MISKIN DAN KAYA

Apa kaya dan miskin itu nasib? Orang dunia, tetapi juga sebagian orang Kristen, masih banyak yang tertipu oleh iblis sehingga yakin bahwa kaya atau miskin itu adalah bawaan dari orang tua atau nasib


I. NASIB?

Apa kaya dan miskin itu nasib?

Orang dunia, tetapi juga sebagian orang Kristen, masih banyak yang tertipu oleh iblis sehingga yakin bahwa kaya atau miskin itu adalah bawaan dari orang tua atau nasib. Kalau lahir dalam keluarga miskin, biasanya tetap miskin, kalau lahir dalam keluarga kaya, ya kaya, sudah nasib!

Apakah kaya atau miskin itu nasib? Apa lagi untuk orang Kristen yang harus hidup jujur, apakah sudah ditentukan nasibnya menjadi miskin atau kaya? Tidak!

Allah tidak menentukan orang menjadi miskin atau kaya, miskin atau kaya itu bukan nasib yang jatuh dari langit!

Keselamatan itu kekal, suatu hal yang amat besar, meskipun demikian Allah tidak menentukan apakah seorang selamat atau tidak, kita yang harus menentukan, (Allah menghendaki setiap orang selamat, 2Pet 3:9/ Yoh 3:16, tetapi tidak semua orang mau percaya, Kis 28:24/ 1Tes 3:2), apa lagi tentang kaya miskin yang fana. Kaya atau miskin itu tergantung terutama dari kita sendiri, lebih-lebih orang beriman!

Roma 8:32 Ia yang tidak menyayangkan Putra-Nya sendiri, melainkan menyerahkan Dia bagi kita semua, bagaimana mungkin Ia tidak mengkaruniakan bersama-sama dengan Dia segala sesuatu bagi kita? (KJ)

Kalau Allah memberikan keselamatan yang begitu besar, Allah memberi Surga bahkan Putra-Nya yang tunggal, apa lagi segala hal yang fana, Tuhan juga memberikannya, ini hanya suatu hal yang kecil saja di hadapan Allah. Ini Tuhan janjikan, ini diberikan Tuhan dan Tuhan tidak menentukan, tergantung dari kita, kita sendiri yang harus menentukannya.

Allah memberi peraturan, hukum-hukum dan syarat-syarat untuk menjadi kaya atau miskin. Kita boleh memilih. Kalau seorang menggenapi peraturan-peraturan ini (dengan sadar atau tidak) maka ia pasti akan menjadi kaya atau miskin sesuai dengan pilihan dan apa yang dilakukannya!

Jadi kaya atau miskin bukan nasib, tergantung dari kita!

II. ALLAH TIDAK MERENCANAKAN ANAK-ANAK-NYA  MELARAT

1. ALLAH TIDAK MEMBEDAKAN ORANG

Roma 2:11 Sebab Allah tidak membedakan orang (RTL).

Tuhan tidak membedakan orang, Ia memberikan Firman-Nya untuk semua orang, baik miskin atau kaya. Termasuk segala hukum-hukum dan peraturan tentang menjadi kaya atau miskin. Tergantung dari masing-masing orang itu sendiri. Kalau ia mengerti dengan betul hukum-hukum Allah dan mau mentaati-Nya, ia pasti akan menjadi seperti yang dijanjikan Firman Tuhan.

Allah selalu menghendaki dan siap membantu sepenuhnya setiap orang untuk menjadi suci, hidup baru, menang, selamat, sukacita, sejahtera dan seterusnya, bagitu juga dengan hidup berkelimpahan. Tetapi apakah kita betul-betul hidup suci atau najis, menang atau kalah, hidup baru atau kembali kepada hidup lama, berkelimpahan atau melarat, sukacita atau dukacita, selamat atau binasa dan seterusnya, itu semua terutama tergantung dari keputusan dan perbuatan masing-masing kita sendiri, bukan ditentukan Allah, sebab Allah selalu menghendaki semua yang baik bagi semua anak-anak-Nya. Kita harus mengerti ini baik-baik supaya kita berusaha dan tidak hidup ngawur apa lagi menyalahkan siapapun.

2. ALLAH MENYEDIAKAN KELIMPAHAN YANG TAK  TERBATAS UNTUK SETIAP ANAK-NYA

Yohanes 10:10 Adapun pencuri itu datang hanya akan membinasakan: Aku ini datang supaya domba itu memperoleh hidup (dan supaya mereka memperolehnya dengan berkelimpahan, KJ) (TL).

Allah tidak saja menghendaki tetapi juga menyediakan supaya setiap anak-Nya dapat hidup dengan beruntung dan berkelimpahan. Allah merindukan hal itu tetapi tidak bisa memaksakannya.

3 Yohanes 2 Kekasih, saya berdoa supaya engkau beruntung di dalam segala sesuatu dan sehat sebagamana jiwamu pun beruntung (RTL).

Tuhan menghendaki kita beruntung dalam semua segi hidup kita termasuk dalam pekerjaan dan keuangan.

Kelimpahan itu sudah disediakan Allah di dalam Kristus bagi setiap orang beriman, tetapi berapa yang kita nikmati itu tergantung dan sesuai dengan iman kita masing-masing.

Matius 8:13 Lalu Yesus berkata kepada perwira itu: “Pulanglah dan jadilah kepadamu seperti yang engkau percaya.” Maka pada saat itu juga sembuhlah hambanya.

