NERAKA

Matius 25:41 Kemudian Raja itupun akan  bertitah kepada mereka itu yang di sebelah  kiriNya: Undurlah dari hadapanKu,  hai laknat, masuklah ke dalam api Nereka  yang kekal, yang disediakan bagi iblis dan  segala pesuruhnya.

PERLU MENGERTI

Pelajaran ini penting untuk mengerti keadilan dan rencana Allah yang menyediakan Neraka untuk iblis dan pesuruh-pesuruhnya (termasuk manusia yang mau diperalat).

Pengertian yang betul dan jelas tentang Neraka juga menjadi suatu peringatan atau ancaman yang nyata bagi orang yang tidak mau bertobat atau percaya.

Jadi bagi kita pengertian ini juga penting, supaya:

1. Jangan sampai ada di antara kita yang terseret ke sana.

2. Hal ini juga penting untuk dapat melepaskan orang-orang dari Neraka dengan bergairah, sebab mengerti betapa ngeri dan dahsyatnya Neraka yang kekal itu.

3. Supaya kita mempunyai dasar yang teguh di atas Firman Tuhan tentang Neraka, sehingga tidak mudah disesatkan macam-macam ajaran sesat.

NERAKA ITU ADA

Apakah Neraka itu ada? Ya! Firman Tuhan tidak pernah berdusta. Firman Tuhan itulah kebenaran (Yoh 17:17). Berulang-ulang Firman Tuhan  mengatakan tentang Neraka yang kekal, itu bukan omong kosong, tetapi kebenaran!

Matius 18:8-9 Jika tanganmu atau kakimu menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu masuk ke dalam hidup dengan tangan kudung atau timpang daripada dengan utuh kedua tangan dan kakimu dicampakkan ke dalam api kekal.

Dan jikalau matamu menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu masuk ke dalam hidup dengan bermata satu daripada di campakkan ke dalam api neraka dengan bermata dua.

Tuhan Yesus jelas mengatakan bahwa ada Neraka yang kekal, sebab itu Tuhan berkata lebih baik menderita sekarang ini di dunia (kehilangan mata, kehilangan lengan dan sebagainya) daripada tersiksa kekal di dalam Neraka, sebab Neraka itu betul ada!!

Kalau tidak ada Neraka, tidak mungkin Tuhan Yesus berkata seperti ini, sebab Firman Tuhan ini tidak pernah berdusta. Jadi Neraka itu sungguh-sungguh ada.

MENGAPA ADA NERAKA?

Bayangkan kalau ada suatu negara tanpa Polisi, pengadilan dan penjara, maka orang-orang yang benar dan jujur pun takut tinggal di sana, sebab orang jahat dapat merajalela sepuas-puasnya membinasakan semua orang yang benar dengan bebas tanpa batas, sebab tidak ada hukuman bagi orang-orang jahat.

Iblis dengan tipu dayanya yang licin lewat macam-macam ajaran (yang keliru dan sesat!) membuat Neraka itu tidak terlalu penting, tidak kekal, bahkan tidak ada, sehingga orang-orang yang percaya pada ajaran ini menjadi aman untuk sedikit-sedikit berbuat dosa (ingat, setan pada permulaannya “hanya” mengajak untuk berbuat sedikit dosa saja, tetapi ini sudah berarti jatuh dalam tangan setan, sudah menjadi milik setan!).

Ajaran tentang Neraka ini sangat penting. Memang orang-orang dunia pada umumnya “menganggap” bahwa Neraka itu kekal dan sangat tidak enak, tempat siksaan.  Coba saja tanyakan pada sembarang orang, pasti tidak ada dari antara mereka yang mau masuk Neraka.

Tetapi kalau orang-orang beriman tidak mempunyai dasar yang teguh dari Firman Tuhan, maka mereka mudah disesatkan dan diselewengkan oleh ajaran-ajaran sesat yang sudah banyak beredar.

Jangan sampai orang-orang Kristen percaya akan “Neraka yang keliru” atau yang “tidak ada”, sehingga berani berbuat dosa dan binasa jiwanya.

Beberapa ajaran sesat mengatakan bahwa: Neraka itu hanya sementara, atau hanya untuk menakut-nakuti orang, sebab Allah itu kasih, Ia tidak mungkin membuat Neraka. Ini sesat! (dalam bagian selanjutnya kesesatan ini akan diterangkan).

Orang yang tidak percaya akan adanya Neraka (atau hanya percaya akan Neraka sementara) itu sama seperti orang yang tidak percaya ada Allah (sebab Allah adalah Hakim yang adil Kej 18:25, 2Tim 4:1, yang menghukum orang ke Neraka).

Matius 10:28 Janganlah kamu takut akan orang yang membunuh tubuh, dan yang tidak berkuasa mematikan jiwa, tetapi yang terutama sekali hendaklah kamu takuti Dia, yang berkuasa membinasakan baik tubuh atau jiwa di dalam Neraka (TL).

Orang seperti ini akan rusak tabiatnya dan buruk perbuatannya.

Mazmur 14:1 Orang bebal berkata dalam hatinya: “Tidak ada Allah”. Busuk dan jijik perbuatan mereka, tidak ada yang berbuat baik. (Lihat juga Maz 10:4, 53:2)

Sebab itu setiap orang beriman harus mengerti dengan jelas dan benar ajaran Alkitab tentang Neraka, dengan konsep yang betul,

- supaya lepas dari ajaran-ajaran yang sesat dan

- supaya hidupnya yang suci itu makin disempurnakan.

ALAM BERZAKH SEKARANG INI

Alam ini dibagi dalam alam yang nampak dan yang tidak nampak. Kedua tempat ini dapat saling tembus (alam yang tidak nampak dapat berada di dalam alam yang nampak dan sebaliknya), sebab dimensinya berbeda. Alam yang tidak nampak (TL: alam berzakh, TB: dunia orang mati) dalam Perjanjian Lama disebut Sheol (bahasa Ibrani) yaitu:

- Tempat roh-roh orang yang benar (misalnya: Mazmur 16:10; 30:4; 139:8; Yes 38:10 dan lain-lain) dan juga

- Tempat untuk roh-roh orang jahat (misalnya Bil 16:33; Ayub 24:19; Maz 9:18 dan lain-lain).

Ini memberikan kesan seolah-olah tempat roh orang jahat dan orang benar itu bersama-sama.

Betulkah demikian?

1. Istilah Sheol ini dalam Perjanjian Lama. Pada waktu ini rahasia-rahasia tentang alam yang tidak nampak itu belum banyak dibukakan sebab pengurapan Rohkudus untuk rahasia- rahasia akhir zaman memang belum diberikan (masih dimeteraikan. Dan 12:4).

