Tahun Yobel

Imamat 25:10 Kamu harus menguduskan tahun yang kelima puluh, dan memaklumkan kebebasan di negeri itu bagi segenap penduduknya. Itu harus menjadi tahun Yobel bagimu, dan kamu harus masing-masing pulang ke tanah miliknya dan kepada kaumnya.

A. ARTI  TAHUN  YOBEL SECARA HARFIAH

Arti kata Yobel: masa bersorak-sorai (sebab ada kelepasan yang penuh dan indah).

Tahun Yobel adalah puncak dari Sabat.

Hari ke-7 (Sabat Harian) – Tahun ke-7 (Sabat Tahunan) — +1 = 50 tahun = Tahun Yobel

Hari ketujuh adalah hari Sabat.

Tahun ke tujuh (dimulai sejak Israel masuk Kanaan)  adalah tahun Sabat. (Ul 15:1,9,12). Pada tahun sabat, semua  hamba-hamba orang Israel harus dibebaskan, semua hutang-  hutang dibebaskan, tetapi tanah yang dijual, harus menunggu  tahun Yobel, baru bebas.

Sesudah 7 kali tahun Sabat (7×7 = 49 tahun), maka tahun  berikutnya yaitu tahun ke 50 adalah tahun Yobel, Sabat dari  tahun Sabat.

Pada tanggal 10 bulan 7 tahun Yobel, nafiri ditiup di seluruh negeri Israel dan semua orang Israel yang menjadi hamba harus dibebaskan, semua tanah yang dijual harus dikembalikan kepada pemiliknya. Pada tahun Yobel semua dipulihkan menjadi seperti semula. Inilah tahun Yobel *).

ARTI TAHUN YOBEL SECARA ROHANI.

Tahun Yobel adalah puncak atau kesempurnaan dari Sabat. Sebab itu kita harus mengerti arti hari Sabat lebih dahulu, kemudian tahun sabat, baru kita akan mengerti dengan tepat arti rohani dari tahun Yobel.

B. ARTI HARI SABAT

Keluaran 20:8-11 Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat: enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHANmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki- laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu. Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya.

Keluaran 34:21 Enam harilah lamanya engkau bekerja, tetapi pada hari yang ketujuh haruslah engkau berhenti, dan dalam musim membajak dan musim menuai haruslah engkau memelihara hari perhentian juga.

Pada hari ketujuh, hari sabat, orang-orang  Israel harus berhenti bekerja untuk beribadat  dan bersekutu dengan Allah. Ini rahasia  hidup orang Israel, persekutuan yang erat  dan manis dengan Allah. Tanpa Allah, Israel  akan dibinasakan habis oleh semua musuh-  musuhnya.

Bagi kita, orang-orang Kristen, sabat  tidak lagi berarti secara hurufiah tetapi secara rohani **).

Bagi kita orang-orang Perjanjian Baru, Sabat juga menjadi rahasia hidup orang-orang beriman, sebab orang yang memelihara hari sabat secara rohani akan menjadi kuat dan tidak sampai jatuh.

Ibrani 4:10-11 Sebab orang yang masuk ke dalam perhentiannya, dia juga harus berhenti dari pekerjaan (usaha) kita sendiri, seperti yang dilakukan Allah. Biarlah kita berusaha untuk masuk ke dalam perhentian itu supaya jangan seorang pun jatuh seperti contoh orang-orang yang tidak percaya (KJ).

Sabat secara rohani diterangkan dalam (Ibr 4:10-11). Kita berhenti dari perbuatan, usaha dan kekuatan kita sendiri lalu bergantung penuh kepada Tuhan. Caranya ialah dengan menyerahkan diri sepenuhnya di dalam pimpinan Roh Kudus, pasrah dan taat dipimpin Roh senantiasa.

Sabat bagi kita terjadi kalau kita dipenuhi Roh Kudus dan tetap tinggal di dalam pimpinanNya, dan kita melepaskan, bebas dari usaha, pergumulan, ketegangan kita sendiri.

Yesaya 28:11-12 Maka sebab itu Ia pun akan berfirman kepada bangsa ini dengan lidah yang ajaib dan dengan bahasa yang lain. Ia yang sudah berFirman kepada mereka itu demikian: Bahwa inilah perhentian; berikanlah perhentian kepada orang yang lelah; dan disini adalah kesenangan! Tetapi tiada mereka itu mau mendengar (TL).

Memelihara sabat berarti memelihara kepenuhan Roh Kudus yaitu dengan tetap tinggal didalam pimpinan Roh Kudus.

Roma 8:14 Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.

Tandanya kalau kita selalu berada di dalam pimpinan Roh Kudus ialah ada sejahtera dari Allah memerintah, menguasai dan menjagai hati kita.

Kolose 3:15a Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu…

Filipi 4:7 Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.

Kalau kita sama sekali berhenti bergantung pada kekuatan kita sendiri, lalu bergantung penuh pada Tuhan, berarti terus-menerus dipimpin dan taat pada Roh Kudus, kita masuk dalam perhentian Tuhan. Itulah arti sabat rohani.

