M3459 – Yakobus 4:7-8 Berperang Melawan Iblis (21 Ags 2011)

Karena itu serahkan dirimu kepada Allah. Lawanlah Iblis, maka ia akan lari daripadamu. Dekatilah Allah, maka Ia akan mendekatimu. Bersihkanlah tanganmu, hai orang-orang berdosa dan sucikanlah hatimu, hai orang-orang yang pikirannya mendua (Yakobus 4:7-8 KJI).

I. SIAPAKAH MUSUH KITA?

Efesus 6:12 Sebab kita bergumul bukan melawan darah dan daging, melainkan melawan pemerintah-pemerintah, melawan kuasa-kuasa, melawan penguasa-penguasa kegelapan dari dunia ini, melawan roh-roh jahat di tempat-tempat surgawi. (KJI)

Setiap kali kita menghadapi orang-orang, lebih-lebih yang jahat atau peristiwa-peristiwa yang dahsyat kita menghadapi yang tampak dan yang tidak tampak, selalu kedua ini saling berinteraksi. Kalau kita menghadapi seorang yang hendak menipu atau mengganggu kita, kita melihat orang itu tetapi dalam dari yang tidak kelihatan ada iblis yang juga ambil bagian dalam kasus itu.

Iblis selalu ambil bagian andil dalam perbuatan-perbuatan jahat bersama-sama dengan orang atau peristiwa-peristiwa yang terjadi. Sebab itu kita harus menghadapi keduanya yang tampak dan yang tidak tampak. Terhadap iblis kita harus berperang melawanya, tetapi terhadap manusia, jangan berperang dengan manusia, jangan berdosa, tetapi hadapi sesuai dengan pimpinan Roh Kudus. Terhadap iblis kita harus berperang sungguh-sungguh. Kalau iblis dikalahkan maka orang itu juga akan lebih lemah dalam niat jahatnya, sebab orang jahat dan iblis itu saling menguatkan. Misalnya dua orang rencana untuk berbuat jahat, mungkin merampok atau membunuh, kalau satu sudah ditangkap Polisi, maka satunya akan menjadi lemah, apalagi kalau yang ditangkap itu otaknya. Begitu kalau kita mengalahkan iblis yang tidak tampak dan mengusirnya maka orang itu akan menjadi lebih lemah karena sendirian, tidak lagi dapat dukungan dari iblis. Ini prinsip penting dalam menghadapi orang-orang dan peristiwa. Misalnya Ayub mengalami perampokan, anak buahnya dibunuh dan hartanya (binatang-binatanngnya) dirampas, juga rumah anak-anaknya roboh sebab ada angin ribut dan anak-anaknya mati. Di belakang semua itu ada iblis yang dapat izin Tuhan untuk mengganggu Ayub, jadi selalu ada yang tampak dan iblis yang selalu ambil bagian dalam semua perbuatan jahat, tetapi ia tidak tampak. Ayub menang dalam pencobaan, iblis dikalahkan, ia tidak berdosa, juga menghadapi teman-temannya yang ditipu oleh iblis, maka akhirnya semua problemnya selesai dengan kemenangan yang besar dan berkat Tuhan dicurahkan dengan limpah.

Jadi dalam semua perkara dan malapetaka yang tampak, selalu ada iblis juga mengambil bagian di belakang semua jubah itu, meskipun tidak tampak sebab itu kita harus terus berperang dengan iblis musuh kita itu.

II. KEHENDAK ALLAH, PERANG BUKAN BERTAHAN

Kita harus berperang melawan iblis, musuh kita bukan melawan manusia dll. Jangan berhenti berperang melawan iblis. Tuhan menghendaki kita menyerahkan diri penuh kepada Allah, dan dengan aktif melawan iblis, bukan bertahan dari serangan si iblis.

Banyak orang berkata dunia makin jahat, pencobaan makin besar, sebab itu kita harus kuat untuk bertahan menghadapi semua ini. Ini tidak cukup. Strategi Tuhan bukan demikian, tetapi kita harus aktif melawan dan menyerang iblis. Jangan berperang  melawan manusia, apalagi melawan Roh Kudus dengan sadar atau tidak.Itu membuat hidup orang itu berantakan dan celaka Kis 7:5.

Kalau kita melawan dan berperang dengan iblis, Tuhan berjanji, “bahwa iblis akan lari daripadamu”. Jangan ragu-ragu, jangan takut, jangan setengah hati, adalah kehendak Allah untuk memerangi iblis!