2. Sebab kunci maut dan alam maut masih ada di dalam tangan iblis (Wah 1:18), baru sesudah Tuhan Yesus mati di Golgotha kunci maut direbut oleh Tuhan Yesus.

3. Pada waktu itu memang semua roh-roh orang yang mati (yang baik dan yang jahat, kecuali yang menjadi sempurna) itu ditawan iblis sampai Tuhan Yesus mati di Golgotha. Meskipun sama-sama ditawan setan, pasti tempatnya tidak sama.

Roh orang-orang benar tetap di dalam kuasa Allah, iblis tidak boleh menyiksa atau mengganggunya. Roh-roh orang berdosa/ jahat itu memang milik dan hak iblis dan kawan-kawanya.

Dalam Perjanjian Baru, istilah alam berzakh disebutkan dengan lebih jelas dan lebih terperinci, dibagi 2, yaitu tempat untuk roh orang-orang jahat disebut Hades dan Surga, tempat Allah, malaikat dan orang-orang yang selamat. Kedua tempat ini dipisahkan oleh suatu selang (jurang) yang besar (Luk 16:26).

Surga (menurut istilah rohani: berada “di atas”, Kol 3:1-2), yaitu tempat Allah dan roh-roh orang yang benar, yang sudah ditebus oleh darah Tuhan Yesus.

Hades (berada “di bawah” Mat 11:23, Luk 10:15; 16:23) adalah tempat iblis, setan2, segala macam roh-roh jahat dan roh-roh orang berdosa (di sini juga ada Abusos, Tartaroo, dll).

Ini adalah keadaan alam berzakh yang sekarang.

ALAM BERZAKH YANG AKAN DATANG

Neraka itu sekarang sudah ada, yaitu dalam Hades. Tetapi nanti sesudah zaman Antikris akan timbul Neraka yang lain, yang kekal, yaitu Laut Api di mana Antikris (hidup-hidupan) dan nabi palsu dilempar ke dalamnya (Wah 19:20). Kemudian sesudah Pengadilan Tahta Putih Yang Besar, seluruh isi Hades (Neraka yang sekarang, Tartaroo, dan lain-lain) semuanya dilemparkan ke dalam Laut Api untuk kekal (Wah 20:14).

Dalam Perjanjian Baru, Tuhan Yesus membedakan antara Hades dan Gehena. Dalam Gehena atau Laut Api lebih nyata dan ditekankan tentang kekekalan.

Dari ayat-ayat ini kita jelas melihat perbedaan antara Laut Api dan Neraka yang sekarang (yang masih terpakai sampai masanya “Takhta Putih yang besar”).

PEMISAH ANTARA SURGA DENGAN HADES DAN

GEHENNA

Surga dan Alam Maut atau Hades yang sekarang dipisahkan  oleh jurang atau selang yang besar, yang tidak dapat dilalui  oleh roh manusia atau roh setan, kecuali dengan izin Allah,  misalnya iblis boleh lewat jurang ini, sampai Surga tingkat I.  Tetapi roh-roh orang mati seperti Lazarus dan Orang kaya, tidak  boleh melewati jurang ini.

Surga baru yang akan datang terpisah dari Laut api dengan  suatu jarak yang amat mengerikan. Sebab terpisah untuk kekal dalam arti jasmani dan rohani.

2 Tesalonika 1:9 Mereka ini akan menjalani hukuman (TL: siksa) kebinasaan selama-lamanya, dijauhkan dari hadirat Tuhan dan dari kemuliaan kekuatannya.

Itu berarti bahwa kedua belah pihak ini tidak akan pernah dapat bertemu lagi, bahkan segala ingatan dari semua mahkluk yang ada di dalam Laut api itupun copot/ lepas dari pikiran Allah dan pikiran semua orang yang di dalam Kerajaan Surga dan bumi yang baru nanti.

Yesaya 65:17 Sebab sesungguhnya, Aku menciptakan langit yang baru dan bumi yang baru; hal-hal yang dahulu tidak akan diingat lagi dan tidak akan timbul dalam hati (baca juga Hos 2:16, Yeh 21:32).

TIGA FASE SIKSAAN NERAKA.

Neraka secara umum adalah tempat siksaan (atau hukuman) karena perbuatan jahat.

Apa yang menyiksakan orang di Neraka?

1. Dosanya sendiri.

2. Orang-orang dosa satu sama lain.

3. Iblis dan setan-setan

4. Api yang tidak terpadamkan.

5. Ulat yang tidak dapat mati.

6. Tubuh kebangkitan orang berdosa.

7. Kekekalan.

8. Kesempatan lepas.

9. Kesukaan dosa yang sementara.

Orang yang terus menerus berbuat dosa, lebih-lebih dengan sengaja dan tidak mau betobat, akan masuk Neraka dan mengalami siksaan sebab dosa-dosanya di Neraka dalam ketiga fase yang susul menyusul, yaitu di:

I. Neraka di Bumi.

II. Neraka dalam “Hades”.

III. Neraka dalam “Laut Api”.


I. NERAKA DI BUMI.

1. Siksaan Dosa

Orang yang hidup dalam dosa itu tersiksa rohnya,    lalu tubuh dan jiwanya juga akan mati.

Mazmur 38:5 Karena segala salahku meliputi    kepalaku, ia itu telah menjadi terlalu berat padaku  seperti suatu tanggungan yang berat adanya (TL).

Yesaya 48:22 “Tidak ada damai sejahtera bagi  orang-orang fasik!” Firman Tuhan

Orang yang berdosa tidak akan merasakan sejahtera Allah di dalam dirinya, justru hatinya gelisah dan tidak akan merasakan damai. Seperti berjalan di atas api.

Amsal 6:28 Atau dapatkah orang berjalan diatas bara, dengan tiada hangus kakinya?

Banyak orang tidak mengenal kebenaran ini, karena sudah kena tipu setan yang mengatakan: “sedikit-sedikit dosa itu nikmat”, lalu kemudian sesudah terikat, setan menyesatkan dengan mengatakan: “lebih berani berbuat dosa, lebih sedap”. Inilah dusta setan! Ini sama seperti ular mendustai Hawa, katanya: “Kalau engkau makan buah larangan ini, justru engkau akan menjadi seperti Allah!” Tetapi sesudah Hawa makan buah tersebut, barulah nyata bahwa setan itu pendusta dan Allah itu benar, seketika itu juga Hawa mati rohani (putus hubungan dengan Allah secara langsung) dan kemudian mati jasmani, tetapi sudah terlambat! Jangan percaya mulut setan.