Justru orang seperti ini akan kuat dan limpah dengan perkara-perkara besar, sebab ia taat pada Roh Kudus, sehingga Roh Kudus dapat melakukan banyak hal-hal yang indah lewat orang ini (Maz 60:14).

Sebab itu kalau kita tidak mau jatuh dan mau terus-menerus kuat di dalam Tuhan, serta limpah dengan perkara-perkara besar dari Tuhan, peliharalah hari sabat secara rohani, berhenti dari usaha dan pergumulan sendiri lalu bergantung penuh kepada Tuhan yaitu dengan selalu hidup dipimpin Roh, itu sangat indah.

Jadi di dalam sabat rohani, kita terus-menerus tinggal di dalam hubungan dan persekutuan yang manis dengan Roh Kudus.

Daud tahu rahasia ini, sebab itu ia sangat memperhatikan dan memelihara persekutuan dengan Allah.

1Tawarikh 16:11 Carilah TUHAN dan kekuatanNya, carilah wajahNya selalu!

Bahkan bukan hanya pada hari ketujuh, tetapi juga setiap hari ia bersekutu dengan Tuhan dalam doa dan Firman Tuhan.

Mazmur 1:2-3 Tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.

Ini lebih dari sabat secara hurufiah, sebab itu hidup Daud menjadi sangat indah karena Tuhan dapat bekerja dengan bebas di dalam dia, Daud selalu menyerah pada Roh Kudus dan taat akan pimpinanNya.

Orang yang penuh Roh Kudus, kalau mau, dapat memelihara hari sabat secara rohani, itu suatu cara hidup yang indah dan luar biasa. Jangan sia-siakan kesempatan yang heran ini, sabat!

C. TAHUN SABAT

Imamat 25:2-6 “Berbicaralah kepada orang Israel dan katakan kepada mereka: Apabila kamu telah masuk ke negeri yang akan Kuberikan kepadamu, maka tanah itu harus mendapat perhentian sebagai sabat bagi TUHAN. Enam tahun lamanya engkau harus menaburi ladangmu, dan enam tahun lamanya engkau harus merantingi kebun anggurmu dan mengumpulkan hasil tanah itu, tetapi pada tahun yang ketujuh haruslah ada bagi tanah itu suatu sabat, masa perhentian penuh, suatu sabat bagi TUHAN. Ladangmu janganlah kautaburi dan kebun anggurmu janganlah kaurantingi. Dan apa yang tumbuh sendiri dari penuaianmu itu, janganlah kautuai dan buah anggur dari pokok anggurmu yang tidak dirantingi janganlah kaupetik. Tahun itu harus menjadi tahun perhentian penuh bagi tanah itu. Hasil tanah selama sabat itu haruslah menjadi makanan bagimu, yakni bagimu sendiri, bagi budakmu laki-laki, bagi budakmu perempuan, bagi orang upahan dan bagi orang asing di antaramu, yang semuanya tinggal padamu.

Ini adalah sabat ladang.

Sudah diterangkan bahwa sabat itu bertingkat- tingkat, yaitu sabat harian, sabat tahunan dan puncaknya ialah Yobel. Kalau orang Israel tidak dapat memelihara sabat harian, maka mereka pasti juga tidak dapat memegang sabat tahunan, misalnya:

Nehemia 13:15-17 Pada masa itu kulihat di Yehuda orang-orang mengirik memeras anggur pada hari Sabat, pula orang-orang yang membawa berkas-berkas gandum dan memuatnya di atas keledai, juga anggur, buah anggur dan buah ara dan pelbagai muatan yang mereka bawa ke Yerusalem pada hari Sabat. Aku memperingatkan mereka ketika mereka menjual bahan-bahan makanan. Juga orang Tirus yang tinggal di situ membawa ikan dan pelbagai barang dagangan dan menjual itu kepada orang-orang Yehuda pada hari Sabat, bahkan di Yerusalem. Lalu aku menyesali pemuka-pemuka orang Yehuda, kataku kepada mereka: “Kejahatan apa yang kamu lakukan ini dengan melanggar kekudusan hari Sabat?

Kalau untuk bersekutu dengan Tuhan, mereka tidak bisa berhenti bekerja satu hari saja, apalagi berhenti bekerja satu tahun! Lebih-lebih lagi pada puncaknya, yaitu tahun ke 49 dan tahun ke 50 = Yobel, dua tahun tidak bekerja.

(Ternyata dalam sejarah Alkitab, tidak pernah disebutkan bahwa orang Israel pernah tercatat memegang tahun Yobel (hanya ada nubuatan yang mirip 2Raj 19:29-30). Rupa-rupanya tingkat ketaatan orang Israel belum sampai di sini). Perlu iman dan ketaatan yang lebih besar untuk tidak bekerja satu tahun (bagi Tuhan), apalagi tahun Yobel, tidak bekerja dua tahun.

Begitu juga di dalam arti rohaninya.

Kalau seseorang belum bisa memegang sabat harian, ia juga tidak akan dapat memegang sabat ladang/ tahunan.