Orang yang tidak percaya, tidak mengalaminya, tetapi yang percaya pasti mengalaminya. Kita menerima dari Tuhan sesuai dengan iman kita.

Tuhan menyediakan dengan limpah tetapi iblis menipu sehingga beberapa banyak orang berpikir keliru misalnya “miskin itu suci”, “kaya itu duniawi atau dosa”, lebih-lebih sebab melihat di dalam dunia kalau tidak korupsi, menipu, suap, dan lain-lain sejenisnya tidak bisa lekas menjadi kaya. Ini tidak benar. Dalam duniapun masih ada orang yang menjadi kaya dengan jujur, relatif.

Tetapi bagi orang-orang beriman lain. Miskin itu bukan suci tapi bodoh, malas, tidak percaya dan akibat dosa. Kaya bagi orang suci tidak jahat, tetapi alat dan kesempatan, dan orang suci tidak cinta uang (Ibr 13:5). Orang suci kalau lebih kaya, mempunyai kesempatan untuk menjadi lebih indah.

Uang itu bukan dosa, bukan jahat, tetapi alat dan kesempatan.

Kalau seorang lekat dengan Tuhan dan mau dipimpin oleh-Nya, maka makin kaya pasti makin indah. Tetapi tanpa Tuhan, makin kaya berarti makin banyak dosanya, sebab uang itu alat dan alat ini menguatkan dosa-dosanya.

Tergantung dari yang memakainya. Allah menghendaki semua orang suci, tetapi tidak semua orang bisa hidup suci, sebab tidak mengerti atau tidak mau, sehingga tidak taat. Begitu juga Allah menghendaki semua anak-anakNya cukup bahkan limpah, tetapi tidak semua bisa. Prinsipnya sama. Allah menghendaki: nomor satu: suci, nomor dua: mempunyai semua fasilitas, termasuk kaya, juga sehat, sukacita, semua karunia-karunia roha-ni, dan lain-lain. Allah tidak menghendaki bahwa anak-anak-Nya menjadi melarat sampai minta-minta dan berhutang. (Kalau untuk sementara, misalnya karena ujian seperti Ayub, itu masih mungkin, tetapi sesudah itu Ayub diberkati Tuhan menjadi dua kali lebih kaya).

Kalau kita melihat semuanya ini, maka kita akan dapat melihat suatu urut-urutan yang tampak sebagai berikut:

1.    Suci + kaya

2.    Suci + miskin

———————————–

3.    Dosa + miskin

4.    Dosa + kaya

Kalau sama-sama suci, lebih kaya lebih baik, sebab itu berarti orang-orang suci mempunyai limpah kesempatan dan fasilitas untuk memuliakan Tuhan. Kalau tambah kaya lalu kesucian hilang, itu tidak baik, itu berarti orang itu belum tahan (Ams 30:8). Kalau dia tahan, Tuhan akan memberinya cukup, bahkan limpah. Tuhan bisa memberi tanpa batas. Kalau sama-sama dosa, lebih baik miskin daripada kaya. Sebab kalau oarang berdosa makin kaya, makin limpah kesempatan dan fasilitas untuk menuruti hawa nafsu daging sehingga hidupnya menjadi semakin keji, itu celaka! Sebab itu Tuhan berkata bahwa orang dosa dan orang kaya (yang berdosa) itu sukar masuk kerajaan Sorga (Mat 19:24).

3.  TUHAN MEMBERI  KUASA UNTUK  MENDAPATKAN HARTA

Ulangan 8:18 Tetapi haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkanNya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini.

Tentu yang dimaksud di sini adalah kemampuan dan cara yang halal, jujur bukan dengan dosa, sebab Allah itu suci, tiada gelap di dalam-Nya (1Yoh 1:5). Ada cara-cara (lewat hukum-hukum dan peraturan-peraturan yang disebut dalam Firman Tuhan) untuk mendapatkan fasilitas rohani (misalnya: kuasa, pengurapan, karunia-karunia), demikian juga ada cara-cara (juga lewat hukum-hukum dan pera-turan-peraturan yang disebut di dalam Firman Tuhan) untuk mendapatkan segala fasilitas jasmani termasuk harta dan segala keperluan kita. Kalau Allah memberi kita kuasa untuk mendapatkan harta itu, itu berarti Allah meng-hendaki kita menggunakan kuasa itu dan kalau dipakai pasti Firman Allah akan jadi.

Dari ketiga keterangan di atas ini kita melihat bahwa ada banyak hukum-hukum dan syarat untuk menjadi miskin atau kaya, dan Tuhan memberi kita kuasa atau kemampuan untuk mendapatkannya. Sebab itu kita bisa melihat dengan jelas bahwa Allah menghendaki orang-orang suci kalau sudah kuat, menjadi kaya, bukan miskin dan melarat (tetapi ingat, ini bukan untuk orang yang ingin menjadi kaya, yang cinta uang, menyembah mammon, sama sekali bukan, tetapi untuk orang-orang yang cinta Tuhan).

III.       MENGAPA TIDAK  SEMUA ORANG BERIMAN KAYA?

1.        TIDAK MENGERTI KEBENARAN ILAHI.

Termasuk di sini juga salah mengerti.

Amsal 10:21 Bibir ornag benar menggembalakan banyak orang, tetapi orang bodoh mati karena kurang akal budi.