Hidup dalam dosa itu menyiksa jiwa, tiada sejahtera dan hati terus gelisah,    sebab putus hubungan dengan Allah  sumber selamat dan bahagia yang    sesungguhnya  (Maz 16:11  Yer 2:13 Yoh 4:13).

Roma 3:17 Dan jalan damai (TL: sejahtera) tidak mereka kenal.

Hidup dalam dosa itu suatu penderitaan bathin (Yes 57:19-21).

Makin banyak dosa, makin banyak siksaan itu.

Akhirnya tidak tahan seperti Yudas, sehingga Yudas percaya lagi dusta setan yang lebih lanjut dan lebih jahat yaitu mengajaknya untuk bunuh diri, dengan alasan: “Nanti akan lega dan bebas, tentram. Ternyata waktu Yudas bunuh diri siksaannya tiba-tiba berlipat kali ganda sangat banyak. Sekarang Yudas disiksa langsung oleh setan, sepenuhnya dalam tangan setan dan tidak dapat kembali ke dunia atau lari kepada Tuhan Yesus lagi. Celaka kekal.

Mengapa pada permulaannya dosa itu nampaknya sedap? (Ibr 11:25). Sebab manusia masih hidup dalam daging dan darah yang suka dosa (Yoh 3:19). Memang daging dan roh tu bertentangan (Gal 5:17). Perasaan manusia tentang dosa itu tergantung dari kepada siapa orang itu percaya.

Kalau ia percaya pada Tuhan, matanya celik, ia akan merasakan bahwa dosa itu tidak enak dan salib itu justru ringan dan senang rasanya (Mat 11:30). Sebab itu ia akan menolak dosa sekalipun itu menyakiti daging, tetapi dengan demikian rohnya hidup (Rom 8:13) dan sukacita dari Surga terus memancar di dalam orang yang percaya ini (Yoh 7:38).

Tetapi orang yang percaya pada setan, itu sudah kena tipu, dusta, siasat dan bujukannya. Orang ini percaya bahwa dosa itu nikmat dan sedap. Sebab itu ia akan memilih melazatkan daging, menikmati kesukaan dosa (untuk sementara) tetapi rohnya mati, gelisah, tertekan, tertuduh, tiada damai.

Siksaan dalam roh, inilah permulaan Neraka, icip-icip Neraka. Coba lihat orang yang membenci, dendam, suami-isteri yang berkelahi sebab tidak setia, pencuri dsb. Memang untuk sementara kesukaan daging seolah-olah mengimbangi siksaan roh. Lebih-lebih kalau perasaan hatinya rusak, rohnya mati, siksaan dalam roh itu hampir-hampir tidak terasa (Ams 14:16). Tetapi kalau dosa sudah meningkat sampai melebihi batas, tiba-tiba nyata siksaan yang hebat, dan mereka tidak tahan lagi.

Seperti orang yang merokok/ madat, tahu-tahu hampir binasa, barulah ia sadar bahwa semua ini adalah akibat racun rokok, tetapi sudah terlambat.

2. Siksaan dari sesama orang berdosa.

Siksaan dari sesama (dibenci, diiri, dirugikan dan lain-lain) biasanya tidak terlalu nyata, hanya kadang-kadang cukup hebat, dan dalam hal itu biasanya setan berada di belakang orang yang jahat itu.

3. Siksaan dari setan.

Siksaan langsung dari iblis pada permulaan hampir-hampir tidak ada. Justru seringkali diberi umpan yang manis. Kalau langsung disiksa,  mangsanya akan meronta-ronta dan berusaha lari  melepaskan diri.

Kalau orang berdosa itu sudah terikat dalam dosa, baru setan mendapat kesempatan untuk menyiksa terang-terangan.

Diserahkan dalam tangan iblis

Orang yang terus menerus mengeraskan hatinya sehingga tidak lagi mau bertobat, pada akhirnya, kalau waktunya sudah habis, diserahkan dalam tangan iblis untuk disiksa, dirusak tubuhnya. Mungkin dengan cara ini ia mau bertobat.

1Korintus 5:5 Orang itu harus kita serahkan dalam nama Tuhan Yesus kepada iblis, sehingga binasa tubuhnya, agar rohnya diselamatkan pada hari Tuhan.

Biasanya penderitaan akibat siksaan iblis ini sangat hebat, sebab setan bebas menyiksa tanpa batas, karena orang ini sudah diserahkan sepenuhnya dalam tangan setan. Dahsyat!! Disiksa oleh algojo-algojo dari Neraka!

Ini hampir sama dengan di Neraka (hanya bedanya di Neraka masih ditambah lagi dengan siksaan berupa api dan ulat penyiksa).

Mengapa Allah menyerahkan orang yang tidak mau bertobat ini (dalam fase terakhir) kepada iblis untuk disiksa?

Nampaknya seolah-olah Allah itu kejam. Tetapi sebenarnya tidak! Justru sesungguhnya inilah kasih Allah yang berlimpah.

Mengapa? Sebab orang jahat ini diizinkan mengicip-icipi Neraka yang dahsyat itu, tetapi masih dapat kembali jika ia mau bertobat. Orang yang masuk Neraka sudah tidak dapat keluar lagi dari sana untuk selama-lamanya. Kalau dalam fase ini (diserahkan dalam tangan setan) mereka mau bertobat, maka jiwanya akan selamat sehingga dapat lepas dari Neraka.

Biasanya orang yang tersiksa dengan hebat, lebih cepat sadar dan bertobat kembali dari dosanya.

Neraka di bumi itu adalah kesempatan terkahir bagi orang keras hati yang sudah melebihi batas.

II. SIKSAAN DALAM HADES.

Pada waktu orang berdosa mati, tubuhnya menjadi tanah (Pengkh 12:7) (di dalam kubur) dan rohnya masuk dalam Neraka (di Hades).

Jadi di sini hanya roh manusia yang disiksa, sebab tubuhnya masih dalam kuburan dan baru dibangkitkan sesudah Kerajaan 1000 tahun  (Wah 20:12).

Meskipun demikian roh itu dapat tersiksa. Roh-roh setan dalam Mrk 5:7 memohon kepada Tuhan Yesus supaya jangan disiksa, yaitu kalau dimasukkan dalam Abussos (Luk 8:31), suatu tempat siksaan roh-roh setan yang melanggar hukum-hukum tertentu.

Siksaan-siksaan dalam Hades itu dari:

1. Dosa.

Waktu mati, mata rohani celik 100%. Orang ini nampak Surga dengan jelas di atas jurang besar itu tetapi dia sendiri berada di Neraka. Ia terkejut bukan main, ternyata Surga dan Neraka itu betul-betul ada, namun sudah terlambat  (Yer 8:20). Penyesalan ini sangat menyiksa, apalagi kalau sudah pernah kenal Tuhan. Menyesal, putus asa luar biasa tanpa harapan 1% pun. Ingat inilah penyesalan orang yang tidak mau bertobat seperti Yudas (Mat 27:4), tetapi di dalam penderitaannya ini mereka tetap menghojat Allah  (Wah 16:10-11). Setan dimaki-maki, tetapi ia semakin disiksa setan.