Sabat adalah pekerjaan Roh Kudus yang terus-menerus memenuhi dan memimpin orang-orang yang percaya, sehingga selalu ada persekutuan dengan Allah dan perhentian di dalam hatinya. Orang seperti ini tidak akan sampai jatuh dalam dosa, ia akan tetap di dalam kesucian, penuh gairah dan sukacita dari Tuhan. Orang yang terus menerus tinggal dalam sabat perhentian Roh Kudus akan masuk dalam sabat tahunan atau sabat ladang. Hatinya selalu berapi-api dan penuh gairah bagi Tuhan. Berapa saja waktu, hati, harta, kekuatan dan kesempatan yang ada padanya dimakan habis oleh gairah dari api Roh Kudus ini

Yohanes 2:17 Maka teringat oleh murid-muridNya bahwa sudah tersurat: gairah karena rumahMu kelak menghancurkan Aku (TL).

Gairahnya menyala-nyala, baik untuk berdoa, untuk belajar Firman Tuhan, bersekutu di dalam tubuh Kristus, pelayanan dan melakukan semua kehendak Tuhan. Orang yang penuh api Roh Kudus di dalam hatinya, penuh pengurapan, itu berani, mau memberi ladangnya untuk sabat tahunan. Meskipun ia seorang yang sibuk dalam pekerjaan sehari-hari, tetapi selalu ada waktu untuk Tuhan, Tuhan nomor satu, ia selalu berkobar-kobar bagi Tuhan. Ia selalu punya waktu bagi Tuhan. Seberapa banyak disuruh Tuhan, selalu ada tenaga, ada harta, ada hati dan ada apa saja untuk Tuhan, baik untuk masa teduh, untuk ibadat dan untuk pelayanan. Orang-orang yang taat dipimpin Roh dan terus berjalan dalam Roh akan mengalami fase ini, sabat Tahunan, sabat ladang, selalu menyediakan waktu, tenaga, hati, harta dan hidupnya bagi Tuhan, sampai ia terbakar habis.

Coba perhatikan keadaan orang-orang beriman di sekitar kita. Tahukah saudara orang-orang seperti ini? Yang memegang sabat setiap hari dan orang-orang yang memegang sabat tahunan?! Ini indah dan untung! Alamilah sabat Tuhan, baik sabat harian apalagi sabat tahunan.

Orang-orang ini bergairah habis-habisan untuk Tuhan. Orang-orang seperti inilah yang seharusnya menjadi hamba-hamba Tuhan fulltime sebab ia memang bergairah memberikan seluruh hidupnya untuk dimakan habis bagi pelayanan pekerjaan Tuhan, habis untuk Tuhan, habis sampai mati, tidak lagi tersisa apa-apa bagi dirinya sendiri. Pelayanan hamba-hamba Tuhan fulltime bukan untuk nafkah, bukan untuk bermalas-malasan, bukan untuk popularitas, bukan untuk mencari faedah-faedah jasmani lainnya tetapi kita melayani fulltime karena sabat ladang, sebab mau terbakar habis untuk Tuhan.

Ini lain dari orang yang pekerjaannya atau nafkahnya sebagai penginjil, pendeta, dan lain-lain; mereka bekerja sepanjang hari karena nafkah, apalagi kalau tamak akan uang, mungkin makin bergairah, tetapi hanya karena uang!

Hamba-hamba Tuhan yang betul, mereka bergairah, mereka bekerja atau melayani mati-matian bukan karena uang, bukan karena mammon, bukan karena ingin puji dan populer, bukan karena keinginan-keinginan daging yang tersembunyi tetapi karena dorongan Roh Kudus, karena gairah akan Tuhan, karena penuh pengurapan! Sekalipun tidak diawasi, tidak ada supervisor, ia menyala-nyala terus dalam ladang Tuhan.

Dalam praktek sehari-hari kita mendapatkan campuran. Ada yang bergairah karena Roh Kudus dengan tulus (mengalami sabat harian, lebih-lebih yang mengalami sabat ladang), tetapi ada juga yang melayani karena nafkah atau tujuan-tujuan yang fana lainnya (puji, hormat, kedudukan, uang, penghargaan, pekerjaan dan sebagainya).

Gereja akan kuat kalau pemimpin dan anggota-anggotanya mempunyai sabat dalam hatinya, terus tinggal dalam sejahtera Allah. Bahkan Gereja akan menyala-nyala, terbakar dan berbuah-buah lebih banyak kalau anggota-anggotanya mempunyai sabat tahunan, luar biasa!

TIDAK BEKERJA, TIDAK ADA BERKAT?

Apakah kalau orang Israel berhenti bekerja pada sabat tahunan mereka menjadi kelaparan dan miskin? Sama sekali tidak, bahkan sebaliknya.

Ini bukan orang-orang pemalas dan pengangguran. Ini orang yang bergairah mati-matian untuk Tuhan karena Sabat harian dan Sabat tahunan. Gairah akan rumahMu menghabiskan aku sama sekali (Yoh 2:17 KJ).