Misalnya orang-orang beriman yang hidup berpada dalam kemiskinan, ia merasa ini memang kehendak Tuhan, padahal sebab malas atau sebab tidak jujur dan lain-lainnya sehingga ia menjadi tetapi miskin. Sebetulnya kalau ia mengerti dan mau hidup menurut Firman Tuhan, ia akan dapat hidup dalam taraf yang lebih tinggi, mempunyai kesempatan dan fasilitas lebih banyak untuk hormat dan kemuliaan nama Tuhan.

Begitu juga beberapa banyak orang beriman hidup dalam kemelaratannya, dalam penderitaan yang tidak perlu oleh sebab kebodohannya (Ams 10:21). Kalau seorang mengerti bahwa Allah sanggup dan menghendaki memberi kelimpahan dan kalau ia tahu cara-cara dan syarat-syaratnya, maka ia bisa menjadi suci dan kaya dan tidak perlu terus dalam kemelaratan dan penderitaan karena kebodohan atau ketidakmengertiannya. Ia bisa menjadi makin kaya pada waktunya dan makin suci, makin berbuah-buah dengan limpah untuk kemuliaan nama Tuhan.

2.         TIDAK MEMAKAI HAKNYA.

Ini seperti anak sulung yang bodoh dan tidak mengerti (Luk 15:28-32). Sebetulnya ia bisa bersukacita dan bergembira di dalam rumah bapanya, tetapi sebab prasangka yang salah dan bodoh, ia menderita seperti orang upahan yang tertekan.

Sebetulnya ia mempunyai hak resmi dan dapat bersukacita jauh lebih indah daripada adiknya ketika disambut sang bapa. Sayang ia tidak mengerti, sehingga menjadi begitu menderita dan merana.

Begitu pula banyak orang beriman yang tidak mengenali haknya sendiri sebagai putra-putra Allah yang sah. Kalau seorang mengerti dan percaya, lalu memakai haknya, ia pasti mendapatkan semua janji yang dijanjikan Allah. Ini berlaku baik bagi hal-hal rohani, juga hal-hal jasmani. Misalnya dalam hal-hal rohani yaitu sukacita, sejahtera, kesucian, kuasa, karunia-karunia dan lain-lain; Begitu juga tentang hal-hal jasmani termasuk uang, pekerjaan, dan lain-lainnya. Itu semua disediakan Allah bagi kita, sudah dijatahkan bagi setiap anak-Nya dan kita mempunyai hak atasnya.

Kalau kita mengerti, percaya dan bertindak sesuai dengan Firman Tuhan, kita akan mendapatkannya, kita pasti mendapatkannya sebab Firman Tuhan itu betul!

Kalau seorang mengerti, yakin dan memakai haknya, lalu bertindak dengan iman, maka pada waktunya ia akan menjadi orang-orang suci yang kaya, karena Tuhan.

3.         HIDUP DALAM DOSA,  AKAN HANCUR.

Iblis juga bisa memberi miskin atau kaya (Mat 4:9), tetapu tujuan dan caranya lain. Tujuan yang terutama adalah iblis ingin membinasakan setiap orang (Yoh 10:10/ 8:44). Ia pembunuh dari mulanya. Untuk itu, tergantung dari orangnya, ia akan membuatnya menjadi miskin atau kaya, mana-mana yang bisa membinasakan.

Sebab itu meskipun hidup di dalam dosa, bisa makin lama makin kaya karena ini bukan dari Tuhan, ini dari iblis!

Kalau di pihak Tuhan, pasti setiap dosa dihajar, sebab Bapa tentu menghajar anak-anak-Nya yang bersalah (Ibr 12:7-8).

Ini adalah peraturan Allah, dan Allah itu suci, Ia tidak ingin kita ditipu iblis, karena upah dosa pasti maut, binasa kekal, celaka (Rom 6:23). Sebab itu Orang yang hidup di dalam dosa akan dibiarkan Allah sehingga kalah dan menjadi mangsa iblis. Rohani jadi miskin dan rusak, juga jasmaninya.  Kita dapat melihat banyak contoh-contoh. Misalnya orang-orang Israel pada waktu mereka melawan Allah, menyembah berhala (termasuk berhala mamon) maka Allah mengizinkan mu-suh-musuhnya (saingan-saingannya) mengalahkannya, sehingga mereka menjadi sangat miskin dan menderita.

Misalnya: (Hak 6:2-4) dan lain-lain.

Kadang-kadang hasilnya dimakan habis oleh malapetaka, hama dan sebagainya (Ul 28:39-40,42).

Juga pada waktu mereka tidak mau peduli akan bait Allah dan pekerjaan-Nya, penghasilan mereka terus berkurang, dan Allah izinkan (Hag 1:6). Juga umat Tuhan yang tidak mengembalikan uang Tuhan (perpuluhan), Tuhan mengizinkan macam-macam perkara menghabiskan hartanya (Mal 3:8-11).

Bacalah ayat-ayat ini supaya kita makin yakin memilih jalan yang betul.

Ada banyak ayat atau peraturan seperti ini, dan kalau orang-orang beriman tidak mau bertobat dari dosanya, celaka dan kerugian itu akan terus menerus mengejarnya sampai hancur dan habis.