Tentu dari permulaan kita sudah harus mengerti dan harus memegang prinsip ini yaitu bahwa dengan Allah kita berperang melawan iblis, bukan kita sendiri tetapi mutlak perlu dengan Allah, maka kita pasti menang, sebab Allah itu maha kuasa dan ini adalah kehendak Allah bagi setiap orang beriman.

Kita harus menjadi tentara Allah untuk terus berperang melawan iblis. Tetapi ini tidak untuk semua segi hidup kita. Jangan menjadi tentara untuk melawan manusia. Jangan naik sepeda motor atau mobil lalu ugal-ugalan sebab merasa diri kuat sebagai tentara Allah, itu melawan Allah. Terhadap manusia kita lemah lembut dan minta pimpinan Tuhan. Hanya dalam berperang kepada iblis kita menjadi tentara Allah, bukan dalam segi-segi hidup lainnya. Terhadap Tuhan (tuan) Yesus, kita menjadi hamba-Nya yang taat. Terhadap Dia kita juga menjadi kekasih dan mempelai-Nya. Bagi Allah kita menjadi imam-imam dan raja-raja di hadapan-Nya. Kita juga menjadi anak atau putra Allah, juga umat-Nya. Di dalam dunia kita menjadi orang baru bukan lagi orang lama, bahkan menjadi Kristen = seperti Kristus. Ada lagi bentuk-bentuk hidup yang lama, dan semua yang ditulis dalam Alkitab harus kita taati, misalnya sebagai utusan Allah, sebagai anggota tubuh Kristus yang taat pada kepala, sebagai burung rajawali, domba-domba Tuhan, sebagai gandum yang berbuah bukan lalang, sebagai teman sekerja dst. Jangan hanya sebagai tentara Allah, itu hanya dalam menghadapi iblis dan setan-setan, bukan dalam menghadapi saudara-saudara kita.

III. MENGAPA KITA BERPERANG MELAWAN IBLIS?

1.a. Yak 4:7-8. Jangan bertahan, tetapi berperang melawan iblis, maka dengan Allah di pihak kita, kita akan menang dan dia akan lari dan kalah. Jangan hanyabertahan dari si iblis tetapi terus menyerang dan selalu mengalahkannya.

1.b. Kalau kita hanya bertahan, iblis akan terus menerus menyerang Zak 3:1 (menuduh=melawan).

1.c. Iblis itu seperti singa terus mencari jalan dan kesempatan untuk memerangi kita sampai ia bisa melahap orang beriman.

1Petrus 5:8-9 Pikirkanlah baik-baik, dan berjaga-jagalah, sebab iblis seterumu itu seperti singa yang mengaum-aum, berjalan keliling, mencari siapa yang dapat dilahapnya. Lawanlah dia, dengan iman yang teguh, sebab mengetahui bahwa semua saudara-saudaramu di seluruh dunia mengalami sengsara yang sama. (KJI)


Sebab itu kita harus melawan iblis, bukan bertahan, terus menyerang dan mengalahkannya, rebut jiwa-jiwa dari tangannya.

1.d. Iblis tidak pernah berhenti berperang melawan umat Tuhan. Kalau dia kalah, dia pergi untuk sementara, lalu kembali lagi mencari waktu dan kesempatan yang baik untuk menyerang lagi.

Lukas 4:13 Ketika setan telah mengakhiri semua percobaan itu,

ia meninggalkan Dia untuk seketika lamanya. (KJI)

Ingat iblis tidak pernah bertahan, dan tidak pernah berhenti menyerang dan memerangi kita sekalipun ia sudah kalah dan sudah diusir keluar, ia hanya pergi untuk sesaat lalu kembali lagi untuk menyerang! Kalau iblis tidak menyerang, hanya bertahan, dunia akan jauh lebih tenang dan lebih bahagia. Tetapi iblis tidak pernah hanya bertahan, ia terus menerus menyerang, memakai setiap kesempatan dan mencari, membuat kesempatan untuk menyerang umat Tuhan! Sebab itu kita harus mencari jalan, mencari kesempatan untuk menyerang, mengalahkan dan menjarahi si iblis, jangan sampai terjadi sebaliknya. Jangan sampai dikalahkan dalam kesucian, karunia-karunia, talenta dan kekayaan ilahi kita dijarah, tetapi hal-hal sebaliknya yang harus kita lakukan kepadanya, yaitu terus menerus mengalahkannya dan menyerangnya, jangan bertahan!