Allah sudah menyiapkan berkat yang lebih besar bagi orang-orang yang taat dalam Sabat harian dan Sabat tahunan. Tidak mungkin Tuhan mengurangi berkatNya dari orang-orang yang justru lebih taat. BerkatNya lebih besar, jasmani dan rohani.

Imamat 25:21 Maka Aku akan memerintahkan berkatKu kepadamu dalam tahun yang keenam, supaya diberinya hasil untuk tiga tahun.

Tuhan memberi berkat untuk tiga tahun, 300%.

Tuhan yang maha kuasa sanggup membuat tanah yang sama  mengeluarkan berkat 3 kali lebih besar dari pada biasanya! Misalnya  sesudah Tuhan memberi mimpi pada Firaon, maka tanah Mesir  yang sama tiba-tiba mengeluarkan hasil yang limpah untuk 7  tahun. Dan kemudian tanah yang sama hampir-hampir tidak  mengeluarkan hasil lagi untuk 7 tahun, lalu selanjutnya kembali  biasa. (Kej 41:29) dan seterusnya. Jangan takut, jangan ragu-ragu, toko, pekerjaan atau usaha yang sama, dengan berkat Tuhan bisa menghasilkan berkat untuk 3 tahun sekaligus lebih dahulu!

Orang-orang yang penuh Roh Kudus mengerti mengapa Tuhan memberkatinya dengan limpah, mereka tahu maksudnya, yaitu supaya mereka dapat memegang sabat tahunan.

Bergairahlah bagi Tuhan. Justru orang-orang seperti ini akan makan dari berkat Tuhan. Mereka dengan jelas melihat dan mengalami berkat Tuhan yang luar biasa.

Meskipun andaikata Tuhan tidak memberi berkat cukup, orang-orang yang terbakar hatinya oleh sabat bendang, akan terus menyala-nyala sampai habis, sebab orang yang bergairah oleh Roh Kudus itu rela dimakan sampai habis, sampai mati seperti Paulus, Petrus, dan lain-lainnya.

Kisah 21:13 Lalu jawab Paulus, “Apakah gunanya kamu menangis dan menghancurkan hatiku? Karena aku ini rela bukannya diikat sahaja, melainkan mati juga di Yerusalem karena sebab nama Tuhan Yesus.”

Mereka bergairah bukan karena uang, bukan karena popularitas, bukan karena bisa menuruti bermacam-macam nafsu, bukan karena hal-hal yang fana, tetapi karena Roh Kudus membakar hatinya sebab kasih akan Allah (2Kor 5:14). (Orang yang bergairah karena berkat, uang, hawa nafsu dan lain-lain, mereka dalam keadaan berbahaya, sewaktu-waktu mereka akan dibakar habis dengan api murka Allah seperti yang dialami Nadab dan Abihu (Im 10:1-2).

Jangan mata duiten dalam ladang Tuhan. Jangan melakukan pekerjaan Tuhan karena sombong, karena tidak mau kalah, atau terdorong nafsu percabulan, perzinahan, atau karena cinta golongan sendiri dan lain-lain, nanti mati rohani. Ini api yang lain yang dinyalakan oleh daging dan ajaran yang salah).

Sebab itu di dalam Gereja kita tidak memakai cara-cara seperti yang ada di dalam dunia Komersil (setiap usaha, setiap bagian pekerjaan, semua menuntut ada pembayarannya). Ini sudah masuk dalam Gereja (Wah 6:6). Ini cara-cara dunia komersil, sehingga orang miskin tidak dapat pelayanan Injil (Mat 11:5). Setiap pelayanan harus dibayar, baik part time, baik full time. Main musik dibayar, memimpin puji-pujian dibayar, bersaksi dibayar, menyanyi solo atau koor dibayar, membersihkan Gereja dibayar, membawa jiwa-jiwa ke Gereja dibayar, berkhotbah dibayar. Memang semua hamba-hamba Tuhan full time dalam Gereja harus diberi nafkahnya, tetapi kita tidak mendidik anggota-anggota atau orang beriman untuk melayani karena bayaran. Sekalipun tidak melayani, kalau anggota tersebut membutuhkan bantuan, anggota-anggota yang lain dengan kasih ikut membantu dan kas Gereja juga menolong anggota- anggotanya secara adil, merata dan mendidik.

Pelayanan dalam Gereja harus dipercayakan pada orang yang dipilih Allah, pada orang yang hatinya bergairah, berapi-api karena pengurapan Roh Kudus, bukan diserahkan pada orang yang bekerja karena bayaran. Untuk membangun gedung Gereja boleh diberikan pada orang upahan, tetapi untuk pelayanan pekerjaan Tuhan yang suci harus diserahkan pada imam-imam Tuhan yang penuh dengan Roh Kudus dan Firman Tuhan, yang bergairah karena pekerjaan Roh Kudus, yang berapi-api, bersemangat karena Sabat harian atau Sabat tahunan.

Kisah 1:8 Tetapi kamu akan menerima kuasa kalau Roh Kudus turun keatas kamu, dan kamu akan menjadi saksiKu di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.

Api Roh Kudus memberi dorongan, kemampuan dan kekuatan untuk pelayanan sehingga berbuah-buah.