Kita tidak bisa hidup dalam dosa dan mengharapkan berkat Allah. Dengan jalan dosa, beberapa orang bisa menjadi kaya, tetapi itu berkat iblis, pada saatnya orang-orang seperti ini akan habis (Yer 51:13).

Hukum-hukum ini juga berlaku bagi orang-orang berdosa, sebab itu jangan berani melawan Allah. Kerajaan-kerajaan Israel yang melawan Allah akhirnya habis semua, uangnya, kemuliaannya, kemakmurannya, negerinya, semuanya.

4.  SEBAB MENYEMBAH  MAMON.

Berkat Allah yang limpah ini tidak direncanakan atau disediakan untuk orang yang cinta uang (yang tamak, yang ingin lekas kaya dan haus akan uang), tetapi untuk orang yang cinta Tuhan.

Ibrani 13:5 Lepaskanlah dirimu daripada kasih akan uang, dan padakanlah dengan barang yang ada padamu; karena Tuhan sendiri sudah berfirman: Bahwa sekali-kali tiada Aku akan membiarkan engkau, dan sekali-kali tiada Aku meninggalkan engkau. (TL)

Justru orang yang haus akan uang akan mudah kecewa dan Tuhan tidak memberi apa-apa kepadanya. Orang yang cinta Tuhan itu tandanya bisa berpada, dengan kaya atau miskin, dengan kelimpahan atau kekurangan. Jangan cinta uang!

Cinta uang itu akar segala jenis kejahatan dan segala usahanya itu justru menjadi dosa dan jerat, sebab cinta uang itu adalah berhala mammon (Kol 3:5).

Ada orang yang menkombinasikan cinta uang dengan ibadah dan pelayanan. Orang-orang ini akan penuh de-ngan tipu daya dan segala macam dosa di dalam ibadat dan pelayanannya, sebab cinta uang di dalam hatinya itu sumber dari segala macam dosa.

1 Timotius 6:9-10 Tetapi orang yang berkehendakkan menjadi kaya itu jatuh ke dalam pencobaan dan jerat dan banyak keinginan yang bodoh dan yang mendatangkan bencana, yang menenggelamkan manusia ke dalam kerusakan dan kebinasaan. karena tamak akan uang itulah akar segala jenis kejahatan; maka ada orang yang merebutnya itu, telah tersesat dari pada iman, sehingga menikamkan banyak dukacita ke dalam dirinya. (TL).

Ia masih bisa mendapat uang sesuai dengan kelihaian, siasat dan tipu dayanya seperti halnya orang-orang dosa lainnya, tetapi satu kali kelak ia akan binasa, mula-mula rohani akhirnya juga jasmani dan juga dengan uangnya.

Ada beberapa orang mengharap mendapat banyak untung dengan cara memberi bagi Tuhan (mancing); Kadang-kadang kemurahan Tuhan masih berlaku pada bayi-bayi yang duniawi ini, mereka masih mendapat berkat Tuhan. Tetapi kalau terus menerus tidak bertobat dari berhala mammon, akhirnya mereka akan undur. Orang-orang ini bergairah sebab uang. Mereka berani memberi banyak,bekerja keras dan tekun, mereka bisa menjadi kaya, tetapi seperti orang-orang dunia lainnya.

Biasanya orang dosa yang makin kaya juga makin banyak dosanya (mungkin sombong, duniawi dan segala macam kedagingan) Ini bukan dari Tuhan, tetapi hasil kekuatan sendiri (dan orang dosa selalu ada di pihak iblis). Kalau ia tidak bertobat dari berhala mammonnya, ia akan mudah kecewa dan bersungut-sungut, lebih-lebih dalam pencobaan uang. Dan kalau terus berkeras hati tidak mau bertobat, lama-lama bisa meng-hujat dan undur dari Tuhan, menjadi lebih jahat dari semula (Mat 12:43-45). Tujuan hidup kita bukan dunia ini, tetapi Surga yang kekal. Bukan hidup untuk mengumpulkan uang, tetapi uang untuk hidup bagi Kristus dan berbuah-buah lebih lebat (Rom 11:36/ Fil 1:21).

5.         BELUM TAHAN.

Amsal 30:8 Jauhkanlah dari padaku kecurangan dan kebohongan. Jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan. Biarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku.

Orang beriman yang diberkati makin kaya menjadi makin suci dan makin banyak berbuah-buah bagi Tuhan serta makin limpah menyimpan pahala di Surga, itu berarti ia sudah tahan.

Tetapi kalau ia semakin kaya lalu mulai timbul macam-macam dosa dan hawa nafsunya, kedagingannya bertambah kuat (zina, sombong, suka puji, mudah tersinggung, makin jauh dari Tuhan dan seterusnya) itu berarti ia belum tahan.

Tuhan tahu lebih dahulu, sebab itu Ia belum membukakan pintu-pintu berkat-Nya dengan lebar-lebar. Tetapi orang-orang lain yang tidak mengerti, bahkan orangnya sendiri, kadang-kadang heran, mengapa tampaknya sudah beribadah tetapi mengapa masih pas-pasan saja, belum diberkati de-ngan limpah seperti janji Tuhan. Sebab ia belum tahan dan Tuhan tahu lebih dahulu!

Oleh karena itu kita perlu banyak berdoa dengan sungguh-sungguh dan banyak belajar Firman Tuhan supaya kita makin disucikan, makin dikuatkan dan makin mengerti betapa indahnya jalan Tuhan kalau kita mau mentaati segala kehendak-Nya.