Neraka itu bukan kuburan yang tenang, tetapi tempat siksaan yang mengerikan, yang paling dahsyat. Segala dosa-dosanya yang tersembunyi menjadi terbuka terang-terangan, dan menyiksanya terus menerus.

2. Sesama.

Orang-orang berdosa di sini semua penasaran, menjadi jahat sempurna sebab terus digoda dan disiksa setan di luar batas. Disini Allah tidak membatasi siksaan dan godaan, tidak ada rem bagi setan, ia bebas menyiksa dan menggoda sampai jauh di luar batas, sesuka-suka hatinya. Semua orang berdosa bertumbuh terus di dalam dosanya, sehingga semua menjadi sangat kejam dan sempurna dalam dosanya.

Karena itu di Neraka tidak hanya ada 1 (satu) Lucifer, tetapi jutaan mahluk-mahluk jahat, keji dan kejam seperti Lucifer, sebab semua menjadi sempurna dalam dosa.

Sebab itu suami-isteri yang dahulu di dunia masih cukup rukun, akan berbenci-bencian dan berkelahi dengan seru di sini. Juga saling tuduh menuduh, saling menyalahkan, sangat marah satu sama lain dan saling menyiksa. Mereka tidak dapat lari atau saling menjauh, sebab justru mereka terus menerus didekatkan menjadi satu, terus diadu oleh setan, sambil disiksa. Ini seperti dua ekor Ayam Jago yang diadu, karena kalah, yang satu mau lari, tetapi keduanya dimasukkan dalam satu kurungan supaya bertarung terus sampai salah satu mati. Begitu suami istri yang rukun ini, terus bertarung. Sebab rohnya hampir sama kuatnya, seimbang, maka bergantian kalah menang, terus berkelahi. Begitu ngeri keadaannya. Ini sangat menyiksa, melelahkan dan membuat mereka putus asa, apalagi ini untuk kekal.

Mereka betul-betul terlalu payah dengan siksaan dan penderitaan ini, tetapi itu menjadi kenikmatan bagi setan-setan yang menyiksanya.

3. Iblis dan setan.

Iblis dan setan sekarang belum disiksa di Hades kecuali yang ditahan atau dipenjara. Betapa senangnya mereka dapat bebas menyiksa orang-orang yang masuk di sini. Mereka melampiaskan nafsu kebencian dan kekejamannya habis-habisan terhadap roh-roh orang berdosa ini. Dengan bebas dan tanpa ampun orang-orang ini disiksa  siang malam. Ini “rejeki”nya. Betapa hebatnya siksaan yang kejam ini.

4. Api

Api siksaan di sini bukan api biasa, tetapi inilah api yang menyala terus, tidak  akan dipadamkan lagi. Api ini dapat menyiksakan roh manusia (dalam Hades ini) seperti diceriterakan Tuhan Yesus.

Lukas 16:24 Lalu ia berseru, katanya: Bapa Abraham, kasihanilah aku. Suruhlah Lazarus, supaya ia mencelupkan ujung jarinya ke dalam air dan menyejukkan lidahku, sebab aku sangat kesakitan (TL: merasa sengsara) dalam nyala api ini.

9. Kesukaan dosa yang sementara.

Ibrani 11:25 Maka relalah ia teraniaya bersama dengan kaum Allah daripada menyukakan kesukaan yang berdosa seketika lamanya (TL).

Di dalam dunia banyak orang mau berbuat dosa, sebab tertarik oleh kesukaan yang didapatkannya, meskipun ini sebetulnya hanya tipu daya setan, sebab kesukaan ini hanya kesukaan palsu dan sementara. (Orang berbuat dosa tidak akan mendapatkan kesukaan dan sejahtera yang sesungguhnya Roma 3:17). Ini hanya umpan, tetapi sekalipun hanya umpan, dalam Neraka di bumi ini masih ada. Misalnya: Makan enak, hasil percabulan, dipuji, berkuasa dan sebagainya.

Dalam Neraka Hades, sama sekali tidak ada umpan ini, hanya siksaan semata-mata. Bahkan di Neraka ini, orang-orang itu akan melihat umpan itu dengan jelas, sebagai umpan maut (seperti Tikus masuk perangkap, umpannya masih ada, tetapi sudah tidak ada selera untuk makan, sebab sekarang si Tikus ini matanya celik, bahwa itulah umpan maut!).

Betul-betul tersiksa, lebih-lebih kalau mereka melihat Surga yang begitu indah dan bumi (suatu tempat penuh kesempatan yang sudah disia-siakannya), mereka makin menyesal dan makin merasa tersiksa.

Neraka itu seperti suatu dapur api raksasa, bukan untuk mencairkan logam, tetapi tempat penyiksaan orang berdosa!

Matius 13:42 Semuanya akan dicampakkan ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi.

Ini berlangsung sampai selesai Kerajaan 1000 tahun, sangat lama, tetapi ini belum semuanya.

III. DALAM LAUT API: SIKSAAN KEKAL

Bagaimana keadaan dan jumlah siksaan di sini?

Itu sama dengan semua yang ada di dalam Hades, ditambah lagi dengan:

5. Ulat penyiksa dalam Gehena

Markus 9:48 Di tempat ulatnyapun (TB: ulat bangkai) tiada mati dan apinya juga tiada terpadam (TL).

Ini bukan ulat di dalam bangkai yang biasa di dunia, ini ulat-ulat khusus dalam Gehenna, bukan dari dunia, tidak dapat mati, ulat yang kekal dan semata-mata untuk menyiksa.

Ulat-ulat ini menggigit, menyiksa di seluruh tubuh (pasti sampai masuk dalam lubang hidung, mulut dan telinga sampai penuh-penuh, mandi ulat penyiksa, begitu banyak, sangat mengerikan dan menjijikkan.

Sungguh-sungguh ini suatu tempat celaka.