Zakaria 4:6 Lalu sahutlah ia, katanya kepadaku: Inilah firman Tuhan kepada Zerubbabil, bunyinya: Bukannya oleh kuat dan bukannya oleh gagah, melainkan oleh RohKu juga ia itu akan jadi, demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam

Kalau seorang melayani Tuhan dengan api yang lain, itu berbahaya! Misalnya ingin akan uang adalah api yang mendorong, memberi banyak ide-ide dan kekuatan yang besar untuk berusaha, tetapi ini api yang salah!

Ingin akan uang itu akar segala jenis kejahatan sehingga dalam pelayananya ia akan membedakan orang dan ia akan penuh dengan siasat untuk mendapatkan uang. Inilah laba yang keji, melayani untuk mendapat uang, bukan karena cinta pada Tuhan.

1 Timotius 6:5 pertengkaran orang yang rusak akalnya dan yang sudah tersentak perasaan yang benar, menyangkakan bahwa ibadat itu menjadi suatu daya memperoleh laba

1 Petrus 5:2 Gembalakanlah kawan domba Allah yang ada di antaramu, jangan sebab terpaksa, melainkan dengan suka hati menurut kehendak Allah; dan jangan sebab hendak beroleh laba yang keji, melainkan dengan sebulat-bulat hati (TL) (Yoh 20:15-17).

Keuntungan = (bayaran)

Suka laba yang keji (bayaran, uang)

Orang yang melayani seperti ini memakai api yang lain, api asing dan akhirnya kalau tidak bertobat, ia akan mati dalam pelayanan.

Imamat 10:1-2 Kemudian anak-anak Harun, Nadab dan Abihu, masing-masing mengambil perbaraannya, membubuh api ke dalamnya serta menaruh ukupan di atas api itu. Dengan demikian mereka mempersembahkan ke hadapan TUHAN api yang asing yang tidak diperintahkanNya kepada mereka. Maka keluarlah api dari hadapan TUHAN, lalu menghanguskan keduanya, sehingga mati di hadapan TUHAN.

Ada seorang yang jahat bertobat sungguh-sungguh. Kesaksiannya indah, di mana-mana kesaksiannya menjadi berkat dan disukai orang, di mana-mana orang Kristen memuji-mujinya, dan banyak panitia KKR mengorbitkan orang baru ini. Ia diperhatikan orang banyak dan untuk kesaksiannya itu ia mendapat cukup uang, sebab itu ia mengambil keputusan untuk pelayanan full time sebagai penginjil. Pada suatu saat, tidak ada undangan untuk beberapa bulan (rupa-rupanya orang-orang yang sudah tahu, tidak lagi ingin mendengarkan dia, sebab tidak ada berita baru lagi. Kesaksian yang dahsyat sudah menjadi (bahkan membosankan) biasa karena orang-orang sudah tahu). Maka uang juga tidak masuk, dan uangnya habis. Akhirnya ia putus asa dan undur dan menghujat Tuhan, sambil menuduh bahwa orang-orang Kristen tidak ada kasih, tidak ada perhatian, Tuhan tidak mempedulikan dia. Ia murtad, ia mati dalam pelayanan, sebab ia melayani dengan api yang lain, bukan api Roh Kudus

Orang-orang yang sungguh-sungguh bergairah karena Roh Kudus, tidak susah karena tidak dapat uang, juga tidak stres, tidak bersungut-sungut, bahkan tetap bergairah dan siap untuk mati (dari pada berdusta atau bersiasat untuk mengejar uang). Justru orang-orang yang tulus dan berapi-api seperti ini pada saatnya pasti akan mengalami berkat-berkat jasmani yang cukup bahkan limpah dari Tuhan, istimewa yang memegang sabat harian dan sabat ladang.

Inilah Gereja dan orang-orang yang memegang sabat harian dan sabat tahunan.

Orang-orang percaya harus mengerti, dan harus mempunyai iman dan gairah dari Roh Kudus, maka orang-orang ini akan dapat masuk dalam sabat tahunan dan ini akan membawanya ke dalam puncak sabat yaitu sabat Yobel.

Tanda khas sabat harian adalah hati yang sejahtera, ada perhentian dari Tuhan sebab bergantung penuh pada Roh Tuhan, sebab itu mau terus-menerus dipimpin Roh Kudus dan penuh Firman Tuhan di dalam hatinya.

Tanda khas sabat tahunan = sabat ladang ialah orang yang bergairah, berapi-api dalam pekerjaan Tuhan dan berani mengorbankan ladangnya bagi Tuhan, sehingga limpah waktu, tenaga, harta, apa saja yang dipunyainya, bahkan seluruh hidupnya untuk Tuhan tetapi justru ia terpelihara oleh berkat dan kuasa Tuhan dengan heran. Luar biasa! Ini bukan gairah karena ingin populer atau karena uang atau karena nafsu-nafsu daging, percabulan, iri dan sebagainya. Orang yang sudah memegang Sabat harian dan Sabat tahunan, ada harapan mengalami puncak dari sabat yaitu Yobel.