Kalau sudah tahan, pasti Tuhan mempercayakan lebih banyak, baik hal-hal rohani juga hal-hal jasmani, supaya hidup kita makin indah, makin berbuah-buah dan makin meningkat.

6.         DAN LAIN-LAIN.

Selidikilah baik-baik dalam Firman Tuhan segala kebenaran-kebenaran tentang kaya dan miskin (Kis 17:10-11) dalam pe-ngurapan Roh Kudus, maka kita akan sampai pada kebenaran-kebenaran itu dan dapat memilih untuk menjadi orang suci yang kaya sehingga limpah dengan kesempatan dan fasilitas untuk Tuhan.

IV. SYARAT MENJADI ORANG SUCI YANG KAYA

1. YANG UTAMA: BISA HIDUP SUCI DAN BERKENAN PADA TUHAN.

Kolose 1:10 Sehingga hidupmu layak di hadapanNya serta berkenan kepadaNya dalam segala hal, dan kamu memberi buah dalam segala pekerjaan yang baik dan bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang Allah,

Apa tandanya kalau Tuhan nomer satu dan ingin berkenan kepada Tuhan lebih dari pada segala hal?

1. Rela miskin, asal tetap suci dan berkenan pada Tuhan

2. Bisa berpada 1Tim 4:6/ Fil 4:12.

3. Tahu dengan jelas tujuan hidup kita adalah mulia di Surga.

Jadi kalau seorang betul-betul ingin berkenan kepada Tuhan lebih dari segala hal, maka ia tidak akan kecewa kalau ia justru menjadi miskin meskipun ia mengerti bahwa Tuhan menghendaki anak-anak-Nya yang sudah kuat menjadi kaya dan sanggup melakukannya. Bagaimanapun juga ia tidak bersungut-sungut atau kecewa, sebab dalam segala hal yang selalu menjadi nomor satu adalah kehendak Tuhan, kerajaan Surga dan kebenaran-Nya. Seperti Ayub.

Matius 6:33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu

Di dalam segala perkara Allah tidak pernah lupa tujuannya, yaitu hendak memberi keselamatan yang kekal bagi manusia, bukan yang fana Mat 16:26. Sebab itu nomor satu harus suci supaya tetap selamat kekal. Baru sesudah itu Allah melimpahkan berkat-berkat jasmani yang fana.

Kalau Allah memberkati putra-putra-Nya, maka di dalam usaha/ pekerjaannya, orang beriman ini akan mendapatkan untung lebih mudah dari orang biasa. Kalau iblis dapat memberi kekayaan dengan mudah, Allah sanggup melakukan lebih dari iblis. Dengan berkat anugerah Allah kita mendapat lebih dari hasil keringat kita Kej 3:19.

2. BUKAN PENYEMBAH MAMMON.

Tandanya: tidak terikat uang, tidak cinta uang, bisa berpada. Ibadah dan pelayanan tidak terpengaruh uang. Meskipun tidak mendapat uang tetap bergairah melayani Tuhan atau beribadah. Pada waktu “kekurangan” tetap bersukacita, tidak bersungut-sungut melawan Allah.

Orang yang bekerja mencari uang dengan sangat bergairah, tetapi dalam pelayanan malas, mungkin sekali lebih cinta mammon. Anak-anak Allah yang betul-betul mencintai Allah, akan bekerja keras di dalam dunia, tetapi juga bekerja keras di dalam pelayanan gereja, menangkan jiwa.

3. MENGERTI CARA-CARA DAN PERATURAN ALLAH SERTA MELAKUKANNYA.

Peraturan Allah ini dimaksudkan untuk orang beriman. Orang-orang dosa sulit sekali memperoleh janji-janji Allah yang diperuntukkan bagi anak-anak-Nya, sebab setiap janji selalu ada syarat-syaratnya! Orang-orang dosa pasti tidak dapat memenuhi syarat-syaratnya; harus berubah dahulu menjadi orang benar/ orang suci. (Tentu juga ada peraturan-peraturan atau hukum-hukum Allah bagi orang-orang berdosa).

Orang-orang beriman yang suci itu mencintai Firman Tuhan.

Mazmur 119:47 Aku hendak bergemar dalam perintah-perintah-Mu yang kucintai itu.

Di dalam Firman Tuhan ini juga terdapat hukum-hukum tentang menjadi kaya, limpah dengan berkat-berkat jasmani.

Yosua 1:8 Janganlah isi kitab taurat ini lalu dari pada mulutmu, melainkan perhatikanlah dia pada siang dan malam, supaya dengan yakin engkau melakukan dirimu setuju dengan segala yang tersebut di dalamnya, karena begitu engkau akan meperuntungkan segala jalanmu dan engkau akan mendapat sukses yang indah-indah (KJ).

Kalau sudah mengerti hukum-hukum Tuhan ini, tetapi tidak mau, ya sudah, Allah tidak memaksa. Allah menyediakan semua yang dijanjikan-Nya, tetapi orang yang tidak percaya, yang tidak mau, atau tidak melakukannya, tidak mendapatkannya.

Sekalipun hujan lebat, tetapi tidak mau ke luar, tidak akan basah, tidak dapat air.

Bertindaklah dengan yakin sesuai dengan Firman Tuhan, antara lain:

a.Rajin.