2. Kita ini prajurit-prajurit Allah

1Korintus 16:13 Berjagalah kamu, berdirilah teguh di dalam iman,

lakukanlah dirimu seperti laki-laki, jadilah kuat. (KJI)

(Gb OHP 1Kor 16:12 (2))

Secara rohani kita ini harus menjadi laki-laki yaitu bisa dan berani berperang terus melawan iblis. Jangan menjadi perempuan yang tidak berani perang, bahkan bertahanpun tidak bisa. Menghadapi manusia jangan bersikap sebagai tentara Allah,

Jangan berperang melawan manusia, tetapi berani dan berperang terus melawan iblis, sebab kita ini tentara Allah. Kita ini sudah dididik dengan Firman Tuhan, diberi Roh Kudus yang punya segala senjata ilahi, sudah dilengkapi dengan kuasa doa dan karunia-karunia tetapi hanya sedikit yang maju berperang, bahkan sebagian  hanya bertahan, sebagian tidak berbuat apa-apa. Mengapa? Sebab strategi yang dianut adalah bertahan bukan menyerang.Juga kesalahan prinsip. Kita harus terus maju berperang dan terus menyerang, memakai setiap kesempatan untuk menyerang iblis dan merebut jarahan jiwa-jiwa yang dikuasai iblis.  Mengapa tidak pergi perang melawan iblis?

a). Sebab bodoh, tidak mengerti,

b). Sebab hidup dalam dosa, sehingga tidak di pihak Allah dan ketakutan, dan

c). Sebab tidak percaya pada kuasa Allah.

Jangan diam atau bertahan saja, tetapi maju dan pergi berperang dengan segala perlengkapan dan segala hikmat dan kuasa ilahi.

3. Rebut jiwa-jiwa bagi Tuhan Mat 28:19, Mrk 16:15. Pergi memberitakan Injil ke seluruh dunia Kis 1:8 khususnya di kota kita. Ini bukan saja sekedarmemberitakan Injil, tetapi sesungguhnya ini perang melawan iblis, merebut dan menjarah jiwa-jiwa dari tangan iblis. Iblis tidak akan menyerahkan begitu saja, tetapi dengan sehabis-habis kekuatan dan siasatnya, ia akan mempertahankan dengan gigih segala yang sudah jadi miliknya.

Lukas 11:20-21 Tetapi jika Aku mengusir setan-setandengan jari-jari Allah,

sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang ke atasmu. (KJI)

(Gb OHP orang lama jadi orang baru (3))

Iblis itu orang kuat yang menjaga miliknya, yaitu orang lama. Kita harus memerangi iblis sampai kalah dan lari dan kemudian merebut jiwa-jiwa dari tangannya dan dengan kuasa Firman dan Roh Kudus berubah menjadi orang baru. Hanya dengan Kristus, orang yang lebih kuat, kita bisa mengalahkannya.

PIKIRAN KRISTUS

Yang dipikir oleh Tuhan itu hanya jiwa-jiwa. Ini satu-satunya yang ada harganya di hadapan Tuhan, yang lain tidak punya nilai yang kekal. Bumi dan semesta alam ini diciptakan Tuhan dari tidak ada apa-apa menjadi ada. Pada hari kiamat semua yang ada akan dilenyapkan sehingga tidak ada apa-apa lagi, yang tersisa hanya satu macam yaitu jiwa-jiwa manusia yang sudah lahir di dunia dari Adam sampai orang terakhir. Semua lenyap tinggal jiwa-jiwa manusia dan sebagian ada di Surga, sebagian ada di Neraka. Inilah satu-satunya yang punya nilai kekal yaitu jiwa. Hati Allah yang kasih adanya ingin supaya sebanyak-banyaknya masuk dalam Surga. Ini kerinduan dan isi hati Allah.

Tujuan utama Tuhan adalah merebut jiwa-jiwa supaya selamat. Yang penting dalam hati dan pikiran Tuhan hanya jiwa-jiwa, ini satu-satunya yang paling berharga di dalam seluruh dunia dan semesta alam. Buah-buah kita dihitung bukan dengan uang tetapi dengan jiwa-jiwa. Langsung atau tidak, semua ibadah dan pelayanan kita harus ditujukan untuk merebut jiwa-jiwa bagi Tuhan, artinya diselamatkan, masuk Surga. Tuhan tidak tertarik pada uang, emas, berlian atau benda apapun yang berharga di dunia. Dia juga tidak tertarik pada kepintaran manusia, ilmu, kesehatannya, prestasinya, karya-karyanya dll, sebab kalau seorang tidak masuk Surga, semua ini tidak ada gunanya, habis semua, tidak ada yang kekal Mat 16:26. Juga manusia tidak laku di Surga atau Neraka, sebab keadaannya sudah lain sama sekali, semua dibakar habis dan tidak ada gunanya lagi, tidak keluar. Hanya jiwa-jiwa yang paling berharga di dalam pikiran dan penilaian Allah.

