M3527 – Kolose 1:11, Keluaran 34:6, Yakobus 1:19-20 Sabar (23Mei’12)

Download MP3 Khotbah: M3527

I. SINONIM DAN ANTONIM

Kita bisa melihat arti kata sabar dari sinomin dan antonimnya dalam Alkitab.

Dalam banyak ayat kata sabar ini (Yunani: Makro thumea) diterjemahkan dalam beberapa kata yang mirip yaitu sabar, panjang sabar, panjang hati, sabar atau tabah menderita, bisa tahan, menahan dsb. Ini adalah sifat Tuhan Kel 34:6, Bil 14:18, Maz 36:15, Yer 15:15 dan diberikan Roh Kudus pada kita sebagai salah satu buah Roh Gal 5:22 dan ini adalah tabiat baru, seperti Kristus.

Antonim dari sabar adalah:

  1. Ter-buru2, ter-gesa2
  2. Emosionil, perasa
  3. Suka marah yang menyebabkan suka berkelahi. Juga Allah punya batas2 kesabaran sesuai dengan batas puncak dosa manusia. Rom 9:22. Tetapi marah dari Allah itu betul dan adil. Yes 48:9.
  4. Panik sehingga ngawur kata2, keputusan dan tindakannya.
  5. Tidak bisa menahan diri

II. DEFINISI

  1. Sabar ada dua macam, sabar dari manusia dan sabar sebagai buah Roh atau tabiat ilahi, yaitu salah satu tabiat baru yang selalu ada (dimana saja, kapan saja, dalam hal apa saja) dan tidak tercampur dosa, penuh dengan kasih dan hikmat Allah. Tetapi sabar dari manusia itu mungkin karena tabiat turunan, atau hasil didikan, pengaruh sekitarnya dll. Tetapi sabar manusiawi itu tetap bercampur dosa, meskipun biasanya yang jelek2 disembunyikan, ditahan, tetapi kalau meledak (sebab sudah tidak tahan) bisa jadi jahat, kejam dan limpah dengan dosa lainnya. Sangat berbeda dengan tabiat ilahi, tidak bercampur dosa (kecuali terpancing dan jatuh dalam dosa).
  2. Cara kerjanya. Kalau ada suatu peristiwa atau kasus, lebih2 yang menjengkelkan atau merugikan, menyakiti hati, maka timbul reaksi bisa langsung (biasa ter-buru2, emosi dll) atau lambat (biasanya ini disebut sabar).

    Reaksi yang lambat ini bisa betul seperti kesabaran Allah, Musa, Yusuf, Daud dll bisa juga salah seperti waktu Amnon memperkosa Tamar, Daud sabar (ia marah tetapi tidak bereaksi apa2, tidak menegur atau menasehati supaya bertobat dan juga tidak mencarikan jalan keluar). Juga Absalom sabar (reaksi lambat) tetapi ia menyembunyikan benci dan dendamnya; baru 2 tahun kemudian dosa dendamnya itu keluar dan ia membunuh Amnon 2Sam 13:23. Ini sabar tetapi bukan sabar dari Tuhan, sabar dari dirinya sendiri, sabar yang salah. Juga imam Eli terkenal sabar kepada anak2nya, tetapi sabar yang menyesatkan dan membinasakan anak2nya, juga dia sendiri 1Sam 3:13.

    Sebaliknya reaksi yang langsung bertindak langsung, misalnya marah dll, itu bisa betul (meskipun tampaknya tidak sabar) bisa salah.

    Tindakan langsung, bahkan marah seperti Putra manusia Yesus marah2 dalam bait Allah (dua kali) itu marah dari Allah dan betul. Juga Musa waktu melihat Israel menyembah lembu emas, marah dan memecahkan dua loh batu, itu betul, sebab Allah tidak menyalahkan.