6. Tubuh kebangkitan yang tersiksa

Yang masuk dalam Laut Api ini bukan hanya roh dari orang-orang berdosa, tetapi lengkap dengan tubuhnya. Mereka sudah dibangkitkan kembali (Yoh 5:29), sebab itu mereka masuk di sini dengan tubuh kebangkitan yang celaka, yaitu bangkai hidup yang penuh dosa, sedang merasakan pehukuman Allah yang kekal

Yesaya 66:24 Maka apabila mereka itu keluar, mereka itu akan melihat bangkai segala orang yang sudah mendurhaka kepadaKu, dan bagaimana cacingnya tiada mati dan apinya tiada dipadamkan, dan mereka itu menjadi suatu tamasya yang hebat bagi segala manusia! (TL)

Namanya bangkai, tetapi hidup. Inilah tubuh kebangkitan orang berdosa yang dapat merasakan segala macam rasa sakit, tetapi tidak dapat mati (penjelasan terperinci dapat dibaca dalam buku: “Kehidupan Sesudah Kematian”, oleh pengarang yang sama).

Apa saja yang dialami dan dirasakan tubuh kebangkitan orang berdosa ini?

a. Sakit di bakar.

Seperti orang yang dibakar dan segala macam rasa sakit yang terjadi dapat dirasakan. Betul-betul tersiksa dengan sadar, suatu tempat khusus untuk tangisan dan kertak gigi.

Matius 22:13 Lalu kata raja itu kepada hamba-hambanya: Ikatlah kaki dan tangannya dan campakkanlah orang itu ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap (tangisan) dan kertak gigi.

b. Nafsu-nafsu.

Segala keinginan nafsu-nafsu masih ada, bahkan merajalela tetapi tidak ada pemuasan samasekali, betul-betul tersiksa seperti orang yang sangat haus tanpa setetes airpun.

c. Siksa kebinasaan

2Tesalonika 1:9 Mereka ini akan menjalani hukuman (TL: siksa, Young: menderita) kebinasaan selama-lamanya, dijauhkan dari hadirat Tuhan dan dari kemuliaan kekua-tannya.

Siksa kebinasaan ini berarti tersiksa sangat ngeri sampai hampir mau mati, tetapi tidak dapat mati, terus di tepi kematian, tersiksa untuk kekal. Rasanya seperti nyeri dan sakit dari segala macam penyakit menjadi satu terus menerus tetapi tidak mati.

d. Disiksa oleh ulat khusus dalam Gehenna.

7. Kekal.

Sengsara yang kekal dan tanpa sedikitpun harapan dapat bebas kembali. Ini membuat siksaan itu menjadi tidak terhingga sampai mereka semua akan putus asa. Semuanya ini membuat orang di sini menjadi gila, tetapi tetap sadar dan tersiksa.

Di Surga ada perhentian perang dan berhimpun dengan Allah dalam kesukaan yang abadi, begitu bahagia. Tetapi di Hades orang-orang ini tersiksa untuk selama-lamanya. Jauh dari Allah sumber damai dan keselamatan, mereka penuh dengan dosa, penuh dengan orang dosa yang paling keji dan jahat, penuh dengan iblis, setan, api dan ulatnya.

NERAKA DAN KASIH ALLAH

APAKAH KALAU ALLAH MEMBUAT NERAKA YANG BEGITU NGERI, ITU

TIDAK BERTENTANGAN DENGAN KEADILAN DAN KASIH ALLAH?

Tidak, sebab:

A. Kasih itu adil, bukan lalim, melainkan  menghukum yang bersalah. .

Roma 3:5-6 Tetapi jikalau kesalahan kita  menyatakan keadilan Allah, apakah hendak  kita katakan? Lalimkah Allah menurunkan murkaNya? (Aku berkata ini cara manusia) Sekali-kali tidak, karena jikalau demikian, bagaimanakah Allah menghakimkan dunia ini? (TL).

Adanya Neraka itu tidak bertentangan dengan kasih. Mengapa?  Sebab kalau andaikata Allah tidak menghukum iblis dan setan yang sudah merusak kebenaran dari permulaan, dibiarkan saja, itu berarti bahwa:

1. Allah “tidak menggenapi FirmanNya”. Ini tidak mungkin!

2. Allah sebagai Hakim segala hakim tidak adil dan jahat. Ini justru bertentangan dengan kasih!

3. Kalau Allah tidak membuat Neraka, maka perbuatan orang-orang jahat tidak dihukumkan, itu berarti Allah tidak adil, tidak ada kasih. Setiap perbuatan manusia akan dan harus dibalas dengan setimpal (Wah 22:12) sehingga nyata bedanya antara orang-orang yang memelihara kesucian dan yang hidup dalam dosa (Mal 3:18)!

B. KASIH ITU SUCI.

Kasih itu suci, tidak boleh ada dosa di dekatNya, apalagi di dalamNya.

1Yohanes 1:5 Dan inilah berita, yang telah kami dengar daripada Dia, dan yang kami sampaikan kepada kamu: Allah adalah terang dan di dalam Dia sama sekali tidak ada kegelapan

1Petrus 1:16 Sebab ada tertulis, kuduslah kamu, sebab Aku kudus.

Sebab itu orang yang tidak mau bertobat, tidak mungkin boleh masuk kedalam Surga, sebab kalau ia dibiarkan masuk, nanti semua rusak kembali, dan itu berarti Allah tidak adil, tidak suci dan tidak kasih.

Yesaya 26:10 Jikalau dilakukan kasihan kepada orang fasik (orang yang tidak percaya), tiada juga ia belajar berbuat barang yang benar, melainkan salah jua perbuatannya di dalam negeri yang semata-mata betul, dan tiada dipandangnya akan kebesaran Tuhan (TL).

Karena Allah itu suci dan amat adil, maka orang berdosa tidak akan tahan di hadapanNya, mereka akan hangus olehNya.

Sebab itu orang berdosa, iblis, setan dan seisi laut api di jauhkan dari Allah dari seisi Sorga dengan suatu jarak (dimensi) alam baka yang kekal, sehingga mereka semua keluar dan copot dari pikiran Allah dan seisi Sorga (2Tes 1:9).

C.    SESUAI DENGAN UKURAN KEADILAN ALLAH

Lukas 23:31 Karena jikalau demikian perbuatannya pada kayu yang hidup, apatah lagi pada yang kering? (TL).

Kayu hidup = Tuhan Yesus dan anak-anak Allah lainnya.

Kayu yang mati = Orang berdosa.

Kalau Anak manusia yang begitu tulus, suci dan memperkenankan Allah dibiarkan menderita begitu hebat, minum cawan murka Allah (juga orang-orang beriman 1Pet 5:9, 2Tim 3:12) masakan orang- orang yang betul-betul jahat, kurang ajar, melawan Allah dan yang memang pantas minum dari cawan murka Allah tidak dihukumkan?