Amsal 6:6-8 Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak: biarpun tidak ada pemimpinnya, pengaturnya atau penguasanya, ia menyediakan rotinya di musim panas, dan mengumpulkan makanannya pada waktu panen.

Orang beriman yang percaya dan taat, biarpun ia hanya seorang pegawai, akan rajin bekerja meskipun tidak  diawasi. Ini tanda-tanda khas orang percaya yang melakukan Firman Tuhan dan ia pasti akan diberkati Tuhan. Tetapi yang hanya bekerja kalau diawasi atau diomeli, ada harapan melarat.

Seringkali karena pengertian yang keliru (misalnya berpada dengan hutang dan kemiskinan), orang membiarkan dirinya malas, tidak bergairah, tidak mau memaksakan diri untuk rajin, apalagi kalau tidak mengerti cara kerja pegawai Kristen yang bekerja seperti kepada Tuhan Efe 6:5-8/ Ams 24:30-34. Orang malas mempunyai harapan besar untuk menjadi melarat dan miskin. Malas adalah salah satu senjata iblis untuk merampasi orang-orang beriman dari berkat Tuhan yang seharusnya diterimanya. Dengan ini iblis merampok berkat-berkat Allah dari orang beriman. Jangan sampai ditikam iblis dengan kemalasan. Buanglah segala kemalasan, ubahkan sifat-sifat yang jelek itu, rajinlah dalam hal-hal jasmani dan rohani, meskipun tidak diawasi.

B. TABUR-TUAI.

2Korintus 9:6 Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga.

Belajar menabur dengan iman, tetapi bukan karena cinta uang, melainkan sebab cinta Tuhan.

Apa bedanya penaburan orang Kristen duniawi dengan orang yang rohani? Yaitu kalau ada penundaan penuaian, orang yang cinta Tuhan tidak bersungut-sungut dan tetap cinta Tuhan, tetapi orang yang cinta uang, tidak tahan dan bersungut-sungut. Berilah dengan kasih dan sukacita, taburlah terus karena cinta akan Tuhan bukan karena cinta penuaiannya, maka orang yang cinta Tuhan itu akan menuai terus. Ini peraturan Allah!

Amsal 11:24-25 Adalah orang yang menghambur, maka diperolehnya makin banyak; adalah orang yang menahankan hartanya tetapi makin kepapaanlah ia.<R>Bahwa hati yang murah itu akan dikaruniai dengan banyak, dan barangsiapa yang mendirus, ia itu akan disirami dengan kelimpahan (TL).

C. PERPULUHAN.

Ini wajib, harus mengembalikan uang Tuhan, sebab kita mengakui dan yakin bahwa apa yang ada pada kita, itu kita terima dari Tuhan.

1Korintus 4:7

Tuhan menitipkan 10% daripadanya untuk diberikan dalam rumah Tuhan bagi keperluan pekerjaan-Nya. Tetapi ini dihitung Tuhan sebagai penaburan dengan penuaian yang pasti. Orang yang tidak taat, tidak mengerti, tidak cinta Tuhan, tidak mengakui bahwa semua miliknya dari Tuhan, akan selalu mencari alasan untuk tidak mengembalikannya. Di hadapan Tuhan itu dihitung sebagai pencuri (KJ: robber).

Maleakhi 3:8-11 Bolehkah manusia menipu (= merampas, mencuri KJ) Allah? Maka kamu hendak menipu Aku! Jikalau katamu: Dengan apa gerangan kami hendak menipu Engkau? Yaitu dengan segala perpuluhan dan persembahan tatangan!

Bahwa laknat, bahkan laknat itu kamu datangkan atas dirimu, hai segenap bangsa ini, sebab kamu hendak menipu Aku!

Bawalah olehmu akan segala perpuluhanmu ke dalam perbendaharaan rumah-Ku, supaya adalah makanan dalam rumahKu; dan cobailah akan Daku dengan demikian, kalau-kalau tiada Aku membukai akan kamu segala pintu langit dan mencurahkan kepadamu berkat yang tiada sempat kamu taruh; demikianlah Firman Tuhan serwa sekalian alam!

Maka oleh karenamu juga Aku akan melaknatkan si pembinasa, supaya jangan lagi dibinasakannya hasil bendang atau dibuluskannya pokok anggurmu yang di ladang, demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam!

Pencuri kerajaan Surga selalu tertangkap, tak ada yang lolos dan pasti, lambat atau cepat kena hajaran. Tetapi orang yang setia mengembalikan uang Tuhan, akan menerima kembali sampai tidak sempat menaruh.

D. TAHU MEMAKAI.

Kita diberi banyak harta bukan untuk menjadi orang kaya, tetapi untuk menjadi bendahara Tuhan, yaitu melakukan kehendak-Nya, menjalankan pekerjaan Tuhan, untuk keperluan kita sendiri sebagai hamba-hamba-Nya dan perbuatan kasih untuk mencintai jiwa-jiwa di sekitar kita masing-masing.

1Petrus 4:10 Maka sekadar karunia yang ada pada masing-masing, hendaklah melayani di antara kamu sendiri, seperti bendahari yang baik, yang berpegang atas berbagai-bagai anugerah Allah (TL).

Orang-orang Israel tidak tahu memakai hartanya (yang dari Tuhan) dengan baik mereka memakainya untuk menuruti percintaan dagingnya, dipakai untuk berhala-hala (hal-hal yang dicintainya tetapi itu hal-hal yang melawan Firman Tuhan) meskipun semua hartanya itu dari Tuhan.