D. YOBEL

=PUNCAK SABAT

=SESUDAH 7 X SABAT LADANG.

Kalau umat Tuhan sudah mengalami berulang-ulang Sabat tahunan (Sabat ladang) maka baru mereka akan mengalami Yobel.

7 = angka sempurna.

Sesudah tujuh kali Sabat ladang, sampai sempurna, baru ada Sabat Yobel.

Jadi ada hubungan erat antara ketiga Sabat ini. Tuhan ingin kita terus tumbuh dalam tiga tingkatan sabat ini.

Bertekunlah dalam Sabat harian, Sabat bendang, bahkan  sampai tujuh kali, sampai sempurna. Bertekun  tetapi jangan dipaksa dengan kekuatan sendiri, atau  dengan kekuatan/ gairah daging, tetapi dengan api Roh  Kudus. Bergeraklah di dalam pengurapan Rohkudus yang  limpah terus menerus. Jangan karena mengejar  berkat jasmani berlimpah, jangan karena dibayar atau sebab-sebab fana lainnya, tetapi karena pengurapan Rohkudus yang makin limpah.

APAKAH ARTI TAHUN YOBEL INI?

Yobel berarti kelepasan dari perhambaan dan kemiskinan, dipulihkan kembali menjadi seperti semula.

Mengapa sampai terjadi kemiskinan, tiada berkat, sehingga ladang dijual bahkan dirinya sendiri juga?

Sebab dosa! Semua ini akibat dosa.

Pada waktu Yobel, semua dipulihkan dari akibat-akibat dosa, kembali seperti semula, seperti sebelum jatuh dalam dosa. Ada kelepasan sepenuh- sepenuhnya pada waktu Nafiri hari Grafirat dibunyikan (tanggal 10 bulan tujuh tahun Yobel (Im 23:26-32 = Im 25:9 = Im 16)).

Pada hari Grafirat ini, Imam besar masuk ke dalam Ruangan Maha Suci, membuat grafirat bagi seluruh bangsa Israel, seluruh umat Tuhan disucikan dari segala cacat dan kenajisannya, sehingga hubungannya kembali dipulihkan dengan Tuhan.

Imamat 16:30-31 Karena pada hari itu harus diadakan pendamaian bagimu untuk mentahirkan kamu. Kamu akan ditahirkan dari segala dosamu di hadapan TUHAN. Hari itu harus menjadi sabat, hari perhentian penuh bagimu dan kamu harus merendahkan diri dengan berpuasa. Itulah suatu ketetapan untuk selama-lamanya.

Dan pada hari yang sama ini terjadi sorak sukacita yang besar pada tahun Yobel di seluruh negeri Israel.

Tahun Yobel adalah tahun Sabat, tahun perhentian di mana semua mengalami kelepasan total dari perhambaan & semua miliknya pun lepas kembali kepadanya, penebusan total pada hari Grafirat, karena Tuhan. Ada kesukaan yang besar pada tahun Yobel ini.

Semua kembali seperti semula, dipulihkan seperti semula. Baik orangnya, maupun ladangnya (Im 25:10) dan ada perhentian Sabat yang penuh sukacita.

Jangan lupa ini baru dialami umat Tuhan kalau mereka sudah memegang hari sabat dan tahun sabat sampai tujuh kali. Bukan satu kali sabat ladang, tetapi terus menerus sampai tujuh kali, baru mereka mengalami sabat Yobel.

Begitupun bagi kita secara rohani. Siapa yang memegang sabat tahunan, terus dipegang, terus, terus meningkat sampai terbakar habis bagi Tuhan, baru kemudian mereka menjadi sempurna.

Juga yang mengalami sabat dalam hati (sabat harian) hatinya lapar haus akan Firman Tuhan dan pengurapan, teruskan. Hiduplah selalu dalam pimpinan Roh Kudus, terus bertekun dalam pimpinan Roh Kudus, sehingga masih dalam sabat ladang.

Jangan ada motif atau tujuan-tujuan yang salah, jangan karena dipuji atau ingin dipuji, jangan karena uang dan maksud-maksud lainnya.

Bergairah terus di dalam pengurapan Roh Kudus yang limpah, terus menerus, terus hidup bagi Tuhan sepenuh-penuhnya sampai tujuh kali, sampai jadi sempurna, masuk dalam sabat Yobel. Orang seperti ini akan langsung mengalami penebusan tubuh, ia masuk dalam Yobel.

Yang belum sampai pada kesempurnaan, tetapi tetap setia, akan juga mengalami Yobel bersamaan pada hari kedatangan Tuhan yang kedua (pada saat pengangkatan).

Jadi Yobel itu menceritakan tentang pemulihan lengkap dari tubuh, jiwa, roh manusia, baik yang mencapai kesempurnaan maupun yang belum, yang terdiri dari

1. Penebusan manusia sepenuhnya yaitu orang dalam (orang batiniah, the inner man) dan orang luar (orang lahiriah, the outer man).

2. Pemulihan bumi atau ladang, (semua yang diusahakan manusia) sehingga manusia kembali berada di bumi yang seperti taman Eden (Kis 3:21 KJ/ Ef 1:10). Ini terjadi dalam Kerajaan 1.000 tahun.