Yeremia 49:12 Karena demikianlah Firman Tuhan: Bahwasanya adapun orang yang bukan hukumnya akan minum dari pada piala itu, ia itu akan minum dari padanya juga dengan tiada disayangkan, masakan engkau ini terlepas seperti orang yang suci dari pada salah? Sekali-kali tiada engkau akan dibilang suci dari pada salah, melainkan tak dapat tiada engkau juga akan minum dari padanya (TL).

Orang-orang berdosa itu pasti dihukumkan! (Wah 6:16-17). Kalau Allah tega melihat anak-anakNya sendiri dipisahkan daripadaNya dan dihukumkan, maka Allah juga akan tega membiarkan iblis, setan, orang dosa dan “anak-anakNya yang murtad” ini dihukumkan dan dipisahkan dari Allah.

Bagaimanapun tafsiran manusia tentang kasih Allah, tetapi inilah pernyataan Allah yang sudah diberitahukan kepada manusia dan inilah yang menjadi ukuran, ini yang pasti jadi. Pasti ada Neraka yang ngeri dan kekal. Asap siksanya naik ke atas kekal selama-lamanya

Wahyu 14:11 Dan asap siksanyaitu naiklah ke atas selama-lamanya; maka mereka itu tiada berhenti merasa siksa siang malam, yaitu segala orang yang menyembah binatang dan menyembah patungnya itu dan yang menerima tanda namanya itu (TL).

Sebab itu Tuhan Yesus berkata lebih baik tersiksa di dunia (sebab daging dimatikan) daripada kekal dalam neraka.

Matius 18:8-9 Jika tanganmu atau kakimu menyesatkan engkau, peng gallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu masuk ke dalam hidup dengan tangan kudung atau timpang daripada dengan utuh kedua tangan dan kakimu dicampakkan ke dalam api kekal.

Dan jikalau matamu menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu masuk ke dalam hidup dengan bermata satu daripada di campakkan ke dalam api neraka dengan bermata dua.

Sebagai ilustrasi: Ada Negara yang menyatakan Undang-undangNya bahwa siapa yang menyimpan obat bius dihukum mati. Ternyata ada orang asing yang masuk membawa obat bius, ia dihukum mati. Ia diprotes banyak negara, dianggap terlalu kejam, tetapi itulah ukuran keadilan Negara itu yang sudah diundang- undangkannya.

Begitu juga dengan ukuran keadilan Allah, ini sudah dinyatakan dalam FirmanNya, pasti digenapkan. Lagi pula Allah itu sangat adil dan pasti Ia benar adanya. Manusia yang membuat undang- undang itu masih mungkin keliru tetapi toh dijalankan, apa lagi Allah yang tidak pernah keliru!

ADILKAH ALLAH KALAU MANUSIA BERDOSA HANYA BEBERAPA PULUH TAHUN, APAKAH ALLAH ADIL MENGHUKUMKAN MANUSIA DALAM LAUT API UNTUK KEKAL?

Ya, sebab:

1. ALLAH MAHATAHU.

Allah tidak menentukan lebih dahulu, tetapi Allah mengetahui lebih dahulu (Roma 8:29 KJV: foreknow; Yunani: proginosko) apa yang akan terjadi dengan tepat dari setiap orang, meskipun itu belum terjadi. Sebab itu Allah dapat mengadili dengan adil bayi yang mati (yang belum sempat berdosa di dunia).

Allah sudah tahu lebih dahulu apakah yang akan dibuat oleh bayi ini kalau ia hidup 10 tahun, 100 tahun, 1000 tahun, 1000.000 tahun dan seterusnya di dunia ini. Sekalipun bayi ini hidup hanya satu hari, Allah dapat melihat lebih dahulu segala kejahatan yang akan dibuatnya kalau ia diberi kesempatan hidup 1000 tahun atau kekal. Sebab itu Allah dapat menghakimi dengan adil setiap orang (sekalipun orang itu hidup di dunia hanya satu hari), sebab Allah dapat melihat lebih dahulu segala kejahatannya.

Sekalipun bayi itu tidak jadi hidup didunia, bayi ini tetap hidup dalam kekekalan dan Allah tahu lebih dahulu apa yang akan dibuatnya. Sebab itu sekalipun bayi itu belum berbuat apa-apa dalam dunia, Allah tetap dapat menghakimi dengan adil baik bayi maupun semua manusia lainnya.

Iapun sudah tahu apa yang akan dibuat Yudas sehingga dapat menubuatkannya (mengatakannya lebih dahulu), tetapi ini bukan berarti bahwa Allah yang menentukan Yudas terlebih dahulu untuk berbuat demikian, tidak! Itu keputusan dan perbuatan Yudas sendiri yang sudah diketahui Allah lebih dahulu. (Allah tidak melarangnya, sebab Allah menciptakan manusia sebagai mahluk yang bebas).

Orang yang tidak mau percaya pada Tuhan, kalau dibiarkan hidup terus, akhirnya akan menjadi sempurna dalam dosa sekalipun ia hidup dalam Surga atau Kerajaan 1000 tahun.

Yesaya 26:10.Jikalau dilakukan kasihan kepada orang fasik(orang yang tidak percaya), tiada juga iabelajar berbuat barang yang benar, melainkan salah jua perbuatannya di dalam negeri yang semata-mata betul, dan tiada dipandangnya akan kebesaran Tuhan (TL).

Bukti inilah yang diberikan Tuhan di dalam Kerajaan 1000 tahun. Walaupun manusia hidup hanya 70 tahun, Allah sudah mengetahui lebih dahulu seluruh grafik pertumbuhan dosanya. (Memang sesudah manusia yang berdosa itu mati, ia tetap hidup terus di dalam neraka dan di situ ia bertumbuh terus menjadi sempurna di dalam dosa.

2.   DOSA SEMPURNA BERASAL DARI DOSA KECIL, seperti iblis.

Yehezkiel 28:2 Hai anak Adam! Katakanlah olehmu kepada raja Tsur: Demikianlah Firman Tuhan Hua: Tegal ha-timu (di dalam hati, masih kecil) sudah membesarkan diri nya begitu serta katamu: Aku ini ilah serta duduk di arasy Allah di tengah-tengah laut! Meskipun engkau manusia dan bukan ilah adamu, maka engkau juga sangkakan budimu seperti Allah (TL).

Iblis itu asalnya seorang penghulu malaikat yang suci dan mulia (tetapi belum teruji). Kemudian ia berdosa dan menjadi sempurna dalam dosa. (Proses pertumbuhan dosa sampai sempurna pada malaikat sangat cepat, sedangkan pada manusia lebih lambat. Mengapa? Sebab malaikat yang sudah mengenal dan melihat Allah itu berdosa dengan pengertian dan sengaja, dan tidak ada ampun lagi 2Pet 2:4)

Orang yang tidak mau bertobat itu makin lama makin jahat dan keji,  dan tanpa Nerakapun orang berdosa akan sempurna dalam dosa, menjadi seperti (atau lebih jahat dari) iblis. Memang di dalam Neraka orang berdosa akan cepat menjadi sempurna dalam dosa (sebab dipengaruhi, digoda dan ditipu oleh setan) sehingga ia menjadi sama seperti iblis. Jadi akhirnya menjadi iblis-iblis dalam Laut Api. Laut api (Matius 25:41) adalah tempat hukuman dan siksaan untuk iblis, setan-setan dan pengikutnya.