    Tetapi kebanyakan orang yang segera bereaksi marah atau tindakan lain, biasanya marah yang salah, bisa sampai 90% atau lebih! Misalnya Herodes tidak sabar langsung bertindak atas permintaan anak Herodiah dan membunuh Yohanes Pembaptis. Ada beberapa banyak contoh orang2 yang langsung bertindak dan menimbulkan keputusan dan tindakan yang bodoh bahkan bisa membuatnya kalah bahkan binasa, misalnya Benhadad waktu mabuk 1Raj 20:16-21.

    Reaksi yang betul itu bisa langsung, bisa lambat, tergantung orangnya, lebih2 kalau ada pimpinan Roh Kudus, bereaksi langsung dalam pimpinan Roh Kudus akantetap betul. Tetapi reaksi langsung manusia kebanyakan salah dan membuat tindakan yang bodoh, sebab itu harus dipikir baik2 lebih dahulu. Lebih2 orang beriman perlu ber-tanya2 akan Tuhan, sambil terus memelihara hubungan baik dengan Tuhan senantiasa (dalam doa senantiasa 1Tes 5:17). Sebab itu terbaik kalau kita sabar dan minta pimpinan Roh Kudus terus menerus, jangan ter-gesa2 bertindak, lebih2 kalau ada dosa, bisa timbulbanyak kebodohan sehingga banyak tindakan celaka yang dibuat.

III. PENYEBAB MARAH

Ini penting kita ketahui supaya jangan marah, tetapi tetap sabar dan dapat mengambil tindakan yang betul, baik langsung atau lambat.

  1. Emosi. Orang yang tidak bisa menahan emosinya bisa mudah marah atau ber-macam2 reaksi emosionil lainnya. Jangan menuruti perasaan hati, tetapi harus ditahan, disangkali dan terus berjalan dengan iman sesuai Firman Tuhan. Orang yang emosionil akan banyak rugi dan celakanya, bahkan bisa menjadi pembunuh dengan segala akibat2 yangdahsyatnya. Maz 37:8, Ams 14:17. Orang yang lambat marah itu lebih dari orang kuat Ams 16:32.
  2. Tabiat pemarah. Ini tabiat lama, kalau tidak dibuang, akan banyak dan dahsyat celakanya Ams 19:19,11.
  3. Sombong, jemawa. Efraim terlalu sombong sehingga cepat tersinggung lalu marah2 pada Yefta Hak 12:1-6 sehingga kata2 dan tindakannya ngawur dan semaunya sendiri. Akibat marah ini 42.000 orang Efraim mati dibunuh dan Tuhan mengizinkannya. Memang orang sombong mudah marah. Biasanya orang yang berkedudukan, punya kuasa, bos dll itu mudah jadi sombong dan sebab itu suka marah2. Ini penyakitnya bos yang tidak kenal Tuhan Ams 20:2, Dan 3:19 sebab tidak bisa rendah hati dan pikul salib.

    Nebukadnezar marah waktu Sadrakh, Mesakh, Abednego tidak mau menyembah patung Dan 3:19. Dapur api disuruh panaskan 7 kali sehingga pegawainya sendiri jadi korban. Pemimpin dan bos yang sombong ini bisa celaka sendiri dan binasa.

  4. Bodoh. Tidak mengerti kehendak Tuhan sehingga bereaksi ngawur, emosi, asal bunyi dan berbuat banyak kebodohan sehingga celaka Pkh 7:9. Kalau seorang mengerti Firman Tuhan dan mau bersandar pada Tuhan, ia tidak akan jadi bodoh sampai celaka!
  5. Dosa. Dosa itu akibatnya bisa segala macam, dari yang kecil sampai yang paling dahsyat yaitu masuk Neraka kekal. Sekalipun dosa kecil seperti tidak suka, jengkel, dongkol, apalagi benci dan dendam, kalau diganggu oleh orang tersebut, bisa spontan jadi marah lalu timbul akibat2 yang bodoh dan dahsyat.

    Orang yang hidup dalam dosa itu di jalan lebar (sekalipun ia orang Kristen dan ada di Gereja seperti anggota2 Gereja di Pergamus, masih di Gereja, tetapi ada di jalan lebar dan menyembah iblis dkk), mereka dikuasai iblis, hamba iblis dan dengan mudah dijerat dengan marah sampai celaka!