3. Perhentian, damai, yaitu juga dalam Kerajaan damai 1000 tahun.

Mengapa tahun Yobel dimulai dengan hari Grafirat? Ini menjelaskan lebih lanjut bagi kita arti Yobel secara rohani bagi Gereja yaitu orang-orang Israel rohani (Gal 3:7,29).

Empat Hari Raya orang Israel sudah digenapkan. (Yaitu hari raya Paskah, hari raya roti tanpa ragi, hari raya buah sulung dan hari raya Pentakosta).

Tiga Hari Raya belum digenapkan yaitu Hari raya Nafiri (tanggal 1 bulan 7), Hari raya Grafirat (tanggal 10 bulan 7) dan Hari raya Pondok daun (tanggal 15 bulan 7). (Im 23:24, 26, 34). Tiga hari raya ini menceriterakan tentang akhir dari zaman Gereja yaitu:

1. Hari Raya Nafiri, hari kedatangan Tuhan. (Pengangkatan) Di sini sudah terjadi penebusan manusia sepenuhnya tetapi belum selesai, sebab masih ada penuaian sisa.

2. Hari Raya Grafirat, di sini dilakukan grafirat untuk seluruh Israel. Di sini orang-orang Israel disucikan dengan pengorbanan yang besar (Zef 1:7). Juga panen sisa yaitu orang-orang beriman yang tertinggal, semua dikorbankan sampai mati (Wah 13:7). Ini betul-betul Hari Grafirat yang dahsyat. Ini orang-orang yang menolak Grafirat oleh Darah Domba Allah yaitu:

1. Orang-orang Kristen  yang tertinggal menghinakan penebusan oleh darah Yesus dengan tetap hidup dalam dosa.

2. Orang-orang Israel yang memang tidak mau percaya dan tidak mau menerima korban penebusan Tuhan Yesus sebagai Juru selamatnya).

Dua Hari Raya ini membuat penebusan manusia selesai yaitu dengan lengkapnya panen besar dan panen sisa.

3. Hari Raya Pondok daun. Inilah Kerajaan 1.000 tahun yang memang juga merupakan hari Sabat (Hari ke-7 dalam rencana Allah). Dalam Kerajaan 1.000 tahun semua dipulihkan kembali (Kis 3:20) di dalam Kristus (Ef 1:10) sehingga Surga dan bumi menjadi satu di dalam Kristus dan orang- orang suciNya yang sudah bangkit dan turun bersama-sama Tuhan Yesus dalam tubuh kemuliaan.

Ketiga hari raya ini semua terjadi sekitar hari kedatangan Tuhan Yesus yang kedua.

Jadi Yobel digenapkan pada hari kedatangan Tuhan dan diteruskan dalam Kerajaan 1.000 tahun, di mana semua dipulihkan sepenuh-penuhnya.

Penggenapan Yobel belum terjadi  sekarang, tetapi kita sudah mengalami pekerjaan Roh Kudus di dalam Sabat harian (misalnya: Luk 4:18) dan Sabat bendang (misalnya: Pil 1:21).

PENEBUSAN MANUSIA. *)

Penebusan manusia terdiri dari penebusan orang-dalam (roh) dan orang-luar (tubuh, jiwa) (Rom 8:23).

Kita sudah ditebus oleh darah Yesus (1Pet 1:18-19/ Ef 1:7/ Wah 1:5). Kita sudah disucikan, kita sudah selamat (kecuali yang pura-pura atau undur lagi). Waktu mati, darah Yesus membuka pintu Surga bagi kita, tetapi penebusan ini belum sempurna.

Dalam Ef 1:14 TL/ 4:30 TL dikatakan bahwa kita masih menuju kepada hari penebusan. Penebusan apa yang kurang yang masih kita tunggu? Orang dalam atau roh kita sudah ditebus. Tetapi yang belum ditebus dalam tubuh kita (Rom 8:23). Tubuh kita belum ditebus, masih dirusakkan oleh dosa. Masih kena akibat dosa, terus menua, makin berkurang kekuatannya, sakit, lemah dan sebagainya, akhirnya mati. (Kalau tubuh ini diisi dengan kuasa Allah seperti Musa (karena tinggal 3 x 40 hari di dalam hadirat Allah, tubuhnya sehingga bersinar-sinar), maka semua akibat dosa dalam tubuh ini misalnya proses menua (melemah dan sebagainya) tertahan, bahkan berhenti (Ul 34:7), tetapi meskipun demikian tubuh ini belum ditebus). Kalau tubuh ini sepenuhnya sudah ditebus, maka semua akibat dosa tidak dapat bekerja lagi dalam tubuh yang sudah ditebus, baik kelemahan, sakit, menua dan  maut (musuh terakhir), sehingga orang yang telah ditebus tubuhnya, tidak bisa mati lagi, ia berubah menjadi tubuh kemuliaan (Pil 3:21). Tubuh seperti ini bebas dari semua akibat dosa dan maut, seperti Henoch (Ibr 11:5) dan Elia (2Raj 2:11-12).