Sebab itu Tuhan sangat tidak berkenan kalau kita memberi tempat pada iblis biarpun hanya sebentar saja (Ef 4:27). Ini berbahaya, karena dosa sempurna itu tumbuh dari dosa kecil (sebaliknya dari kesucian yang kecil/ paling rendah, seorang yang mau taat kepada Tuhan akan dapat diolah sampai menjadi sempurna dalam kesucian seperti Tuhan).

3. MANUSIA ITU ROH ADANYA, (Ayub 32:8, 1Kor 2:11) tidak dapat “mati” (Luk 20:36). Sebab itu baik ia di Surga atau di Neraka, manusia itu kekal tidak dapat lenyap. Oleh karena itu janganlah sembarangan hidup di dunia, karena ini menentukan tempat dan nasib untuk kekal.

4.  SUDAH DIBERI TAHU LEBIH DAHULU.

Sudah tertulis, baik di dalam perasaan hati manusia (Roma 1:19-20), lebih-lebih di dalam Alkitab. Iblis (juga) sudah tahu.

Matius 8:29 Dan mereka itupun berteriak, katanya: “Apa urusanMu dengan kami, hai anak Allah? AdakahEngkau ke mari untuk menyiksa kami sebelum waktunya?”

Bagi manusia, semua ini jelas tertulis didalam Alkitab, misalnya:

Lukas 16:29 Tetapi kata Ibrahim: Mereka itu ada kitab Musa dan nabi-nabi, hendaklah diturutnya (TL).

5. BUKTI KERAJAAN 100 TAHUN.

Mengapa Allah membuat Kerajaan 1000 tahun damai di bumi? Manusia (dalam tubuh seperti sekarang) yang hidup di dalamnya, diberi sikon yang ideal dan diperintah dengan kekuasaan “tongkat besi”, supaya tidak berdosa. Tetapi sesudah lewat 1000 tahun ketika iblis dilepaskan, dibiarkan menghasut manusia di bumi, maka orang yang tidak mau percaya pada Tuhan Yesus, akhirnya melawan dan memberontak kembali terhadap Allah. Sebab itu roh manusia yang kekal ini, kalau tidak mau percaya pada Tuhan Yesus, patut dihukum selama-lamanya, sebab mereka yang tidak mau percaya pada Tuhan Yesus, lambat atau cepat akan melawan Allah lagi seperti Lucifer.

Jadi hukuman kekal itu adil dan benar!

MENJADI SEMPURNA DI DALAM DOSA DI NERAKA

Orang berdosa yang masuk ke dalam Neraka rata-rata akan cepat menjadi sempurna dalam dosa.

Bandingkan orang-orang berdosa (orang dunia) dalam akhir zaman, rata-rata sudah mahir hidup di dalam dosa dan begitu keji di hadapan Tuhan (seperti zaman Nuh Kej 6:5,12 dan zaman Lut Kej 18:20). Lebih-lebih di dalam zaman Antikris yang sangat gelap dan keji, hampir semua orang sudah mahir di dalam kekejian dosa dan banyak yang sudah menjadi sempurna dalam dosa. Yang paling hebat di dalam Neraka, rata-rata semua orang di dalamnya menjadi sempurna dalam dosa dengan cepat.

Mengapa demikian?

1. Memang ini jalurnya dosa, arah pertumbuhan dari orang-orang dosa, orang-orang yang tidak mau percaya kepada Tuhan Yesus, semua akhirnya akan menjadi sempurna dalam dosa, seperti iblis bapanya (Yoh 8:44). Orang-orang suci yaitu anak-anak Allah (Yoh 1:12) kalau terus tumbuh, akhirnya menjadi seperti Kristus; orang-orang dosa yaitu anak-anak Iblis kalau terus bertumbuh di dalam dosa, akhirnya menjadi seperti Iblis.

2. Pencobaan yang datang dari iblis, setan dan orang-orang jahat lainnya itu lebih dari kekuatannya, sehingga orang-orang ini tidak dapat bertahan, mereka jatuh dalam dosa dan menjadi begitu jahat. Di dalam dunia, Allah memegang kuasa dan setan tidak boleh mencobai manusia lebih dari kekuatannya (1Kor 10:13, ingat Ayub), tetapi di Neraka, Allah tidak ikut campur lagi, semua dalam tangan iblis.

Wai, orang yang paling sabarpun akan berkelahi dengan seru tanpa berhenti di Neraka. Semua orang di dalam Neraka akan meningkat dalam segala dosa sampai menjadi sempurna dengan cepat.

3. Juga karena tiada Allah dalam Neraka, maka tidak ada yang melawan dosa sehingga tidak ada rem untuk segala perbuatan dosa, semua “jatuh bebas” dengan pesat di dalam dosa. Ini juga terjadi di dalam zaman Antikris, sebab seluruh dunia sudah diserahkan ke dalam tangan Antikris pada waktu itu. Di dunia sekarang berbeda, masih ada terang dan garam dunia, yaitu Gereja yang penuh dengan Roh Kudus, sehingga dunia tidak dapat rusak dengan cepat, terhalang dan terhambat oleh terang dan garam dunia itu.

4. Siksaan yang hebat membuat semua orang menjadi penasaran, gila, putus asa dan menyerah pada keadaan sekitarnya, yaitu ikut dalam segala dosa sampai menjadi sempurna dalam dosa. Kalau pergaulan yang jahat merusakkan kelakuan yang baik (1Kor 15:33), apalagi di sini bergaul begitu rapat dengan iblis, setan dan semua orang-orang yang paling jahat, semua tumbuh dengan cepat dalam kerusakan dosa sampai sempurna.

5. Dusta setan.

Semua orang-orang ini memang sudah diserahkan dalam tangan iblis untuk dirusak dan dianiaya. Orang-orang ini sudah percaya akan dusta setan (Rom 1:28-32) bahkan di sini dengan kuasa yang kuat mereka dipengaruhi oleh iblis sehingga percaya dusta setan yang lebih jauh sehingga percaya penuh pada iblis (2Tes 2:11-12).