Kalau pikiran kita dicocokkan dengan pikiran Allah, punya minat besar pada jiwa-jiwa untuk diselamatkan lebih dari semua yang lain, itu memperkenankan Tuhan sebab cocok dengan pikiran Kristus. Kalau kita mempunyai pikiran yang cocok dengan Allah yaitu pikiran Kristus, selalu berusaha memenangkan jiwa-jiwa bagi Tuhan dalam keadaan apapun dan semua yang kita usahakan langsung atau tidak langsung berusaha memenangkan jiwa, maka kita memiliki hidup yang berkenan kepada Allah seperti waktu Putra manusia Yesus di dunia Mat 3:17. Orang seperti ini akan diberi segala fasilitas yang diperlukannya untuk hidupnya sebab dalam hidupnya ia selalu berpikir dan berusaha untuk mendapatkan jiwa-jiwa bagi Tuhan. Orang yang mempunyai pikiran seperti ini hidupnya paling untung, sebab Tuhan berkenan kepadanya; rohaninya akan tumbuh dengan pesat, pahala dari jiwa-jiwa yang dimenangkan itu ikut menjadi kemuliaannya untuk kekal. Juga di dunia Tuhan akan memberi semua fasilitas yang dibutuhkannya, sebab secara langsung atau tidak, ia selalu berusaha untuk memenangkan jiwa bagi Tuhan. Semua fasilitas yang diberi Allah, kalau dipakai betul, secara langsung atau tidak langsung untuk memenangkan jiwa, maka Tuhan senang sekali dan bisa memberinya tanpa batas. Jadi fasilitas yang Tuhan berikan kepada umat-Nya, itu juga tujuannya untuk memenangkan jiwa. Tujuan Tuhan bukan untuk memberi perkara-perkara yang fana dalam dunia, bukan untuk nomor 1 untuk menjadi kaya, sehat, pintar, berkedudukan, bersuka-suka sementara dll, tetapi untuk merebut jiwa-jiwa dari tangan iblis. Karena ini maka Tuhan beri semua fasilitas tersebut.

Fasilitas untuk bersenang-senang akan mudah menjerat orang itu dalam kesukaan dosa sesaat seperti Salomo dan binasa. Tetapi kalau kesukaannya jiwa-jiwa bagi Tuhan, maka makin banyak fasilitas akan membuatnya makin bersukacita untuk memenangkan lebih banyak jiwa bagi Tuhan. Sebab itu orang yang kesukaannya mempersembahkan jiwa-jiwa bagi Tuhan itu paling untung, ia berkenan pada Tuhan, tumbuh yang baik dan cepat, pahalanya banyak untuk kekal, juga fasilitas di dunia lengkap dan limpah serta sukacitanya makin penuh di dalam Tuhan.

Jadi minat besar untuk jiwa-jiwa, perhatian, hati dan bersukacita karena jiwa-jiwa adalah kunci hidup sukses dan indah di dalam Tuhan. Ini hidup yang cocok dengan hati Tuhan.

MENUNDA

Banyak orang punya alasan yang logis untuk menunda lain kali, 4 bulan lagi. Kadang-kadang alasannya masuk akal seperti Filipi belum waktunya dituai, belum ada gandum yang matang. Keadaan negaranya masih anti dengan penginjilan, tidak ada yang mau bertobat, seolah-olah ladang belum matang, belum siap untuk dituai. Tetapi Tuhan berkata sekarang sudah matang untuk dituai. Mengapa orang-orang tidak mengerti bahwa setiap saat kita bisa menuai jiwa-jiwa bagi Tuhan? Sebab mata manusia melihat keadaan, tetapi mata Allah yang tahu lebih dahulu berkata: Sekaranglah waktunya, bukan 4 bulan lagi Yoh 4:35. Empat bulan adalah alasan-alasan akal manusiawi, padahal dengan kuasa Allah pasti bisa. Jangan beri macam-macam alasan empat bulan, itu pikiran manusiawi, bukan pikiran ilahi! Dengan Tuhan kita bisa menuai setiap waktu. Mengapa?

A. Roh Pentakosta = Roh penuaian

Kalau Roh Kudus memimpin kita untuk memberitakan Injil, pasti bisa sebab Roh Kudus adalah Roh penuaian. Dimana Roh Kudus memimpin dan bekerja, di situ akan ada penuaian. Ikuti baik-baik pimpinan Roh Kudus, maka di situ, dengan Roh Kudus akan ada penuaian.