Penebusan tubuh ini terjadi yang terakhir (1Kor 15:26), dan kita menuju ke sini, mengharapkan hal ini (Luk 21:27 TL, KJ). Ini akan terjadi serempak bagi semua orang percaya pada permulaan Yobel (pada hari raya Nafiri dan Grafirat).

1. Orang yang menjadi sempurna, mengalami penebusan total secara pribadi, (tidak bersama-sama), ia akan langsung berubah menjadi tubuh kemuliaan tanpa menunggu keda- tangan Tuhan, ia langsung masuk dalam hadirat Tuhan, langsung naik ke tahta Allah. Zaman sekarang hal ini sudah mungkin (Ibr 10:20), penggenapan (Wah 12:5) adalah untuk masa sekarang ini.

2. Mereka yang belum sempurna, lalu mati, harus menunggu Nafiri yang terakhir (1Kor 15:52,53). Nafiri Yobel, yang menebus semua orang-orang beriman dari perhambaan dosa dalam tubuhnya, sehingga waktu Nafiri Yobel/ terakhir itu berbunyi, lepaslah segala kuasa dosa dan maut atas tubuh ini, dan tubuh ini dipulihkan menjadi tubuh kemuliaan, langsung bangkit atau berubah dalam sekejap (1Tes 4:16-17). Semua akan bebas, merdeka, dipulihkan, kembali seperti keadaan semula sebelum kejatuhan, dalam tubuh yang mulia (Pil 3:21).

Inilah yang terjadi pada Hari Yobel yaitu pada hari Grafirat tahun ke-50. Tetapi pada hari Grafirat biasa, sudah ada orang yaitu Imam Besar yang masuk dalam Ruangan Maha Suci (Im 16), bahkan zaman sekarang ini jalan ke Ruangan Maha Suci sudah terbuka (Ibr 10:20). Kemungkinan dan kesempatan untuk menjadi sempurna sudah  ditawarkan bagi kita. Tubuh kita sekarang ini masih kena akibat dosa, (masih bisa rusak dan mati) tubuh ini belum ditebus, menunggu saat penebusan itu.

Jadi:

1. Orang-orang yang masuk dalam kesempurnaan, ia mengalami tebus tubuh sebelum Tuhan Yesus datang kembali, langsung menjadi sempurna, langsung naik ke tahta Allah, ini amat indah.

2. Orang-orang lain mengalami Yobel bersama- sama pada hari kedatangan Tuhan, pada waktu Nafiri Allah (nafiri Yobel) dibunyikan (1Tes 4:17-18). Tingkatan ini lebih rendah, sebab mereka belum sempurna, tidak mampu mencapainya sendiri, tetapi mereka toh mengalaminya dan semuanya bersukacita amat sangat. Ada pertemuan yang amat indah di udara antara semua orang yang mengalami Yobel ini, baik yang sudah mati, maupun yang masih hidup (1Tes 4:16-17). Ada masa sorak sorai yang luarbiasa. Semua cacat jasmani juga lenyap. Semua menjadi utuh, pulih kembali dan indah dalam tubuh kemuliaan yang amat heran.

Inilah Yobel yang heran itu yang akan menjadi pengalaman yang indah dalam hari-hari ini pada waktu Tuhan Yesus datang kembali.

B. PEMULIHAN BUMI.

Keadaan serta tempat tinggal dan usaha manusia di bumi ini juga dipulihkan.

Bumi akan kembali seperti taman Eden sebelum kejatuhan. Semua akibat dosa sudah tiada, sudah dipulihkan seperti semula, sangat indah (Kis 3:21 KJ) Ini termasuk dunia binatang, dunia tumbuh-tumbuhan dan benda.

Hadirat Tuhan kembali di bumi seperti pada zaman Adam-Hawa, tetapi jauh lebih indah lagi sebab Adam-Hawa belum diuji dan belum ditebus, tetapi kita sudah teruji dan sudah ditebus di dalam Kristus.

Inilah arti Yobel yang sebenarnya yang menjadi pengharapan kita, amat indah.

Biarlah kita semua belajar memegang Sabat harian dalam hati kita dan juga Sabat tahunan, maka akan ada harapan  dapat langsung masuk dalam Yobel secara pribadi (yang amat mulia itu). Kalau toh belum kuat sampai tingkatan ini (seperti Im 25:25-28) maka kita tetap akan mengalami penebusan yang mulia itu pada saat nafiri Yobel dibunyikan, yaitu pada saat pengangkatan, Hari yang mulia yang kita rindukan.

Nyanyian:

INDAH SEBAGAI DI EDEN

Indah sebagai di Eden

pada permulaan

Hutan dan rimba berbunga

Tampak sedap senang

Orang yang timpang berlompat

Yang tuli mendengar

Orang yang buta melihat

Pujilah kerjaNya

Lagi pun orang yang bisu

Angkatlah kidungnya

Serta menyanyi semua

Hormati Tuhanku

Reff: Marilah hari mulia

Hari penuh khalas

di tengah kerjaku, kuharap

Kau datang lekas-lekas