    Yoab tidak sabar, langsung bereaksi salah waktu mendengar Abner datang sebab ia dendam kepadanya (dia yang membunuh adiknya). Segera ia menyusun siasat, mengejar Abner dan dengan siasat membunuhnya. Akhirnya ia sendiri juga dibunuh bahkan di Mezbah Tuhan.

  6. Roh2 jahat. Orang2 yang dirasuk roh2 jahat itu cepat sekali bereaksi jahat, lebih2 terhadap musuhnya danorang2 yang di pihak Tuhan. Menghadapi orang2 seperti ini jangan marah atau emosi, tetapi usir roh2 jahat di dalamnya (bahkan pada setiap orang yang marah) dan minta hikmat dan kuasa Allah untuk menghadapi, supaya jangan terpancing dan jangan sampai masuk dalam jerat iblis, sehingga sama2 marah berkelahi, sama2 berdosa dan sama2 dalam tangan iblis sehingga semuanya bisa jadi celaka.
  7. Dihasut atau dibakar orang. Orang yang menghasut itu jahat sekali di hadapan Tuhan, itu seorang pembunuh Ams 16:29; 26:21. Jangan mau dihasut, jangan setuju tetapi salahkan Ef 5:11.

IV. BAGAIMANA KITA BISA SABAR

  1. Lahir baru. Sabar dari Tuhan, tanpa dosa dan ada sejahtera, bukan sabar manusiawi yang bisa bercampur dosa. Miliki dan tumbuhkan kesabaran ini yaitu tabiat seperti Allah di dalam kesucian.
  2. Lekat dengan Tuhan Yoh 15:5. Disini termasuk tumbuh dalam pengertian Firman Tuhan, tekun berdoa sehingga ada kuasa dalam hati kita untuk menyangkal diri dan hidup dipimpin Roh. Kalau hubungan baik dengan Tuhan dijaga, akan lebih sabar dan tidak mudah panik atau marah.

    Semua sudah termasuk dalam Yoh 15:5, tetapi supaya jelas kita akan meneliti satu per satu.

    a. Kalau seorang penuh dan dipimpin Roh , maka akan ada buah Roh yaitu panjang sabar atau sabar menderita. Sifat sabar ini bukan saja ilahi tetapi juga dipimpin Roh, sehingga jadi kuat, termasuk juga ada karunia2 Roh untuk menghadapi peristiwa atau kasus2/ orang yang menimbulkan problem itu. Belajar selalu berdoa dalam Roh senantiasa 1Tes 5:17.supaya bisa terus berjalan dalam Roh dan kita akan memiliki kesabaran yang betul sehingga berkemenangan. Jangan cepat2 bereaksi sebelum yakin bahwa reaksi kita bukan dosa dan cocok dengan kehendak Tuhan, baru bereaksi. Jangan takut terlambat dalam menghadapi problem itu, yang penting disertai Tuhan, dipimpin Roh.

    b. Pikul salib, menyangkal diri Luk 9:23, sehingga kita kuat untuk menolak tarikan daging atau hawa nafsu dan tetap tinggal sabar. Untuk daging, sabar itu penderitaan, bahkan penderitaan ini bisa cukup lama. Dengan Tuhan kita akan kuat Rom 8:31, 1Yoh 4:4. Jangan takut, tidak lebih dari kekuatan kita 1Kor 10:10.

    c. Suka berdoa apalagi dalam Roh dan kebenaran Yoh 4:23, 1Kor 14:3 imannya akan dikuatkan. Dengan terus menerus berdoa dalam Roh dan kebenaran, kita dilengkapi dengan kuasa dari tempat yang maha tinggi Luk 24:49, Kis 1:8, sehingga lebih kuat untuk tahan menderita dengan sabar. Orang yang tekun berdoa dengan Tuhan akan kuat menanggung dengan sabar.