B. Setiap saat menyerang dan menjarah setan

Di mana-mana ladang sudah putih, harus dituai Mat 10:37-38. Dalam setiap kesempatan kita harus menyerang iblis dan merebut jarahan jiwa-jiwa dari Tuhan. Pakai setiap kesempatan yang ada, kita bisa mengalahkan setan dan menjarah jiwa-jiwa buat Tuhan.

C. Sekarang masih siang, menuailah sebelum malam

Selagi hari siang kita harus bekerja Yoh 9:4. Rebut jiwa-jiwa bagi Tuhan! Jangan tunggu lain kali, kesempatan itu akan berlalu dan seringkali tidak kembali sebab hari-hari umur kita akan selalu lewat, berlalu dan habis!

Begitulah waktu Tuhan menyuruh Paulus ke Makedonia, tidak tampak tanda-tanda bisa menuai jiwa-jiwa, malah Paulus dan Silas dipukuli, dipenjarakan dan dipasung. Seolah-olah semua gagal, tidak ada penuaian. Tetapi Paulus tahu kalau Tuhan menyuruh, berarti Ia tahu pasti ada penuaian dan dengan pimpinan Roh Kudus yaitu Roh penuaian pasti ada penuaian. Paulus terus menyanyi dan berdoa mengalahkan iblis, maka timbul penuaian, lalu Gereja Filipi berdiri. Setiap hari kalau kita dipimpin Roh, akan ada penuaian! Jangan lupa Roh Pentakosta adalah Roh penuaian.

Setiap hari kita bisa berperang dan merebut jiwa-jiwa bagi Tuhan, baik dalam rumah kita sendiri, dalam keluarga dari anggota-anggota Gereja, dalam persekutuan sel, dalam teman, tetangga dan dalam setiap tempat dan kesempatan!

4. Kita sanggup, kita adalah pemenang.

Roma 8:13 Sebab jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati, tetapi jika oleh Roh itu kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuh, kamu akan hidup. (KJI)

Di dalam Kristus kita sanggup Flp 4:13, dan kita lebih kuat dari iblis dan semua tentaranya 1Yoh 4:4. Sebab itu tidak patut kita kalah, sebab Tuhan jauh lebih besar dari iblis cs. Jangan takut atau ragu-ragu berperang melawan iblis setiap saat,tetapi percayalah bahwa dengan Tuhan kita adalah lebih dari pemenang Rom 8:37. Bertindaklah, rebut jiwa-jiwa dari tangan iblis baik di dalam rumah kita sendiri dan di sekitar kita dan dimana saja.

Jangan berpikir: orang ini tidak mungkin berubah, terlalu sulit, tidak mungkin mau bertobat; itu berarti kita tidak percaya bahwa Allah itu maha kuasa. Percayalah Tuhan sanggup mengubah orang itu, dan rebutlah dia dari tangan iblis. Memang ada beberapa orang sesudah bertobat, kembali menuruti daging, tetapi kita sanggup, kita bisa merebut mereka dari tangan iblis. Kalau kita percaya, kita akan merebutnya dengan kemenangan Mat 8:13.

5. Rohani tumbuh dalam peperangan.

2Timotius 2:20-21 Tetapi dalam sebuah rumah besar bukan hanya ada bejana emas dan perak saja, tetapi juga dari kayu dan tanah, sebagian kepada yang mulia dan sebagian kepada yang hina. Oleh sebab itu jikalau seseorang membersihkan dirinya dari ini, ia akan menjadi suatu bejana kepada yang mulia, dikuduskan dan layak dipakai oleh tuannya, dipersiapkan untuk setiap pekerjaan yang baik. (KJI)

Orang yang tidak mau berperang, juga orang yang hanya bertahan saja akan lemah, kalah dan rusak rohaninya. Cara untuk tumbuh dengan baik dan efisienadalah dengan berani berperang melawan iblis dengan iman. Tentu jangan ngawur, kita harus bisa mahir memakai senjata Allah (Tuhan mengajar kita berperang dan kita harus belajar sampai mahir Maz 144:1). Kita harus belajar mempunyai kuasa doa, cinta Firman Tuhan, memelihara persekutuan tubuh Kristus, mahir pikul salib, mahir dipimpin Roh dst. Kita harus mahir memakai semua senjata ini, maka dengan demikian kita memerangi iblis terus menerus dengan kemenangan dan itu membuat rohani kita terus bertumbuh dengan baik. Kita tumbuh dalam pelayanan dan pelayanan itulah peperangan melawan iblis.