Hosea 2:7 Tetapi dia tidak insaf bahwa Akulah yang memberi kepadanya gandum, anggur dan minyak, dan yang memperbanyak bagi dia perak dan emas yang dibuat mereka menjadi patung Baal.

Sebab itu kekayaannya tidak tahan lama, akhirnya semua habis kembali.

Uang adalah fasilitas dan kesempatan untuk membiayai percintaan kita pada Tuhan dan untuk melakukan segala kehendak-Nya. Sebab itu orang yang cinta Tuhan dan mengerti, akan bisa memakai uang dengan betul yaitu sebagai alat untuk dapat lebih sungguh-sungguh hidup berkenan kepada Tuhan misalnya dengan lebih banyak menebus waktu (bisa dibayar dengan uang), sehingga ada cukup waktu untuk pemeliharaan rohaninya dan untuk pelayanan. Dengan demikian ia akan tumbuh dengan pesat, membuat macam-macam pahala di Surga dan meningkat dalam kemuliaan Allah.

Lukas 16:9 Dan Aku berkata kepadamu: Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan Mammon (=uang) yang tidak jujur, supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong lagi, kamu diterima di dalam kemah abadi.” (Mat 6:19-20).

Jangan memakai uang untuk menuruti hawa nafsu daging atau hal-hal dosa lainnya atau untuk motif-motif yang salah, mencari hormat dan puji manusia (misalnya memberi limpah uang untuk menyuap persahabatan dan dukungan), dan lain-lain perbuatan yang tercela, tetapi memakainya dengan betul, sesuai dengan Firman Tuhan, dalam kesucian dan karena kasih, sebagai perbuatan kasih.

Jangan ngawur memakai uang, tetapi dengan hikmat Allah (= sesuai dengan Firman Tuhan, ini hikmat dari Tuhan Yak 3:17). Termasuk memakai uang dengan salah yaitu menolong saudara-saudara seiman yang dalam kesulitan tanpa mendidik; Jangan menolong orang sedemikian rupa sehingga menjadi malas dan tidak bertanggung jawab, tetapi menolong dengan hikmat dan kasih Ilahi dengan motif yang suci. (Menolong orang dengan cara salah itu bisa melekatkan mereka dalam kebodohan, kekeliruan dan kebiasaan yang salah sehingga terus melarat).

V. DUA HUKUM,  DUA OKNUM,  KITA MENENTUKAN

Kita sudah mengenal dua hukum, yaitu hukum untuk menjadi kaya dan hukum untuk menjadi miskin. Juga ada dua oknum yang sangat memikirkan setiap manusia yaitu Allah dan iblis.

Allah itu kasih, seberapa mungkin Ia ingin memberi yang terbaik dengan limpah (Yoh 10:10b).

Sebaliknya iblis berusaha sebisa-bisanya untuk membinasakan manusia (Yoh 10:10) dengan:

1. MENIPU dengan kebenaran-kebenaran yang indah tetapi palsu. Misalnya: jerat yang lazim di dalam dunia: “kaya itu bahagia, enak”, sehingga orang terus mengejar uang dengan mata gelap, timbul banyak dosa dan akhirnya binasa di dalam Neraka. Ini salah, ini jerat iblis. Kaya belum tentu bahagia. Suci itu bahagia, suci dan kaya itu bahagia dengan tambahan fasilitas, tetapi titik beratnya tetap suci dengan Allah itu yang terpenting. Kalau sudah kuat, tahan (Ams 30:8), baru Allah menambahkan kekayaan supaya keselamatan dan kebahagiaan yang sudah ada tidak dirusakkan oleh kelebihan harta yang belum saatnya (Luk 12:15).

2. MENDORONG manusia mengge-napkan hukum-hukum tentang kemiskinan.

Misalnya: Malas, tidak bertanggung jawab, tidak jujur, tamak, dan sebagainya. ini semua ada dalam hukum-hukum kemiskinan. Orang-orang yang hidup seperti ini memenuhi syarat hukum-hukum ini (kena peraturan hukum-hukum kemiskinan) se-hingga menjadi melarat, dan iblis mengharapkan dengan kemelaratan ini orang-orang itu iri pada yang kaya, bersungut-sungut, kecewa lalu undur dari Tuhan.

3. MENGIRIM seberapa banyak malapetaka. Celaka datang akibat dosa dan kebodohannya. Tetapi Iblis juga berusaha untuk minta izin dari Allah (Ayb 1:9-12) untuk menganggu, mencelakakan sebagai ujian (meskipun hidup suci, tidak berdosa seperti Ayub). Kadang-kadang Tuhan mengizinkan kalau sudah waktunya, sudah cukup kuat, supaya putra-putra Allah mahir menghadapinya, lulus dan naik kelas dalam kemuliaan Allah.

4. MENJATUHKAN dalam dosa. Mengoda, menipu, menekan, dan lain-lain, supaya akhirnya manusia jatuh dalam dosa dan sebagai akibatnya putus hubungan dengan Allah, bahkan bermusuhan. Dengan demikian berkat Tuhan juga berhenti dan biasanya orang-orang yang jatuh dalam dosa ini (sudah pahit) akan makin pahit dan kecewa. Ini mangsa yang lezat untuk iblis. Memang iblis ingin membuat manusia gagal, menderita, pahit, miskin, dan seterusnya supaya manusia binasa.

