! Daging harus dimatikan sama sekali sampai dalam angan-angan dengan kuasa Roh Kudus, maka roh kita akan hidup Rom 8:13. Daging itu harus dimatikan terus menerus.

VI. FAEDAH ORANG YANG TUMBUH DALAM

KASIH KRISTUS

1. Tanda khas ada Allah.

Kasih ilahi itu adalah tanda khas dari hadirnya Allah di dalamnya 1 Yoh 4:16. Meskipun tidak kelihatan, kita tahu bahwa Allah ada di dalamnya karena ada kasih Kristus. Kalau ada kasih itu berarti Allah ada di dalam orang itu, ini tanda khas.Sebaliknya kalau satu orang diserang kejahatan dan timbul benci, itu namanya kalah, dikalahkan oleh kejahatan Rom 12:21. Kadang-kadang tidak ada apa-apa, tahu-tahu timbul benci, itu tanda khas ada iblis di dalamnya. Benci dan bunuh itu sama, hanya benci itu ujung permulaannya dan bunuh itu ujung akhirnya 1Yoh 3:15.

Ada kasih itu tandanya ada Allah, ada benci itutandanya ada iblis.

Kalau satu orang berkata: saya dipimpin Roh tapi hatinya penuh benci, itu tidak betul.

Ia tidak penuh dengan Roh, tetapi ada iblis di dalamnya. Dan seringkali orang yang penuh dengan kebencian itu juga mengisi orang lain dengan benci, itu mengisi setan ke dalam hati orang itu. Biasanya kalau seorang sudah benci dengan orang lain, ia ingin juga supaya teman-temannya membenci orang itu, ini berarti membagi-bagi setan kepada teman-temannya, jangan mau! Perhatikan benci dan berani terus terang itu tidak sama. Kadang-kadang orang bisa salah mengerti, Tuhan Yesus itu dengan orang Farisi seolah-olah benci, sebetulnya tidak, Dia benci perbuatannya, Dia benci dosanya, Dia menegurnya terang-terangan, tapi Dia cinta orangnya. Yd 23 TL.

2. Ukuran rohani.

Ini diukur dari kasih Kristus yang kita hidupi, yang kita salurkan.

Kalau kasih Kristus sempurna dalam hati kita itu tandanya rohani sempurna, sempurna itu bukan karena hafal ayat, meskipunitu penting, bukan karena setia ke Gereja, meskipun itu kebutuhan roh kita, bukan karena tekun belajar Firman Tuhan, meskipun itu jalannya untuk tumbuh dst, tetapi seluruh ketaatan dan ibadah kita itu disimpulkan di dalam seberapa banyak kita bisa mengasihi. Kasihilah orang-orang di sebelahmu dengan segenap hati, segenap pikiran, segenap kekuatan seperti Kristus sudah mengasihi kita, seperti kita mengasihi diri kita sendiri. Luk 10:27.

Tidak semua orang mau mengasihi, tidak semua orang mau diberi kasih Kristus, itu beban yang berat bagi daging, ada yang mau, ada yang tidak mau dan melawan. 2Tes 2:10 KJV.

Tidak gampang diisi dengan kasih Kristus, kita mau minta berapa saja bisa, tetapi itu menjadi beban, istimewa karena daging dimatikan, tapi kalau kita mau daging dimatikan, terus sekarat, tidak berdaya, sampai akhirnya mati betul dan menjadi sempurna.

1 Kor 13:13 Dengan yang demikian tinggallah iman, dan pengharapan, dan kasih, ketiga perkara ini, tetapi di dalam ketiganya itu yang terlebih besar, ialah kasih. (TL)

Ukuran rohani itu kasih. Iman itu penting tapi kasih lebih dari iman. Ada orang berbuat banyak mujizat dengan iman, tetapi tetap ditolak dari kerajaan Surga, jadi kasih itu ukurannya, meskipun kesukaran datang, kasih itu tidak ditewaskan oleh kesukaran.

Belajar mengasihi, meskipun itu sakit, kalau kita tidak mau sakit, maka pergumulan itu menjadi berat.

Kalau kita dirugikan, disakiti, ada dua kemungkinan: menuruti daging, atau menuruti RK. Kalau kita tidak mau menyangkal diri, tidak mau mematikan daging, itu berarti menuruti daging, maka mengasihi itu menjadi pergumulan yang sangat berat. Tetapi kalau kita mau mematikan daging, itu berarti menuruti Roh, maka kasih Kristus itu mendapat tempat dan kasih itu makin tumbuh. Tapi kalau tidak mau menurut Roh, tetapi menurut daging, makatidak muncul kasih, tapi muncul kebencian. Memang mengasihi itu sakit tapi dengan pertolongan Roh Kudus,aku sanggup melakukan segala perkara di dalam Kristus Pil 4:13. Kalau kita mau berseru, minta tolong Tuhan, kita bisa diisi lebih banyak kasih dan lebih banyak kekuatan sehingga bisa lebih banyak menyalurkan kasih dan rohani kita tumbuh. Ini yang menjadi ukuran kemuliaan kita, bahkan sampai kekal di dalam kerajaan Surga.