Jadi, jangan sikap kita hanya bertahan saja, tidak cukup sama sekali, tetapi dengan iman berani berperang melawan iblis; cari setiap kesempatan bahkan buat kesempatan karena dipimpin Roh, maka kita akan memenangkan jiwa-jiwa sebab mengalahkan iblis yang menawan jiwa2 itu. Dalam segala segi pelayanan, tujuannya adalah memenangkan jiwa-jiwa, langsung atau tidak langsung.

IV. UNTUK APA KITA HARUS BERPERANG MELAWAN IBLIS DAN MENGALAHKANNYA?

1. Rohani tumbuh. Kalau Iblis diusir dan dikalahkan, maka daging juga akan dimatikan sehingga kita bisa bebas mentaati Firman Tuhan dan melakukan kehendak Allah sesuai pimpinan Roh Kudus, sehingga hidup ini memperkenankan Tuhan dan tumbuh. Orang yang terus berperang melawan iblis dan hidup dalam kemenangan akan tumbuh terus.

2. Mereka jiwa-jiwa bagi Tuhan. Iblis dikalahkan supaya ia melepaskan jiwa-jiwa yang ditawannya itu sehingga jiwa-jiwa bisa direbut bagi Tuhan, baik angka I dan II yaitu jiwa-jiwa baru, maupun angka III dengan sesama orang beriman yang ditolong, sehingga mereka dipulihkan, dikuatkan dan ditumbuhkan.

Bukan saja jiwa-jiwa yang baik, tetapi juga jiwa-jiwa yang jelek sifat dan rohaninya kita harapkan bisa direbut bagi Tuhan dan ditumbuhkan menjadi seperti Kristus. Dengan hikmat dan kuasa Allah iblis diusir, dikalahkan, maka kita akan bebas dan efektif menggarami sekitar kita. Terutama jiwa-jiwa yang dibebankan sebagai tanggungjawab kita. Kalau garam itu dimasukkan dalam satu panci, seluruh isi panci akan digarami. Begitulah orang-orang yang ada dalam panci daerah dan tanggung jawab kita, juga jiwa-jiwa yang Tuhan kirim untuk kita tolong dan kita garami Luk 10:27. Kalau ada seorang masuk dalam “panci” kita, itu tidak kebetulan, itu dikirim Tuhan supaya kita garami, kita rebut dari tangan iblis dan dengan pimpinan Roh Kudus kita tumbuhkan menjadi dewasa rohani. Kalau pelita itu dibawa ke satu tempat yang gelap, seluruh tempat itu, tidak ada yang terkecuali diteranginya. Begitu diharapkan Roh Tuhan ada di atas kita untuk menggarami dan menerangi semua orang di sekitar kita Luk 4:18-19 seperti contoh dari Tuhan Yesus. Semua ini adalah hasil dari apa yang terjadi dalam dunia yang tidak kelihatan, yaitu kita memerangi iblis sampai kalah lalu merebut jiwa-jiwa itu bagi Tuhan, itulah yang disebut menjadi garam dan terang yaitu perang dengan iblis dan menang lalu menjarahinya! Kalau merebut jiwa-jiwa untuk Tuhan, baik untuk diselamatkan dari kebinasaan, juga orang-orang beriman yang dalam kelemahan dankejatuhan ditolong, dikuatkan, dipulihkan dan diperbaiki.

Orang yang memiliki kuasa Roh dan mengerti Firman Tuhan, bisa mengalahkan iblis (dalam dirinya sendiri dan dalam orang-orang lain yang dilayani) maka ia akan menjadi berkat yang indah bagi sekitarnya.

Istimewa di antara kita, kalau kita bisa saling menolong dengan menasehati, menguatkan, menunjukkan yang salah, menghibur, membetulkan dan macam-macam pelayanan dalam Roh (dengan karunia-karunia Roh), maka kita akan tumbuh bersama-sama. Kerjakanlah semua hal ini, sebab ini adalah kehendak Allah bagi kita. Kita perlu saling mengasihi dengan tulus (dalam kesucian), dan ini berarti saling tolong menolong menumbuhkan dan saling menguatkan satu sama lain.

3. Menyegerakan hari Tuhan.

2Petrus 3:12 Sambil menanti dan mempercepat kedatangan hari Allah, dimana pada saat itu langit akan terbakar lalu lenyap, dan unsur-unsur akan leleh dengan panas yang sangat. (KJI)

Kalau kita mau melakukan tugas-tugas dari Tuhan ini, maka kita ikut menggenapkan angka-angka kedatangan Tuhan sehingga jumlahnya genap, maka kedatangan Tuhan bisa dipercepat. Memang target utama dan satu-satunya dari Tuhan adalah jiwa-jiwa, sebab kasih Allah ingin menyelamatkan jiwa-jiwa sebanyak-banyaknya, lepas dari neraka. Dia tidak ingin seorangpun binasa sekalipun jelek dan jahat, asal mau percaya dan bertobat, Allah sanggup menolongnya 2Pet 3:9.