Akhirnya mereka menjadi sempurna di dalam dosa. Sekalipun mereka dihukum Allah, mereka tetap tidak mau bertobat, bahkan mereka menghojat Allah dengan penuh kebencian (Wah 16:9, 11, 21) sebab dosanya sudah sempurna.

Beginilah orang-orang yang masuk dalam Neraka menjadi cepat sempurna di dalam dosa, sehingga dalam waktu yang tidak lama, Neraka penuh dengan mahluk-mahluk jahat dan keji seperti Lucifer.

NERAKA SEMENTARA DAN API PENCUCIAN

Ajaran yang keliru ini “memberi” kesempatan semu untuk tetap dapat kembali masuk ke Surga sesudah dihukum dalam Neraka sekian lama, sesuai dengan “jumlah” dosanya.

Ini pikiran akal manusiawi yang memberi harapan palsu, yang bertentangan dengan Firman Allah yang benar. Ini bertentangan dengan Firman Allah sebab:

1. Maut adalah musuh terakhir (1Kor 15:26)

Sesudah itu datang penghukuman.

Ibrani 9:27 Sedangkan semua manusia telah tentu satu kali akan mati, dan kemudian daripada itu datang hukuman (TL).

Sesudah itu tidak ada kesempatan lagi.

2. Penentuan nasib manusia di dalam kekekalan itu ditentukan hanya di dunia, seperti yang diterangkan Tuhan Yesus dalam Lukas16:19-31.

Lukas 16:25 Tetapi kata Ibrahim: Hai anakku, ingatlah, engkau sudah menerima kesenanganmu pada masa hidupmu, tetapi Lazarus itu sudah menerima kecelakaannya; sekarang di sini ia dihiburkan, tetapi engkau disengsarakan (TL).

Akal manusia itu tidak dapat menjangkau pikiran Allah (Yes 55:8- 9), sebab itu seringkali manusia tidak dapat mengerti tindakan dan keadilan Allah. Istimewa karena manusia tidak dapat mengerti bagaimana Allah dapat mengetahui lebih dahulu hal-hal yang akan datang dengan tepat. Allah, hakim semesta yang mutlak adil itu dapat menentukan hukuman seseorang dengan tepat, sekalipun ia hanya hidup satu hari di dunia atau lahir langsung mati (tidak sempat hidup di dunia) bahkan sebelum ia lahir ke duniapun Allah sudah tahu lebih dahulu dan sudah dapat melihat segala ketaatannya atau kejahatannya. Sebab itu Allah dapat mengadili dan menjatuhkan hukuman yang adil untuk kekal bagi semua orang di atas bumi. Bukan karena Allah menentukan lebih dahulu, tetapi sebab Allah tahu lebih dahulu! (Roma 8:29, TL, KJV)

3. Pencucian itu di dunia.

Api pencucian itu menceritrakan tentang pengolahan dengan banyak sengsara (Ibrani 2:10) di dalam dunia, bukan sesudah kematian!

Zakharia 13:9 Maka sepertiga itu akan kumasukkan ke dalam api dan menyucikan dia seperti disucikan orang akan perak, dan menguji dia, seperti diuji orang akan emas; maka ia itu menyebut namaKu dan Akupun mendengar akan dia; bahwa akan kataKu: Inilah umatMu! Dan kata mereka itu: Tuhan itulah Allahku (TL).

1Petrus 1:7 Supaya kesungguhan imanmu yang diuji itu (yang  terlebih  indah daripada emas yang akan binasa walaupun berlebur uji dengan api) didapati mendatangkan puji dan kemuliaan serta kehormatan, pada masa Yesus Kristus kelihatan kelak (TL).

Hidup di dalam dunia itu suatu kesempatan mengambil keputusan untuk percaya kepada Tuhan Yesus sehingga mengubah hidup dan nasibnya untuk kekal. Jangan menyia-nyiakan kesempatan yang heran ini.

Percayalah kepada Tuhan Yesus dengan sungguh-sungguh sehingga berubah menjadi anak Allah, orang baru yang akan mewarisi kerajaan Surga dan bumi bersama-sama dengan Allah (Roma 8:17-18).

Jadi jelaslah ajaran tentang Neraka sementara atau Api Pencucian itu tidak sesuai dengan Firman Tuhan dan sesat.

Ajaran ini menjebak manusia ke dalam harapan palsu sesudah kematian, mendorong manusia untuk berani berbuat dosa menuruti hawanafsunya (sebab toh masih ada kesempatan lagi, kata ajaran sesat ini!). Jangan tertipu dengan ajaran yang salah. Sebaliknya lekaslah bertobat dan percaya kepada Tuhan Yesus dan tetaplah memelihara kehidupan yang suci sesuai dengan Firman Tuhan yang tertulis di dalam Alkitab.

Jadi jelas sekali bahwa ada Neraka yang kekal untuk orang yang tidak mau percaya kepada Tuhan Yesus. Jangan berdosa, Neraka itu sungguh ada. Tuhan menyediakan Surga yang indah dan mulia untuk kekal. Sebab itu Tuhan menasehati untuk sungguh-sungguh memelihara dan mengerjakan keselamatan yang sudah kita terima (Pil 2:12b, Ibr 2:3).

APA AKIBATNYA KALAU MAU PERCAYA BAHWA

NERAKA TIDAK ADA?

Seperti sudah dijelaskan di depan, kalau tidak ada Polisi, pengadilan dan penjara, maka perampok, pencuri, pembunuh dan lain-lain akan beroperasi dengan sebebas-bebasnya, sebuas-buasnya menuruti nafsunya. Begitu juga kalau tidak ada Neraka, manusia akan bebas berdosa habis-habisan, tokh akhirnya tidak ada hukuman! (Awas, sekali lagi, Neraka itu ada! Jangan main-main).

Mengapa orang-orang suka menerima pengertian yang sesat ini? (yang mengatakan tidak ada Neraka, Neraka sementara, Api Pencucian, “lenyap” dalam Neraka dan lain-lain?)

Sebab hidup dalam daging. Orang yang hidup seperti ini memang takut akan hukuman kekal. Kalau tidak ada Neraka, semua orang dapat bebas hidup dalam dosa, toh tidak ada hukuman.

Ini siasat setan supaya manusia yang rakus akan dosa tidak takut berdosa, bahkan berani bertambah-tambah dengan limpahnya di dalam dosa tanpa tertuduh, sampai akhirnya tidak dapat bertobat lagi, siap untuk masuk Neraka. Ini setan yang  lihay, makan orang Kristen yang bodoh. Kalau tidak ada Neraka, tidak ada hukuman kekal, orang berani berbuat dosa, sehingga binasa selama-lamanya dalam Neraka. Upah dosa itu maut! (Roma 6:23)