Nyanyian: Kukasihi kau dengan kasih Tuhan.

KESIMPULAN

Ada orang yang berpikir kalau ia benci pada orang yang menjahati dia, ia puas, tetapi kalau ia harus mencintai orang yang menjahati dia, itu tidak enak, berat dan ia menderita. Ini adalah perasaan hati orang berdosa, anak-anak iblis sebab mereka senang kalau membenci musuhnya dan menderita kalau harus mengampuni dan mencintainya.

Tetapi orang beriman lain, justru kalau ia membenci musuhnya hidupnya akan tersiksa, menderita, sebab setiap ingat atau setiap kali melihatnya, duri kebencian yang tinggal dalam tubuhnya (tidak dibuang!) itu terus menusuk-nusuk lagi, sangat tajam dan sengsara! Beberapa orang yang dikuasai atau diperhambakan oleh kebenciannya jadi begitu pahit, tersiksa, bahkan sampai makan tidak enak, kerja terganggu dan tidur pun sulit, terus terbayang-bayang dan tersiksa. Tetapi justru kalau kita mau mengampuni, memang daging sakit seketika, tetapi segera sesudah itu hati kita bersukacita.

Mengapa? Kalau ada benci itu artinya iblis adadi dalam hati dan inilah sebabnya segala kekacauan dan kegelisahan dalam hati. Tetapi kalau kita mengampuni, tidak ada dosa, maka Allah ada di dalam kita dan suasananya seperti Surga, sangat indah, damai dan sukacita ilahi memenuhi hati kita.

Jangan mengajari atau membakar orang sehingga berbenci-bencian.

Ada suami yang tidak bertobat, selingkuh, isterinya marah, benci dan anak-anaknya dipengaruhi sehingga ikut membenci ayahnya. Ini berarti isteri itu membagi-bagi setan pada anak-anaknya dan tidak heran kalau rumah tangganya menjadi Neraka terus menerus, sebab banyak setannya. Ini isteri yang bodoh, tidak mengerti siasat iblis dan ia masuk dalam jerat kebencian iblis. Allah tidak bisa bekerja dan problem nikahnya menjadi makin parah, berlarut-larut tidak terselesaikan. Bahkan pada satu saat si isteri ini juga akan mengalami masa sulit dengan anak-anaknya sendiri, sebab iblis ada di balik semua sepak terjangnya. Iblis dan setan-setan tidak pernah membuat damai dan sukacita, selalu membuat Neraka, itu kerajaannya!

Tetapi kalau si isteri mengampuni suaminya dan juga bertobat dari semua kesalahannya sendiri (biasanya juga ada salah pada si isteri, bukan hanya pada si suami), maka Tuhan akan memihak isteri yang menjadi orang benar/ orang suci dan ia bisa diisi dengan kasih Kristus. Tuhan akan menjamah hati si suami. Juga Tuhan tetap tinggal dalam isteri dan anak-anak itu sehingga sekalipun masih ada cacat dalam si suami, suasana Surga boleh tetap tinggal dalam rumah tangganya, sehingga selalu damai dan ini bisa membuat suami bertobat dan kembali pada isterinya.

Kalau Tuhan bekerja, mungkinkah Tuhan kalah? Sama sekali tidak mungkin. Sebab itu dalam keadaan apa pun suami-isteri harus tetap dalam kesucian dan berkasih-kasihan satu sama lain, pasti nasibnya lebih baik! Jangan hidup atau kumpul dengan iblis, hidupnya akan pahit, sengsara, penuh derita dalam Neraka di dunia dan dilanjutkan dalam Neraka kekal. Hiduplah dengan Allah dalam hati dan di dalam keluarga, itu membuat rumah kita menjadi Surga, sangat indah dan satu kali akan diteruskan dalam Surga kekal.

Tetapi hidup dalam kebencian itu tidak memberi kepuasan tetapi penuh dengan ciri-ciri khas iblis dan Nerakanya, yaitu cepat marah-marah, benci, pahit, iri, gelisah, kosong, bosan hidup dan terus tersiksa oleh setan-setan itu.

Orang yang hidup dalam kasih Tuhan di dalamnya akan selalu bergembira dan damai sekalipun dalam penjara seperti Paulus dan Silas Kis 16:25.