Dialah perampok, tukang pembuat miskin yang membuat anak-anak Allah menjadi melarat. Iblis yang menggerogoti berkat Allah bagi umat-Nya. Misalnya dengan malas (Ams 24:30-34), dengan mencuri milik Allah (Mal 3:8), dengan hutang piutang lalu dijegal oleh iblis sampai tidak bisa membayar sehingga keduanya berkela-hi ramai dan masuk dalam perangkap setan, dan seterusnya. Semua ini membuat anak-anak Allah menjadi miskin dan tetap miskin, kurang kesempatan dan fasilitas, lalu ditekan terus sampai bersungut-sungut, marah dan akhirnya padam gairahnya.

Sebab itu jangan sampai kena tipu daya atau serangan-serangan iblis. Kita harus hidup dalam kesucian dan mengerti hukum-hukum miskin dan kaya dan kedua oknum yang bertentangan itu (Allah dan iblis).

Tetapi kita yang  menentukan menjadi orang suci yang kaya atau miskin. Kalau kita mencintai Tuhan dan menurut hukum-hukum-Nya, dan mengalahkan iblis dengan segala tipu dayanya, maka berkat itu akan mengalir terus kepada kita sehingga kita dibantu terus untuk makin memperkenankan Tuhan.

Semua ada waktunya. Orang yang tidak bisa menunggu waktu Tuhan, lalu membuat jalan pintas (jalan dengan dosa), itu tidak berpada dan ini tanda-tanda cinta akan uang (mata gelap, sudah tidak tahu tujuan hidupnya). Orang seperti ini sudah jatuh dalam dosa.

Tetapi orang yang mengerti kebenaran Firman Tuhan dan dipimpin Roh, itu bisa menunggu waktunya Tuhan. Dengan bisa menunggu, ia dapat terlepas dari segala jerat dan tipu daya iblis, maka hidup jasmani dan rohaninya akan terus bertumbuh, juga berkat Tuhan akan terus mengalir pada waktunya sehingga ia bisa hidup dengan sejahtera dan dengan berlimpah.

Sebab itulah iblis tidak bisa merampok dari orang-orang yang dipimpin Roh, sebab mereka mengerti (apalagi terus-menerus diingatkan oleh Roh Kudus, Yoh 14:26) segala tipu dayanya.

2Korintus 2:11 Supaya Iblis jangan beroleh keuntungan atas kita, sebab kita tahu apa maksudnya (TL: muslihatnya).

Apa yang sudah dikaruniakan Allah kepada orang-orang ini, tidak bisa dirampas iblis, tetap ada dan limpah dalam mereka, misalnya: kesukaan, kesucian, pengurapan, karunia-karunia, Firman Tuhan dan seterusnya.

Juga berkat jasmani Tuhan tidak  lagi dirampok, bahkan apa yang hilang dapat kita rebut kembali seperti dalam Yoel 2:25/ Kel 12:36 sehingga “pencuri itu” mengembalikannya kembali dua kali lipat (Kel 22:7). (Kita tidak menuntut dari manusia yang merugikan kita, tetapi mengalahkan apa yang ada di belakang layar, yaitu iblis. (Mrk 16:17/ Luk 10:19), dan Tuhan memberkati kita kembali seperti Ayub, dua kali ganda.

Berkat-berkat jasmani itu perkara kecil bagi Allah (Rom 8:32). Kalau Allah bisa memberi Surga dan Putra-Nya, apalagi segala keperluan kita, ia bisa memberi dengan limpah dan tanpa batas asal kita tahan!

Bahkan orang-orang yang melayani Tuhan sepenuh waktu, juga mendapatkannya dengan limpah bagi hidupnya dan untuk menjalankan pekerjaan Tuhan.

Filipi 4:18 Kini aku telah menerima semua yang perlu dari padamu, malahan lebih dari pada itu. Aku berkelimpahan, karena aku telah menerima kirimanmu dari Epafroditus, suatu persembahan yang harum, suatu korban yang disukai dan yang berkenan kepada Allah.

KESIMPULAN:

Kita yang menentukan menjadi orang suci yang kaya atau orang suci yang miskin, atau orang dosa.

Tuhan memberi kita kuasa untuk bisa hidup suci, mengalahkan iblis dan segala fasilitas yang diperlukan (Mrk 16:17/ Luk 10:19).

Iblis yang menggoda dan menipu supaya orang-orang beriman undur, baik dengan dengan miskin atau dengan kaya.

Kaya bagi orang yang dipimpin Roh, itu menambahi kesempatan dan fasilitas untuk makin lebat berbuah.

Kaya bukan tujuan hidup, tetapi alat tambahan bagi orang suci. Orang suci yang tahu tujuan hidupnya, bisa memperoleh kuasa untuk mendapatkan kekayaan pada saatnya dengan cara-cara yang sesuai dengan Firman Tuhan di dalam kesucian dan kasih akan Allah.

NYANYIAN:

Apa padaku ku dapat dari Bapa

Keadaanku juga dari Dia

Apa ku punya itu guna Tuhanku, dan

Apa yang kuperlu ku trima lipat ganda

Bersuka suka serta menyanyi

Berdoa karna Allah hidup

Ku tak cari duniawi tapi jalan ke Sorga

Sebab ku pandang Yesus

Ku trus bersuka