Kalau setiap persekutuan sel dari tubuh Kristus itu makin bertambah menjadi besar dan terus berbiak-biak, terus bertambah-tambah, maka jumlahnya akan genap dan Tuhan bisa segera datang. Ini kerinduan dan harapan Tuhan dan kita wajib ikut menyegerakan kedatangan Tuhan.

Sebab itu jangan memakai sikap bertahan tetapi berperang melawan iblis dengan aktif, kalahkan dia, pakai setiap kesempatan, bahkan buat kesempatan dalam pimpinan Roh Kudus untuk memenangkan jiwa-jiwa bagi Tuhan. Jangan bertahan, tetapi dengan berani menyerang, memerangi iblis dan tentaranya untuk merebut jiwa-jiwa bagi Tuhan sehingga bisa menyegerakan kedatangan Tuhan.

V. CARA-CARA BERPERANG DENGAN TUHAN

1. Di pihak Allah. Kita harus beres, suci di hadapan Allah supaya Dia bisa selalu ada di pihak kita bahkan terus ada di dalam kita Yak 4:8 berkata-kata: Bersihkan tanganmu dari segala perkara yang najis dan yang Tuhan tidak berkenan dan sucikan hatimu, sebab ini sumbernya. Kita harus disucikan sampai dalam hati, pikiran, dan angan-angan, supaya semuanya disucikan Gal 5:24.

Kalau kita terus menerus hidup benar, Tuhan terus ada di pihak kita, maka tidaklah sulit untuk terus hidup berkemenangan.

2. Bergerak dipimpin Roh. Dalam menghadapi bermacam-macam problem, jasmani dan rohani. Jangan diam, jangan bertahan tetapi aktif bergerak  menghadapinya namun tetap dipimpin Roh.

Pakailah selengkap senjata ilahi yang disediakan, diatur dan diberikan oleh Roh Kudus 1Kor 12:11. Kita tidak bisa memilih karunia dan cara yang mana yang mau kita pakai, sebab itu bukan milik (kemampuan) kita dan kita tidak tahu mana yang paling tepat dan terbaik, tetapi Roh Allah yang tahu dengan tepat.

(Gb robot orang-orangan, pakai baterai)

Kita harus menyerah dan taat pada-Nya seolah-olah kita menjadi robot Allah, bergerak dalam pimpinan-Nya Luk 4:1,18. Maka Roh Kudus bisa bebas bekerja di dalam kita dan melakukan perkara-perkara yang besar Maz 60:14. Ingat, kita bukan robot, Tuhan menciptakan kita sebagai mahluk bebas yang mempunyai keinginan dan kehendak sendiri yang kuat).

Sebab itu kita harus taat seperti robot, baik dalam hal-hal jasmani dan rohani, maka kata-kata, tindakan dan karunia-karunia yang tepat akandiberikan oleh Roh Kudus dan kalau kita taat, kita akan mendapat kemenangan yang indah untuk kekal.

a). Dalam problem-problem pribadi atau jasmani. Hadapi dengan kuasa dan hikmat Allah, bersandar dan berharap pada Dia. Jangan lupa, kita menghadapi yang kelihatan dan yang tidak kelihatan dan iblis ada dalam dunia yang tidak kelihatan, selalu punya bagian atau andil bersama-sama dengan orang jahat dan semua orang-orang yang bisa diperalat untuk menjatuhkan dan mengalahkan kita. Sebab itu pakai selengkap senjata Allah, dengan hikmat dan kuasa Allah memerangi iblis yang tidak kelihatan itu, maka problem yang tampak itu akan lebih mudah dimenangkan dan diselesaikan.

Perang terus menerus melawan iblis, tetapi jangan berperang dengan manusia. Jangan sampai terjebak sehingga jatuh dalam dosa karena perbuatan-perbuatan orang yang kita hadapi. Berlakulah seperti robot Tuhan, tunggu pimpinan Roh (robot itu tidak bisa emosi, tidak bisa main perasaan atau bertindak sendiri, tetapi menunggu digerakkan Tuhan, baik untuk berbicara Yoh 8:26 maupun untuk berbuat sesuatu Yoh 5:19 seperti Putra manusia Yesus). Kalau kita menghadapi problem-problem kita dipimpin Roh dan menyerah dan taat penuh seperti robot Allah, pasti berhasil dan kita akan mengalahkan iblis dan mengalami banyak kemenangan. Terus berdoa dalam Roh kebenaran supaya perintah dan pimpinan-Nya jelas dan kita limpah kekuatan ilahi untuk mentaati pimpinan-Nya.