    d. Tumbuh dalam pengertian Firman Tuhan itu besar faedahnya sehingga hidup ini tidak mudah terpancing danrusak oleh marah, emosi dan tindakan2 yang bodoh, tetapi kita mengerti dan bisa memilih reaksi yang betul dengan pertolongan Kristus. Misalnya tahu tentang perbuatan yang bodoh dan celaka akibat marah Yak 1:19-20, tahu bahwa apa yang kita hadapi itu tidak kebetulan Mat 10:30 tetapi diizinkan Allah (sekalipun tidak enak) untuk mengolah kita supaya kita mahir menghadapinya 1Kor 10:13. Memang pengolahan itu sakit Ibr 2:10, tetapi kalau kita tetap tinggal dalam kesucian, tidak bereaksi dosa, dan bereaksi menurut pimpinan Roh, sesuai dengan Firman Tuhan, maka semua akan berubah menjadi kebaikan bagi kita Rom 8:28, indah pada waktunya Pkh 3:11. Sebab itu mengerti kebenaran Firman Tuhan itu membuat kita tidak sampai bereaksi yang salah dan dosa Rom 8:32, begitu indah.

V. HASILNYA SEORANG YANG SABAR DI DALAM TUHAN

Sebab semua yang kita hadapi itu tidak kebetulan, semua diizinkan dan dimonitor Tuhan senantiasa, sebab itu kita tidak perlu takut atau kecil hati, asal kita tetap tinggal di dalam Tuhan dan bergantung pada Tuhan, dipimpin Roh. Sabar yang betul menghasilkan kemenangan dari Tuhan sebab:

  1. Tidak timbul reaksi dosa. Ini mutlak perlu sebab orang yang berbuat dosa itu jatuh dalam tangan iblis dan celakalah mereka yang ada di tangannya. Kalau tidak ada dosa, maka kita tetap berada dalam tangan Tuhan dan sejahtera dan sukacita Tuhan akan terus mengisi hidup ini, hidup tetap indah dan segar dengan Tuhan dan kita bisa menang mengatasi problem itu danmelakukan banyak hal dan indah dan besar dengan Tuhan.
  2. Problem bisa ditangani dengan baik sesuai kehendak Allah. Sifat ilahi ini bukan saja sabar tetapi disertai Tuhan dan Tuhan yang akan menangani sgala problem dan akibat2nya dengan Tuhan akan ada hasil yang indah2.
  3. Tumbuh dalam pergumulan dan problem. Tuhan tidak menyuruh kita bertapa di gunung yang sepi dengan orang2 suci yang baik, tetapi kita tinggal di tengah2 dunia yang penuh dengan orang2 jahat (apalagi di akhir zaman, orang2nya sangat jahat dan keji limpah dosa; yang tidak tahan bisa jengkel terus, marah, sakit hati dsb sehingga jatuh! Sebab itu kita harus bersedia untuk menghadapi hari2 yang sulit 2Tim 3:1, Mat 24:42). Justru dengan orang2 beriman yang belum sempurna dan menghadapi orang2 dunia yang penuh dosa dan siasat, juga ada iblis di belakangnya, kita harus bersedia baik2, penuh dengan hikmat, kuasa, Firman Tuhan dan hal2 rohani supaya tetap meanng dan dengan demikian kita tumbuh makin seperti Kristus. (Putra manusia Yesus juga hidup di tengah2 orang Yahudi, Parisi, Imam dan orang Romawi yang jahat). Daud pernah lari dari Israel, sebab tidak tahan dengan kejaran Saul dan ratusan ribu tentara yang mendukung Saul, tetapi Tuhan menyuruhnya kembali di tengah2 orang jahat di Israel, sebab dengan demikian ia diolah dan kalau lulus ia akan tumbuh makin indah di hadapan Tuhan.1Sam 22:2-5. Tuhan sanggup memberi kekuatan dan pimpinan sampai kita lulus, jangan ragu2! Untuk naik tingkat yang lebih tinggi, perlu pengolahan yang lebih berat, tetapi kalau kita bersandar pada Tuhan, kita pasti menang, sebab semua di tangan Tuhan. Dengan Tuhan bisa jadi lebih dari pemenang.
  4. Rencana Allah genap pada waktunya. Pkh 3:11. Kalau kita tidak bereaksi dosa, tetapi bertindak dengan betul sesuai kehendak Tuhan, maka apa yang direncanakan Tuhan bagi kita akan jadi dan itu indah. Satu stasiun demi stasiun, dari Tuhan akan kita lewati dalam ril Tuhan, sehingga akhirnya sangat indah dan mulia di dalam Surga. Kalau seorang jatuh dalam dosa, maka rencana Allah rusak, batal dan hidupnya jadi pahit kecuali ia mau bertobat kembali, tetapi rencana yang mula2 biasanya sudah hilang, diganti rencana yang lebih rendah. Anak terhilang sudah kehilangan semuanya, sesudah ia bertobat dan kembali kepada bapaknya, ia mulai lagi dari bawah tanpa memiliki apa2. Ia harus mengumpulkan upahnya sedikit demi sedikit sudah untung masih diakui anak oleh bapaknya tetapi warisannya sudah hilang. Orang yang jatuh dalam dosa, akan kehilangan banyak hal2 indah (lebih2 hal rohani) danrencana2 Allah yang indah juga rusak dan lenyap.