Lebih-lebih pada akhir zaman yang jahat ini, kita harus memakai cara ini untuk menghadapi segala problem-problem kita, tidak mungkin dengan kekuatan kita sendiri.

b). Dalam ibadah dan pelayanan. Prinsipnya sama seperti robot Allah dan bersama-sama dalam persekutuan sel tubuh Kristus, kita bekerjasama dengan sehati menurut pimpinan Roh Mat 18:19-20. Jadi masing-masing dipimpin Roh dan juga bertindak bersama-sama dalam persekutuan sel dan Gereja dengan sehati. Kalau kita bisa bekerjasama dalam tubuh Kristus sesuai Firman Tuhan, hasilnya akan berlipat kali ganda, ada kemenangan-kemenangan yang besar Im 26:8. Kita harus merindukan untuk bisa saling mengasihi dengan tulus dan bekerja sama. Memang dalam pelayanan, Tuhan ingin kita bisa bersekutu dengan baik seperti Bapa, Putra dan Roh Kudus Yoh 17:23. Sebab kalau kita tidak bisa bersekutu seperti rencana dan keinginan Tuhan ini, kita justru akan diadu dan dipecahkan oleh iblis sehingga kalah Mrk 3:25. Sebab itu belajar bisa bersekutu, mulai dari suami isteri, keluarga, persekutuan sel, kelompok-kelompok besar dalam Gereja, antar Gereja dalam kasih dan kesucian ilahi, maka problem-problem pelayanan akan dimenangkan dan kita tumbuh bersama-sama dalam rencana Allah yang indah dan mulia.

3. Goal Tuhan adalah jiwa-jiwa. Ini tidak bisa diabaikan sebab semua harus ada hubungannya dengan jiwa-jiwa. Segala hal-hal jasmani dan rohani yang kita minta, kalau itu dengan tulus dipakai sebagai fasilitas untuk memenangkan jiwa-jiwa, pasti Tuhan akan memberikannya, misalnya kesehatan, keuangan, hikmat, kuasa ilahi dll. Tuhan akan men-supply-nya, supaya kita makin lebat berbuah-buah. Kita harus mempunyai pikiran Kristus, kesukaan dan selera besar untuk jiwa-jiwa seperti hati Tuhan, maka kita bisa sehati dengan Kristus dan dengan Dia kita akan melakukan banyak hal-hal besar dalam hidup kita Maz 60:14 dan itu pahalanya terbesar dan kekal Wah 14:13.

KESIMPULAN

Tuhan menghendaki kita mempunyai sikap yang aktifberperang melawan iblis bukan bertahan, supaya kita bisa merebut jiwa-jiwa bagi Tuhan. Kita perlu mempunyai minat, kesukaan dan kasih akan jiwa-jiwa untuk dimenangkan bagi Tuhan, sebab itu satu-satunya proyek Tuhan, bukan proyek politik, budaya, sosial dll. Meskipun demikian, tetap ada pengaruhnya ke segala bidang tetapi tujuan utama dari Tuhan adalah menyelamatkan jiwa-jiwa.

Aktif berperang melawan iblis sebab:

1. Itu kehendak Allah, jangan dia yang terus menyerang kita.

2. Kita prajurit-prajurit Allah untuk mengalahkan iblis.

3. Merebut jiwa-jiwa bagi Tuhan di seluruh dunia, khususnya di tempat kita masing-masing.

4. Dengan Tuhan kita lebih dari pemenang, jangan ragu-ragu percaya dan perang melawan iblis.

5. Dengan berperang bersama Kristus kita akan tumbuh.

Serahkan hidup sepenuhnya untuk dipimpin Roh seolah-olah menjadi robot-Nya, maka Dia akan memakai kita untuk melakukan hal-hal besar yaitu memenangkan jiwa. Jangan berhenti berperang melawan iblis dan tentaranya, pensiun itu kalau sudah pulang ke Surga dalam kesukaan dan kemuliaan yang kekal.

Nyanyian

Iblis itu kita punya musuh, perangi dengan hati yang teguh

Jangan lengah terus memeranginya, dengan Tuhan kita menang (dapat jiwa bagi Tuhan)