Tetapi kalau kita tetap dalam kesucian, terus melakukan kehendak Tuhan, maka rencana Tuhan akan terpeliharadan jadi, sangat indah seperti Yusuf, Daud, Daniel, Paulus, Petrus dll. Coba Yusuf bereaksi dosa melawan saudara2nya, rencana Allah batal dalam hidupnya. Yusuf harus bersabar sampai belasan tahun dan akhirnya, waktu bertemu kembali dalam keadaan sebagai penguasa, Yusuf tetap sabar dan mengampuni saudara2nya sehingga rencana Allah yang sangat mulia betul2 bisa jadi dalam hidupnya. Coba Yusuf acuh tak acuh akan saudara2, (ia bisa sajameninggalkan mereka, cukup dilayani pegawai2nya), maka rencana Allah batal dan Tuhan terpaksa mencari orang lain untuk membangunkan umatNya. Sabarlah sampai ke akhir, maka rencana Allah yang tertinggi akan jadi pada kita. Belajar sabar sampai ke akhir, sebab rencana Tuhan itu untuk seumur hidup kita. Selama kita memakai tabiat baru, dipimpin Roh, maka tabiat ini juga tetap ada. Memang kita masih hidup dalam daging, maka selalu ada kemungkinan terjerat oleh daging sehingga bereaksi daging yaitu tabiat lama, tetapi tabiat baru itu sesungguhnya tetap ada, kecuali kalaukalah oleh daging.

Begitu juga Daud, sekalipun sudah diurapi, kalau Daud benci pada Saul dan membunuhnya, rencana Allah akan berubah, tidak penuh lagi. Untung Daud mengerti pimpinan Roh dan tahu Firman Tuhan sehingga ia tidak mendatangkan tangannya pada Saul, orang yang (bekas) diurapi Tuhan. Juga pada Absalom, dll, sehingga rencana Allah jadi dalam hidupnya. (Coba tidak ada kejatuhan dengan Betsyeba mungkin Daud terangkat seperti Henokh dan Elia). Juga Daniel, Petrus, Paulus dll. Kita harus sabar selalu, sebab rencana Allah itu semua ada jadwalnya dan jadi indah pada waktunya.

KESIMPULAN

Sabar seperti Kristus, adalah tabiat baru yang selalu ada, selama kita hidup dalam tabiat baru yaitu dalam kesucian di jalan sempit dipimpin Roh. Jangan sampai terpancing keluar dari hidup baru. Orang yang kehilangan sabarnya sebab kembali dalam tabiat lama bisa mengalami celaka yang besar seperti Yosia tidak sabar menghadapi Firaun Necco. Akhirnya ia binasa, sebab tidak mengerti, tidak mau mendengar suara Roh yang mencegahnya 2Taw 35:21-24.

Nyanyian:

Sabar, dalam susah sukarmu